BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini perkembangan teknologi sudah semakin pesat. Segala sesuatu kebutuhan manusia sudah dapat dikomputerisasikan menjadi teknologi yang dapat mempermudah segala aktivitas kehidupan manusia. Bisa dikatakan jika saat ini manusia sudah sangat bergantung terhadap teknologi. Teknologi berkembang semakin pesat diawali dengan adanya perkembangan internet yang didukung dengan teknologi berbasis web (web based). Tetapi seiring dengan perkembangan, teknologi berbasis web mulai dikembangkan lagi dengan lahirnya teknologi untuk gadget ataupun mobile, salah satu contohnya yaitu Android. Teknologi ini dirasa menjadi teknologi yang paling baik, karena bisa diakses kapan saja dan dimana saja. Dengan menggunakan media handphone yang fleksible dan mudah dibawa, banyak stakeholder (sumber daya manusia) yang beralih kepada penggunaan teknologi mobile. Selain dirasakan manfaatnya oleh individu, perkembangan teknologi dirasakan juga manfaatnya oleh perusahaan perusahaan. Mulai banyak sistem perangkat lunak yang diciptakan untuk membantu, mendukung, dan mempermudah proses bisnis ataupun kinerja perusahaan. Sistem perangkat lunak yang diciptakan dan dapat dikatakan sempurna adalah sistem ERP, yang salah satu produknya yaitu SAP. SAP banyak digunakan oleh perusahaan - perusahaan untuk mendukung proses bisnis karena kelengkapan fitur yang disediakan oleh produk tersebut. Hanya saja, berbanding terbalik dengan kehandalan dan kepopuleran aplikasi tersebut. Stakeholder (sumber daya manusia) yang menguasai SAP masih sangat sedikit. Selain itu, user user yang bekerja dengan tools SAP masih kesulitan untuk mengetahui informasi seputar tcode SAP karena masih sangat jarang untuk ditemui, terutama informasi yang tersedia dalam Bahasa Indonesia dan sudah dikelompokkan berdasarkan modulnya. 1
2 Oleh karena itu, dengan adanya permasalahan permasalahan diatas. Maka perlu dibuatkan sebuah aplikasi yang dapat menampilkan informasi informasi seputar SAP, baik informasi permodulnya maupun tcode-tcodenya. Aplikasi dibangun dengan teknologi berbasis mobile Android untuk memudahkan para stakeholder (sumber daya manusia) yang ingin mengetahui seputaran informasi tcode-tcode yang ada di SAP. Maka dibangunlah Aplikasi Informasi Transaction Code System Application and Product in data processing (TCODE SAP) berbasis Android. 1.2 Rumusan Masalah Dari latar belakang yang diuraikan sebelumnya, masalah yang dapat dirumuskan adalah sebagai berikut : 1) Bagaimana membuat stakeholder (user ataupun consultant) agar mengetahui dan memahami informasi seputaran Transaction Code (tcode) SAP? 2) Bagaimana membuat stakeholder (user ataupun consultant) agar mengetahui informasi perusahaan yang menggunakan SAP di dalam proses bisnisnya? 3) Bagaimana membuat stakeholder (user ataupun consultant) agar mengetahui informasi perguruan tinggi yang memasukkan SAP di dalam kurikulumnya? 1.3 Batasan Masalah Batasan masalah dalam pembangunan Aplikasi Informasi Transaction Code System Application and Product in data processing (TCODE SAP) berbasis Android adalah sebagai berikut : 1) Informasi transaction code dari modul SAP yang tercantum meliputi : ABAP, BASIS, Exchange Infrastructure/Proses Integration (XI/PI), Human Resources Management (HR), Financial Accounting (FI), Controlling (CO), Project System (PS), Investment Management (IM), Sales and Distribution (SD), Material Management (MM), Production Planning (PP), Quality Management (QM), dan Plant Maintenance (PM).
3 2) Menampilkan informasi mengenai perusahaan yang menggunakan SAP. 3) Menampilkan informasi mengenai perguruan tinggi yang menerapkan mata kuliah SAP. 4) Fitur searching yang tersedia, hanya dapat memasukkan dan mencari informasi Transaction Code (tcode) berdasarkan modulnya. 1.4 Tujuan Tujuan yang akan dicapai dalam pembangunan Aplikasi Informasi Transaction Code System Application and Product in data processing (TCODE SAP) berbasis Android adalah sebagai berikut : 1) Membuat aplikasi informasi seputaran Transaction Code (tcode) SAP yang sudah dikelompokkan berdasarkan modulnya. 2) Menambahkan fitur untuk menampilkan informasi daftar perusahaan yang menggunakan SAP di dalam proses bisnisnya. 3) Menambahkan fitur untuk menampilkan informasi daftar perguruan tinggi yang memasukkan SAP di dalam kurikulumnya. 1.5 Metode Pengerjaan Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah metode System Development Life Cycle (SDLC) dengan model pengembangan Waterfall. Dengan metode Waterfall ini, programmer tidak akan kesuliatn pada saat proses pembuatan program (coding), karena kebutuhan dan spesifikasi sistem yang diharapkan oleh user sudah didiskusikan diawal dan kebutuhan sudah fix sebelum ketahap pembuatan.
