PARADIGMA (Dalam Perspektif Sejarah)

dokumen-dokumen yang mirip
Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar!

Masa Kini. Generasi penerus memahami peristiwa sejarah. Tujuannya, agar peristiwa sejarah yang tidak baik, tidak terulang untuk yang kedua kalinya.

MATERI USBN SEJARAH INDONESIA. 6. Mohammad Ali : Sejarah adalah berbagai bentuk penggambaran tentang pengalaman kolektif di masa lampau

HAKEKAT DAN RUANG LINGKUP SEJARAH

Sejarah Pengenalan Ilmu Sejarah Canisius17xa5.wordpress.com

HAKEKAT DAN RUANG LINGKUP SEJARAH

SMA/MA IPS kelas 10 - SEJARAH IPS BAB 1. MANUSIA DAN SEJARAHLatihan Soal 1.2

SEJARAH DUNIA : TINJAUAN UMUM

PENGANTAR ILMU SEJARAH

SMA/MA IPS kelas 10 - SEJARAH IPS BAB 1. MANUSIA DAN SEJARAHLatihan Soal 1.1

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Rumusan Masalah C. Tujuan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. pemilihan lokasi penelitian adalah: (usaha perintis) oleh pemerintah. tersebut dipilih atas pertimbangan:

RAN G K U M AN K I S I - K I S I S E J AR A H P E M I N AT AN U AS 1 X I P S ( )

KISI KISI DAN SOAL ULANGAN TENGAH SEMESTER GASAL TAHUN PELAJARAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

SILABUS PEMBELAJARAN

III. METODE PENELITIAN. Untuk memecahkan suatu masalah diperlukan suatu cara atau metode, di mana

MENJADI PENELITI SEJARAH Oleh: Miftahuddin

SEJARAH LOKAL DI INDONESIA OLEH: MURDIYAH WINARTI

BAB I PENDAHULUAN. Ada tiga faktor penting dalam sejarah yaitu manusia, tempat, dan waktu 1.

MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN PENELITIAN DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH. Dr. Agus Mulyana, M.Hum Universitas Pendidikan Indonesia

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP Ke-1)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Kepemimpinan Perempuan Pembawa Perubahan di Desa Boto Tahun ,

III. METODE PENELITIAN. pengetahuan yang teratur dan runtut pada umumnya merupakan manifestasi

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. merupakan salah satu penelitian yang bertujuan untuk merekonstruksi kembali

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

BAB II TEORI SOSIOLOGI PENGETAHUAN

Sejarah sebagai Kisah, Peristiwa, Ilmu, dan Seni

SMA/MA IPS kelas 10 - SEJARAH IPS BAB 1. MANUSIA DAN SEJARAHLatihan Soal 1.3

BAB I PENDAHULUAN. minyak mentah, batu bara, tembaga, biji besi, timah, emas dan lainnya. Dampak

II. TINJAUAN PUSTAKA. Keterampilan proses sains merupakan semua keterampilan yang digunakan untuk

dari periode yang awal sampai pada periode-periode berikutnya?. Perkembangan terjadi bila berturut-turut masyarakat bergerak dari satu bentuk yang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

KELAHIRAN SOSIOLOGI Pertemuan 2

III. METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode historis, penelitian

III. METODE PENELITIAN. Metode adalah cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan. Oleh karena

BAB III METODE DAN TEKNIK PENELITIAN

Ilmu sejarah dan ilmu filsafat merupakan dua ilmu yang berbeda, akan tetapi keduanya saling membutuhkan satu sama lain, ilmu

METODE SEJARAH. Presentasi Oleh HY Agus Murdiyastomo

BAB III METODE PENELITIAN

Dosen : Nuansa Bayu Segara, M.Pd

III. METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu metode Historis dengan

BAB I PENDAHULUAN. tersebut dapat diketahui dari sejarah masa lampau. Itu sebabnya kita perlu mengetahui

MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN PENELITIAN DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH *) Oleh : Agus Mulyana

BAB III DESAIN/PENDEKATAN PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah yang berusaha menelaah kembali

TEORI IPA : Pengertian Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) AWALAN PENGERTIAN IPA

BAB III. METODE PENELITIAN. yang naik turun dari status keadaan di masa yang lampau untuk memperoleh. yang akan datang (Mohammad Nasir, 2003: 48).

