PERANCANGAN KOMUNIKASI DATA TERINTEGRASI PADA PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER VIA CONTOLLER LINK NETWORK DAN ETHERNET DEVICE

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III PERANCANGAN III.1. Compobus S dan Compobus D/DeviceNet III.1.1. Compobus S III Setting Mode Komunikasi III

Dosen Jurusan Teknik Elektro Industri 2 3

DAFTAR ISI Daerah SR(Special Relay) Daerah TR(Tempory Relay) Daerah DM (Data Memory) Daerah HR(Holding Relay)..

Bab I. Pendahuluan BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

BAB III FUNGSI BAGIAN PLC. Processor. Catu Daya. Gambar 2. Block Diagram Perangkat Keras PLC

BAB II LANDASAN TEORI. Programmable Logic Controller (PLC) diperkenalkan pertama kali pada tahun

PEMBUATAN REMOTE I/O 16 KANAL DIGITAL INPUT MENGGUNAKAN PROTOKOL MODBUS RTU BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51. Moh. Imam Afandi

SPC Application Note. SPC Blue-Link (J2) Tabel 1 Hubungan SPC Blue-Link Dengan Komputer

Kontrol Dan Pengawasan Multi Genset Berbasis Protokol Modbus Via Jaringan Lokal (LAN).

TE Informatika Industri

SISTEM KONTROL JARAK JAUH UNTUK PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER MELALUI SMS

Komunikasi Data antar Kontroler

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

PEMBUATAN REMOTE I/O 16 KANAL DIGITAL OUTPUT MENGGUNAKAN PROTOKOL MODBUS RTU BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51. Moh. Imam Afandi

DAFTAR ISI ABSTRAK ABSTRACT KATA PENGANTAR

Pengembangan RTU (Remote Terminal Unit) untuk Sistem Kontrol Jarak Jauh berbasis IP

BAB I PENDAHULUAN. industri menggunakan PLC (Programmable Logic Controller) sebagai sistem

Chapter 6 Input/Output

BAB VI MENGENAL TRAINER " BATO - 05 "

BAB III PERANCANGAN. Sebelum membuat suatu alat atau sistem, hal yang paling utama adalah

WIZnet. Application Note AN178 Wireless IP Printer 1 Oleh : Tim IE

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. pemrograman. Pemrogramannya akan di deskripsikan berupa flowchart yang akan

DT-BASIC Mini System. Gambar 1 Blok Diagram AN132

I. Catu Daya...19 J. Relay...21 BAB III PERANCANGAN SISTEM...22 A. Perancangan Perangkat Keras Perangkat Keras pada PLC Omron CQM1-CPU21...

BAB IV SISTEM MONITORING DAYA LISTRIK DENGAN MENGGUNAKAN WATTMETER DIGITAL BERBASIS WEB APLIKASI

BAB III MODIFIKASI PENINGKATAN PERFORMA

Kontrol Mesin Bor PCB Otomatis dengan Menggunakan Programmable Logic Controller

BAB II LANDASAN TEORI. a. Sistemnya dapat berperan sebagai manual ataupun otomatis. d. Mampu menangani kondisi-kondisi industri yang sulit.

Penelusuran Data Melalui Jaringan Internet

PERCOBAAN IV Komunikasi Data MODEM

Sistem Redundant PLC (Studi Kasus Aplikasi Pengontrolan Plant Temperatur Air)

JARINGAN KOMPUTER JARINGAN KOMPUTER

DT-ARM DT-ARM Application Note

II Protokol Remote Link II Protokol Modbus II Request Read N Bits. 16 II Request Read N Words. 16 II

Perancangan dan Realisasi Blok Komunikasi Dial-Up PLC Modicon M340 untuk Pengamatan secara Real-Time Menggunakan HMI/SCADA

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. dan software. Berikut adalah spesifikasi-spesifikasi yang terdapat di dalam sistem :

BAB I SISTEM KONTROL TNA 1

PERANCANGAN DAN REALISASI BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI

