WORLD UNIVERSITY RANKING

dokumen-dokumen yang mirip
Pengembangan Website Badan Litbang dan Inovasi. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

BAB I PENDAHULUAN PENDAHULUAN

WEBSITE UNSIKA DALAM PEMERINGKATAN WEBSITE PERGURUAN TINGGI DI INDONESIA (PUSDATIN BPM, 2014)

webometrics Webometrics ANALOGI : internet dan Internet PENGUKURAN KINERJA WEB DENGAN PENDEKATAN KUANTITATIF

Peran Perpustakaan Dalam Mendukung Universitas Menuju Peringkat Dunia Oleh : Sugeng Priyanto, SS

PENGELOLAAN WEBSITE PROGRAM STUDI. Dr.rer.nat. Erwin R Ardli (redaktur unsoed.ac.id)

Webometrics. Irwan Ary Dharmawan Apa? Siapa? Bagaimana? phys.unpad.ac.id/jurusan/staff/dharmawan

BAB I PENDAHULUAN. World Class University telah sering dan banyak dibicarakan oleh

4. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Hasil dan pembahasan dari analisis data yang didapatkan berupa nilai

PENGENALAN GOOGLE SCHOLAR

Hasil Hitung Webometrics 2010

3. BAB III METODE PENELITIAN. untuk mendapatkan strategi peningkatan visibility/impact dan activity pada

Meningkatkan Peringkat Webometrics Melalui Blog. Webometrics. Apa Webometrics? Sejarah Webometrics. Tujuan Webometrics 10/09/2012

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

Repositori Institusi di Perguruan Tinggi. Kania Aranda Rendy Indriyanto

SEARCH ENGINE OPTIMIZION (SEO) & ENTRI DATA REPUTASI INTERNASIONAL IPB

Latar Belakang. Teknik Mendapatkan Nilai WEBOMETRIC

PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI: Terseok-seok mengejar peringkat? Kalarensi Naibaho *

Parameter Penilaian Webometrics

e-learning Universitas Padjadjaran a a glance Irwan Ary Dharmawan

Laporan Perkembangan Webometrics UNHAS Januari 2011

2. BAB II LANDASAN TEORI

Webometrics Best Practice. Beni Rio Hermanto, ITB webmaster team.

Pengalaman PDII-LIPI dalam mendukung LIPI meraih peringkat 100 dunia Webometrics

I. PENDAHULUAN. Perubahan di bidang teknologi dan sistem informasi, terutama. internet dengan jangkauan publik yang mencakup seluruh dunia berdampak

BAB III METODE PENELITIAN

Bogor Agricultural University (IPB) Sosialisasi Lomba Web Unit Kerja 2017

TERM OF REFERENCE USULAN BANTUAN LINE EDITING ARTIKEL ILMIAH INTERNASIONAL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS INDONESIA 2017

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PENGEMBANGAN BIDANG AKADEMIK FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNTUK MENUNJANG UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA MENUJU UNIVERSITAS KELAS DUNIA 1

Skripsi. Oleh: ALEX FONDA MERCURY INDRA KUSUMAH

THES-QS? ARWU? WEBOMETRICS?

Panduan Lomba Web Thn 2011

DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR... vii. DAFTAR TABEL... xi. 1.1 Latar Belakang Masalah Perumusan Masalah Pembatasan Masalah...

PUBLIKASI ILMIAH HASIL PENELITIAN

Oleh Dewa Ngurah Suprapta Lab. Biopestisida Fakultas Pertanian Universitas Udayana

STRATEGI NASIONAL MENUJU WORLD CLASS UNIVERSITY VERSI WEBOMETRICS

PENINGKATAN PENGELOLAAN WEB INSTITUSI DALAM RANGKA MENUJU WORLD CLASS UNIVERSITY

KAJIAN WEBOMETRICS REPOSITORI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA

LAMPIRAN SURAT KEPUTUSAN DEKAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS INDONESIA NOMOR : 3032 /D/SK/FTUI/IX/2016 TANGGAL : 22 September 2016 I.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Profil Perpustakaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Telkom

UNIVERSITAS SRIWIJAYA Jln. Raya Palembang - Prabumulih Km. 32 Indralaya, OI, Sumatera Selatan

OTOMATISASI PEMBUATAN BLOG UNTUK PENINGKATAN PERINGKAT PERGURUAN TINGGI DI WEBOMETRIC

LAPORAN EVALUASI WEB PERSONAL DOSEN ITS BERKAITAN DENGAN PERINGKAT WEBOMETRICS 2009

DAFTAR ISI 2. PENGENALAN INTERFACE 7 1. PERSIAPAN 3 2. PENGENALAN INTERFACE (MENU) 7

ROADMAP PROGRAM INTERNASIONALISASI PROGRAM STUDI : TEKNIK ELEKTRO. UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA Februari 2016

QMC Note. Contents. Headline. Quality Quote. Quality is not an act, It is a habit. (Aristotle) EDITORIAL TEAM. Chief Editor.

Tips dan Trik Publikasi Ilmiah dan Pembuatan Meta Data Publikasi

Kebijakan Kemristekdikti Pengembangan Akademik Perguruan Tinggi

1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Internasionalisasi Jurnal

FUNGSI DAN MANFAAT JURNAL INTERNASIONAL DALAM PENGEMBANGAN KARIR AKADEMIK

Pendaftaran Indeksasi Google Scholar, DOAJ, EBSCO, Pubmed, CAB International,

VISI, MISI, TUJUAN DAN PROGRAM KERJA

Kelas Maya Internasional sebagai Upaya Peningkatan Partisipasi Internasional Satuan Pendidikan Tinggi Bertaraf World Class University

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

PENDIDIKAN DI ERA GLOBALISASI. Didin Saripudin Universitas Pendidikan Indonesia

Pedoman Implementasi e-learning dan Pengembangan Website untuk Mahasiswa

KONTRIBUSI SISTEM BLOG EDUKASI TEKNIK INDUSTRI TERHADAP KATAGORI PRESENCE WEBOMETRICS UNIVERSITAS MERCU BUANA

UMM GO TO WORLD CLASS UNIVERSITY Mengubah Impian Menjadi Kenyataan. Oleh: Ir. Suyatno, M.Si. (Kepala Lembaga Infokom UMM) I.

Outline. 2. Portal Publikasi Badan Litbang Kehutanan. Soft Launching. 1. Pengantar

STRATEGI MENUJU WORLD CLASS UNIVERSITY (WCU) PADA UNIVERSITAS SEMARANG

Gambar 2. Halaman web dari Google. Search Bar

Sesi 1: Pengenalan e- journal dan Cara Pemanfaatannya

Daftar Situs Unduh Jurnal

PANDUAN HIBAH PENELITIAN FKUI DEAN S AWARD

PENULISAN ARTIKEL ILMIAH PADA JURNAL INTERNASIONAL. Oleh : Ir. Nyayu Rahmalia, MM

Publikasi Karya Ilmiah

Pengembangan Kerjasama Perguruan Tinggi Menuju Internasionalisasi Pendidikan Tinggi

PIMNAS ke-29, UNAIR Unggul Bidang Presentasi

Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2012 BADAN

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA OTOMATISASI PENGAMBILAN SIZE, VISIBILITY, RICH FILES, DAN SCHOLAR DARI WEBSITE SEBAGAI ALAT UKUR INDIKATOR WEBOMETRICS

SEJARAH RINGKAS PERKEMBANGAN USU REPOSITORY, UPAYA YANG TELAH DILAKUKAN, DAN KONTRIBUSINYA BAGI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

RANGKING WEBOMETRICS UNTUK UNIVERSITAS DI INDONESIA MENGGUNAKAN METODE PEMBOBOTAN ENTROPY DAN METODE PEMERINGKATAN PROMETHEE

KAJIAN WEBOMETRICS PADA REPOSITORI INSTITUSI UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA

MengelolaKarya Ilmiah & Sitasi. Google. Melalui aplikasi. Scholar. cepiriyana.staf.upi.edu. Picture : h5p://

Perbandingan Publikasi Internasional Indonesia di Scopus Periode 2010-April 2016

BAB II TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN

Science publishing. Sufiet Erlita

REPOSITORI INSTITUSI KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA RI

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

OPTIMALISASI SEO (SEARCH ENGINE OPTIMIZER) SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN UNSUR VISIBILITY DALAM WEBOMETRIC

HASIL DAN PEMBAHASAN. untuk langkah berikutnya hingga tercapai hasil maksimal.

PUBLIKASI ILMIAH HASIL PENELITIAN

ARTIKEL WEBSITE A. PENGERTIAN WEBSITE ATAU SITUS.

INTERNATIONAL FACULTY AND STUDENTS RATIO Insentif Program Penguatan Pembelajaran kelas-kelas berbahasa Inggris.

Analisis Ranking Produktivitas Publikasi Ilmiah Berbasis h-index Google Scholar

IPB. PEMUTAKHIRAN WEB UNIT KERJA (Periode Maret 2017) Institut Pertanian Bogor Auditorium Toyib Hadiwijaya, Maret 2017

Pemutakhiran Konten Website: Outstanding Achievement

PUBLIKASI ILMIAH HASIL PENELITIAN

PROGRAM KERJA JURUSAN ILMU ADMINISTRASI PUBLIK FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS BRAWIJAYA

RENCANA OPERASIONAL PROGRAM STUDI S1 MANAJEMEN STIE KBP TAHUN

Pengembangan E-learning menggunakan LMS. E-learning

Transkripsi:

WORLD UNIVERSITY RANKING DENGAN BAHASAN KASUS QS DAN WEBOMETRICS DISUSUN OLEH : DR.IR.EKO NUGROHO,MSI MINAT MANAJEMEN INFORMASI DAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH PASCASARJANA UGM VERSI : 2014 1

KATA PENGANTAR Tulisan ini mengupas tentang World University Ranking (WUR). Pemeringkatan universitas (University ranking) dikembangkan pertama kali oleh US News and World Report pada tahun 1981 (Usher, 2009) dalam rangka memenuhi keinginan masyarakat untuk adanya transparansi dan perbandingan data tentang institusi pendidikan tinggi. Pemeringkatan yang dilakukan tersebut banyak dikritik, karena memang tidak mudah membuat tolok ukur pemeringkatan. Tetapipun demikian sistem pemeringkatan ini banyak disambut oleh para calon mahasiswa dan orang tuanya. Informasi ini diperlukan oleh para mahasiswa dan orang tuanya yang akan menginvestasikan uang mereka dalam bentuk biaya pendidikan. Selanjutnya dari tahun ke tahun sistem pemeringkatan ini semakin populer. Tidak mengherankan apabila lalu muncul banyak lembaga pemeringkat universitas dengan masing-masing metodenya sendiri. Masing-masing dengan kelebihan dan kekurangannya. Lembaga pemeringkat ini ada yang dibuat oleh institusi swasta maupun bahkan juga oleh institusi pemerintah. Amerika Serikat, Inggris, Spanyol, Nigeria, Pakistan dan Kazakhtan adalah beberapa contoh dari negara-negara yang melakukan pemeringkatan universitas didalam negeri masing-masing. Dua dari beberapa yang mempunyai pengaruh luas adalah QS dan Webometrics. Dalam tulisan ini kedua lembaga tersebut dibahas sebagai contoh kasus. Harus diakui bahwa di Indonesia, termasuk di UGM masalah pemeringkatan ini menimbulkan pro dan kontra. Namun demikian, akan lebih positif dampaknya apabila UGM memberikan perhatian yang cukup terhadap hal ini daripada mengabaikannya. Hal ini disebabkan karena pada era globalisasi seperti sekarang ini, mau tidak mau UGM juga harus mampu mempublikasikan dirinya dengan informasi yang cukup memadai, agar masyarakat Indonesia maupun juga masyarakat dunia menjadi lebih mengenal dan memahami UGM dengan baik. Tulisan ini awalnya ditulis pada tahun 2010, sehingga banyak bahasan yang menggunakan data-data tahun 2010. Namun demikian data-data peringkat tahun 2011, 2012 dan 2013 telah ditambahkan untuk menjaga kemutakhiran informasi. Kita semua warga UGM berharap, bahwa dihari-hari mendatang, UGM akan terus semakin maju dalam perjalanannya menjadi universitas terkemuka di tingkat dunia, dan dalam waktu yang sama juga terus berkontribusi besar bagi peningkatan kesejahteraan bangsa Indonesia. Penyusun 2

BAB 1. WORLD UNIVERSITY RANKING 1.1 Pendahuluan Pemeringkatan universitas (University ranking) dikembangkan pertama kali oleh US News and World Report pada tahun 1981 (Usher, 2009) dalam rangka memenuhi keinginan masyarakat untuk adanya transparansi dan perbandingan data tentang institusi pendidikan tinggi. Pemeringkatan yang dilakukan ini banyak dikritik, karena memang tidak mudah membuat tolok ukur pemeringkatan. Tetapipun demikian sistem pemeringkatan ini banyak disambut oleh para calon mahasiswa dan orang tuanya. Informasi ini diperlukan oleh para mahasiswa dan orang tuanya yang akan menginvestasikan uang mereka dalam bentuk biaya pendidikan. Para orang tua dan mahasiswa tersebut menginginkan agar ketika mereka membayarkan sejumlah biaya ke suatu universitas, maka mereka akan memperoleh manfaat yang sebanding dengan biaya yang mereka keluarkan tersebut. Oleh karena itulah, maka sistem pemeringkatan universitas tersebut sangat berguna bagi mereka. Selanjutnya, walaupun sistem pemeringkatan ini banyak menerima kritikan, tetapi dari tahun ke tahun semakin populer dan dicari banyak orang.tidak mengherankan apabila lalu muncul banyak lembaga pemeringkat universitas dengan masing-masing metodenya sendiri. Ada lembaga yang memeringkat dengan tolok ukur utama dalam hal prestasi penelitian yang dicapai oleh institusinya, ada pula lembaga pemeringkat yang menilai berdasarkan kemampuan universitas tersebut didalam menampilkan sosok dirinya dalam dunia Internet dan lain sebagainya. Tentu saja masing-masing cara dengan kelebihan dan kekurangannya. Lembaga pemeringkat ini ada yang dibuat oleh institusi swasta maupun bahkan juga oleh institusi pemerintah. Amerika Serikat, Inggris, Spanyol, Nigeria, Pakistan dan Kazakhtan adalah beberapa contoh dari negara-negara yang melakukan pemeringkatan universitas didalam negeri masing-masing. (Salmi dalam Usher, 2009). Melakukan pemeringkatan universitas pada dasarnya bukanlah hal sederhana. Hal ini disebabkan karena untuk memeringkat universitas tentu saja dibutuhkan banyak tolok ukur. Misalnya saja : prestasi hasil penelitian yang pernah dicapai, perbandingan jumlah mahasiswa dan dosen, jumlah karya para dosennya dan lain sebagainya. Selanjutnya berbagai tolok ukur tersebut harus dipadukan untuk memperoleh sebuah tolok ukur gabungan yang mewakili dengan baik masing-masing tolok ukur tersebut, dan dengan sebuah tolok ukur gabungan itulah pemeringkatan dilakukan. Masalah yang muncul adalah tolok ukur apakah yang sebaiknya dipergunakan untuk memeringkat dan bila tolok ukurnya lebih dari satu maka muncul masalah tentang bagaimanakah cara menentukan bobot masing-masing tolok ukur tersebut agar tolok ukur paduan akhirnya dipandang dapat mewakili secara keseluruhan dengan baik. Sehingga dengan tolok ukur paduan ini universitas yang satu dapat diperbandingkan dengan universitas lainnya. Dalam praktek banyak pakar masing-masing mempunyai pilihan sendiri tentang tolok ukur yang dipergunakan untuk mengukur kualitas suatu universitas dan tentu saja masing-masing dengan alasannya. 3

