BAB IV ANALISIS ISU ISU STRATEGIS 4.1 Permasalahan Pembangunan Capaian kinerja yang diperoleh, masih menyisakan permasalahan dan tantangan. Munculnya berbagai permasalahan daerah serta diikuti masih banyaknya kendala yang dihadapi dalam menjadi semangat bagi Pemerintah Daerah dan Kabupaten Sukabumi untuk lebih memperhatikan dan mengoptimalkan pemanfaatan potensi dan sumber daya lokal dalam rangka mewujudkan keberlanjutan Kabupaten Sukabumi menuju kemandirian dan kesejahteraan. Beberapa potensi dan sumber daya daerah yang masih dapat dioptimalkan untuk meningkatkan kualitas dan penyelenggaraan pemerintahan daerah, meliputi : Potensi kepatuhan para pihak (institusi pemerintah, swasta, dan ) yang belum optimal dan konsisten dalam melaksanakan peraturan perundangan atau hasil kesepakatan yang telah ditetapkan bersama, terutama komitmen terhadap hasil dokumen perencanaan daerah. Potensi penataan organisasi perangkat daerah akan lebih optimal apabila diikuti dengan penataan aparatur secara proporsional dan berbasis kompetensi, baik di tingkat kabupaten, kecamatan dan desa/ kelurahan. Potensi peran serta dan dunia usaha serta pembagian peran kelembagaan terutama di tingkat desa dan kecamatan yang belum dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang efektivitas manajemen dan penyelenggaraan pemerintahan daerah Potensi pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan yang belum sepenuhnya mengacu pada rencana tata ruang dan rencana daerah, baik jangka panjang, jangka menengah maupun tahunan. Secara umum, kendala yang dihadapi dalam pencapaian kinerja daerah mencakup aspek aspek, yaitu : 1. Kependudukan dan Kemiskinan 2. Pembangunan Manusia a. Bidang Pendidikan b. Bidang Kesehatan c. Bidang Daya Beli 3. Pembangunan Infrastruktur 4. Perkembangan Pemerintahan daerah 5. Pembangunan Wilayah 121
122 Secara rinci kendala yang dihadapai dalam pencapaian kinerja dapat dilihat dalam tabel 4.1 berikut : Tabel 4.1 Kendala Pembangunan Daerah Kabupaten Sukabumi NO ASPEK PEMBANGUNAN 1 Kependudukan dan Kemiskinan 2 Pembangunan Manusia 1. Bidang Pendidikan 2. Bidang Kesehatan 3. Bidang Daya Beli PERMASALAHAN ( issue ) LPP masih sulit dikendalkan terutama di daerah yang padat, dan Penduduk rentan miskin masih relatif tinggi Lambannya peningkatan kualitas manusia, yang disebabkan karena : Masih terdapat penduduk usia produktif yang tidak/ belum sekolah dan buta huruf Tingginya kasus kematian bayi Banyak penduduk usia kerja yang menganggur Daya beli rendah Pendapatan HAMBATAN (faktor internal) Tidak terkendalinya pertambahan jumlah penduduk di daerah padat Program penanganan penduduk miskin belum optimal (indikasi ini terlihat dengan masih tingginya jumlah penduduk miskin) Lemahnya sinergitas antar pelaku dalam pelaksanaan program/ kegiatan, yang berdampak : Aksesibilitas terhadap pelayanan pendidikan dan kesehatan rendah Ketidaksinkronan output program pendidikan dan keterampilan dengan penyediaan lapangan kerja Belum optimalnya penggalian TANTANGAN (faktor eksternal) Tingginya migrasi masuk (inmigrasi), Paket kebijakan pemerintah pusat dalam penanggulangan kemiskinan belum efektif. Tingkat kepedulian terhadap peningkatan kualitas pendidikan rendah. Masih lemahnya sistem kewaspadaan dini kesehatan Rendahnya aksesibilitas transportasi yang berdampak pada lesunya minat investor. Rendahnya aksesibilitas terhadap
