ANALISIS MDART PADA MANET MENGGUNAKAN NS-2

dokumen-dokumen yang mirip
ANALISIS MDART PADA MANET MENGGUNAKAN NS-2

BAB I PENDAHULUAN. aplikasi-aplikasi jaringan memerlukan sejumlah node-node sensor terutama untuk

ANALISIS KINERJA PUMA PADA MANET MENGGUNAKAN NS 2

EVALUASI KINERJA PROTOKOL ROUTING DSDV TERHADAP PENGARUH MALICIOUS NODE PADA MANET MENGGUNAKAN NETWORK SIMULATOR 2 (NS-2)

1 BAB I PENDAHULUAN. Gambar 1-1. Hybrid Ad Hoc Wireless Topology

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB I PENDAHULUAN. yang dikerahkan di daerah pemantauan dengan jumlah besar node sensor mikro.

ANALISIS PERBANDINGAN PERFORMANSI PROTOKOL AODV (AD HOC ON DEMAND DISTANCE VECTOR) DAN ZRP (ZONE ROUTING PROTOCOL) PADA MOBILE AD HOC NETWORK (MANET)

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. nirkabel dan merupakan turunan dari MANET (Mobile Ad hoc Network). Tujuan

Analisis Kinerja Jaringan VANET dengan Model Propagasi Free Space dan Two Ray Ground Pada Routing AODV TUGAS AKHIR

Studi Kinerja Multipath AODV dengan Menggunakan Network simulator 2 (NS-2)

ANALISA PERBANDINGAN METODE ROUTING DISTANCE VECTOR DAN LINK STATE PADA JARINGAN PACKET

ANALISIS KINERJA PROTOKOL REAKTIF PADA JARINGAN MANET DALAM SIMULASI JARINGAN MENGGUNAKAN NETWORK SIMULATOR DAN TRACEGRAPH

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN ANALISIS SIMULASI. Pada saat menjalankan simulasi ini ada beberapa parameter yang ada dalam

EVALUASI UNJUK KERJA ROUTING LINK-STATE PADA JARINGAN PACKET SWITCHED MENGGUNAKAN NS-2 (NETWORK SIMULATOR 2)

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

ANALISA KINERJA AD-HOC ON DEMAND DISTANCE VECTOR (AODV) PADA KOMUNIKASI VMES

ABSTRAK. Kata kunci: DSR, Manet, OLSR, OPNET, Routing. v Universitas Kristen Maranatha

1 BAB I PENDAHULUAN ULUAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Analisis Kinerja Protokol Ad Hoc On-Demand Distance Vector (AODV) dan Fisheye State Routing (FSR) pada Mobile Ad Hoc Network

PROGRAM STUDI INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS BAKRIE JAKARTA

Evaluasi Unjuk Kerja Routing Link-State Pada Jaringan Packet Switched Menggunakan NS-2 (Network Simulator 2)

Pembandingan Kinerja Antara Protokol Dynamic Source Routing Dan Zone Routing Pada Jaringan Ad-Hoc Wireless Bluetooth

BAB I PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang Masalah

EVALUASI KINERJA PROTOKOL ROUTING DSDV TERHADAP PENGARUH MALICIOUS NODE PADA MANET MENGGUNAKAN NETWORK SIMULATOR 2 (NS-2)

Evaluasi Pervormance Dari AODV Routing Protokol Pada Jaringan Ad Hoc Dengan Testbed

BAB V IMPLEMENTASI DAN HASIL SIMULASI

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

Perancangan dan Analisis Redistribution Routing Protocol OSPF dan EIGRP

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

MILIK UKDW BAB I PENDAHULUAN

Bab 3 Parameter Simulasi

Medi Taruk

KINERJA ROUTING FISHEYE STATE ROUTING (FSR) PADA JARINGAN WPAN (ZIGBEE) TOPOLOGI MESH

PENGARUH DENSITAS WIRELESS MOBILE NODE DAN JUMLAH WIRELESS MOBILE NODE SUMBER TERHADAP PATH DISCOVERY TIME PADA PROTOKOL ROUTING AODV

