PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI MINUMAN RINGAN

dokumen-dokumen yang mirip
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI MINUMAN

PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK disusun oleh : Dr. Sugiarto Mulyadi

BAB 3 TEKNOLOGI PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK

PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI PERMEN

Jurusan. Teknik Kimia Jawa Timur C.8-1. Abstrak. limbah industri. terlarut dalam tersuspensi dan. oxygen. COD dan BOD. biologi, (koagulasi/flokulasi).

TUGAS MANAJEMEN LABORATORIUM PENANGANAN LIMBAH DENGAN MENGGUNAKAN LUMPUR AKTIF DAN LUMPUR AKTIF

Sistem Aerasi Berlanjut (Extended Aeratian System) Proses ini biasanya dipakai untuk pengolahan air limbah dengan sistem paket (package treatment)

BAB III PROSES PENGOLAHAN IPAL

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB VII PETUNJUK OPERASI DAN PEMELIHARAAN

PERENCANAAN ULANG INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) PG TOELANGAN, TULANGAN-SIDOARJO

HASIL DAN PEMBAHASAN

II. PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK GEDUNG SOPHIE PARIS INDONESIA

PENDAHULUAN. Latar Belakang

JURUSAN KETEKNIKAN PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG

BAB I PENDAHULUAN. hidup. Namun disamping itu, industri yang ada tidak hanya menghasilkan

Sewage Treatment Plant

PERANCANGAN INSTALASI PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI GULA

[Type text] BAB I PENDAHULUAN

INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) BOJONGSOANG

APLIKASI ROTARY BIOLOGICAL CONTACTOR UNTUK MENURUNKAN POLUTAN LIMBAH CAIR DOMESTIK RUMAH SUSUN WONOREJO SURABAYA. Yayok Suryo P.

TL-4140 Perenc. Bangunan Pengolahan Air Limbah L A G O O N / P O N D S

BAB I PENDAHULUAN. Dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat khususnya di kotakota

MODUL 3 DASAR-DASAR BPAL

1 Security Printing merupakan bidang industri percetakan yang berhubungan dengan pencetakan beberapa

BAB VI HASIL. Tabel 3 : Hasil Pre Eksperimen Dengan Parameter ph, NH 3, TSS

SISTEM PENGOLAHAN LIMBAH CAIR PADA IPAL PT. TIRTA INVESTAMA PABRIK PANDAAN PASURUAN

PENURUNAN KADAR BOD, COD, TSS, CO 2 AIR SUNGAI MARTAPURA MENGGUNAKAN TANGKI AERASI BERTINGKAT

PENGOLAHAN LIMBAH PEWARNAAN KONVEKSI DENGAN BANTUAN ADSORBEN AMPAS TEBU DAN ACTIVATED SLUDGE

PENGARUH RASIO WAKTU PENGISIAN : REAKSI PADA REAKTOR BATCH DALAM KONDISI AEROB

BAB 9 KOLAM (PONDS) DAN LAGOON

BAB PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI SIRUP, KECAP DAN SAOS

EFEKTIVITAS INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) DOMESTIK SISTEM ROTATING BIOLOGICAL CONTACTOR (RBC) KELURAHAN SEBENGKOK KOTA TARAKAN

PENGOLAHAN AIR LIMBAH RUMAH MAKAN (RESTORAN) DENGAN UNIT AERASI, SEDIMENTASI DAN BIOSAND FILTER

PENGOLAHAN LIMBAH CAIR DENGAN KANDUNGAN AMONIAK TINGGI SECARA BIOLOGI MENGGUNAKAN MEMBRANE BIOREACTOR (MBR)

PENGARUH RASIO MEDIA, RESIRKULASI DAN UMUR LUMPUR PADA REAKTOR HIBRID AEROBIK DALAM PENGOLAHAN LIMBAH ORGANIK

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Kombinasi pengolahan fisika, kimia dan biologi

Mukhlis dan Aidil Onasis Staf Pengajar Jurusan Kesehatan Lingkungan Politeknik Kesehatan Padang

