LAMPIRAN DATA PENGAMATAN

dokumen-dokumen yang mirip
LAMPIRAN DATA PENGAMATAN. 1. Data volume bioetanol yang dihasilkan Tabel 13. Data Volume Bioetanol yang Dihasilkan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

INSTRUKSI KERJA PENGGUNAAN GAS CHROMATOGRAPH LABORATORIUM OPERASI TEKNIK KIMIA PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA UNIVERSITAS BRAWIJAYA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

Mesin uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah sepeda motor 4-

III. METODE PENELITIAN. Adapun alat-alat dan bahan yang digunakan didalam penelitian ini adalah:

LAMPIRAN A DATA PENGAMATAN. A. Pemanfaatan Rumput Ilalang Sebagai Bahan Pembuatan Bioetanol Secara Fermentasi.

LAMPIRAN A PROSEDUR ANALISA KONSENTRASI ETANOL MENGGUNAKAN GAS CHROMATOGRAFI

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

KALORIMETER PF. 8 A. Tujuan Percobaan 1. Mempelajari cara kerja kalorimeter 2. Menentukan kalor lebur es 3. Menentukan panas jenis berbagai logam B.

BAB IV METODE PENELITIAN. 4.1 Sampel. Sampel yang digunakan adalah tanaman nilam yang berasal dari Dusun

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Laboraturium Riset Kimia Lingkungan,

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENGUJIAN

A. Lampiran 1 Data Hasil Pengujian Tabel 1. Hasil Uji Proksimat Bahan Baku

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

PETUNJUK OPERASIONAL PENGGUNAAN UV VIS SPECTROPHOTOMETER SHIMADZU UV 1800

MENGOPERASIKAN SISTEM OPERASI

Teknologi Pengolahan. Bioetanol

BAB III METODE PENGUJIAN DAN PEMBAHASAN PERHITUNGAN SERTA ANALISA

Gambar 3.1. Plastik LDPE ukuran 5x5 cm

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

KARAKTERISTIK GAS BUANG YANG DIHASILKAN DARI RASIO PENCAMPURAN ANTARA GASOLINE DAN BIOETANOL

III. METODOLOGI PENELITIAN. Dalam penelitian ini, mesin uji yang digunakan adalah motor diesel empat

BAB IV ANALISA DAN PENGUJIAN ALAT

Merupakan alat yang digunakan untuk pemeriksaan hematologi klinik, guna mengetahui kadar

Dalam pengoperasiannya ada tiga jenis pengoperasian yang harus dilakukan pada stasiun bumi pemantau gas rumah kaca ini, yaitu :

A. Lampiran 1 Data Hasil Pengujian Tabel 1. Hasil Uji Proksimat Bahan Baku Briket Sebelum Perendaman Dengan Minyak Jelantah

BAB I PENDAHULUAN. Berdasarkan permasalahan yang ada, maka tujuan dari percobaan ini adalah untuk menentukan kesetaraan kalor lebur es.

PENERAPAN IPTEKS PEMANFAATAN BRIKET SEKAM PADI SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF PENGGAANTI MINYAK TANAH. Oleh: Muhammad Kadri dan Rugaya

KUESIONER PENELITIAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA INDUSTRI BIOETANOL SKALA RUMAH DI SUKABUMI

BAB 4 ANALISA PENGUJIAN PROGRAM 4.1. PROSES PERANCANGAN PROGRAM BASCOM-8051

Lampiran 1. Perbandingan nilai kalor beberapa jenis bahan bakar

yang digunakan adalah sebagai berikut. Perbandingan kompresi : 9,5 : 1 : 12 V / 5 Ah Kapasitas tangki bahan bakar : 4,3 liter Tahun Pembuatan : 2004

DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL... i. HALAMAN PENGAJUAN... ii. HALAMAN PENGESAHAN... iii. HALAMAN PERNYATAAN... iv. KATA PENGANTAR... v. DAFTAR ISI...