Pemeringkatan secara internasional pada dasarnya adalah pengembangan pemeringkatan secara nasional yang sudah dilakukan sebelumnya oleh banyak negara. Pada sekarang ini beberapa lembaga pemeringkat internasional yang berpengaruh antara lain adalah : The Academic ranking of World Universities dari Shanghai's Jiao Tong University, yang pertama kali diluncurkan pada tahun 2003, lalu The World University rankings dari Times Higher Education Supplement dari Inggris (THES) yang pertama kali diluncurkan tahun 2004 dan Webometrics yang pertama kali diluncurkan pada tahun 2004. Selain pemeringkatan secara institusi, juga ada pemeringkatan secara sub-institusi. Jenis-jenis sub-institusi tersebut misalnya pemeringkatan kualitas universitas dibidang bisnis, hukum, kedokteran dan lain sebagainya. Beberapa lembaga terkenal biasanya juga memeringkat universitas sesuai bidangnya antara lain misalnya kualitas sekolah bisnis di universitas diperingkat oleh Wall Street Journal atau Financial Times. 1.2. Cara Pemeringkatan Pada semua sistem pemeringkatan, langkah-langkah yang dilakukan pada dasarnya sama, yaitu pertama adalah pengumpulan data sesuai indikator yang dipergunakan, kedua pada data pada setiap indikator dinilai besar skornya dan ketiga skor dari setiap indikator dibobot dan selanjutnya di agregasi menjadi skor paduan. Banyak indikator yang dipergunakan ada yang hanya dua (contohnya Shanghai Jiao Tong) tetapi ada pula yang jumlah indikatornya tujuh (contohnya Melbourne Institute). Tentu saja pemilihan jenis dan banyak indikator, ditambah dengan cara pemberian bobot pada masing-masing indikator akan menentukan hasil akhir pemeringkatan yang dilakukan. 1.3. Sumber Data Ada tiga cara yang paling sering dilakukan lembaga pemeringkat, yaitu : 1. Pihak ketiga yang independen. Misalnya pemerintah yang secara teratur mengkoleksi data dari universitas dapat menjadi sumber yang baik untuk memperoleh data yang obyektif bagi lembaga pemeringkat. Ataupun juga yayasan penyokong dana suatu universitas yang memperoleh laporan kegiatan universitas dapat menjadi sumber data yang baik. 2. Sumber universitas. Tentu saja data yang lengkap dan detail suatu universitas ada pada universitas tersebut sendiri. 3. Data hasil survei yang dilakukan oleh lembaga lain yang bonafide. Dari ketiga sumber tersebut, sumber dari pihak ketiga yang independen adalah sumber terbaik karena aspek obyektifitas dan akurasinya. Namun kelemahannya adalah bahwa data dari pihak ketiga seperti ini biasanya adalah data laporan administratif yang bukan dimaksudkan untuk tujuan pemeringkatan. Sehingga data-data tersebut tidak cukup dan harus dilengkapi dengan data-data dari sumber yang lain, antara lain dari sumber universitas yang bersangkutan yang tentu saja obyektifitasnya tidak sebagus data dari sumber pertama. Keunggulan sumber kedua tersebut adalah bahwa hampir semua pertanyaan yang diperlukan oleh lembaga pemeringkat dimiliki. Sehingga data-data yang terkumpul dapat lengkap. 4

1.4. Indikator dan Pembobotan Pemilihan indikator dan penentuan bobot tentu saja menjadi masalah yang pelik didalam pemeringkatan universitas. Finnie dan Usher (dalam Usher, 2009) merangkumnya dalam 8 buah indikator sebagai berikut ; 1. Beginning characteristics. Yaitu menggambarkan karakteristik dan atribut dari calon mahasiswa yang masuk, misalnya mahasiswa dari luar negeri (calon internasional student) dsb. 2. Learning input staff. Yang menggambarkan berapa banyak tenaga dosen yang dimiliki dan bagaimana mereka ditempatkan dalam kegiatan belajar mengajar.. Termasuk didalamnya data tentang lama waktu kontak antara dosen dan mahasiswa, macam cara ujian yang dihadapi mahasiswa, cara mengajar yang dilakukan oleh dosen dsb. 3. Learning input resources. Yaitu sumberdaya keuangan dan material yang dapat dipergunakan oleh mahasiswa dan dosen dalam proses belajar mengajar. 4. Learning Environment. Yaitu kualitas lingkungan yang diperoleh oleh civitas akademika dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar, antara lain kualitas proses pengajaran, kualitas sumberdaya yang dipergunakan (misalnya apakah komputer yang ada di laboratoriumnya mutakhir ataukah kuno) dsb. 5. Learning outputs. Yaitu data tentang kemampuan yang diperoleh mahasiswa sebagai hasil belajarnya di universitas yang bersangkutan, misalnya kemampuan berpikir kritis, kemampuan berpikir logis analitis, pengetahuan dan ketrampilan teknisnya dsb. 6. Final outcomes. Yaitu parameter yang menyatakan kontribusi dari lembaga pendidikan tersebut terhadap masyarakat. Antara lain : tingkat keberhasilan mencari kerja bagi lulusannya, tingkat rerata gaji yang berhasil diperoleh oleh para alumninya, peran alumninya dalam kegiatan bagi kemajuan masyarakat secara nasional dsb. 7. Research. Yaitu kualitas dan banyak hasil penelitian yang dilakukan oleh lembaga pendidikan ybs. 8. Reputation. Yaitu reputasi yang pernah dicapai oleh Lembaga Pendidikan tersebut maupun para civitas akademikanya. Misalnya hasil pemeringkatan yang pernah dicapai pada suatu lembaga pemeringkatan dunia yang kredibel, perolehan hadiah internasional, misalnya Nobel oleh para civitas akademikanya. 5

Tabel 1. Pembobotan Beberapa Lembaga Pemeringkat Internasional dalam %. No Lembaga 1 2 3 4 5 6 7 8 TOT 1 Asia Week-Asia's Best University 2 THES-QS World University Ranking- WORLD (2007) 3 The Times Good University Guide - UK (2007) 4 Financial Times UK (2003) 5 Academic Ranking World niversity (ARWU) Shanghai Jiao Tong University. 6 Melbourne Institute- Australia (2007) 7 US News and World Report-USA (2007) 8 Elseviers Netherland (2007) 25 28.3 10 0 0 0 16.7 20 100 10 20 0 0 0 0 20 50 100 3.3 53.3 6.7 0 3.3 3.3 30 0 100 9 19 15 0 10 27 20 0 100 0 0 0 0 10 0 90 0 100 11 3.5 11 0 12.6 4.8 40 17.1 100 15 20 15 0 25 0 0 25 100 0 22.9 20.8 56.1 0 0 0 0 100 9 Webometrics 0 0 16 0 50 0 34 0 100 10 CHE Ranking Germany (2007) 4.8 4.8 47 23.8 0 0 9.6 9.6 100 Keterangan : 1. Beginning characteristics. 2. Learning input staff. 3. Learning input resources. 4. Learning Environment. 5. Learning outputs. 6. Final outcomes. 7. Research. 8. Reputation. 6

Seperti yang terlihat pada Tabel 1, masing-masing lembaga pemeringkat mempunyai cara pembobotan masing-masing atas tiap-tiap indikator yang ada. Tentu saja masingmasing dengan alasannya sendiri. Sebagai contoh, salah satu Lembaga Pemeringkat yang mempunyai pengaruh luas, yaitu THES, memberikan bobot besar pada indikator Raputasi, Research dan kepemilikan staf yang qualified dalam pemeringkatannya. Dilain pihak, US Newsand World Report memasukkan Learning Output sebagai salah satu indikator penting dalam pemeringkatannya. Pada umumnya lembaga pemeringkat yang ada menggunakan banyak indikator untuk menyusun pemeringkatannya. Tetapi beberapa lembaga pemeringkat yang juga cukup berpengaruh, antara lain Shanghai Jiao Tong Academic World Ranking menggunakan prestasi dibidang research sebagai 90% bobot pemeringkatan yang dibuatnya. Cara seperti ini sebenarnya merugikan Negara negara terutama Negara berkembang yang bukan berbahasa Inggris, karena kebanyakn publikasi dan jurnal riset yang penting adalah berbahasa Inggris. Pemilihan banyak atau sedikit indicator yang dipergunakan tentu saja masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangannya. Penggunaan indicator yang banyak tentu saja akan memberikan gambaran ukuran yang lengkap tentang keberadaan suatu universitas. Tetapi masalah yang muncul adalah bahwa pemberian bobot pada masing-masing indicator bisa berbeda yang seorang dengan yang lain. Sebaliknya bila menggunakan hanya satu atau sedikit indicator, misalnya Lembaga Pemeringkat Shanghai Jiao Tong yang memberikan bobot 90% pada indicator riset, maka pengukuran atas indikatornya akan lebih mudah dan obyektif. Tetapi tentu saja kelemahannya adalah bahwa banyak nilai lebih dari suatu universitas pada bidang-bidang yang lain yang seharusnya perlu diperhitungkan didalam pemeringkatan menjadi tak dipergunakan dalam perhitungannya. Akibatnya hasil pemeringkatan dipandang terlalu bias pada hanya satu indikator. 1.5. Tujuan Pemeringkatan Pada awal era adanya pemeringkatan universitas, lembaga pemeringkat yang melakukan umumnya adalah media komersial, yang tujuannya adalah meningkatkan sirkulasi medianya dengan cara memberikan informasi kepada mahasiswa dan orang tentang terutama biaya sekolah, fasilitas penunjang kuliah yang disediakan, jumlah dan kualitas dosen dsb. Contohnya adalah US News & World Report. Selanjutnya dengan semakin bertambah dan berkembangnya sistem pemeringkatan, maka muncul indikator-indikator lain yang dirasa penting untuk menunjukkan kualitas suatu universitas, misalnya antara lain indikator riset. Sebagai contoh adalah CHE (Center of Higher Education) Germany dan ARWU Shanghai Jiao Tong. Pada sistem pemeringkatannya ARWU Shanghai Jiao Tong memberikan bobot yang sangat tinggi kepada indikator riset, yaitu sebesar 90%. Perlu diketahui bahwa ARWU Shanghai Jiao Tong sekarang merupakan salah satu lembaga pemeringkat yang diperhitungkan didunia Internasional. Namun demikian tidak semua orang menyetujui kebijakan pemilihan indicator yang terlalu memberikan bobot tinggi pada riset, karena untuk calon mahasiswa S1, masalah riset bukan menjadi pertimbangan penting bagi mereka. 7

BAB 2. KASUS QS DAN WEBOMETRICS Beberapa Lembaga Pemeringkat Skala Dunia Berpengaruh Ada cukup banyak lembaga pemeringkat universitas yang berpengaruh, antara lain yang akan sedikit dibahas disini adalah QS dan Webometric. 2.1 QS Sejak tahun 2004-2009 QS (Quacquarelli Symonds) berkerja sama dengan THE (Times Higher Education) menyelenggarakan pemeringkatan perguruan tinggi dan dikenal dengan namaqs. Tetapi mulai tahun 2010 lembaga independen QS (Quacquarelli Symonds) berpisah dengan THE (Times Higher Education). Sebagai ganti QS, THE menggandeng Thomson Reuters. Lembaga gabungan ini akan juga menyelenggarakan pemeringkatan universitas. Dilain pihak, QS meneruskan pemeringkatan yang sudah dimulainya dengan THE yang lalu. Pada bulan Mei 2010 ini lingkup peringkat yang sudah dipublikasikan oleh QS adalah Asia. Sementara itu, THE, yang berubah namanya menjadi THE-Thomson Reuters juga sedang siap-siap membuat THE-Thomson Reuters World University Rankings. 2.1.1 Indikator Indikator yang dipergunakan untuk pemeringkatan ialah : 1. Beginning Characteristic, yang diberi bobot 10%. Pada era globalisasi ini QS beranggapan bahwa suatu institusi harus go international, dan semakin internasional suatu institusi maka semakin banyak jumlah mahasiswa maupun dosen asing yang sekolah dan bekerja pada institusi tersebut. Faktor ini terdiri dari : a. Persentase Mahasiswa Asing di universitas, dengan bobot 5%. Istilah yang dipergunakan QS adalah : International Students bobot 5%. b. Persentase Profesor Asing di universsitas, dengan bobot 5%. Istilah yang dipergunakan QS adalah : International Faculty bobot 5%. 2. Learning Input Staff, dengan bobot sebesar 20%. Yaitu perbandingan antara mahasiswa/staf pengajar. Istilah yang dipergunakan QS adalah : Faculty Students Ratio bobot 20%. 3. Learning output, yang diberi bobot 20%. Yang dinilai adalah sitasi perkapita dari universitas yang bersangkutan pada database Scopus. Istilah yang dipergunakan QS adalah : Citations per Faculty 20%. Penilaian atas sitasi (citations) memang umum dipergunakan untuk penilaian, yang dipandang cukup baik merepresentasikan kekuatan bidang penelitian 4. Reputasi, yang diberi bobot 50%. Terdiri dari : a. Reputasi di bidang akademik, dengan bobot 40%. Istilah yang dipergunakan QS adalah : Academic Peer Review bobot 40%. Faktor ini adalah faktor terpenting dalam penilaian QS dan didasarkan pada survei online yang didistribusikan ke dunia akademik seluruh dunia. Responden 8

