SISTEM LOGISTIK PAKAN BERBASIS KAWASAN

dokumen-dokumen yang mirip
KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN. A. Letak Geografis dan Topografi CV. Anugrah Farm

I. PENDAHULUAN. A. Maksud dan Tujuan

I. PENDAHULUAN. masyarakat. Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dan perbaikan taraf

PENGUATAN PENYEDIAAN PAKAN TERNAK MELALUI APLIKASI TEKNOLOGI Hi~fer. Suryahadi. Pusat Studi Hewan Tropika/Centras LPPM-IPB PENDAHULUAN

X. REKOMENDASI KEBIJAKAN PENGEMBANGAN KAWASAN AGROPOLITAN BERKELANJUTAN BERBASIS PETERNAKAN SAPI POTONG TERPADU DI KABUPATEN SITUBONDO

V. PENDEKATAN SISTEM 5.1. Analisis Kebutuhan Pengguna 1.) Petani

I. PENDAHULUAN. yang keduanya tidak bisa dilepaskan, bahkan yang saling melengkapi.

BAB III. AKUNTABILITAS KINERJA. Berikut ini merupakan gambaran umum pencapaian kinerja Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur :

I. PENDAHULUAN. kontribusi positif terhadap pertumbuhan Produk Domestik Bruto Indonesia.

RENCANA KINERJA TAHUN 2017 DINAS PERTANIAN KABUPATEN PACITAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

PERSUSUAN INDONESIA: KONDISI, PERMASALAHAN DAN ARAH KEBIJAKAN

PENGANTAR. Ir. Suprapti

PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN REPUBLIK INDONESIA TENTANG PETA PANDUAN (ROAD MAP) PENGEMBANGAN INDUSTRI UNGGULAN PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

1 of 8 7/31/17, 9:02 AM

Pengembangan Jagung Nasional Mengantisipasi Krisis Pangan, Pakan dan Energi Dunia: Prospek dan Tantangan

VII. STRATEGI DAN PROGRAM PENGUATAN KELOMPOK TANI KARYA AGUNG

MATRIKS ARAH KEBIJAKAN WILAYAH MALUKU

1 PENDAHULUAN Latar Belakang

2 seluruh pemangku kepentingan, secara sendiri-sendiri maupun bersama dan bersinergi dengan cara memberikan berbagai kemudahan agar Peternak dapat men

WALIKOTA PEKALONGAN PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KOTA PEKALONGAN NOMOR 9 TAHUN 2016 TENTANG KETAHANAN PANGAN

I. PENDAHULUAN Latar Belakang

DALAM PENGEMBANGAN SERAT RAMI

BAB I PENDAHULUAN. Sektor pertanian masih sangat penting bagi perekonomian nasional. Hal

Disusun oleh FLipMAS BADUY Wilayah Banten

IBM KELOMPOK MASYARAKAT PETANI BAWANG MERAH DI DESA NUSAJAYA HALMAHERA TIMUR PROVINSI MALUKU UTARA. Sofyan Samad 1, Sundari 2

memberikan multiple effect terhadap usaha agribisnis lainnya terutama peternakan. Kenaikan harga pakan ternak akibat bahan baku jagung yang harus

A. UPTD Balai Pembibitan Ternak Sapi Potong

RENCANA KERJA TAHUNAN BALAI INSEMINASI BUATAN LEMBANG TAHUN 2018

DAFTAR ISI.. DAFTAR GAMBAR.. DAFTAR LAMPIRAN.

BAB I IDENTIFIKASI KEBUTUHAN. disebut ruminansia sangat bergantung pada ketersediaan pakan, baik dari

Renstra BKP5K Tahun

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

RENCANA UMUM PENGADAAN DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN KABUPATEN MALANG TAHUN ANGGARAN 2013

TINJAUAN PUSTAKA Peternakan Sapi Potong di Indonesia

STRATEGI PENGUATAN KELOMPOK TANI DALAM PENGEMBANGAN USAHA NOVRI HASAN

2013, No.6 2 BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Pemerintah ini, yang dimaksud dengan: 1. Pemberdayaan Peternak adalah segala upaya yang dila

CUPLIKAN PROGRAM PEMBANGUNAN PERTANIAN : VISI, MISI DAN STRATEGI PEMBANGUNAN PERTANIAN

I. PENDAHULUAN. untuk memenuhi kebutuhan protein hewani adalah sapi perah dengan produk

PENGEMBANGAN AGRIBISNIS JAGUNG, KACANG HIJAU DAN SAPI DALAM MODEL KELEMBAGAAN PETANI, PERMODALAN DAN PEMASARAN DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG. Usaha sektor peternakan merupakan bidang usaha yang memberikan