BAB V METODOLOGI. Dalam percobaan yang akan dilakukan dalam 3 tahap, yaitu :

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Teknologi Pengolahan Bioetanol dari Nira Aren

Bab III. Metodelogi Penelitian

Analisa Kalori dengan Bom Kalorimeter. Oleh: Ilzamha Hadijah R, S.TP., M.Sc

BAB III METODE PENELITIAN

METODOLOGI PENELITIAN. langkah 110 cc, dengan merk Yamaha Jupiter Z. Adapun spesifikasi mesin uji

1. Spesifikasi sepeda motor bensin 4-langkah 110 cc. Dalam penelitian ini, mesin uji yang digunakan adalah sepeda motor

BAB IV IMPLEMENTASI DAN UJI COBA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 1. Persiapan bahan baku biodiesel dilakukan di laboratorium PIK (Proses

(Maryati Doloksaribu)

SELAMAT ATAS PILIHAN ANDA MENGGUNAKAN DISPENSER DOMO

Penyehatan Udara. A. Sound Level Meter

III. METODOLOGI PENELITIAN

Farel H. Napitupulu Staf Pengajar Departemen Teknik Mesin FT USU. m& = konsumsi bahan bakar (kg/s) LHV = low heating value (nilai kalor bawah) (kj/kg)

III. METODOLOGI PENELITIAN

PANDUAN PENGGUNAAAN e-memo PEMERINTAH KOTA BATAM

STORY BOARD APLIKASI LAJU REAKSI

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Adapun lokasit dan waktu penelitiannya yaitu : Lokasi pengambilan sampel air sumur ini yaitu di Dusun III, Desa Pulubala

BAB V METODOLOGI. Dalam percobaan yang akan dilakukan dalam 3 tahap, yaitu:

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini, mesin uji yang digunakan adalah motor bensin 4-langkah

PC STAND ALONE. Alat yang menyediakan dan mengalirkan listrik secara kontinu dan tidak terputus kepada komputer adalah :

Teknologi Pengolahan Bioetanol dari Nira Aren

LKS XI MIA KELOMPOK :... ANGGOTA :

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BABllI METODE PENELITIAN

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. telah dibuat pada tahap tiga. Adapun kebutuhan software (perangkat lunak) dan

MANUAL BOOK BUKU PETUNJUK PEMAKAIAN

PENGARUH PERSENTASE PEREKAT TERHADAP KARAKTERISTIK PELLET KAYU DARI KAYU SISA GERGAJIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

AAS ( Atomic Absorption Spektrophotometry) Gambar 1. Alat AAS

METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Proses Produksi Bioetanol Dari Pati Jagung. Jagung dikeringkan dan dibersihkan, dan di timbang sebanyak 50 kg.

Berikut merupakan prosedur penggunaan pada non-login :

PENGGUNAAN PERALATAN LABORATORIUM TANAH DAN AIRTANAH

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. diterapkan berdasarkan kebutuhan. Selain itu aplikasi ini akan dibuat sedemikian

Bab III Metodelogi Penelitian

BAB V METODOLOGI. Dalam percobaan yang akan dilakukan dalam 2 tahap, yaitu :

III. METODOLOGI PENELITIAN. : Motor Diesel, 1 silinder

PENGOPERASIAN INCUBATOR RED LINE

LAMPIRAN I DATA PENGAMATAN. 1.1 Data Analisa Rendemen Produk Biodiesel Tabel 14. Data Pengamatan Analisis Rendemen Biodiesel

PANDUAN PENGGUNAAN PRODUK

LAMPIRAN PETUNJUK PENGGUNAAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Beberapa bahan yang digunakan pada penelitian ini, antara lain:

TEKNIK PENGECORAN Halaman 1 dari 6

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2011 sampai Maret 2012 di laboratorium

LAMPIRAN B PERHITUNGAN. 1. Menghitung Perhitungan Mikroba Selama Proses Fermentasi

Mulai. Identifikasi Masalah. Studi Literatur. Pengadaan Alat dan Bahan a. Pengadaan alat b. Pengadaan tetes tebu

III. METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2013 sampai selesai. Penelitian dilakukan

( CSR and Teknisi/Setter )

SCWBS PC Client. Installation Guide dan Cara Penggunaan

BAB IV HASIL DAN ANALISA

LAMPIRAN 1 DATA PERCOBAAN

DISTILASI SEDERHANA (DIS)

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

METODE PENGUJIAN KADAR RESIDU ASPAL EMULSI DENGAN PENYULINGAN

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

Transkripsi:

LAMPIRAN DATA PENGAMATAN 1. Data pengamatan densitas sampel Tabel 12. Data Pengamatan Densitas Sampel Sampel Densitas (gr/ml) Air 0,98 Gasoline 0,717 BE8 0,721 BE12 0,723 BE16 0,726 2. Data pengamatan titik nyala Tabel 13. Data Pengamatan Titik Nyala Variasi Sampel Titik Nyala ( o C) BE0 25 BE8 27 BE12 28 BE16 30 3. Data pengamatan sifat fisik bioetanol yang dihasilkan Tabel 14. Data Pengamatan Sifat Fisik Bioetanol Sampel Volume (ml) Indeks Bias Bioetanol 197 1,35768 41