123 NO ASPEK PEMBANGUNAN 3 Pembangunan Infrastruktur 4 Perkembangan Pemerintahan daerah PERMASALAHAN ( issue ) rendah Tingginya tingkat kerusakan dasar (terutama jalan dan pengairan) Sistem jaringan yang ada belum menunjang pelayanan sosial dan ekonomi secara optimal Kinerja pemerintahan belum optimal HAMBATAN (faktor internal) potensi daerah yang memiliki nilai ekonomi Tipologi wilayah Kab. Sukabumi dengan struktur geologi kompleks dan curah hujan tinggi menyebabkan wilayahnya sangat rentan bencana alam (gempa dan longsor) Kualitas masih rendah. Partisipasi dalam pemeliharaan umumnya rendah. Belum terintegrasinya rencana yang menunjang pelayanan sosial dan ekonomi Kelembagaan pelaksanaan urusan pemerintahan TANTANGAN (faktor eksternal) permodalan dan pasar Pengaruh perekonomian nasional yang belum stabil (kenaikan harga) berdampak terhadap daya beli Komitmen dan Kemampuan pemerintah (pusat, propinsi, dan dalam mewujudkan keterpaduan masih lemah. daerah) Kuantitas dan kualitas hubungan antar Pemerintah,
124 NO ASPEK PEMBANGUNAN 5 Pembangunan Wilayah PERMASALAHAN ( issue ) Pembangunan antar wilayah (kec. dan desa) belum merata dan sinergis HAMBATAN (faktor internal) belum didukung standar pelayanan minimal (SPM) Kuantitas dan kualitas aparatur belum didasarkan muatan kompetensi memadai Pembiayaan antar wilayah belum proporsional Rendahnya kuantitas dan kualitas aparatur wilayah. TANTANGAN (faktor eksternal) DPRD, dan organisasi non pemerintah belum optimal Kebijakan dan program pemerintah daerah yang berorientasi pada wilayah belum optimal
125 4.2 Isu Isu Strategis Isu Strategis dan permasalahan yang masih menjadi tantangan Kabupaten Sukabumi adalah : 1. Kemiskinan Walaupun ada penurunan persentase jumlah penduduk miskin Kabupaten Sukabumi Tahun 2011 menjadi 10,33 %, namun jumlah penduduk rentan miskin masih cukup tinggi. 2. Kesehatan - Masih tingginya Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Ibu (AKI) - Masih tingginya kasus prevalensi penyakit menular - Masih tingginya kasus Gizi Buruk - Masih rendahnya perilaku dalam hidup bersih dan sehat - Masih rendahnya kualitas kesehatan lingkungan - Masih kurangnya ketersediaan tenaga medis dan paramedis - Masih kurangnya sarana dan prasarana puskesmas pembantu pada setiap kecamatan 3. Pendidikan - Rendahnya akses pada pelayanan pendidikan - Rendah mutu pendidikan (guru, lulusan siswa) - Manajemen pendidikan (efektifitas penggunaan anggaran belum optimal) 4. Ekonomi - Stabilitas harga kebutuhan pokok cenderung fluktuatif berpengaruh pada daya beli - Rendahnya pemanfaatan teknologi dalam (Teknologi Tepat Guna/TTG) - Pertumbuhan ekonomi dalam dua tahun terakhir kecenderungan mengalami penurunan - Tingkat pengangguran masih tinggi - Rendahnya akses petani, nelayan dan UMKM terhadap permodalan. - Produktivitas pertanian dan mutu produk pertanian dalam arti luas relatif masih rendah - Belum seimbang antara pembiayaan dan ketersediaan anggaran. - Belum optimalnya penggalian sumber-sumber pendapatan daerah 5. Infrastruktur - Faktor alam : hujan dan bencana alam - Faktor manusia : masih rendahnya kemampuan dan partisipasi dalam pemeliharaan - Faktor konsistensi dalam penegakan aturan tonase kendaraan - Proporsi pembiayaan antar wilayah
126 - Pembangunan sistem jaringan wilayah belum optimal - Kuantitas dan kualitas dasar 6. Pemerintahan dan Politik - Kelembagaan belum didukung SPM - Kuantitas dan kualitas sarana pemerintahan - Kuantitas dan kualitas aparatur - Kuantitas dan kualitas hubungan antar Pemerintah, DPRD, dan organisasi non pemerintah belum optimal - Dampak suhu politik menjelang pemilihan umum tahun 2014 berpengaruh kepada jalan pemerintahan (keamanan dan ketertiban) 7. Tata Ruang dan Lingkungan - Penataan struktur ruang dan Penataan Kawasan Strategis Kabupaten - Rencana Pemekaran Kabupaten Sukabumi