Remaja Pertengahan (15-18 Tahun)

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. Masa remaja merupakan saat yang penting dalam mempersiapkan

BAB 5 SIMPULAN, DISKUSI DAN SARAN

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. laku spesifik yang bekerja secara individu dan bersama sama untuk mengasuh

BAB II LANDASAN TEORI. tersebut mempelajari keadaan sekelilingnya. Perubahan fisik, kognitif dan peranan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Manusia sepanjang rentang kehidupannya memiliki tahap-tahap

Materi kuliah e-learning HUBUNGAN ORANG TUA DENGAN ANAK REMAJA oleh : Dr. Triana Noor Edwina DS, M.Si Dosen Fakultas Psikologi Universitas Mercu

II. TINJAUAN PUSTAKA. 1. Pengertian Kepercayaan Diri Anak Usia Remaja. yang berkualitas adalah tingkat kepercayaan diri seseorang.

BE SMART PARENTS PARENTING 911 #01

BAB I PENDAHULUAN. banyak pilihan ketika akan memilih sekolah bagi anak-anaknya. Orangtua rela untuk

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Bagi sebagian orang yang baru berangkat dewasa bahkan yang sudah. melewati usia dewasa, remaja adalah waktu yang paling berkesan dalam hidup

B A B PENDAHULUAN. Setiap manusia yang lahir ke dunia menginginkan sebuah kehidupan yang

BAB IV HASIL PENELITIAN. remaja ini terbagi di SMKN 1, SMKN 2, SMKN 5, SMA Mataram, SMA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 KonteksMasalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pentingnya perilaku asertif bagi setiap individu adalah untuk memenuhi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. mencapai kedewasaan sesuai dengan norma-norma yang ada dalam

BAB I PENDAHULUAN. Istilah adolescence atau remaja berasal dari kata Latin (adolescence)

BAB II. Tinjauan Pustaka

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. pendapatnya secara terbuka karena takut menyinggung perasaan orang lain. Misalnya

BAB I PENDAHULUAN. dalam menunjukkan bahwa permasalahan prestasi tersebut disebabkan

HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KECEMASAN KOMUNIKASI PADA REMAJA DI JAKARTA BAB 1 PENDAHULUAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan maka

BAB 1 PENGANTAR. A. Latar Belakang Masalah. Perjalanan hidup manusia mengalami beberapa tahap pertumbuhan.

LAMPIRAN 1. DATA VALIDITAS & RELIABILITAS ALAT UKUR

I. PENDAHULUAN. luput dari pengamatan dan dibiarkan terus berkembang.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

POLA ASUH ORANG TUA DAN PERKEMBANGAN SOSIALISASI REMAJA DI SMA NEGERI 15 MEDAN

BAB 1 PENDAHULUAN. Kepercayaan diri tentu saja mengalami pasang surut, seseorang mungkin merasa percaya

BAB I PENDAHULUAN. Bab ini membahas hal-hal yang berkaitan dengan inti dan arah penelitian,

BAB I PENDAHULUAN. Bandung saat ini telah menjadi salah satu kota pendidikan khususnya

MENGENAL MODEL PENGASUHAN DAN PEMBINAAN ORANGTUA TERHADAP ANAK

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Sekolah internasional adalah sekolah yang melayani siswa yang berasal dari sejumlah

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. berhubungan dengan orang lain, atau dengan kata lain manusia mempunyai

Dalam keluarga, semua orangtua berusaha untuk mendidik anak-anaknya. agar dapat menjadi individu yang baik, bertanggungjawab, dan dapat hidup secara

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan

BAB I PENDAHULUAN. dijalanan maupun ditempat-tempat umum lainnya (Huraerah, 2007).

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA BERFIKIR, HIPOTESIS

BAB I PENDAHULUAN. 1

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu komponen dalam sistem pendidikan adalah adanya siswa, siswa

BAB I PENDAHULUAN. Belajar merupakan istilah kunci yang penting dalam kehidupan manusia,

BAB I PENDAHULUAN. Manusia pada hakekatnya adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Manusia

BAB I PENDAHULUAN. sebagai contoh kasus tawuran (metro.sindonews.com, 25/11/2016) yang terjadi. dengan pedang panjang dan juga melempar batu.

