ANALISIS KEMAMPUAN PROSES

dokumen-dokumen yang mirip
BAB II LANDASAN TEORI. Persyaratan utama untuk mencapai kepuasan pelanggan (customer

ANALISIS KEMAMPUAN PROSES

Pengendalian Kualitas TIN-212

BAB II LANDASAN TEORI

KULIAH 4-6 PENGENDALIAN KUALITAS STATISTIKA UNTUK DATA VARIABEL

BAB II LANDASAN TEORI

ANALISIS KEMAMPUAN PROSES

STATISTICAL PROCESS CONTROL

Statistical Process Control

Seminar Hasil ANALISIS PENINGKATAN KUALITAS KINERJA UNIT KEBERSIHAN DAN ADMINISTRASI AKADEMIK DI JURUSAN STATISTIKA ITS DENGAN METODE SIX SIGMA

ANALISIS KEMAMPUAN PROSES PADA DATA BERDISTRIBUSI BINOMIAL

ANALISA PERFORMANCE MESIN PENGUPAS KAYU (ROTARY) PT. HENRISON IRIANA SORONG MENGGUNAKAN METODE INDEKS KAPABILITAS

ANALISIS KAPABILITAS PROSES UNTUK PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK PEMBATAS BUKU INDUSTRI RUMAHAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III LANGKAH PEMECAHAN MASALAH

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. oleh para konsumen dalam memenuhi kebutuhannya. Kualitas yang baik

PENDAHULUAN. CuSum. Univariate EWMA MEWMA. Multivariate Hotelling. Kosumen. Kualitas Baik. Peta Kendali. Pengendalian Kualitas

Pengendalian Kualitas Kadar Air Produk Kerupuk Udang Berbasis SNI Menggunakan Statistical Quality Control Method

ANALISA PENYIMPANGAN DAN CAPABILITY PROCESS (CP)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. merupakan UKM yang bergerak dibidang produksi furniture.

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB II LANDASAN TEORI

PENGENDALIAN KUALITAS STATISTIK

BAB 2 LANDASAN TEORI

PENERAPAN BAGAN KENDALI T 2 HOTELLING DAN ANALISIS KEMAMPUAN PROSES DALAM PRODUKSI SEMEN PPC (PORTLAND POZZOLLAND CEMENT ) DI PT.

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. persaingan ketat antar industri khususnya industri rumahan atau home industry.

PETA KENDALI VARIABEL

BAB I PENDAHULUAN. Sistem kualitas begitu penting dan diperlukan dalam dunia usaha untuk dapat

deduktif. Kajian induktif adalah kajian pustaka yang bermakna untuk menjaga

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

STATISTIK PERTEMUAN IV

ANALISIS PETA KENDALI-p MENGGUNAKAN KUALITAS FUZZY PADA PERGESERAN NILAI RATA-RATA DAN VARIANSI DARI SUATU PROSES ROLLITA PUTRI KARENI ( )

BAB I PENDAHULUAN 1 BAB 1 PENDAHULUAN

BAB II LANDASAN TEORI. Untuk memungkinkan manajemen melakukan perencanaan, perlu memahami biaya kualitas Mulyadi (2010:73 ). Menurut Hansen dan

BAB 2 TINJAUAN TEORETIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS

BAB III PENGENDALIAN KUALITAS MULTIVARIAT. menghasilkan produk dengan kualitas yang baik, haruslah dilakukan pengendalian

BAB II LANDASAN TEORI

USULAN PENGENDALIAN KUALITAS DENGAN ESTIMASI TINGKAT KEGAGALAN PROSES (DPMO)

BAB II KAJIAN LITERATUR

BAB I PENDAHULUAN. B. Rumusan masalah Bagaimana cara pengendalian kualitas proses statistik pada data variabel.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 LANGKAH PEMECAHAN MASALAH. PT. Citra Tunas Baru Gramindo adalah sebuah perusahaan garmen yang

BAB V PEMBAHASAN 5.1 Data Atribut Menganalisis CTQ ( Critical to Quality) Mengidentifikasi Sumber-sumber dan Akar Penyebab Kecacatan

BAB III METODE PENELITIAN. Sampel merupakan sebagian anggota dari populasi yang dipilih dengan