42 4. Data pengamatan kurva baku Tabel 15. Data Pengamatan Kurva Baku Etanol Air % etanol Indeks bias 0 5 0 1,331 0,5 4,5 10 1,3341 1 4 20 1,3383 1,5 3,5 30 1,3437 2 3 40 1,3479 2,5 2,5 50 1,3491 3 2 60 1,3551 3,5 1,5 70 1,3558 4 1 80 1,3561 4,5 0,5 90 1,3571 5 0 96 1,3581 5. Data pengamatan emisi gas buang Tabel 16. Data Pengamatan Kadar Emisi Bahan Bakar Gasohol Variasi Kadar Emisi Sampel CO(ppm) CO 2 (%) NOx (ppm) Gasoline 3505 1,1 1 BE 8 958 0,9 0 BE 12 397 0,9 0 BE 16 287 1,0 0

43 LAMPIRAN PERHITUNGAN 1. Perhitungan Densitas Ragi - Berat piknometer kosong = 61,0379 gr - Volume piknometer = 99,828 ml - Berat piknometer + ragi = 149,40 gr - Berat ragi = (149,40 61,0379) gr = 88,3621 gr - ρ ragi = = = 0,8851 gr / ml 2. Perhitungan Berat Bahan Baku dan Kebutuhan Ragi - Berat piknometer + molase = 150 gr - Berat molase = (150 61,0379) gr = 88,9621 gr - ρ molase = = 0,8911 gr / ml - Pengenceran molase + air = 4000 ml - Berat molase = 0,8911 gr / ml x 4000 ml = 3564,4 gr - Kebutuhan ragi 2,5% dari berat bahan baku: 2,5% x 3564,4 gr = 89,11 gr - Volume ragi = = 100 ml 3. Perhitungan Densitas Gasohol - Berat piknometer kosong = 60,56 gr - Volume piknometer = 99,828 ml - Berat piknometer + bensin = 132,11 gr

44 - ρ bensin = ( ) = 0,717 gr / ml - Berat piknometer + gasohol BE8 = 132,53 gr - ρ BE8 = ( ) = 0,736 gr / ml - Berat piknometer + gasohol BE12 = 132,74 gr - ρ BE12 = ( ) = 0,738 gr / ml - Berat piknometer + gasohol BE16 = 133,00 gr - ρ BE16 = ( ) = 0,741 gr / ml 4. Perhitungan Specific Gravity Gasohol - Berat piknometer kosong = 60,56 gr - Volume piknometer = 99,828 ml - Berat piknometer + air = 158,40 - ρ air = ( ) = 0,980 gr / ml - Specific gravity = (Hougen, 1961) - Specific gravity BE0 = = 0,732 - Specific gravity BE8 = = 0,736 - Specific gravity BE12 = = 0,738 - Specific gravity BE16 = = 0,741

45 5. Perhitungan o API Gravity Gasohol - - o API Gravity = - 131,5 (Hougen, 1961) o API Gravity BE0 = - 131,5 = 61,806 - o API Gravity BE8 = - 131,5 = 60,755 - o API Gravity BE12 = - 131,5 = 60,234 - o API Gravity BE16 = - 131,5 = 59,458

46 LAMPIRAN PROSEDUR PENELITIAN 1. Langkah kerja GC 1) Persiapan 1. Kabel power dihubungkan ke sumber listrik 2. Kebutuhan analisis dipersiapkan (larutan baku, sampel, alat-alat gelas, tissue, microsyringe) 3. Kolom yang akan digunakan dipastikan telah terpasang 4. Aliran gas pembawa yang akan digunakan (He) dibuka. 5. Aliran gas N 2 dibuka. 6. Aliran gas H 2 dibuka. 7. Kompresor udara dinyalakan. 8. GC-2010 dinyalakan, kemudian PC dinyalakan. 2) Instrumentasi 1. Pada menu utama Windows, diklik GCsolution. 2. Pada menu utama GCsolution, diklik Analysis 1, muncul tampilan login. 3. Pada menu Login, kolom User ID diisi dengan Admin dan diklik OK. Muncul tampilan utama Real Time Analysis. 4. Pada menu utama Real Time Analysis, diklik Instrument Parameter. 5. Parameter suhu dan laju alir gas pembawa diisi sesuai kondisi analisis 6. Klik tab bar Column 7. Parameter suhu kolom, waktu kesetimbangan, dan lain-lain diisi sesuai kondisi analisis 8. Tab bar DFID1 dklik, muncul tampilannya dan suhu detector diisi. 9. Tab bar General dklik dan muncul tampilan. 10. Pada kolom Auto Flame On dan Reignite diberi tanda. 11. Parameter yang telah diatur disimpan dalam suatu nama file tertentu dengan cara mengklik File, Save method file as, tulis nama file, klik Save. 12. Download Parameter diklik untuk mengirim parameter ke GC. 13. Untuk mengaktifkan GC diklik System On.

