SISTEM LOGISTIK PAKAN BERBASIS KAWASAN Dr. Ir. Suryahadi, DEA Dr. Ir. Ibnu Katsir Amrullah, MS Bogor, 23-24 Desember 2015 Pusat Studi Hewan Tropika Center for Tropical Animal Studies/CENTRAS Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pertanian Bogor
Pendahuluan 1. Indonesia memiliki potensi pakan yang tinggi, namun belum dapat digunakan secara optimal 2. Pakan masih menjadi hambatan teknis dalam pengembangan peternakan. Peternak sulit meningkatkan skala usahanya karena keterbatasan pakan 3. Sistem penyediaan dan pemanfaatan pakan masih dikelola secara parsial 4. Harga murah dan kemudahan penyediaan pakan akan dapat merangsang peningkatan populasi baik untuk perbibitan maupun penggemukan 5. Fluktuasi pakan :
Solusi Alternatif 1. Diperlukan suatu sistem (pendekatan baru) dalam pengelolaan pakan 2. Diperlukan sinergi teknologi terpilih dan pemberdayaan masyarakat Tercapai harga pakan yang murah, berkualitas, berkelanjutan dan berlimpah PENGEMBANGAN SISTEM LOGISTIK PAKAN
Deskripsi Sistem Logistik Pakan Sistem tata kelola pakan secara holistic/menyeluruh Meliputi proses : - Penyediaan/penyiapan sumberdaya - Produksi pakan - Pengolahan - Pengawetan - Penyimpanan/pergudangan - Pemberian pakan pada ternak Menerapkan teknologi terpilih spesifik lokasi dan memberdayakan masyarakat Dikelola secara mandiri dan berdaulat oleh komunitas peternak (SPR) dengan menerapkan pendekatan agribisnis atau komersial
Tujuan Pengembangan Sistem Logistik Pakan 1. Menyediakan pakan bermutu secara berlimpah sepanjang masa tidak tergantung pada iklim/musim serta pakan tidak menjadi kendala teknis peningkatan bisnis peternakan oleh peternak 2. Sumberdaya pakan dapat dimanfaatkan secara maksimal dan efisien, sehingga meningkatkan kemampuan produksi dan daya saing peternak 3. Peternak dapat membangun industri pakan didaerahnya dan dapat memberikan keuntungan secara komersial 4. Menyediakan pakan yang bermutu, mudah diperoleh dan mudah digunakan sehingga mampu mempercepat pertumbuhan populasi sapi
PERAN DAN FUNGSI SPR/KOMUNITAS PETERNAK DALAM SISTEM LOGISTIK PAKAN DEMAND Perkiraan demand pakan di setiap lokasi SPR baik jumlah maupun waktu Potensi peningkatan populasi ternak SUPPLY Perkiraan supply pakan di setiap lokasi SPR baik kapasitas maupun waktu Penyediaan produksi lahan Konektivitas dengan supplier/limbah industri bahan Pengaruh musim TRANSPORTASI Konsolidasi pengiriman Pemilihan armada Rute logistik Kerjasama 3PL DISTRIBUSI Penjadwalan distribusi Penentuan kapasitas dan lokasi distributor INVENTORI Manajemen Inventori Teknologi pengawetan dan penyimpanan Penentuan kapasitas dan lokasi gudang
Komponen Sistem Logistik Pakan 1 Sarana Prasarana: Sumberdaya Pakan: - Bangunan 3 - Lahan - Mesin-mesin dan peralatan - Transportasi - Air 2 Softsystem: - Teknologi - SDM - Sistem pemberdayaan masyarakat - Networking - Menejemen informasi - Kalender ternak - Sistem zonasi 4 Pasar/Depot Logistik/Bank Pakan
