Konsep Dasar Perencanaan

dokumen-dokumen yang mirip
A. Prosedur Penyusunan Perencanaan Pembelajaran AUD. 1. Pengertian Perencanaan Pembelajaran

BAB I PENDAHULUAN. satu sistem Pendidikan Nasional yang diatur dalam UU No.20 Tahun tentang sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa:

BAB 1 PENDAHULUAN. Proses kegiatan belajar mengajar merupakan suatu aktivitas yang bertujuan

PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. dari pendidikan, karena pendidikan memiliki peran penting bagi kehidupan

BAB I PENDAHULUAN. pembinaan olahraga Nasional, seperti tercantum dalam Undang Undang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari pendidikan secara

BAB II KAJIAN TEORI. jawab baik secara fisik maupun spiritual terhadap keberhasilan aktivitas kerja dari

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Metode Eksperimen adalah pemberian kesempatan kepada anak didik

BAB II KAJIAN PUSTAKA. belakang dan wawasan setiap individu berbeda-beda, sehingga. mengandung 3 komponen yang membentuk sikap, yaitu:

PERBANDINGAN PENDEKATAN TAKNIS DAN PENDEKATAN TEKNIS TERHADAP HASIL BELAJAR PERMAINAN BOLA BASKET

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan dalam arti sederhana sering diartikan sebagai usaha manusia

BAB I PENDAHULUAN. Masa remaja seringkali dihubungkan dengan mitos dan stereotip

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB III PENYAJIAN DATA. mengajukan beberapa pertanyaan untuk memperoleh data-data yang berkaitan

BAB I PENDAHULUAN. Masa remaja merupakan saat yang penting dalam mempersiapkan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BBM 6 MODEL PERENCANAAN PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR

TAHAP PERKEMBANGAN ANAK USIA TAHUN

I. PENDAHULUAN. Pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan sebagai bagian dari. Pendidikan Nasional, memiliki peranan sangat penting, yaitu

BAB II LANDASAN TEORI. mendapatkan dan menggunakan barang dan jasa termasuk didalamnya

BAB I PENGANTAR. A. Latar Belakang Masalah. Mahasiswa di Indonesia sebagian besar masih berusia remaja yaitu sekitar

ZANUAR BUDIANTO K

BAB I PENDAHULUAN. sesuai dengan kondisi dan karakter siswa. Dengan melihat secara langsung, anak

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Keluarga merupakan lingkungan pertama yang memberikan pengaruh

BAB 1 PENDAHULUAN. remaja-remaja di Indonesia yaitu dengan berkembang pesatnya teknologi internet

KESULITAN BELAJAR PADA PESERTA DIDIK

I. PENDAHULUAN. Pendidikan memiliki peran penting di era globalisasi ini, yakni bagaimana

GUMELAR ABDULLAH RIZAL,

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan memiliki peran yang sangat

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Berlian Ferdiansyah, 2014

SURVEY KEMAMPUAN MOTORIK SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR MUHAMMADIYAH SE-KECAMATAN TAMAN SIDOARJO TAHUN AJARAN DIDIK CAHYO WICAKSONO ABSTRAK

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

I. PENDAHULUAN. lempar. Selain dari itu gerakan yang terdapat dalam. mengemukakan bahwa atletik ibu dari semua cabang olahraga.

BAB I PENDAHULUAN. Definisi Pendidikan Jasmani (Penjas) menurut Harold M. Barrow dalam

BAB I PENDAHULUAN. Masa remaja adalah masa transisi dari anak-anak ke fase remaja. Menurut

BAB I PENDAHULUAN. sangat mempengaruhi perkembangan pendidikan, terutama dinegara-negara yang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB II KAJIAN PUSTAKA

PENERAPAN METODE PERMAINAN LARI SAMBUNG MATA PELAJARAN PENJASKES UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA SISWA KELAS 2 A SDN TANGGUL KULON 03 JEMBER