tidak boleh mereview institusinya sendiri. Review hanya diijinkan sekali atau hanya yang terakhir yang dipergunakan. b. Reputasi para alumninya di bidang pekerjaan dengan bobot 10%. Istilah yang dipergunakan QS adalah : Employer/Recruiter Review 10%. Faktor ini didasarkan pada survei online yang didistribusikan ke pada perusahaan yang mempekerjakan para alumni. Metodologi yang dipilih oleh QS tidak lepas dari kritik para pakar. Namun demikian QS menjadi salah satu lembaga pemeringkat yang popular dan prestisius. Walaupun respondennya ribuan namun cukup kuat kritik para pakar tentang adanya bias dalam pengumpulan data. Terutama berhubung fakta adanya universitas yang ukurannya relative kecil, biasanya suatu sekolah tinggi dengan jurusan khusus misalnya Sekolah Tinggi Ekonomi. Banyak sekolah seperti ini yang sebenarnya prestasinya secara nasional bagus, tetapi kurang dikenal secara internasional karena ukurannya yang terlalu kecil. Dalam survey QS sekolah dengan karakteristik seperti ini tidak masuk dalam kualifikasi sebagai responden. Walaupun kadang-kadang bisa masuk juga tetapi dalam kategori peringkat bidang khusus. 2.1.2 Peringkat dalam QS Peringkat tiga perguruan tinggi top di Indonesia dalam QS sejak tahun 2005 sampai tahun 2011 adalah seperti pada tabel 2. TABEL 2. PERINGKAT TINGKAT DUNIA MENURUT QS Nama 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 UI 420 250 395 287 201 236 271 273 UGM 341 270 360 316 250 321 342 401-450 ITB 408 258 369 315 351 401-450 451-500 Dapat dilihat pada Tabel.1 tersebut bahwa UGM pernah dua kali menjadi top rank di Indonesia. UI pernah menjadi top rank delapan kali. Sedangkan ITB belum pernah menjadi top rank. Pada tahun 2012 ini UGM berada pada posisi peringkat 3 nasional. Untuk peringkat ASIA dapat dilihat pada tabel 3 sebagai berikut : 9

TABEL 3. PERINGKAT UNIVERSITAS TINGKAT DUNIA DAN ASIA MENURUT QS TAHUN 2009 DAN TAHUN 2010 NO NAMA PERINGKAT DUNIA 2009 PERINGKAT ASIA 2009 PERINGKAT ASIA 2010 PERRINGKAT ASIA 2012 PERINGKAR ASIA 2013 1 UI 201 50 50 59 64 2 UGM 250 63 85 118 133 3 ITB 351 80 113= 113 129 Peringkat lengkap untuk ASIA dapat dilihat pada lampiran. Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa posisi untuk beberapa perguruan tinggi negeri di Indonesia adalah sbb: TABEL 4. PERINGKAT TINGKAT ASIA BEBERAPA PTN MENURUT QS NO NAMA PERINGKAT ASIA 2009 PERINGKAT ASIA 2010 PERINGKAT ASIA 2012 PERINGKAT ASIA 2013 1 UI 50 50 59 64 2 UGM 63= 85 118 133 3 ITB 80 113= 113 129 4 IPB 119 119 181-190 201-250 5 UNAIR 130= 109= 135 145 6 UNDIP 171= 161= 251-300 201-250 7 UNIBRAW 191 201-250 201-250 8 UNPAD 201= 161= 181-190 201-250 Sedangkan peringkat DUNIA untuk UGM,UI dan ITB perkelompok ilmu adalah sbb: TABEL 5. PERINGKAT TINGKAT DUNIA PERKELOMPOK ILMU MENURUT QS TAHUN 2009 NO KELOMPOK UGM UI ITB 1 Art and Humanities 111 104 300+ 2 Life Science & Biomedicine 103 126 264 3 Natural Science 198 242 153 4 Social Science 147 102 300+ 5 IT & Engineering 233 198 80 Sedangkan peringkat ASIA untuk UGM,UI dan ITB perkelompok ilmu adalah sbb: TABEL 6. PERINGKAT TINGKAT ASIA 1 0

PERKELOMPOK ILMU MENURUT QS TAHUN 2009 2010 NO KELOMPOK UGM UI ITB 1 Art and Humanities 14 19 15 18 50 61 2 Life Science & Biomedicine 16 23 29 27 50 47 3 Natural Science 37 44= 58 44= 27 35 4 Social Science 25 28 18 28 50 60 5 IT & Engineering 51 58 44 58 21 30 Pada tabel dapat dilihat bahwa UGM unggul pada bidang Art and Humanities dan Life Science & Biomedicine. Pada bidang Social Science peringkat UGM cukup bagus juga. ITB unggul pada bidang Natural Science dan IT & Engineering.UI unggul pada bidang Social Science. Secara umum dapat dibaca bahwa UGM unggul pada bidang ilmu sosial dan kedokteran. Sedangkan pada bidang ilmu alam dan keteknikan cukup baik. Tabel dibawah ini adalah peringkat DUNIA per kelompok ilmu untuk berturut-turut tahun 2007, 2008 dan 2009 untuk UGM, UI dan ITB. QS mulai memeringkat tahun 2005. Pada tahun 2005 dan 2006 pemeringkatan perkelompok ilmu belum dilakukan. TABEL 7. PERINGKAT TINGKAT DUNIA PERKELOMPOK ILMU UNTUK UGM MENURUT QS NO KELOMPOK 2007 2008 2009 1 Art and Humanities 121 178 111 2 Life Science & Biomedicine 108 106 103 3 Natural Science 152 220 198 4 Social Science 108 167 147 5 IT & Engineering 240 234 233 TABEL 8. PERINGKAT TINGKAT DUNIA PERKELOMPOK ILMU 1 1

UNTUK UI MENURUT QS NO KELOMPOK 2007 2008 2009 1 Art and Humanities 201 173 104 2 Life Science & Biomedicine 198 207 126 3 Natural Science 300+ 300+ 242 4 Social Science 150 131 102 5 IT & Engineering 264 206 198 TABEL 9. PERINGKAT TINGKAT DUNIA PERKELOMPOK ILMU UNTUK ITB MENURUT QS NO KELOMPOK 2007 2008 2009 1 Art and Humanities 242 300+ 300+ 2 Life Science & Biomedicine 244 210 264 3 Natural Science 135 143 153 4 Social Science 300+ 300+ 300+ 5 IT & Engineering 114 90 80 Perbandingan UGM,UI dan ITB menurut kriteria QS pada tahun 2009 adalah sbb: TABEL 10. PERBANDINGAN MENURUT KRITERIA QS PADA TAHUN 2009 NO KELOMPOK UGM UI ITB 1 Academic Peer Review (40%) 24 28 38 2 Recruiter/Employer Review (10%) 49 31 46 3 Student to Faculty Ratio (20%) 250 67 191 4 Citations per paper (20%) 81 169 189 5 International Faculty (5%) 158 272 319 6 International Student (5%) 181 325 264 Dari tabel 10 tersebut dapat disimpulkan bahwa pengakuan kinerja UGM oleh masyarakat akademik umumnya (yang dalam hal THE QS diwakili oleh para peer reviewer) adalah cukup baik. Apabila kesimpulan ini digabungkan dengan tabel 9 maka 1 2

diperkirakan bahwa para reviewer tersebut adalah mayoritas dari bidang art & humanities dan life & biomedical science. Selanjutnya dari factor Recruiter Review terlihat bahwa UGM peringkatnya terrendah dibanding dengan UI dan ITB.Memang diketahui umum bahwa kemampuan kewirausahaan lulusan UGM dianggap kalah aktif dengan lulusan ITB maupun UI. Jadi memberikan softskill kewirausahaan bagi para mahasiswa UGM memang tepat dan perlu terus ditingkatkan. Pada factor Student to Faculty ratio, terlihat UGM kalah jauh dibanding UI dan ITB. Dari factor ini terlihat bahwa peningkatan jumlah dosen di UGM adalah kebutuhan yang memang wajar dan perlu dilakukan agar setidaknya rationya menyamai UI dan ITB. Pada factor citations paper, terlihat bahwa UGM unggul dibanding UI dan ITB. Bila digabungkan dengan tabel yyy, maka diperkirakan bahwa paper bidang art & humanities dan life & biomedical science lah yang memberikan kontribusi efektif. Pada factor International faculty dan international students UGM unggul dibanding UI dan ITB. Sehingga dapat disimpulkan kebijakan peningkatan penerimaan mahasiswa internasional dan ekrutmen dosen internasional adalah kebijakan yang sudah tepat dan didukung oleh komunitas internasional 2.1.3 Saran Saran untuk peningkatan UGM ke arah world class university versi QS : 1. Pengembangan kekuatan bidang ilmu di art & humanities, life & biomedical science dan social science perlu terus ditingkatkan dengan serius dan mantab agar keunggulan UGM dibidang ini dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan sampai meraih keunggulan pada posisi tingkat dunia. Pengembangan ini akan diakui oleh QS melalui butir academic peer review. 2. Pengembangan bidang natural science dan IT & engineering di UGM perlu dilakukan secara inovatif dan kreatif agar mampu menunjukkan hasil yang dapat diakui secara internasional. Pengembangan ini juga akan diakui oleh QS melalui butir academic peer review. 3. Kebijakan pemberian soft skill kepada mahasiswa seperti yang dilakukan sekarang sudah pada arah yang benar. Para mahasiswa UGM perlu dibekali dengan soft skill antara lain semangat dan ketrampilan kewirausahaan, agar lulusannya mampu bersaing dengan trampil terhadap lulusan universitas lain. Hal ini akan diakui oleh QS melali butir recruiter review. 4. Peningkatan kuantitas dan kualitas dosen di UGM perlu terus dilakukan. Selain memang untuk meningkatkan kualitas belajar mengajar UGM,juga hal ini akan diakui oleh QS melalui butir Student to faculty ratio. 5. Pengembangan riset dan memperkenalkan hasil riset kepada komunitas ilmuwan international akan terus perlu dilakukan secara continuous improvement agar UGM mencapai posisi masuk ke jajaran universitas kelas dunia. Hal ini akan diakui oleh QS melalui butir citation papers. 1 3

6. Kebijakan untuk terus meningkatkan jumlah mahasiswa maupun dosen internasional sampai mencapai jumlah yang optimal perlu dilakukan agar UGM semakin meningkat pergaulan internasionalnya. Halini akan diakui oleh QS melalui butir International Faculty dan International Studentnya. Tabel pemeringkatan QS untuk tingkat ASIA dan ASIA TENGGARA dapat dilihat pada lampiran. 2.1.4 Alamat QS Alamat situs pemeringkatan QS adalah : http:///www.topuniversities.com. Tampilan layer homepagenya contohnya adalah sbb: 1 4

2.2 Webometrics Pemeringkatan Webometrics dilakukan oleh Cybermetrics Lab, yatu grup penelitian dari Spanish Research Council. Webometrics mensurvei sekitar 21000 perguruan tinggi dan menyusun pemeringkatan sejumlah 6000 dari antaranya. Pengumuman dapat diperoleh biasanya bulan Januari dan Juli.Alamat situsnya ialah : www.webometrics.info. Untuk memperoleh data-data tentang web, pada awalnya Cyberlab menggunakan search engine : Google, Yahoo, Exalead dan Live Search. Tetapi mulai Januari 2012 Cyberlab hanya menggunakan Google dengan alasan ke stabilan. 2.2.1 Kriteria Dengan menggunakan 8 kriteria pengukuran seperti dijelaskan diatas, maka Webometrics menggunakan 3 kriteria yaitu : 1. Learning input resource. Webometrics menyatakannya dalam wujud Presence dalam istilah lama disebut SIZE, dalam Webometrics diberi simbol S, yaitu banyak halaman situs web perguruan tinggi yang ditemukan oleh mesin pencari Google. (Dahulu Webometrycs menggunakan empat mesin pencari, yaitu Google, Yahoo, Live Search, dan Exalead). Faktor ini diberi bobot 16.67% (dahulu 20%). Semakin banyak warga UGM mengupload materi ke sirus, tentu saja aspek ini nilainya akan semakin baik. 2. Research. Pada faktor ini Webometrics membaginya dengan 2 subfaktor : 1. Opennness, istilah lamanya adalah Rich files yang dalam Webometrics diberi simbol R. Yaitu banyaknya dokumen yang oleh Webometrics dianggap sebagai dokumen yang berbobot. Dokumen ini adalah dokumen yang dalam format Adobe Acrobat (.pdf), Adobe PostScript (.ps), Microsoft Word (.doc,docx), dan Microsoft Powerpoint (.ppt). Subfaktor ini diberi bobot 16.67%. (dahulu 15%, juga dahulu format Adobe Postcript.ps dihitung, pada situs webometrics yang baru nampaknya sudah tak dipergunakan). Data yang diperhitungkan adalah yang dipublikasikan tahun 2008-2013. 2. Excellence, istilah lamanya adalah Scholar yang dalam Webometrics diberi simbol Sc. Yaitu publikasi tulisan-tulisan ilmiah, dan pekerjaan-pekerjaan akademik yang dihasilkan oleh perguruan tinggi tersebut yang terekam oleh Google Scholar. Sekarang Webometrics membatasi paper yang 10% teratas paling sering disitasi dibidang yang sama. Data yang dipakai adalah yang terindeks di Scimago tahun 2003-2012 dan Google Scholar tahun 2008-2012.. Situs Google Scholar atau Google Cendekia dapat ditemukan di alamat scholar.google.com. Situs ini menyediakan tulisan-tulisan dan kutipan yang dihasilkan oleh seluruh orang di dunia. Subfaktor ini diberi bobot 17.67% (dahulu 15%). 1 5