BAB I Pendahuluan. tertentu dapat tercapai. Dengan pendidikan itu pula mereka dapat mempergunakan

II. TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR DAN PARADIGMA. historis berasal dari bahasa latin istoria yang memiliki arti kota istoria yaitu kota ilmu di

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 69 TAHUN 2016 TENTANG PEDOMAN PENULISAN PERISTIWA SEJARAH

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Bab ini merupakan penjelasan tentang metodologi penelitian yang digunakan oleh

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

TEORI HUBUNGAN INTERNASIONAL TEORI : TINJAUAN UMUM. DOSEN : Dr. AGUS SUBAGYO, S.IP., M.SI

METODE PENELITIAN. suatu penelitian, hal ini dikarenakan metode merupakan salah satu faktor yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. mengembangkan dirinya. Oleh karena itu belajar sebagai suatu kebutuhan yang telah dikenal

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Tinjauan Ilmu Penyuluhan dalam Perspektif Filsafat Ilmu

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Peran Kyai Ibrahim Tunggul Wulung Dalam Penyebaran Agama Kristen Di Desa

BAB I PENDAHULUAN. Metode keilmuan adalah suatu cara dalam memperoleh pengetahuan yang berupa

II. TINJAUAN PUSTAKA. historis. Dalam kamus besar bahasa Indonesia tinjauan berarti menjenguk,

BAB I PENDAHULUAN. Kenyataan menujukan bahwa kebudayan Indonesia telah tumbuh dan. generasi sebelumnya bahkan generasi yang akan datang.

III. METODE PENELITIAN. masalah penelitian. Menurut Hadari Nawawi metode pada dasarnya berarti cara

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. Al-Ghazali (w M) adalah salah satu tokoh pemikir paling populer bagi

STUDI LAPANGAN BAGI PENELITIAN SEJARAH

II. TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR DAN PARADIGMA. Pada saat proses penulisan laporan ini, penulis memerlukan suatu hal yang

BAB I PENDAHULUAN. Sejarah kehidupan beragama di dunia banyak diwarnai konflik antar

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan ekonomi tahun 1980an telah berdampak pada tumbuhnya

PARADIGMA SASTRA, SEMAKIN MEMUDARKAH...? tentang tanggapannya mengenai dunia sastra. Sastra dianggapnya suatu pekerjaan yang

TINJAUAN PUSTAKA. Secara etimologis konsep tinjauan historis terdiri dari dua kata yakni tinjauan dan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. sejarah yang merupakan salah satu jenis penelitian yang bertujuan untuk

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. metafisika pada puncaknya. Kemudian pada pasca-pencerahan (sekitar abad ke-

II. TINJAUAN PUSTAKA. Secara etimologi konsep tinjauan historis terdiri dari dua kata yakni tinjauan dan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

PANITIA UJIAN AKHIR SEMESTER GENAP 2012/ 2013 FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS WARMADEWA

KISI-KISI PEDAGOGIK UKG 2015 SEJARAH STANDAR KOMPETENSI GURU KOMPETENSI GURU MATA PELAJARAN/KELAS/KEAHLIAN/BK

BAB I PENDAHULUAN. sebuah Operasi yang diberi nama Operasi Overlord. Dalam Operasi ini Sekutu

III. METODE PENELITIAN. mencapai tujuan, maka langkah-langkah yang ditempuh harus sesuai dengan

BAB I PENDAHULUAN. nilai-nilai patriotisme. Lunturnya nilai-nilai patriotisme pada sebagian masyarakat

BAB I PENDAHULUAN. individu atau kegagalan suatu bangsa oleh sebab itu sejarawan perlu untuk

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

Kuliah ke-2: Paradigma Teori Sosiologi

BAB I PENDAHULUAN. Eksistensi budaya dalam kehidupan sosial masyarakat suatu bangsa

METODOLOGI PENELITIAN. tersebut dipilih dengan mempertimbangkan kesesuaiannya dengan objek studi.

BAB I. PENDAHULUAN. Universitas Indonesia. Estetika sebagai..., Wahyu Akomadin, FIB UI,2009

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Drs. Suwirta, M.Hum. Farida Sarimaya, M.Si. Didin Saripudin, M.Si.

Hubungan antropologi dengan ilmu lain

BAB III METODELOGI PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Menurut Suryabrata (1983:15),

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dan Taylor mendefinisikan, metodologi kualitatif sebagai prosedur penelitian

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Indonesia. 1 Drs. Atar Semi. Kritik Sastra, 1984: Ibid. Hal. 52.