20.1. Mengembangkan Potensi Peternakan Ruminansia Menerapkan Tingkah laku Ternak Ruminansia Menerapkan Penanganan Ternak ruminansia

PENDAHULUAN Latar Belakang

PENGUKURAN KINERJA PRIORITAS KEEMPAT

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) TAHUN 2013

BAB I PENDAHULUAN. Dalam menghadapi persaingan di abad ke-21, UKM dituntut untuk

AGRIBISNIS. Sessi 3 MK PIP. Prof. Rudi Febriamansyah

III KERANGKA PEMIKIRAN

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2013 TENTANG PEMBERDAYAAN PETERNAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2013 TENTANG PEMBERDAYAAN PETERNAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PENDAHULUAN. produksi yang dihasilkan oleh peternak rakyat rendah. Peternakan dan Kesehatan Hewan (2012), produksi susu dalam negeri hanya

Oleh Drs. EKSAN GUNAJATI, M.Si Kepala BAPPEDA Kabupatn Jombang

BUPATI PURWOREJO PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURWOREJO NOMOR : 14 TAHUN 2012 TENTANG AGRIBISNIS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PURWOREJO,

3.1 Penilaian Terhadap Sistem Perekonomian / Agribisnis

PENGEMBANGAN KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI (KRPL) Bunaiyah Honorita

PENERAPAN TEKNOLOGI PAKAN DAN FORMULASI RANSUM PADA KELOMPOK TERNAK KAMBING DI KABUPATEN BIREUEN

I. PENDAHULUAN 1. Latar Belakang

PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI PENINGKATAN PRODUKTIFITAS TERNAK SAPI POTONG DI KELURAHAN MERDEKA KECAMATAN KUPANG TIMUR KABUPATEN KUPANG

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

ANALISIS BIAYA PRODUKSI PENGOLAHAN PAKAN DARI LIMBAH PERKEBUNAN DAN LIMBAH AGROINDUSTRI DI KECAMATAN KERINCI KANAN KABUPATEN SIAK

BAB I. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Sektor pertanian adalah salah satu sektor sandaran hidup bagi sebagian besar

Potensi Kota Cirebon Tahun 2010 Bidang Pertanian SKPD : DINAS KELAUTAN PERIKANAN PETERNAKAN DAN PERTANIAN KOTA CIREBON

VIII. ARAHAN PENGELOLAAN KEGIATAN BUDIDAYA RUMPUT LAUT

MATRIKS RENCANA KEGIATAN DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN KABUPATEN MALANG TAHUN ANGGARAN 2014

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA TENTANG PEMBERDAYAAN PETERNAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PEMANFAATAN LAHAN TIDUR UNTUK PENGGEMUKAN SAPI

I. PENDAHULUAN. Perusahaan umum Bulog mempunyai misi yakni memenuhi kebutuhan pangan

I PENDAHULUAN. pertanian tersebut antara lain menyediakan bahan pangan bagi seluruh penduduk,

VI KAJIAN KEMITRAAN PETANI PADI SEHAT DESA CIBURUY DENGAN LEMBAGA PERTANIAN SEHAT DOMPET DHUAFA REPLUBIKA

Feed Wafer dan Feed Burger. Ditulis oleh Mukarom Salasa Selasa, 18 Oktober :04 - Update Terakhir Selasa, 18 Oktober :46

SIDa F 20 PENGEMBANGAN PAKAN TERNAK BERBASIS SUMBERDAYA PAKAN LOKAL UNTUK MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN NASIONAL DI KABUPATEN KUPANG NUSA TENGGARA TIMUR

Johanis A. Jermias; Vinni D. Tome dan Tri A. Y. Foenay. ABSTRAK

LAPORAN KEGIATAN KINERJA PENYALURAN DAN PEMANFAATAN KREDIT PROGRAM PERTANIAN KKPE DI PROVINSI BALI

III KERANGKA PEMIKIRAN

PENGANTAR. Latar Belakang. merupakan keharusan untuk memenuhi kebutuhan pangan, papan, dan bahan

ALUR PIKIR DAN ENAM PILAR PENGEMBANGAN HORTIKULTURA

BAGIAN PEREKONOMIAN DINAS PERTANIAN ,95 JUMLAH

BAB I PENDAHULUAN. efetivitas rantai pemasok. Menurut Wulandari (2009), faktor-faktor yang

MEMBANGUN KEMANDIRIAN PANGAN DARI BOJONEGORO UNTUK INDONESIA OLEH : S U Y O T O BUPATI BOJONEGORO (JAWA TIMUR)

GENDER BUDGET STATEMENT. (Pernyataan Anggaran Gender) TA. 2016

BUDIDAYA PEPAYA BERBASIS RAMAH LINGKUNGAN DENGAN TEKNOLOGI KOMPOS AKTIF. (Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Jambi) 2

BAB I PENDAHULUAN. manusia yang harus dilindungi keberadaannya. Selain sebagai gudang penyimpan

1 PENDAHULUAN Latar Belakang

TUGAS AKHIR. PENENTUAN RUTE PENGIRIMAN BARANG DAN PENGALOKASIAN ARMADA DI BAGIAN DISTRIBUSI PT.DUA KELINCI PATI (Studi Kasus Pada PT.