3. Learning Output yang dalam Webometrics diberi istilah Impact, istilah sebelumnya Visibility dan diberi simbol V. Jumlah total tautan eksternal yang unik yang diterima dari situs lain (backlink). Perhitungan diperoleh dari situs MajesticSEO dan ahrefs. Rumus perhitungannya adalah : akar kuadrat dari jumlah back link dikalikan dengan jumlah halaman asal bcaklink tersebut. (dahulu dihitung dari, Google, Yahoo Search, Live Search dan Exalead.). Subfaktor ini diberi bobot 50%. Webometrics biasanya menyatakan faktor pengukurannya dengan bahasa sbb: PRESENCE (1/3*50%) Number of Webpages ACTIVITY (50%) IMPACT (50%) OPENNESS (1/3*50%) Number of documents EXCELLENCE (1/3*50%) Number of papers IMPACT (50%) Number of external backlinks Hasil setiap faktor dinormalisasi-logaritmik ke bilangan 1 untuk nilai tertinggi. Keempatnya kemudian diformulasikan ke dalam rumus 16.7*S + 1.67*R + 1.67*Sc + 5*V. Hasilnya merupakan nilai yang digunakan dalam pembuatan peringkat perguruan tinggi. Skor yang ditunjukkan pada Tabel di situs Webometrics adalah peringkat bukan nilai material hasil perhitungan skor. 2.2.2 Peringkat Webometrics Peringkat 1-100 Webometrics tingkat Asia dapat dlihat pada Lampiran 5. Pada tabel tersebut dapat dilihat bahwa perguruan tinggi Indonesia yang masuk hanyalah UGM, yaitu pada peringkat 62 dan ITB pada peringkat 74. Sekaligus pada tabel tersebut dapat dilihat bahwa peringkat UGM tingkat dunia adalah 562. Secara lengkap ranking Webometric Asia untuk UGM dari tahun 2006 sampai periode Januari 2013 adalah seperti pada Tabel 11. 1 6

TABEL 11. RANKING WEBOMETRIC ASIA UNTUK UGM TAHUN UGM UI ITB 2006 100 2007 95 JAN 2008 57 JULI 2008 74 JAN 2009 64 JULI 2009 72 JAN 2010 62 74 JULI 2010 61 84 56 JAN 2011 69 72 - JULI 2011 817(* 562(* 632(* JAN 2012 (& 30 53 33 JULI 2012 50/379(* 79/507(* 92/568(* JAN 2013 70/440(* 95/581(* 81/497(* JULI 2013 136/640 141/653 120/600 FEB/2014 117/598 149/696 133/636 JULI/2014 75/414 100/532 126/622 (* : World Rank. (& : Hanya menggunakan Google Pada Tabel 11. tersebut terlihat bahwa peringkat tersebut naik dan turun. Hal ini disebabkan karena dari tahun ke tahun Webometrics terus menambah jumlah perguruan tinggi yang di peringkat. Selain itu juga Webometrics terus menyempurnakan system pemeringkatannya, walaupun metodologinya pada dasarnya tidak banyak perubahan. Pada Januari 2010 hanya UGM (rank 62) dan ITB (rank 74) perguruan tinggi di Indonesia yang masuk dalam peringkat top 100 Asia. Sedangkan pada Juli 2010 UGM naik menjadi peringkat 61, tetapi ITB naik menjadi ranking 56. Sedangkan untup TOP ASIA, UI mencapai ranking 84 dan Universitas Gunadarma ranking 88. Yang ingin download top 500 world rank dapat diambil di : http://elisa.ugm.ac.id/community/show/webometrics/ Pada Tabel 12 dapat dilihat perkembangan kinerja situs UGM menurut pengamatan Webometrics. Pada Tabel 13 dapat dilihat perbandingan kinerja situs 3 perguruan tinggi negeri di Indonesia, yaitu UGM, UI dan ITB. Dapat dilihat bahwa situs UGM kuat dalam hal Size. Hal ini dapat dipahami karena jumlah prodi yang di UGM memang lebih banyak daripada UI maupun ITB. Kekuatan UGM ini harus terus dikembangkan dengan cara setiap civitas akademika UGM perlu terus memuat material kegiatan tridarma perguruan tinggi maupun juga kegiatan manajemennya kedalam situs ugm.ac.id. Pemuatan material ini akan semakin melengkapi situs UGM. Apabila para civitas akademika rajin memuat material kegiatannya kedalam situs, maka niscaya Size 1 7

situs UGM akan terus melebihi situs perguruan tinggi yang lain di Indonesia.Dari tabel 4 dapat dilihat bahwa nampaknya kerajinan civitas akademika ITB untuk memuat kegiatannya kedalam situs lebih baik daripada UGM maupun UI. TABEL 12. PERKEMBANGAN KINERJA SITUS UGM MENURUT WEBOMETRICS SECARA WORLD RANK No SIZE/ PRESENCE VISIBILITY/ IMPACT RICH FILES/ OPENNESS SCHOLAR/ EXCELLENCE RANK/ ASIA JAN 2008 692 1449 1010 789 57 JULI 2008 680 830 1800 842 74 JAN 2009 578 562 1471 737 64 JULI 2009 417 554 973 839 72 JAN 2010 602 421 1028 827 62 JAN 2012 46 110 979 591 30 JULI 2012 22 142 889 1999 50 JAN 2013 96 420 45 2004 70 FEB 2014 270 278 771 1962 117 Kesimpulan : 1. Openness : UGM sangat bagus dalam meng upload materi yang diperkaya (ppt, doc, pdf dll) 2. Presence : UGM bagus sekali dalam usaha terus menambah materi ke situs 3. Impact : Situs cukup dikenal diseluruh dunia. 4. Excellence : Upload materi jurnal/paper ke google scholar masih kurang, sehingga semakin tertinggal dari kompetitor diseluruh dunia. TABEL 13. PERBANDINGAN KINERJA SITUS TOP 3 PERGURUAN TINGGI DI WEBOMETRICS JULI 2009 JANUARI 2010 NO PARAMETER UGM ITB UI 1 SIZE/PRESENCE 417 602 411 564 891 903 2 VISIBILITY/IMPACT 554 421 1193 657 1199 1007 3 RICH FILES/OPENNESS 973 1028 1452 1138 1197 741 4 SCHOLAR/EXCELENCE 839 827 365 654 1206 981 Kekuatan UGM yang lain adalah dalam hal visibility. Yaitu banyak link dari situs diluar kea rah situs UGM. Dari Tabel 14 dapat dilihat bahwa intensitas link ke situs UGM dari Negara-negara top di Asia jauh lebih banyak dibanding UI dan ITB. Hal ini dapat diartikan bahwa UGM mengadakan kerja sama dengan Negara-negara Asia lebih banyak daripada UI dan ITB. Diperkirakan bahwa bidang ilmu-ilmu social lah yang memberi kontribusi banyak ketika bidang ilmu social tersebut bekerja sama dengan pihak luar negeri. 1 8

TABEL 14 JUMLAH LINK DARI NEGARA PENTING DI ASIA Negara Domain ui.ac.id ui.edu ugm.ac.id itb.ac.id Jepang jp 437 1720 7890 582 China & Hongkong Cn & hk 101 139 1498 110 Taiwan tw 38 205 654 197 Korea Selatan kr 37 132 387 182 Singapura sg 36 13 22 72 Malaysia my 23 5 121 78 India in 16 73 155 40 Vietnam vn 14 1 3080 21 Filipina ph 10 1 22 291 Thailand th 8 17 344 189 Jumlah 720 2306 14173 1762 2.2.3 Best practices : 1. Pemberian nama situs. Buatlah nama situs yang mudah diingat dan dikenal masyarakat. Singkatan yang baik boleh dipergunakan. Usahakan jangan pernah mengganti nama situs, karena bila nama situs sudah dikenal, penggantian nama akan mengakibatkan kebingungan pada masyarakat pengguna dan akan mengakibatkan efek yang sangat buruk pada visibility situs. Pilihlah tempat pemondokan (hosting) yang handal dan aksesnya cepat. 2. Mengisi situs dengan halaman yang bagus dan banyak hanya dapat dilakukan oleh penulis yang jumlahnya banyak. Oleh karena itu para civitas akademika perlu didorong untuk menuliskan tulisan, hasil penelitian bahkan kegiatan mereka di situs web. Pembagian tugas yang dapat dilakukan antara lain : 1. Pengelola situs pusat menetapkan desain situs sekaligus mengisikan informasi yang berasal dari kantor pusat ke situs. 2. Perpustakaan, Kantor Arsip, Pusat Pelayanan TIK dan unit-unit kerja pengelola data mengembangkan database dan repositoris termasuk bibliografis 3. Unit kerja dan pribadi perseorangan mengembangkan dan terus memperkaya situs masing-masing 3. Menyediakan tempat untuk pemondokan bagi pihak ketiga yang tepat dapat membantu meningkatkan visibility, antara lain misalnya Organisasi Profesi 1 9

(contoh IDI, PII, ISEI dll) dan kegiatan2 maupun publikasinya, terutama jurnal elektroniknya. 4. Konversikan semua kegiatan, tulisan, penelitian masa lalu yang belum dalam format elektronik ke format elektronik. Lalu muatkan semua material itu ke situs. Ini akan meningkatkan kekayaan situs. Melakukan hal seperti ini adalah hal mudah, tetapi hasilnya sebenarnya sangat efektif sekali untuk menunjukkan kekayaan intelektual institusi. 5. Interlinking. Situs adalah halaman perpustakaan yang hipertextual yang satu dengan yang lain adapat terhubung dengan mudah dan kompleks. Oleh karena itu bila situsnya buruk, misal karena desainnya buruk, atau isinya miskin informasi atau bahasa yang dipergunakan kurang dikenal masyarakat maka hampir pasti situs tersebut akan kurang mempunyai link dengan situs lain. Sehingga dengan demikian kunjugan ke situs tersebut akan sedikit juga. 6. Pilihan bahasa. Pembaca situs adalah dunia internasional. Oleh karena itu pembuat situs sebaiknya jangan berwawasan lokal. Penggunaan bahasa internasional, khususnya bahasa Inggris adalah keharusan. 7. Media dalam format rich file. Menempatkan tulisan sebaiknya dalam bentuk rich file seperti pdf, ppt, doc dan ps. Hal ini dikarenakan format-format tersebut memudahkan para pembacanya. Bandwidth terus berkembang semakin besar dan murah. Oleh karena itu menyimpan semua arsip dalam media elektronik sangat disarankan. Koleksi video, interviu, presentasi, foto maupun audio akan sangat memperkaya situs dengan biaya yang sangat murah. 8. Desain yang cocok dengan pola kerja mesin pencari (search engine). Desainer situs perlu mendesain situs yang mudah dilacak oleh situs pencari. Hindari hal-hal yang dapat menghalangi akses dari mesin pencari. 9. Popularitas dan kunjunga. Jumla kunjungan adalah penting. Tetapi juga tak kalah pentingnya adalah melacak asal pengunjungnya dan alasan mengapa mereka mengunjungi situs. 10. Pengarsipan. Memelihara copy dari material situs secara teratur adalah keharusan. Karena tidak jarang ketika dilakukan pemutakhiran situs akan ada material yang terhilang secara tidak sengaja. 11. Penggunaan Title pada situs yang mudah dipahami dan pemilihan metatags yang bagus akan meningkatkan visibility situs. 2.2.4 Saran-saran untuk peningkatan peringkat situs UGM : 2 0

1. Untuk meningkatkan pengaruh/internasionalisasi UGM keluar negeri (Visibility) 1. Pengembangan situs yang berbahasa Inggris menjadi kebutuhan mutlak bagi UGM yang ingin menjadi World Class University. Hal ini disebabkan karena akses ke situs yang berbahasa Inggris akan menjadi pilihan utama dunia internasional daripada yang berbahasa local. 2. Peningkatan kerjasama dengan pihak luar negeri, dalam hal situs ada pertukaran link dengan pihak luar negeri. 3. Menyelenggarakan/mengikuti kegiatan yang bersifat regional/internasional. Pemuatan kerjasama dengan institusi/perguruan tinggi lain baik nasional maupun internasional ke situs akan meningkatkan potensi jejaring antara UGM dengan pihak-pihak yang lain. 4. Webadmin situs universitas maupun fakultas perlu terus meningkatkan pengenalan situs UGM kepada mesin pencari internasional (Search Engine) dengan memanfaatkan antara lain SEO (Search Engine Optimization). Tetapi perlu diingat, bahwa usaha ini harus dilakukan dengan cerdik tetapi tetap jujur. 2. Untuk meningkatkan repository kekayaan ilmu pengetahuan UGM (Size dan Rich File) 1. Civitas akademika UGM harus terus dengan rajin dan tekun memuatkan kegiatan-kegiatan penelitian, pengajaran dan pengabdian masyarakatnya kedalam situs ugm.ac.id. Terutama dengan format yang sudah siap baca antara lain : doc, pdf, ppt dan ps. Hal ini akan meningkatkan sumbangan ilmu pengetahuan dari UGM untuk masyarakat internasional maupun nasional. 2. Pengembangan distance learning yang baik akan meningkatkan publikasi ilmu pengetahuan yang dimiliki UGm kepada masyarakat baik nasional maupun internasional secara efektif. 3. Pemuatan kegiatan manajemen dan operasional perguruan tinggi ke situs, selain akan meningkatkan komunikasi antara manajemen dengan mahasiswa, para dosen, karyawan juga akan menampakkan tingginya intensitas dan kelancaran kinerja institusi yang dampaknya akan memperlihatkan kelancaran dan tingginya semangat kerja institusi. 4. Pemeliharaan situs yang tekun perlu dilakukan. Karena situs dapat dikatakan adalah wajah depan institusi kepada masyarakat baik nasional maupun internasional. Unique domain situs perlu dipertahankan. 2 1

