Performance Analysis of VoIP-SIP using RSVP on a Proxy Server

dokumen-dokumen yang mirip
BAB II TEORI DASAR. Resource Reservation Protocol (RSVP) merupakan protokol pada layer

Overview. Tujuan. Pengantar. Pengantar 12/10/2016. Pertemuan ke 10

ANALISIS KINERJA JARINGAN RSVP MENGGUNAKAN SIMULATOR OPNET

Perbandingan Kinerja Speech Codec G.711 dan GSM pada Implementasi Softswitch dengan Protokol SIP

Analisis dan Perancangan Quality of Service Pada Jaringan Voice Over Internet Protocol Berbasis Session Initiation Protocol

Analisis Perbandingan Performansi Server VoIP. berbasis Parallel Processing

LAPORAN PRAK. JARINGAN TELEKOMUNIKASI 2. Pengamatan Protokol dan Codec Pada Voip Menggunakan Wireshark KELOMPOK ISA MAHFUDI

Analisis Pengaruh RSVP Untuk Layanan VoIP Berbasis SIP

Bab 2. Tinjauan Pustaka

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang I 1

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang

ANALISA PERFORMANSI APLIKASI VIDEO CONFERENCE PADA JARINGAN MULTI PROTOCOL LABEL SWITCHING [MPLS] ANITA SUSANTI

BAB I PENDAHULUAN. yang mengarah pada Next Generation Network (NGN) yang kemungkinan besar

Voice over Internet Protocol Kuliah 6. Disusun oleh : Bambang Sugiarto

BAB 2. Pengantar VoIP. Voice over Internet Protocol (VoIP) merupakan teknologi transmisi data

5. QoS (Quality of Service)

BAB 4 ANALISA DATA. Gambar 4.1 Tampilan pada Wireshark ketika user melakukan register. 34 Universitas Indonesia

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Bab I PENDAHULUAN. Voice over Internet Protocol (VoIP) adalah teknologi yang mampu

ANALISA APLIKASI VOIP PADA JARINGAN BERBASIS MPLS

BAB I PENDAHULUAN. komunikasi yang bersifat convergence dengan teknologi komunikasi lainnya. Salah

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Unjuk Kerja QoS (Quality of Services) Jaringan Voice over Internet Protocol Berbasis SIP yang Diimplementasikan pada Jaringan Ethernet Gedung FEB-UKSW

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 4 PERANCANGAN. 4.1 Perancangan dan Analisa Skenario

TUGAS AKHIR. Disusun sebagai salah satu syarat untuk kelulusan Program Strata 1, Program Studi Teknik Informatika, Universitas Pasundan Bandung

BAB II. LANDASAN TEORI

Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Udayana Abstrak

Implementasi Routing Gateway GNU Gatekeeper Berbasis Sistem Operasi Linux. Makalah Seminar Tugas Akhir Dimas Hartawan, L2F001586

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

Memahami cara kerja TCP dan UDP pada layer transport

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

3.2 Differentiated Service (DiffServ)... 23

ANALISA PERBANDINGAN METODE ROUTING DISTANCE VECTOR DAN LINK STATE PADA JARINGAN PACKET

BAB 1 PENDAHULUAN. dunia sehingga dapat berkomunikasi dan bertukar informasi.

TUGAS AKHIR PERHITUNGAN DAN ANALISA. BANDWIDTH VoIP O L E H WISAN JAYA

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. perangkat software dan hardware untuk mendukung dalam penelitian analisis

Bab 2 Tinjauan Pustaka 2.1 Penelitian Sebelumnya

TUGAS AKHIR. ANALISA QUALITY OF SERVICE (QoS) PADA JARINGAN IPTV DENGAN ROUTING BERBASIS LINK-STATE

BAB I PENDAHULUAN I 1

BAB IV HASIL SIMULASI DAN KINERJA SISTEM

dalam bentuk analog. Munculnya digital IC (Integrated Circuit) dan membutuhkan. Pengguna atau user memerlukan player, yaitu aplikasi khusus

BAB I PENDAHULUAN. multimedia memasuki dunia internet. Telepon IP, video conference dan game

BAB I PENDAHULUAN I-1

TRAFFIC MANAGEMENT (Quality of Service & Congestion Control) Definisi Traffic Management

ABSTRAK. Kata Kunci : GRE, HTTP, IMS, IPsec, L2TP, OPNET Modeler 14.5, Video Call, VoIP, VPN.

