BAB III METODE PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. yang akan digunakan sehingga akan mempermudah langkah-langkah penelitian.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. menjadi sampel dalam penelitian mengenai pengaruh harga, kualitas produk, citra merek

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. dikumpulkan dari responden dengan menggunakan kuesioner dengan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Agar suatu penelitian dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, maka

BAB III. penelitiannya berupa angka-angka dan analisisnya menggunakan metode statistik.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Dalam

BAB III METODE PENELITIAN. fungsi variabel dalam hubungan antar variabel, yaitu: Variabel Independen (Independent Variable)

BAB III METODE PENELITIAN. dan sesuai dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan verifikatif. Menurut

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. penelitian, objek penelitian ini menjadi sasaran dalam penelitian untuk

BAB 3 METODELOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3. Metode Penelitian. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah asosiatif atau

BAB III OBYEK & METODE PENELITIAN. nilai. Adapun yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah

BAB III METODE PENELITIAN. A. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional. digunakan dalam penelitian ini adalah:

BAB III METODE PENELITIAN. Waktu dalam penelitian ini adalah 2 bulan yaitu bulan April sampai

BAB III METODE PENELITIAN. yang dibuat oleh peneliti untuk membantu mengumpulkan dan menganalisis

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Rancangan penelitian diperlukan agar penelitian yang dilakukan dapat

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III ANALISIS DAN INTERPRETASI HASIL PENELITIAN. Sebelum melakukan penelitian sebaiknya dilakukan pengujian terlebih dahulu

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

36 Kompensasi. Variabel kompensasi ini terdiri dari Gaji, Reward dan Insentif. 1. Gaji Menurut Hasibuan (2007) gaji adalah balas jasa yang dibayar sec

BAB III METODE PENELITIAN. tujuan, gambaran hubungan antar variabel, perumusan hipotesis sampai dengan

BAB III METODE PENELITIAN. verifikatif. Menurut Fathoni (2006:96-97) menyatakan bahwa :

BAB III METODE PENELITIAN. eksperimental design atau sering juga dikenal dengan istilah quasi eksperimen,

BAB III METODE PENELITIAN. variabel-variabel yang diduga mampu memprediksi minat mahasiswa untuk

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian kuantitatif dengan metode survei. Sugiyono (2010: 8) menjelaskan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. pengaruh atau hubungan kedua variabel tersebut. berakhir bulan Mei 2015, dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

BAB III METODE PENELITIAN. kerumitan. Variabel intervening dalam penelitian ini adalah sistem e-filling, sedangkan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada Bulan Maret sampai Juni 2014 dan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. adalah Seluruh Karyawan pada PT. Aditama Graha Lestari. hubungan yang bersifat sebab akibat dimana variabel independen

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. yang beralamat di Jl. Petojo VIJ IV No. 28 Jakarta Pusat. Waktu pelaksanaan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1.Objek Penelitian Variabel dalam penelitian ini terdiri dari tiga variabel independen yaitu

BAB III METODE PENELITIAN. menekankan pada pembuktian hipotesis yang disusun dari rumusan masalah

BAB III METODE PENELITIAN. merupakan suatu penelitian yang dilakukan untuk menjelaskan faktor-faktor

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

C. Definisi dan Operasionalisasi Variabel BAB III METODE PENELITIAN. A. Waktu dan Tempat Penelitian

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Untuk menguji apakah alat ukur (instrument) yang digunakan memenuhi

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif adalah sebagai penelitian yang menekankan pada pengujian teori-teori

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel Variabel bebas atau Independen

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel. adalah keputusan pembelian sepeda motor yamaha (Y)

BAB III METODE PENELITIAN. Asuransi Jiwa Pendidikan Bumiputera 1912 Pekanbaru Cabang Sukajadi.

BAB 2 METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 LOKASI PENELITIAN DAN WAKTU PENELITIAN. yang beralamat Jalan D.I Panjaitan No 23 Bangkinang Kab Kampar.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Tipe penelitian ini merupakan tipe peneliti eksplanatori dengan

Bab III METODELOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Kantor Regional XII Jl. Hang Tuah Ujung No. 148, Pekanbaru - Riau

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. oleh asumsi-asumsi dasar, pandangan-pandangan filosofi dan ideologi pernyataan isu

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Penelitian kuantitatif merupakan

BAB III METODE PENELITIAN. suatu penelitian yang data penelitianya berupa angka-angka dan analisisnya

BAB III METODE PENELITIAN. perumusan masalah yang teridentifikasi, pengumpulan dasar teori yang