BAB III ANALISIS METODE DAN PERANCANGAN KASUS UJI

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Implementasi Routing Protocol DSR pada Skenario Mobility Random Waypoint dengan menggunakan Propagasi Nakagami

ANALISIS KINERJA PROTOKOL ROUTING AODV DAN OLSR PADA JARINGAN MOBILE AD-HOC

Implementasi Routing Protocol DSR pada Skenario Mobility Random Waypoint dengan menggunakan Propagasi Nakagami

BAB II LANDASAN TEORI

BAB V IMPLEMENTASI DAN HASIL SIMULASI

PERBANDINGAN KINERJA JARINGAN METROPOLITAN AREA NETWORK DENGAN INTERNET PROTOCOL VERSI 4 DAN VERSI 6

Analisis Kinerja Protokol Routing Ad Hoc On-Demand Multipath Distance Vector (AOMDV) Pada Mobile Ad Hoc Network. Tugas Akhir

BAB III PERANCANGAN DAN SIMULASI SOFTSWITCH. suatu pemodelan softswitch ini dilakukan agar mampu memenuhi kebutuhan

KINERJA ROUTING FISHEYE STATE ROUTING (FSR) PADA JARINGAN WPAN (ZIGBEE) TOPOLOGI MESH

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

ANALISIS KUALITAS VIDEO CONFERENCE PADA MOBILE AD-HOC NETWORK (MANET) MENGGUNAKAN PROTOKOL MAODV LEMBAR JUDUL SKRIPSI

Analisis Kinerja Reactive Routing Protocol dalam Mobile Ad-Hoc Network (MANET) Menggunakan NS-2 (Network Simulator)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

ANALISIS KINERJA ENHANCED INTERIOR GATEWAY ROUTING PROTOCOL PADA TOPOLOGI MESH

UKDW BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

Analisis Perbandingan Performansi Protokol Ad Hoc On- Demand Distance Vector dan Zone Routing Protocol Pada Mobile Ad Hoc Network

Studi Perbandingan antara Dynamic Routing dan Greedy Routing Pada Pengiriman Data Jaringan Sensor Nirkabel

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang

METODE PENELITIAN. Studi Pustaka. Proses Simulasi. Analisis Hasil. Gambar 11 Metode penelitian.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB 4. Evaluasi Performansi

ANALISA APLIKASI VOIP PADA JARINGAN BERBASIS MPLS

Analisa Kinerja Ad-Hoc On Demand Distance Vector (AODV) Pada Komunikasi VMeS

Simulasi dan Pengkajian Performa Vehicular Ad Hoc Network

ANALISIS TINGKAT KESUKSESAN HARD HANDOFF PADA JARINGAN G DENGAN MENGGUNAKAN NETWORK SIMULATOR 2 (NS-2)

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

AS IR O R U O TI U N TI G P AD

ELECTRICIAN Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro 141

ANALISIS PERBANDINGAN QoS VoIP PADA PROTOKOL IPv4 DAN IPv6 ( STUDI KASUS : LABORATORIUM KOMPUTER UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO SEMARANG )

KINERJA ROUTING AODV DAN AOMDV PADA JARINGAN WPAN ZIGBEE DENGAN TOPOLOGI MESH

ANALISIS KINERJA TRANSMISSION CONTROL PROTOCOL PADA JARINGAN WIDE AREA NETWORK

EVALUASI PERFORMANSI OLSR (OPTIMIZED LINK STATE ROUTING) PADA MOBILE AD-HOC NETWORK

ANALISIS PERBANDINGAN PERFORMANSI DAN SIMULASI PROTOKOL AODV DENGAN PROTOKOL DSDV PADA MANET DENGAN MENGGUNAKAN NS-2 PROPOSAL TUGAS AKHIR

IMPLEMENTASI MODEL ROUTING AD HOC DENGAN ALGHORITMA PROTOKOL AODV (AD HOC ON DEMAND DISTANCE VEKTOR ) MENGGUNAKAN PROGRAM NETWORK SIMULATOR (NS2)

OPTIMASI CROSS LAYER UNTUK PROTOKOL DYNAMIC SOURCE ROUTING PADA KOMUNIKASI ANTAR KENDARAAN BERBASIS VEHICULAR AD-HOC NETWORKS (VANETs)