PERTEMUAN #11 ANALISIS PENYIMPANGAN DAN CAPABILITY PROCESS (CP) 6623 TAUFIQUR RACHMAN EBM503 MANAJEMEN KUALITAS

BAB III METODOLOGI. 3.1 Metodologi

Pengendalian Kualitas Statistik. Lely Riawati

STRATEGI PERBAIKAN KUALITAS GULA BERDASARKAN KEMAMPUAN PROSES KONTROL

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 2 LANDASAN TEORI

Seminar Nasional IENACO 2014 ISSN

BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

PENGUJIAN HIPOTESIS 1

BAB II. organisasi mulai dari perencanaan sistim operasi, perancangan sistim operasi hingga

BAB 2 LANDASAN TEORI

: defect, six sigma, DMAIC,

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Mengingat akan terus berkembangnya kebutuhan hidup dan berkomunikasi

Materi 14 EVALUASI STRATEGI DAN KINERJA. deden08m.com 1

Metode Statistika. Statistika Inferensia: Pendugaan Parameter (Selang Kepercayaan)

ABSTRAK ABSTRAK. Kata Kunci : Pengendalian Kualitas, Peta kendali P, Histogram, Pareto, diagram sebab- akibat. vii. Universitas Kristen Maranatha

BAB III PENGUMPULAN DATA

Analisa Pengendalian Kwalitas Produk Untuk Meningkatkan Produkstivitas dan Efesiensi Dengan Menggunakan Metode SPC

TOTAL QUALITY MANAGEMENT

BAB I PENDAHULUAN. Di era globalisasi yang semakin kompetitif ini, setiap perusahaan yang ingin

DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN... ii SURAT PERNYATAAN HASIL KARYA PRIBADI... iii ABSTRAK... iv KATA PENGANTAR DAN UCAPAN TERIMA KASIH... v DAFTAR ISI...

BAB 3 METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

Investigasi Kualitas Produk Pisau Potong di PT. X

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pada era globalisasi ini semakin marak bemunculan perusahaan-perusahaan

TUGAS SARJANA Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat-Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik. Oleh Ahmad Raya Lubis NIM.

METODOLOGI 3.1 Kerangka Pemikiran 3.2 Metode Pengumpulan Data

BAB I PENDAHULUAN. untuk menentukan produk dan jasa yang digunakan (Ariani, 2004). Konsumen

JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol. 6, No.1, (2017) ( X Print) A 6

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

Sejarah Six Sigma Jepang ambil alih Motorola produksi TV dng jumlah kerusakan satu dibanding duapuluh Program Manajemen Partisipatif Motorola (Partici

V. METODOLOGI A. KERANGKA PEMIKIRAN B. TAHAP-TAHAP PENELITIAN. 1. Observasi Lapang. 2. Pengumpulan Data Kuantitatif

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB II LANDASAN TEORI. produksi dilakukan proses pengolahan input menjadi output. Semakin sedikit

BAB II KAJIAN PUSTAKA. lain : Haryono Jusuf (1997:24), biaya adalah harga pokok barang yang

PETA KENDALI ATRIBUT. 9 Pengendalian Kualitas. Semester Genap 2017/2018

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. Kepuasan konsumen merupakan faktor yang sangat penting untuk

BAB I PENDAHULUAN PENDAHULUAN 1

Pengendalian Mutu Statistik

BAB I PENDAHULUAN. Seiring dengan kemajuan teknologi, pertumbuhan industri berkembang

BAB I PENDAHULUAN. Di dalam suatu perusahaan manufaktur, sistem manajemen harus

Konsep Just in Time Guna Mengatasi Kesia-Siaan dan Variabilitas dalam Optimasi Kualitas Produk

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI

Pengendalian Mutu Produk Agroindustri KULIAH PENGANTAR AGROINDUSTRI

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

BAB III METODE CONTROL CHART. sebagai metode grafik yang di gunakan untuk mengevaluasi apakah suatu proses

Transkripsi:

ANALISIS KEMAMPUAN PROSES KOMPETENSI 1. Memahami pengertian dan manfaat analisis kemampuan proses statistik untuk data atribut 2. Mampu menerapkan konsep six sigma untuk mengukur kemampuan proses