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Mardalis (2009: 24) mengartikan metode sebagai:

BAB III METODE PENELITIAN 3.1. VARIABEL PENELITIAN DAN DEFINISI OPERASIONAL

BAB III METODE PENELITIAN. terhadap keputusan pembelian ponsel Nokia. Waktu penelitian dilakukan

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Desain penelitian menurut Silalahi ( 2010 : 180) yaitu, rencana dan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Jenis Peneltian Dan gambaran Dari Populasi Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III. Metode Penelitian. penilitian terdiri dari variabel terikat (dependent variable) dan variabel bebas (independent

BAB III METODE PENELITIAN. disusun sedemikian rupa sehingga peneliti dapat memperoleh jawaban untuk

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam hal ini yang menjadi objek penelitian adalah konsumen yang

BAB III METODE PENELITIAN Identifikasi Variabel Dan Definisi Operasional Variabel

BAB III METODE PENELITIAN. beralamat Jalan D.I Panjaitan No. 23 Bangkinang Kampar pada bulan

Transkripsi:

BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey melalui pendekatan kuantitatif. Metode survey adalah penelitian yang mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok. Adapun langkah-langkah dalam penelitian survey menurut Singarimbun dan Effendi (2011: 12-13) adalah sebagai berikut : 1. Merumuskan masalah penelitian dan menentukan tujuan survei 2. Menentukan konsep dan hipotesa serta menggali kepustakaan 3. Pengambilan sampel 4. Pembuatan kuesioner 5. Pekerjaan lapangan 6. Pengolahan data 7. Analisa dan pelaporan B. Operasionalisasi Variabel Dalam POPS (2014:21) Operasionalisasi variabel adalah menjelaskan indikator-indikator dari setiap variabel penelitian. Variabel-variabel harus dijelaskan secara rinci dengan menggunakan indikator-indikator yang jelas dan terukur. Adapun variabel-variabel dalam penelitian ini yaitu : 1. Minat Belajar (X 1 ) adalah suatu rasa ketertarikan yang dimiliki oleh individu tanpa adanya faktor lain yang mempengaruhinya dengan ditunjukkan melalui aktivitas belajar baik di sekolah, di rumah maupun di masyarakat demi mencapai tujuan yang diminatinya. 2. Motivasi Belajar (X 2 ) adalah suatu dorongan untuk melakukan sesuatu guna mencapai tujuan. 3. Sikap Belajar (X 3 ) adalah reaksi seseorang dalam merespons berbagai objek saat proses belajar yang diwujudkan dengan tingkah laku nya dalam kegiatan pembpelajaran.

32 4. Gender (X 4 ) yaitu secara etimologis sama dengan jenis kelamin yaitu laki-laki dan perempuan sedangkan pengertian gender secara terminologis merupakan peran laki-laki dan perempuan dalam kehidupan sehari-hari baik di bidang ekonomi, sosial, politik dan budaya. 5. Hasil Belajar (Y) adalah perubahan yang dialami oleh individu setelah mengikuti kegiatan pembelajaran yang dapat digambarkan dari perubahan pengetahuan, sikap dan keterampilan yang diamati dari tes hasil belajar. Berikut ini tabel operasionalisasi variabel berdasarkan penelitian di atas : Tabel 3.1 Operasionalisasi Variabel VARIABEL DIMENSI INDIKATOR SKALA NO ITEM Minat Belajar Motivasi Belajar 1. Adanya partisipasi peserta didik dalam suatu aktivitas 2. Anak didik cenderung memberikan perhatian yang lebih besar terhadap subjek tersebut 3. Adanya kebutuhan dari anak didik tersebut untuk memahami materi pelajaran 4. Kegiatan belajar selalu diikuti sengan perasaan senang. 1. Tekun menghadapi tugas (dapat bekerja terusmenerus dalam waktu yang lama, tidak pernah berhenti sebelum selesai). 2. Ulet menghadapi kesulitan (tidak lekas putus asa). 3. Menunjukkan minat terhadap bermacam-macam masalah. 4. Lebih senang bekerja mandiri. Interval 1,2,3 4,5,6 7,8,9 10,11,12 Interval 13,14,15 16,17,18 19,20,21 22,23,24

