Prosiding Farmasi ISSN:

dokumen-dokumen yang mirip
Peningkatan Stabilitas Asam dari Omeprazol dengan Teknik Kokristalisasi Menggunakan Koformer Natrium Karbonat

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV PROSEDUR KERJA

BAB I TINJAUAN PUSTAKA

Peningkatan Kelarutan dan Laju Disolusi Glimepirid dengan Koformer Asam Malonat Melalui Metode Kokristalisasi dan Kimia Komputasi

PENINGKATAN KELARUTAN DAN LAJU DISOLUSI GLIMEPIRID MELALUI METODE KOKRISTALISASI

Praperlakuan Bahan Baku Glimepirid Melalui Metode Kokristalisasi Untuk Meningkatkan Kelarutan dan Laju Disolusi

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Pada pembuatan dispersi padat dengan berbagai perbandingan

KARAKTERISASI KOKRISTAL PARASETAMOL ASAM SUKSINAT MELALUI METODE SOLVENT DROP GRINDING

BAB I TINJAUAN PUSTAKA

HASIL DAN PEMBAHASAN

Untuk mengetahui pengaruh ph medium terhadap profil disolusi. atenolol dari matriks KPI, uji disolusi juga dilakukan dalam medium asam

Prosiding Farmasi ISSN:

DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL DAFTAR ISTILAH DAFTAR SINGKATAN DAN LAMBANG BAB I

LAPORAN AKHIR PENELITIAN DOSEN MUDA

PASI NA R SI NO L SI IK LI A KA

BAB I PENDAHULUAN. Pemberian pulveres kepada pasien ini dilakukan dengan cara

4 Hasil dan Pembahasan

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I TINJAUAN PUSTAKA

PENGARUH MILLING TERHADAP LAJU DISOLUSI CAMPURAN METAMPIRON-FENILBUTASON (7:3)

UJI STABILITAS FISIK DAN KIMIA SEDIAAN SIRUP RACIKAN

Kristalisasi Silika Xerogel dari Sekam Padi

4. Hasil dan Pembahasan

Peningkatan Kelarutan dan Laju Disolusi Glimepirid dengan Teknik Dispersi Padat Menggunakan Polimer Pvp K-30

I. PENDAHULUAN. material, antara lain sebagai komponen dari pembentukan gelas (Doweidar et al.,

Peningkatan Kelarutan dan Laju Disolusi Glimepirid Menggunakan Metode Dispersi Padat dengan Matriks Polietilen Glikol 4000 (Peg-4000)

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. hal ini memiliki nilai konduktifitas yang memadai sebagai komponen sensor gas

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. dihasilkan sebanyak 5 gram. Perbandingan ini dipilih karena peneliti ingin

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. No Jenis Pengujian Alat Kondisi Pengujian

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2013 sampai dengan Juni 2013 di

Antaraksi Fisik Padatan Pada Kombinasi Senyawa Aprobarbital dan Isopropilantipirina

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN. Pada penelitian ini akan dibahas tentang sintesis katalis Pt/Zr-MMT dan

Peningkatan Kelarutan dan Laju Disolusi Glimepirid dengan Sistem Dispersi Padat Menggunakan Kombinasi Polimer Poloxamer 407 dan Laktosa

BAB I TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. menunjukkan kelarutan yang buruk, karena mempunyai struktur hidrofobik

KARAKTERISASI PADATAN HASIL PROSES KOKRISTALISASI ASAM MEFENAMAT MENGGUNAKAN METODE PENGUAPAN PELARUT

BAB 4 HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN. Tabel 4.1 Hasil Pemeriksaan Bahan Baku Ibuprofen

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Hasil preparasi bahan baku larutan MgO, larutan NH 4 H 2 PO 4, dan larutan

BAB III BAHAN, ALAT DAN CARA KERJA

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Sejak ditemukan oleh ilmuwan berkebangsaan Jerman Christian Friedrich

Oleh: Dhadhang Wahyu Kurniawan 4/16/2013 1

Gambar 4. Pengaruh kondisi ph medium terhadap ionisasi polimer dan pembentukan kompleks poliion (3).