ANALISIS KEMAMPUAN PROSES (AKP) LATAR BELAKANG AKP merupakan tahapan penting dalam SPC sebagai bagian dari TQM Dalam menerapkan SPC kita hrs memahami dan mengidentifikasi karakteristik produk yang paling penting bagi pelanggan atau variable-variabel proses yang mempunyai pengaruh paling kuat dalam variasi proses. Yang harus dipertimbangkan adalah proses produksi berada dalam batas pengendalian tetapi produk tidak memenuhi spesifikasi atau proses produksi berada di luar batas pengendalian tetapi produk memenuhi spesifikasi. Variabilitas merupakan ukuran keseragaman proses. Gryna (2001): Kemampuan proses menyediakan prediksi terhadap kecukupan proses.

DEFINISI AKP AKP: suatu studi guna menaksir kemampuan proses dalam bentuk distribusi probabilitas yang mempunyai bentuk, rerata dan penyebaran. AKP dapat dilakukan tanpa mengingat spesifikasi pada karakteristik mutu tetapi dapat kita nyatakan sebagai prosentase yang di luar spesifikasi. Studi kemampuan proses mengukur parameter fungsional pada produk, bukan proses itu sendiri. AKP mendefinisikan kemampuan proses memenuhi spesifikasi atau mengukur kinerja proses. Pyzdek (1995): AKP juga merupakan prosedur yang digunakan untuk memprediksi kinerja jangka panjang yang berada dalam batas pengendali proses statistik.

Pelaksanaan AKP AKP harus dilakukan hanya bila proses dalam batas pengendali statistik - penyimpangan karena penyebab umum. Jika diidentifikasi adanya penyebab khusus, maka AKP dihentikan dan dilakukan tindakan perbaikan terhadap kombinasi mesin, alat, metode, material dan karyawan yang terkait.

DUA ASUMSI PENTING DALAM AKP DATA KONTINU (Bower, 1997): (1). proses dalam batas pengendali statistik, (2). Proses berdistribusi normal

BATAS SPESIFIKASI DAN BATAS KENDALI Batas kendali batas spesifikasi Batas spesifikasi/toleransi: batas-batas kesesuaian unit-unit secara individu dengan operasi manufaktur atau jasa. Batas spesifikasi ditentukan berdasarkan kebutuhan pelanggan terhadap produk

KONDISI YANG DAPAT TERJADI BSB BPB BPA BSA BPB BSB BSA BPA BP diantara BS BP di luar BS BP dan BS sama

BEBERAPA TUJUAN AKP Tujuan AKP Memprediksi variabilitas proses. Informasi ini berguna bagi perancang sebagai informasi penting mengenai batas-batas spesifikasi. Memilih proses yang paling tepat atau memenuhi toleransi. Merencanakan hubungan di antara proses-proses yang berurutan Menyediakan dasar kuantitatif untuk menyusun jadwal pengendalian proses dan penyesuaian secara periodic Menugaskan mesin-mesin ke dalam kelas pekerjaan sehingga sesuai dengan pengujian yang dilakukan Menguji teori mengenai penyebab kesalahan selama program perbaikan kualitas Memberikan pelayanan sebagai dasar untuk menentukan syarat kinerja kualitas untuk mesin-mesin yang ada.

MANFAAT AKP Manfaat AKP: Menciptakan output yang seragam Kualitas dapat dipertahankan atau ditingkatkan Membantu dalam membuat perancangan produk maupun proses Membantu dalam pemilihan pemasok yang memenuhi syarat Mengurangi biaya mutu total dengan memperkecil biaya kegagalan internal dan eksternal Memperkirakan seberapa baik proses akan memenuhi toleransi. Mengurangi variabilitas proses produksi Membantu dalam pembentukan interval untuk pengendalian interval antara pengendalian sampel Merencanakan urutan proses produksi apabila ada pengaruh interaktif proses pada toleransi. Menetapkan persyaratan kinerja bagi alat baru.

