BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpulan.

DAFTAR ISI. ABSTRAK...vi. KATA PENGANTAR...vii. DAFTAR ISI...ix. DAFTAR GAMBAR...xii. DAFTAR TABEL...xiii. DAFTAR LAMPIRAN...xvi BAB I PENDAHULUAN...

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dalam diagram alur penelitian di bawah ini : Diagram Alur Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. kerumitan. Variabel intervening dalam penelitian ini adalah sistem e-filling, sedangkan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Gambar 3.1 dibawah ini, menggambarkan tentang tahapan-tahapan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah asosiatif karena penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Universitas Mercu Buana Jakarta, hal tersebut

BAB III METODE PENELITIAN. merupakan suatu teknik pengumpulan informasi yang dilakukan dengan cara

Bab 3 METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

1. Pendahuluan. Prosiding SNaPP2014 Sains, Teknologi, dan Kesehatan ISSN EISSN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan melalui 3 tahap, yaitu: Tahap Pendahuluan,

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. mengenai perpajakan yang diberikan kepada masyarakat kususnya untuk wajib pajak.

BAB III METODE PENELITIAN. yang beralamat di Jl. Petojo VIJ IV No. 28 Jakarta Pusat. Waktu pelaksanaan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Populasi merupakan jumlah keseluruhan elemen yang diteliti (Cooper dan

TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL: MENGUJI KEEFEKTIVAN PENERIMAAN SISTEM INFORMASI TERPADU (SISTER) DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS JEMBER

BAB III METODE PENELITIAN. Menurut sumber perolehannya, data dapat dibagi menjadi dua yaitu :

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN. menyelesaikan permasalahan penelitian yang telah dijabarkan sebelumnya.

BAB III METODE PENELITIAN. Pakning Kabupaten Bengkalis. Penelitian ini dimulai sejak bulan April sampai

BAB III METODE PENELITIAN

Fitri Imandari Endang Siti Astuti Muhammad Saifi Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya ABSTRAK

BAB III METODE PENELITIAN. pertanyaan dalam bentuk daftar isian (kuesioner) kepada responden.

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yang valid, penelitian ini menggunakan survey dengan format deskriptif

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada PT. PLN Persero Cabang Pekanbaru

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di PT Astra International Tbk Auto2000 Daan

BAB III METODE PENELITIAN

28 Variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat). Maka variabel

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Diagram Alir Berikut ini merupakan diagram alur penelitian yang digunakan dalam penelitian ini.

BAB III METODE PENELITIAN. pengukuran kualitas website Untag. Secara singkat dapat dilihat pada Gambar 3.1

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang akan digunakan adalah explanative research. Menurut

C. Definisi dan Operasionalisasi Variabel BAB III METODE PENELITIAN. A. Waktu dan Tempat Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Timur. Subjek dalam penelitian ini adalah Wajib Pajak yang melaporkan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini terdapat dua variabel, yaitu: menjadi variabel bebas dalam penelitian ini adalah:

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. masalah dalam penelitian. Melalui penelitian manusia dapat menggunakan

BAB III METODELOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. 3.1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional. Variabel dalam penelitian ini dibagi menjadi dua, yaitu:

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. di Inspektorat Kabupaten/Kota dan Provinsi di Lampung yang mendapatkan opini Wajar

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh Promosi Jabatan dan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3 METODELOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian dalam hal ini adalah pengguna (Dosen dan Operator) Sistem Informasi

Prosiding SNaPP2014Sains, Teknologi, dankesehatanissn EISSN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Daerah (SKPD) yang ada di pemerintah kabupaten/kota se-provinsi Lampung.

BAB III METODE PENELITIAN. dengan objek penelitian Wisma 81 Pekanbaru. Dengan alamat Jln. Jenderal

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan tipe penelitian deskriptif dengan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Koperasi Balam Jaya Di Desa Balam Merah

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. adalah Seluruh Karyawan pada PT. Aditama Graha Lestari. hubungan yang bersifat sebab akibat dimana variabel independen

Bab 1 Pendahuluan 1.1 Latar belakang

BAB III METODE PENELITIAN. Kantor Cabang Yogyakarta Cik Ditiro, Depok, Sleman Yogyakarta. Waktu. pelaksanaan penelitian bulan Juni 2015.