FUZZY LOGIC UNTUK KONTROL MODUL PROSES KONTROL DAN TRANSDUSER TIPE DL2314 BERBASIS PLC

Perangkat Keras Masukan/Keluaran. Kelompok : Intan Sari H. H. Z Verra Mukty

DQI 06 DELTA DATA ACQUISITION INTERFACE V.06

BAB III DESKRIPSI DAN PERANCANGAN SISTEM

t o l e a r n t o k n o w P L C BASIC I Instruktur : TOTOK NUR ALIF S.Pd NIP

Bab 3 PLC s Hardware

Protokol Jaringan. Oleh : Tengku Mohd Diansyah,ST,M.Kom

APLIKASI PLC OMRON CPM 1A 30 I/O UNTUK PROSES PENGEPAKAN BOTOL SECARA OTOMATIS MENGGUNAKAN SISTEM PNEUMATIK

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI TELMETRI SUHU BERBASIS ARDUINO UNO

WIZnet. Application Note AN179 Wireless IP Printer 2 Oleh : Tim IE

DSR CHANNEL DELTA SERVO CONTROLLER

ABSTRAK. Modular Production System (MPS) merupakan rangkaian simulasi. beberapa mesin produksi, salah satu bagiannya adalah Processing Station

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. Perancangan aplikasi meliputi server, pengajar dan mahasiswa. Server akan

Jaringan Komputer 1 MODUL 2. Muhammad Zen S. Hadi, ST. MSc.

III. METODE PENELITIAN

TUGAS AKHIR. Diajukan guna melengkapi sebagai syarat dalam mencapai gelar Sarjana Strata Satu (S1) Disusun Oleh :

Modul 8 TCP/IP Suite Error dan Control Messages

PERANCANGAN ALAT PENGONTROL BEBAN LISTRIK BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S52 DENGAN MEMANFAATKAN TEKNOLOGI SMS

MODUL PEMANFAATAN JALUR KOMUNIKASI RS 485 UNTUK SIMULASI KENDALI JARAK JAUH PLC MASTER K 10S1

DCH1B3 Konfigurasi Perangkat Keras Komputer. Input/Output

MODEM. Internal /Onboard Modem. External Modem. Jaringan Teleponi 1 1. Prima K PENS

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Gambar : Topologi Bus Seluruh komputer berkomunikasi melalui satu jalur yang sama, yang dipergunakan bergantian.

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

Physical Layer Merupakan lapisan terbawah dari OSI. Lapisan ini bertanggung jawab terhadap masalah pemindahan data dari hardware satu ke hardware lain

BAB II ANALISIS DAN PERANCANGAN. Running text RGB atau yang biasa dikenal dengan nama. Videotron merupakan salah satu media promosi digital yang

Percobaan 3 PENGENALAN INTERFACE I 2 C

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Jurnal Teknologi Elektro, Universitas Mercu Buana ISSN:

BAB V PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. menerapkan Pengontrolan Dan Monitoring Ruang Kelas Dengan Menggunakan

Materi 4: Microprocessor-Based Control

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. ruangan yang menggunakan led matrix dan sensor PING))). Led matrix berfungsi

PERANCANGAN APLIKASI OMRON SYSMAC CPM1A PADA SISTEM OTOMATISASI POMPA AIR UNTUK PENGISIAN WATER TANK DI APARTEMENT GRIYA PRAPANCA

TCP DAN UDP. Budhi Irawan, S.Si, M.T

DAFTAR ISI ABSTRAK ABSTRACT KATA PENGANTAR

SISTEM PEMBACAAN DAN PENYIMPANAN DATA PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER DENGAN MENGGUNAKAN PEMROGRAMAN SOKET. oleh Vires Yulianto NIM :

PERCOBAAN PERAKITAN KABEL NULL MODEM DB9, DB25, RJ45

JARINGAN KOMPUTER. Disusun Oleh : Nama : Febrina Setianingsih NIM : Dosen Pembimbing : Dr. Deris Stiawan, M.T., Ph.D.

SOAL-SOAL UTS JARINGAN KOMPUTER

TE SCADA Sistem Tenaga Listrik (Praktikum) Petunjuk Praktikum SCADA Sistem Tenaga Listrik

III. METODE PENELITIAN

DT-51 Application Note

ANALISA PERBANDINGAN METODE ROUTING DISTANCE VECTOR DAN LINK STATE PADA JARINGAN PACKET

BAB III METODE PENELITIAN

PENGEMBANGAN HARDWARE UNTUK PRAKTIKUM DIGITAL-2 DALAM REMOTE LABORATORY

SISTEM DETEKSI KEBOCORAN AIR PDAM SURABAYA BERBASIS TEKNOLOGI SCADA

BAB IV IMPLEMENTASI DAN ANALISA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