BAB 4 HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN

Sintesis Nanopartikel ZnO dengan Metode Kopresipitasi

Titik Leleh dan Titik Didih

Karakterisasi dan studi disolusi dispersi padat furosemida menggunakan polietilen glikol (PEG), talk dan PEG talk sebagai pembawa dispersi

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

Eksperimen Pembentukan Kristal BPSCCO-2223 dengan Metode Self-Flux

STUDI SISTEM DISPERSI PADAT GLIKLAZID MENGGUNAKAN UREA DAN TWEEN-80 WILLI PRATAMA

BAB 4 HASIL PERCOBAAN DAN BAHASAN

BAB IV HASIL dan PEMBAHASAN

Sintesis Komposit TiO 2 /Karbon Aktif Berbasis Bambu Betung (Dendrocalamus asper) dengan Menggunakan Metode Solid State Reaction

III. METODOLOGI PENELITIAN. analisis komposisi unsur (EDX) dilakukan di. Laboratorium Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir (PTBIN) Batan Serpong,

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 1. Optimasi pembuatan mikrokapsul alginat kosong sebagai uji

I. PENDAHULUAN. sumber pemenuhan kebutuhan tubuh untuk melakukan metabolisme hingga

Bab III Metodologi Penelitian

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

UNIVERSITAS INDONESIA PENGARUH SUHU PEMBENTUKAN KRISTAL TERHADAP KARAKTERISTIK KOKRISTAL ASAM MEFENAMAT DENGAN ASAM TARTRAT

Gambar 4.7. SEM Gelas BG-2 setelah perendaman di dalam SBF Ringer

PENDAHULUAN . J Pharm Biomed Anal.

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode eksperimen yang dilakukan di

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. sol-gel, dan mempelajari aktivitas katalitik Fe 3 O 4 untuk reaksi konversi gas

4. Hasil dan Pembahasan

4 Hasil dan pembahasan

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

III. METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2013 sampai selesai. Penelitian dilakukan

1 BAB I PENDAHULUAN. Salah satu industri yang cukup berkembang di Indonesia saat ini adalah

PENGARUH PENAMBAHAN LARUTAN MgCl 2 PADA SINTESIS KALSIUM KARBONAT PRESIPITAT BERBAHAN DASAR BATU KAPUR DENGAN METODE KARBONASI

Pembentukan kompleks inklusi fenobarbital dengan hidroksipropil-β-siklodekstrin

4 HASIL DAN PEMBAHASAN

PROGRAM STUDI FISIKA JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA

Bab IV Hasil dan Pembahasan

I. PENDAHULUAN. oleh H.K Onnes pada tahun 1911 dengan mendinginkan merkuri (Hg) menggunakan helium cair pada temperatur 4,2 K (Darminto dkk, 1999).

BAB IV ANALISA DATA & PEMBAHASAN

I. PENDAHULUAN. kinerjanya adalah pemrosesan, modifikasi struktur dan sifat-sifat material.

HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Karakterisasi Bahan Baku Karet Crepe

Gambar 3.1 Diagram alir penelitian

APLIKASI EFFERVESCENCE-LIQUID PHASE MICROEXTRACTION UNTUK ANALISIS SENYAWA PESTISIDA KLORPIRIFOS DALAM MENTIMUN MENGGUNAKAN HPLC UV-VIS SKRIPSI

BAB 4 DATA DAN ANALISIS

4 Hasil dan Pembahasan

ANALISIS FASA KARBON PADA PROSES PEMANASAN TEMPURUNG KELAPA

Prosiding Seminar Nasional Kefarmasian Ke-1

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

1 BAB I BAB I PENDAHULUAN

Kata Kunci : polymethylmethacrylate, PMMA, selulosa nanokristalin, silika nanosphere, kekuatan tarik diametral, kekerasan

HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil analisis proses preparasi, aktivasi dan modifikasi terhadap zeolit

PENGGUNAAN EUDRAGIT L 100 DALAM FORMULASI MIKROKAPSUL NATRIUM DIKLOFENAK DENGAN TEKNIK EMULSIFIKASI PENGUAPAN PELARUT TESIS RAHMADEVI

III. METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. A. Hasil Penelitian Penelitian yang telah dilakukan bertujuan untuk menentukan waktu aging

PENINGKATAN LAJU DISOLUSI SISTEM DISPERSI PADAT IBUPROFEN PEG 6000 ABSTRACT ABSTRAK

DISOLUSI ASAM FENOFIBRAT DALAM SISTEM DISPERSI PADAT PERMUKAAN DENGAN SODIUM STARCH GLYCOLATE SKRIPSI

Bab IV Hasil dan Pembahasan

SINTESIS DAN KARAKTERISASI UNDER-DOPED SUPERKONDUKTOR DOPING ELEKTRON Eu 2-x Ce x CuO 4+α-δ

LOGO. STUDI EKSPANSI TERMAL KERAMIK PADAT Al 2(1-x) Mg x Ti 1+x O 5 PRESENTASI TESIS. Djunaidi Dwi Pudji Abdullah NRP

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

PEMBUATAN KERAMIK BETA ALUMINA (Na 2 O - Al 2 O 3 ) DENGAN ADITIF MgO DAN KARAKTERISASI SIFAT FISIS SERTA STRUKTUR KRISTALNYA.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode eksperimen.

ABSTRAK PENGARUH KOFORMER DAN EKSIPIEN TABLET TERHADAP KELARUTAN SERTA DISOLUSI NIMODIPIN. Oleh. Gressy Novita NIM:

PENENTUAN KADAR KARBONAT DAN HIDROGEN KARBONAT MELALUI TITRASI ASAM BASA

Transkripsi:

Prosiding Farmasi ISSN: 246-6472 Peningkatan Stabilitas Asam dari Lansoprazol dengan Teknik Kokristalisasi Menggunakan Koformer Natrium Karbonat Improved Acid Stability of Lansoprazole by Cocrystal Tehnique Using Coformer Sodium Carbonate 1 Rizzqi Septiprajaamalia Rosdianto, 2 Fitrianti Darusman dan 3 Hilda Aprilia 1,2,3 Prodi Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Bandung, Jl. Tamansari No.1 Bandung 4116 email: 1 rizzqiseptiprajaamalia94@gmail.com, 2 efit_bien@yahoo.com, 3 hilda.aprilia@gmail.com Abstract. Lansoprazole (LAN) is a gastric ulcer drug from the class of proton pump inhibitors that have unstable properties in acidic conditions, so that the effectiveness of the drug becomes low when in acidic conditions. In this research has been done co-crystallization technique LAN using a co-former sodium carbonate (NK) with a grinding method (neat grinding and solvent -drop grinding) which aims to see the interactions between LAN with NK and see the results of stability acid tests on cocrystal LAN -NK. The solid co-crystallization result were characterized, which include thermal analysis using differential scanning calorimetry (DSC), crystallographic analysis using powder x -ray diffraction (PXRD) and morphological analysis using a scanning electron microscope (S EM). The results showed that the molecular interactions is not formed between LAN-NK, but NK just dispersed in the LAN at a mole ratio of 1:1. Furthermore, the acid stability test using high performance liquid chromatography (HPLC) indicated that a slight improve in acid stability LAN of co-crystallization results. Keywords: lansoprazole, co-crystallization, acid stability. Abstrak. Lansoprazol (LAN) merupakan salah satu obat tukak lambung dari golongan proton pump inhibitor yang memiliki sifat tidak stabil terhadap suasana asam, sehingga efektivitas obat menjadi rendah ketika berada dalam suasana asam. Pada penelitian ini telah dilakukan teknik kokristalisasi LAN menggunakan koformer natrium karbonat (NK) dengan metode penggilingan ( neat grinding dan solvent drop grinding) yang bertujuan untuk melihat interaksi yang terjadi antara LAN dengan NK dan melihat hasil pengujian stabilitas asam pada kokristal LAN-NK. Padatan hasil kokristalisasi dikarakterisasi, yang meliputi analisis termal menggunakan differential scanning calorimetry (DSC), analisis kristalografi menggunakan powder x-ray diffraction (PXRD) dan analisis morfologi menggunakan scanning electron microscope (SEM). Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa tidak terbentuk interaksi molekular antara LAN-NK, melainkan NK hanya terdispersi dalam LAN pada perbandingan mol 1:1. Selanjutnya pengujian stabilitas asam menggunakan kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT) menunjukkan bahwa terlihat adanya sedikit peningkatan stabilitas asam pada LAN hasil kokristalisasi. Kata Kunci: lansoprazol, kokristalisasi, stabilitas asam. 196