BAB 3 METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian asosiatif, yaitu penelitian yang bertujuan

BAB III METODE PENELITIAN. analisisnya pada data numerikal (angka) yang diolah dengan metoda

ANALISA PENERIMAAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP PRESTASI ANAK MENGGUNAKAN METODE TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan sistem informasi akuntansi terkomputerisasi.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Proses penelitian ini diawali dengan kegiatan mengidentifikasi permasalahan

BAB III METODE PENELITIAN. Menurut Indriantoro (2009) populasi adalah sekelompok orang, kejadian, atau

BAB III METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Penelitian yang akan dilakukan merupakan penelitian kuantitatif yaitu metode

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan studi kasus di kawasan usaha agroindustri terpadu

BAB III METODE PENELITIAN. variabel-variabel yang diduga mampu memprediksi minat mahasiswa untuk

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Desain penelitian mengenai jenis penelitian, metode penelitian, unit

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

Transkripsi:

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sistem Informasi Desa dan Kawasan merupakan suatu usaha untuk menyajikan informasi yang akurat, tepat waktu dan sesuai kebutuhan guna menunjang proses pembangunan desa dan kawasan perdesaan dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat desa dan pemangku kepentingan desa itu sendiri. Seiring dengan diterapkannya Sistem Informasi Desa dan Kawasan (SIDEKA), maka salah satu faktor yang saat ini memegang peranan penting dalam keberhasilan penerapan dan penggunaan teknologi informasi adalah faktor pengguna. Tingkat kesiapan pengguna untuk menerima teknologi informasi memiliki pengaruh besar dalam menentukan sukses atau tidaknya penerapan teknologi tersebut. Penelitian ini termotivasi untuk mengidentifikasi faktor-faktor keberhasilan dari sistem informasi desa dan kawasan dengan menggunakan Technology Acceptance Model (TAM). Penggunaan model TAM didasarkan pada pendapat (Vankatesh, 2000) yang menyatakan bahwa sejauh ini TAM merupakan sebuah konsep yang dianggap paling baik dalam menjelaskan perilaku User terhadap sistem informasi baru. TAM merupakan sebuah metode yang menjelaskan perilaku pengguna teknologi informasi yang berlandaskan pada kepercayaan (belief), sikap (attitude), minat (intention) dan hubungan perilaku pengguna (User Behavior Relationship). Tujuan model ini adalah untuk dapat menjelaskan faktor-faktor utama dari perilaku 1

pengguna teknologi terhadap penerimaan penggunaan teknologi informasi itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat mempengaruhi User dalam menggunakan Sistem Informasi Desa dan Kawasan (SIDEKA) dan mengetahui variabel mana yang paling mempengaruhi dari kemudahan penggunan SIDEKA. Keberhasilan sistem informasi desa dan kawasan ditentukan dari mutu sistem dan informasi serta ketergunaan sistem tersebut didasarkan pada kebutuhan dan harapan pengguna. Apabila harapan dan kebutuhan dari pengguna sudah dipenuhi serta mutu informasi dan sistem yang disediakan bernilai baik pada akhirnya akan mendukung keberhasilan dari suatu sistem informasi itu sendiri. Mutu sistem dan mutu informasi akan berpengaruh langsung kepada kepuasan pengguna dan seberapa sering sistem tersebut digunakan (DeLone & McLean, 1992). 1.2. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang dikemukakan, maka dapat dirumuskan masalah, sebagai berikut: 1. Apakah Persepsi Kemudahan Penggunaan (Perceived Ease of Use) mempengaruhi Persepsi Manfaat (Perceived Usefulness)? 2. Apakah Persepsi Kemudahan Penggunaan (Perceived Ease of Use) mempengaruhi Perilaku Penggunaan (Attitude Toward Using)? 3. Apakah Persepsi Manfaat (Perceived Usefulness) mempengaruhi Perilaku Penggunaan (Attitude Toward Using)? 2