PENGELOLAAN AIR LIMBAH PKS

WASTEWATER TREATMENT AT PT. X BY ACTIVE SLUDGE ( Pengolahan Limbah Cair PT. X Secara Lumpur Aktif )

KOMBINASI PROSES AERASI, ADSORPSI, DAN FILTRASI PADA PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI PERIKANAN

PEMBENIHAN DAN AKLIMATISASI PADA SISTEM ANAEROBIK

Evaluasi Instalasi Pengolahan Air Limbah Hotel X di Surabaya

PENGARUH WAKTU STABILISASI PADA SEQUENCING BATCH REACTOR AEROB TERHADAP PENURUNAN KARBON

Petunjuk Operasional IPAL Domestik PT. UCC BAB 2 PROSES PENGOLAHAN AIR LIMBAH

Tembalang, Semarang

A. Regulasi IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) atau Sewage Treatment Plant Regulation

BAB 5 PENGOLAHAN AIR LIMBAH DENGAN PROSES FILM MIKROBIOLOGIS (BIOFILM)

BAB V ANALISA DAN PEMBAHASAN

Desain Alternatif Instalasi Pengolahan Air Limbah Pusat Pertokoan Dengan Proses Anaerobik, Aerobik Dan Kombinasi Aanaerobik Dan Aerobik

UJI KINERJA PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI PARTIKEL BOARD SECARA AEROBIK

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. 1. Limbah Cair Hotel. Usaha perhotelan yang berkembang cepat, limbah rumah tangga

KEMAMPUAN LUMPUR AKTIF BIAKAN CAMPURAN DARI LIMBAH INDUSTRI CRUMB RUBBER UNTUK MENGURANGI KADAR COD, BOD DAN TSS

Kata Kunci: Pengaruh Bakteri, Bak Aerasi, Pengolahan Air Limbah

Pengolahan Limbah Rumah Makan dengan Proses Biofilter Aerobik

Evaluasi Kinerja Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Keputih, Surabaya

BAB V ANALISA AIR LIMBAH

PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK RUMAH SUSUN WONOREJO SECARA BIOLOGI DENGAN TRICKLING FILTER

Gambar IV.21 Hubungan kondisi pengudaraan dan effluen S COD untuk ketiga reaktorr

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Batik merupakan suatu seni dan cara menghias kain dengan penutup

TEKNIK PENGOLAHAN LIMBAH DI INDUSTRI PETROKIMIA

kimia lain serta mikroorganisme patogen yang dapat

BAB 6 PEMBAHASAN 6.1 Diskusi Hasil Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. limbah yang keberadaannya kerap menjadi masalah dalam kehidupan masyarakat.

INSTALASI PENGELOLAAN AIR LIMBAH (IPAL)

BAB PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI TEPUNG BERAS

Uji Kinerja Media Batu Pada Bak Prasedimentasi

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

Pengolahan Limbah Cair Industri secara Aerobic dan Anoxic dengan Membrane Bioreaktor (MBR)

Mekanisme : Air limbah diolah dengan aliran kontinyu Pengolahan lumpur dioperasikan tanpa resirkulasi

SKRIPSI PENGOLAHAN LIMBAH CAIR DOMESTIK DENGAN MENGGUNAKAN ROTARY BIOLOGICAL CONTACTOR (RBC)

PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI SECARA AEROBIC DAN ANOXIC DENGAN MEMBRANE BIOREACTOR (MBR)

Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

UJI KINERJA MEDIA BATU PADA BAK PRASEDIMENTASI

TIN206 - Pengetahuan Lingkungan Materi #6 Genap 2014/2015. h t t p : / / t a u f i q u r r a c h m a n. w e b l o g. e s a u n g g u l. a c.