Potensi daerah yang berpeluang pengembangan tanaman hortikultura; tanaman perkebunan; usaha perikanan; usaha peternakan; usaha pertambangan; sektor in

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 48 TAHUN 2013 TENTANG BUDI DAYA HEWAN PELIHARAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB I PENDAHULUAN. Permasalahan yang dihadapi Provinsi Jambi salah satunya adalah pemenuhan

CAPAIAN INDIKATOR KINERJA PROGRAM SESUAI RPJMD BESERTA PERMASALAHAN DAN SOLUSI

I PENDAHULUAN. pedesaan salah satunya usaha ternak sapi potong. Sebagian besar sapi potong

Topik: : VISI PERTANIAN ABAD 21 (PERTANIAN YANG BERKEBUDAYAAN INDUSTRI) menjelaskan Visi Pertanian Abad 21

KEBUTUHAN DAN HARGA ECERAN TERTINGGI PUPUK BERSUBSIDI UNTUK SEKTOR PERTANIAN DI KABUPATEN KUDUS TAHUN ANGGARAN 2014 BUPATI KUDUS,

Transkripsi:

SISTEM LOGISTIK PAKAN BERBASIS KAWASAN Dr. Ir. Suryahadi, DEA Dr. Ir. Ibnu Katsir Amrullah, MS Bogor, 23-24 Desember 2015 Pusat Studi Hewan Tropika Center for Tropical Animal Studies/CENTRAS Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pertanian Bogor

Pendahuluan 1. Indonesia memiliki potensi pakan yang tinggi, namun belum dapat digunakan secara optimal 2. Pakan masih menjadi hambatan teknis dalam pengembangan peternakan. Peternak sulit meningkatkan skala usahanya karena keterbatasan pakan 3. Sistem penyediaan dan pemanfaatan pakan masih dikelola secara parsial 4. Harga murah dan kemudahan penyediaan pakan akan dapat merangsang peningkatan populasi baik untuk perbibitan maupun penggemukan 5. Fluktuasi pakan :

Solusi Alternatif 1. Diperlukan suatu sistem (pendekatan baru) dalam pengelolaan pakan 2. Diperlukan sinergi teknologi terpilih dan pemberdayaan masyarakat Tercapai harga pakan yang murah, berkualitas, berkelanjutan dan berlimpah PENGEMBANGAN SISTEM LOGISTIK PAKAN

Deskripsi Sistem Logistik Pakan Sistem tata kelola pakan secara holistic/menyeluruh Meliputi proses : - Penyediaan/penyiapan sumberdaya - Produksi pakan - Pengolahan - Pengawetan - Penyimpanan/pergudangan - Pemberian pakan pada ternak Menerapkan teknologi terpilih spesifik lokasi dan memberdayakan masyarakat Dikelola secara mandiri dan berdaulat oleh komunitas peternak (SPR) dengan menerapkan pendekatan agribisnis atau komersial

Tujuan Pengembangan Sistem Logistik Pakan 1. Menyediakan pakan bermutu secara berlimpah sepanjang masa tidak tergantung pada iklim/musim serta pakan tidak menjadi kendala teknis peningkatan bisnis peternakan oleh peternak 2. Sumberdaya pakan dapat dimanfaatkan secara maksimal dan efisien, sehingga meningkatkan kemampuan produksi dan daya saing peternak 3. Peternak dapat membangun industri pakan didaerahnya dan dapat memberikan keuntungan secara komersial 4. Menyediakan pakan yang bermutu, mudah diperoleh dan mudah digunakan sehingga mampu mempercepat pertumbuhan populasi sapi

PERAN DAN FUNGSI SPR/KOMUNITAS PETERNAK DALAM SISTEM LOGISTIK PAKAN DEMAND Perkiraan demand pakan di setiap lokasi SPR baik jumlah maupun waktu Potensi peningkatan populasi ternak SUPPLY Perkiraan supply pakan di setiap lokasi SPR baik kapasitas maupun waktu Penyediaan produksi lahan Konektivitas dengan supplier/limbah industri bahan Pengaruh musim TRANSPORTASI Konsolidasi pengiriman Pemilihan armada Rute logistik Kerjasama 3PL DISTRIBUSI Penjadwalan distribusi Penentuan kapasitas dan lokasi distributor INVENTORI Manajemen Inventori Teknologi pengawetan dan penyimpanan Penentuan kapasitas dan lokasi gudang