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar IPA Dengan Metode Kerja Kelompok Siswa Kelas VI SDN Omu

BAB II. Landasan Teori

BAB I PENDAHULUAN. mendorong dan menfasilitasi kegiatan belajar mereka.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Remaja menurut Organisasi Kesegatan Dunia (WHO) adalah individu yang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Sebagai salah satu komponen pendidikan yang wajib diajarkan di

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan mencakup pengajaran dan pelaksanaan nilai-nilai, isi pendidikan ialah

BAB I PENDAHULUAN. alat-alat kelamin manusia mencapai kematangannya. Secara anatomis berarti alatalat

PROGRAM LATIHAN JANGKA PANJANG (5 TAHUN 12 TAHUN)

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 1 PENDAHULUAN. daya manusia merupakan prasyarat mutlak untuk mencapai tujuan pembangunan. Salah satu

DISAIN INSTRUCTIONAL (Perencanaan Pembelajaran)

PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK MELALUI IMITASI DALAM GERAK TARI DI TAMAN KANAK KANAK AL HIKMAH LUBUK BASUNG FIRMAWATI

BAB I PENDAHULUAN. dilakukan secara terencana akan meningkatkan kebugaran jasmani seseorang.

PENGERTIAN TUGAS-TUGAS PERKEMBANGAN adalah tugas - tugas yang harus dilakukan oleh seseorang dalam masa-masa tertentu sesuai dengan norma-norma masyar

Ni Luh Gede Sudewiyani 1 ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN. Masa remaja merupakan masa belajar bagi remaja untuk mengenal dirinya,

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. fisik melalui mata pelajaran pendidikan jasmani. Hal tersebut bisa dipahami karena mengarahkan

BUDAYA BELAJAR SISWA STUDI SITUS SMP N 2 TEMANGGUNG

BAB I PENDAHULUAN. Jasmani, keterampilan gerak, keterampilan berfikir kritis, keterampilan sosial,

MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN BALING-BALING MELALUI MEDIA AUDIO VISUAL PADA SISWA KELAS V SDN 2 CIBOGO WALED

BAB I PENDAHULUAN. menyenangkan. Apalagi pada masa-masa sekolah menengah atas. Banyak alasan. sosial yang bersifat sementara (Santrock, 1996).

Karakteristik Siswa Sekolah Dasar

PENGERTIAN PERENCANAAN

BAB I PENDAHULUAN. meningkatkan kualitas sumber daya manusia tersebut adalah pendidikan.

BAB I PENDAHULUAN. tidak bisa dipisahkan. Didalam hidup manusia dituntut untuk dapat menjaga

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Nasional yang tertuang dalam BAB II pasal 3 yang berumuskan bahwa :

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan jasmani adalah sejumlah aktivitas jasmani manusiawi yang

Komunikasi Interpersonal. Dwi Kurnia Basuki

PENDAHULUAN Latar Belakang

SPESIALISASI UTAMA DALAM PSIKOLOGI


Prinsip perkembangan motorik adalah adanya suatu perubahan baik fisik maupun psikis

BAB I PENDAHULUAN. Mendapatkan pendidikan yang layak di Indonesia telah tercantum dalam UUD

Perkembangan Sepanjang Hayat

Mas ud Guru Pendidikan Jasmani SD Negeri 1 Ciherang Kabupaten Kuningan ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Secara luas diketahui bahwa periode anak dibagi menjadi dua

BAB II KAJIAN TEORI. Pengertian tentang belajar telah banyak didefinisikan oleh para pakar

Transkripsi:

.

Konsep Dasar Perencanaan Suatu rancangan atau rencana yang menggambarkan aktivitas proses dan hasil pembelajaran yang harus dicapai setelah rencana tersebut dilaksanakan.

Konsep Dasar Perencanaan Proses yang sistematis yang digunakan untuk mengembangkan program pendidikan dan pelatihan. Instructional design is concerned with optimazing the process of instucting.