BAB 12 UJI COBA PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK INDIVIDUAL DENGAN PROSES BIOFILTER ANAEROBIK

J. Tek. Ling Edisi Khusus Hal Jakarta Juli 2008 ISSN X

PROSES PENGOLAHAN AIR LIMBAH PADA IPAL INDUSTRI PENYAMAKAN KULIT BTIK LIK MAGETAN

BAB I PENDAHULUAN. industri kelapa sawit. Pada saat ini perkembangan industri kelapa sawit tumbuh

STUDI EVALUASI INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH PADA RUMAH SAKIT UMUM JAYAPURA JURNAL TEKNIK PENGAIRAN KONSENTRASI KONSERVASI SUMBER DAYA AIR

Kata Kunci : Waktu Aerasi, Limbah Cair, Industri Kecap dan Saos

EVALUASI EFISIENSI KINERJA UNIT CLEARATOR DI INSTALASI PDAM NGAGEL I SURABAYA

penambahan nutrisi berupa lumpur sebanyak ± 200 ml yang diambil dari IPAL

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

Menentukan Dimensi Setiap Peralatan yang Diperlukan Sesuai Proses yang Terpilih Menentukan Luas Lahan yang Diperlukan Menentukan Biaya Bangunan

PERANCANGAN REAKTOR ACTIVATED SLUDGE DENGAN SISTEM AEROB UNTUK PENGOLAHAN LIMBAH CAIR DOMESTIK

PENURUNAN KADAR COD AIR LIMBAH INDUSTRI PERMEN DENGAN MENGGUNAKAN REAKTOR LUMPUR AKTIF

PENERAPAN IPTEKS BAGI INDUSTRI KECIL ROKOK KRETEK

Nurandani Hardyanti *), Sudarno *), Fikroh Amali *) Keywords : ammonia, THMs, biofilter, bioreactor, honey tube, ultrafiltration, hollow fiber

PENINGKATAN KUALITAS AIR BAKU PDAM DENGAN MEMODIFIKASI UNIT BAK PRASEDIMENTASI (STUDI KASUS: AIR BAKU PDAM NGAGEL I)

BAB I PENDAHULUAN. Peningkatan permintaan energi yang disebabkan oleh pertumbuhan populasi

TUGAS PERENCANAAN BANGUNAN PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI ELECTROPLATING

PENENTUAN KARAKTERISTIK AIR WADUK DENGAN METODE KOAGULASI. ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN. mil laut dengan negara tetangga Singapura. Posisi yang strategis ini menempatkan

A. BAHAN DAN ALAT B. WAKTU DAN TEMPAT PENELITIAN

SEWAGE DISPOSAL. AIR BUANGAN:

Transkripsi:

J. Tek. Ling. Vol. 10 No. 1 Hal. 85-89 Jakarta, Januari 2009 ISSN 1441-318X PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI MINUMAN RINGAN Indriyati dan Joko Prayitno Susanto Peneliti di Pusat Teknologi Lingkungan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Abstract The concentration of soft drink contains organic waste water not so high. There fore one of the alternative of processing technology is used aerobic system: Oxydation ditch. On this observation can be seen that the system is able to degrade the organic matter by observe the operation parameters process to operate the system and the parameters are BOD, COD, TSS, Oil & grease, TDS, Total N and ph. All parameters show stability process during 3 (three) months operation. Base on the criteria as mentioned above, the efficiency that can be reached by this system are around 96,875 % for BOD efficiency, COD 96 % for COD efficiency, TSS 80 %, Oil & grease 75 %, Total N 76,92 % and ph 41 %. Keywords: limbah cair, minuman ringan 1. PENDAHULUAN Perkembangan industri dan teknologi di berbagai bidang kehidupan selain meningkatkan kualitas hidup manusia juga memberikan dampak lain terhadap kelangsungan lingkungan hidup yaitu berupa pencemaran. Untuk mencegah terjadinya pencemaran lingkungan yang tidak diinginkan, maka pemerintah mengeluarkan suatu standar baku mutu untuk buangan limbah, khususnya untuk limbah cair cukup ketat, sehingga mendorong pelaku-pelaku industri untuk mencari dan menggunakan teknologi pengolahan limbah yang ekonomis dan berdaya guna tinggi. Salah satu industri minuman dengan berbagai rasa, menggunakan gula dan glukosa sebagai bahan baku utama, sehingga limbah yang dihasilkan mengandung bahan organik yang cukup tinggi berkisar antara 500 3000 mg/l dan dalam pengolahannya menggunakan sistem aerob dengan menggunakan Baku mutu limbah cair yang dikeluarkan oleh Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. KEP- 51/MENKLH/10/1995 tanggal 23 Oktober 1995 untuk kegiatan industri, konsentrasi COD maksimum yang diperbolehkan untuk golongan I adalah 100 mg/l. Tujuan pengamatan ini adalah melakukan pemantauan terhadap nilai yang dicapai oleh parameter-parameter proses pengolahan limbah cair pabrik minuman ringan dengan sistem Oxydation ditch, sehingga dapat memenuhi baku mutu limbah cair untuk golongan I. Pengamatan ini dilakukan selama 3 (tiga) bulan dengan memperhatikan parameter proses limbah cair yang masuk kepengolahan (inlet) dan limbah cair yang keluar dari pengolahan (efluen). Pengolahan Limbah Cair...J. Tek. Ling. 85-89 85