47 14. Tampilan Instrument Monitor diperhatikan, ditunggu hingga semua parameter tercapai (akan muncul status Ready di layar) 15. Ditunggu ± 15 menit, baseline diperhatikan. Baseline dinlokan dengan mengklik Zero Adjust. Tampilan diatur dengan mengklik Zoom in, atau Zoom Out. Uji baseline dilakukan dengan mengklik Slope Test, tunggu beberapa saat hingga muncul nilai slope test. Jika nilai slope telah sesuai dengan kriteria, analisis bisa segera dilanjutkan 3) Injeksi Larutan Baku 1. Pada menu Real Time Analysis, klik Single Run, klik Sample Login 2. Parameter untuk sampel yang akan diinjeksikan diisi (terutama kolom Data File). Untuk mencetak laporan secara otomatis, beri tanda pada kolom Auto Increment untuk penamaan pengulangan secara otomatis. Klik OK 3. Start diklik hingga muncul tampilan status Ready (Stand by). 4. Sejumlah larutan sample diinjeksikan dengan menggunakan microsyringe ke injection port, lalu tekan tombol START pada GC-2010. 5. Analisis segera berlangsung sesuai waktu analisis yang telah diset. Jika telah diset sebelumnya, laporan akan langsung tercetak. Untuk mengukur sampel selanjutnya, ulangi dari langkah No.1. 2. Langkah Kerja Bomb Calorimeter 1) Mengisi cawan bahan bakar dengan bahan bakar yang akan diuji. 2) Menggulung dan memasang kawat penyala pada tangkai penyala yang ada pada penutup bom. 3) Menempatkan cawan yang berisi bahan bakar pada ujung tangkai penyala, serta mengatur posisi kawat penyala agar berada tepat diatas permukaan bahan bakar yang berada didalam cawan dengan menggunakan pinset. 4) Meletakkan tutup bom yang telah dipasangi kawat penyala dan cawan berisi bahan bakar pada tabungnya serta dikunci dengan ring O sampai rapat. 5) Mengisi bom dengan oksigen (30 bar). 6) Mengisi tabung kalorimeter dengan air pendingin sebanyak 1250 ml. 7) Menempatkan bom yang telah terpasang kedalam tabung kalorimeter.

48 8) Menghubungkan tangkai penyala penutup bom ke kabel sumber arus listrik. 9) Menutup kalorimeter dengan penutupnya yang dilengkapi dengan pengaduk. 10) Menghubungkan dan mengatur posisi pengaduk pada elektromotor. 11) Menempatkan termometer melalui lubang pada tutup kalorimeter. 12) Menghidupkan elektromotor selama 5 (lima) menit kemudian membaca dan mencatat temperatur air pendingin pada termometer. 13) Menyalakan kawat penyala dengan menekan saklar. 14) Memastikan kawat penyala telah menyala dan putus dengan memperhatikan lampu indikator selama elektromotor terus bekerja. 15) Membaca dan mencatat kembali temperatur air pendingin setelah 5 (lima) menit dari penyalaan berlangsung. 16) Mematikan elektromotor pengaduk dan mempersiapkan peralatan untuk pengujian berikutnya. 3. Langkah Kerja Autological gas Analyzer 1) Menyambungkan perangkat Autologic gas analyzer ke komputer 2) Mengosongkan kandungan gas dalam Autologic gas analyzer 3) Memasukan gas fitting ke dalam knalpot motor bakar 4) Menunggu kira-kira 2 menit hingga pembacaan stabil dan melihat tampilannya di komputer.

49 LAMPIRAN GAMBAR PENELITIAN Bahan baku molase 1 L molase Pengenceran molase dengan penambahan 3 L air NPK dan urea

50 Ragi S. cereviceae Proses fermentasi Proses distilasi Proses dehidrasi dengan silika gel

51 Bioetanol setelah didehidrasi Gasoline Gasohol Autological Gas Analyzer

Proses Analisa Kadar Emisi Gas Buang 52