HUBUNGAN POLA ASUH TERHADAP KEMANDIRIAN BELAJAR ANAK DI RA/BA KECAMATAN GROGOL KABUPATEN SUKOHARJO TAHUN AJARAN 2010 / 2011 SKRIPSI

Lampiran 1. Hasil Validitas dan Reliabilitas

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Ibu adalah sosok yang penuh pengertian, mengerti akan apa-apa yang ada

BAB I PENDAHULUAN. Guru berperan penting dalam proses pendidikan anak di sekolah, bagaimana

MENJADI ORANGTUA TERBAIK UNTUK ANAK DENGAN METODE PENGASUHAN YANG TEPAT

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. berbagai macam hal yang tidak pernah diketahui sebelumnya. Dalam proses belajar

HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP AGRESIFITAS ANAK DI TAMAN KANAK-KANAK KARTIKA 1-61 PADANG

pendengarannya sehingga hal ini berpengaruh pada kemampuan bahasanya. Karena

BAB I PENDAHULUAN. Masa remaja adalah masa transisi dari masa anak menuju masa dewasa, dan

POLA PENGASUHAN ANAK BERWAWASAN GENDER

BAB I PENDAHULUAN. artinya ia akan tergantung pada orang tua dan orang-orang yang berada di

ASERTIVITAS DALAM PEMILIHAN STUDI LANJUT SISWA KELAS XII SMA DITINJAU DARI PERSEPSI TERHADAP POLA ASUH ORANGTUA NASKAH PUBLIKASI

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Masa remaja berhubungan dengan perubahan intelektual. Dimana cara

BAB I PENDAHULUAN. membentuk perilaku sosial anak menjadi lebih baik dan berakhlak.

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. bagi remaja itu sendiri maupun bagi orang-orang yang berada di sekitarnya.

BAB I PENDAHULUAN. Di zaman modern ini perubahan terjadi terus menerus, tidak hanya perubahan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Riesa Rismawati Siddik, 2014 Kontribusi pola asuh orangtua terhadap pembentukan konsep diri remaja

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan salah satu aspek yang penting bagi kehidupan

BAB V PEMBAHASAN. A. Prestasi Belajar Siswa dengan Pola Asuh Otoriter. Berdasarkan hasil penelitian terhadap siswa yang mengalami

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. secara bertahap yaitu adanya suatu proses kelahiran, masa anak-anak, remaja,

BAB I PENDAHULUAN. itu kebutuhan fisik maupun psikologis. Untuk kebutuhan fisik seperti makan,

BAB I PENDAHULUAN. memfungsikan secara maksimal fungsi fisik maupun psikisnya. pergolakan dalam dalam jiwanya untuk mencari jati diri.

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA 1. Pola Asuh Keluarga 1.1. Pengertian Pola Asuh Keluarga. Pola asuh merupakan pola perilaku orangtua yang paling dominan

BAB II TINJAUAN TEORITIS. Santrock menyebutkan bahwa remaja (adolescene) diartikan sebagai masa. perubahan biologis, kognitif, dan sosial-emosional.

ITEM VALID (ANGKET KEHARMONISAN KELUARGA ISLAMI) Variabel Sub Variabel Indikator Item Valid Total (+) (-) keluarga

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. begitu saja terjadi sendiri secara turun-temurun dari satu generasi ke generasi

BAB I PENDAHULUAN. Remaja atau Adolescene berasal dari bahasa latin, yaitu adolescere yang

BAB I PENDAHULUAN. diasuh oleh orangtua dan orang-orang yang berada di lingkungannya hingga

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH

TAHAP-TAHAP KEHIDUPAN / PERKEMBANGAN KELUARGA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Coakley (dalam Lerner dkk, 1998) kadang menimbulkan terjadinya benturan antara

BAB I PENDAHULUAN. Orang tua adalah komponen keluarga yang di dalamnya terdiri dari ayah dan ibu, dan

KARYA TULIS ILMIAH PENERAPAN PENDIDIKAN EMOSI SEJAK DINI PADA ANAK DALAM MEMBENTUK KARAKTER POSITIF DISUSUN GUNA MEMENUHI TUGAS AKHIR SEMESTER

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Yudi Fika Ismanto, 2013

BAB I PENDAHULUAN. pemerintah bahkan sekolah dewasa ini di bangun oleh pemerintah agar anak-anak

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pertanyaan tersebut dapat dinyatakan tanpa berbelit-belit dan dapat

BULLYING & PERAN IBU Penyuluhan Parenting PKK Tumpang, 29 Juli 2017

BAB I PENDAHULUAN. serta ketat untuk menghasilkan penerus-penerus yang bermoral baik, berwawasan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. dan kemampuan siswa. Dengan pendidikan diharapkan individu (siswa) dapat

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanan menuju masa dewasa.