2. TINJAUAN PUSTAKA Teknologi pengolahan limbah cair dapat diklasifikasikan ke dalam tiga metode yaitu pengolahan fisik, kimia dan biologi. Penerapan masing-masing metode tergantung pada kualitas air baku dan kondisi fasilitas yang tersedia 1). Prinsip pengolahan biologis adalah menyisihkan senyawa organik terlarut, yang melibatkan mikroba aktif untuk kontak dengan air limbah, agar mikroba tersebut dapat mengkonsumsi impuritas (pencemar) sebagai makanannya 2). Dalam mengklasifikasikan proses pengolahan biologis aerobik berdasarkan media pertumbuhannya secara garis besar dibagi 3 (tiga) macam, yaitu : 1). Proses Biomasa Tersuspensi (Suspended Culture). Conventinal/standard Activated Sludge Step Aeration Contact Stabilization Oxidation Ditch Lain-lain 2). Proses Biomasa Terlekat (Attached Culture). Trickling Filter/Biofilter Rotating biological Contactor (RBC) Contact Oxidation Lain-lain 3). Kolam (lagoon). Sistem pengolahan yang digunakan untuk menurunkan BOD dan COD adalah pengolahan biologi dengan menggunakan Lumpur aktif (activated sludge) yang dilakukan di dalam Oxydation Ditch. Lumpur Aktif (Activated Sludge) adalah termasuk pengolahan biologi dengan biomassa tersuspensi, dalam proses lumpur aktif, mikroorganisme (MO) dicampur dengan senyawa organik sehingga MO tersebut dapat tumbuh dan menstabilkan senyawa organik 2). Bagian-bagian penting yang terintegrasi dalam Unit Lumpur Aktif adalah: a. Sub unit Bak Aerasi : sebagai wadah bercampurnya dan bereaksinya elemen reaksi seperti mikroba, organik terurai dan oksigen b. Sub unit Bak Pengendap : tempat pemisahan lumpur aktif secara gravitasi c. Sistem Pengendali Lumpur : untuk mengontrol besarnya debit lumpur yang diresirkulasi (RAS) dan lumpur yang dibuang (WAS). Oxidation Ditch (oksidasi parit) adalah Reaktor berupa parit atau saluran panjang berbentuk oval yang dilengkapi satu atau lebih rotor rotasi untuk aerasi limbah. Efluen dijernihkan dan lumpur yang mengendap dikembalikan ke reaktor untuk menjaga konsentrasi MLSS 2) Effisiensi penyisihannya berkisar antara 75 95 % 3) Gambar 1. Reactor oxidation ditch 86 Indriyati dan Susanto, J. P. 2009