3. Untuk meningkatkan terobosan UGM kedalam jajaran komunitas elite ilmu pengetahuan (Scholar). 1. Para ilmuwan UGM diharapkan terus melakukan pemuatan material hasil penelitian, tulisan, buku ke situs-situs komunitas elite ilmu pengetahuan antara lain Google Scholar. Diharapkan dengan demikian 2. Para ilmuwan UGM diharapkan terus meningkatkan komunikasi terutama secara elektronik dengan komunitas dan para ilmuwan diluar negeri sehingga selain akan saling memperkaya ilmu, hal ini juga akan meningkatkan pengenalan akan UGM oleh pihak ilmuwan luar negeri. Petunjuk-petunjuk Cyberlab untuk meningkatkan posisi web dalam Webometrics : Rekomendasi-rekomendasi berikut dimaksudkan untuk membantu Universitas dan lembaga litbang di seluruh dunia untuk memiliki kehadiran web yang memadai. Website kelembagaan harus akurat mewakili sumber daya mereka, kegiatan dan kinerja global, menyediakan pengunjung dengan visi yang jelas lembaga. Kami mendorong lembaga untuk terlibat dalam proyek-proyek kehadiran web jangka menengah dan panjang yang mengutamakan penerbitan volume besar kualitas isi dengan metode Open Access. Kami menolak keras penggunaan teknik positioning kasar yang dapat menghasilkan indikator menyesatkan. Jika kita menduga lembaga terlibat dalam kegiatan tersebut, kami akan memberikan peringatan, dan kemudian institusi yang terlibat akan dikeluarkan dari peringkat tersebut. 1. Penamaan URL Setiap lembaga harus memilih nama domain institusi yang unik yang dapat digunakan oleh semua situs dalam lembaga ybs. Kami sarankan menggunakan akronim terkenal dan jika mungkin menggunakan kata-kata penuh yang menggambarkan kota, negara atau item deskriptif lainnya. Hal sangat penting adalah menghindari mengubah domain institusional karena dapat menimbulkan kebingungan dan memiliki dampak buruk pada nilai-nilai visibilitas. Nama alternatif atau domain mirror tidak disarankan bahkan ketika mereka redirect ke salah satu pilihan. Sekarang sangat mudah dan murah untuk menyewa layanan hosting. Jika Anda tidak dapat membuatnya karena alasan politik atau ekonomi teknis untuk membangun layanan web Anda sendiri kami sarankan menghubungi penyedia asing yang juga dapat menjamin akses di seluruh dunia. 2. Isi: Buat 2 2

Kehadiran web yang besar, dimungkinkan hanya dengan upaya kelompok besar penulis. Cara terbaik untuk melakukan ini adalah untuk mendorong dan mendukung sejumlah sebanyak mungkin ilmuwan, peneliti atau mahasiswa pascasarjana sebagai penulis potensial. Sebuah sistem terdistribusi authoring dapat beroperasi pada beberapa tingkatan: * Organisasi pusat dapat bertanggung jawab untuk pedoman desain dan informasi kelembagaan * Perpustakaan, pusat dokumentasi dan layanan serupa dapat bertanggung jawab untuk database besar yang mencakup bibliografi, tetapi juga repositori besar (tesis, pracetak, dan laporan) * Perseorangan atau tim harus menjaga situs web mereka sendiri, dan memperkaya isinya dengan praktek pengarsipan diri. Hosting sumber daya eksternal dapat menarik bagi pihak ketiga dan meningkatkan visibilitas: Situs konferensi, repositori perangkat lunak, masyarakat ilmiah dan publikasi mereka, terutama jurnal elektronik. 3. Isi: Mengkonversi Cara mudah dan cepat lain adalah mengkonversi sumber daya informasi yang tersedia dalam format non elektronik ke halaman web. Sebagian besar universitas sudah memiliki catatan panjang kegiatan yang dapat diterbitkan dalam situs web. Sumber-sumber lain juga calon untuk konversi, termasuk kegiatan masa lalu, laporan atau gambar koleksi. 4. Interlinking Web adalah corpus hypertextual dengan link yang menghubungkan halaman. Jika konten Anda tidak dikenal (desain yang buruk, informasi yang terbatas, atau bahasa minoritas), tidak ada cukup halaman atau memiliki kualitas rendah, situs mungkin akan menerima sangat sedikit link dari situs lain. Mengukur dan mengklasifikasikan link dari orang lain bisa menjadi wawasan. Anda harus mengharapkan link "alami" dari mitra anda, seperti Lembaga lain dari wilayah Anda, organisasi-organisasi serupa, portal meliput topik Anda, kolega atau mitra pribadi. Web Anda harus membuat dampak di komunitas anda. Periksa halaman yatim, yaitu halaman tidak terhubung dari yang lain. 5. Bahasa, khususnya pergunakanlah bahasa Inggris 2 3

Para penonton Web adalah benar-benar global, sehingga Anda tidak harus berpikir secara lokal. Versi bahasa, terutama dalam bahasa Inggris, adalah wajib tidak hanya untuk halaman utama, tapi untuk bagian tertentu dan khusus dari dokumen ilmiah. 6. Media yang diperkaya (Richfiles, contoh : ppt, pdf dll) Meskipun HTML adalah format standar halaman web, kadang-kadang lebih baik untuk menggunakan format file diperkaya seperti Adobe Acrobat pdf atau MS Word doc karena memungkinkan informasi yang lebih baik dari dokumen. PostScript adalah format populer di daerah tertentu (fisika, teknik, matematika) tetapi bisa sulit untuk membuka, sehingga dianjurkan untuk memberikan versi alternatif dalam format pdf. Bandwidth tumbuh secara eksponensial, sehingga merupakan investasi yang baik untuk mengarsipkan semua bahan media yang diproduksi di repositori web. Koleksi video, wawancara, presentasi, grafik animasi, dan bahkan gambar digital bisa sangat berguna dalam jangka panjang. 7. Web yang ramah mesin pencari. Hindari menu navigasi rumit berbasis Flash, Java atau JavaScript yang dapat memblokir akses robot. Direktori bersarang atau interlinking kompleks dapat memblokir software robot juga. Database dan halaman dinamis dapat tersembunyi untuk beberapa mesin pencari, sehingga menggunakan halaman statis akan lebih baik. 8. Popularitas dan statistik Jumlah kunjungan penting, tapi tak kalah penting untuk memantau asal-usul mereka, distribusi dan penyebab mengapa mereka link ke situs web Anda. Banyak penganalisa log yang menawarkan analisis tabel dan grafik yang menunjukkan data demografi dan geografi.contoh Google Analytics 9. Pengarsipan dan ketekunan Tetap memelihara arsip material lama dalam situs harus wajib. Kadang-kadang ada informasi relevan yang hilang ketika situs tersebut didesain ulang atau diperbarui. 10. Standar untuk memperkaya situs Penggunaan judul yang bermakna dan metatag deskriptif dapat meningkatkan visibilitas situs. 2.2.5 Alamat Webometrics Alamat situs Webometrics adalah www.webometrics.info. Tampilan homepage Webometrics adalah sebagai berikut : 2 4

"Webometrics Ranking of World Universities" dikembangkan pleh Cybermetrics Lab, suatu kelompok peneliti yang tergabung dibawah Consejo Superior de Investigaciones Científicas (CSIC), lembaga riset pemerintah terbesar di Spanyol. Jenis-jenis penelitian yang dilakukan lembaga ini antara lain : 1. Pengembangan web indikator 2. Pengembangan indikator tentang sumberdaya informasi di masyarakat 3. Pengembangan indikator dan visualisasi social neteork 4. Teknik analisis dokumen di web 5. Studi gender ada kegiatan ilmuwan di web 6. Pengembangan teknik cybermetric pada posisi web dalam search engine 7. Analisis pemakaian informasi dengan teknik web mining Saat ini Cybermetric lab melakukan perangkingan atas web dari seluruh dunia dari institusi : 1. Universitas 2. Sekolah Bisnis 3. Rumah Sakit 4. Pusat Penelitian 5. Repository 2 5

2.2.6 Repository Ranking Webometrics berusaha mempromosikan Open Access Initiatives. Salah satu caranya adalah dengan mendorong orang/lembaga mempublikasikan paper dan material ilmiahnya pada suatu situs repositories interdisiplin. Syarat agar suatu repository ikut dianalisis oleh webomerics adalah : 1. Nama repository harus autonomous we domain. Contoh : repository.xxx.zz, pustaka..xxx.zz (diijinkan) xxx.zz/repository (tak diijinkan) 2. Isi situs terutama material sains. Metode perhitungan kinerja situs repository dalam webometrics mirip seperti perhitungan pada kinerja situs yang lain seperti universitas dll, meskipun juga ada perbedaannya. Parameter tersebut adalah : 1. Size (S). Banyak halaman situs yang dihitung dengan Gogle. 2. Visibility (V). Yaitu total backlink dari situs lain yang dihitung dengan MajesticSEO dan ahrefs databases. 3. Richfiles. File format pdf, doc, docx, ppt, pptx, ps, eps yang dihitung dengan Google. 4. Scholar (Sc). Dengan Google scholar database dihitung paper antara tahun 2007-2012 Selanjutnya dihitung skor dengan bobot 1:1 antara activity (Size, Richfile, Scholar) dengan impact (Visibility). Untuk repository peringkat di Indonesia adalah sbb: Tabel 14B. Peringkat Situs Repository Rank World Nama S V R Sc 1 26 Institut Teknologi Sepuluh Nopemeber 8 211 4 8 2 32 Diponegoro University Institutional 245 104 33 14 3 57 Bogor Agricultural University Scientific 110 264 7 19 4 60 Universitas Muhammadiyah Surakarta 180 295 20 11 5 73 Gunadarma University Repository 752 64 408 87 6 188 Andalas University Repository 224 80 139 767 7 238 E-Library Universitas Brawijaya 305 886 30 31 8 239 Yogyakarta State University Repository 411 666 176 64 9 363 UPN Veteran Jatim Repository 1012 688 286 140 10 364 Digital Library UIN Sunan Kalijaga 737 839 458 58 17 779 (1) UIANA Universitas Indonesia 625 1240 1087 270 22 913 Institut Teknologi Bandung 182 434 732 1366 2 6

30 1635 LIPI 1623 1558 1456 1440 BAB 3.KESIMPULAN 3.1 Perbandingan langsung antara QS dengan WEBOMETRICS adalah sebagai berikut: Tabel 15 perbandingan QS dengan WEBOMETRICS Parameter QS Webometric Jumlah Universitas yang dianalisis Jumlah Universitas yang dirank 48000 500+ 21000 6000 Beginning characteristic % mhs asing (5%) ---- (internasionalisasi) % prof asing (5%) Learning input staff Student/staff (20%) ---- (teaching) Learning input resources ---- Size (20%) Learning outputs Citation Scopus (20%) Visibility (50%) Research ---- Documents (Rich File) 15% Paper (Scholar) 15% Reputation Academic Survei (40%) Employer Survey (10%) ---- Negara Keunggulan Memperhitungkan berkembang dapat Reputasi menampilkan diri Mengukur kinerja Yang diukur bukan jangka panjang hanya prestasi risetnya Memperhitungkan Membuat situs kinerja internasionalisasi mudah dikerjakan Hasil sangat terpengaruh kualitas survey Kelemahan Penyelenggarany a adalah perusahaan swasta yang berorientasi profit Ukuran universitas sangat berpengaruh Sensitiv terhadap bad practices dalam dunia IT Terpengaruh pada kualitas data google scholar Sangat berorientasi pada metode IT Dari tabel tersebut dapat dikatakan bahwa antara QS dan Webometrics adalah saling komplementer. Sehingga kinerja unggul pada kedua lembaga pemeringkat tersebut menjadi ukuran yang lebih lengkap untuk dapat menilai kinerja universitas yang semakin mendekati realita. 2 7

3.2 Kesimpulan 1. Pada dasarnya masih dalam perdebatan banyak pakar mengenai apakah sebenarnya tujuan pemeringkatan universitas. Tetapi juga hal ini berkaitan dengan pertanyaan apakah sebenarnya tujuan suatu universitas. Untuk Indonesia, tujuan suatu institusi universitas dirumuskan dalam bentuk Tridarma Perguruan Tinggi. Namun di luar negeri tujuannya bisa tidak sama dengan yang dianut di Indonesia. Dari ketiga darma perguruan tinggi tersebut, bobot masing-masing darma bisa berbeda-beda antar perguruan tinggi yang satu dengan yang lain. 2. Tujuan pemeringkatan universitas pada awalnya dibuat oleh lembaga media komersial dengan untuk membantu meningkatkan omset media mereka, dengan cara memberikan informasi kepada masyarakat tentang biaya kuliah, fasilitas yang disediakan, banyak dan kualitas dosen yang dimiliki dsb. Informasiinformasi tersebut ditujukan terutama untuk calon mahasiswa S1. 3. Indikator yang dipergunakan untuk mendefinisikan kualitas suatu universitas oleh lembaga-lembaga pemeringkat dapat dikelompokkan menjadi 8 kelompok : yaitu 1. Beginning characteristics. 2. Learning input staff. 3. Learning input resources. 4. Learning Environment. 5. Learning outputs. 6. Final outcomes. 7. Reasearch. 8. Reputation 4. Banyak lembaga pemeringkat dengan masing-masing mempunyai pilihan indikatornya sendiri. Dengan bobot atas indicator-indikator sesuai keyakinan masing-masing. 5. Ada 3 buah sumber data untuk pemeringkatan, yaitu : 1. Sumber independent. 2. Universitas ybs secara langsung. 3. Hasil survey. 6. Tidak semua orang menyukai pemeringkatan universitas, terutama pihak-pihak yang merasa dirugikan. Namun demikian pemeringkatan universitas berkembang diseluruh dunia karena memudahkan masyarakat untuk menilai kinerja suatu universitas yang sesungguhnya memang sangat komplex. 7. Salah satu masalah yang muncul dalam pemeringkatan universitas adalah proses pengumpulan data untuk evaluasi dan kualitas data tersebut. Dalam praktek tidak mudah untuk memperoleh data-data yang lengkap, akurat dan obyektif dari universitas-universitas yang dievaluasi tersebut. 2 8

Daftar Pustaka Aguillo, Isidro F, Asian Universities and The World Rankings, The Webometrics Scenario, Proceedings International Conference on World niversity Rankings and Quality of Education 2009. Usher, Alex, University Ranking and League Tables : Their Construction and Use, Proceedings International Conference on World niversity Rankings and Quality of Education 2009. Jalal, Fasli, Nizam, Higher Education Roles to Improve the Nation's Competitivesness & the World Class University, Proceedings International Conference on World niversity Rankings and Quality of Education 2009. Webometric.info, diakses 9 Mei 2013 2 9