PENGANTAR ILMU SEJARAH DAN REAKSI TERHADAP IMPERIALISME. Oleh : Dr. Agus Mulyana,M.Hum Universitas Pendidikan Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. B. Perumusan Masalah

DESKRIPSI MATAKULIAH PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU KEPENDIDIKAN UNIVERSITAS JAMBI

Terbentuknya Kampung 4 di Kecamatan Paguat. (Kajian Historis ) Oleh: Susanti Mohammad, Trisnowaty Tuahunse*, Surya Kobi**

BAB 3 METODOLOGI. Universitas Indonesia Representasi jilbab..., Sulistami Prihandini, FISIP UI, 2008

Transkripsi:

PARADIGMA (Dalam Perspektif Sejarah) Ahmad Musonnif Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Tulungagung Jl. Mayor Sujadi Timur 46 Tulungagung Jawa Timur Email: sonetless@gmail.com Abstract As science, history studies has it s own paradigm that leads it to be one of subject that is studied by scientific method. The term paradigm, that was popularized by Thomas Kuhn, has been defined as concept of things that are basic and fundamental. Masterman and Freiderichs define paradigm as fundamental perspective of discipline of science about the main issues that are studied in the discipline. The elements of paradigm in history studies are the basic assumptions, values, the problems studied, Models, the concepts, the research methods, the result of analysis, the results of the analysis or theory, representation. Keywords: paradigm, history studies Abstrak Sebagai sebuah ilmu, kajian sejarah memiliki paradigmanya sendiri yang mengarahkannya menjadi sebuah subjek yang dikaji secara ilmiah. Istilah paradigma yang dipopulerkan oleh Thomas Kuhn didefinisikan sebagai konsep yang mendasar tentang sesuatu. Masterman dan Freiderichs mendefinisikan paradigma sebagai sebuah perspektif yang fundamental tentang suatu disiplin ilmu tentang masalah-masalah pokok yang dipelajari dalam dispilin imu tersebut. Unsur-unsur paradigma meliputi asumsi-asumsi dasar, nilai-nilai, masalah-masalah yang diteliti, Model, konsep-konsep, metode penelitian, metode analisis, hasil analisis atau teori, representasi Kata Kunci: Paradigma, Kajian Sejarah PENDAHULUAN Term paradigma yang dipopulerkan oleh Thomas Khun, kurang lebih merupakan suatu konsep tentang hal-hal yang bersifat pokok dan fundamental. Masterman dan Freiderichs mendefinisikan paradigma sebagai sebuah pandangan yang fundamental dari suatu cabang ilmu tentang pokok-pokok persoalan yang harus dikaji oleh cabang ilmu tersebut. Paradigma berperan dalam menentukan

289 Kontemplasi Vol 01 No 02, Nopember 2013 hal-hal apa saja yang harus dikaji oleh suatu cabang ilmu, masalah-masalah apa saja yang harus dipecahkan, metode-metode dalam menjawab suatu persoalan, dan prosedur-prosedur yang harus ditaati dalam menafsirkankan informasi yang dikumpulkan untuk memecahkan masalah-masalah dalam cabang ilmu tersebut. Paradigma berfungsi sebagai alat untuk mengkaji informasi-informasi yang telah ditemukan dengan sebuah metode untuk mendapatkan asumsi-asumsi yang menyeluruh yang merupakan konsep dam proposisi mendasar yang digunakan dalam logika sosial. Tujuan dirumuskannya paradigma adalah untuk memberikan pedoman yang sesuai dalam menganalisis suatu informasi. Terkadang Paradigma diidentikkan dengan model. Keduanya memiliki fungsi sebagai sarana bagi menganalisa dan menafsirkan data. Ketika mendapatkan sejumlah data, seorang peneliti menghadapi persoalan tentang metode untuk memahami data tersebut. Analisis merupakan kegiatan melakukan kategorisasi, menyusun, mengolah dan menyimpulkan data. Langkah-langkah tersebut bertujuan untuk mengolak data menjadi informasi yang bisa dimengerti (intelligible) dan ditafsirkan. Paradigma dan model berguna untuk memahami data data yang telah dikumpulkan. Sebelum melakukan kategorisasi, menyusun, mengolah dan menyimpulkan data, seorang peneliti mengawalinya dengan mengajukan asumsi dan postulat yang ada dalam cabang ilmu yang ditekuninya. Selain itu seorang peneliti harus mampu melihat pengaruh ideologi dan politik terhadap data yang dikumpulkan. Tujuannya adalah supaya peneliti tidak menganggap data tersebut bersifat obyektif dan tidak dipengaruhi oleh subyektifitas sumber data. 1 PARADIGMA KAJIAN SEJARAH Paradigma dalam ilmu pengetahuan, demikian pula dalam kajian sejarah memiliki unsur-unsur sebagai berikut:pertama, asumsi-asumsi dasar. kedua nilainilai. Ketiga, masalah-masalah yang diteliti, Keempat. Model. Kelima, konsep- 1 Absori, Paradigma Hukum Dan Perspektif Spiritualisme, http://hukum.ums.ac.id/index.php?pilih=news&mod=yes&aksi=lihat&id=55.

