Daftar Isi. Daftar Isi Daftar Gambar Bab 1. Pendahuluan... 5

dokumen-dokumen yang mirip
Daftar Isi. Daftar Isi Daftar Gambar Bab 1. Pendahuluan... 5

BUKU PANDUAN FLOOD EARLY WARNING EARLY ACTION SYSTEM. Institut Teknologi Bandung. Sistem Peringatan Dini dan Aksi Dini Banjir di Bengawan Solo

Buku Panduan. Sistem Peringatan Dini dan Aksi Dini Banjir di DAS Bengawan Solo

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. Banjir merupakan aliran air di permukaan tanah ( surface run-off) yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PERTANIAN PADI DI KABUPATEN BANTUL, D.I. YOGYAKARTA

Sistem Informasi Geografis (SIG) Geographic Information System (SIG)

III. METODOLOGI. 3.1 Waktu dan Lokasi Penelitian

BAHAN DAN METODE. Gambar 1 Peta Lokasi Penelitian

ALGORITMA C4.5 UNTUK PEMODELAN DAERAH RAWAN BANJIR STUDI KASUS KABUPATEN KARAWANG JAWA BARAT

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

DAFTAR ISI DAFTAR ISI... 2 DAFTAR GAMBAR... 3 DAFTAR TABEL... 7 BAB 1. PENDAHULUAN Latar Belakang Tujuan Penelitian...

Analisis Spasial untuk Menentukan Zona Risiko Banjir Bandang (Studi Kasus: Kabupaten Sinjai)

Analisis Spasial Untuk Menentukan Zona Risiko Bencana Banjir Bandang (Studi Kasus Kabupaten Pangkep)

SISTEM INFORMASI GEOGRAFI. Data spasial direpresentasikan di dalam basis data sebagai vektor atau raster.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Karena tidak pernah ada proyek yang dimulai tanpa terlebih dahulu menanyakan: DIMANA?

KAJIAN KAWASAN RAWAN BANJIR DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI DI DAS TAMALATE

ANALISIS TREN INDEKS CURAH HUJAN DAN PELUANG CURAH HUJAN UNTUK PENENTUAN AWAL TANAM TANAMAN PANGAN DI LAMPUNG

BAB III METODE PENELITIAN

ANALISIS UNSUR CUACA BULAN JANUARI 2018 DI STASIUN METEOROLOGI KLAS I SULTAN AJI MUHAMMAD SULAIMAN SEPINGGAN BALIKPAPAN

BAB I PENDAHULUAN I-1

BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN

Sistem Informasi Geografis (SIG) Pemetaan Lahan Pertanian di Wilayah Mojokerto

BAB I PENDAHULUAN. hortikultura,dan 12,77 juta rumah tangga dalam perkebunan. Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAHAN DAN METODE. Tabel 4 Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian

PENGENALAN DAN PEMANFAATAN

METODE. Waktu dan Tempat

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB II LINGKUP KEGIATAN PENELITIAN Lingkup Kegiatan Penelitian Komponen Lingkungan Kerangka Alur Penelitian...

BAB I PENDAHULUAN. Banjarnegara merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang

SMA/MA IPS kelas 10 - GEOGRAFI IPS BAB 8. SUPLEMEN PENGINDRAAN JAUH, PEMETAAN, DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI (SIG)LATIHAN SOAL 8.3.

Penelitian Untuk Skripsi S-1 Program Studi Geografi. Diajukan Oleh : Mousafi Juniasandi Rukmana E

3 METODE PENELITIAN. Gambar 7. Peta Lokasi Penelitian

Model Data Spasial. by: Ahmad Syauqi Ahsan

Gambar 2.1. Diagram Alir Studi

PEMETAAN DAERAH RAWAN LONGSOR DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS STUDI KASUS KABUPATEN BONDOWOSO

ABSTRAK PENDAHULUAN. Desi Etika Sari 1, Sigit Heru Murti 2 1 D3 PJ dan SIG Fakultas Geografi UGM.