LAMPIRAN 1 PERINGKAT ASIA DARI QS MEI TAHUN 2010 RANK 2010 RANK 2009 UNIVERSITAS NEGARA KATE GORI SKOR 2010 SKOR 2009 1 1 University of Hong Kong A* Hong Kong B1a 100 100 2 4 The Hong Kong University of Science and Technology Hong Kong C2a 99 97.5 3 10= National University of Singapore (NUS) A* Singapore A1a 98.6 92.2 4 2 The Chinese University of Hong Kong Hong Kong B1a 98.4 99.2 5 3 The University of Tokyo Japan B1a 97.8 98 6 8 Seoul National University A* Korea, South B1a 97 94.5 7 6 Osaka University Japan B1a 96.4 95.5 8 5 Kyoto University Japan B1a 96.1 96 9 13 Tohoku University Japan B1a 94.7 90.8 10 12 Nagoya University Japan B1a 94.2 91.3 11 9 Tokyo Institute of Technology Japan C2a 93.6 92.6 12 10= Peking University China B1a 93.4 92.2 KAIST - Korea Advanced Institute of 13 7 Science & Technology A* Korea, South C2a 93.2 94.9 Pohang University of Science And Technology (POSTECH) Korea, South D3a 92.2 86.2 14 17 15 18 City University of Hong Kong Hong Kong C2a 90.9 85.3 16 15= Tsinghua University China B1a 89.4 86.3 17 15= Kyushu University Japan B1a 88 86.3 Nanyang Technological University (NTU) A* Singapore B2a 87.7 87 18 14 19 25 Yonsei University Korea, South A1a 87.2 82.8 20 19 University of Tsukuba Japan B1a 86.8 85.1 21 22 National Taiwan University (NTU) Taiwan A1a 86.7 84.2 22 20= Hokkaido University Japan B1a 86 84.8 23 20= Keio University Japan A1a 85.1 84.8 24 26 Fudan University China B1a 84.6 82.6 University of Science and Technology of China China B2a 83.8 83 25 24 26 23 Kobe University Japan B1a 81.6 83.7 27 27 Nanjing University China B1a 81 81.7 28 30= Mahidol University Thailand B1b 80.2 76.3 29 33 Korea University Korea, South A1a 79.9 74.8 30 38 The Hong Kong Polytechnic University Hong Kong B2a 79.2 72 31 43 National Cheng Kung University Taiwan B1a 79.1 69.6 32 32 Zhejiang University China A1a 78.5 75.8 33 41 Chiba University Japan B1a 77.3 70.5 34= 29 Shanghai Jiao Tong University China A1a 76.8 77.1 3 0

34= 40 National Tsing Hua University Taiwan B2a 76.8 70.7 36 30= Indian Institute of Technology Bombay (IITB) India C2a 76.7 76.3 37 34 Indian Institute of Technology Kanpur (IITK) India D2a 76.2 74.7 38 28 Hiroshima University Japan B1a 75.6 77.8 39= 37 Waseda University Japan A2a 75.4 72.2 39= 36 Indian Institute of Technology Delhi (IITD) India C2a 75.4 74.4 41 47 National Yang Ming University Taiwan D1a 74.7 66.9 42 39 Universiti Malaya (UM) A* Malaysia B1b 73.8 71.8 43 44 Sungkyunkwan University A* Korea, South B1a 73.5 69.3 44 35 Chulalongkorn University Thailand A1b 73.3 74.6 45 73 Hong Kong Baptist University Hong Kong C1b 70.8 56.9 46 63= Osaka City University Japan C1a 70.7 60.5 47 45 Nagasaki University Japan C3a 70.3 67.5 48 42 Ewha Womans University Korea, South B1b 69.7 70.1 49 46 Hanyang University Korea, South B1a 69.5 67 50 50 University of Indonesia Indonesia A1d 68.6 65.5 51 62 Kanazawa University Japan C1a 68.2 60.9 52 61 Sogang University Korea, South C2b 67.5 61.4 53 49 Indian Institute of Technology Madras (IITM) India D2a 67.4 66 54 56 Okayama University Japan B1a 67.3 63 55 53 Kumamoto University Japan C1a 66.8 64 56 72 National Taiwan University of Science And Technology (formerly National Taiwan Institute of Technology) Taiwan C3a 66.5 57.9 57 141 Indian Institute of Technology Kharagpur (IITKGP) India C3a 66.1 37.1 58= 51 Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) A* Malaysia B1b 65.4 65.4 58= 77 National Central University Taiwan C2a 65.4 56.1 58= 84 Ateneo de Manila University Philippines C1d 65.4 54.2 61 54 Yokohama National University Japan C2a 65.2 63.9 62= 71 National Sun Yat-sen University Taiwan C2a 65.1 58.1 62= 57 Kyung Hee University Korea, South B1b 65.1 62.7 64 48 Tokyo Metropolitan University Japan C2a 65 66.8 65 55 Yokohama City University Japan D3a 64.9 63.2 Indian Institute of Technology Guwahati 66 171= (IITG) India D2a 64.8 30.9 67 60 University of Delhi India A1b 64.4 61.9 68 Tokyo Medical and Dental University Japan D3a 64.3 69 69 Universiti Sains Malaysia (USM) Malaysia B1b 64.2 58.4 70 70 Tianjin University China B2a 64 58.2 71= 58 Pusan National University Korea, South B1b 63.9 62.2 71= 74 National Chiao Tung University Taiwan B2a 63.9 56.7 73 59 Gifu University Japan C1a 63.4 62 74 68 Gunma University Japan C3a 62.6 58.7 3 1

75= 94 Tongji University China B1a 61.8 51.7 75= 63= Indian Institute of Technology Roorkee (IITR) India D3a 61.8 60.5 77 90 Universiti Putra Malaysia (UPM) Malaysia B1b 61.6 53 78 63= University of the Philippines Philippines A1c 61.4 60.5 79 81 Chiang Mai University Thailand A1b 61.2 54.7 80 75 Xi'an Jiaotong University China A1a 61.1 56.4 81 University of Hyderabad India D1b 60.5 82 82= Universiti Teknologi Malaysia (UTM) A* Malaysia B2b 59.8 54.5 83 92 Inha University A* Korea, South B1b 59.6 51.9 84 82= Kyungpook National University Korea, South B1b 59.4 54.5 85 63= Universitas Gadjah Mada Indonesia A1d 58.5 60.5 86 86 Tokai University Japan B1b 58.4 53.6 87 95 Southeast University China B1a 57.8 51.2 88 78 Niigata University Japan B1b 57.6 56 89= 91 Chang Gung University Taiwan C3a 57.4 52.9 89= 110= Beijing Normal University China B2a 57.4 45.8 91 85 Thammasat University Thailand A1c 57.2 53.8 92 97 Chonbuk National University Korea, South B1b 56.9 50.4 93 79 Ochanomizu University Japan D2b 56.4 55.2 94 87 Mie University Japan C1b 56.3 53.5 95 101= The Catholic University of Korea Korea, South C1a 55.8 48.9 96 130= University of Mumbai India A1c 55.4 39.3 97= 98 Ajou University Korea, South B1b 54.7 49.9 97= Osaka Prefecture University Japan C2a 54.7 99= 88 Chonnam National University Korea, South B1b 54.5 53.4 99= 110= University of Calcutta India A2b 54.5 45.8 101= 109 Prince of Songkla University Thailand A1c 54.4 46.3 101= 144= University of Santo Tomas Philippines A1d 54.4 36.6 Tokyo University of Agriculture and 101= 93 Technology Japan C3a 54.4 51.8 104 105 National Taiwan Normal University Taiwan B2b 53.9 47.8 105 130= Yamaguchi University Japan C1b 53.5 39.3 106 76 De La Salle University Philippines C2c 53.3 56.3 107 101= Shandong University China A1a 53 48.9 108 104 University of Ulsan Korea, South B1b 52.8 48.3 109= 100 University of Pune India A2c 52.5 49 109= 116 Jilin University China A1a 52.5 44.4 109= 130= Airlangga University Indonesia B1d 52.5 39.3 109= 114= National Chung Hsing University Taiwan B2a 52.5 45.2 113= 127 Fu Jen Catholic University Taiwan B1c 52.2 40.2 113= 80 Bandung Institute of Technology (ITB) Indonesia B2c 52.2 54.8 113= 89 Kagoshima University Japan C1a 52.2 53.3 116 112 Ritsumeikan University Japan A2b 52.1 45.4 117 99 Chungnam National University Korea, South B1b 51.7 49.6 118 103 Hallym University Korea, South C1b 50.9 48.4 119 119 Bogor Agricultural University Indonesia B2c 49.9 43.9 120 125= Sun Yat-sen University China A1a 49.4 41.2 3 2

121 106 Saitama University Japan C2a 49.2 47.2 122 113 Khon Kaen University Thailand A1c 49 45.3 123= 125= Aoyama Gakuin University Japan B2c 48.4 41.2 123= 124 Doshisha University Japan B2b 48.4 41.4 125 117 National Chengchi University A* Taiwan B2c 47.7 44.3 126 108 Kasetsart University Thailand A2b 47.5 46.5 127 191= Sophia University Japan C2b 46.7 26.9 128 121 Nankai University China B1b 46.5 43.1 129 114= Chung-Ang University Korea, South B1b 46.2 45.2 130 136 Yamagata University Japan C1b 45.4 38.4 131 201= University of Miyazaki Japan C1b 44.6 21.7 132 146 Beijing Institute of Technology China B3a 44.1 36.3 133 151= Saga University Japan C1b 43.8 35.3 134 120 Shinshu University Japan C1a 43.4 43.8 135= 128 Kinki University (Kindai University) Japan A1b 43.2 39.8 135= 161= Kyushu Institute of Technology Japan C3a 43.2 33 137= 107 Hankuk (Korea) University of Foreign Studies Korea, South B2c 42.9 47.1 137= 129 Konkuk University Korea, South B1b 42.9 39.5 Huazhong University of Science and 139= 161= Technology China A1a 42.7 31.6 139= 133 Gyeongsang National University Korea, South B1b 42.7 39 139= 201= Shanghai University China A2a 42.7 23.1 142 137 Shizuoka University Japan C2a 42.6 38.3 143 150= University of Seoul Korea, South C2b 42.4 35.4 144 122 Kitasato University Japan C4a 42.1 42.9 145 201= Wuhan University China A1a 42 22.9 146 201= Chungbuk National University Korea, South B1b 41.4 21.1 East China University of Science and Technology China B2a 41.3 37.7 147 140 148 139 Dankook University Korea, South B1c 41.2 37.9 149 161= China Agricultural University China B1b 41 32 150= 134 Dongguk University Korea, South B1c 40.9 38.7 150= 123 Kangnung National University Korea, South C2c 40.9 41.5 151= 181= Central South University China A1a 28.5 151= 201= Nara Women's University Japan D2b 17.5 151= 201= Harbin Institute of Technology China A3a 21.6 151= 201= Feng Chia University Taiwan B3a 18.3 151= 181= International Christian University Japan D2c 28.4 151= 135 Soonchunhyang University Korea, South C1b 38.6 International Islamic University Malaysia 151= 201= (IIUM) A* Malaysia B1c 21.9 151= 201= Sookmyung Women's University Korea, South C2b 23.3 University of Science and Technology Beijing China B2a 24.2 151= 201= 161= 191= Gakushuin University Japan C3b 27.4 161= 201= Inje University Korea, South C1b 24.1 161= 181= Beihang University (former BAUU) China B2a 29 161= 201= Padjadjaran University Indonesia A3d 19.6 3 3

161= 161= Donghua University China B3a 33.1 161= 144= Nanjing Agricultural University China B2b 36.6 161= 171= Diponegoro University Indonesia A1d 30.5 161= 201= Yeungnam University Korea, South B1b 21.4 161= 151= Dalian University of Technology China A2a 33.4 161= 191= National Chung Cheng University Taiwan C2a 27.1 161= Toyota Technological Institute Japan D3a 161= 201= Beijing University of Technology China B2a 24.7 171= 201= Osaka Kyoiku University Japan D2c 22.2 National University of Defense Technology China B3a 171= 171= Kwansei Gakuin University Japan B2c 171= Nihon University Japan A1b 171= 118 Hirosaki University Japan C1b 44.1 171= 138 Dong-A University Korea, South B1c 38 171= 150= Lanzhou University China B2a 35.4 171= 201= Kangwon National University Korea, South B1b 14.4 171= 151= Cheju National University Korea, South C1b 33.9 Beijing University of Posts and Telecommunications China B2a 21.5 181= 201= 181= 181= Sichuan University China A1a 28.7 181= 148 East China Normal University China B2a 35.7 181= 201= National Taiwan Ocean University Taiwan C3a 24.7 181= 149 Sejong University Korea, South B2b 35.5 181= 201= Shanghai Normal University China B2a 20 181= 201= Beijing Jiaotong University China B2a 16.3 181= 151= Xiamen University China A1b 34.8 181= 161= Kumoh National Institute of Technology Korea, South C4b 32.6 191= 201= University of Electronic Science and Technology of China China B2a 24.4 Beijing University of Chemical Technology China B2a 22.1 191= 201= 191= 151= Hannam University Korea, South B2c 34.8 191= 201= HanDong Global University Korea, South D2c 21.6 191= 201= Lingnan University (Hong Kong) Hong Kong D4a 25.8 191= 147 Kochi University Japan C1b 36 191= 151= Chosun University Korea, South B1b 35 191= 171= Hongik University Korea, South B3b 31.4 191= 142 Kyoto Institute of Technology Japan D3a 36.9 191= 201= National Chi Nan University Taiwan C3b 25.5 3 4

Penjelasan kolom KATEGORI Fully Comprehensive Operational in all 5 faculty areas, has a medical school Comprehensive Operational in all 5 faculty areas1 Focused Operational in 3 or 4 faculty areas1 Specialist Operational in 1 or 2 faculty areas1 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 Research Activity Level Very High Research Activity High Research Activity Moderate Research Activity Limited or No Research Activity Research Activity Level2 Very High Research Activity High Research Activity Moderate Research Activity Limited or No Research Activity Research Activity Level2 Very High Research Activity High Research Activity Moderate Research Activity Limited or No Research Activity Research Activity Level2 Large >=12,000 FTE Students Mediumsized >=5,000 <12,000 FTE Students Small <5,000 FTE Students A E I 10,000 5,000 2,500 3,000 1,500 750 500 250 100 0 0 0 B F J 5,000 2,500 1,250 1,500 750 400 250 100 50 0 0 0 C G K 2,500 1,250 650 750 400 200 100 50 50 0 0 0 D H L 2 x mean 2 x mean 2 x mean Very High Research for for for 1 Activity specialist specialist specialist areas areas areas 2 High Research 1 x mean 1 x mean 1 x mean 3 5