Ahmad Mushonnif, Paradigma... 290 konsep. Keenam, metode penelitian. Ketujuh, metode analisis.; kedelapan, hasil analisis atau teori dan Kesembilan, representasi. 2 Asumsi-asumsi Dasar (Basic Assumptions) Asumsi adalah pandangan-pandangan mengenai suatu obyek (baik itu benda kongkrit atau abstrak, ilmu pengetahuan, fungsi ilmu pengetahuan dan lain sebagainya) yang tidak diragukan lagi kebenarannya atau kebenarannya sudah diterima secara umum. asumsi merupakan titik-tolak atau dasar dalam memahami dan menjawab suatu persoalan, karena asumsi tersebut dianggap benar atau diyakini kebenarannya. Asumsi-asumsi ini merupakan hasil dari perenungan-perenungan filosofis, penelitian-penelitian empiris, dan observasi. Asumsi-asumsi dasar ini biasanya berbentuk definisi-definisi tentang sesuatu, dan ini biasanya merupakan jawaban atas pertanyaan tentang apa. 3 Terkait tentang apa itu sejarah Secara etimologi atau asal katanya Sejarah diambil dari berbagai macam istilah. Di antaranya adalah: Pertama, merupakan serapan bahasa Arab yaitu shajaratun artinya pohon. Kedua, Dalam bahasa Jerman, yaitu Geschichte berarti sesuatu yang telah terjadi di masa lampau. Ketiga, Dalam bahasa Belanda yaitu Geschiedenis, yang artinya terjadi. Keempat, Dalam bahasa Inggris yaitu History, yang memiliki arti masa lalu manusia. Kelima, kata History dalam bahasa Inggris sebenarnya merupakan serapan dari bahasa Latin dan Yunani yaitu Historia yang artinya informasi atau pencarian dan dapat pula diartikan dengan ilmu. Istor dalam bahasa Yunani berarti orang pandai. sedangkan Istoria berarti ilmu yang secara khusus mengkaji tentang fenomena-fenomena yang terjadi berdasarkan kronologinya. Berdasarkan asal kata tersebut maka sejarah dapat diartikan sebagai sesuatu yang telah terjadi pada pada masa lalu dalam kehidupan manusia. 4 Adapun unsur-unsur sejarah meliputi: 1. Rangkaian peristiwa yang terjadi berdasarkan kronologi waktu. 2 Heddy Shri Ahimsa-Putra, Makalah Paradigma Sosial Budaya, Sebuah Pandangan, 7 Desember 2009. 3 Ibid. 4 Sugianto Azizy, Pengertian Sejarah, Konsep dan Ciri, http://serbasejarah.blogspot.com/2011/03/mengenal-sejarah.html.

291 Kontemplasi Vol 01 No 02, Nopember 2013 2. Tiga dimensi waktu yang melingkupi suatu peristiwa yaitu dulu, sekarang, dan nanti. 3. Hukum sebab akibat terjadinya suatu peristiwa. 4. Relatifitas kebenaran terjadi peristiwa sejarah. Dimana kebenaran sejarah akan digugurkan jika ditemukan kebenaran yang baru. 5 Nilai-nilai (Values) Setiap kegiatan ilmiah juga selalu didasarkan pada sejumlah kriteria atau patokan yang digunakan untuk menentukan apakah sesuatu itu benar atau salah, baik atau buruk, bermanfaat atau tidak. Patokan-patokan inilah yang biasa disebut nilai. Dinyatakan atau tidak nilai-nilai selalu ada di balik setiap kegiatan ilmiah, karena di situ selalu ada persoalan benar atau salah, bermanfaat atau tidak. Dengan patokan inilah seorang ilmuwan akan menilai hasil penelitian ilmuwan yang lain, kinerja mereka atau produktivitas mereka. 6 Terkait nilai kebenaran sejarah para ilmuan sejarah menetapkan standar dalam kajian sejarah. Agar sejarah menjadi sebuah ilmu, maka sejarah harus memiliki nilai-nilai keilmiahan (scientific values) sebagai berikut. a. Empiris Ilmu sejarah dikategorikan ke dalam ilmu-ilmu empiris. Kata empiris berasal dari bahasa Yunani empeiria yang artinya sesuatu yang dialami. Karena masuk dalam kategori ilmu-ilmu empiris, maka sejarah harus merupakan hasil riset, eksperimen, dan observasi terhadap sumber-sumber data sejarah. Jadi sejarah bukanlah hasil perenungan semata atau imajinasi. b. Memiliki Objek Objek sejarah adalah manusia dalam lingkup waktu. Maksudnya bahwa objek sejarah adalah kehidupan masa lampau manusia yang memiliki kaitan dengan masa kini dan masa yang akan datang. c. Memiliki Teori Dalam bahasa Yunani theoria berarti renungan. Jadi sejarah mempunyai teori yang berisi rumusan-rumusan para sejarawan tentang fenomena yang terjadi dalam sejarah. Dalam bidang ilmu sejarah banyak sekali didapati teori- 5 Ibid. 6 Heddy Paradigma

