Pengenalan Table Pada Lua

dokumen-dokumen yang mirip
TUGAS MATA KULIAH TEKNIK KOMPILASI

Tabel Informasi. Hal di atas dapat dilakukan dengan menambah dan mengambil atribut identifier yang digunakan pada program, melalui tabel informasi.

Kurikulum Qt. Chapter 5 Pointer dan References. Agenda. Apa itu Pointer? Memory Komputer. Mengambil Alamat Memory dari Variabel

Variabel dengan tipe dasar hanya dapat menyimpan sebuah nilai

Modul Praktikum 4 Pemograman Berorientasi Objek

Mengenal LINQ Pada Framework Microsoft.NET (dan Class List)

PHP (HYPERTEXT PREPROCESSOR)

TABEL INFORMASI / SIMBOL

BAB 7 Java Array. Sebagai contoh, kita memiliki tiga variabel dengan tipe data int yang memiliki identifier yang berbeda untuk tiap variabel.

BAB VII DASAR-DASAR PHP

Modul Praktikum Bahasa Pemrograman 1

PEMROGRAMAN WEB 09 JavaScript Lanjut

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA & KOMPUTER JAKARTA STI&K SATUAN ACARA PERKULIAHAN

Algoritma Pemrograman. Fery Updi,M.Kom

PRAKTIKUM. Rekayasa Web. Modul 2: CRUD CodeIgniter Part I. Laboratorium Teknik Informatika Universitas Pasundan

01. Review Array, Pointer dan Struktur

Pointer di C++ Menurut Frieyadie Edisi Revisi Buku Pemrograman C++ dengan Borland C

Perjalanan sebuah intruksi

MODUL 4 ARRAY ARRAY PEMROGRAMAN WEB TEKNIK INFORMATIKA UNIVERSITAS PASUNDAN BANDUNG 2016/2017

Pemrograman Fery Updi,M.Kom

P - 9 & 10 Bab 7 : PHP (Array dan Fungsi)

PENGERTIAN VARIABLE PARAMETER DALAM FUNGSI PHP

Modul Tutorial C# 2 DASAR PEMROGRAMAN C# : STATEMENT DAN OPERATOR ENRICO BUDIANTO MICROSOFT INNOVATION CENTER UNIVERSITAS INDONESIA

STRUKTUR BAHASA PEMROGRAMAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

PEMROGRAMAN JAVA. Petunjuk Penulisan Program Token Aturan Penamaan Identifier Lingkungan /Scope dari variabel Tipe Data (i) Yoannita

MODUL 3 PHP Basic, Variable, Tipe Data, Struktur Kontrol dan Perulangan

Politeknik Elektronika Negeri Surabaya

Pertemuan 5 Array dan Fungsi

MODUL. Variabel. Workshop Programming

Pemrograman. Pertemuan-3 Fery Updi,M.Kom

Contoh soal Struktur Program Pascal (Seleksi tingkat propinsi TOKI 2004)

BAB IV PERANCANGAN. IV.1 Evaluasi Usulan untuk Perancangan Iteratif

Modul II Object Oriented Programming

Pertemuan 4 ELEMEN-ELEMEN BAHASA PEMROGRAMAN

What Is a Function and Why Use One?

PERTEMUAN 4. $Buah = array ("Melon", "Alpukat", "Durian", "Apel"); echo $Buah[1]; //Alpukat echo "<br>"; echo $Buah[3]; //Apel

ARRAY. Larik / array adalah tipe terstruktur yang terdiri dari sejumlah komponen-komponen yang mempunyai tipe yang sama.

1 Bagian 1: Mencetak isi binary tree

KOLEKSI OBJECT. Farah Zakiyah Rahmanti, M.T Universitas Dian Nuswantoro

BAB 7. Sebagai contoh, kita memiliki tiga variabel dengan tipe data int yang memiliki identifier berbeda untuk tiap variabel.

ALGORITMA (KOMPUTER) : ATURAN PENULISAN DAN STRUKTUR DASARNYA

PRAKTIKUM OBJECT ORIENTED PROGRAMING

LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN ( Implementasi Rekursi Pada Java)

ALUR PROGRAM. SELEKSI KONDISI Statement If a. Bentuk If tunggal sederhana Sintaks : if ( kondisi ) statement ;

MODUL 2 PHP INTRO PHP INTRO

PEMROGRAMAN WEB 1 Variabel, tipe data, operator Aritmatika. Rio Andriyat Krisdiawan, M.Kom

BAB 3 PERULANGAN DAN FUNGSI

TUTORIAL DASAR C++ BELAJAR C++ DARI NOL. Nor Kandir. Lab B201 - Teknik Elektro ITS Surabaya

PHP Basic. Pemrograman Web. Rajif Agung Yunmar, S.Kom

Tutorial CakePHP Dasar Part III - Sorting, Pagination

Sequential Search (Linear Search)

Function. Function adalah satu blok instruksi yang dieksekusi ketika dipanggil dari bagian lain dalam suatu program. Format dari function :