ABSTRAK. Kata Kunci: Constant Current Regulator (CCR), Mikrokontroller, Ethernet, Touchscreen ABSTRACTION

Network Technologies & Devices

PERANCANGAN SISTEM SCADA BEBAN PENERANGAN PADA PROTOTYPE GEDUNG A TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO

PEMODELAN SIMULASI KONTROL PADA SISTEM PENGOLAHAN AIR LIMBAH DENGAN MENGGUNAKAN PLC

DT-ARM Application Note. AN221 Web Server I/O Remote

MONITORING DAN PENGISIAN TOKEN PULSA PADA KWH METER MENGGUNAKAN SMARTPHONE ANDROID. Alfathoni Agustian Alaziz 1, Ir. Syahrul, M.

PC-Link. 1x Komputer / Laptop dengan OS Windows 2000, Windows XP atau yang lebih tinggi. Gambar 1 Blok Diagram AN200

Network Access/Interface Layer Internet Layer Host-to-Host Transport Layer Application Layer

BAB III PERANCANGAN ALAT. Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai bagaimana alat dapat

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. besar berupa gambar dengan tujuan agar sebuah sistem dapat lebih mudah

BAB II DASAR TEORI. Protokol adalah seperangkat aturan yang mengatur pembangunan koneksi

Transkripsi:

PERANCANGAN KOMUNIKASI DATA TERINTEGRASI PADA PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER VIA CONTOLLER LINK NETWORK DAN ETHERNET DEVICE Kurniawan Imam.G, Taufiqurrahman, Wahjoe Tjatur S, Rusminto Tjatur W Jurusan Teknik Elektronika, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Kampus PENS-ITS Sukolilo, Surabaya kurniawan.ghozzali@gmail.com taufiq@eepis-its.edu wahyu@eepis-its.edu widodo@eepis-its.edu Dalam dunia industri terdapat banyak proses yang bermacam-macam dan rumit serta membutuhkan input maupun output yang relatif banyak. Sebagian besar industri menggunakan PLC (Programmable Logic Controller) sebagai sistem kontrol. PLC ini memiliki banyak keunggulan diantaranya adalah mudah dalam penyesuain di berbagai sistem yang ada pada industri.serta memiliki kemudahan fasilitas komunikasi antar device-device standar industri. PLC memiliki tipe bermacam-macam serta memiliki spesifikasi atau keunggulan berbeda sesuai dengan tipenya, hal ini memungkinkan dalam suatu industri terdapat dua PLC atau lebih. PLC tersebut dapat bekerja secara efektif dan efisien apabila dilakukan proses integrasi.. Salah satu komunikasi antar PLC yang saling terintegrasi tersebut dapat digunakan media Ethernet dan Controller Link Network, serta touchscreen sebagai display yang dapat meremote PLC tersebut secara lokal maupun pada jaringan yang berbeda. Untuk mengatur komunikasi antar PLC diperlukan sebuah protokol agar komunikasi data dapat berjalan dengan baik. Salah satu protokol yang dapat digunakan adalah FINS protokol. Untuk PLC Omron CS1G-H dan Omron CJ1M serta Omron CS1H-H sangat mendukung protokol ini. Protokol FINS merupakan protokol yang populer pada PLC OMRON, untuk menghubungkan dan memonitor status dari devicedevice yang terhubung dalam suatu jaringan berbasis Ethernet. Selain terhubung dengan Ethernet, PLC Omron juga dapat dihubungkan dengan media komunikasi bernama Controller Link Network atau biasa disebut CLK. Controller Link ini merupakan salah satu media yang hanya dimiliki oleh PLC Omron serta mendukung FINS protokol. Kata Kunci : PLC, Komunikasi Ethernet, Controller Link, FINS Protokol. 1. Pendahuluan Pada Saat ini dunia industri, pada umumnya memiliki plant yang cukup kompleks dan tidak menutup kemungkinan untuk terus berkembang. Oleh karena itu satu kontroler saja tidak mencukupi untuk menangani seluruh sistem yang ada didalamnya. Seperti yang telah dibahas sebelumnya PLC merupakan kontroler yang paling banyak digunakan di dunia industri [1]. Modul I/O PLC juga memiliki keterbatasan jarak dari mesin industri ke PLC, meskipun secara teori sistem dapat ditangani oleh satu PLC tetapi berhubung mesin industri sangat besar sehingga tidak menutup kemungkinan jarak mesin industri dan PLC relatif cukup jauh. Jarak aman pengkabelan dari sistem ke modul I/O PLC adalah 20 meter, lebih dari itu sinyal akan mengalami gangguan, terutama untuk modul digital I/O. Sedangkan untuk Analog I/O pada jarak 30 m masih memungkinkan karena sinyal analog yang dikirim adalah arus sedangkan untuk digital adalah sinyal tegangan [2]. Jadi jika jarak plant dengan PLC lebih dari 20 m maka harus menggunakan PLC lebih dari satu. Untuk saling mengintegrasikan beberapa PLC terdapat banyak media yang dapat digunakan. Untuk PLC omron beberapa media komunikasi yang tersedia diantaanya adalah : Serial, Ethernet, Controller Link, DRM. Keunggulan media komunikasi adalah dapat terhubung dengan jarak yang relatif lebih jauh dari pada modul-modul I/O pada PLC. Berikut adalah spesifikasi beberapa perangkat komunikasi yang terdapat pada PLC Omron. Serial [3] Protokol komunikasi : Hostlink, FINS, Profibus 1