KONSEP MANAJEMEN BASIS DATA Sistem Informasi Geografis

KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN

BAB III METODE PENILITIAN. Lokasi penelitian mengambil daerah studi di Kota Gorontalo. Secara

IV. GAMBARAN UMUM KOTA DUMAI. Riau. Ditinjau dari letak geografis, Kota Dumai terletak antara 101 o 23'37 -

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. yang diperoleh dapat bermanfaat. Metode penelitian dilakukan guna menunjang

PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang

BAB I PENDAHULUAN. Pangan merupakan kebutuhan pokok manusia yang harus dipenuhi. Di

Sistem Informasi Intensitas Hujan Berdasarkan Radar Cuaca di Jawa Timur (SimonRain Jatim)

BAB 3 TAHAPAN ZONASI DAERAH RAWAN LONGSOR DENGAN METODE SINMAP

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PEMETAAN MADRASAH KABUPATEN INDRAGIRI HILIR

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN Kondisi Umum Propinsi Sulawesi Tenggara

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Banjir 2.2 Tipologi Kawasan Rawan Banjir

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang

VI. PENGEMBANGAN DECISION NETWORK YANG DIOPTIMASI DENGAN FUZZY INFERENCE SYSTEM UNTUK PENYUSUNAN KALENDER TANAM DINAMIK

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

Gambar 4.15 Kenampakan Satuan Dataran Aluvial. Foto menghadap selatan.

1. Gambaran permukaan bumi di atas suatu media gambar biasa disebut... a. atlas c. globe b. peta d. skala

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

PDF Compressor Pro BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

Pemodelan Aliran Permukaan 2 D Pada Suatu Lahan Akibat Rambatan Tsunami. Gambar IV-18. Hasil Pemodelan (Kasus 4) IV-20

Ocean Data View. Membuka program ODV, klik icon ODV pada desktop, setelah itu akan muncul tampilan berikut.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu wilayah rawan bencana.

1. Tempat Waktu Penelitian C. Subjek Penelitian D. Identifikasi Variabel Penelitian E. Definisi Operasional Variabel...

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

TUGAS UTS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PEMETAAN DAERAH RAWAN BANJIR DI SAMARINDA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

persamaan regresi. Adapun rumus yang digunakan untuk menentukan curah hujan kritis adalah sebagai berikut: CH kritis = ( 0.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

KABUPATEN PURWAKARTA

PENUNTUN PRAKTIKUM OSEANOGRAFI FISIKA

Bab 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang

A. Metode Pengambilan Data

METODE PENELITIAN Kerangka Pemikiran Ruang Lingkup Penelitian

ANALISIS SPASIAL INDEKS KEKERINGAN KABUPATEN SUKOHARJO MENGGUNAKAN METODE SPI (STANDARDIZED PRECIPITATION INDEX)

Faktor penyebab banjir oleh Sutopo (1999) dalam Ramdan (2004) dibedakan menjadi persoalan banjir yang ditimbulkan oleh kondisi dan peristiwa alam

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. Secara umum kondisi geologi menyimpan potensi kebencanaan yang dapat

Penyusunan PETA RISIKO

Gambar 6. Peta Lokasi Kabupaten Majalengka (Sumber : PKSKL IPB 2012)

NUR MARTIA

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. sehingga masyarakat yang terkena harus menanggapinya dengan tindakan. aktivitas bila meningkat menjadi bencana.

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

ZONASI TINGKAT KERENTANAN (VULNERABILITY) BANJIR DAERAH KOTA SURAKARTA. Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Persayaratan. Mencapai Derajat Sarjana S-1

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

III. METODOLOGI PENELITIAN

BAB II METODE PENELITIAN

III. METODOLOGI 3.1 Ruang Lingkup dan Batasan Kajian

Prosedur menjalankan Aplikasi Sahabat KRL

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL HALAMAN PENGESAHAN HALAMAN PERNYATAAN INTISARI ABSTRACT KATA PENGANTAR DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL DAFTAR LAMPIRAN

PENGEMBANGAN MODEL SIG PENENTUAN KAWASAN RAWAN LONGSOR SEBAGAI MASUKAN RENCANA TATA RUANG Studi Kasus; Kabupaten Tegal TUGAS AKHIR

BAB I PENDAHULUAN I-1

Transkripsi:

Daftar Isi Daftar Isi... 2 Daftar Gambar... 4 Bab 1. Pendahuluan... 5 Bab 2. Metode Prediksi Iklim, Pola Tanam dan... 6 2.1 Pemodelan Prediksi Iklim... 6 2.2 Pengembangan Peta Prediksi Curah Hujan... 8 2.3 Pengembangan Prediksi Pola Tanam... 9 2.4 Prediksi Banjir... 9 Bab 3. Petunjuk Teknis... 11 3.1 Informasi di Website... 12 3.1.1 Beranda Utama... 12 3.1.2 Prediksi Curah Hujan... 13 3.1.3 Prediksi Indeks Kerentanan Banjir... 16 2

3.1.4 Kalender Tanam Padi... 19 3.1.5 Kalender Tanam Palawija... 21 3

Daftar Gambar Gambar 1 ITB Smart Climate Model... 7 Gambar 2 Tampilan beranda utama... 13 Gambar 3 Prediksi Curah Hujan... 14 Gambar 4 Indeks Kerentanan Banjir... 17 Gambar 5 Kalender Tanam Padi... 20 Gambar 6 Kalender Tanam Palawija... 22 4

Bab 1. Pendahuluan terletak pada koordinat antara 2º sampai 3º lintang selatan dan 115º sampai 116º bujur timur. Wilayah terletak di daerah dataran rendah dengan ketinggian berkisar antara 0 m sampai dengan 7 m di atas permukaan air laut dan dengan kemiringan berkisar antara 0 persen sampai dengan 2 persen. Curah hujan di wilayah ini dipengaruhi oleh keadaan iklim, keadaan geografi dan perputaran/pertemuan massa udara. Perubahan pola curah hujan di wilayah Hulu Sungai Utara telah menyebabkan para petani menjadi sulit dalam menentukan waktu yang tepat untuk tanam padi maupun palawija. Selain itu, perubahan pola curah hujan juga dapat menyebabkan frekuensi dan tingkat kejadian banjir semakin meningkat. Berdasarkan review dari data historis, kekeringan jarang terjadi di Kabupaten ini. Untuk itu, sistem informasi ini hanya menyajikan informasi bencana banjir. Sistem informasi iklim berbasis website iuntuk prediksi pola tanam dan indeks kerentanan banjir ini akan menjadi panduan bagi masyarakat di Kabupaten Hulu Sungai Utara dalam mengantisipasi kondisi perubahan pola curah hujan di masa mendatang. 5

Bab 2. Metode Prediksi Iklim, Pola Tanam dan 2.1 Pemodelan Prediksi Iklim Model ini menggunakan metode fast fourier transform yang mampu memprediksi iklim dengan ketelitian hingga 90 % dan telah teruji di beberapa wilayah di Indonesia. Untuk menghasilkan data prediksi yang baik, model ini melakukan 4 langkah analisis, yaitu analisis prediksi langsung, analisis anomali / analisis sifat periodik dan analisis prediksi akhir. Keempat langkah tersebut digunakan untuk mengoreksi hasil prediksi satu sama lain sehingga dapat dihasilkan prediksi yang stabil dan lebih akurat. Semua langkah analisis untuk melakukan prediksi iklim tersebut telah dapat dilakukan dalam suatu kompilasi software ITB Smart Climate Model (SCM) (lihat Gambar 1.1). Langkah kedua adalah analisis model secara langsung. Tujuannya adalah mencari model awal yang stabil dan stasioner dimana model ini mencerminkan suatu pola data cuaca murni tanpa ada gangguan variabel luar yang dapat mengakibatkan perubahan data (noise). 6

Langkah Kedua adalah analisis sifat periodik data iklim dan cuaca. Tujuannya adalah untuk mendapatkan informasi waktu berulangnya suatu data. Gambar 1 ITB Smart Climate Model Langkah Ketiga adalah analisis model anomali. Tujuannya untuk mengkoreksi model yang telah dihasilkan pada langkah kedua. Untuk mendapatkan data anomali, data cuaca dikurangkan dengan model awal, data yang dihasilkan adalah residu/simpangan dari data cuaca terhadap model awal. Langkah Keempat adalah melakukan kombinasi prediksi awal (langsung) dengan prediksi akhir. Dengan kombinasi prediksi tersebut dapat dihasilkan prediksi curah hujan dengan tingkat akurasi yang lebih baik dan stabil. 7