CARA PEMBUATAN AKP Gryna (2001) menyusun langkah-langkah AKP: Mengembangkan deskripsi mengenai proses yang dilakukan yang meliputi input, langkahlangkah proses dan karakteristik kualitas outputnya. Deskripsi ini untuk mengembangkan model matematis yang menunjukkan dampak setiap variabel proses pada karakteristik kualitas. Mendefinisikan kondisi proses untuk setiap variable proses, meliputi penentuan nilai optimum atau tujuan setiap variable proses. Meyakinkan bahwa setiap karakteristik kualitas minimal memiliki satu variabel proses yang dapat digunakan untuk mengadakan penyesuaian dan perbaikan. Menentukan apakah pengukuran kesalahan dilakukan secara signifikan. Menentukan apakah AKP yang akan dilakukan memfokuskan hanya pada variabilitas atau juga pada kesalahan yang menyebabkan masalah kualitas. Merencanakan penggunaan control chart utk mengevaluasi stabilitas proses. Mempersiapkan pengumpulan data termasuk ukuran sampelnya. Merencanakan metode analisis data. Analisis mencakup penghitungan kemampuan proses pada variabilitas dan analisis data atribut pada kesalahan dan analisis data dari perancangan proses secara statistik. Mempersiapkan waktu untuk memeriksa dan menganalisis hasil, meliputi analisis nilai optimum dan jarak dari variabel proses, data-data out of control dalam control chart dan hasil lain yang dianggap penting. Hal ini bertujuan untuk memperbaiki proses.

FORMULASI KEMAMPUAN PROSES Kemampuan proses biasa diformulasikan dalam ±3σ atau 6σ (six sigma). Dimana σ menyatakan simpangan baku dari proses yang terkendali. Ini berarti dengan asumsi distribusi normal ada 99,73% produk berada dalam batas ±3σ. Dengan mengkuantifikasi kemampuan proses kita dapat menghitung kemampuan proses untuk dapat berpegang pada spesifikasi produk. Dalam keadaan terkendali, kita lakukan AKP dengan:

3 JENIS PELAKSANAAN AKP Dalam keadaan terkendali, kita lakukan AKP dengan: 1. Rasio kemampuan proses (RKP) 2. Indeks kemampuan proses atas dan kemampuan proses bawah 3. Indeks kemampuan proses (Cpk)

RASIO KEMAMPUAN PROSES (RKP) Rasio kemampuan proses (RKP) atau indeks kemampuan proses (IKP) atau C p, dengan rumus C p = (BSA-BSB)/6σ. Dalam hal ini dibedakan menjadi: proses masih baik(c p >1), proses tidak baik (C p <1) dan proses sama dengan spesifikasi konsumen(c p =1). Menurut Tham (1997): Cp < 1: proses tidak memuaskan 1 < Cp < 1,6: proses relative sama atau berada di tengah kemampuan Cp > 1,6: kemampuan proses tinggi.

RKP C p = 1: BSB Rerata BSA Jarak Spesifikasi 6σ C p <1 C p >1 BSB rerata BSA

INDEKS KEMAMPUAN PROSES ATAS DAN KEMAMPUAN PROSES BAWAH KPA merupakan perbandingan dari rentang atas rerata, sedang KPB merupakan perbandingan dari rentang bawah rerata. RKP, KPA dan KPB digunakan untuk mengevaluasi batas spesifikasi yang ditentukan serta mengevaluasi kinerja proses relative terhadap batas-batas spesifikasi. Rumus; KPA = (BSA-μ)/3σ KPB = (μ-bsb)/3σ, dengan μ = rerata proses.

INDEKS KEMAMPUAN PROSES (C pk ) Indeks kemampuan proses mengukur kemampuan potensial dengan tidak memperhatikan kondisi rerata proses yang diasumsikan sama dengan titik tengah dari batas-batas spesifikasi. Nilai ini mewakili kemampuan sesungguhnya dari suatu proses dengan parameter nilai tertentu. Rumus: Jika C pk 1 maka proses baik, C pk = min{(bsa-μ)/3σ, (μ-bsb)/3σ}. Jika C pk 1 maka proses kurang baik, Jika nilai rerata sesungguhnya sama dengan titik tengah maka C pk =KPA=KPB=C p. Semakin tinggi indeks kemampuan proses akan semakin sedikit produk yang di luar batas pengendali.