Peningkatan Stabilitas Asam dari Lansoprazol 197 A. Pendahuluan Rute oral adalah rute pemberian obat yang banyak dipilih, karena dianggap sederhana dan relatif mudah untuk digunakan bila dibandingkan dengan bentuk sediaan lainnya seperti rektal dan parenteral. Namun, melalui rute pemberian oral banyak hal yang harus diperhatikan, seperti munculnya first pass effect atau terdegradasinya obat pada kondisi ph asam. Solusi yang dapat dilakukan agar obat dapat tetap diberikan secara oral adalah dengan memodifikasi bahan aktif farmasi (BAF) misalnya dengan teknik kokristalisasi. LAN merupakan salah satu obat golongan proton pump inhibitor (PPI) yang tidak stabil terhadap kondisi asam. LAN sering digunakan untuk terapi mengendalikan asam lambung, penyakit ulkus peptikum yang disebabkan oleh stress atau NSAID, GERD (gastroesophageal reflux disease) dan infeksi lambung yang disebabkan oleh bakteri H. pylori (Kuroda et al, 26:89). Teknik kokristalisasi sedang dikembangkan untuk peningkatan stabilitas obat dengan cara yang lebih sederhana dan menghasilkan efektivitas obat yang serupa dengan teknik modifikasi lainnya. Oleh karena itu dalam penelitian ini akan dilakukan peningkatan stabilitas asam bahan baku LAN dengan metode kokristalisasi menggunakan koformer NK. Dengan dibentuk kokristal, LAN yang berinteraksi secara molekular dengan NK dapat mempunyai kestabilan lebih baik pada kondisi asam. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat interaksi LAN dengan NK menggunakan metode kokristalisasi dan melihat hasil pengujian kokristalisasi LAN-NK terhadap stabilitas asam. B. Landasan Teori Kokristalisasi Kokristalisasi adalah metode pembentukan kokristal yang didasarkan pada interaksi fisika antara 2 atau lebih molekul, dimana salah satunya bertindak sebagai BAF dan yang lainnya bertindak sebagai koformer. Sebagian besar kokristal dibangun dengan ikatan hidrogen yang kuat. (Desiraju, 212:2-5). Differential Scanning Calorimetry (DSC) DSC merupakan metode analisis termal yang digunakan untuk mengkarakterisasi profil termal material padat baik kristalin maupun amorf. Prinsip kerja dari DSC ialah berdasarkan perbedaan suhu antara sampel dan suatu pembanding yang diukur ketika sampel dan pembanding dipanaskan dengan pemanasan yang beragam (Sultra, 27:4). Powder X-Ray Diffraction (PXRD) PXRD banyak digunakan untuk mengkarakterisasi dan mengidentifikasi fase, untuk melihat kemampuan dalam membedakan material yang bersifat kristal dan amorf, juga dapat digunakan dalam studi kinetik transisi polimorfik (Lee, 216:255-256; Sultra, 27:4-5). Scanning Electron Microscope (SEM) SEM adalah jenis mikroskop elektron yang menggambarkan sampel dengan pemindaian menggunakan sinar energi tinggi elektron. Elektron berinteraksi dengan atom pada sampel yang menghasilkan sinyal untuk memberikan informasi tentang Farmasi, Gelombang 2, Tahun Akademik 215-216