BAB I PENDAHULUAN. yang cukup besar untuk kemajuan dunia telekomunikasi. Di dalam dunia

BAB II KERANGKA TEORITIS. Menurut Domiko dkk, (2012) VoIP ( Voice over Internet Protocol )

ANALISIS KINERJA TRAFIK VIDEO CHATTING PADA SISTEM CLIENT-CLIENT DENGAN APLIKASI WIRESHARK

BAB II GAMBARAN UMUM OBJEK. Aplikasi dan layanan yang menggunakan jaringan komputer terus

Aplikasi SIP Based VoIP Server Untuk Integrasi Jaringan IP dan Jaringan Teleponi di PENS - ITS

Protokol SIP pada VoIP

DASAR TEKNIK TELEKOMUNIKASI

6/26/2010. Rancang bangun sistem. Pengukuran. Sintesis dan Penarikan kesimpulan. Oleh : Hafid Amrulloh ( )

BAB 2 DASAR TEORI. yang terhubung. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel (wire line) atau

BAB II INTERNET PROTOCOL TELEVISION (IPTV)

7.1 Karakterisasi Trafik IP

INTEGRASI JARINGAN TELEPON ANALOG DENGAN JARINGAN KOMPUTER DI POLITEKNIK NEGERI BATAM. oleh: Prasaja Wikanta

BAB 1 PENDAHULUAN. berkembang dan dapat dilakukan tidak hanya secara langsung tetapi juga. mendukung hal tersebut adalah jaringan komputer.

ANALISIS PERBANDINGAN QoS VoIP PADA PROTOKOL IPv4 DAN IPv6 ( STUDI KASUS : LABORATORIUM KOMPUTER UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO SEMARANG )

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

KUALITAS LAYANAN. Budhi Irawan, S.Si, M.T

ANALISIS KINERJA PROTOKOL SIP DENGAN IAX2 PADA VOICE OVER IPV6

PENGUKURAN QoS (Quality of Service) pada STREAMING SERVER

MODUL 10 Multi Protocol Label Switching (MPLS)

INTEGRASI JARINGAN TELEPON ANALOG DENGAN JARINGAN KOMPUTER DI POLITEKNIK NEGERI BATAM. oleh: Prasaja Wikanta

RANCANG BANGUN SERVER VOIP BERBASIS METODE PARALLEL PROCESSING

TRANSPORT LAYER. Aplikasi dan Operasi pada TCP dan UDP

LAPISAN JARINGAN (NETWORK LAYER) Budhi Irawan, S.Si, M.T

Quality of Service. Sistem Telekomunikasi Prodi S1 Informatika ST3 Telkom Purwokerto

Simulasi Pengukuran Quality Of Service Pada Integrasi Internet Protocol Dan Asynchronous Transfer Mode Dengan Multiprotocol Label Switching (MPLS)

Agenda. Protokol TCP/IP dan OSI Keluarga Protokol TCP/IP

Steganografi pada VoIP dengan LACK

BAB I PENDAHULUAN. Analisis Kinerja Protocol SCTP untuk Layanan Streaming Media pada Mobile WiMAX 3

ANALISIS KINERJA TRANSMISSION CONTROL PROTOCOL PADA JARINGAN WIDE AREA NETWORK

Teknologi Streaming Streaming

IMPLEMENTASI DAN ANALISIS KINERJA JARINGAN VOIP DENGAN PROTOKOL SRTP DAN TLS RYAN ADITYA PUTRA PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS ILMU KOMPUTER

SISTEM MONITORING PARAMETER QOS JARINGAN VoIP LOKAL DENGAN PROTOKOL PENSINYALAN H.323

ANALISA UNJUK KERJA APLIKASI VOIP PADA JARINGAN IPv6 BERBASIS MPLS

BAB III PERANCANGAN DAN SIMULASI SOFTSWITCH. suatu pemodelan softswitch ini dilakukan agar mampu memenuhi kebutuhan

MODUL 10 Multi Protocol Label Switching (MPLS)

PERANCANGAN NGN BERBASIS OPEN IMS CORE PADA JARINGAN MPLS VPN

UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO. STUDI PERBANDINGAN KUALITAS JARINGAN VoIP PADA STANDART WIRELESS a, b, dan g.