ANALISIS QUALITY OF SERVICE JARINGAN WIRELESS SUKANET WiFi DI FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UIN SUNAN KALIJAGA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Kajian Manajemen Antrian pada Jaringan Multiprotocol Label Switching

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

EVALUASI KINERJA PROTOKOL AOMDV TERHADAP SERANGAN RUSHING DAN FLOODING PADA MANET DENGAN MENGGUNAKAN NETWORK SIMULATOR 2 (NS-2)

Simulasi Jaringan MANET Dengan NS3 Untuk Membandingkan Performa Routing Protokol AODV dan DSDV

ANALISIS KINERJA JARINGAN RSVP MENGGUNAKAN SIMULATOR OPNET

PERBANDINGAN KINERJA PROTOKOL AODV DENGAN OLSR PADA MANET

ANALISA KINERJA MANET (Mobile Ad Hoc Network) PADA LAYANAN VIDEO CONFERENCE DENGAN RESOLUSI YANG BERBEDA

ANALISIS KINERJA JARINGAN LOCAL AREA NETWORK (LAN) MENGGUNAKAN APLIKASI CISCO PACKET TRACER

Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Udayana Abstrak

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu

ANALISIS PERFORMANSI DAN SIMULASI PROTOKOL ZRP (ZONE ROUTING PROTOCOL) PADA MANET (MOBILE AD HOC NETWORK) DENGAN MENGGUNAKAN NS-2

Analisis Performansi Mobile Ad- Hoc Network Pada Perangkat Android Untuk Membangun Sistem Komunikasi Pada Kondisi Bencana Alam

ANALISIS KINERJA POLA-POLA TRAFIK PADA BEBERAPA PROTOKOL ROUTING DALAM JARINGAN MANET

Transkripsi:

ANALISIS MDART PADA MANET MENGGUNAKAN NS-2 Fitra Pandu Adityas*), Sukiswo, Ajub Ajulian Zahra. Jurusan Teknik Elektro, Universitas Diponegoro Semarang Jl. Prof Sudharto, SH. Kampus UNDIP Tembalang, Semarang 50275, Indonesia *)E-mail : fitrapandu1988@gmail.com Abstrak Mobile Adhoc Network adalah suatu jaringan Adhoc dimana setiap node di dalam jaringan bebas bergerak secara independen tanpa memerlukan infrastruktur yang tetap. Pada node-node yang bergerak akan terjadi pembangunan dan pemutusan hubungan antar link di dalam suatu jaringan atau dengan jaringan yang lain. Oleh karena itu diperlukan routing handal yang mampu mengatur jalur pengiriman data dari node pengirim ke node penerima. Dalam penelitian ini dilakukan simulasi jaringan MANET untuk menganalisis kinerja protokol MDART pada jaringan MANET dengan cara mensimulasikannya menggunakan Network Simulator 2 (NS2). Dalam pengujiannya skenario akan menggunakan variasi 10 node, 25 node, 50 node, 75 node, 100 node, 125 node dan 150 node. Untuk penilaian kinerja jaringan menggunakan parameter-parameter QoS (Quality of Services), seperti throughtput, delay dan PDR. Simulasi akan dijalankan selama 200 detik menggunakan sumber traffic TCP pada topologi Mesh. Hasil dari simulasi MDART menghasilkan nilai throughput tertinggi pada simulasi pertama 399,429Kbps dengan 10 node. Hasil dari simulasi MDART menghasilkan nilai PDR tertinggi pada simulasi pertama 98,415% dengan 10 node. Hasil dari simulasi MDART menghasilkan nilai waktu tunda terendah pada simulasi 0,7911629sdengan 10 node. Kata Kunci : MDART, QoS (Quality of Services), NS2 Abstract Mobile Adhoc Network is a wireless Adhock which each nodes free to move independently without requiring a fixed infrastructur. There will be setting up and termination of interlink in a network or with other network. Therefore is needed a good routing which can manage traffick path from source node to destination node. In this research maked network simulation MANET network to analyzez the performances of MDART routing protocol in MANET network then simulate it using Network Simulator 2 (NS2). In this scenario will be used variations of node, ie 10 nodes, 25 nodes, 50 nodes, 75 nodes, 100 nodes, 125 nodes dan 150 nodes. The values of performances QoS (Quality of Services) wireless network using three parameters such as throughtput, delay and PDR. Simulation will be held in 200 seconde using TCP as traffic source in Mesh Topology. Results from MDART simulation produces best throughput value 399.429 Kbps at first simulation with 10 node. Results from MDART simulation produces best PDR value 98.415% at first simulation with 10 node.. Results from MDART simulation produces best delay value 0.7911629 s at first simulation with 10 node. Keywords: MDART, QoS (Quality of Services), NS2 1. Pendahuluan Dalam beberapa tahun terakhir, banyak pakar jaringan mengalihkan perhatian mereka dari jaringan terpusat seperti Internet dan jaringan telepon seluler dan berpindah ke ad hoc network. Dengan jaringan telepon seluler, dua orang dalam satu lingkungan bisa saling berbicara melalui telepon, tetapi mereka tidak bertukar data secara langsung. Sebaliknya, mereka mengirim data (percakapan) ke menara pemancar yang akan menentukan data itu harus dibawa kemana, seperti