Ahmad Mushonnif, Paradigma... 292 teori yang telah dirumuskan oleh para sejarawan, seperti teori tentang nasionalisme, teori geopolitik, teori Challenge and Response oleh Arnold Toynbee, teori konflik sosial dari Karl Marx, dan teori Future Shock oleh Alfin Tofler. d. Memiliki Metode Methodos merupakan kata dari bahasa Yunani yang berarti cara. Dari segi metode sejarah dibagi menjadi sejarah ilmiah dan sejarah populer. Sejarah ilmiah merupakan hasil penelitian dengan menggunakan metode ilmiah yang kebenarannya diuji terlebih dahulu. Dalam hal penyajiannya, sejarah ilmiah ini terkesan apa adanya dan kaku. adapun sejarah populer terkadang diperoleh dengan hasil perenungan semata dan kebenarannya kurang teruji karena lebih bersifat kesusastraan. Sejarah populer ini misalnya seperti legenda-legenda atau mitologi 7 Terkait dengan nilai guna sejarah, Secara garis, Louis Gotschalk menjelaskan kegunaan sejarah sebagai berikut : 1. Rekreatif, yaitu bahwa para pembaca sejarah dibawa untuk menjelajah ke masa lampau. Dimana seorang pembaca seolah-olah menyaksikan dan mengalami sendiri peristiwa-peristiwa yang pernah terjadi di masa lalu. 2. Inspiratif, dengan membaca sejarah seseorang akan mendapatkan inspirasi karena dia melihat bagaimana orang-orang dimasa lampau menyelesaikan masalahnya. Dengan membaca sejarah seseorang dapat mengambil nilai-nilai dari masa lampau yang dapat digunakan untuk mengatasi masalahnya di masa kini. 3. Instruktif, dengan mempelajari sejarah, seseorang akan mendapatkan pengetahuan baru yang bersifat tekhnis, misalnya tentang taktik berperang atau mungkin bagaimana mengolah fisik atau batin sebagaimana dimasa lampau hal itu merupakan hal-hal yang sangat populer. 4. Edukatif, membaca sejarah bermanfaat untuk mendapatkan kearifan dari masa lampau untuk menjalani kehidupan di masa depan. 8 7 Aries Lailiyah, Prinsip Dasar Ilmu Sejarah, http://aries55history.blogspot.com/2009/12/prinsip-dasar-ilmu-sejarah.html. 8 Siroyudin, kegunaan dan manfaat mempelajari sejarah, http://siroychery.blogspot.com/2011/03/kegunaan-dan-manfaat-mempelajari.html

293 Kontemplasi Vol 01 No 02, Nopember 2013 Model-model (Models) Model adalah perumpamaan, analogi, atau kiasan tentang fenomena yang dipelajari. terkadang model juga tamapk seperti asumsi dasar. Walaupun sebenarnya, model tidak sama dengan asumsi dasar. Sebagai suatu perumpamaan dari suatu fenomena, sebuah model berfungsi untuk menyederhanakan. Maksudnya adalah tidak semua aspek, sifat, atau unsur dari fenomena dapat disajikan dalam sebuah model. Model dibagi menjadi dua yaitu: Pertama, model utama (primary model) dan kedua, model pembantu (secondary model). Model yang digunakan di sini adalah model utama. Model utama lebih dekat dengan asumsi dasar dan merupakan pedoman bagi seorang peneliti untuk mengkaji suatu fenomena. Model dapat berbentuk kata-kata (uraian) ataupun gambar, tetapi lebih banyak yang berupa uraian. adapun model pembantu biasanya berbentuk gambar. Model pembantu ini biasanya digunakan untuk membantu seorang ilmuwan dalam menjelaskan hasil penelitian atau teorinya. Model juga dapat berbentuk sebuah gambar, diagram, bagan atau skema, yang digunakan untuk membantu memahami penjelasan seorang ilmuan. Dalam konteks kajian sejarah di Indonesia, sejarah merupakan serapan kata dalam bahasa Arab yaitu syajaratun artinya pohon. Dalam konteks bahasa arab dikenal kata shajarah al-nasab, artinya pohon silsilah. Pohon digunakan untuk menjelaskan kronologi sejarah keturunan atau asal usul keluarga raja atau dinasti tertentu. Pada masa lalu orang-orang terbiasa menggunakan pohon silsilah sebagai sarana untuk menjelaskan sejarah suatu kerajaan. Dengan melihat Pohon seseorang dapat menjelaskan sejarah secara kronologis yang dimulai dari akar yang merupakan simbol awal munculnya suatu fenomena (misalnya kerajaan); batang yang merupakan perumbamaan masa pertumbuhan; ranting yang merupakan masa perkembangan; buah yang merukan masa keemasan; rontok yang merupakan masa kemunduran; dan mati yang merupakan masa keruntuhan. Dari pohon yang sudah mati juga muncul pohon-pohon baru baik dari biji ataupun tunas. Ini sebagai perumpamaan bahwa kerajaan yang runtuh itu merupakan asalusul dari munculnya kerajaan-kerajaan baru. Misalnya Majapahit yang muncul