3 4 Activity Moderate Research Activity Limited or No Research Activity for specialist areas 0.5 x mean for specialist areas for specialist areas 0.5 x mean for specialist areas for specialist areas 0.5 x mean for specialist areas 0 0 0 Contoh : A1 = Large; Fully Comprehensive; Very High Research Activity (e.g. Harvard, Cambridge, NUS) A2 = Large; Fully Comprehensive; High Research Activity (e.g. Auckland, University College Dublin) G1 = Medium-sized; Focused; Very High Research Activity (e.g. Tokyo Institute of Technology) H1 = Medium-sized; Specialist; Very High Research Activity (e.g. London School of Economics) Faculty areas are the 5 faculty areas covered by the QS World University Rankings Academic Peer Review: Arts & Humanities; Engineering & Technology; Life Sciences & Medicine; Natural & Physical Sciences; Social Sciences Research activity levels are defined against thresholds in terms of number of papers identified in Scopus for a 5 year period 3 6

Lampiran 2 PERINGKAT NEGARA ASIA MENURUT JUMLAH UNIVERSITAS YANG MASUK DALAM QS MEI TAHUN 2010 NEGARA JUMLAH UNIVERSITAS RANK TOP UNIVERSITAS JAPAN 56 5 KOREA SELATAN 42 6 CHINA 40 12 TAIWAN 17 21 INDIA 12 36 THAILAND 7 28 INDONESIA 7 50 HONGKONG 7 1 MALAYSIA 5 42 FILIPINA 4 58 SINGAPORE 2 3 Lampiran 3 PERINGKAT NEGARA ASIA MENURUT RANK TOP UNIVERSITAS YANG MASUK DALAM QS MEI TAHUN 2010 NEGARA JUMLAH UNIVERSITAS RANK TOP UNIVERSITAS HONGKONG 7 1 SINGAPORE 2 3 JAPAN 56 5 KOREA SELATAN 42 6 CHINA 40 12 TAIWAN 17 21 THAILAND 7 28 INDIA 12 36 MALAYSIA 5 42 INDONESIA 7 50 FILIPINA 4 58 3 7

Lampiran 4 PERINGKAT MENURUT QS MEI TAHUN 2010 UNTUK ASIA TENGGARA RANK 2010 RANK 2009 UNIVERSITAS NEGARA KATE GORI SKOR 2010 SKOR 2009 3 10= National University of Singapore (NUS) A* Singapore A1a 98.6 92.2 18 14 Nanyang Technological University (NTU) A* Singapore B2a 87.7 87 28 30= Mahidol University Thailand B1b 80.2 76.3 42 39 Universiti Malaya (UM) A* Malaysia B1b 73.8 71.8 44 35 Chulalongkorn University Thailand A1b 73.3 74.6 50 50 University of Indonesia Indonesia A1d 68.6 65.5 69 69 Universiti Sains Malaysia (USM) Malaysia B1b 64.2 58.4 77 90 Universiti Putra Malaysia (UPM) Malaysia B1b 61.6 53 78 63= University of the Philippines Philippines A1c 61.4 60.5 79 81 Chiang Mai University Thailand A1b 61.2 54.7 82 82= Universiti Teknologi Malaysia (UTM) A* Malaysia B2b 59.8 54.5 85 63= Universitas Gadjah Mada Indonesia A1d 58.5 60.5 91 85 Thammasat University Thailand A1c 57.2 53.8 106 76 De La Salle University Philippines C2c 53.3 56.3 119 119 Bogor Agricultural University Indonesia B2c 49.9 43.9 122 113 Khon Kaen University Thailand A1c 49 45.3 126 108 Kasetsart University Thailand A2b 47.5 46.5 101= 144= University of Santo Tomas Philippines A1d 54.4 36.6 101= 109 Prince of Songkla University Thailand A1c 54.4 46.3 109= 130= Airlangga University Indonesia B1d 52.5 39.3 113= 80 Bandung Institute of Technology (ITB) Indonesia B2c 52.2 54.8 151= 201= International Islamic University Malaysia (IIUM) A* Malaysia B1c 21.9 161= 201= Padjadjaran University Indonesia A3d 19.6 161= 171= Diponegoro University Indonesia A1d 30.5 58= 51 Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) A* Malaysia B1b 65.4 65.4 58= 84 Ateneo de Manila University Philippines C1d 65.4 54.2 3 8

Lampiran 5 PERINGKAT WEBOMETRICS JANUARI 2010 100 TOP RANK ASIA WORLD RANK SIZE VISIBILITY RICH FILES SCH OLAR NO NAMA UNIVERSITAS 1 University of Tokyo 38 17 63 59 35 2 Kyoto University 52 54 106 50 26 3 National Taiwan University 63 53 158 36 8 4 University of Hong Kong 128 109 150 318 96 5 Chinese University of Hong Kong 130 137 309 118 25 6 Hebrew University of Jerusalem 133 199 107 125 460 7 Keio University 136 62 112 260 479 8 National University of Singapore 146 120 210 122 192 9 National Chiao Tung University 153 175 348 224 10 10 Nagoya University 161 112 269 185 118 11 Tel Aviv University 168 183 281 35 392 12 Peking University 170 173 200 274 130 13 Osaka University 178 135 286 104 276 Korea Advanced Institute of Science & Technology 179 45 489 109 83 14 15 National Cheng Kung University 184 182 514 145 7 16 University of Tsukuba 190 158 323 270 66 17 Tohoku University 196 97 289 263 213 18 King Saud University 199 775 162 230 121 19 Technion Israel Institute of Technology 201 301 292 52 408 20 Tsinghua University China 217 197 252 439 97 21 Seoul National University 224 151 291 361 150 22 Kasetsart University 229 459 156 324 354 23 National Tsing Hua University Taiwan 250 220 621 147 28 24 National Sun Yat-Sen University 268 524 530 175 24 25 Tokyo Institute of Technology 274 155 354 296 335 26 Kyushu University 287 138 381 352 310 27 Weizmann Institute of Science 305 370 225 279 738 Hong Kong University of Science & Technology 310 443 529 131 148 28 29 National Chung Hsing University 313 291 913 401 3 30 National Taiwan Normal University 314 167 400 300 467 31 National Central University 321 283 762 353 9 3 9

32 National Chengchi University 327 157 540 287 265 33 Prince of Songkla University 338 236 236 658 587 34 Mahidol University 381 473 394 947 91 35 Hiroshima University 389 186 484 373 712 36 Shanghai Jiao Tong University 396 181 602 490 303 37 Chulalongkorn University 398 541 445 474 291 King Fahd University of Petroleum & 38 Minerals 404 398 468 466 440 39 City University of Hong Kong 405 598 578 338 227 40 Zhejiang University 413 275 783 505 101 41 Hong Kong Polytechnic University 438 471 520 494 420 42 Kobe University 442 423 456 837 281 Fudan University (Shanghai Medical 43 University)* 452 412 630 458 351 44 Ben Gurion University of the Negev 460 471 735 169 608 45 Indian Institute of Technology Bombay 461 349 816 277 422 46 National Chung Cheng University 462 496 988 370 67 47 Nanyang Technological University 468 434 560 718 311 48 Yonsei University* 475 300 711 508 431 49 Chiang Mai University* 478 666 414 523 807 50 Tamkang University 483 291 849 407 375 51 Korea University* 493 453 708 816 122 52 King Abdulaziz University 496 860 868 358 127 53 Ritsumeikan University* 497 322 522 937 499 54 Middle East Technical University* 499 418 794 315 563 55 United Nations University 506 806 364 896 605 56 University of Haifa 515 633 753 189 868 Pohang University of Science & 57 Technology 518 405 804 501 462 58 Bogazici University 523 873 498 499 786 59 Okayama University 548 379 1,071 507 248 60 Bar Ilan University 550 907 720 205 906 61 I-Shou University 561 776 1,180 262 212 62 Universitas Gadjah Mada 562 602 421 1,028 827 63 Nanjing University 563 676 561 659 733 64 Shandong University 564 309 1,203 543 201 65 Indian Institute of Science Bangalore 565 400 1,208 434 235 66 Khon Kaen University 567 824 387 703 1,214 67 Bilkent University 607 421 990 461 641 68 Hong Kong Baptist University 608 465 732 570 937 4 0

69 Hosei University 610 625 810 797 395 National Taiwan University of Science & 70 Technology 618 528 1,526 562 57 71 Shinshu University 626 492 1,103 519 437 National Yunlin University of Science & 72 Technology 653 1,008 899 1,143 77 73 Fu Jen Catholic University 656 576 788 398 1,310 74 Institute of Technology Bandung 661 564 657 1,138 654 75 East China Normal University 662 481 1,309 387 483 76 University of Electro-Communications 673 694 812 631 840 77 Sungkyunkwan University* 678 608 1,077 921 228 78 Indian Institute of Technology Kanpur 681 958 782 643 739 79 Hokkaido University 682 110 318 317 9,750 80 Wuhan University 683 381 878 817 860 81 Universiti Putra Malaysia 686 688 887 1,064 342 82 Tokyo University of Science* 695 810 566 836 1,264 83 Gunma University 697 1,010 637 1,175 562 84 Thammasat University 700 525 748 1,035 846 85 Kanazawa University 703 543 1,252 960 157 Kyungpook (Kyungbook) National 86 University* 710 161 814 1,354 1,051 87 Providence University 711 872 1,278 547 285 88 Tokai University 714 448 862 956 810 89 Waseda University 718 1,101 490 985 1,218 Japan Advanced Institute of Science & 90 Technology 720 574 1,040 1,204 263 91 Feng Chia University 723 644 1,452 1,065 55 92 Universiti Sains Malaysia 725 500 1,097 1,195 256 93 Doshisha University 727 463 893 983 744 94 Universiti Teknologi Malaysia 733 519 1,487 852 126 95 Xiamen University 740 363 1,315 961 325 96 Niigata University 743 560 949 893 693 97 Meiji University 750 498 982 971 709 98 Yamagata University 764 552 963 682 1,157 Southern Taiwan University of 99 Technology 767 448 1,714 382 566 100 Chiba University 769 534 817 728 1,587 LAMPIRAN 6 4 1

PERINGKAT NEGARA ASIA YANG MASUK DALAM WEBOMETRIC ASIA JANUARI 2010 PER JUMLAH UNIVERSITAS YANG MASUK NO NEGARA JUMLAH TOP 1 JEPANG 29 1 2 TAIWAN 18 3 3 CHINA 10 12 4 ISRAEL 7 11 5 KOREA 7 14 6 THAILAND 7 22 7 HONGKONG 6 4 8 SAUDI ARABIA 3 18 9 TURKI 3 58 10 INDIA 3 78 11 MALAYSIA 3 92 12 SINGAPURA 2 8 13 INDONESIA 2 62 JUMLAH 100 LAMPIRAN 7 4 2

PERINGKAT NEGARA ASIA YANG MASUK DALAM WEBOMETRIC ASIA JANUARI 2010 PER RANK UNIVERSITAS TERBAIK NO NEGARA JUMLAH TOP 1 JEPANG 29 1 2 TAIWAN 18 3 3 HONGKONG 6 4 4 SINGAPURA 2 8 5 ISRAEL 7 11 6 CHINA 10 12 7 KOREA 7 14 8 SAUDI ARABIA 3 18 9 THAILAND 7 22 10 TURKI 3 58 11 INDONESIA 2 62 12 INDIA 3 78 13 MALAYSIA 3 92 JUMLAH 100 Lampiran 8 4 3

WEBOMETRICS 100 TOP RANK ASIA TENGGARA JANUARI 2010 NO NAMA UNIVERSITAS SEA RANK WORLD RANK SIZE VISIBILITY RICH FILES SCHOLAR 1 National University of Singapore 1 146 120 210 122 192 2 Kasetsart University 2 229 459 156 324 354 3 Prince of Songkla University 3 338 236 236 658 587 4 Mahidol University 4 381 473 394 947 91 5 Chulalongkorn University 5 398 541 445 474 291 Nanyang Technological 6 University 6 468 434 560 718 311 7 Chiang Mai University* 7 478 666 414 523 807 8 Universitas Gadjah Mada 8 562 602 421 1,028 827 9 Khon Kaen University 9 567 824 387 703 1,214 10 Institute of Technology Bandung 10 661 564 657 1,138 654 11 Universiti Putra Malaysia 11 686 688 887 1,064 342 12 Thammasat University 12 700 525 748 1,035 846 13 Universiti Sains Malaysia 13 725 500 1,097 1,195 256 14 Universiti Teknologi Malaysia 14 733 519 1,487 852 126 Asian Institute of Technology 15 Thailand 15 770 436 846 1,218 992 16 University of Malaya 16 778 857 1,328 1,239 100 17 University of Indonesia 17 815 903 1,007 741 981 King Mongkut s University of 18 Technology Thonburi 18 822 836 682 1,100 1,437 19 Petra Christian University 19 854 1,137 1,794 964 59 20 Naresuan University 20 924 1,687 591 1,088 1,775 21 Burapha University 21 967 958 778 965 2,228 22 Universiti Kebangsaan Malaysia 22 985 849 1,515 1,063 614 University of the Philippines 23 Diliman* 23 1,007 1,262 1,219 1,759 459 24 Gunadarma University 24 1,025 883 1,590 1,106 613 King Mongkut's Institute of 25 Technology Ladkrabang 25 1,034 1,463 728 1,702 1,519 Suranaree University of 26 Technology 26 1,101 903 1,822 742 1,060 27 Srinakharinwirot University 27 1,202 1,664 1,284 1,113 1,459 28 Universitas Negeri Malang* 28 1,256 3,545 1,873 1,544 107 29 Silpakorn University 29 1,294 1,484 1,362 1,086 1,943 30 Ramkhamhaeng University 30 1,313 630 1,045 1,622 3,370 4 4