2.1. Sistem aliran dalam reaktor Plug-flow, air limbah dilewatkan ke dalam reaktor dan keluar dengan rangkaian yang sama pada saat masuk. Complete-mix atau continous stirred tank reactors (CSTR), air limbah yang masuk didispersikan dengan segera ke seluruh bak/tangki dengan aliran kontinyu, sehingga organic loading (OL) dan oksigen merata di seluruh tangki. Arbitrary-flow, adalah tipe reaktor dengan aliran yang dapat diubah antara plug-flow dan complete-mix 2.2. Aplikasi Proses dan Modifikasi Lumpur Aktif Lumpur aktif konvensional adalah dengan melakukan pengadukan dan aerasi air limbah dalam bak panjang dan sempit. Permasalahan yang timbul adalah 1). Biomassa yang diresirkulasi ke awal tangki dan bercampur dengan air limbah akan menyebabkan kebutuhan oksigen melebihi kemampuan dari kapasitas energi. 2). Pada bagian sekitar outlet oksigen yang dibutuhkan relatif kecil. 3). Kegagalan proses akibat shock loading dari senyawa toksik atau tinggi yang disebabkan oleh beban yang tidak merata ke seluruh tangki, tapi sangat terkonsentrasi ke daerah awal tangki/ inlet. 3. METODOLOGI PENELITIAN Pelaksanan pengamatan dilakukan dalam 3 (tiga) bulan berturut-turut dengan memperhatikan parameter BOD, COD, TSS, oil pada grease, TDS, total N, dan ph limbah cair. yang masuk ke dalam dan keluar sistem. Pengukuran parameter dilakukan terhadap limbah cair yang keluar dari pabrik sebelum masuk ke dalam sistem sebelum bar screen, kemudian dilakukan pada tangki Oxydatich I dan keluaran efluen dari Oxydation Ditch II. Proses yang dilakukan pada pengolahan limbah cair minuman ringan dimulai dengan limbah cair 4) dari proses pembersihan di pabrik dialirkan menuju peralatan pengolah limbah yang terdiri dari 1). Bar screen. Bar screen digunakan untuk menyaring semua sampah dan seal botol, plastik, sedotan dan lain-lain agar tidak terbawa aliran air limbah yang masuk ke unit pengolahan. 2). Grease Trap. Grease trap dibuat dengan volume tertentu sehingga aliran air diperlambat untuk memberi kesempatan minyak yang terkandung dalam air limbah untuk memisahkan diri dari air. 3). Sump Pit Sump pit merupakan tempat diletakkannya pompa yang digunakan untuk mengalirkan air limbah ke Equalization basin. 4). Cooling Tower & Cooling Tower Tank. Cooling tower Tank digunakan untuk menurunkan suhu limbah yang dilengkapi dengan 2 buah pompa transfer yang akan mempompa air limbah ke Neutralisasi Tank. 5). Neutralisasi Tank Pengolahan limbah yang menggunakan proses biologi (proses lumpur aktif) akan berjalan optimal pada ph sekitar 7 8,5 dan mengingat air limbah mempunyai ph 11 12 (basa_ maka perlu dilakukan pengaturan ph ini dengan penambahan asam chlorida (HCl) di neutralisasi tank yang dilengkapi dengan mixer. 6). Oxidation ditch I dan II. Oxidation ditch merupakan tempat utama berlangsungnya proses mikrobiologi dengan menggunakan lumpur aktif. Kandungan senyawa Pengolahan Limbah Cair...J. Tek. Ling. 85-89 87

