Psikologi Eksperimen VAM

dokumen-dokumen yang mirip
Penelitian Ilmiah dalam Psikologi. Lia Aulia Fachrial, M.SI

Pertemuan ke-12 METODE MILL

BAB II 2 TINJAUAN PUSTAKA. yang hidup dan berkembang biak dalam sel darah merah manusia dan tubuh nyamuk.

TAHAP-TAHAP PENELITIAN EKSPERIMEN. Oleh : Lia Aulia Fachrial, M. Si

Penelitian Eksperimental

PERTEMUAN XIII LOGIKA INDUKTIF

Invention. Relevansi

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dengan pendekatan quasi eksperimental design, yaitu suatu penelitian

Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit. Bab 4 Batuk dan Kesulitan Bernapas Kasus II. Catatan Fasilitator. Rangkuman Kasus:

Tanaman Artemisia Penakluk Penyakit Malaria

METODOLOGI RISET. Rahmatina B. Herman. Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

BAB 1 PENDAHULUAN. dikenal juga sebagai heterogeneous group of disease karena dapat menyerang

Desain Eksperimen. Lia Aulia Fachrial

BAB III METODE PENELITIAN

Pengantar Biopsikologi

III. METODOLOGI PENELITIAN. mengumpulkan dan menganalisa data penelitiannya. Metode dalam sebuah

TATALAKSANA MALARIA. No. Dokumen. : No. Revisi : Tanggal Terbit. Halaman :

Universitas Sumatera Utara

BAB I PENDAHULUAN. Rute pemberian oral merupakan rute yang paling digemari dibandingkan

BAB I PENDAHULUAN. digambarkan dalam bentuk kerusakan tersebut. Berdasarkan intensitasnya, nyeri

BAB 3 METODE, TEKNIK, DAN PROSEDUR PENELITIAN

Jika ciprofloxacin tidak sesuai, Anda akan harus minum antibiotik lain untuk menghapuskan kuman meningokokus.

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Indonesia

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. saraf pusat tanpa menghilangkan kesadaran. 2,3 Parasetamol umumnya digunakan

BAB I PENDAHULUAN. yang sangat bervariasi dan begitu populer di kalangan masyarakat. Kafein

Obat. Written by bhumi Thursday, 15 March :26 -

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG DEMAM DENGAN PERILAKU KOMPRES DI RUANG RAWAT INAP RSUD Dr.MOEWARDI SURAKARTA. Skripsi

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Warfarin merupakan antagonis vitamin K yang banyak digunakan sebagai

BAB 1 PENDAHULUAN. Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh protozoa parasit

BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN DAN REKOMENDASI. Berdasarkan rumusan masalah serta pembahasan terhadap hasil-hasil penelitian

Metode Penelitian Kuantitatif

PRINSIP PENULISAN RESEP DOKTER Oleh : Wiwik Kusumawati

BAB I PENDAHULUAN. penggunaan alkohol pada tahun 2002, dan penyebab utama terjadinya

By: Kelompok 2 Amelia Leona Ayu Afriza Cindy Cesara Dety Wahyuni Fitri Wahyuni Ida Khairani Johan Ricky Marpaung Silvia Syafrina Ibrahim

BAB III METODE PENELITIAN. dilakukan dengan memberikan pretest (sebelum perlakuan) dan. penelitian kuasi eksperimental dengan metode non-randomized

Studi Eksperimental membandingkan data dari sekelompok manusia/obyek yang dengan

Bermaksud membuktikan suatu hipotesa

Dasar-dasar Metode Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan metode penelitian eksperimen semu. Menurut Sugiyono. terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan.

METODOLOGI O OG PENELITIAN KUANTITATIF. Anik Ghufron FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Flaviviridae dan ditularkan melalui vektor nyamuk. Penyakit ini termasuk nomor dua

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

PAPER EKSPERIMEN SUNGGUHAN MATA KULIAH METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. positif ataupun negatif. Perilaku mengonsumsi minuman beralkohol. berhubungan dengan hiburan, terutama bagi sebagian individu yang

Konsep Dasar Metodologi adalah pengetahuan tentang cara-cara (science of methods). Dalam kontek penelitian, metodologi adalah totalitas cara untuk men

BAB III METODE PENELITIAN. Cross Sectional. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif-korelatif yang

BAB III METODE PENELITIAN. A. Desain Penelitian. memperoleh jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan penelitiannya.

Studi epidemiologi deskriptif

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

Obat tradisional 11/1/2011

BAB I PENDAHULUAN. pengobatan, gigi impaksi dan untuk keperluan prosedur ortodontik. 1, 2

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN PROGRAM. Perancangan program aplikasi yang dibuat dalam skripsi ini menggunakan aturan

BAB I PENDAHULUAN. suplai darah dan oksigen ke otak (Smeltzer et al, 2002). Menurut World

BAB I PENDAHULUAN. pada pembinaan kesehatan (Shaping the health of the nation), yaitu upaya kesehatan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Malaria merupakan salah satu penyakit menular yang tersebar hampir di beberapa Negara tropis dan subtropis saat

BAB I PENDAHULUAN. Malaria merupakan salah satu penyakit menular yang menjadi masalah

BAB I PENDAHULUAN menyepakati perubahan paradigma dalam pengelolaan masalah

SUPLEMEN MATERI KULIAH LOGIKA PENALARAN INDUKTIF HUBUNGAN KAUSAL

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian analitik.