Organisasi Pelaksana No Unsur Pelaku Peran/Fungsi 1 SPR (DPPT)/Komunitas peternak 2 Pemerintah Pusat/ daerah 3 BUMN/Swasta/Kehutanan /Perkebunan 4 Perguruan tinggi dan lembaga riset Pelaksana utama Aktif secara naluri Pembinaan, fasilitasi, penguatan dan pengawasan Mitra bisnis SPR/Komunitas peternak Pelatihan dan pendampingan Penerapan teknologi tepat guna KARAKTERISTIK AKTIVITAS Bekerja spesifik sesuai kondisi/potensi kawasan Membangun dan memelihara konektivitas Perencanaan : Bottom up, non generalisasi
Kesiapan Implementasi Sistem Logistik Pakan Penyediaan Bibit Pakan Ternak
Kesiapan Implementasi Sistem Logistik Pakan Alley Cropping
Kesiapan Implementasi Sistem Logistik Pakan Sistem Transportasi dan Penyimpanan Sistem Pengolahan Pakan
Kesiapan Implementasi Sistem Logistik Pakan Lumbung Pakan Hidup
Kesiapan Implementasi Sistem Logistik Pakan Kondisi Logistik Pakan di Gunungkidul-Yogyakarta
BEST PRACTICE Program Penguatan Sistem Logistik Pakan Berbasis Kawasan Sinergi Aplikasi Teknologi Hi~fer dan Pemberdayaan Masyarakat untuk Menghasilkan Pakan : Murah, Mudah Tersedia, dan Memberi berbagai Manfaat bagi Petani dan Peternak
Hijauan Awet Fermentasi Hi~fer Dalam kemasan komersial Praktis/ Mudah diproduksi Menguntungkan petani/ peternak Suryahadi, 2013
Proses Pembuatan Hi-fer Rumput gajah Proses Chopping Penambahan cairan Hi~fer Hi-fer setelah penyimpanan Hi-fer siap dikomersialkan Pengemasan Hi-fer
Penerapan Teknologi Hi~fer untuk Pengembangan Industri Pakan Pedesaan (Program IGTF Mahasiswa IPB 2015)
Manfaat Penerapan Teknologi Hi-fer 1. Pemberian hijauan lebih mudah sehingga mengurangi jumlah waktu peternak untuk mencari rumput. 2. Mutu hijauan lebih stabil dalam jangka waktu panjang 3. Mudah diangkut, disimpan dan mudah diberikan pada ternak 4. Kandang menjadi lebih bersih 5. Meningkatkan produktivitas ternak dan memberikan manfaat ekono mis 6. Sumber pendapatan baru bagi petani penanam/ pengumpul rumput 7. Investasi murah dan mudah berkembang Lion Magazine April 2015 Trubus 543 Febuari 2015 Pariwara IPB Nov 2013
Penutup 1. Sistem Logistik pakan /SLP yang dikembangkan harus mampu menjamin ketersediaan pakan sepanjang waktu atau tidak terkait dengan musim 2. Pengelolaan SLP harus bersifat holistik, menyeluruh baik menyangkut subsistem pendukung (sumber dan jenis bahan baku, subsistem panen, pengolahan dan penyimpanan, subsistem pemanfaatan dan subsistem pemberian/feeding pada ternak) maupun komponen-komponen dari SLP (sarana prasarana, softsystem, sumberdaya pakan dan pasar/depot logistik pakan) 3. SLP harus didukung dengan adanya teknologi spesifik lokasi dan disertai dengan sistem pemberdayaan masyarakat, sehingga pakan dapat disediakan dengan mudah, murah, berkelanjutan dengan mutu prima 4. Pelaku utama dalam pengelolaan SLP adalah komunitas peternak yang didukung berbagai unsur ABG (Akademic, Bussines, Goverment) agar SLP dapat berjalan dengan baik 5. Perguruan tinggi dan lembaga riset selain menerapkan teknologi temuannya diharapkan dapat berpartisipasi dalam pelatihan dan pendampingan
Pusat Studi Hewan Tropika Center for Tropical Animal Studies (CENTRAS) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pertanian Bogor