198 Rizzqi Septiprajaamalia Rosdianto, et al. topografi permukaan sampel (Qiao et al, 211:7). Stabilitas Asam Stabilitas obat dapat mempengaruhi bioavaibilitas obat di dalam tubuh. Beberapa obat dapat terdegradasi oleh kondisi asam lambung atau oleh enzim yang ada di dalam saluran pencernaan. Hal tersebut akan mengurangi atau menghilangkan efektivitas terapi dari obat (Smith, 1998:34). C. Hasil Penelitian dan Pembahasan Pemeriksaan Bahan Baku Bahan baku LAN yang diperoleh dari indutri farmasi berada dalam kondisi campuran yang diformulasikan dalam bentuk pellet dengan kandungan LAN sebesar 8,5%. Bahan baku LAN yang berada di pasaran pada umumnya sudah dibuat dalam bentuk pellet untuk meningkatkan kestabilannya sehingga terhindar dari dampak degradasi terhadap lingkungan. Oleh karena itu pemeriksaan awal untuk bahan baku LAN tidak dapat disesuaikan secara langsung terhadap monografinya yang ada di PubChem. Sedangkan hasil pemeriksaan bahan baku NK menunjukkan kesesuaian terhadap data PubChem. Tabel 1. Pemeriksaan Lansoprazol Parameter Pemeriksaan Pustaka (PubChem) Bentuk Pellet Serbuk Warna Putih Putih Bau Tidak berbau Tidak berbau Tabel 2 Pemeriksaan natrium karbonat Parameter Pemeriksaan Pustaka (PubChem) Bentuk Serbuk Serbuk Warna Putih Putih Bau Tidak berbau Tidak berbau Skrining Pembentukan Kokristalisasi dengan Berbagai Teknik Metode pembentukan kokristal yang paling umum yaitu dengan pelarutan dan penggilingan (Qiao et al., 211: 5-7). Metode pelarutan adalah metode reaksi kristalisasi dan pendinginan kristal. Metode penggilingan termasuk penggilingan kering (NG) dan penggilingan dengan adanya sedikit penambahan pelarut (SDG). Pada metode skrining kokristal NG dilakukan pencampuran komponen bersama LAN-NK (1:1) yang diperoleh dari skrining ikatan hidrogen berdasarkan rumus struktur. Teknik NG dilakukan dengan tujuan melihat bagaimana pengaruh energi mekanik berupa penggilingan dan tekanan tertentu terhadap pembentukan ikatan hidrogen. Sedangkan kokristalisasi dengan metode SDG dilakukan pula pencampuran komponen bersama-sama LAN-NK (1:1) dengan adanya penambahan sejumlah kecil pelarut yang bertujuan untuk meningkatkan tingkat kokristalisasi. Pilihan pelarut yang digunakan dalam metode SDG ini penting dan salah satu dasar persyaratan yaitu Volume 2, No.2, Tahun 216