Metode komunikasi : Four Wire, Half duplex Baud rate : 1200/2400/4800/9600/19200 bps Kode Transmisi : 7 atau 8 bit ASCII Deteksi error : Vertical parity, even/odd Interface : RS-232/ RS-422 Jarak Transmisi : RS-232 15 m maksimum, RS-422 500 m maksimum 2. Desain Sistem Secara Garis Besar diagram Perancangan Sistem adalah sebagai berikut ini : DRM [4] Protokol komunikasi : DeviceNet Metode Komunikasi : Multi-drop dan T- branch Media komunikasi : 5-wire cables, 4-wire flat cables Baud rate : 125,250,500 kbps Jarak transmisi : 5-wire 500 kbps 100m maksimum 250 kbps 250m maksimum 125 kbps 500m maksimum 4-wire 500 kbps 75m maksimum 250 kbps 150m maksimum 125 kbps 265m maksimum Catu Daya : 24 VDC Maksimum Node : 64 Node (termasuk master,slave, konfigurator) Control Link [5] Protokol Komunikasi : FINS Metode Komunikasi : N:N token Bus Cek Eror : Manchester code check, CRC check Baud rate : 2 Mbps Jarak Transmisi : 20 Km (800m antar node) Media komunikasi : H-PCF (Optical two core cables) Maksimal Node : 32 Node Gambar 1. Diagram Sistem Blok diagram sistem diatas secara garis besar terdapat 2 macam jaringan yaitu jaringan Ethernet dan jaringan Controller Link, kedua macam jaringan tersebut tergabung melalui PLC CJ1M. PLC ini seolah-olah menjadi jembatan dari kedua jaringan tersebut. 2.1. Pemetaan Jaringan Dalam merancang sistem Integrasi PLC hampir sama dengan membuat integrasi jaringan komputer. Tiap jaringan yang berbeda harus memiliki identitas jaringan, agar komunikasi data dapat berjalan semestinya tanpa adanya data yang hilang atau tidak terkirim ketujuan. Didalam PLC untuk memberikan identitas pada jaringan kita gunakan aplikasi dari Omron yaitu CX-Integrator. Kemudian desain routing table untuk kedua macam jaringan diatas yaitu Ethernet dengan identitas jaringannya adalah dua, dengan menggunakan CX- Integrator dan routing table Ethernet Device [6] Protokol Komunikasi : FINS-UDP, FINS- TCP, DeviceNet Media Transmisi : Unshielded twistedpair cable, Shielded twisted-pair cable Baud rate : 100 Mbps(100Base-TX), 10 Mbps(10Base-T) Jarak Transmisi : 100m (antara node-hub) Maksimum node : 254 Node 2 Gambar 2.Jaringan Ethernet