Konsep Dasar Perencanaan Memproyeksikan tindakan apa yang akan dilaksanakan dalam suatu pembelajaran yaitu dengan menggkoordinasikan mengatur dan merespon) komponen pembelajaran, sehingga arah kegiatan (tujuan), isi kegiatan (materi), cara menyampaikan kegiatan (metoda), serta bagaimana mengukurnya (evaluasi) menjadi jelas dan sistematis (Nana Sudjana, 1987).

Konsep Dasar Perencanaan Suatu sistem yang berisi prosedur untuk mengembangkan pendidikan dan pelatihan dengan cara yang konsisten dan reliabel (Branch, 2002). Kegiatan merumuskan tujuan apa yang akan dicapai oleh suatu kegiatan, materi apa yang akan disampaikan, bagaimana cara menyampaikannya, alat dan media apa yang akan digunakan serta cara apa yang akan dipakai untuk menilai pencapaian tujuan ( Ibrahim, 1993).

Kaufman mengatakan bahwa perencanaan adalah suatu proyeksi tentang apa yang diperlukan dalam rangka mencapai tujuan absah dan bernilai.

Perencanaan pengajaran berarti pemikiran tentang penerapan prinsip-prinsip umum mengajar didalam pelaksanaan tugas mengajar dalam suatu interaksi pengajaran tertentu yang khusus baik berlangsung di dalam kelas ataupun diluar kelas.

Rencana pembelajaran pada hakekatnya merupakan perencanaan jangka pendek yang dilakukan oleh guru untuk dapat memperkirakan berbagai tindakan yang akan dilakukan di kelas atau di luar kelas.

perencanaan pembelajaran tersebut perlu dilakukan agar guru dapat : Mengkoordinasikan berbagai komponen pembelajaran yang berorientasi (berbasis) pada pembentukan kompetensi siswa, yakni kompetensi dasar, materi standar, indicator hasil belajar, dan penilaian berbasis kelas (PBK). Kompetensi dasar berfungsi untuk memberikan makna terhadap kompetensi dasar. Indicator hasil belajar berfungsi sebagai alat untuk mengukur ketercapaian kompetensi PBK sebagai alat untuk mengukur pembentukan kompetensi serta menentukan tindakan yang harus dilakukan jika kompetensi dasar belum tercapai.

Perencanaan pengajaran mempunyai beberapa factor yang mendukung tujuan pembelajaran tercapai, misal: Persiapan sebelum mengajar Situasi ruangan dan letak sekolah dari jangkauan kendaraan umum Tingkat intelegensi siswa Materi pembelajaran yang akan disampaikan

Faedah perencanaan Karena adanya perencanaan maka pelaksanaan pengajaran menjadi baik dan efektif. Yang dimaksud adalah maka seorang guru bisa memberikan materi pelajaran dengan baik karena ia harus dapat menghadapi situasi di dalam kelas secara mantap, tegas dan fleksibel. Karena perencanaan maka seseorang akan tumbuh menjadi seorang guru yang baik.

Philip Commbs : perencanaan pengajaran adalah suatu penerapan yang rasional dan analisi sistematis proses perkembangan pendidikan dengan tujuan agar pendidikan itu lebih efektif dan efisien sesuai dengan kebutuhan dan tujuan para murid.

Aspek-aspek perencanaan 1. Perencanaan sebagai proses 2. Perencanaan selalu future oriented 3. Perencanaan ditujukan untuk pencapaian tujuan 4. Perencanaan sebagai usaha menjabarkan kegiatankegiatan yang akan dilaksanakan pada masa yang akan datang

5. perencanaan sebagai kegiatan untuk mengidentifikasikan sumber-sumber (resources) yang dapat menunjang pelaksanaan kegiatan. 6. perencanaan merupakan kegiatan mempersiapkan sejumlah alternatif.