Peningkatan Stabilitas Asam dari Lansoprazol 199 bahwa pelarut harus mampu melarutkan setidaknya bagian dari komponen pembentuknya. Pada teknik SDG ini digunakan diklorometan sebagai pelarut yang dapat melarutkan lansoprazol dan dapat mempercepat pembentukan kokristal. Karakterisasi Sifat Fisikokimia dan Kristalografi Sampel hasil kokristalisasi dikarakterisasi dengan DSC, PXRD dan SEM. Untuk memverifikasi interaksi padatan antara kedua komponen LAN dan NK, maka termogram DSC, difraktogram sinar X dan mikrofoto SEM pada partikel padatan hasil interaksi kedua komponen dengan perlakuan NG dan SDG dibandingkan dengan komponen tunggal dan campuran fisik kedua komponen tanpa perlakuan apapun. Analisis Termal (DSC) Pada Gambar 1A menunjukkan hasil termogram DSC LAN murni, terlihat bahwa titik leleh dari LAN adalah 155,5 o C. Sedangkan berdasarkan data Zhang (212) titik leleh LAN adalah 181,6 o C. Terjadinya penurunan titik leleh ini dikarenakan bahan baku LAN yang digunakan tidak murni, namun mengandung komponen bahan lain yang dibuat dalam bentuk pellet. Perbedaan titik leleh senyawa dipengaruhi oleh beberapa hal, diantaranya adalah perbedaan kuatnya ikatan yang dibentuk antar unsur dalam senyawa tersebut. Jika zat padat yang diamati tidak murni, maka akan terjadi penyimpangan dari titik leleh senyawa murninya. Penyimpangan itu berupa penurunan titik leleh dan perluasan range titik leleh. Pada Gambar 1B dapat dilihat termogram DSC dari NK. Dalam termogram tersebut menunjukkan bahwa terdapat dua puncak endotermik yaitu 93,3 o C dan 84,5 o C. Pada puncak endotermik 93,3 o C menunjukkan adanya proses hidrasi sedangkan titik leleh NK adalah 84,5 o C yang ditunjukkan dengan adanya perubahan fasa kristalin Na2CO3 menjadi Na2O. Hasil tersebut mendekati titik leleh NK yang tertera pada PubChem yaitu 851 o C. Pada Gambar 1C dapat dilihat termogram DSC campuran fisik LAN-NK dengan perbandingan 1 : 1. Hasilnya menunjukkan bahwa titik leleh LAN berada pada 156,8 o C dan titik leleh dari NK berada pada 843,8 o C. Gambar 1D merupakan hasil termogram DSC hasil kokristalisasi LAN-NK menggunakan metode NG dengan titik lelehnya adalah 157,2 o C diduga sebagai titik leleh LAN dan 875,6 o sebagai titik leleh NK. Dan titik leleh kokristal dengan metode SDG (Gambar 1E) adalah 156,9 o C yang diduga sebagai titik leleh LAN dan 876,9 o C sebagai titik leleh NK. Dari hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat 2 puncak endotermik dalam kokristal LAN-NK yang masing-masing menunjukkan titik leleh. Hal ini mengindikasikan bahwa kokristal LAN-NK tidak menghasilkan senyawa molekular melainkan padatan NK hanya terdispersi pada padatan LAN. Farmasi, Gelombang 2, Tahun Akademik 215-216

2 Rizzqi Septiprajaamalia Rosdianto, et al. Laju pemanasan (mw) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 15 1 5 2 15 1 5 15 1 5 3 2 1-1 4 3 2 1 E D C B A -1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Suhu ( C) Gambar 1. Termogram DSC : A) LAN, B) NK, C) Campuran fisika LAN-NK (1:1), D) Kokristalisasi LAN-NK (1:1) dari perlakuan NG, E) Kokristalisasi LAN-NK (1:1) dari perlakuan SDG Analisis Kristalografi (PXRD) Pada Gambar 2A menunjukkan difraktogram LAN, intensitas tertinggi berada pada rentang 2 yaitu 24,635 o dan 18,713 o. Pada Gambar 2B menunjukkan difraktogram NK, intensitas tertinggi berada pada rentang 2 yaitu 37, 925 o dan 3,81 o. Pada Gambar 2C menunjukkan difraktogram campuran fisik LAN-NK 1 : 1. Intensitas tertinggi berada pada rentang 2 yaitu 24,651 o dan 18,719 o. Sedangkan Gambar 2D menunjukkan difraktogram kokristal LAN-NK dengan metode NG dengan intensitas tertinggi berada pada rentang 2 yaitu 18,89 o dan 24,748 o. Gambar 2E menunjukkan difraktogram kokristal LAN-NK dengan metode SDG dengan intensitas tertinggi berada pada rentang 2 yaitu 18,849 o dan 24,773 o. Pada Gambar 2 terlihat bahwa pola difraktogram LAN dan NK baik yang tunggal, campuran fisik serta kokristalnya tidak ada perbedaan pola difraktogram. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa pada rentang 2 tersebut tidak menunjukkan fasa kristalin baru, karena pola difraktogram dari kokristal LAN-NK yang serupa dengan pola difraktogram LAN. Hal ini diduga dapat terjadi karena jumlah NK yang dicampurkan hanya sedikit. exo Volume 2, No.2, Tahun 216