BAB II DASAR TEORI. Jaringan Asynchronous Transfer Mode (ATM) merupakan jaringan

LAMPIRAN B USULAN TUGAS AKHIR

BAB 5. IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

BAB II LANDASAN TEORI

STUDI PENGENDALIAN KUALITAS LAYANAN VOIP MENGGUNAKAN METODE ANTRIAN

diperoleh gambaran yang lebih baik tentang apa yang terjadi di jaringan dan dapat segera diketahui penyebab suatu permasalahan.

D I S U S U N OLEH : YOHANA ELMATU CHRISTINA ( ) TEKNIK INFORMATIKA / KELAS MALAM SEMESTER

BAB III METODE PENGEMBANGAN

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

ELECTRICIAN Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro 141

BAB 4. Setelah melakukan perancangan topologi untuk merancang sistem simulasi pada

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

APLIKASI QOS ANALYZER PADA JARINGAN VOIP

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Soal Ujian Tengah Semester Mata Kuliah Jaringan Komputer

Soal Ujian Tengah Semester Mata Kuliah Jaringan Komputer

Transkripsi:

Performance Analysis of VoIP-SIP using on a Proxy Server Sigit Haryadi dan Indra Gunawan Teknik Telekomunikasi - Institut Teknologi Bandung sigit@telecom.ee.itb.ac.id Ringkasan Pada penelitian ini, dilakukan pengujian terhadap kinerja protokol yang ada pada VoIP seperti SIP dan kinerja dari jaringan yang menggunakan protokol. Metode yang digunakannya adalah simulasi dengan menggunakan OPNET (Optimized Network Engineering Tools), dan skenario yang dibuat berhasil dijalankan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah (a) Pada skenario simulasi, bila tidak digunakan protokol, delay yang dihasilkan bila digunakan codec G.711 adalah 4 ms sedangkan penggunaa codec G723 menghasilkan delay terbesar 175 ms, Penggunaan protokol sebagai protokol untuk pemesanan jaringan ternyata sangat mengurangi nilai delay, misal pada penggunaan codec G.711, ketika tidak menggunakan delay maksimum mencapai 4 ms sedangkan ketika menggunakan hanya 2 ms. (b) Penggunaan SIP untuk proses connect dan disconect akan menghasilkan call-setup yang lebih kecil dibandingkan dengan penggunaan protokol H323. Pada skenario jaringan yang dibuat, call-setup terbesar 1.5 detik, artinya masih diambang batas untuk komunikasi interlokal yang mensyaratkan waktu maksimal 2 detik. Kata Kunci: SIP, OPNET, 1. Pendahuluan Perkembangan teknologi VoIP belakang ini cukup pesat. Hal yang mendukung berkembangnya teknologi VoIP adalah semakin handalnya protocol-protocol VoIP seperti H.323 dan SIP ( Sesion Innitiation Protocol). Selain itu juga protocol pendukung VoIP untuk menjaga kualitas dari jaringan juga semakin handal. Salah satu protocol untuk menjamin kualitas jaringan adalah ( Resource Reservation Protocol) adalah kemampuan end station atau host untuk meminta level QoS tertentu. membawa perintah sepanjang jaringan serta mengunjungi tiap node yang dipakai untuk membawa data stream. Tiap paket VoIP terdiri dari 2 bagian yaitu header dan payload. Header terdiri dari IP header, Real Transport Protocol (RTP) header, User Datagram Protocol (UDP) header dan link header. IP header bertugas menyimpan informasi routing untuk mengirimkan paket-paket ke tujuan. Pada tiap header IP disertakan tipe layanan atau type of service (ToS) yang memungkinkan paket tertentu seperti paket suara diperlakukan berbeda dengan paket non real time. UDP header memiliki ciri tertentu yaitu tidak menjamin paket akan mencapai tujuan sehingga UDP cocok digunakan untuk voice real time yang sangat peka terhadap delay. Hal ini disebabkan UDP mengasumsikan bahwa layer diatasnya sudah menggunakan metode untuk menjamin sampainya paket ke tujuan. UDP meneriman data dari layer aplikasi untuk kemudian menambahkan port sumber dan port tujuan. Layer protocol menerima UDP datagram dan mengenkapsulasikannya menjadi paket IP dan meneruskan ke layer data link. UDP tidak memperhatikan urutan segmen baik itu di tujuan ataupun di sumber. Pada penelitian ini akan digunakan protocol SIP sebagai protocol signallingnya. Protokol SIP didukung oleh beberapa protokol antara lain, (Resourece Reservation Protocol) untuk melakukan pemesanan pada jaringan, RTP (Real time Transport Protocol) dan RTCP (Real time Transport Control Protocol) untuk mentransmisikan media dan mengetahui kualitas layanan serta SDP (Session Description Protocol) untuk mendeskripsikan sesi media. Protocol merupakan protocol standard untuk menentukan QoS (Quality of Service) secara dinamis sepanjang jaringan heterogen. adalah kemampuan end station atau host untuk meminta level QoS tertentu. membawa perintah sepanjang jaringan serta mengunjungi tiap node yang dipakai untuk membawa data stream. melakukan negosiasi dengan admission control dan policy control. Admission control menentukan apakah node memiliki resource yang cukup untuk mensuplai QoS yang diinginkan sedangkan policy control menentukan apakah user memiliki izin administrative untuk melakukan reservasi. Gambar 1.1 Proses pesan Pada jaringan SIP ada 2 komponen yang selalu ada untuk melakukan komunikasi yaitu user agent client dan server. Pada SIP terdiri dari 2 jenis server yaitu a. Proxy server Proxy server adalah server yang menerima request, mengolahnya, serta meneruskan request yang diterimanya ke next hop server atau ke end user 1