4. Apakah Persepsi Manfaat (Perceived Usefulness) mempengaruhi Minat Perilaku (Behavioral Intention to Use)? 5. Apakah Perilaku Penggunaan (Attitude Toward Using) mempengaruhi Minat Perilaku (Behavior Intention to Use)? 6. Apakah Minat Perilaku (Behavioral Intention to Use) mempengaruhi Penggunaan (Actual Use)? 1.3. Batasan Masalah Adapun batasan masalah dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Aplikasi SIDEKA yang digunakan versi 1.3. 2. Apilkasi SIDEKA diakses secara offline atau online. 3. Responden penelitian ini adalah operator desa pengguna aktif SIDEKA yang tersebar di 7 kabupaten di Indonesia. 4. Variabel Penelitian yang digunakan seperti persepsi manfaat (PU), persepsi kemudahan penggunaan (PEOU), perilaku penggunaan (ATU), minat perilaku (BI), dan penggunaan (AU). 1.4. Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Untuk menguji pengaruh Persepsi Kemudahan Penggunaan (Perceived Ease of Use) terhadap Persepsi Manfaat (Perceived Usefulness). 3

2. Untuk menguji pengaruh Persepsi Kemudahan Penggunaan (Perceived Ease of Use) terhadap Perilaku Penggunaan (Attitude Toward Using). 3. Untuk menguji pengaruh Persepsi Manfaat (Perceived Usefulness) terhadap Perilaku Penggunaan (Attitude Toward Using). 4. Untuk menguji pengaruh Persepsi Manfaat (Perceived Usefulness) terhadap Minat Perilaku (Behavioral Intention to Use). 5. Untuk menguji pengaruh Perilaku Penggunaan (Attitude Toward Using) terhadap Minat Perilaku (Behavioral Intention to Use). 6. Untuk menguji pengaruh Minat Perilaku (Behavioral Intention to Use) terhadap Penggunaan (Actual Use). 1.5. Metodologi Penelitian 1.5.1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian dalam hal ini yang dimaksud adalah cakupan lokasi penelitian, yaitu mencapai 7 kabupaten yang tersebar di Indonesia, diantaranya Tasikmalaya, Gianyar, Buleleng, Nunukan, Raja Ampat, Banda Aceh, dan Kulonprogo. Sedangkan waktu penelitian dilakukan selama bulan Oktober 2015 sampai dengan Mei 2016. 1.5.2. Populasi dan Sampel Berdasarkan data yang diperoleh populasi dalam penelitian ini adalah 200 Operator Desa pengguna aktif SIDEKA. Sampel diambil dengan cara simple random sampling. Penentuan jumlah sampel berdasarkan populasi 4

di atas dilakukan dengan menggunakan rumus Slovin (Sevilla, 2007), sebagai berikut: Tabel 1.1 Formula Rumus Slovin Formula n = N/(N.e^2+1) Keterangan n : sampel N : populasi e : batas toleransi kesalahan sebesar 10% dengan tingkat kepercayaan sebesar 90% Berdasarkan pertimbangan diatas maka dilakukan perhitungan sampel sebagai berikut: n = N/(N.e^2+1) n = 200/(200(0,1)^2+1) n = 66,67 dibulatkan 67 sampel. Berdasarkan perhitungan diatas maka diperoleh jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 67 responden. 1.5.3. Variabel yang Diteliti dan Operasional Variabel Berdasarkan pada tujuan penelitian dan model yang diadopsi untuk mencapai tujuan penelitian, serta alat analisis yang akan digunakan dalam mencapai tujuan penelitian ini, maka model penelitian yang akan dibangun dalam penelitian ini berdasarkan 5 variabel, yaitu Perceived Usefulness (PU), Perceived Ease of Usefulness (PEOU), Attitude Toward Using (ATU), Behavioral Intention to Use (BI), dan Actual Use (AU). Definisi dari kelima variabel dapat dilihat pada tabel 1.2 berikut: 5