mendetail dari masing-masing PLC tujuannya adalah ketika terdapat integrasi lebih lanjut mudah untuk melakukan routing table dan pembagian node tiap jaringan Spesifikasi dan parameter tiap komponen dilihat dari masing-masing jaringan : Gambar 3. Routing Table Ethernet Sedangkan untuk jaringan Controller Link memiliki routing table beridentitas satu. Untuk melakukan setting routing table hampir sama dengan Ethernet hanya saja system harus tergabung dalam jaringan Controller Link. Secara garis besar ditunjukan pada gambar dibawah ini. Gambar 4. Jaringan Controller Link Gambar 5. Routing Table Controller Link Hal tersebut dilakukan pada tiap-tiap PLC yang tergabung dalam suatu jaringan yang telah kita desain sebelumnya. Berikut ini adalah pembagian node dan identitas serta parameter-parameter apa saja yang dibutuhkan untuk membangun jaringan seperti pada gambar 1. Untuk membangun jaringan integrasi pemetaan jaringan harus terstuktur secara 3 PLC CJ1M Ethernet Network #2 Unit No = 2 Node No = 01 IP = 192.168.1.1 Protokol : FINS. Controller Link Network #1 Unit No = 1 Node No = 01 Baud rate : 2 Mbps Protokol : FINS Serial 1:1 Baud rate = 9600 bps Protokol : Hostlink PLC CS1G-H Ethernet Network #2 Unit No = 0 Node No = 02 IP = 192.168.1.2 PLC CS1H-H Controller Link Network #1 Unit No = 2 Node No = 02 Baud rate = 2 Mbps Protokol : FINS PC Ethernet Network #2 Node No = 10 IP = 192.168.1.10 Protokol : FINS-TCP, FINS-UDP Touch Screen Serial 1:1 PORT A Baud rate = 9600 bps

2.2 FINS Protokol FINS adalah salah satu protokol yang dimiliki oleh omron yang tidak dimiliki oleh merk PLC lain. FINS protocol ini dapat digunakan di berbagai media komunikasi yang terdapat pada PLC omron diantaranya adalah Serial, Controler Link serta Ethernet. Secara garis besar Protokol FINS terbagi dalam dua jenis yaitu: Command Data Structure dan Respon Data Structure. Gambar 6. Command Data Structure FINS GCT = 0x02 DNA = 0x00 DA1 = 0x00 DA2 = 0x00 SNA = 0x02 SA1 = 0x03 SA2 = 0x00 SID = 0x00 Sedangkan Untuk Command code dan text tergantung pada apa yang kita perintahkan ke PLC. Misalkan untuk menulis alamat memori pada PLC atau juga membaca alamat dari PLC. Sedangkan response code adalah kelanjutan dari respon PLC terhadap command code yang diterima. 3. Hasil dan Analisa Berikut ini adalah tampilan dari Touch screen yang terhubung pada PLC server CJ1M melalui serial dengan protokol hostlink Gambar 7. Response Data Structure FINS Keterangan ICF Gambar 8. Tampilan awal Touch Screen RSV 00 GCT 02 DNA Alamat Tujuan 00 : Jaringan Lokal 01-7F : Jaringan remote DA1 Node Tujuan DA2 Tujuan Alamat Unit SNA Sumber alamat Jaringan 00 : Jaringan Lokal 01-7F : Jaringan Remote SA1 Sumber identitas node SA2 Sumber identitas unit SID Identitas Jaringan Dari desain jaringan yang telah kita buat maka kita dapat menetukan FINS header untuk melakukan komunikasi baik melalui controller link maupun Ethernet, hasil dari FINS header dari jaringan yang telah dipetakan sebagai berikut ICF = 0x80 RSV = 0x00 4 Gambar 9. Remote Screen Gambar 10. Monitoring Screen Touch screen tersebut berfungsi sebagai remote secara lokal PLC CJ1M serta dapat meremote seluruh PLC yang terintegrasi dengan cara memerintahkan PLC server CJ1M untuk berkomunikasi dengan PLC lain. PLC CJ1M berisi program ladder diagram yang berfungsi sebagai komunikasi jaringan Ethernet dan jaringan