4 Adapun untuk tahapan dari metode Waterfall sebagai berikut : 1. System Engineering Pada tahap ini, merupakan bagian awal dari pengerjaan suatu proyek perangkat lunak. Dimulai dengan mempersiapkan segala hal yang diperlukan dalam pelaksanaan proyek. 2. Analisis Pada tahap ini dilakukan analisis untuk pembuatan aplikasi. Dilakukan pula analisis terhadap kebutuhan yang akan diperlukan oleh aplikasi. Analisis yang sudah dibuat, dituangkan kedalam konsep konsep. Konsep konsep mengenai pembuatan aplikasi dikumpulkan dan dikategorikan agar nantinya mudah dibaca dan diterjemahkan ketika memasuki tahap pembuatan program. Untuk mendukung dalam proses analisis dan pembuatan aplikasi ini. Dilakukan pengumpulan data yang dilakukan dengan 2 cara, yaitu: 1) Wawancara yaitu pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mewawancarai rekan rekan consultant yang bekerja di Proyek Managed Service 2 PT Krakatau Steel. 2) Tinjauan Pustaka yaitu mempelajari dan mencari informasi dengan cara studi literatur terhadap apa yang berhubungan dengan pembuatan tugas akhir dan pembangunan aplikasi, baik melalui buku buku referensi, browsing internet maupun konsultasi dengan dosen pembimbing. 3. Desain Pada tahap desain atau perancangan, konsep konsep pada saat tahap analisis dikembangkan menjadi desain awal dari aplikasi yang akan dibuat. Perancangan yang dibuat berupa Use Case Diagram, Activity Diagram, Sequence Diagram dan Mock Up (Desain Tampilan).
5 4. Pembuatan Program (Coding) Tahap ini merupakan tahapan utama dalam proses pembuatan aplikasi. Pada tahapan ini dilakukan pengkodean dengan bahasa pemrograman Java Android dengan bantuan Software Tools Eclipse untuk membuat aplikasi. Aplikasi dibuat tetap mengacu terhadap konsep serta rancangan yang telah dibuat di tahap tahap sebelumnya. 5. Pengujian Setelah aplikasi selesai dikerjakan, maka proses selanjutnya yaitu tahapan pengujian. Tahapan ini dilakukan untuk mengetahui seberapa layak aplikasi yang sudah dibangun. Apakah masih ada bug (kesalahan) atau ternyata aplikasi sudah sempurna dan dapat segera digunakan oleh orang orang. 6. Pemeliharaan Setelah melewati proses tahapan diatas, dan aplikasi telah dinyatakan lulus uji testing. Maka aplikasi akan siap dipakai, namun setelah siap pakai aplikasi perlu dimaintance (dipelihara) untuk menjaga agar aplikasi dapat berjalan dengan baik dan sesuai kebutuhan. 1.6 Sistematika Penulisan Untuk memahami lebih jelas tugas akhir ini, maka digunakan sistematika penulisan yang akan membagi menjadi lima bab sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN Bab ini berisi tentang Latar Belakang, Rumusan Masalah, Batasan Masalah, Tujuan, Metode Pengerjaan dan Sistematika Penulisan.
6 BAB II LANDASAN TEORI Bab ini membahas teori dasar yang digunakan pada pembahasan agar mendukung dan mendasari dalam penulisan Tugas Akhir. BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN Bab ini berisikan gambaran tentang Aplikasi Informasi Transaction Code System Application and Product in data processing (TCODE SAP) berbasis Android. BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN Bab ini membahas tentang pembuatan dan pengujian aplikasi apakah sudah berjalan dengan baik. BAB V PENUTUP Bab ini merupakan bagian terakhir dalam penulisan laporan Tugas Akhir yang berisi kesimpulan dari yang sudah dilakukan berserta saran saran yang diusulkan untuk pengembangan lebih lanjut sehingga tercapai hasil yang lebih baik.