Tabel 1.2 Operasional variabel-variabel penelitian Variabel Definisi Indikator 1. Fleksibilitas Perceived Ease of Use (PEOU) Perceived Usefulness (PU) Attitude Toward Using (ATU) Behavioral Intention to Use (ITU) Actual Use (AU) Sejauh mana seseorang percaya bahwa teknologi informasi dapat dengan mudah dipahami. Sejauh mana seseorang percaya bahwa menggunakan suatu sistem akan meningkatkan kinerja pekerjaannya (Davis, 1989). Sikap terhadap penggunaan sistem baik positif atau negatif sebagai dampak bila seseorang menggunakan suatu teknologi informasi dalam pekerjaannya. Niat perilaku untuk tetap menggunakan teknologi informasi. Kondisi nyata penggunaan suatu teknologi informasi. 2. Kemudahan untuk dipelajari/pahami 3. Kemudahan untuk digunakan 4. Kemudahan untuk berinteraksi 1. Mempertinggi efektifitas 2. Menjawab kebutuhan informasi 3. Meningkatkan kinerja 4. Meningkatkan efisiensi 1. Rasa menerima 2. Rasa menikmati 1. Penambahan software pendukung 2. Motivasi tetap menggunakan 3. Motivasi ke pengguna lain 1. Kondisi nyata menggunakan 2. Frekuensi penggunaan 3. Kepuasan penggunaan 1.5.4. Metode Pengumpulan Data Penelitian Kepustakaan Penelitian kepustakaan ini dimaksudkan untuk mendapatkan data atau fakta yang bersifat teoritis yang 6

berhubungan dengan penelitian ini, yang diperoleh dengan cara mempelajari literatur-literatur, jurnaljurnal penelitian, bahan kuliah dan sumber-sumber lain yang ada hubungannya dengan permasalahan dalam penelitian ini. Kuesioner Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pernyataan atau pertanyaan kepada responden untuk dijawab. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner kepada 73 responden (operator desa) pengguna aktif SIDEKA yang tersebar di 7 kabupaten di Indonesia dengan 33 pernyataan yang akan menjadi alat ukur dalam melakukan penelitian ini. Dalam penelitian ini aplikasi yang digunakan untuk kuesioner berupa Google Forms yang adalah salah satu aplikasi dari akun Google yang bersifat umum, dapat diakses secara gratis jika memiliki akun Google. Google Forms memberikan hasil survei dengan menggunakan Google Drive, dan hasil tersebut dapat berupa grafik batang yang sederhana, grafik lingkaran, atau tampilan teks. Kuesioner yang didistribusikan kepada responden dapat diakses pada link berikut: https://docs.google.com/forms/d/1djhgwcbgjagjei1wfh- 4HQCVYKi3HVO4A3GBAKF8mQI/viewform?c=0&w=1&usp=mail_form _link 7

1.5.5. Pengukuran Instrumen Penelitian Uji Validitas Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah semua pernyataan (instrument) penelitian yang diajukan untuk mengukur variabel penelitian adalah sah (valid). Uji validitas dilakukan pada setiap butir pernyataan. Dari tabel r, dimana df = N-2 (sig 10%, N=jumlah sampel). Jika semua butir pernyataan dalam penelitian ini memiliki rhitung >= rtabel, maka pernyataan dalam penelitian dikatakan valid. Uji Reliabilitas Uji Reliabilitas berkaitan dengan konsistensi, akurasi dan prediktabilitas suatu alat ukur (kuesioner). Hasil penelitian reliabel apabila terdapat kesamaan data dalam waktu yang berbeda. Instrumen dengan tingkat keandalan yang tinggi adalah instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama akan menghasilkan data yang sama. Artinya kuesioner dikatakan handal jika kuesioner tersebut memberikan hasil yang konsisten jika digunakan secara berulang kali dengan asumsi kondisi disaat pengukuran tidak berubah. Kriteria yang digunakan untuk mengetahui tingkat reliabilitas adalah besarnya nilai (cronbach Alpha). Uji reliabilitas dapat dilakukan secara bersama-sama terhadap seluruh butir pernyataan. Jika nilai Alpha > dari 0,60 maka butir pernyataan tersebut reliabel (Sujarweni, 2012). 8