halnya terjadi juga bagi ribuan pengguna telepon seluler lain di sekitarnya. 2. Metode 2.1. Perancangan Sistem Perancangan simulasi ini akan menggunakan Network Simulator 2 dengan routing MDART (Multipath Dynamic Addressing Routing) pada mobile Ad Hoc. Pada program simulasi ini terdapat parameterparameter yang dapat mempengaruhi hasil simulasi. Parameter yang digunakan dalam simulasi digolongkan menjadi 2, yaitu parameter yang telah didefinisikan oleh NS2 dan parameter yang didefinisikan sendiri oleh perancang. Tabel.1 Parameter Simulasi Jaringan Manet Yang Didefinisikan oleh Perancang Parameter Nilai Model propagasi Two Ray Ground Tipe antrian Drop tail Model antena Omni Antena Tipe routing MDART Dimensi topografi 1000 x 1000 m Jumlah node 10-150 Waktu simulasi 200 detik 2.1.1. Perancangan Diagram Simulasi Program simulasi jaringan ini terbagi menjadi beberapa tahap utama, yaitu pengaturan parameter untuk simulasi, inisialisasi, pembuatan node, pengaturan parameter node, pembuatan aliran trafik data dan akhir program. simulasi NS, trace NS dan NAM, objek topografi, kanal nirkabel dan prosedur model kesalahan. Tahapan inisialisasi adalah sebagai berikut : 1. Membuat objek simulator NS 2. Menggunakan file trace NAM 3. Membuat objek topografi 4. Membuat GOD (General Operation Director) 5. Membuat kanal 6. Membuat parameter lapisan fisik 2.1.3 Pengaturan Parameter Node Sebelum pembuatan node terlebih dahulu perlu melakukan pengaturan terhadap parameterparameter dari node. Konfigurasi node yang diperlukan yaitu protokol ad hoc, link layer, link MAC, propagasi, ifq, layer fisik, antena, kanal, topografi, dan trace. 2.1.4 Pembuatan Node Setelah melakukan pengaturan pada parameterparameter node selanjutnya adalah membuat node. Gambar 2 Gambar Diagram Alir Pembuatan Node Gambar 1 Diagram Alir Tahapan Pembuatan Simulasi Jaringan Simulasi 2.1.2 Inisialisasi Inisialisasi merupakan proses yang dilakukan untuk menginisialisasikan variabel umum yang akan dipergunakan pada simulasi. Proses inisialisasi meliputi inisialisasi pembuatan