GAMBARAN TENTANG C pk Beberapa hal yang dapat digunakan sebagai gambaran dalam AKP dan nilai Cpk: Nilai rasio kemampuan proses tidak dapat berubah seperti perubahan pusat proses Nilai rasio kemampuan proses sama dengan indeks Cpk apabila proses berada pada kondisi terpusat. Cpk RKP Standar Cpk secara de facto sama dengan 1 menunjukkan bahwa proses menghasilkan produk yang sesuai dengan spesifikasi. Nilai Cpk 1 menunjukkan bahwa proses menghasilkan produk yang tidak sesuai dengan spesifikasi. Nilai rasio kemampuan proses 1 menunjukkan bahwa proses tidak baik atau tidak layak. Nilai Cpk = 0 menunjukkan rerata, Nilai Cpk = 1 berarti sama dengan batas spesifikasi. Nilai Cpk < 0 menunjukkan rerata berada di luar batas spesifikasi. Nilai rasio kemampuan proses yang dikehendaki adalah 1 Nilai rasio kemampuan proses = 1 berarti bentangan proses sama dengan spesifikasi.

TABEL IKP Tabel IKP (C p ) dan produk yang di luar batas pengendali: IKP (Cp) Banyak produk yang di luar batas pengendali 0,5 13,36% 0,67 4,55% 1,00 0,3% 1,33 64 ppm 1,63 1 ppm 2,00 0

KEMAMPUAN PROSES DAN KINERJA PROSES Tabel Indeks kemampuan Proses (C p ) dan Indeks Kinerja Proses (P p ) Kemampuan Proses C p = (BSA-BSB)/6σ. C pk = min{(bsa-μ)/3σ, (μ-bsb)/3σ}. Kinerja Proses P p = (BSA-BSB)/6s. P pk = min{(bsa- )/3s, ( -BSB)/3s}.

PENYIMPANGAN PROSES Untuk mengukur penyimpangan dari rata-rata proses dengan nilai target digunakan skala jarak: K = m-μ /m, Dengan m = (BSA-BSB)/2 Hubungan antara C p dan C pk diberikan oleh: C pk = C p (1-k) Jika BSB m BSA, maka 0 k 1

CATATAN Analisis kemampuan proses yang dijelaskan di atas hanya dapat digunakan untuk data variabel Untuk data atribut, pengukuran kemampuan proses ada pada garis pusatnya.

SIX SIGMA Six sigma merupakan pendekatan pada berbagai organisasi kualitas untuk menghilangkan penyimpangan dan mengurangi pemborosan pada proses dengan menggunakan alat dan teknik statistik. Six sigma didefinisikan sebagai strategi perbaikan bisnis untuk menghilangkan pemborosan, mengurangi biaya karena menghasilkan kualitas yang buruk, dan memperbaiki efektivitas dan efisiensi semua kegiatan operasi, sehingga mampu memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan (Anthony & Banuelas, 2001). Untuk menerapkan konsep six sigma dibutuhkan (Halliday, 2001): - dukungan dari manajemen puncak - ketepatan penggunaan sumberdaya - pemberian pelatihan Paradoks six sigma: untuk mencapai kinerja six sigma harus mengurangi variasi proses, kekurangan dan kelebihan dengan cara membangun variasi, kekurangan dan kelebihan dalam organisasi.

BEBERAPA PENYEBAB KEGAGALAN SIX SIGMA Teknik: kesulitan dalam memahami statistik untuk mendapatkan informasi. Dapat diatasi dengan pelatihan dan peningkatan keterlibatan Politik: kesulitan dalam mencari solusi yang dapat diterima semua pihak untuk diterapkan. Dapat diatasi dengan memberikan pengertian bahwa perubahan dapat memberikan manfaat bagi semua orang. Individu: karyawan yang mendapat tekanan karena masalah pribadi. Dapat diatasi dengan mengurangi beban kerjanya. Organisasi: memegang teguh nilai-nilai lama, resistensi. Dapat diatasi dengan komunikasi yang baik dari pimpinan mengenai nilai-nilai yang mendukung manfaat six sigma.