controller link. Komunikasi antar PLC dengan PLC menggunakan mekanisme komunikasi secara pemrograman lader diagram dengan menggunakan Function block SEND(090). Berikut ini adalah salah satu lader Diagram untuk komunikasi antar PLC Mekanisme handshaking PC dengan PLC hampir sama dengan PC dengan PC. Ketika kita tekan tombol Connect to Host maka PC dan PLC melakukan mekanisme handshaking sampai tercapai state connected. Gambar 13. Mekanisme TCP-FINS Gambar 11. Ladder diagram komunikasi Pemetaan Port komunikasi pada PLC CJ1M untuk Komunikasi PLC dengan PLC: Komunikasi Controller Link Transmit PORT 1 Receive PORT 2 Komunikasi Ethernet Transmit PORT 3 Receive PORT 4 3.1. Pengujian Komunikasi PLC (Server) dengan PC (Client) Pengujian dilakukan dengan membuat program pada PC yang berfungsi sebagai client dengan software QT dan PLC berfungsi sebagai Server. Protokol yang digunakan adalah TCP-FINS. Tampilan pengujian dengan software QT adalah sebagai berikut Hasil dari socket programming dengan QT, ketika melakukan Handshaking PC (client) dengan PLC (server) dilihat dengan Wire Shark Gambar 14. Sniffing Handshaking PC-PLC hasil dari wire shark adalah sebagai berikut 50911 > micromouse-ncwp [SYN] seq=0 micromuuse-ncwp > 50911 [SYN,ACK] seq=0 Ack=1 50911 > micromuuse-ncwp [ACK] seq=1 Ack=1 Gambar 12. QT Socket Programming 5 Gambar 15. GUI Remote PLC Setelah tahap tersebut tercapai maka PLC dan PC berada pada tahap connected dan komunikasi sudah

pada kondisi establish. Dan kemudian tahap selanjutnya dari TCP-FINS adalah mengenalkan Node PC pada PLC, Node PC sama seperti nilai IP yaitu 10 dan port tujuan dari PLC adalah 9600. Setelah kita kirim kan node PC maka PLC siap untuk mengeksekusi FINS command dan kemudian PLC mengirim balasan berupa FINS Response. Command yang dikirimkan ke PLC adalah write area memory pada PLC. Ketika kita telah Berhasil mengirimkan suatu nilai tertentu pada area memori PLC CJ1M maka PLC CS1GH akan melakukan memulai untuk menjalankan program untuk mengontrol sistem Factory Automation Module dan ketika kita tekan tombol FINS command pada QT dan hasilnya Factory Automation Module mulai bekerja. Hal ini menunjukan keberhasilan komunikasi antara PC dengan PLC. Gambar 16. GUI Monitoring PLC Berikut ini adalah hasil dari keseluruhan komunikasi yang disniffing dengan wire shark ketika kita melakukan komunikasi PC dengan PLC dengan socket programming pada QT Gambar 17. Sniffing komunikasi PC-PLC 4. Kesimpulan Dari Hasil Pengujian Dan Analisa didapatkan beberapa kesimpulan sebagai berikut : Dalam Melakukan Integrasi PLC inisialisasi parameter-parameter network PLC dengan PLC harus dimaping sesuai dengan desain integrasi. Parameter tersebut diantaranya adalah identitas jaringan (routing table), identitas node, unit number, port komunikasi serta protokol yang akan digunakan Server melakukan komunikasi antar PLC dengan metode polling yaitu meminta data dari client yang ada pada setiap jaringan. Sehingga dalam hal ini seluruh data di semua PLC terkumpul pada PLC server CJ1M. Komunikasi antara PLC dengan PC harus melalui PLC server yang mana data secara keseluruhan tersedia disana dan juga PLC master dapat melakukan Remote ke seluruh PLC. Protokol komunikasi PLC dengan PLC menggunakan mekanisme pemrograman lader dengan menggunakan function block SEND dengan protokol FINS baik melalui Ethernet maupun Controller Link. Sedangkan untuk komunikasi PLC dengan PC menggunakan Protokol TCP-FINS yaitu kombinasi FINS dengan socket programming pada PC. DAFTAR PUSTAKA 1. Aqib Maimun, MINIATUR DCS MEMANFAATKAN CONTROLLER LINK NETWORK DENGAN PLC OMRON CS1G/H SEBAGAI CONTROLLER PADA MODUL PRATIKUM NEW FA MODEL SFA-2211, Proyek Akhir EEPIS-ITS; 2006. 2. G. Warnock, Programmable Controllers : Operation and Application, Prentice Hall,1988. 3.,Operation Manual:Hostlink System, CV500-LK201 Host Link Unit, OMRON Corp, 2002. 4., CJ-series DeviceNet Unit : CJ1W- DRM21, OMRON,2011 5., Operation Manual : Controller Link Units, OMRON, 1999 6., Ethernet Units Construction of Networks, OMRON, 2009S 6