Komponen Sistem Logistik Pakan 1 Sarana Prasarana: Sumberdaya Pakan: - Bangunan 3 - Lahan - Mesin-mesin dan peralatan - Transportasi - Air 2 Softsystem: - Teknologi - SDM - Sistem pemberdayaan masyarakat - Networking - Menejemen informasi - Kalender ternak - Sistem zonasi 4 Pasar/Depot Logistik/Bank Pakan

Organisasi Pelaksana No Unsur Pelaku Peran/Fungsi 1 SPR (DPPT)/Komunitas peternak 2 Pemerintah Pusat/ daerah 3 BUMN/Swasta/Kehutanan /Perkebunan 4 Perguruan tinggi dan lembaga riset Pelaksana utama Aktif secara naluri Pembinaan, fasilitasi, penguatan dan pengawasan Mitra bisnis SPR/Komunitas peternak Pelatihan dan pendampingan Penerapan teknologi tepat guna KARAKTERISTIK AKTIVITAS Bekerja spesifik sesuai kondisi/potensi kawasan Membangun dan memelihara konektivitas Perencanaan : Bottom up, non generalisasi

Kesiapan Implementasi Sistem Logistik Pakan Penyediaan Bibit Pakan Ternak

Kesiapan Implementasi Sistem Logistik Pakan Alley Cropping

Kesiapan Implementasi Sistem Logistik Pakan Sistem Transportasi dan Penyimpanan Sistem Pengolahan Pakan

Kesiapan Implementasi Sistem Logistik Pakan Lumbung Pakan Hidup

Kesiapan Implementasi Sistem Logistik Pakan Kondisi Logistik Pakan di Gunungkidul-Yogyakarta

BEST PRACTICE Program Penguatan Sistem Logistik Pakan Berbasis Kawasan Sinergi Aplikasi Teknologi Hi~fer dan Pemberdayaan Masyarakat untuk Menghasilkan Pakan : Murah, Mudah Tersedia, dan Memberi berbagai Manfaat bagi Petani dan Peternak

Hijauan Awet Fermentasi Hi~fer Dalam kemasan komersial Praktis/ Mudah diproduksi Menguntungkan petani/ peternak Suryahadi, 2013

Proses Pembuatan Hi-fer Rumput gajah Proses Chopping Penambahan cairan Hi~fer Hi-fer setelah penyimpanan Hi-fer siap dikomersialkan Pengemasan Hi-fer

Penerapan Teknologi Hi~fer untuk Pengembangan Industri Pakan Pedesaan (Program IGTF Mahasiswa IPB 2015)

Manfaat Penerapan Teknologi Hi-fer 1. Pemberian hijauan lebih mudah sehingga mengurangi jumlah waktu peternak untuk mencari rumput. 2. Mutu hijauan lebih stabil dalam jangka waktu panjang 3. Mudah diangkut, disimpan dan mudah diberikan pada ternak 4. Kandang menjadi lebih bersih 5. Meningkatkan produktivitas ternak dan memberikan manfaat ekono mis 6. Sumber pendapatan baru bagi petani penanam/ pengumpul rumput 7. Investasi murah dan mudah berkembang Lion Magazine April 2015 Trubus 543 Febuari 2015 Pariwara IPB Nov 2013

Penutup 1. Sistem Logistik pakan /SLP yang dikembangkan harus mampu menjamin ketersediaan pakan sepanjang waktu atau tidak terkait dengan musim 2. Pengelolaan SLP harus bersifat holistik, menyeluruh baik menyangkut subsistem pendukung (sumber dan jenis bahan baku, subsistem panen, pengolahan dan penyimpanan, subsistem pemanfaatan dan subsistem pemberian/feeding pada ternak) maupun komponen-komponen dari SLP (sarana prasarana, softsystem, sumberdaya pakan dan pasar/depot logistik pakan) 3. SLP harus didukung dengan adanya teknologi spesifik lokasi dan disertai dengan sistem pemberdayaan masyarakat, sehingga pakan dapat disediakan dengan mudah, murah, berkelanjutan dengan mutu prima 4. Pelaku utama dalam pengelolaan SLP adalah komunitas peternak yang didukung berbagai unsur ABG (Akademic, Bussines, Goverment) agar SLP dapat berjalan dengan baik 5. Perguruan tinggi dan lembaga riset selain menerapkan teknologi temuannya diharapkan dapat berpartisipasi dalam pelatihan dan pendampingan

Pusat Studi Hewan Tropika Center for Tropical Animal Studies (CENTRAS) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pertanian Bogor