33 VARIABEL DIMENSI INDIKATOR SKALA NO ITEM Sikap Belajar Gender Komponen Kognitif Komponen Afektif Komponen Konatif 5. Cepat bosan pada tugastugas yang rutin. 6. Dapat mempertahankan pendapatnya. 7. Tidak mudah melepaskan hal yang diyakini itu. 8. Senang mencari dan memecahkan masalah soal-soal. 1. Pengetahuan siswa tentang Akuntansi. 2. Keyakinan siswa bahwa belajar Akuntansi bermanfaat. 1. Perasaan siswa pada saat mengikuti pelajaran Akuntansi 1. Kesediaan untuk bertindak. 1. Laki-Laki 2. Perempuan 25,26,27 28,29,30 31,32,33 34,35,36 Interval 37,38,39 Nominal Hasil Belajar Nilai Ulangan Harian Interval 40,41,42 43,44,45 46,47,48 C. Populasi dan Sampel 1. Populasi Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X Kompetensi Keahlian Akuntansi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri di Rangkasbitung terdiri dari SMK Negeri 1 Rangkasbitung dengan jumlah 118 siswa dan SMK Negeri 2 Rangkasbitung dengan jumlah 173 siswa. Berikut tabel populasi penelitian secara rinci :

34 No Nama Sekolah Kelas Jumlah Siswa 1. SMK Negeri 1 Rangkasbitung X AK-1 41 Siswa X AK-2 X AK-3 Jumlah 38 Siswa 39 Siswa 118 Siswa 2. SMK Negeri 2 Rangkasbitung X AK-A 44 Siswa X AK-B X AK-C X AK-D Jumlah 41 Siswa 43 Siswa 45 Siswa 173 Siswa Tabel 3.2 Jumlah Populasi Penelitian 2. Sampel Sampel dalam penelitian ini menggunakan seluruh anggota populasi yang ada atau disebut juga sensus. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 291 siswa yang terdiri dari 118 siswa dari SMK Negeri 1 Rangkasbitung dan 173 siswa dari SMK Negeri 2 Rangkasbitung. Namun, dari data yang telah diambil diketahui bahwa hanya 273 siswa yang memenuhi sampel penelitian karena sebanyak 18 siswa tidak mengikuti ulangan harian sehingga tidak dimasukkan ke dalam penelitian ini. Dengan demikian sampel penelitian ini adalah 273 siswa yang terdiri dari 87 siswa laki-laki dan 186 siswa perempuan. D. Teknik Pengumpulan Data

35 Untuk pengumpulan data dalam penelitian ini terdiri dari dua teknik pengambilan data, yaitu : 1. Dokumentasi Menurut Riduwan (2010 :58) bahwa dokumentasi adalah ditujukan untuk memperoleh data langsung dari tempat penelitian. Teknik pengumpulan data dokumentasi ini adalah nilai ulangan harian siswa kelas X kompetensi keahlian Akuntansi di SMK Negeri 1 Rangkasbitung dan SMK Negeri 2 Rangkasbitung Tahun Ajaran 2014/2015 mata pelajaran Akuntansi. 2. Angket Untuk pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan angket (kuesioner). Adapun teknik pengumpulan datanya melalui penyebaran seperangkat daftar. Angket akan disebarkan secara langsung kepada siswa untuk mendapatkan respons. Angket yang dibuat berdasarkan indikator-indikator di operasionalisasi variabel. Adapun jumlah item yang disediakan berjumlah 48 item. Kemudian disebarkan kepada seluruh jumlah sampel. Untuk memperoleh data mengenai minat belajar, motivasi belajar, dan sikap belajar di sekolah berdasarkan persepsi siswa dibuat beberapa pertanyaan yang disusun dalam bentuk Skala Numerikal (numerical scale). Menurut Sekaran (2006:33) bahwa Skala Numerikal (numerical scale) mirip dengan skala diferensial semantic, dengan perbedaan dalam hal nomor pada skala 5 titik atau 7 titik disediakan pada setiap ujung nya. Berikut ini adalah bentuk angket yang akan digunakan di dalam penelitian ini : No Item Tabel 3.3 Penilaian Numerical Scale Skor 5 4 3 2 1