setelah mengubah beberapa header pada pesan request. b. Redirect server Komponen ini merupakan server yang menerima pesan request serta memberikan respon terhadap request tersebut yang berisi alamat dari next hop server. Proses persinyalan Menggunakan Proxy server Secara umum proses pesan pada proxy server adalah sebagai berikut: Konfigurasi jaringan yang dibuat dalam penelitian ini adalah sebagai berikut Gambar 2.1 Arsitektur jaringan VoIP Gambar 1.2 Proses koneksi dengan menggunakan proxy server Jika komunikasi akan berakhir maka akan dilakukan prosedur berikut 1. Pesan request BYE dikirimkan ke proxy server 2. Pesan request diteruskan proxy server ke called 3. Pesan respon 2 K dikirimkan dari called ke proxy server 4. Pesan respon diteruskan proxy server ke caller dan komunikasi berakhir Proses persinyalan menggunakan redirect server Berbeda dengan proxy server pada redirect server ini akan memberi tahukan alamat called untuk kemudian caller yang akan melakukan proses koneksi kepada called Gambar 2.2 Konfigurasi jaringan di Bandung Gambar 2.3 Konfigurasi jaringan di Jakarta Gambar 2.4 Konfigurasi jaringan di Surabaya Gambar 1.3 Proses koneksi dengan menggunakan redirect server Prosedur pemutusan hubungan pada redirect server 1. Pesan request BYE dikirmkan ke called 2. Pesan respon 2 OK dikirimkan ke caller maka komunikasi berakhir 2. Arsitektur Jaringan VOIP SIP Simulasi ini dijalankan dengan kondisi: 1. Mengacu pada jarak real antara Jakarta Bandung dan Surabaya 2. Ada dua jenis codec yang dilakukan yaitu codec G.723 dan G.711 yang memiliki bit rate yang berbeda. 3. Dilakukan simulasi untuk membandingkan jaringan yang menggunakan dengan jaringan yang tidak menggunakan. 4. Komponen yang ada dalam konfigurasi jaringan 2

Dibawah ini adalah komponen-komponen yang berada pada konfigurasi jaringan yang dibuat. IP Phone IP Phone adalah suatu hardware yang biasa digunakan untuk komunikasi VoIP. Pada bagian ini terjadi pengolahan sinyal analog menjadi digital untuk kemudian dilakukan proses paketisasi menjadi paket IP. Switch Perangkat ini berfungsi juga untuk merutekan trafik dari end user ke router Router Pada bagian ini akan dilakukan proses pengaktivan dengan menset setiap interface menjadi enable untuk fungsi. Proses ini dilakukan pada interface information pada bagian QoS information Gambar 2.5 protocol parameter Server Server merupakan penyedia layanan aplikasi dalam jaringan Gambar 3.2 Delay jaringan untuk codec G.723 Penggunaan sebagai protocol untuk pemesanan jaringan akan mengakibatkan delay yang lebih kecil. Hal ini disebabkan penggunaan akan mengakibatkan komunikasi VoIP seolah- oleh connection oriented karena dengan paket yang dikirimkan akan melalui jalur yang sama karena router sudah melakukan pemesanan pada jaringan untuk mengirimkan paket pada jalur yang sama sampai komunikasi berakhir sehingga walaupun secara teori komunikasi VoIP menggunakan protocol UDP yang bersifat connection less namun dengan sifat yang ini akan mengurangi delay yang cukup signifikan dibandingkan jika tidak menggunakan. 2. G.711 3. Analisis data 3.1 Analisis parameter delay Hasil simulasi dari setiap codec 1. Codec G.723 Gambar 3.3 Delay jaringan non untuk codec G.711 Gambar 3.1 Delay jaringan non untuk codec G.723 3