1.5.6. Teknik Analisis Data Analisis data yang dilakukan terdiri dari deskriptif dan kuantitatif. Analisis deskriptif pada variabel yang bersifat kuantitatif dilakukan terhadap kuesioner yang digunakan untuk mengumpulkan data tentang Persepsi Kemudahan Penggunaan (Perceived ease of use), Persepsi Manfaat (Perceived Usefulness), Perilaku penggunaan (Attitude toward using), Minat Perilaku (Behavioral Intention to Use), dan Faktor Penggunaan (Actual Use). Analisis kuantitatif dilakukan dengan menggunakan statistik untuk menguji hipotesis yaitu SPSS (Statistical Package for the Social Sciences). Analisis yang digunakan adalah dengan menggunakan distribusi frekuensi dan persentase melalui skala likert (Likert Scale) yang terdiri atas 5 (lima) poin dapat dilihat pada Tabel 1.3: Tabel 1.3 Likert Scale 1. Sangat Setuju (SS) 5 2. Setuju (S) 4 3. Rata-Rata (R) 3 4. Tidak Setuju (TS) 2 5. Sangat Tidak Setuju (STS) 1 Pemeriksaan asumsi model analisis SIDEKA Asumsi-asumsi yang harus dipenuhi pada pengujian model analisis SIDEKA ini adalah sebagai berikut: a. Normalitas data Sebaran data harus dianalisis untuk melihat asumsi normalitas dipenuhi sehingga data dapat diolah lebih lanjut untuk pemodelan. Normalitas data dapat diuji dengan melihat histogram data atau 9

uji-uji normalitas lainnya. Dalam penelitian ini normalitas data dideteksi dengan membandingkan nilai critical ratio yang diperoleh critical ratio didapat dari tabel distribusi normal standar pada tingkat signifikansi 0,01 dengan sebesar kurang lebih 2,58. b. Tidak ada data outlier Outlier adalah observasi atau data yang memiliki karakteristik unik yang terlihat sangat berbeda jauh dari observasi-observasi lainnya dan muncul dalam bentuk nilai ekstrim. Penanganan outlier dapat dilakukan dengan mengeluarkan observasi atau data outlier tersebut. c. Multikolinearitas variabel eksogen Multikolinearitas dapat dideteksi melalui diagram korelasi antar konstruk eksogen untuk mengecek tinggi rendahnya korelasi. Dalam penelitian ini, multikolinearitas dideteksi dengan melihat apakah nilai Tolerance lebih dari >0,10 dan nilai VIF lebih kecil dari <10, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat multikolinearitas. Pengujian Model Analisis SIDEKA merupakan pendekatan analisis yang penting dalam menguji hipotesis kausal. Dalam penelitian ini ingin melihat korelasi atau kovarian yang sesungguhnya. Jika hal ini bisa dipenuhi maka bisa dikatakan bahwa struktur hipotesis kausal yang dibentuk berdasarkan korelasi atau kovarian adalah cocok dalam menguji kevalidan model. Pada perhitungan skala besar, kevalidan model kausal ditentukan dari kemampuan untuk 10