36 Keterangan : Angka 5 dinyatakan untuk pernyataan dengan nilai positif tertinggi Angka 4 dinyatakan untuk pernyataan dengan nilai positif tinggi Angka 3 dinyatakan untuk pernyataan dengan nilai positif sedang Angka 2 dinyatakan untuk pernyataan dengan nilai positif rendah Angka 1 dinyatakan untuk pernyataan dengan nilai positif terendah E. Analisis Data dan Pengujian Hipotesis 1. Uji Instrumen Instrumen angket yang telah disusun hendaknya dilakukan pengujian untuk mengetahui validitas dan reliabilitasnya. Menurut Umar (2008:52) bahwa uji kuisioner secara kuantitatif dapat dilakukan melalui uji reliabilitas dan uji validitas. a. Uji Reliabilitas Untuk mengetahui reliabilitas dari item instrumen, perlu dilakukan uji reliabilitas. Menurut Arikunto (2013:122) bahwa untuk keperluan mencari reliabilitas soal keseluruhan perlu juga dilakukan analisis butir soal seperti halnya bentuk soal objektif. Rumus yang digunakan adalah rumus Cronbach Alpha sebagai berikut: ( ( ) ) ( ) [ ( ) ] Keterangan : = reliabilitas yang dicari

37 = banyak butir item N = jumlah varians skor tiap-tiap item = varians total = varians = jumlah skor = jumlah peserta Kaidah keputusan : Jika r 11 > r tabel berarti instrumen reliabel r 11 r tabel berarti instrumen tidak reliabel Dalam penelitian ini, untuk menguji reliabilitas item pernyataan digunakan program Microsoft Excel 2007. Berikut hasil uji reliabilitas untuk variabel minat belajar adalah sebagai berikut : Tabel 3.4 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Minat Belajar r hitung r tabel Keterangan 0,803 0,361 Reliabel Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa instrumen penelitian dari variabel minat belajar memilki r hitung 0,803 dan r tabel 0,361. Karena r hitung > r tabel maka instrumen penelitian untuk variabel minat belajar dinyatakan reliabel. berikut : Adapun hasil uji reliabilitas untuk variabel motivasi belajar adalah sebagai Tabel 3.5 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Motivasi Belajar r hitung r tabel Keterangan 0,889 0,361 Reliabel Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa instrumen penelitian untuk variabel motivasi belajar memiliki nilai r hitung 0,889 dan r tabel 0,361. Karena r hitung > r tabel maka instrumen penelitian untuk variabel motivasi belajar dinyatakan reliabel. Hasil uji reliabilitas untuk variabel sikap belajar adalah sebagai berikut:

38 Tabel 3.6 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Sikap Belajar r hitung r tabel Keterangan 0,815 0,361 Reliabel Berdasarkan tabel di atas, untuk instrumen penelitian variabel sikap belajar dapat dinyatakan reliabel. Hal ini diperoleh dari nilai r hitung > r tabel atau 0,815 > 0,361 sehingga instrumen penelitian untuk vairabel sikap belajar adalah reliabel. Dari ketiga variabel di atas, dapat diketahui bahwa instrumen dalam penelitian ini reliabel sehingga dapat digunakan sebagai alat mengumpulkan informasi atau data dalam penelitian yang dilakukan. b. Uji Validitas Untuk menghitung uji validitas setiap item instrumen dapat menggunakan rumus product moment yaitu sebagai berikut : ( ) ( ) * ( ) + * ( ) + Keterangan : r xy N = koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y, dua variabel yang dikorelasikan = jumlah responden XY = jumlah perkalian x dengan y X = jumlah skor item Y = jumlah skor total X 2 = jumlah kuadrat skor item Y 2 = jumlah kuadrat skor total (Arikunto, 2013:87) Hasil uji validitas item dalam penelitian ini akan dibandingkan dengan r tabel dengan keputusan sebagai berikut :

39 Jika r hitung > r tabel berarti instrumen valid r hitung r tabel berarti instrumen tidak valid Dalam penelitian ini, program yang digunakan untuk menguji validitas dari setiap item pernyataan instrumen penelitian adalah program Microsoft Ecxel 2007. Hasil uj validitas untuk variabel minat belajar adalah sebagai berikut : Tabel 3.7 Hasil Uji Validitas Variabel Minat Belajar No. Item Nilai r hitung Nilai r tabel Keterangan 1 0,50 0,36 Valid 2 0,59 0,36 Valid 3 0,22 0,36 Tidak Valid 4 0,72 0,36 Valid 5 0,69 0,36 Valid 6 0,71 0,36 Valid 7 0,68 0,36 Valid 8 0,72 0,36 Valid 9 0,75 0,36 Valid 10 0,46 0,36 Valid 11 0,38 0,36 Valid 12 0,72 0,36 Valid Berdasarkan tabel di atas, instrumen variabel minat belajar terdiri dari 12 item pernyataan. Namun, terdapat 1 item yang tidak valid karena r hitung < r tabel atau 0,22 < 0,36 sehingga item yang tidak valid tidak dimasukkan ke dalam angket penelitian sedangkan 11 item yang valid dapat digunakan dalam penelitian. Adapun uji validitas untuk variabel motivasi belajar dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Tabel 3.8 Hasil Uji Validitas Variabel Motivasi Belajar No. Item Nilai r hitung Nilai r tabel Keterangan