Gambar 3.4 Delay jaringan untuk codec G.711 Tampak bahwa ketika jaringan tidak mempergunakan sebagai protocol untuk pemesanan jaringan delay yang dihasilkan untuk codec G711 sudah melewati batas minimun yang disyaratkan untuk komunikasi VoIP yang sangat memperhatikan delay. Dimana pada jaringan VoIP diharapkan delay yang dihasilkan kurang dari 35 ms. 3.2 Analisis parameter jitter Jitter adalah variasinya delay antar paket yang terjadi pada jaringan IP. Besarnya nilai jitter sangat dipengaruhi besarnya tumbukan antar paket congestion yang ada pada jaringan IP. Semakin besar beban trafik pada jaringan akan menyebabkan semakin besar peluang terjadinya congestion dengan demikian jitter akan semakin besar. Hasil simulasi dari setiap codec 1. Codec G.723 Gambar 4.6 Jitter jaringan untuk codec G.723 Dengan menggunakan menghasilkan nilai jitter yang lebih baik. Dari hasil simulasi tampak bahwa nilai jitter yang dihasilkan untuk jaringan yang tidak menggunakan 2 kali lipat dibandingkan yang menggunakan. Secara teori, jitter disebabkan kongesti pada jaringan dan juga pengaruh dari pemilihan jalur yang berbeda untuk proses pengriman paket dari pemanggil ke penerima. Pemilihan jalur yang berbeda akan menyebabkan waktu kedatangan paket di penerima akan tidak bervariasi. Untuk meminimalisasi jitter yang disebabkan oleh keadaan kedua diusahakan agar pengiriman tiap-tiap paket ini dilakukan melalui jalur yang sama dan jangan sampai terjadi loss atau kongesti pada jaringan. Salah satu cara agar setiap paket yang dikirim melalui jalan yang sama adalah dengan melakukan pemesanan pada jaringan dengan menggunakan. 2. Codec G.711 Gambar 3.5 Jitter jaringan non untuk codec G.723 Gambar 3.7 Jitter jaringan non untuk codec G711 4

15.645 2.746 Paket loss yang terjadi cukup kecil yaitu sekitar.7 % artinya kualitas jaringan cukup baik, bahkan menurut standar yang dikekuarkan Typhon termasuk kategori excellent. Bagusnya nilai packet loss ini dikarenakan trafik pada jaringan belum terlalu pada sehingga jaringan belum banyak mengalami kongesti. Untuk codec G711 beban paket puncak yang dikirimkan pada jaringan hanya sekitar 3 packet persekon sedangkan kapasitas router mencapai 5 paket persekon sehingga kemungkinan overflow pada router cukup kecil. Gambar 4.8 Jitter jaringan untuk codec G711 Penggunaan codec yang berbeda juga mempengaruhi nilai jitter. Nilai jitter untuk codec G711 lebih besar dibandingkan G723 karena codec G711 menghasilkan trafik lebih besar dibandingkan G723 sehingga kongesti jaringan lebih padat. 3.3 Analisis parameter packet loss Hasil simulasi jaringan untuk packet loss. Tabel 3.1 Packet loss pada jaringan yang menggunakan codec G723 tanpa menggunakan 5.626 1.664 15.737 2.758 Tabel 3.2 Packet loss pada jaringan yang menggunakan codec G723 menggunakan 5.629 1.729 15.732 2.754 Tabel 3.3 Packet loss pada jaringan yang menggunakan codec G711 tanpa menggunakan 5.544 1.647 15.694 2.715 Tabel 3.4 Packet loss pada jaringan yang menggunakan codec G711 menggunakan 5.552 1.613 3.4 Analisis Call Setup Berikut ini adalah hasil simulasi pada jaringan untuk jaringan yang menggunakan codec G723 Waktu Call Setup Gambar 3.9 Waktu call setup untuk jaringan dengan codec G723 tanpa waktu Call Setup 1.2 1.8.6.4.2 Waktu Call Setup Codec G723 Waktu Call Setup Codec G723 menggunakan.35.3.25.2.15.1.5 Gambar 3.1 Waktu call setup untuk jaringan dengan codec G723 menggunakan Tampak bahwa dengan jumlah user yang semakin besar terlihat bahwa waktu call serup juga membesar. Hal ini disebabkan ketika jumlah user membesar artinya trafik yang dikirimkan ke jaringan juga membesar dan paket yang harus diproses oleh server SIP juga semakin besar sehingga waktu proces untuk setiap paket yang datang karena jumlah paket yang semakin membesar. Penggunaan dapat mereduksi nilai call setupkarena pada sebelum dilakukan proses call setupakan dilalukan terlebih dahulu proses pemesanan pada jaringan sehingga sebelum mendapat jawaban dari jaringan bahwa sudah tersedia resource yang cukup untuk melakukan pemesanan proses call setuptidak dilakukan. Hal ini menyebabkan ketika paket suara dikirimkan ke 5