Transkripsi:

Pertemuan Orang Tua

Masa perkembangan setelah masa anak-anak dan menuju masa dewasa, yang meliputi perkembangan fisik, kognitif, emosi, sosial, moral, dan kesadaran beragama. REMAJA

Batasan Usia Remaja Remaja Pertengahan (15-18 Tahun) Remaja Awal (12-15 Tahun) Remaja Akhir (18-21 Tahun)

Tugas Perkembangan Masa Remaja Mampu menerima keadaan fisiknya; Mampu menerima dan memahami peran seks usia dewasa; Mampu membina hubungan baik dengan anggota kelompok yang berlainan jenis; Mencapai kemandirian emosional; Mencapai kemandirian ekonomi; Mengembangkan konsep dan keterampilan intelektual yang sangat diperlukan untuk melakukan peran sebagai anggota masyarakat;

Tugas Perkembangan Masa Remaja Memahami dan menginternalisasikan nilai-nilai orang dewasa dan orang tua; Mengembangkan perilaku tanggung jawab social yang diperlukan untuk memasuki dunia dewasa; Mempersiapkan diri untuk memasuki perkawinan; Memahami dan mempersiapkan berbagai tanggung jawab kehidupan keluarga.

1. Idealisme dan mudah mengkri2k 2. Sifat argumenta2f 3. Sulit untuk memutuskan sesuatu 4. Kemunafikan yang tampak nyata, 5. Kesadaran diri 6. Keis2mewaan dan kekuatan 6 Karakteristik Ketidakmatangan berpikir

Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan emosi remaja Perubahan jasmani Perubahan pola interaksi dengan orang tua Perubahan interaksi dengan teman sebaya Perubahan pandangan luar

POLA EMOSI PADA REMAJA Rangsangan yang membangkitkan emosi dan pengendalian latihan individu terhadap ungkapan emosi mereka Letak pola emosi remaja Menggerutu Tidak mau berbicara Dengan suara keras mengkritik orang-orang yang menyebabkan amarah Iri hati Mengeluh Menyesali diri sendiri Suka bekerja sambilan agar dapat memperoleh uang untuk membeli barang yang diinginkan Ungkapan emosi remaja

Bimbingan dan Konseling

Permendikbud 111/2014

Fokus pelayanan bimbingan di SMAN 21 Kelas X : Pemahaman diri dan penjurusan Kelas XI : Pengembangan diri dan sosioemosional Kelas XII: Pemilihan dan pengambilan keputusan karir

program kerja Psikotest Kerjasama dengan orangtua dan instansi terkait Career Day Opus Studi banding pendidikan tinggi dalam dan luar negeri MoU dengan Lembaga dan Perguruan Tinggi

Peran Orangtua

1. Pola asuh Authoritative Pola asuh ini memberikan kehangatan emosional. Peraturan dilandasi oleh penjelasan dan diterapkan secara konsisten. Di sini orangtua selalu melibatkan anak-anak dalam mengambil keputusan. Komunikasi dua arah selalu diterapkan dalam lingkungan keluarga.dalam jenis pola pengasuhan ini, anak-anak cenderung bahagia, memiliki rasa percaya diri, memiliki keingintahuan yang mendalam terhadap segala sesuatu, mandiri, memiliki kontrol diri yang baik, menghargai orang lain, penuh motivasi dan cenderung berprestasi.

2. Pola asuh Otoritarian Keluarga yang menerapkan pola asuh ini jarang menampilkan kehangatan emosional, serta menerapkan ekspektasi dan standar yang terlalu tinggi dalam berperilaku. Selain itu aturan-aturan yang diterapkan tanpa mempertimbangkan kebutuhan anak.dalam pola pengasuhan ini, anak diharuskan mematuhi peraturan tanpa alasan. Komunikasi cenderung searah, dimana anak hanya diberi sedikit kesempatan bicara.anak cenderung tumbuh kurang bahagia, Cemas, kurang percaya diri, kurang inisiatif, pasif, cenderung kurang memiliki keterampilan, memiliki gaya komunikasi yang korosif, dan cenderung menjadi pembangkang.