SOAL C++ Created by Yuli Astuti,S.Kom Copyright 2009

MODUL PEMROGRAMAN WEB

BAB 4 ARRAY. number1 = 10; number2 = 20; number3 = 30;

Belajar Rekursif di Java

MEMORI. Gambar 1. Hirarki Memori

MODUL 11 PHP&MYSQL UPDATE & SEARCHING

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA & KOMPUTER JAKARTA STI&K SATUAN ACARA PERKULIAHAN

Pengenalan Bahasa C++, Algoritma Pemrograman, Integrated Development Equipment (IDE) Visual C++ dan Dasar Dasar Bahasa C++

Pengenalan OOP. Object-Oriented programming (OOP) Menitikberatkan pada konsep object sebagai elemen dasar dari program.

Inheritance dan Polimorfisme

MODUL. Pointer. Modul Praktikum C++ Dasar Pemrograman Komputer JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA & KOMPUTER JAKARTA STI&K SATUAN ACARA PERKULIAHAN

Array ARRAY BERDIMENSI SATU. Representasi (Pemetaan) di memori. Lihat gambar dibawah ini, nilai data A (18) dismpan mulai dari alamat 1136 di memori.

Contoh function 1 : Output : // function example The result is 8 #include <iostream.h>

Prosedur merupakan modul program yang mengerjakan instruksi spesifik dan menghasilkan efek netto. Efek netto diketahui dengan membandingkan keadan awa

PSEUDOCODE TIPE DATA, VARIABEL, DAN OPERATOR

Team project 2017 Dony Pratidana S. Hum Bima Agus Setyawan S. IIP

// membuat komentar satu baris # juga membuat komentar satu baris /* ini contoh membuat komentar yang membutuhkan lebih dari satu baris */

MODUL PRAKTIKUM. MODUL I - VIII Modul penuntun dan bahan praktikum matakuliah algoritma dan pemograman

MODUL 1 STANDAR INPUT DAN OUTPUT

KENDALI PROSES. Untuk mengatur arus program, pemrograman java menyediakan struktur perulangan (looping), kondisional, percabangan, dan lompatan.

Praktikum 4 Konsep Inheritance, Polymorphism, dan Encapsulation

Belajar ArrayList di Java

MODUL 7 WEB PROGRAMMING : PHP (2)

ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA

JAVA BASIC PROGRAMMING Joobshet

ALGORITMA PEMOGRAMAN SEMESTER GENAP 2017/2018

Array Pendeklarasian Array

MODUL 2 Review Pemograman Web Teknik Informatika Universitas Pasundan Bandung 2016/2017

Pointer dan Array Dinamik. IF2121 / Algoritma dan Struktur Data Sem /2018

Fajar Muharandy

PERTEMUAN 2 ALGORITMA & PEMROGRAMAN

Michael Lionardi

Tipe data primitif adalah tipe data dasar yang dikenali oleh Java dan bukan merupakan class. Tipe data primitif ini dapat dikenali dengan ciri

MODUL 1 PHP. (Variabel, Tipe Data, Operator)


Praktikum Dasar Pemrograman 2014 MODUL 3: Array dan String

BAB 3 SEARCHING A. TUJUAN

P - 7 Bab 5 : PHP : Hypertext Prepocessor

Algoritma dan Pemrograman Array

Array Sebagai Parameter Method

Cara pertama adalah pada saat deklarasi variabel ditambahkan ke- yword const sebelum nama tipe data seperti

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA RPP. ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Pengenalan C++ Oleh : Dewi Sartika

12/29/2011 ILKOM IPB 1. Algoritme dan Pemrograman. Address and Pointers. Pointer

MODUL VI ACTION SCRIPT

MODUL 2 PHP. (Kontrol, Fungsi, Array)

Transkripsi:

Pengenalan Table Pada Lua Oleh: David Setyo Pada artikel ini saya akan memperkenalkan object table pada bahasa pemrograman Lua. Bagi Anda yang sudah familiar dengan pemrograman, tentu array merupakan hal yang tidak asing lagi. Demikian juga dengan Lua, bahasa pemrograman ini juga memiliki kemampuan menyimpan array yang diistilahkan dengan object table. Table pada Lua sebenarnya bukan merupakan value ataupun variable, tetapi ta... Pada artikel ini saya akan memperkenalkan object table pada bahasa pemrograman Lua. Bagi Anda yang sudah familiar dengan pemrograman, tentu array merupakan hal yang tidak asing lagi. Demikian juga dengan Lua, bahasa pemrograman ini juga memiliki kemampuan menyimpan array yang diistilahkan dengan object table. Table pada Lua sebenarnya bukan merupakan value ataupun variable, tetapi table merupakan object. Table juga tidak memiliki panjang yang telah ditentukan, artinya Anda dapat menambahkan elemen sebanyak mungkin dan panjang table akan otomatis bertambah secara dinamis. Langsung saja kita lihat bersama contoh implementasi table. Cara deklarasi table di Lua: Anda dapat meklarasikan object table dengan mudah di Lua seperti halnya membuat variable. local tabelbuah = {} --atau tabelbuah = {} Kode di atas meklarasikan table dengan nama "namatabelsaya." Namun table tersebut belum memiliki elemen. Langkah berikutnya adalah mengisi table dengan values yang Anda kehaki. Cara mengisi table: Untuk mengisi table pada Lua, cukup menggunakan kode table.insert(namatable, values) Contoh untuk mengisi tabelbuah yang telah Anda buat adalah: table.insert(tabelbuah, "Mangga") table.insert(tabelbuah, "Jeruk") table.insert(tabelbuah, "Apel") table.insert(tabelbuah, "Nanas")