40 1 0,28 0,36 Tidak Valid 2 0,54 0,36 Valid 3 0,51 0,36 Valid 4 0,20 0,36 Tidak Valid 5 0,33 0,36 Tidak Valid 6 0,41 0,36 Valid 7 0,55 0,36 Valid 8 0,69 0,36 Valid 9 0,53 0,36 Valid 10 0,62 0,36 Valid 11 0,26 0,36 Tidak Valid No. Item Nilai r hitung Nilai r tabel Keterangan 12 0,25 0,36 Tidak Valid 13 0,67 0,36 Valid 14 0,20 0,36 Tidak Valid 15 0,003 0,36 Tidak Valid 16 0,54 0,36 Valid 17 0,70 0,36 Valid 18 0,69 0,36 Valid 19 0,69 0,36 Valid 20 0,76 0,36 Valid 21 0,75 0,36 Valid 22 0,56 0,36 Valid 23 0,74 0,36 Valid 24 0,72 0,36 Valid Berdasarkan tabel di atas, instrumen variabel minat belajar terdiri dari 24 item pernyataan. Namun, terdapat 7 item pernyataan yang tidak valid karena r hitung < r tabel sehingga item yang tidak valid tidak dimasukkan ke dalam angket penelitian sedangkan 17 item yang valid dapat digunakan dalam penelitian. Untuk variabel sikap belajar, hasil uji validitas dalam instrumen penelitian ini adalah sebagai berikut : Tabel 3.9 Hasil Uji Validitas Variabel Sikap Belajar No. Item Nilai r hitung Nilai r tabel Keterangan

41 1 0,70 0,36 Valid 2 0,60 0,36 Valid 3 0,80 0,36 Valid 4 0,50 0,36 Valid 5 0,70 0,36 Valid 6 0,60 0,36 Valid 7 0,70 0,36 Valid 8 0,80 0,36 Valid 9 0,30 0,36 Tidak Valid 10 0,60 0,36 Valid 11 0,60 0,36 Valid 12 0,30 0,36 Tidak Valid Berdasarkan hasil uji validitas di atas, dalam instrumen penelitian untuk variabel sikap belajar terdiri dari 12 item. Namun, terdapat 2 item pernyataan yang tidak valid karena r hitung < r tabel sehingga 2 item tersebut tidak dimasukkan ke dalam angket penelitian. Dalam tabel perhitungan di atas, diketahui hanya terdapat 10 item yang valid sehingga item tersebut dapat digunakan dalam penelitian. Dengan demikian, dari ketiga variabel diatas dengan total 48 item yang terdiri dari 12 item variabel minat belajar, 24 item variabel motivasi belajar dan 12 item variabel sikap belajar, hanya 38 item yang dapat digunakan dalam penelitian karena terdapat 10 item yang tidak valid dari total keseluruhan item. 2. Analisis Deskriptif Analisis data yang digunakan pada penelitian ini merupakan analisis multivariat. Menurut Umar (2008:119) bahwa analisis multivariat adalah analisis yang melibatkan lebih dari dua variabel. Pengertian analisis deskriptif menurut Sugiyono (2012:169) bahwa : Statistika deskriptif adalah statistika yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa dimaksudkan membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi.

42 Adapun langkah-langkah dalam analisis deskriptif data tersebut adalah sebagai berikut : a. Menentukan jawaban responden untuk setiap angket dan dimasukan ke format berikut : Tabel 3.10 Format Tabulasi Jawaban Responden No. Responden Skor Indikator 1 Indikator 2 Indikator 3 Total 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1+ 2+ b. Menentukan klasifikasi untuk setiap variabel dan terlebih dahulu menetapkan : 1) Skor tertinggi dan skor terendah berdasarkan hasil jawaban responden untuk setiap indikator maupun secara keseluruhan 2) Rentang = skor tertinggi skor terendah 3) Banyak kelas interval dibagi menjadi tiga yaitu rendah, sedang dan tinggi. 4) Panjang kelas = rentang kelas 3 5) Menetapkan interval untuk setiap klasifikasi c. Menentukan distribusi frekuensi, baik untuk gambaran umum maupun indikator-indikator dari setiap variabel dengan format sebagai berikut : Tabel 3.11 Distribusi Frekuensi Variabel per Indikator Klasifikasi Interval Frekuensi Rendah Sedang Tinggi Jumlah Persentase (%) d. Menginterpretasikan hasil distribusi frekuensi untuk mengetahui gambaran dari setiap variabel baik secara keseluruhan maupun untuk setiap indikator.