Ahmad Mushonnif, Paradigma... 294 dari keluarga kerajaan Singosari. Demak yang didirikan oleh keluarga majapahit. Pajang yang didirikan oleh keluarga Demak dan seterusnya. 9 Masalah Yang Diteliti/Yang Ingin Dijawab Masalah-masalah dalam paradigma ilmu pengetahuan biasanya berbentuk pertanyaan-pertanyaan yang ingin dijawab atau berbentuk hipotesis yang ingin diuji kebenarannya. Setiap paradigma ilmu pengetahuan memiliki masalahmasalahnya sendiri, yang berhubungan dengan asumsi-asumsi dasar dan nilai-nilai yang ada dalam paradigma. Maka dari itu, dalam setiap penelitian rumusan masalah dan hipotesa harus terkait dengan asumsi dan konsep-konsep yang sesuai dengan bidang ilmu terkait. Contoh masalah-masalah yang ingin dijawab dalam penelitian sejarah dirumuskan sebagai berikut. 1. Apa atau siapakah yang menentukan gerak sejarah? 2. Bagaimanakah sifat gerak sejarah itu? 3. Apakah peranan manusia dalam sejarah atau apakah arti sejarah bagi manusia? 10 Contoh hipotesis-hipotesis dalam penelitian sejarah adalah: 1. Sejarah digerakkan oleh orang-orang besar, fenomena alam, dan takdir Tuhan. 2. Gerak sejarah bersifat siklus atau linier. 3. Manusia memiliki peran dalam menentukan gerak sejarah. 4. Dan lain-lain. Konsep-konsep Pokok (Main Concepts, Key Words) Konsep didefinisikan sebagai istilah-istilah atau kata-kata yang diberi makna tertentu sehingga membuatnya dapat digunakan untuk menganalisis, memahami, menafsirkan dan menjelaskan peristiwa atau gejala sosial-budaya yang dipelajari. Dalam konteks kajian sejarah ada beberapa konsep penting sebagai berikut. a. Konsep Perubahan dan Kesinambungan 9 Sugianto Azizy Pengertian Sejarah, Konsep dan Ciri, http://serbasejarah.blogspot.com/2011/03/mengenal-sejarah.html. 10 Hari Budianto, Perkembangan teori sejarah, makalah, Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2009.

295 Kontemplasi Vol 01 No 02, Nopember 2013 Ilmu sejarah mempelajari peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa lalu. Masa lalu memiliki pengertian yang sangat luas, bisa berarti satu abad yang lalu, satu tahun yang lalu, satu bulan yang lalu, satu hari yang lalu atau satu detik yang lalu. Rangkaian peristiwa dalam terjadi secara berkelanjutan atau berkesinambungan (continuity). ilmu sejarah diibaratkan seperti kaca mata tiga dimensi, yang berfungsi untuk melihat masa lalu, sekaligus masa kini dan dan yang akan datang. (to study history is to study the past to built the future). Jadi, Ilmu sejarah mempelajari peristiwa-peristiwa dalam lingkup waktu (time) yang senantiasa bergerak dari waktu sebelumnya ke waktu-waktu berikutnya. Peristiwa tersebut menyebabkan terjadinya peristiwa-peristiwa baru yang saling terkait. Oleh karena itu bisa dikatakan bahwa sejarah selalu berjalan dan tidak pernah berhenti (stagnan). Dalam kajian sejarah juga dikenal konsep perubahan (change) sejarah manusia dari waktu dulu sampai waktu sekarang. Perubahan tersebut ada yang berjalan lambat lambat (evolusi) dan ada pula yang berjalan dengan cepat (revolusi). b. Konsep kronologi dan Periodisasi Yang dimaksud dengan kronologi adalah bahwa peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam sejarah berjalan sesuai dengan urutan waktu. Jadi, dalam kajian ilmu sejarah Tidak ada istilah lompatan atau berjalan terbalik (anakronis). Dalam mempelajari sejarah seorang peneliti harus memperhatikan urutanurutan peristiwa (kronologi). Selain istilah kronologi dalam kajian sejarah juga ada istilah kronik, yaitu sebuah kisah atau catatan sejarah yang dituturkan berdasarkan urutan waktu. Periodisasi adalah pembagian atau pembabakan peristiwa-peristiwa masa lampau yang sangat panjang menjadi beberapa periode atau babak. Contohnya seperti periode kolonialisme dalam sejarah Indonesia, periode kemerdekaan, orde lama, orde baru, dan seterusnya. Sebenarnya, istilah periodisasi kurang populer dalam kajian sejarah. 11 Metode-metode Penelitian (Methods of Research) Dalam kanteks penelitian sejarah ada tahapan-tahapan sebagai berikut: 11 M. Habib Mustopo dkk, Sejarah,( Jakarta: Yudhistira,2006), h. 9-11