menghasilkan nilai R yang paling tinggi mendekati aslinya (Oktariani, 2006). Berikut ini beberapa pengujian yang akan dilakukan terhadap model. a. Pengujian secara keseluruhan Pengujian ini dilakukan pada model untuk melihat apakah model yang terbentuk sudah cukup signifikan. Alat uji paling fundamental untuk mengukur kesesuaian model adalah χ2. Langkah pengujian model secara keseluruhan yaitu: 1. Menentukan diagram SIDEKA yang akan diuji kemudian ditentukan hipotesis statistiknya. H0: Σ = Σ(θ) (Model cocok digunakan) Hi : Σ Σ(θ) (Model tidak cocok digunakan) 2. Menghitung statistik uji (T) 3. Menentukan nilai α yang akan digunakan dan bandingkan χ2 (α; v) dengan T hitung yang didapatkan untuk menentukan apakah H0 diterima atau ditolak. 4. Menarik kesimpulan dengan kriteria H0 ditolak apabila T-hitung > χ2 (α;v). Bila H0 diterima berarti pengujian bisa diteruskan secara individual (substruktural). b. Teori Trimming Sebelum dilakukan penarikan kesimpulan mengenai hubungan kausal yang digambarkan dalam diagram SIDEKA perlu diuji signifikansi dari setiap koefisien SIDEKA yang telah dihitung. Pengujian dilakukan dengan menggunakan teori trimming yaitu suatu metode yang bekerja dengan menghilangkan koefisien SIDEKA yang tak signifikan dan tidak 11

memenuhi kriteria. Langkah-langkah pengujian dengan menggunakan teori trimming: 1. Tentukan hipotesis statistik dari permasalahan yang akan diuji. H0: PYXi= 0 Hi : PYXi 0, dengan i = 1, 2,..., k. 2. Statistik uji Dengan melihat nilai p pada tabel estimasi parameter regresi. 3. Menentukan nilai α yang akan digunakan untuk membandingkan p dengan tingkat signifikansi α, dalam penelitian ini digunakan α = 0,05. 4. Menarik kesimpulan dengan kriteria H0 ditolak apabila p < α, dalam penelitian ini p < 0,05. Bila H0 diterima berarti terjadi trimming sehingga perhitungan diulang dengan menghilangkan SIDEKA yang menurut pengujiannya tidak signifikan. Model Penelitian Berdasarkan pada tujuan penelitian dan model yang diadopsi untuk mencapai tujuan penelitian ini, maka model penelitian yang akan dibangun dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: X 1 : Perceived ease of use (PEOU) X 2 : Perceived Usefulness (PU) Y : Attitude Toward Using (ATU) Z : Behavioral Intention to Use (BI) O : Actual Use (AU) 12

Persamaan model sebagai berikut: X1 = ρ x1x2 X 2 +ε 1 Y = ρ yx1 X 1 +ρ yx2 X 2 +ε 2 Z = ρ zx1 X 1 +ρ zy Y+ε 3 O = ρ OZ Z+ε 4 1.6. Sistematika Penulisan Struktur bab memuat tentang metode penulisan yang digunakan peneliti dalam pembuatan laporan tugas akhir. Struktur bab tersebut dijelaskan sebagai berikut: BAB 1 PENDAHULUAN: Bab ini berisi latar belakang, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, metode penelitian, dan sistematika penulisan. BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA: Bab ini berisi penjelasan mengenai penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya yang berkaitan dengan topik yang dibahas, dan penjelasan mengenai perbandingan antara penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya dengan penelitian yang akan dilakukan. BAB 3 LANDASAN TEORI: Bab ini menguraikan secara lengkap landasan teori dan literatur berkaitan dengan penelitian serta tujuan mengembangkan hipotesis yang akan diuji dalam penelitian ini. Teori yang dibahas meliputi teori terkait sistem informasi, desa dan kawasan, serta Technology Acceptance Model (TAM). BAB 4 ANALISIS DAN PEMBAHASAN: Bab ini berisi penjelasan mengenai hasil dan pembahasan memuat hasil pengujian dan pembahasan permasalahan yang telah dirumuskan dengan menggunakan landasan teori yang 13

mendukung. Teori tersebut harus mengacu pada pustaka yang digunakan. BAB 5 PENUTUP: Bab ini berisi kesimpulan dari pembahasan secara keseluruhan beserta saran-saran yang bermanfaat untuk penelitian lebih lanjut. DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN 14