43 3. Pengujian Hipotesis a. Uji Asumsi Klasik Untuk uji asumsi klasik dalam penelitian ini menggunakan beberapa pengujian seperti, uji normalitas, uji linearitas, uji multikolonieritas dan uji heteroskedastisitas. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut : 1) Uji Normalitas Uji normalitas memiliki tujuan apakah data tersebut berdistribusi normal atau tidak. Menurut Ghozali (2013:160) ada dua cara untuk melakukan uji normalitas yaitu dengan analisis grafik dan analisis statistik. a) Analisis Grafik Analisis grafik merupakan cara termudah untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal atau tidak. Hal ini dapat dilihat dari grafik histogram yang membandingkan antara data observasi dengan distribusi yang mendekati distribusi normal. Namun, kekurangannya adalah grafik histogram dapat menimbulkan ketidakpastian khususnya untuk jumlah sampel yang kecil. Oleh karena itu, ada metode lain yang lebih handal yaitu dengan melihat normal probability plot yang membandingkan distribusi kumulatif dari distribusi normal. Jika data berdistribusi normal maka akan membentuk satu garis lurus diagonal dan ploting data residual akan dibandingkan dengan garis diagonal. Sehingga, distribusi data residual normal dapat ditunjukkan dengan garis yang menggambarkan data sesungguhnya akan mengikuti garis diagonalnya. b) Analisis Statistik Jika tidak diamati secara hati-hati maka uji normalitas dengan grafik dapat memiliki kesalahan. Oleh sebab itu, disamping uji grafik dianjurkan pula menggunakan uji statistik. Menurut Ghozali (2013:164) bahwa uji statistik yang dapat digunakan untuk menguji normalitas residual adalah uji statistik non-parametrik Kolmogorov-

44 Smirnov (K-S). Uji normalitas digunakan untuk menentukan jenis statistika yang akan digunakan. Jika data yang diperoleh berdistribusi normal maka dapat menggunakan statistik paramterik sedangkan jika data yang diperoleh tidak berdistribusi normal maka menggunakan statistik non-parametrik. Adapun pengambilan keputusannya dalah sebagai berikut : - Jika probabilitas > 0,05, maka H 0 diterima, artinya data berdistribusi normal - Jika probabilitas < 0,05, maka H 0 ditolak, artinya data tidak berdistribusi normal Uji normalitas dalam penelitian ini menggunakan uji Kolmogorov- Smirnov dengan bantuan program IBM SPSS Versi 21. 2) Uji Linearitas Menurut Ghozali (2013:166) bahwa uji linearitas digunakan untuk melihat apakah spesifikasi model yang digunakan sudah benar atau tidak. Dengan uji linearitas akan diperoleh informasi apakah model sebaiknya linier, kuadrat atau kubik. Adapun salah satu uji linearitas yang dapat dilakukan yaitu dengan menggunakan uji Durbin Watson. Selanjutnya adalah membandingkan hasil Durbin Watson dengan dl nya. Apabila nilai Durbin Watson lebih besar daripada dl maka variabel tersebut memiliki hubungan yang linier. Pengujian linearitas dalam penelitian ini menggunakan uji Durbin Watson dibantu dengan menggunakan program IBM SPSS Versi 21. 3) Uji Multikolonieritas Menurut Ghozali (2013:105) bahwa uji multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Dalam uji multikolonieritas, model regresi sebaiknya tidak terjadi korelasi di antara variabel independen. Jika terjadi korelasi di

45 antara variabel independen maka nilai korelasi antar sesama variabel independen sama dengan nol. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikolonieritas dalam suatu model regresi menurut Ghozali (2013:105) adalah sebagai berikut: a) Multikolonieritas dapat dilihat dari (1) nilai tolerance dan lawannya (2) variance inflation factor (VIF). Tolerance mengukur variabilitas variabel independen yang terpilih yang tidak dijelaskan oleh variabel independen lainnya. Jadi nilai tolerance yang rendah sama dengan nilai VIF tinggi (karena VIF = 1/Tolerance). Nilai cuttof yang umum dipakai untuk menunjukkan adanya multikolonieritas adalah nilai Tolerance 0,10 atau sama dengan nilai VIF 10. 4) Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas menurut Ghozali (2013:139) bahwa uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Heteroskedastisitas dapat terjadi jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain berbeda, namun jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain sama maka disebut Homoskesdatisitas. Model regresi yang baik adalah yang homoskedatisitas. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas adalah melihat Grafik Plot antara nilai prediksi variabel terikat (dependen) dengan nilai residual. Dasar analisisnya menurut Ghozali (2013:139) adalah sebagai berikut : b. Uji Hipotesis a) Jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar kemudian menyempit), maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas. b) Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas.