Untuk melakukan update pemodelan prediksi curah hujan, maka database harus diperbaharui dengan data yang terbaru. Adapun langkah untuk melakukan update prediksi curah hujan adalah sebagai berikut: a. Update database curah hujan yang terbaru b. Running model SCM untuk setiap titik stasiun c. Verifikasi dengan data observasi d. Lakukan pemetaan prediksi curah hujan dengan menggunakan software GIS seperti Surfer, ArcGIS, dan lain sebagainya. 2.2 Pengembangan Peta Prediksi Curah Hujan Untuk menghasilkan peta prediksi iklim di Indonesia beresolusi tinggi yang lebih akurat di semua daerah maka diperlukan Metode Kriging pada pemetaan data. Semua data yang diperlukan baik time series maupun spasial dimasukan ke dalam database untuk diolah secara komputerisasi. Peta wilayah administrasi juga akan diperlukan dalam proses overlay dengan peta hasil prediksi untuk membedakan masing-masing daerah yang memiliki perbedaan iklim. Hasil tersebut tentu dilakukan untuk dua parameter iklim yang akan dibangun, yaitu temperatur dan curah hujan. 8

2.3 Pengembangan Prediksi Pola Tanam Sistem informasi pola tanam dikembangkan untuk pola tanam padi dan palawija. Masa tanam padi dilakukan jika terdapat curah hujan lebih dari 50 mm per dasarian pada 3 dasarian berturut-turut. Sedangkan untuk tanam palawija, dilakukan jika terdapat curah hujan lebih dari 25 mm per dasarian pada 3 dasarian berturut-turut. Selain itu, dua pola tanam ini (padi & palawija) didasarkan juga pada kebiasaan pola tanam di wilayah tersebut. 2.4 Prediksi Banjir Penentuan daerah rentan banjir di menggunakan Sistem Informasi Geografi dilakukan dengan mengidentifikasi wilayah-wilayah dengan data spasial. Beberapa parameter yang berpengaruh langsung terhadap analisis kerentanan banjir selain curah hujan, yaitu: a. Curah Hujan b. Kemiringan atau Kelerengan c. Elevasi Untuk tahapan analisis dilakukan dengan memberikan pembobotan terhadap tiap parameter penentu kerentanan. Setiap unsur dalam masing- masing parameter terlihat pada Tabel 1. Analisis kerentanan menggunakan analisis spasial dengan melakukan tumpang- tindih (overlay) tematik sehingga didapatkan 9

indeks kerentanan dengan perumusan berikut, N = Bi Si dengan, N sebagai total nilai variable, Bi untuk kriteria klasifikasi dan Si untuk skor pada tiap kriterian untuk masing parameter i. Hasil analisis tersebut kemudian dirumuskan kembali dalam bentuk spasial dengan persamaan berikut. Nkb = C10 + Sl + E Tabel 1. Indikator tingkatan rawan banjir No. Nilai Indeks Tingkat Rawan Banjir 1 1 Aman 2 2 Rendah 3 3 Sedang/Menengah 4 4 Rentan 5 5 Sangat Rentan Dengan, Nkb untuk nilai kerentanan banjir kewilayahan, C10 untuk curah hujan dasarian, Sl sebagai slope (Kemiringan) dan E sebagai elevasi. Jumlah total dari seluruh nilai tersebut diklasifikasikan dalam bentuk informasi kategori indikator tingkat kerawanan seperti yang terlihat pada Tabel 1. 10

Bab 3. Petunjuk Teknis Pada kegiatan ini telah dikembangkan sistem informasi pemodelan perubahan iklim untuk daerah rawan pangan dalam bentuk informasi pola tanam dan potensi bencana hidrometeorologi dengan resolusi dan ketepatan tinggi di Hulu Sungai Utara. Sistem ini berupa aplikasi berbasis website yang mudah diakses oleh masyarakat maupun pemerintah. Pada dasarnya, penggunaan sistem informasi ini dapat dilakukan oleh berbagai kalangan karena tampilan dan informasi yang disediakan bersifat pengguna-friendly dan informatif. Informasi yang disediakan berupa prediksi curah hujan dan prediksi indeks kerentanan banjir skala desa selama 5 tahun kedepan. Selain itu pula ada informasi prediksi kalender tanam padi dan kalender tanam palawija sebagai pengambilan keputusan dalam menentukan jadwal tanam, pemupukan, dan masa panen. Berikut petunjuk teknis terkait pemanfaatan sistem informasi 11