2.1.5 Pembuatan aliran trafik Pembuatan aliran trafik menentukan transport agent yang digunakan, node yang saling terhubung, waktu dimulainya transmisi dan waktu diakhirinya aliran trafik. terbaik dari link yang akan dilalui paket tersebut. Pemilihan link berdasarkan atas pertimbangan seperti bandwidth link dan jaraknya. Pada laporan tugas akhir ini,menggunakan MDART (Multi-path Dynamic Addressing Routing) 2.2.1. Sistem MDART MDART adalah protokol routing reaktif yang memperbarui DART dalam menemukan rute yang available antara tujuan dengan titik asal. Inti dari protokol MDART ini terletak pada peningkatan informasi dalam routing disimpan dalam tiap node sehingga ketika ada perubahan dalam suatu jalur, maka protokol ini akan mencari jalur lain dengan cepat. Gambar 3 Gambar Diagram Alir Pembuatan Aliran Trafik. 2.1.6 Akhir Program Untuk mengakhiri program simulasi, waktu henti yang menandakan simulasi telah selesai perlu ditetapkan dan juga node harus diatur ulang (reset). Gambar 4 Diagram Alir Prosedur Stop 2.2. Routing Protokol Routing adalah mekanisme penentuan link dari node pengirim ke node penerima yang bekerja pada layer 3 OSI (Layer Network). Protokol routing diperlukan karena untuk mengirimkan paket data dari node pengirim ke node penerima akan melewati beberapa node penghubung (intermediate node), dimana protokol routing berfungsi untuk mencarikan route link yang Gambar 5 Gambar Hubungan Address Dengan Topologi 2.3. Network Simulator 2 Network simulator (NS) merupakan media simulasi yang pada dasarnya bekerja pada sistem unix/linux. NS dapat dijalankan dengan menggunakan operating system (OS) linux atau windows. Untuk dapat menjalankan NS pada OS windows harus menambahkan cygwin sebagai linux environmentnya. NS dapat mensimulasikan jaringan TCP/IP. NS juga mendukung bermacam-macam protokol jaringan seperti: TCP, UDP dan RTP dengan sumber trafik (FTP, Telnet dan CBR). NS juga dapat mengimplementasikan beberapa MAC diberbagai media, misalnya pada media jaringan kabel seperti: LAN, WAN dan point to point serta pada jaringan nirkabel seperti: mobile IP, WPAN, WLAN bahkan NS juga dapat mensimulasikan hubungan antar node pada jaringan yang menggunakan satelit. 2.4. Parameter 2.4.1. Throughput Throughput adalah laju rata-rata dari paket data yang berhasil dikirim melalui kanal komunikasi atau dengan kata lain throughput adalah jumlah paket data yang diterima setiap detik. Kanal tersebut dapat dikirim melalui link fisik atau

logical channel pada sebuah kanal nirkabel, atau melalui suatu node jaringan tertentu 2.4.2. PDR PDR adalah perbandingan antara paket AGT yang diterima dengan paket yang dikirim. Hal-hal yang mempengaruhi sampai tidaknya paket pada jaringan yaitu degradasi sinyal yang melewati media jaringan, link jaringan yang terlalu jenuh (over saturated), penolakan terhadap paket yang rusak, kerusakan perangkat keras jaringan dan kegagalan routing, sebagai contoh umumnya perangkat memiliki buffer untuk menampung data yang diterima jika terjadi antrian yang cukup lama, maka buffer akan penuh dan data baru tidak dapat diterima. 2.4.3. Delay Waktu tunda (delay) merupakan selang waktu yang dibutuhkan oleh suatu paket data saat data mulai dikirim dan keluar dari proses antrian sampai mencapai titik tujuan. Rata-rata waktu tunda merupakan waktu yang diperlukan oleh suatu paket data untuk melakukan pengiriman dari sumber sampai ke tujuan. Waktu tunda dinyatakan dalam satuan detik. 3. Hasil dan Analisa Hasil dan analisa menunjukkan data-data berupa gambar grafik, angka yang merupakan hasil simulasi yang telah dilakukan sepuluh kali. 3.1 Pengujian Throughput Throughput merupakan jumlah paket data yang diterima setiap detik. Throughput biasanya dinyatakan dengan satuan kilo bit per second (kbps). Pengujiaan Throughput dilakukan sebanyak 10 kali dengan node yang berbeda pada tiap skenarionya. Skenario throughput menggunakan 10 pengirim dengan meningkatnya node jaringan pada tiap skenarionya. Tabel.2 Tabel Throughput pada skenario yang berbeda Skenario Node Throughput rata-rata 1 10 399,429 52,719 2 25 360,434 25,533 3 50 245,186 27,751 4 75 160,575 49,574 5 100 62,257 19,293 6 125 20,301 24,827 7 150 1,9886 0,628 Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa nilai throughput terbaik terjadi pada skenario yang pertama, yaitu sebesar 399,429 Kbps. Hal ini dikarenakan pada skenario pertama hanya terdapat 10 node aktif pada jaringan, sehingga trafik jaringan tidak terlalu padat. 500 400 300 200 100 0 1 2 3 4 5 6 7 Throughput Gambar 5 Gambar Grafik Throughput dan Dari gambar 5 menunjukkan nilai throughput yang terus menurun dengan bertambahnya node aktif pada jaringan. Nilai throughput terkecil yaitu 1,9886bps pada jaringan dengan 150 node aktif. Hal ini dikarenakan node aktif sudah sangat banyak dalam jaringan. Menyebabkan bertambahnya antrian paket pada tiap node, dan mengecilnya rasio perbandingan antara paket data yang sampai ke tujuan dengan waktu simulasi. Nilai throughput terbesar terjadi pada skenario pertama karena pada skenario ini node aktif dalam jaringan hanya 10 node. Dibandingkan dengan skenario ketujuh yang hanya mampu menghasilkan 1,9886 bps dikarenakan trafik yang sangat jenuh. Dan node tidak mampu untuk menyampaikan paket data ke tujuan. 3.2 Pengujian PDR Packet Delivery Ratio (PDR) merupakan perbandingan banyaknya jumlah paket yang diterima oleh node penerima dengan total paket yang dikirimkan dalam suatu periode waktu tertentu. Dari hasil perhitungan pengaruh penambahan node terhadap nilai Packet Delivery Ratio dapat dilihat pada tabel 3 dibawah ini. Pengujiaan PDR dilakukan sebanyak 10 kali dengan node yang berbeda pada tiap skenarionya. Skenario PDR menggunakan 10 pengirim dengan meningkatnya node jaringan pada tiap skenarionya.