Ahmad Mushonnif, Paradigma... 296 1. Heuristik Istilah heuristik berasal dari bahasa Yunani heurisken yang artinya menemukan. Dalam kata konteks penelitian sejarah, heuristik merupakan tahap mencari sumber data sejarah baik yang bersifat lisan, tulisan, ataupun benda. 2. Verifikasi Verifikasi dalam penelitian sejarah adalah dengan cara melakukan kritik terhadap data dari sumber sejarah. Ada dua macam kritik terhadap data sejarah. Pertama, Kritik Intern yaitu kritik terhadap isi dari sumber data sejarah, seperti isi kitab kuno, prasasti, atau sumber data sejarah lainnya. Kedua, Kritik Ekstern yaitu kritik terhadap keaslian sumber data sejarah. Tahapan ini dilakukan dengan cara : (1). Tipologi, yaitu klasifikasi sumber data sejarah berdasarkan bentuk (tipe) dari benda peninggalan sejarah. (2). Stratifikasi, yaitu tahapan penentuan umur relatif suatu benda sejarah berdasarkan lapisan tanah tempat benda tersebut ditemukan serta unsur unsur kimia yang melekat pada benda sejarah. (3). Interpretasi, yaitu Tahap penafsiran fakta fakta sejarah sudah di dapatkan dari sumber data sejarah. Penafsiran ini dilakukan dengan cara analisis & sintesis. 12 Dalam kajian sejarah pendekatan-pendekatan (approaches) digunakan adalah sebagai berikut. 1. Idealist approach, yaitu bahwa seorang peneliti yang mempelajari dan menafsirkan fakta sejarah memiliki kepercayaan secara penuh terhadap fakta sejarah tanpa keraguan. 2. Reductionalist approach, yaitu bahwa seorang peneliti yang mempelajari dan menafsirkan fakta sejarah dengan sertai keraguan terhadap fakta sejarah. Selain dua di atas ada pendekatan lain yang digunakan dalam kajian sejarah, yaitu: 1. Diakronik, yaitu penelusuran sejarah dan perkembangan satu fenomena yang sedang diteliti. Misalnya, kalau sedang meneliti sistem hukum di masa abbasiyah, diakroninya adalah harus lebih dahulu membahas sistem hukum di masa sebelumnya. 12 Aries, Prinsip Dasar Ilmu Sejarah,.

297 Kontemplasi Vol 01 No 02, Nopember 2013 2. Sinkronik, yaitu kontekstualisasi atau melakukan tinjauan sosiologis terhadap lingkungan yang mengitari fenomena yang sedang diteliti. Misalnya, sistem hukum di masa abbasiyah, maka latar belakang social-politik sistem hukum di masa abbasiyah harus juga harus dipelajari. 3. Sistem nilai, yaitu penelusuran sistem nilai budaya yang melingkupi fenomena sejarah. Dengan demikian pendekatan dalam kajian sejarah dengan pendekatan diakroni, sinkronik dan sistem budaya adalah penelitian yang menelusuri latar belakang dan perkembangan fenomena yang diteliti lengkap dengan sejarah sosio historis dan nilai budaya yang mengitarinya. 13 Hasil Analisis/Teori (Results of Analysis/Theory) Dalam kajian sejarah banyak sekali teori-teori yang dirumuskan para sejarawan sebagai hasil dari analisa terhadap fenomena-fenomena dalam sejarah. Di antara teori-teori tersebut adalah Teori gerak siklus sejarah Ibnu Khaldun, teori daur cultural spiral Giambattista Vico, teori tantangan dan tanggapan Arnold Toynbee, teori dialektika kemajuan Jan romein, teori despotism timur Wittfogel, teori perkembangan sejarah dan masyarakat Karl Marx, dan lain-lain. Representasi (historiografi) Kegiatan terakhir dari penelitian sejarah (metode sejarah) adalah merangkaikan fakta berikut maknanya secara kronologis/diakronis dan sistematis, menjadi tulisan sejarah sebagai kisah. Kedua sifat uraian itu harus benar-benar tampak, karena kedua hal itu merupakan bagian dari ciri karya sejarah ilmiah, sekaligus ciri sejarah sebagai ilmu. 14 Karya tulis sejarah ini biasa disebut dengan historiografi. Historiografi merupakan sumber informasi sejarah. Dalam penulisan historiografi seorang sejarawan juga harus berfikir logis dan memparkan informasi sesuai data yang obyektif, tidak boleh mengada-ada atau menuliskan 13 Aries Lailiyah, Pendekatan Sejarah, http://arieslailiyah.blogspot.com/2012/05/pendekatansejarah.html 14 A. Sobana, HS, metode penelitian sejarah, Materi penyuluhan, "Workshop Penelitian dan Pengembangan Kebudayaan; Penulisan Karya Ilmiah dan Perekaman Data" tanggal 12-14 Februari 2008 yang diselenggarakan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebudayaan, Badan Pengembangan Sumber Daya Kebudayaan dan Pariwisata, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, kerjasama dengan Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Bandung.