Proses Perencanaan 1. tahap pra perencanaan 2. tahap perencanaan awal 3. tahap formula rencana 4.tahap elaborasi rencana 5.tahap implementasi rencana 6.tahap evaluasi dan perencanaan ulang

Jenis-Jenis Perencanaan Menurut tingkatan atau levelnya -policy planning -strategic planning -perational planning Klasifikasi berdasarkan tingkatan -Perencanaan strategis -Perencanaan taktis -Perencanaan teknis

Menurut besaran Perencanaan tingkat makro Perencanaan tingkat meso Perencanaan mikro

Perencaaan merupakan spesifikasi dan tujuan yang hendak dicapai dan cara-cara yang akan ditempuh untuk mencapai tujuan tersebut. Pokok-pokok pikiran pengertian diatas: 1. Perencanaan melibatkan proses penetapan keadaan masa depan yang diinginkan 2. Keadaan masa depan yang diinginkan itu kemudian dibandingkan dengan keadaan sekarang, sehingga terlihat kesenjangannya 3. Untuk menutupi kesenjangan itu dapat dilakukan usaha-usaha tertentu

4. Usaha yang dilakukan untuk menutupi kesenjangan itu dapat bermacam-macam dan merupakan alternatif yang mungkin ditempuh 5. Pemilihan alternatif yang baik dalam arti mempunyai efektifitas dan efisiensi yang paling tinggi, perlu dilakukan. 6. Alternatif yang dipilih itu harus dirinci sehingga dapat menjadi pedoman dalam pengambilan keputusan apabila akan dilakukan.

Pendidikan bermakna sebagai keseluruhan proses dimana seseorang dikembangkan kemampuannya, sikap, dan bentuk-bentuk perilaku lainnya agar mempunyai nilai positif di masyarakat dimana ia hidup Perencanaan pendidikan: suatu proses untuk menentukan tujuan menyediakan fasilitas serta lingkungan tertentu mengidentifikasi prasyarat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, serta menentukan cara yang efektif dan efisien dalam usaha membentuk manusia agar memiliki kemampuan sosial dan individual secara maksimal.

Prinsip yang perlu diperhatikan dalam perencanaan pendidikan; 1. Prioritas 2. Berorientasi pada pelaksanaan 3. Tidak terpisahkan dari faktor pembiayaan 4. Harus terbuka untuk penyesuaian.

Perencanaan Pembelajaran Makna atau arti perencanaan program pembelajaran: Suatu proyeksi atau perkiraan guru mengenai kegiatan yang harus dilakukan siswa selama pelajaran itu berlangsung. Harus berisi: Kemana siswa akan dibawa, apa yang harus dipelajari oleh siswa, bagaimana siswa mempelajarinya, bagaimana kita mengetahui bahwa siswa telah mencapainya.

Unsur dalam merencanakan program pembelajaran A. Menetapkan tujuan pembelajaran B. Memilih dan mengembangkan bahan pengajaran C. Memilih dan mengembangkan strategi pembelajaran D. Memilih dan mengembangkan media pengajaran E. Memilih dan memanfaatkan sumber belajar

Pertimbangan yang harus dilakukan dalam rencana program pembelajaran penjas: a. Faktor anak/siswa b. Faktor tujuan c. Faktor materi pelajaran d. Faktor strategi dan metode e. Faktor sarana prasarana f. Faktor kondisi lingkungan g. Faktor evaluasi

Anak didik merupakan salah satu komponen yang menempati posisi sentral dalam proses pembelajaran 3 hal yang menyangkut karakteristik siswa: 1. Kemampuan awal 2. Latar belakang dan status sosial 3. Perbedaan kepribadian Kegunaannya adalah dalam memilih dan menentukan pola-pola pembelajaran yang lebih baik yang dapat menjamin kemudahan belajar bagi siswa.