Utara (DOB, 21 kec) dan Selatan (Kab. Induk, 26 Kec.); - Rencana Struktur Ruang dan Pola Ruang mengacu RTRWN, dan RTRWP Jabar dan RTRW Kabupaten; - Pembangunan jalan Tol Ciawi Sukabumi dan Sukabumi Ciranjang; - Pengembangan PPN menjadi PPS di Palabuhanratu dan PKNp Palabuhanratu sebagai Brain Image Geopolitik Nasional - PKNp/ PKW Palabuhanratu sebagai Pintu Gerbang Barat bagi Pengembangan Jabar Selatan - Pengembangan KSP Sukabumi Selatan dalam RTRWP Jabar; - Pengembangan Potensi Unggulan : Agribisnis, Pariwisata, Industri, dan Marine Bisnis - Wilayah yg sangat luas namun dihadapkan permasalahan bencana - Perubahan iklim dan pemanasan global akibat degradasi lingkungan yang telah rusak - Rendah pengendalian dalam pemanfaatan ruang dengan rencana tata ruang - Masih terjadi inkonsistensi pemanfaatan ruang dengan rencana tata ruang - Pengembangan rural-urban linkages berbasis Agribisnis dan Agropolitan; - Pembangunan sistem jaringan wilayah belum optimal, yang disebabkan : 1) tingginya kerusakan (faktor alam dan peran serta ), 2) kualitas fisik umumnya kurang memuaskan (di bawah standar), dan 3) kerja sama pemerintah dengan swasta/ dalam penyediaan dan pengelolaan belum berkembang. - Konservasi dan pemanfaatan lahan kritis belum optimal
127 - Revitalisasi lahan perkebunan melalui kemitraan perusahaaan perkebunan dan sekitar - Perubahan iklim dan pemanasan global akibat degradasi lingkungan - Lemahnya pengaturan, pembinaan, pelaksanaan, dan pengawasan serta masih adanya ego sektoral dalam pelaksanaan program/ kegiatan fisik - Kesenjangan antar-wilayah di Kabupaten Sukabumi. 8. Kependudukan dan Pemberdayaan Perempuan - Masih tingginya Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) terutama di daerah padat - Masih rendahnya pemberdayaan perempuan dalam peningkatan ekonomi keluarga miskin. 4.3 Kajian Dokumen Perencanaan Lain Dalam upaya mensinergikan antara Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Sukabumi 2005 2025, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Barat, dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sukabumi Tahap II ini dilakukan kajian sinergitas yang tertuang dalam tabel 4.2. Dari kajian Dokumen Perencanaan tersebut, terdapat Visi yang sejalan yaitu Mewujudkan / Mencapai Masyarakat yang Sejahtera, dan memiliki kata kunci misi yaitu : Meningkakan SDM, Membangun Ekonomi, dan mengelola Pemerintahan yang Baik dan Efektif.
128 Tabel 4.2 Perbandingan Visi dan Jangka Menengah Kabupaten Sukabumi dan Provinsi Jawa Barat dan Visi Jangka Panjang Kabupaten Sukabumi Visi 1 2 3 4 5 Visi dan Kepala Daerah Terpilih Mewujudkan Masyarakat Kabupaten Sukabumi yang Berakhlak Mulia Maju Sejahtera 1. Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia yang Berakhlak Mulia 2. Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih dan Berkemampuan Memajukan Masyarakat 3. Membangun Perekonomian yang Tangguh, Berbasis Potensi Lokal, dan Berwawasan Lingkungan RPJP Kab. Sukabumi Kabupaten Sukabumi Dengan Iman dan Taqwa Maju Adil dan Sejahtera 1. Mewujudkan yang beriman dan bertaqwa, sehat, cerdas dan produktif 2. Mewujudkan Perekonomian Daerah yang Tangguh berorientasi Perekonomian Perdesaan dan Berwawasan Lingkungan 3. Mewujudkan Tata Kelola Kepemerintahan yang Baik 4. Mewujudkan wilayah yang berkeadilan RPJMD Jabar Tercapainya Masyarakat Jawa Barat yang Mandiri Dinamis Sejahtera 1. Mewujudkan Sumberdaya Manusia Jawa Barat yang Produktif dan Berdaya Saing 2. Meningkatkan Pembangunan Ekonomi Regional Berbasis Potensi Lokal 3. Meningkatkan Ketersediaan dan Kualitas Infrastruktur Wilayah 4. Meningkatkan Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Untuk Pembangunan yang Berkelanjutan 5. Meningkatkan Efektifitas Pemerintahan Daerah dan Kualitas Demokrasi