pemodelan perubahan iklim untuk daerah rawan pangan. 3.1 Informasi di Website Tampilan informasi di website terdiri dari beberapa bagian, yaitu beranda utama, prediksi curah hujan, prediksi indeks kerentanan banjir, kalender tanam padi, dan kalender tanam palawija. Berikut penggunaan teknis untuk sistem informasi website : 3.1.1 Beranda Utama Di beranda utama terdapat pemilihan untuk fitur-fitur yang terdapat pada website (Gambar 2). 12

Gambar 2 Tampilan beranda utama 3.1.2 Prediksi Curah Hujan Halaman Prediksi curah hujan menampilkan prediksi curah hujan dengan interval dasarian hingga 2020. Prediksi iklim merupakan salah satu keluaran dari model SCM (Smart Climate Model) Berikut tampilan prediksi curah hujan. 13

Tampilkan lebih besar Simpan grafik Grafik Curah Hujan Gambar 3 Prediksi Curah Hujan Peta pada website menyediakan prediksi curah hujan interval dasarian secara spasial menggunakan kontur. Apabila pengguna mengklik 1 desa, akan muncul grafik curah hujan selama 1 tahun di panel sebelah kanan. Legenda untuk curah hujan ditunjukan dengan warna (satuan milimeter) dan dikategorikan menjadi 3 bagian yaitu hujan tinggi, menengah dan rendah. Pengguna juga dapat mengganti waktu untuk melihat tingkat curah hujan kedepan maupun kebelakang. Pengguna juga dapat memilih hasil untuk berbagai dasarian (1 sampai 14

3) di berbagai bulan hingga 2020. Grafik yang dihasilkan dapat disimpan dalam berbagai format seperti png, jpg, dsb dengan mengklik simbol disebelah kanan grafik. Contoh Kasus : Pengguna ingin melihat contour curah hujan pada Dasarian dua, bulan Juni, pada tahun 2017 Pengguna membuka link http://smartclim.info/sipt/hsu/petahujan.php Dari pilihan dasarian 1,2, dan 3, pengguna dapat memilih dasarian 2 pada pilihan bulan, pengguna memilih pilihan bulan Juni dan pada pilihan tahun, pengguna memilih pilihan tahun 2017 Tekan tombol tampilkan, makan pada peta akan tampil tampilan overlay Contoh Kasus : Pengguna ingin menampilkan Grafik curah hujan pada Desa Damar untuk tahun 2017 15

Pengguna membuka link http://smartclim.info/sipt/hsu/petahujan.php Letak Desa Damar akan tampil bila pengguna menunjuk pointer di atas desa lalu dapat menekan peta tersebut Grafik prediksi curah hujan akan tampil di bagian kanan website Bila pengguna ingin menampilkan grafik dengan tampil yang lebih besar, pengguna dapat mengklik tulisan Tampilkan lebih besar Maka Tampilan Grafik Curah Hujan akan tampil lebih besar 3.1.3 Prediksi Indeks Kerentanan Banjir Peta pada fitur ini menginformasikan indeks banjir dengan skala desa, apabila desa diklik, maka akan muncul grafik kerentanan banjir dari bulan Januari hingga Desember dari skala 0 hingga 5. Indeks banjir ditampilkan per 10 harian (dasarian) hingga 2020. 16

Legenda indeks di kiri peta merupakan kategori tingkat kerentanan dari tidak rentan hingga sangat rentan dengan variasi warna yang ditampilkan. Pengguna juga dapat mengganti waktu untuk melihat tingkat kerentanan kedepan maupun kebelakang. Pengguna juga dapat memilih hasil untuk berbagai dasarian (1 sampai 3) di berbagai bulan hingga 2020. Grafik yang dihasilkan dapat disimpan dalam berbagai format seperti png, jpg, dsb dengan mengklik simbol disebelah kanan grafik. Tampilkan lebih besar Simpan grafik Grafik Indeks Kerentanan Banjir Gambar 4 Indeks Kerentanan Banjir 17