Karakteristik yang dapat mempengaruhi kegiatan belajar siswa: 1. Latar belakang dan tingkat pengetahuan 2. Gaya belajar 3. Tingkat kematangan 4. Spektrum dan ruang lingkup minat 5. Lingkungan sosial ekonomi 6. Intelegensi 7. Prestasi belajar 8. Motivasi dll

Data pribadi : Keterangan pribadi Keadaan rumah Kesehatan Sifat-sifat pribadi Karakteristik siswa yang perlu di pertimbangkan dalam perencanaan program pembelajaran keterampilan psikomotorik dalam penjas: 1. Karakteristik tingkah laku anak-anak periode awal masa kanak-kanak (4-7 tahun) a) keinginan yang kuat terhadap gerakan fisikal

b) Bermain c) Kemampuan persepsi dan konsentrasi berkembang pesat d) Daya ingat menjadi lebih baik e) Kemampuan berpikir berkembang baik namun masih terbatas f) Terjadi perbaikan mencolok dalam kemampuan berbahasa g) Rasa ingin tahu makin berkembang h) Sangat emosional dan tak mampu mengendalikan emosi i) Tingkat fantasi/imaginasi yang tinggi

j) Ada kemauan yang kuat untuk mandiri k) Memiliki sifat bersaing dengan kelompok sebaya l) Pada akhir masa awal kanak-kanak ini perkembangan motorik berkembang cukup memuaskan m) Terjadi perbaikan pesat dalam kemampuan kondisional (kekuatan, kecepatan, daya tahan) n) Perkembangan yang cukup tinggi dalam kemampuan koordinasi.

2) Karakteristik periode pertengahan masa kanak-kanak (7,10,12 tahun) a. Anak sangat aktif b. Persepsi semakin maju c. Kemampuan mengamati suatu tindakan secara sistematis belum memuaskan d. Ingatan berkembang jauh e. Kemampuan berpikir berkembang pesat f. Kemajuan pesat dalam berbahasa g. Lebih dapat mengendalikan diri h. Mulai tertarik pada cabang olahraga i. Terjadi sosialisasi yang cepat pada diri anak

j. Kemampuan belajar motorik meningkat pesat k. Kemampuan kondisional berkembang mantap dengan kecepatan sedang Karakteristik pada perode akhir masa kanak-kanak a. Perkembangan motorik berkembang amat baik b. Perkembangan kekuatan, daya tahan dan kecepatan berkembang pesat dan berbeda antara laki-laki dan perempuan c. Kemampuaan koordinasi cukup baik

Karakteristik pada masa pubertas: a. Anak menunjukan sikap malas b. Anak bersifat malu dan tidak mementingkan diri sendiri c. Anak berkeinginan kuat untuk berdiri sendiri d. Secara emosional anak menjadi labil dan pemurung e. Kesadaran anak tentang perbedaan jenis kelamin dan lawan jenisnya meningkat f. Ada tendensi melamun dan memuja kepahlawana g. Mulai mengenal dirinya dengan sex yang dimilikinya h. Kapasitas mental maju pesat i. Minat berkembang mantap

j. Lebih individualistis k.kurang bergairah dalam berbagai aktivitas fisikal l. Lebih individualistis m. Terjadi kemunduran dalam perkembangan psikomotorik Karakteristik perilaku pada periode adolesensi a. Terdapat kemantapan yang progresif dari bentuk badan, minat,sikap, sifat-sifat kepribadian, nilai dan kepercayaan. b. Perbedaan seksual meningkat lebih jauh dan mantap c. Semakin kalem dan mantap

d. Semakin terlibat dalam berbagai aktivitas sosial e. Menaruh minat terhadap lawan jenis f. Selalu tetap sadar akan penampilan dan status dirinya g. Secara emosional semakin stabil dan dapat mengendalikan emosinya h. Peningkatan stabilitas dalam perkembangan motorik i.perkembangan kemampuan kekuatan meningkat, daya tahan kurang, dan kecepatan berkembang lambat. j. Koordinasi motorik bertambah maju.

Cara mendapatkan data Tes Observasi Berkunjung Angket