129 1 2 Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia yang Berakhlak Mulia 1. Meningkatkan kualitas perilaku serta membangun kembali modal sosial 2. Meningkatkan akses layanan dan kualitas pendidikan 3. Meningkatkan akses layanan dan derajat kesehatan 4. Mengendalikan perkembangan penduduk, menanggulangi kemiskinan, dan pengangguran 5. Membangun etos kerja yang produktif berlandaskan IMTAQ dan menguasai IPTEK Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih dan Berkemampuan Memajukan Masyarakat 6. Membangun budaya organisasi pemerintahan yang bersih, peduli, dan profesional 7. Meningkatkan kinerja pemerintahan dan kualitas pelayanan public 8. Memajukan dan T U J U A N Mewujudkan yang beriman dan bertaqwa, sehat, cerdas dan produktif 1. Membangun Kabupaten Sukabumi sehingga memiliki keimanan dan ketaqwaan yang kuat kepada Tuhan YME 2. Meningkatkan kualitas kesehatan, kecerdasan dan produktivitas Mewujudkan Perekonomian Daerah yang Tangguh berorientasi Perekonomian Perdesaan dan Berwawasan Lingkungan 3. Mengembangkan dan memperkuat perekonomian daerah berbasis sektor unggulan 4. Mengoptimalkan potensi dan sumber daya lokal sehingga memiliki daya saing, keunggulan komparatif dan kompetitif, serta Mewujudkan Sumberdaya Manusia Jawa Barat yang Produktif dan Berdaya Saing 1. Mendorong tingkat pendidikan, kesehatan, dan kompetensi kerja Jawa Barat 2. Menjadikan Jawa Barat yang sehat, berbudi pekerti luhur serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi Meningkatkan Ketersediaan dan Kualitas Infrastruktur Wilayah 3. Meningkatkan daya beli dan ketahanan pangan melalui pengembangan aktivitas ekonomi berbasis potensi lokal.
130 meningkatkan peran serta dalam berkelanjutan 3 4 Membangun Perekonomian yang Tangguh, Berbasis Potensi Lokal, dan Berwawasan Lingkungan 9. Meningkatkan daya beli dan ketahanan pangan melalui pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal dan lembaga keuangan mikro 10. Meningkatkan ketersediaan dan kualitas daerah yang mendukung perekonomian 11. Menciptakan iklim investasi yang kondusif serta mendorong industri di berbagai sektor yang memiliki daya saing dan berwawasan lingkungan Mewujudkan Tata Kelola Kepemerintahan yang Baik 5. Membangun akuntabilitas kepemerintahan yang bertanggung jawab 6. Meningkatkan efisiensi birokrasi, kemitraan yang serasi antar legislatif dengan eksekutif 7. Menciptakan stabilitas politik dan konsistensi dalam penegakan hukum Mewujudkan wilayah yang berkeadilan 8. Mengurangi kesenjangan sosial ekonomi di setiap wilayah secara menyeluruh dan meningkatkan Meningkatkan Ketersediaan dan Kualitas Infrastruktur Wilayah 4. Meningkatkan daya beli dan ketahanan pangan melalui pengembangan aktivitas ekonomi berbasis potensi lokal. Meningkatkan Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Untuk Pembangunan yang Berkelanjutan 5. Mewujudkan keseimbangan lingkungan dan keberlanjutan
131 5 keberpihakan kepada wilayah (kecamatan dan desa) tertinggal 9. Menanggulangi kemiskinan dan pengangguran secara sistemik 10. Menyediakan akses yang sama bagi terhadap berbagai pelayanan sosial ekonomi serta sarana dan prasarana dasar serta menghilangkan diskriminasi dalam berbagai aspek Meningkatkan Efektifitas Pemerintahan Daerah dan Kualitas Demokrasi 6. Mengembangkan birokrasi yang semakin profesional dan akuntabel 7. Mewujudkan kehidupan demokrasi dan terpeliharanya semangat kebangsaan
132 BAB IV Analisis Isu Isu Strategis