Peningkatan Stabilitas Asam dari Lansoprazol 21 Intensitas Gambar 2. Difraktogram sinar-x serbuk: A) LAN, B) NK, C) Campuran fisika LAN- NK (1:1), D) Kokristalisasi LAN-NK (1:1) dari perlakuan NG, E) Kokristalisasi LAN- NK (1:1) dari perlakuan SDG Analisis Morfologi (SEM) 5 1 15 2 25 3 35 4 45 5 55 1 8 E 6 4 2 12 1 D 8 6 4 2 15 C 1 5 15 1 5 12 1 8 6 4 2 B A 5 1 15 2 25 3 35 4 45 5 55 2 theta A B C D E Gambar 3. Mikrofoto SEM : A) LAN 5 x, B) NK 5 x, C) Campuran fisika LAN-NK (1:1) 5 x, D) Kokristalisasi LAN-NK (1:1) dari perlakuan NG 1 x, E) Kokristalisasi LAN-NK (1:1) dari perlakuan SDG 1 x Hasil mikrofoto SEM pada Gambar 3 tidak dapat menunjukkan komponen morfologi yang spesifik. Hal ini dikarenakan bahan baku LAN yang tidak murni, dengan adanya zat lain tersebut menyebabkan sulitnya menganalisis morfologi LAN yang sebenarnya. Selain itu, kesulitan analisis diduga karena kandungan NK yang sedikit dibandingkan dengan jumlah LAN dalam campuran. Namun diduga NK sebagai koformer telah terdispersi ke dalam LAN. Terlihat pada Gambar 3D adanya pengecilan ukuran partikel LAN-NK dengan adanya energi mekanik pada saat Farmasi, Gelombang 2, Tahun Akademik 215-216