31 Institut Teknologi Sepuluh Nopember 31 1,315 1,289 885 2,716 2,094 32 Assumption University of Thailand 32 1,326 1,253 1,335 1,922 1,547 33 Sripatum University 33 1,350 614 1,460 1,824 2,186 Rajamangala University of 34 Technology Lanna 34 1,357 2,135 531 2,717 3,541 35 Universiti Teknologi Mara 35 1,367 1,010 1,285 1,870 2,254 36 Universiti Malaysia Perlis 36 1,413 1,697 1,518 3,974 501 37 Universiti Utara Malaysia 37 1,454 1,623 2,249 1,531 776 38 Mahasarakham University 38 1,470 1,542 1,547 1,572 1,905 39 Multimedia University 39 1,528 1,173 1,595 1,771 2,250 Ho Chi Minh City University of 40 Technology 40 1,535 2,044 1,707 1,227 1,976 41 University of the Thai Chamber of Commerce 41 1,573 2,428 2,364 1,104 1,120 42 International Islamic University Malaysia 42 1,576 2,199 1,510 2,034 1,747 43 Universitas Sebelas Maret 43 1,585 1,386 1,224 3,070 2,479 44 Ubonratchathani University 44 1,625 852 1,753 1,397 3,460 45 Airlangga University 45 1,628 1,287 2,863 3,767 231 King Mongkut's University of 46 Technology North Bangkok 46 1,654 2,407 1,667 2,044 1,630 47 De la Salle University Manila 47 1,738 2,090 2,076 1,514 1,992 48 Bangkok University 48 1,752 767 1,901 1,739 3,645 Singapore Management 49 University 49 1,779 2,744 2,214 2,264 1,099 50 Ho Chi Minh City University of Science (Natural Sciences) 50 1,799 2,300 1,756 1,734 2,615 51 Maejo University 51 1,828 1,350 1,731 2,145 3,187 52 National Institute of Education 52 1,877 2,659 3,270 1,565 783 53 Walailak University 53 1,888 2,347 1,950 1,916 2,383 54 Rajabhat Institute Chandrakasem 54 1,939 2,258 1,174 2,193 5,311 55 Can Tho University 55 1,940 2,670 2,538 1,135 2,318 Sdusuan Dusit Rajabhat 56 University 56 1,957 3,162 1,144 1,869 5,048 57 National Institute of Development Administration 57 1,991 2,248 3,025 2,040 1,186 58 Brawijaya University 58 2,026 2,671 1,825 3,542 1,975 59 Diponegoro University 59 2,059 2,353 3,209 4,343 426 60 Ateneo de Manila University 60 2,079 2,224 2,143 2,555 2,521 61 Bogor Agricultural University 61 2,162 3,053 1,912 4,989 1,569 4 5

62 Mahanakorn University of Technology 62 2,166 2,078 2,586 1,524 3,243 63 Vietnam National University 63 2,212 3,308 1,947 2,525 2,932 64 Mae Fah Luang University 64 2,231 2,420 1,734 2,513 4,442 65 Universitas Padjadjaran 65 2,236 2,902 2,423 3,239 1,880 University of Nottingham 66 Malaysia 66 2,273 5,233 2,256 3,927 1,091 Indonesia University of 67 Education* 67 2,298 1,436 1,763 4,117 4,423 68 Nong Lam University 68 2,301 976 4,325 2,446 1,576 69 Suan Sunandha Rajabhat University 69 2,311 2,989 1,190 3,237 6,704 70 Universitas Sriwijaya 70 2,337 2,352 4,644 4,631 193 Sukhothai Thammathirat Open University 71 2,345 1,048 2,689 1,591 5,677 71 72 Rangsit University 72 2,373 2,681 2,252 2,691 3,376 73 Temasek Polytechnic 73 2,406 2,470 2,109 2,572 4,232 74 Universitas Islam Indonesia 74 2,422 3,026 3,764 4,965 470 75 Dhurakijpundit University 75 2,433 2,596 1,919 2,697 4,893 Universitas Muhammadiyah Surakarta 76 2,471 3,839 5,423 2,829 185 76 77 Hanoi University of Technology 77 2,492 3,332 1,671 4,852 3,493 78 Universiti Malaysia Pahang 78 2,546 3,280 4,136 1,341 2,088 79 Payap University 79 2,549 2,279 2,746 2,334 3,887 80 Thaksin University 80 2,588 1,882 2,672 1,708 6,004 Informatics and Computer College Stmik Amikom 81 2,616 4,537 3,492 5,928 472 81 82 Singapore Polytechnic 82 2,629 1,954 2,315 3,152 5,066 83 Universiti Tenaga Nasional 83 2,665 2,877 4,348 2,244 1,632 84 Universiti Malaysia Sabah 84 2,681 2,271 2,844 4,153 2,899 85 Universitas Lampung 85 2,692 2,699 3,309 3,465 2,336 86 Institut Teknologi Telkom (Sekolah Tinggi Teknologi Telkom)* 86 2,704 1,760 3,092 2,792 4,078 87 University of the Philippines Los Baños 87 2,764 4,584 2,437 7,741 1,296 88 Songkhla Rajabhat University 88 2,784 3,839 1,473 2,941 9,750 Mahachulalongkornrajavidyalaya 89 University 89 2,843 2,832 1,964 3,704 6,507 90 Rajamangala University of Technology Phra Nakhon 90 2,896 2,729 3,522 2,698 3,516 91 Pibulsongkram Rajabhat University 91 2,922 3,611 2,372 2,586 6,261 4 6

92 An Giang University 92 2,928 2,293 5,246 4,100 1,144 93 Mahamakut Buddhist University 93 2,955 2,570 1,516 5,765 8,563 94 University of the Philippines 94 2,972 2,832 1,600 7,111 5,910 Rajabhat Maha Sarakham 95 University 95 3,016 5,332 2,304 3,469 4,381 Rajamangala University of 96 Technology Thanyaburi 96 3,020 2,141 4,261 2,341 3,623 Rajamangala University of 97 Technology Isan 97 3,093 2,513 3,033 2,764 6,042 98 Water Resources University 98 3,096 4,973 2,468 4,374 3,736 99 Ho Chi Minh City University of Economics 99 3,118 4,439 2,574 2,328 6,429 100 Yogyakarta State University 100 3,135 3,788 2,589 6,278 3,084 Lampiran 9 PERINGKAT NEGARA ASEAN YANG MASUK DALAM WEBOMETRIC TAHUN JANUARI 2010 PER JUMLAH UNIVERSITAS DI ASIA TENGGARA RANK RANK NO NEGARA JUMLAH TOP 1 THAILAND 45 2 2 INDONESIA 21 8 3 MALAYSIA 14 11 4 VIETNAM 9 50 5 SINGAPURA 6 1 6 FILIPINA 5 23 JUMLAH 100 Lampiran 10 PERINGKAT NEGARA ASEAN 4 7

YANG MASUK DALAM WEBOMETRIC TAHUN JANUARI 2010 PER RANK UNIVERSITAS TERBAIK DI ASIA TENGGARA RANK RANK NO NEGARA JUMLAH TOP 1 SINGAPURA 6 1 2 THAILAND 45 2 3 INDONESIA 21 8 4 MALAYSIA 14 11 5 FILIPINA 5 23 6 VIETNAM 9 50 JUMLAH 100 Lampiran 11 TABEL KOTA DENGAN JUMLAH PERGURUAN TINGGI DI INDONESIA YANG MASUK DALAM WEBOMETRIK ASIA TENGGARA JANUARI 210 DISTRIBUSI PERKOTA KOTA PTN PTS JAKARTA 2 1 BANDUNG 2 1 JOGJA 2 2 SOLO 1 1 SURABAYA 2 1 MALANG 2 - BOGOR 1 - SEMARANG 1 - LAMPUNG 1 - PALEMBANG 1 - JUMLAH 15 6 4 8

NO NAMA UNIVERSITAS Lampiran 12 PERGURUAN TINGGI DI INDONESIA YANG MASUK DALAM WEBOMETRICS 2010 TOP RANK ASIA TENGGARA SEA RANK WORLD RANK SIZE VISIBILITY RICH FILES SCHOL AR 1 Universitas Gadjah Mada 8 562 602 421 1,028 827 2 Institute of Technology Bandung 10 661 564 657 1,138 654 3 University of Indonesia 17 815 903 1,007 741 981 4 Petra Christian University 19 854 1,137 1,794 964 59 5 Gunadarma University 24 1,025 883 1,590 1,106 613 6 Universitas Negeri Malang* 28 1,256 3,545 1,873 1,544 107 7 Institut Teknologi Sepuluh Nopember 31 1,315 1,289 885 2,716 2,094 8 Universitas Sebelas Maret 43 1,585 1,386 1,224 3,070 2,479 9 Airlangga University 45 1,628 1,287 2,863 3,767 231 10 Brawijaya University 58 2,026 2,671 1,825 3,542 1,975 11 Diponegoro University 59 2,059 2,353 3,209 4,343 426 12 Bogor Agricultural University 61 2,162 3,053 1,912 4,989 1,569 13 Universitas Padjadjaran 65 2,236 2,902 2,423 3,239 1,880 14 Indonesia University of Education* 67 2,298 1,436 1,763 4,117 4,423 15 Universitas Sriwijaya 70 2,337 2,352 4,644 4,631 193 16 Universitas Islam Indonesia 74 2,422 3,026 3,764 4,965 470 17 Universitas Muhammadiyah Surakarta 76 2,471 3,839 5,423 2,829 185 18 Informatics and Computer College Stmik Amikom 81 2,616 4,537 3,492 5,928 472 19 Universitas Lampung 85 2,692 2,699 3,309 3,465 2,336 Institut Teknologi Telkom (Sekolah Tinggi Teknologi 20 Telkom)* 86 2,704 1,760 3,092 2,792 4,078 21 Yogyakarta State University 100 3,135 3,788 2,589 6,278 3,084 4 9

Lampiran 13 RANKING WEBOMETRIC UNIVERSITAS DI INDONESIA JANUARI 2010 INDO- NESIA RANK WORLD RANK UNIVERSITY SIZE VISIBI LITY RICH FILES SCHOL AR 1 562 Universitas Gadjah Mada 602 421 1,028 827 2 661 Institute of Technology Bandung 564 657 1,138 654 3 815 University of Indonesia 903 1,007 741 981 4 854 Petra Christian University 1,137 1,794 964 59 5 1025 Gunadarma University 883 1,59 1,106 613 6 1256 Universitas Negeri Malang* 3,545 1,873 1,544 107 7 1315 Institut Teknologi Sepuluh Nopember 1,289 885 2,716 2,094 8 1585 Universitas Sebelas Maret 1,386 1,224 3,07 2,479 9 1628 Airlangga University 1,287 2,863 3,767 231 10 2026 Brawijaya University 2,671 1,825 3,542 1,975 11 2059 Diponegoro University 2,353 3,209 4,343 426 12 2162 Bogor Agricultural University 3,053 1,912 4,989 1,569 13 2236 Universitas Padjadjaran 2,902 2,423 3,239 1,88 14 2298 Indonesia University of Education* 1,436 1,763 4,117 4,423 15 2337 Universitas Sriwijaya 2,352 4,644 4,631 193 16 2422 Universitas Islam Indonesia 3,026 3,764 4,965 470 Universitas Muhammadiyah 17 2471 Surakarta 3,839 5,423 2,829 185 Informatics and Computer College 18 2616 Stmik Amikom 4,537 3,492 5,928 472 19 2692 Universitas Lampung 2,699 3,309 3,465 2,336 Institut Teknologi Telkom (Sekolah 20 2704 Tinggi Teknologi Telkom)* 1,76 3,092 2,792 4,078 21 3135 Yogyakarta State University 3,788 2,589 6,278 3,084 Electronic Engineering Polytechnic Institute of Surabaya 5,168 2,826 1,728 6,192 22 3157 23 3223 Universitas Hasanuddin University 4,519 3,4 2,656 4,046 24 3302 Universitas Mercu Buana 4,339 4,554 4,641 1,497 25 3307 Universitas Sumatera Utara 2,659 4,111 4,224 3,031 26 3473 Universitas Jember 3,064 5,376 3,067 2,58 27 3481 Universitas Udayana 4,845 3,387 5,017 3,095 28 3620 Bina Nusantara University 3,426 3,154 4,4 5,946 29 3724 Universitas Negeri Semarang 3,285 4,727 6,448 2,139 30 3926 Universitas Surabaya 2,909 2,092 8,851 9,75 31 4163 Universitas Budi Luhur 7,037 4,232 5,201 2,894 Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya 3,428 3,51 6,561 9,75 32 4613 33 4660 Universitas Katolik Parahyangan 5,275 6,152 4,369 3,364 34 4667 Universitas Jenderal Soedirman 5,369 4,234 4,511 7,086 35 4729 Universitas Muhammadiyah Malang 4,711 5,934 4,678 4,013 5 0

36 4803 Universitas Sanata Dharma 5,907 5,097 5,398 4,282 37 4816 Duta Wacana Christian University 3,901 6,416 3,086 5,852 38 4878 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta 5,004 4,493 5,342 6,825 39 5275 Maranatha Christian University 5,636 3,564 8,025 9,75 40 5496 Atma Jaya Yogyakarta University 5,316 7,267 4,614 4,381 41 5768 Universitas Trisakti 4,933 4,591 10,254 7,515 42 5955 Universitas Riau Beranda 6,019 7,545 6,14 4,001 43 6076 Ahmad Dahlan University 5,389 5,528 7,356 8,563 44 6193 Universitas Tarumanagara* 7,25 4,974 7,272 8,563 45 6385 Universitas Dian Nuswantoro 6,313 6,162 6,583 8,001 46 6405 Unikom 2,632 7,148 7,33 9,75 47 6412 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa 9,63 2,537 15,764 9,75 48 6486 Institut Sains & Teknologi Akprind 5,86 8,269 3,681 7,631 49 6696 Universitas Terbuka 5,911 6,276 7,734 8,563 50 6697 Universitas Negeri Jakarta 5,546 6,773 7,718 7,515 51 6740 Universitas Negeri Medan 6,94 5,351 8,494 9,75 52 7198 Andalas University 7,429 7,679 6,495 6,825 53 7290 Universitas Paramadina 7,47 6,139 11,892 6,704 54 7357 Universitas Al Azhar 8,053 5,473 10,464 9,75 55 7430 Universitas Kristen Satya Wacana 6,753 8,208 6,504 7,515 56 7704 ABFI Institute Perbanas 7,007 9,243 7,096 5,407 57 7717 Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel 4,733 11,191 6,696 4,038 5 1

LAMPIRAN 14 PERBANDINGAN KINERJA SITUS 4 PTN MENURUT GOOGLE.COM (VERSI 9 MEI 2010 ) Rich files TOTAL UNIVERSITAS SITUS SIZE PDF PPT DOC RICH SCH VIS UGM ugm.ac.id 162.000 10.300 1.150 1.570 13.020 1.050 963 ITB itb.ac.id 235.000 12.300 625 994 13.919 3.190 1.520 UI ui.ac.id 174.000 28.700 1.980 1.840 32.520 782 1.080 IPB ipb.ac.id 70.500 8.730 105 716 9.551 4.550 451 LAMPIRAN 15 Hasil Alexa 5 2