Mudah sekali bukan? Namun table pada Lua memiliki kemampuan yang jauh lebih fleksibel dibandingkan array pada bahasa pemrograman lainnya. Sebagai contoh, Anda dapat mengisi element table menggunakan table. Sepertinya terdengar membingungkan, tetapi silakan lihat kode di bawah ini untuk lebih jelasnya. local tabelbuahdanwarna = {} table.insert(tabelbuahdanwarna, {nama="mangga",warna="hijau"}) table.insert(tabelbuahdanwarna, {nama="jeruk",warna="jingga"}) table.insert(tabelbuahdanwarna, {nama="aple",warna="merah"}) table.insert(tabelbuahdanwarna, {nama="nanas",warna="kuning"}) Kode di atas meklarasikan table baru dengan nama "tabelbuahdanwarna," masing-masing elemen berisikan table anonymous seperti {nama="mangga",warna="hijau"}. Perlu diketahui, Lua mukung penggunaan object-object anonymous, termasuk function dan table anonymous. Dengan contoh di atas, setiap element "tabelbuahdanwarna" memiliki values berupa tabel berisi nama dan warna. Anda bebas menentukan identifier bagi setiap element table, pada contoh ini digunakan "nama" dan "warna." Cara memanggil values table: Setelah membuat table, tentu saja Anda ingin menggunakannya. Ada beberapa cara untuk memanggil element sebuah table, namun pada umumnya Anda juga ingin tahu berapa banyak element yang tersimpan di dalam table tersebut. Untuk mengetahui panjang table atau jumlah element, cukup gunakan kode: #tabelbuah Contoh di atas akan menghasilkan panjang table bernama tabelbuah. Apabila hasilnya ingin dicetak bisa menggunakan print(#tabelbuah) Lalu untuk memanggil suatu element pada table, Anda bisa menggunakan cara-cara berikut: --Variabel a digunakan untuk menampung element table yang Anda kehaki a = tabelbuah[2] --Variable x berisi integer x = 3 a = tabelbuah[x] --Memanggil element terakhir suatu table a = tabelbuah[#tabelbuah] --Menggunakan atribut/member suatu tabel a = tabelbuahdanwarna[1].nama b = tabelbuahdanwarna[1].warna Setelah memahami kode di atas, baru tampak fleksibilitas dari table Lua. Anda dapat memanipulasi table dengan mudah, menggunakan posisi maupun atribut/nama member (tabelbuahdanwarna).

Tidak berhenti sampai di situ, Anda juga bisa melakukan iterasi terhadap element-element suatu table, contohnya: for i,buah in ipairs(tabelbuah) do print(i..". "..buah) print("\n") for i,buahdanwarna in ipairs(tabelbuahdanwarna) do print(i..". Nama: "..buahdanwarna.nama.."\twarna: "..buahdanwarna.warna) Code di atas akan mencetak setiap element yang dimiliki oleh tabelbuah dan tabelwarnadanbuah. Model iterasi ini mirip dengan foreach pada bahasa pemrograman C#, hanya saja pada Lua, Anda mapatkan nilai dari index iterator yang disimpan dalam variable i. Source code lengkap tutorial: local tabelbuah = {} local tabelbuahdanwarna = {} local initializetable = function() -- Isi tabelbuah table.insert(tabelbuah, "Mangga") table.insert(tabelbuah, "Jeruk") table.insert(tabelbuah, "Apel") table.insert(tabelbuah, "Nanas") --Isi tabelbuahdanwarna table.insert(tabelbuahdanwarna, {nama="mangga",warna="hijau"}) table.insert(tabelbuahdanwarna, {nama="jeruk",warna="jingga"}) table.insert(tabelbuahdanwarna, {nama="aple",warna="merah"}) table.insert(tabelbuahdanwarna, {nama="nanas",warna="kuning"}) main = function () initializetable() for i,buah in ipairs(tabelbuah) do print(i..". "..buah) print("\n") for i,buahdanwarna in ipairs(tabelbuahdanwarna) do print(i..". Nama: "..buahdanwarna.nama.."\twarna: "..buahdanwarna.warna)

main() Selamat mencoba! Tentang Penulis David Setyo