Kuesioner Gambaran Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Ibu Bayi dan Balita Mengenai Penyakit Polio Pasca PIN V

BAB III METODE PENELITIAN. pemahaman dengan metode interaktif dalam mata kuliah chukyuu dokkai pada

Rancangan Penelitian Kuantitatif

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Modul ke: Psikologi Sosial I. Metode Penelitian Psikologi Sosial. Fakultas Psikologi. Intan Savitri,S.P., M.Si. Program Studi Psikologi

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. baik di negara berkembang maupun di negara maju. Penyakit asma termasuk lima

BAB I PENDAHULUAN. Nyamuk merupakan penyebab dan pembawa beberapa jenis penyakit seperti

BAB I PENDAHULUAN. (40 60%), bakteri (5 40%), alergi, trauma, iritan, dan lain-lain. Setiap. (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2013).

TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN TENTANG PEMAKAIAN ANTIBIOTIKA AMOXICILLIN DI RUMAH SAKIT UMUM Dr. H. KOESNADI BONDOWOSO TAHUN 2014

SKRIPSI. Oleh Thimotius Tarra Behy NIM

MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT MODUL - 5 TINDAK LANJUT

Korelasi Pearson. Pendahuluan

Metode Transportasi. Muhlis Tahir

STRUKTUR HISTOLOGI PANKREAS TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus L) YANG DIINDUKSI GLUKOSA SETELAH PEMBERIAN KOMBUCHA COFFEE PER-ORAL

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

JASSI_anakku Volume 17 Nomor 1, Juni 2016

Konsep Dasar Populasi & Sampel - 2

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini mengambil lokasi Desa Pojok Kidul Kecamatan Nguter

III. METODE PENELITIAN. mengumpulkan data dengan tujuan tertentu. Penggunaan metode. dimaksudkan agar kebenaran yang diungkap benar-benar dapat

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Rancangan Penelitian. oral yang digunakan pada pasien Prolanis di Puskesmas Karangpandan Kabupaten

BAB I PENDAHULUAN. angka yang pasti, juga ikut serta dalam mengkontribusi jumlah kejadian infeksi. tambahan untuk perawatan dan pengobatan pasien.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Penyakit infeksi dengue adalah penyakit yang disebabkan oleh virus

BAB I PENDAHULUAN. penuh kepada keadaan yang relatif lebih mandiri.

TINJAUAN MATA KULIAH...

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum TK Purwanida I

BAB I PENDAHULUAN. Dalam proses pembelajaran bahasa terdapat empat kompetensi dasar, yaitu

Latar Belakang Penyakit Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh protozoa

III. METODOLOGI PENELITIAN. pemilihan metode merupakan syarat yang sangat penting agar mendapatkan

Transkripsi:

Psikologi Eksperimen VAM

Hukum Kausalitas (John Stuart Mill) 1. Method of Agreement 2. Method of Difference 3. Joint Methods of Agreement and Difference 4. Method of Concomitant Variation

Method of Agreement Metode Persamaan Kausalitas diidentifikasi melalui observasi terhadap elemen yang sama dalam beberapa kali kejadian Contoh: ingin tahu penyebab mabuk. Minum air dan whiski mabuk Minum air dan bir mabuk Minum air dan rhum mabuk PENYEBAB MABUK ADALAH AIR

Method of Difference Metode Perbedaan Kausalitas ditentukan dengan mengobservasi perbedaan efek pada 2 (atau lebih) situasi yang hanya berbeda pada satu aspek. Metode yang paling banyak digunakan dalam ilmu psikologi Contoh: ingin tahu fungsi parasetamol Kelompok pasien demam dibagi 2 Kapsul kosong vs kapsul parasetamol PARASETAMOL MENGHILANGKAN DEMAM

Joint Methods of Agreement and Difference Metode Gabungan Kausalitas ditentukan dengan menggunakan kedua metode dan dilaksanakan dalam dua tahapan: Tahap pertama: Method of Agreement mengobservasi elemen-elemen yang sama diformulasikan menjadi hipotesis Tahap kedua: Method of Difference mengkonfirmasi hipotesis

Joint Methods of Agreement and Difference Contoh: ingin tahu penyebab mabuk Tahap Pertama Minum air dan whiski mabuk Minum air dan bir mabuk Minum air dan rhum mabuk HIPOTESIS: AIR MENYEBABKAN MABUK Tahap Kedua Kelompok subjek penelitian dibagi 2 Air vs sampanye AIR TIDAK MENYEBABKAN MABUK

Method of Concomitant Variation Metode Variasi Seirama Tiap VARIABEL adalah sebuah PENYEBAB atau EFEK atau BERHUBUNGAN DENGAN FAKTOR PENYEBAB (bila variasi dari variabel tersebut menghasilkan variasi paralel pada variabel lainnya) Turunan dari Method of Difference (Plutchik)