22 Rizzqi Septiprajaamalia Rosdianto, et al. dilakukan metode penggerusan kering, sedangkan pada Gambar 3E terlihat adanya rekristalisasi karena penambahan sejumlah kecil pelarut. Pengujian Stabilitas Asam Pengujian stabilitas asam ini dilakukan dengan menggunakan instrumen KCKT untuk mengidentifikasi terjadinya degradasi pada LAN dan kokristal LAN-NK. KCKT merupakan salah satu teknik kromatografi yang didasarkan pada perbedaan distibusi molekul-molekul komponen di antara dua fasa (fasa gerak dan fasa diam) yang berbeda kepolarannya. Secara kualitatif, hasil yang diperoleh dari pengujian ini berupa waktu retensi yang spesifik untuk lansoprazol, dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. Luas Area dan Waktu Retensi dengan Berbagai Perlakuan Menggunakan Sistem HPLC Perlakuan Luas area Waktu retensi LAN 69699968 16,3 LAN + HCl 24547374 16,63 NG 5974781 16,5 NG + HCl 2227431 15,337 SDG 56493346 16,7 SDG + HCl 21169911 15,227 Secara kuantitatif untuk mengetahui kadar lansoprazol dilakukan perhitungan berdasarkan hasil kurva baku, dengan nilai y = 82553,59448x + 13336852,81. Hasil perhitungan kadar ( Tabel 4), menunjukkan bahwa kadar LAN adalah 341,37% sedangkan LAN yang diberi perlakuan penambahan asam kadarnya adalah 67,9%. Selisih keduanya yang diduga sebagai % degradasi adalah sebesar 273,47%. Sedangkan kadar kokristal LAN-NK dengan metode NG adalah 281,9 % dan kokristal LAN-NK dengan metode NG yang diberi perlakuan penambahan asam kadarnya sebesar 41,73%. Selisih dari kadar keduanya yang diduga sebagai % degradasi adalah 239,36%. Dan kadar kokristal LAN-NK dengan metode SDG adalah 261,38%, sedangkan kokristal LAN-NK dengan metode SDG yang diberi perlakuan penambahan asam kadarnya adalah 47,44%. Selisih dari kadar keduanya yang diduga sebagai % degradasi adalah 213,94%. Tabel 4. Hasil persentase kadar LAN dengan berbagai perlakuan Volume 2, No.2, Tahun 216 Perlakuan Kadar (%) LAN 341,37 LAN + HCl 67,9 NG 281,9 NG + HCl 41,73 SDG 261,38 SDG + HCl 47,44 Hasil yang ditunjukkan tersebut tidak berbeda secara signifikan. Namun dapat dilihat bahwa dengan metode kokristalisasi dapat meningkatkan kestabilan terhadap asam dibandingkan dengan LAN murninya. Dari kedua metode kokristalisasi yang dilakukan, metode SDG merupakan metode yang lebih efektif meningkatkan stabilitas asam pada LAN yang dibuktikan dari selisih kokristal LAN-NK yang tidak

Peningkatan Stabilitas Asam dari Lansoprazol 23 ditambahkan HCl dengan yang telah ditambahkan HCl. D. Kesimpulan Karena bahan baku yang dipakai dalam kondisi campuran sehingga teknik kokristalisasi yang dilakukan tidak bisa sempurna menunjukkan interaksi molekular antara LAN-NK. Namun, dari uji stabilitas asam yang dilakukan bisa dilihat bahwa ada sedikit pengaruh dari teknik kokristalisasi yang dilakukan terhadap peningkatan stabilitas asam BAF LAN. Daftar Pustaka Desiraju, Gautam R.212. Pharmaceutical Salt and Co-crystals:Retrospect and Prospects.India:Royal Society of Chemistry.hlm 2-5. Kuroda, Masaaki et.al.26.lansoprazole, A Proton Pump Inhibitor, Reduces the Severity of Indomethacin-Induced Rat Enteritis. Jepang:Kyoto Prefectural University of Medicine.hlm 89. Lee, Myeongkyu.216. X-Ray Diffraction for Materials Research:From Fundamentals to Applications.Canada:Apple Academic Press, Inc.hlm 255-256. PubChem.215.Lansoprazole.[Online]. http://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov. Diakses tanggal 3 November 215. Pukul 2:23 pm. PubChem.215.Natrium Karbonat.[Onlne]. http://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov. Diakses tanggal 18 November 215. Pukul 12:34 pm. Qiao et al.211.pharmaceutical cocrystals : An overview.international Journal of Pharmaceutics.http:// www.elsevier.com/locate/ijpharm/ Smith and Williams. 1998. Introduction to the Principles of Drug Design and Action.3 rd Edition.Amsterdam:Overseas Publishers Association.hlm 34. Sultra, Yudi Kurniadi.27. Pembuatan Dan Pencirian Poli(Asam Glikolat) Dengan Metode Solid State Polymerization.Bogor:Institut Pertanian Bogor.hlm 4-5. Zhang et al.212.enhanced Dissolution and Stability of Lansoprazol by Cyclodextrin Inclusion Complexation : Preparation, Characterization, and Molecular Modeling.AAPS PharmSciTech.Published online 212 Sep 12. doi : 1.128/s12249-12-9842-z.PCMID : PMC3513431. Farmasi, Gelombang 2, Tahun Akademik 215-216