organik diharapkan akan terdegradasi kurang lebih 90% dengan bantuan bakteri selain itu terjadi juga proses nitrifikasi dan denitrifikasi. Unit pengolahan didesain dalam 2 tahap untuk penurunan BOD secara seri. Pada Oxydation I diharapkan BOD turun dari 1600 ppm menjadi 700 ppm dan pada Oxydation Dicth II dari 700 ppm menjadi 50 ppm. 7). Tube settler. Masa bakteri/ lumpur yang berasal dari Oxydation Ditch harus dipisahkan dari air limbah dengan cara pengendapan gravitasi di Tube Settler. Lumpur / massa bakteri akan mengendap di bagian bawah Tube Settler dan mengalir ke Sludge Collector, sedangkan air limbah akan mengalir mengalir secara gravitasi menuju Control tank. 8). Sludge colector. Sludge colector merupakan tempat penampungan sementara lumpur cair yang berasal dari Tube Settler I & II. Sludge Colector dilengkapi dengan dua pompa yang dapat bekerja bergantian secara otomatis maupun manual untuk memompa lumpur cair untuk didaur ulang kembali (recycle) ke Oxydation Ditch atau dialirkan ke Decanter untuk dikeringkan. 9). Decanter Lumpur cair yang berasal dari Sludge Colector akan diperkecil kadar airnya dengan menggunakan decanter. Salah satu kelebihan decanter adalah dapat bekerja secara terus menerus, dengan memanfaatkan gaya centrifugal maka lumpur yang masuk akan terpisah dari air. Air yang sudah terpisah dari lumpur dialirkan ke Control Tank, sedangkan partikel padatan akan keluar melalui outlet lumpur. Perancangan unit pengolahan air limbah yang ada dilakukan berdasarkan kualitas air limbah yang akan diolah dan banyaknya air limbah yang harus diolah. Proses dapat dikatakan berjalan baik atau optimal bilamana parameter-parameter di setiap tangki tidak melebihi atau kurang dari parameter desain pengolahan limbah cair. 4. ANALISA HASIL Volume limbah cair yang diolah sebanyak 15 m3/jam atau 360 m3/hari. Sistem pengolahan yang digunakan untuk menurunkan BOD dan COD adalah pengolahan biologi dengan menggunakan lumpur actif (activated sludge) yang dilakukan di dalam Oxydation Ditch. Parameter air limbah seperti TDS akan tetap sama konsentrasinya sebelum dan sesudah diolah. Kadar TDS dari limbah cair sebelum dan sesudah pengolahan sudah dibawah dibawah baku mutu, jadi tidak diperlukan pengolahan lagi. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan selama 3 (tiga bulan) didapat hasil seperti terlihat pada Tabel 1. Tabel 2. Hasil proses pengolahan pada unit system 88 Indriyati dan Susanto, J. P. 2009

Berdasarkan hasil data pengamatan selama 3 (tiga) bulan terlihat adanya penurunan dari parameter parameter selama pengolahan sehingga dapat memenuhi baku mutu yang disyaratkan. Penurunan BOD pada tangki Oxidation I terjadi sebesar 56,25% untuk tangki Oxydation Ditch II terjadi penurunan sebesar 96,875 % dari yang pertama, parameter COD memperlihatkan penurunan 90% untuk yang pertama dan 96% untuk yang kedua, TSS berkurang 66,7 % untuk yang pertama dan 80% untuk yang kedua, Oil & grease menurun 50% dan 75 % untuk yang kedua, sedangkan TDS nya tetap karena sudah dibawah baku mutu yang disyaratkan, untuk Total N terjadi penurunan 61,5 % pada tangki Oxydation Ditch I dan 76,92 % untuk yang kedua sedangkan untuk penurunan temperatur relatif stabil penurunannya tidak terlalu tinggi karena limbah cair yang keluar cukup hangat dan temperatur ambient cukup panas. 5. KESIMPULAN Berdasarkan pengamatan yang dilakukan selama tiga bulan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1). Unit pengolah limbah dengan sistem Oxydation Ditch dalam activated sludge dapat digunakan untuk pengolahan limbah cair dari pabrik minuman ringan sejenis dengan kandungan BOD yang tidak terlalu tinggi serta efisiensi yang dicapai sebesar 96,875%, COD 96%, TSS 80%, Oil & grease 75%, TDS tetap 1200 ppm karena sudah dibawah baku mutu, Total N 76,92 %, ph turun sekitar 41 % sedangkan temperatur turun menjadi 29 o C 2). Parameter parameter desain yang menjadi kriteria desain unit pengolah limbah dapat dipenuhi oleh parameter-parameter selama pengoperasian unit tersebut. DAFTAR PUSTAKA. 1. Qasim, Syed R, Wastewater Treatment Plants Planning, Design, and Operation, CBS College Publishing, New York, 1985. 2. Hammer, Mark J, Water and Wastewater Technology, John Wiley & Sons, Inc., New York, 1975. 3. Metcalf-Eddy,Wastewater Engineering Treatment Disposal and Reuse, McGraw-Hill inc., New York, 1991. 4. Djayadiningrat, Asis H. dan Wisjnuprapto, Bioreaktor Pengolah Limbah Cair, Pusat Antar Universitas- ITB, Bandung, 1990. Pengolahan Limbah Cair...J. Tek. Ling. 85-89 89