46 Dalam suatu penelitian untuk mengetahui signifikansi antar variabel maka perlu dilakukan pengujian hipotesis. Adapun langkah-langkah pengujian hipotesis menurut Sekaran (2006:141) adalah sebagai berikut : 1) Menyatakan hipotesis nol dan alternatif (untuk total) 1. H 01 : 1 = 0 : Minat belajar tidak berpengaruh terhadap hasil belajar siswa H A1 : 1 0 : Minat belajar berpengaruh terhadap hasil belajar siswa 2. H 02 : 2 = 0 : Motivasi belajar tidak berpengaruh terhadap hasil belajar siswa H A2 : 2 0 : Motivasi belajar berpengaruh terhadap hasil belajar siswa 3. H 03 : 3 = 0 : Sikap belajar tidak berpengaruh terhadap hasil belajar siswa H A3 : 3 0 : Sikap belajar berpengaruh terhadap hasil belajar siswa 4. H 04 : 4 = 0 : Gender tidak memoderasi pengaruh minat belajar terhadap hasil belajar siswa. H A4 : 4 0 : Gender memoderasi pengaruh minat belajar terhadap hasil belajar siswa. 5. H 05 : 5 = 0 : Gender tidak memoderasi pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa. H A5 : 5 0 : Gender memoderasi pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa. 6. H 06 : 6 = 0 : Gender tidak memoderasi pengaruh sikap belajar terhadap hasil belajar siswa. H A6 : 6 0 : Gender memoderasi pengaruh sikap belajar terhadap hasil belajar siswa. 2) Menyatakan hipotesis nol dan alternatif (untuk laki-laki) a) H 01 : β 1 = 0 : Minat belajar tidak berpengaruh terhadap hasil belajar siswa laki-laki

47 H A1 : β 1 0 : Minat belajar berpengaruh terhadap hasil belajar siswa laki-laki b) H 02 : β 2 = 0 : Motivasi belajar tidak berpengaruh terhadap hasil belajar siswa laki-laki H A2 : β 2 0 : Motivasi belajar berpengaruh terhadap hasil belajar siswa laki-laki c) H 03 : β 3 = 0 : Sikap belajar tidak berpengaruh terhadap hasil belajar siswa laki-laki H A3 : β 3 0 : Sikap belajar berpengaruh terhadap hasil belajar siswa laki-laki d) H 04 : β 4 = 0 : Gender tidak memoderasi pengaruh minat belajar terhadap hasil belajar siswa laki-laki H A4 : β 4 0 : Gender memoderasi pengaruh minat belajar terhadap hasil belajar siswa laki-laki e) H 05 : β 5 = 0 : Gender tidak memoderasi pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa laki-laki H A5 : β 5 0 : Gender memoderasi pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa laki-laki f) H 06 : β 6 = 0 : Gender tidak memoderasi pengaruh sikap belajar terhadap hasil belajar siswa laki-laki H A6 : β 6 0 : Gender memoderasi pengaruh sikap belajar terhadap hasil belajar siswa laki-laki 3) Menyatakan hipotesis nol dan alternatif (untuk perempuan) a) H 01 : λ 1 = 0 : Minat belajar tidak berpengaruh terhadap hasil belajar siswa perempuan H A1 : λ 1 0 : Minat belajar berpengaruh terhadap hasil belajar siswa perempuan b) H 02 : λ 2 = 0 : Motivasi belajar tidak berpengaruh terhadap hasil belajar siswa perempuan