Contoh Kasus : Pengguna ingin melihat contour indeks kerentanan banjir pada Dasarian dua, bulan Juni, pada tahun 2017 Pengguna membuka link http://smartclim.info/sipt/hsu/indeksbanjir.php Dari pilihan dasarian 1,2, dan 3, pengguna dapat memilih dasarian 2 pada pilihan bulan, pengguna memilih pilihan bulan Juni dan pada pilihan tahun, pengguna memilih pilihan tahun 2017 Tekan tombol tampilkan, makan pada peta akan tampil tampilan overlay Contoh Kasus : Pengguna ingin menampilkan Grafik indeks kerentanan banjir pada Desa Damar untuk tahun 2017 Pengguna membuka link http://smartclim.info/sipt/hsu/indeksbanjir.php 18

Letak Desa Damar akan tampil bila pengguna menunjuk pointer di atas desa lalu dapat menekan peta tersebut Grafik prediksi indeks kerentanan banjir akan tampil di bagian kanan website Bila pengguna ingin menampilkan grafik dengan tampil yang lebih besar, pengguna dapat mengklik tulisan Tampilkan lebih besar Maka Tampilan Grafik indeks kerentanan banjir akan tampil lebih besar 3.1.4 Kalender Tanam Padi Peta pada fitur ini menginformasikan kalender tanam padi dengan skala desa, apabila desa diklik, maka akan muncul grafik berupa sistem pendukung keputusan per tahun di desa tersebut. Grafik tersebut menginformasikan waktu mulai tanam padi, pemupukan 1, pemupukan 2, panen, mulai tanam dengan pompa, 19

dan pengairan dengan pompa pada tahun tertentu. Pengguna dapat grafik sistem pendukung keputusan tersebut dari tahun 2017 hingga 2020. Grafik yang dihasilkan dapat disimpan dalam berbagai format seperti png, jpg, dsb dengan mengklik simbol disebelah kanan grafik. Tampilkan lebih besar Simpan grafik Grafik Sistem Pendukung Keputusan 0 Gambar 1 Kalender Tanam Padi Contoh Kasus : Pengguna ingin menampilkan Grafik Kalender Tanam Padi pada Desa Damar untuk tahun 2017 Pengguna membuka link 20

http://smartclim.info/sipt/hsu/katampadi.php Letak Desa Damar akan tampil bila pengguna menunjuk pointer di atas desa lalu dapat menekan peta tersebut Grafik Kalender Tanam Padi akan tampil di bagian kanan website Bila pengguna ingin menampilkan grafik dengan tampil yang lebih besar, pengguna dapat mengklik tulisan Tampilkan lebih besar Maka Tampilan Grafik Kalender Tanam Padi akan tampil lebih besar 3.1.5 Kalender Tanam Palawija Peta pada fitur ini menginformasikan kalender tanam palawija dengan skala desa, apabila desa diklik, maka akan muncul grafik berupa sistem pendukung keputusan per tahun di desa tersebut. Grafik tersebut menginformasikan waktu mulai tanam palawija, 21

pemupukan 1, pemupukan 2, panen, mulai tanam dengan pompa, dan pengairan dengan pompa pada tahun tertentu. Pengguna dapat grafik sistem pendukung keputusan tersebut dari tahun 2017 hingga 2020. Grafik yang dihasilkan dapat disimpan dalam berbagai format seperti png, jpg, dsb dengan mengklik simbol disebelah kanan grafik. Tampilkan lebih besar Simpan grafik Grafik Indeks Kerentanan Banjir 0 Gambar 2 Kalender Tanam Palawija Contoh Kasus : Pengguna ingin menampilkan Grafik 22

Kalender Tanam Palawija pada Desa Damar untuk tahun 2017 Pengguna membuka link http://smartclim.info/sipt/hsu/katampalawija.php Letak Desa Damar akan tampil bila pengguna menunjuk pointer di atas desa lalu dapat menekan peta tersebut Grafik Kalender Tanam Palawija akan tampil di bagian kanan website Bila pengguna ingin menampilkan grafik dengan tampil yang lebih besar, pengguna dapat mengklik tulisan Tampilkan lebih besar Maka Tampilan Grafik Kalender Tanam Palawija akan tampil lebih besar 23