Tabel.3 Tabel PDR, pada skenario yang berbeda Skenario Node PDR ratarata 1 10 98,415 0,559529 2 25 98,117 0,457447 3 50 96,8776 0,514239 4 75 94,5976 0,969804 5 100 86,0045 3,495422 6 125 52,0829 17,92101 7 150 0,1428 0,451573 Dari tabel 3 terlihat bahwa nilai PDR yang terbaik dengan routing MDART didapatkan pada skenario pertama dengan 10 node aktif dalam jaringan. Namun yang paling stabil terjadi pada skenario kedua dengan deviasi sebesar 0,457447. 120 100 80 skenario kelima, namun dalam skenario ini node masih mampu untuk bekerja dengan aktif, sehingga PDR masih mampu menyentuh angka 86,0045%. Nilai penurunan terbesar pada pengujian PDR ini terletak pada skenario ketujuh dengan 150 node aktif. Tetapi node ini tidak bekerja dengan maksimal karena trafik pada jaringan sangat padat. Paket yang berhasil dikirimpun hanya mampu menyentuh 0,1428%. 3.3 Pengujian Delay Pengujiaan delay dilakukan sebanyak 10 kali dengan node yang berbeda pada tiap skenarionya. Skenario delay menggunakan 10 pengirim dengan meningkatnya node jaringan pada tiap skenarionya. Tabel.3 Tabel Delay, Pada Skenario yang Berbeda Skenario Node Delay ratarata (detik) 1 10 0,7911629 0,09074 2 25 0,796353556 0,077238 3 50 0,9850358 0,155437 4 75 1,0840325 0,263948 5 100 1,8144211 0,81405 6 125 2,006427 0,666225 7 150 0,313657 0,991871 60 40 20 0 1 2 3 4 5 6 7 PDR 2,5 2 1,5 1 0,5 0 1 2 3 4 5 6 7 Delay Gambar 6 Gambar Grafik PDR Hasil pengujian simulasi menunjukkan nilai PDR yang menurun, hal ini disebabkan meningkatnya jumlah node pengirim sedangkan kapasitas jaringan tetap. Bertambahnya antrian tiap node menyebabkan paket yang sampai ke node tujuan berkurang. Semakin meningkatnya jumlah paket yang hilang atau loss, maka rasio perbandingan paket data yang sampai dengan paket data keseluruhan menjadi kecil, hasil PDR pun mengecil sejalan dengan bertambahnya node. Nilai standar deviasi terbesar terjadi pada skenario keenam yaitu 17, 92101. Hal ini menandakan pada skenario ini terjadi banyaknya antrian dalam node jaringan yang menyebabkan drop paket, drop paket ini menurunkan rasio paket terkirim pada node tujuan. Kenaikan deviasi juga ditunjukkan pada Gambar 7 Gambar Grafik Delay Delay rata-rata yang terbesar terjadi pada skenario keenam, dengan nilai 2,006427. Pada skenario ini terjadinya penumpukan paket pada tiap node sehingga terjadinya drop-drop paket ketika menunggu waktu pengiriman k node selanjutnya.