Ahmad Mushonnif, Paradigma... 298 imajinasi penulis tanpa didasarkan bukti. Salah satu karya historiografi yang dianggap mengada-ada oleh Ibnu Khaldun adalah karya al-mas udi. Al-Mas ûdî menceritakan bahwa Alexander pada saat membangun Alexandria mendapat teror dari monster-monster laut alexandria. Kemudian Alexander menyelam ke dasar laut dalam sebuah peti kaca dan membuat gambar binatang-binatang tersebut. Berdasarkan gambar itu, dia membuat patung dari logam yang diletakkan di depan sebuah bangunan. sehingga ketika muncul dan melihat patung-patung itu, binatang-binatang tersebut lari ketakutan. Akhirnya, pembangunan alexandri dapat selesai. Menurut Ibn Khaldûn, peristiwa tersebut tidak masuk akal. Karena, hal itu sangat membahayak dirinya. Seseorang yang menyelam ke dalam air, walaupun menggunakan kotak tertutup, pasti akan mati karena kekurangan udara untuk bernafas. 15 PENUTUP Kajian sejarah adalah kajian tentang masa lampau yang memiliki paradigmanya sendiri. karena kajian sejarah merupakan kajian terhadap obyek yang tidak dapat diamati secara langsung, maka banyak sekali yang meragukan obyektifitas ilmu sejarah. Penggunaan paradigma ilmu pengetahuan Ilmiah dalam kajian sejarah masih dalam proses diusahakan. Karena bagaimanapun untuk melacak kebenaran suatu peristiwa sejarah melalui sumber-sumber sejarah tertulis (historiografi) ataupun benda-benda purbakala (arkeologis) masih diragukan kebenarannya. Karena obyektifitas sumber-sumber informasi sejarah tersebut juga masih diragukan. DAFTAR PUSTAKA Absori, Paradigma Hukum Dan Perspektif Spiritualisme, http://hukum.ums.ac.id/index.php?pilih=news&mod=yes&aksi=lihat&id=55 Azizy, Sugianto Pengertian Sejarah, Konsep dan Ciri, http://serbasejarah.blogspot.com/2011/03/mengenal-sejarah.html. Budianto, Hari, Perkembangan Teori Sejarah, sebuah makalah, Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2009. 15 Ahmad Choirul Rofiq, Historiografi menurut Ibn Khaldun, http://www.blog.indah.web.id/2012/05/historiografi-menurut-ibn-khaldun.html

299 Kontemplasi Vol 01 No 02, Nopember 2013 Ahimsa, Heddy Shri -Putra, Makalah Paradigma Sosial Budaya, Sebuah Pandangan, 7 Desember 2009. HS, A. Sobana, metode penelitian sejarah, Materi penyuluhan dalam "Workshop Penelitian dan Pengembangan Kebudayaan; Penulisan Karya Ilmiah dan Perekaman Data" tanggal 12-14 Februari 2008 yang diselenggarakan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebudayaan, Badan Pengembangan Sumber Daya Kebudayaan dan Pariwisata, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, kerjasama dengan Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Bandung. Lailiyah, Aries, Pendekatan Sejarah, http://arieslailiyah.blogspot.com/2012/05/pendekatan-sejarah.html, Prinsip Dasar Ilmu Sejarah, http://aries55history.blogspot.com/2009/12/prinsip-dasar-ilmu-sejarah.html. Mustopo, M. Habib dkk, Sejarah,( Yudhistira Jakarta,2006) Rofiq, Ahmad Choirul, Historiografi menurut Ibn Khaldun, http://www.blog.indah.web.id/2012/05/historiografi-menurut-ibnkhaldun.html Siroyudin, Kegunaan Dan Manfaat Mempelajari Sejarah, http://siroychery.blogspot.com/2011/03/kegunaan-dan-manfaatmempelajari.html