jaringan akan langsung melalui jalur yang sudah dipesan dan hal ini menyebabkan terjadi pengurangan waktu call setup. Hasil simulasi jaringan untuk codec G.711 Waktu Call Setup Gambar 3.11 Waktu call setup untuk jaringan dengan codec G711 tanpa Waktu Call Setup Gambar 3.12 Waktu call setup untuk jaringan dengan codec G711 menggunakan Tampak bahwa proses call setupuntuk codec G711 yang tidak menggunakan jaringan waktu call set up mencapai 1.5 detik, nilai call set up ini ini sudah mendekati nilai ambang untuk call setupuntuk sambungan interlokal yang berada pada nilai 2 detik. Namun jika menggunakan waktu call setup hanya mencapai nilai maksimal.6 detik untuk jumlah user yang sama. 4. Kesimpulan Waktu Call Setup Codec G.711 1,8 1,6 1,4 1,2,8 1,6,4,2 Waktu Call Setup Codec G711 Menggunakan.7.6.5.4.3.2.1 dibuat call setup terbesar yaitu 1.5 detik yang artinya masih diambang batas untuk komunikasi interlokal yang mensyaratkan waktu maksimal 2 detik. Penggunaan sebagai protocol untuk pemesanan jaringan ternyata cukup mengurangi nilai delay karena dengan maka lintasan yang dilalui oleh paket dalam satu jaringan IP akan melalui lintasan yang sama. Hal ini cukup membantu untuk jaringan yang menggunakan codec G.711, ketika tidak menggunakan delay maksimum mencapai 4 ms sedangkan ketika menggunakan hanya mencapai 2 ms yang artinya masih dalam kategori yang diperbolehkan untuk komunikasi suara. 5. Daftar Pustaka [1] Tharom, Tabratas. Teknis dan Bisnis VoIP. Elex Media Komputindo.Jakarta. 22 [2] Collins Daniel. Carrier Grade Voice over IP. McGrawHill.21 [3] OPNET IT Guru Simulator, Attributes and Parameter Description. [4] Juhana, Tutun, "Network Interface Layer, ET544", Bandung Institut of Technology, 23. [5] Hendrawan, Computer Architecture and Protocol, ET 543, Bandung Institut of Technology, 23. [6] Eyers, Tony. " Predicting Internet Telephony Call Setup Delay", Australia. [7] Marjamaki, Harri. "Delay Characteristic of An IP Voice Terminal", Tampere University of Technology.1999 [8] Consultronic."Jitter Measurement", April 23 [9] Xie, Liehue. "How Delay and Packet Loss Impact Voice Quality of VoIP", Qovia inc.sept.23 [1] Schulzrinne, Henning. " Interaction of Call Setup and Resource Reservation Protocol in Internet Telephony", Colombia University.1999 Kesimpulan yang didapatkan dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: Codec yang digunakan untuk implementasi VoIP sebaiknya menggunakan bandwidth yang cukup kecil namun tetap harus memperhatikan kulaitas suara yang dihasilkan. Sebagai contoh pada konfigurasi jaringan yang dibuat delay yang dihasilkan codec G.711 menghasilkan delay terbesar 4 ms sedangkan dengan codec G723 menghasilkan delay terbesar 175 ms. Melihat hasil yang didapat ternyata codec G.723 lebih cocok untuk komunikasi suara yang sangat memperhatikan delay. Penggunaan SIP untuk proses connect dan disconect akan menghasilkan call setup yang lebih kecil dibandingkan dengan protocol H323 karena paket yang dikirimkan untuk proses call set up lebih kecil dan pada konfigurasi jaringan yang 6