4. KESIMPULAN DAN SARAN 4.1. Kesimpulan Hasil pengujian simulasi menunjukkan nilai Throughput, Delay, PDR yang menurun, hal ini disebabkan meningkatnya jumlah node pengirim sedangkan kapasitas jaringan tetap. Bertambahnya antrian tiap node menyebabkan paket yang sampai ke node tujuan berkurang. Sehingga paket sampai ke tujuan berkurang. Hal-hal ini lah yang mempengaruhi menurunnya nilai Throughput, Delay dan PDR. Untuk peningkatan kualitas simulasi sebaiknya mencoba dengan metode routing lainnya seperti BATMAN, OLSR ataupun EIGRP. Dilakukan pengujian dengan bentuk topologi jaringan lain seperti star ataupun point to point dan ditambahkan node pengirim serta waktu simulasi. Referensi [1] Aji, Septian Sasongko. Skripsi : Analisis Performansi dan Simulasi Protokol ZRP (Zone Routing Protocol) pada MANET (Mobile Adhoc Network) dengan Menggunakan NS2. Universitas Diponegoro. Semarang. 2012. [2] Basagno, Stefano and friends. 2004. Mobile Ad Hoc. John Wiley & Sons. [3] Bayu, Andi & Eka Indarto, Wirawan. Mudah membangun simulasi dengan Network Simulator- 2 (NS-2). 2004. Yogyakarta. [4] Caleffi, Marcelo. Mobile Adhoc Networks : the DHT paradigm. Universita degli Studi di Napoli Federico II. Italy. 2007. [5] Caleffi, Marcelo and Luigi Paura. MDART : Multipath Dynamic Adressing Routing. Wiley Online Library. 2010. [6] Caleffi, Marcelo, Giancarlo Ferraiuolo and Luigi Paura. On Realiabilty of Dynamic Addressing Rouring Protocols in Mobile Adhoc Network. University of Naples. Italy. [7] C.E, Perkins & P, Bhagwat. Highly Dynamic Destination Sequence-Vector Routing (DSDV) for Mobile Computers, Computer Communication Review, vol. 24, no.4, 1994, pp. 234-244. [8] Giri, Avinash, Jitendra Prithviraj and Ashok Verma. Analysis of Unipath Multipath Routing Protocols in Mobile Adhoc Network. Gyan Ganga Institute of Tech. India. 2012. [9] Greis, Marc. Tutorial for The Network simulator ns.. 2000. http://www.isi.edu/nsnam/ns/tutorial/index.html. [10] Manpreet, Kaur and Manoj Agnohotri. A Study on Manets DHT Based Multipath Routing Protocols. International Journal of Advanced Engineering Technology. India. 2012. [11] Minny, Dwic. Keamanan Komputer. http://dwicminny.blogspot.com. 2011. [12] Nindya, Chaza. Ad hoc dan file sharing. http://chazanindya.blogspot.com/. 2013. [13] Raditya. Implementasi Dan Analisis Jaringan Mobile Ad Hoc Network Menggunakan Protokol. ITT Telkom. 2010. [14] Schaum. Jaringan Komputer.Jakarta. 2004. [15] Wahyu, Edy Saputra. Skripsi : Perbandingan Kinerja Protokol AODV dengan OLSR pada Manet. Universitas Diponegoro. Semarang. 2011 [16] Sciences Institute, Information. NS-2 network simulator Software Package, 2003. http://www.isi.edu/nsnam/ns/.