48 H A2 : λ 2 0 : Motivasi belajar berpengaruh terhadap hasil belajar siswa perempuan c) H 03 : λ 3 = 0 : Sikap belajar tidak berpengaruh terhadap hasil belajar siswa perempuan H A3 : λ 3 0 : Sikap belajar berpengaruh terhadap hasil belajar siswa perempuan d) H 04 : λ 4 = 0 : Gender tidak memoderasi pengaruh minat belajar terhadap hasil belajar siswa perempuan H A4 : λ 4 0 : Gender memoderasi pengaruh minat belajar terhadap hasil belajar siswa perempuan e) H 05 : λ 5 = 0 : Gender tidak memoderasi pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa perempuan H A5 : λ 5 0 : Gender memoderasi pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa perempuan f) H 06 : λ 6 = 0 : Gender tidak memoderasi pengaruh sikap belajar terhadap hasil belajar siswa perempuan H A6 : λ 6 0 : Gender memoderasi pengaruh sikap belajar terhadap hasil belajar siswa perempuan 4) Penggunaan Uji Statistik Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari : a) Analisis Sub-Kelompok Menurut Ghozali (2013:225) bahwa analisis sub-kelompok digunakan untuk mengidentifikasi ada tidaknya jenis moderator Homologizer. Analisis ini dilakukan dengan memecah sampel menjadi dua subkelompok atas dasar variabel keempat yaitu variabel yang dihipotesiskan sebagai moderator. Adapun perhitungannya adalah sebagai berikut : Y T = α0 + α1x 1 + α2x 2 + α3x 3 + 1(untuk total sampel laki-laki dan perempuan)

49 Y L = β0 + β1x 1 + β2x 2 + β3x 3 + 2(untuk total sampel gender laki-laki saja) Y P = λ0 + λ1x 1 + λ2x 2 + λ3x 3 + perempuan saja) Keterangan : Y T Y L Y P α X 1 X 2 X 3 β λ 3(untuk total sampel gender = hasil belajar berdasarkan gender laki-laki dan perempuan = hasil belajar berdasarkan gender laki-laki = hasil belajar berdasarkan gender perempuan = konstanta = minat belajar = motivasi belajar = sikap belajar = laki-laki = perempuan = faktor-faktor lainnya Langkah selanjutnya yaitu melakukan uji Chow : ( ) ( ) ( ) Keterangan : RSSr = nilai residual sum of squares untuk total sampel gender laki-laki dan perempuan RSS1 = nilai residual sum of squares untuk total gender laki-laki RSS2 = nilai residual sum of squares untuk total gender perempuan RSSur = RSS1 +RSS2 n = total sampel k = variabel bebas dan terikat

50 Nilai F hitung dibandingkan dengan nilai F tabel, jika F hitung > F tabel maka persamaan regresi antar sub-kelompok observasi gender laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan dan hal ini menunjukkan bahwa variabel gender adalah variabel moderat. b) Uji Keberartian Regresi Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui keberartian regresi. Menurut Sudjana (2003:91), langkah langkah yang dilakukan untuk melakukan pengujian hipotesis (uji F) adalah sebagai berikut : 1. Menentukan jumlah kuadrat Regresi dengan rumus: ( ) 2. Menentukan jumlah kuadrat Residu dengan rumus: ( ) ( ( ) ) ( ) 3. Menghitung nilai F dengan rumus: ( ) ( ) Dimana : k = banyaknya variabel bebas Langkah selanjutnya adalah menentukan dk pembilang (k) dan dk penyebut (n-k-1). Uji F digunakan untuk mengetahui keberartian regresi dengan membandingkan antara F hitung dengan F tabel sehingga kaidah keputusannya adalah sebagai berikut : Jika nilai F hitung > F tabel, artinya H 0 ditolak dan H A diterima. F hitung F tabel, artinya H 0 diterima dan H A ditolak. c) Uji Keberartian Koefisien Regresi Uji keberartian koefisien regresi atau uji t memiliki tujuan untuk mencari makna hubungan variabel independen terhadap variabel dependen. Pengujian hipotesis dengan menggunakan uji t dapat menggunakan rumus sebagai berikut :

51 (Sudjana,2003:111) Keterangan : = galat baku koefisien regresi = nilai variabel bebas Untuk menentukan galat buku koefisien terlebih dahulu harus dilakukan perhitungan-perhitungan sebagai berikut : (1) Menghitung Nilai Galat Buku Taksiran ( ), dengan rumus : ( ) (2) Menghitung Jumlah Kuadrat Penyimpangan Peubah ( ), dengan rumus : = (3) Menghitung Nilai Galat Baku Koefisien Regresi ( ), dengan rumus : ( ) Setelah menghitung nilai t langkah selanjutnya yaitu membandingkan nilai t hitung dengan nilai t tabel dengan dk = (n-k-1) taraf nyata 5%. Adapun kriteria keputusannya sebagai berikut : Jika t hitung > t tabel, artinya H 0 ditolak dan H A diterima. t hitung t tabel, artinya H 0 diterima dan H A ditolak.