Method of Concomitant Variation Contoh: ingin tahu fungsi parasetamol Kelompok pasien demam dibagi 3 (atau lebih) Kapsul kosong vs parasetamol 5mg vs parasetamol 10mg Observasi terhadap fungsi parasetamol Observasi waktu reaksi pasien terhadap masing-masing dosis parasetamol. Bila variasi paralel ditemukan, maka dianggap sebagai akibat perbedaan dosis parasetamol

Hukum Kausalitas (John Stuart Mill) Hukum Kausalitas membantu MENGIDENTIFIKASI HUBUNGAN di antara beberapa VARIABEL Hukum Kausalitas TIDAK DAPAT mengidentifikasi penyebab tunggal Identifikasi sebuah penyebab hanya dapat dilakukan bila tidak ada interpretasi alternatif terhadap munculnya sebuah efek selain dari penyebab yang sudah diketahui

Hukum Kausalitas (John Stuart Mill) Necessary Condition (NC) Kondisi yang harus ada agar efek muncul Harus mengkonsumsi alkohol (kondisi) untuk menjadi seorang alkoholik (efek) Sufficient Condition (SC) Kondisi yang cukup untuk selalu memunculkan efek tertentu Hancurnya saraf pendengaran (kondisi) pasti menghilangkan kemampuan mendengar (efek)

Hukum Kausalitas (John Stuart Mill) Suatu kondisi harus menjadi NC dan SC untuk menjadi sebuah penyebab karena tidak akan berubah dalam kondisi apapun Hanya SC: ada banyak penyebab (kondisi) yang mengakibatkan hilangnya kemampuan mendengar (efek), selain hancurnya saraf pendengaran Hanya NC: tidak semua orang yang mengkonsumsi alkohol (kondisi) akan menjadi alkoholik (efek)

MALARIA Penyebab: udara yang buruk di daerah dataran rendah Diatasi dengan membangun rumah di tempattempat tinggi Hasil: penyakit tidak hilang tetapi tingkat keparahan dan jumlah pasien berkurang Ditemukan: Kina Hasil: kondisi pasien membaik atau bahkan sembuh total

MALARIA Penyebab: Parasit Malaria Kina mampu menghilangkan parasit Malaria dalam darah Hasil: hanya pasien yang mampu membeli Kina yang bisa sembuh dari Malaria Penyebab: Nyamuk pembawa Parasit Malaria Nyamuk dianggap sebagai penyebab Malaria (alasan praktis). Populasinya dikontrol. Hasil: Malaria (epidemi) sudah jarang muncul

MALARIA Epidemi Malaria muncul karena: kondisi sosial (tempat tinggal berhimpitan) kondisi ekonomi (tidak punya uang untuk membeli kina) kondisi biologis (nyamuk pembawa parasit) Kondisi epidemi Malaria belum diketahui secara lengkap dan akurat Bila epidemi Malaria terjadi, tindakan bisa diambil karena fokus pada 3 hal penting

KELEBIHAN PENELITIAN EKSPERIMENTAL (Dibandingkan dengan non-eksperimental) Kesimpulan hubungan IV dan DV lebih kuat Manipulasi IV untuk melihat pengaruhnya terhadap DV

KEKURANGAN PENELITIAN EKSPERIMENTAL (Dibandingkan dengan non-eksperimental) Sulit digeneralisasikan karena kontrol tidak sesuai kenyataan sehari-hari Cenderung butuh waktu lama Tidak adekuat untuk mempelajari perilaku manusia (manusia dianggap objek)

PENELITIAN KUASI-EKSPERIMENTAL Sering disebut juga sebagai: Penelitian semi eksperimental Penelitian aplikasi Atau bahkan tetap diklasifikasikan ke dalam penelitian eksperimental Perbedaan dengan Penelitian Eksperimental Tidak ada manipulasi dan/atau kontrol dan/atau randomisasi

PENELITIAN KUASI-EKSPERIMENTAL Persamaan dengan Eksperimental Meneliti hubungan sebab-akibat. Syaratnya: penyebab memunculkan variasi-variasi efek yang berkorelasi (covary); penyebab harus terjadi sebelum munculnya efek; dan hipotesis-hipotesis alternatif tidak mungkin terjadi. Prospektif (menciptakan DV di masa mendatang) Dimungkinkannya keberadaan kelompok kontrol

PENELITIAN KUASI-EKSPERIMENTAL Contoh: Siswa dari 2 sekolah yang berbeda menjadi subjek penelitian tentang efektivitas pelatihan motivasi terhadap hasil ujian (tidak ada randomisasi) Siswa dari SMA dan MA menjadi subjek penelitian tentang pengaruh model pembelajaran terhadap hasil ujian (tidak ada manipulasi) Siswa di seluruh Indonesia dirandomisasi untuk menjadi subjek penelitian tentang efektifitas pelatihan motivasi terhadap hasil ujian (tidak ada kontrol)