3. Pola Asuh Permisif Keluarga yang menerapkan pola asuh ini umumnya dapat dicirikan dengan adanya lingkungan rumah yang penuh kasih sayang dan suportif, orangtua cenderung menerapkan sedikit ekspektasi terhadap perilaku anak.dalam pengasuhan ini, orangtua juga jarang memberikan hukuman serta membiarkan anak mengambil keputusan secara mandiri.orang tua memberikan dukungan emosional yang agak berlebihan namun sekaligus kurang menerapkan kontrol pada mereka. Sebagai orangtua yang memiliki remaja, orang tua cenderung membiarkan mereka melakukan apa saja yang mereka mau.akibatnya anak-anak berkembang menjadi egois dan suka memaksakan kehendak, suka menuntut perhatian dari orang lain, dan cenderung tidak patuh.

4. Pola Asuh yang Mengabaikan Pola pengasuhan ini umumnya diterapkan pada kalangan keluarga menengah-atas dimana orang tua masing-masing memiliki kesibukan sendiri-sendiri sehingga tidak bisa mengawasi anak-anak sepenuhnya.para remaja yang dibesarkan dalam pola asuhan ini akan menunjukan kurangnya kontrol diri, kesulitan mengelola rasa frustasi, cenderung tidak memiliki pemikiran untuk jangka panjang.

Pola Asuh Perilaku Orang Tua Watak Anak Jati Diri Anak A. Otoriter 1. Paling tahu 2. Berkuasa 3. Memerintah 4. Selalu benar / menyalahkan 5. Emosional 6. Menolong 1. Merasa kurang tahu 2. Tidak berdaya 3. Menurut 4. Takut salah 5. Tempramen 6. Menerima saja 1. Sulit mengaktualisasikan jati diri 2. Tidak berprestasi 3. Kepedulian rendah 4. Tidak peduli 5. Mendahulukan emosi untuk menyelesaikan masalah 6. Mudah terpengaruh 25

Perilaku Orang Tua Watak Anak Jati Diri Anak B. Melindungi 1. Memanjakan 2. Memenangkan 3. Membela 1. Tergantung 2. Terjamin 3. Berlindung pada orang tua 1. Sulit berperan dewasa 2. Berkuasa 3. Rentan / tidak tahan banting Perilaku Orang Tua Watak Anak Jati Diri Anak C. Membebaskan 1. Sangat percaya pada anak 2. Mengijinkan semua permintaan 1. Menganggap dewasa 2. Tidak terikat sistem 1. Kemauan harus dituruti 2. Binal 26

Perilaku Orang Tua Watak Anak Jati Diri Anak D. Suri Tauladan 1. Mengarahkan / menjelaskan 2. Berdialog 3. Memberi pedoman / berprinsip 4. Bekerjasama 5. Membimbing 1. Hormat kepada orang tua 2. Senang berdiskusi 3. Berkesadaran tujuan hidup 4. Merasa diperlukan 5. Memiliki tempat bertanya 1. Menjaga nama baik keluarga 2. Mudah bersosialisasi 3. Berprinsip 4. Dewasa 5. Memiliki akar dalam keluarga 27

yang harus kita lakukan bersama... Motivasi KEKUATAN YANG TERDAPAT DALAM DIRI INDIVIDU YANG MENYEBABKAN INDIVIDU BERTINDAK ATAU BERBUAT Komunikasi MENYAMAKAN PERSEPSI ANAK ORANGTUA DAN SEKOLAH Sinergi KERJASAMA ORANG TUA DENGAN SEKOLAH Berdoa

Konkrit sinergi Lingkungan aman dan nyaman Tempat dan proses belajar yang tepat Fasilitas yang mendukung

TIDAK BOLEH TIDAK HARUS ADA KEMAUAN UNTUK BERPRESTASI!!!

Terima kasih! hap://sman21jkt.sch.id Ester Damanik 081310925194 Ti2 Y 081297986432 Kamil 081584888129 Email : sman21jkt@gmail.com bk21jkt@yahoo.com