NOTULEN DIALOG PUBLIK

dokumen-dokumen yang mirip
DEWAN TRANSPORTASI KOTA JAKARTA (DTKJ) PERIODE

JUMLAH PERJALANAN JABODETABEK MENCAPAI 25,7 JUTA PERJALANAN/HARI. 18,7 JUTA (72,95 %) MERUPAKAN PERJALANAN INTERNAL DKI JAKARTA, 6,9 JUTA (27,05 %) ME

Kementerian Perhubungan RI

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Perkembangan kehidupan manusia di seluruh dunia tidak terlepas dari yang

Kemacetan di Jabodetabek (?)

Hari Tanggal Jam Tempat Agenda. : Selasa DTKJ. : Kantor DTKJ. Hasil Rapat : rapat oleh. Pembukaan. Parura, MT. 5 tahun kedepan.

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

2015, No RITJ yang ditetapkan dengan Peraturan Menteri Perhubungan; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan (Lembaran N

1. BPTJ DAN KONDISI JABODETABEK 2. INDIKATOR KINERJA 3. RENCANA INDUK TRANSPORTASI JABODETABEK

FOKE-NARA ADJI-RIZA JOKOWI-AHOK HIDAYAT-DIDIK FAISAL-BIEM ALEX-NONO

NOTULEN DIALOG PUBLIK

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

Gambar 5.30 Peta Jalur Transportasi Publik Kawasan Manggarai Gambar 5.31 Peta rencana Jalur Transportasi Publik Kawasan Manggarai...

PERATURAN GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR 103 TAHUN 2007 TENTANG POLA TRANSPORTASI MAKRO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

MATRIKS PENJABARAN PENCAPAIAN KINERJA PROGRAM MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN

PENGEMBANGAN SISTEM TRANSPOR ENGEMBANGAN SISTEM

Ketika MRT Urai Kemacetan Jakarta

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

MODEL PEMILIHAN MODA ANTARA LIGHT RAIL TRANSIT (LRT) DENGAN SEPEDA MOTOR DI JAKARTA

Studi Rencana Induk Transportasi Terpadu Jabodetabek (Tahap II) Laporan Akhir: Ringkasan Laporan

I. PENDAHULUAN. adanya ketimpangan dan ketidakmerataan. Salah satu penyebabnya adalah

Dukuh Atas Interchange Station BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

L E B A K B U L U S BAB 1 PENDAHULUAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

KEPUTUSAN GUBERNUR PROPINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR 84 TAHUN 2004 TENTANG

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Peran dan Karakteristik Angkutan Kereta Api Nasional

S K R I P S I & T U G A S A K H I R 6 6

BAB I PENDAHULUAN. 1 Universitas Indonesia. Analisis faktor..., Agus Imam Rifusua, FE UI, 2010.

BAB III: DATA DAN ANALISA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

1. Kerangka Peraturan Perundangan 2. Dasar Hukum 3. Uji Publik Rencana Kerjasama KPBU Di BPTJ 2018

DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT USULAN MASTERPLAN ANGKUTAN MASSAL JABODETABEK

BAB III METODE PERANCANGAN

Dukuh Atas Interchange Station BAB III DATA 3.1 TINJAUAN UMUM DUKUH ATAS

Terminal Antarmoda Monorel Busway di Jakarta

BAB I PENDAHULUAN. memperkokoh persatuan dan kesatuan serta mempengaruhi hampir semua aspek

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN. perekonomian khususnya perkotaan. Hal tersebut dikarenakan transportasi

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 65 TAHUN 2016 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PRESIDEN NOMOR 98 TAHUN 2015

BAB I PENDAHULUAN. Jakarta merupakan ibu kota Indonesia yang merupakan kota dengan penduduk

TUGAS AKHIR 138 TERMINAL TIPE B DI KAWASAN STASIUN DEPOK BARU

SUDIMARA STATION INTERCHANGE DENGAN PENEKANAN DESAIN ARSITEKTUR MODERN

BAB I: PENDAHULUAN Latarbelakang.

BAB I PENDAHULUAN. Depok, Tangerang dan Bekasi (Bodetabek) yang semakin berkembang.

II. TINJAUAN PUSTAKA. Konsep transportasi didasarkan pada adanya perjalanan ( trip) antara asal ( origin) dan tujuan

[ U.30 ] PENELITIAN FAKTOR DOMINAN YANG MEMPENGARUHI TERHAMBATNYA ARUS DISTRIBUSI BARANG PADA TERMINAL PETI KEMAS GEDEBAGE BANDUNG

Studi Rencana Induk Transportasi Terpadu Jabodetabek (Tahap II) Laporan Akhir: Ringkasan Laporan

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 98 TAHUN 2015 TENTANG PERCEPATAN PENYELENGGARAAN KERETA API RINGAN/ JAKARTA, BOGOR, DEPO K, DAN BEKASI

BAB I PENDAHULUAN. Pendahuluan I.1. Pergub DI Yogyakarta No. 62 Tahun 2013 Tentang Pelestarian Cagar Budaya 2. Kamus Besar Bahasa Indonesia

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Armandha Redo Pratama, 2015

BAB I PENDAHULUAN I.1

LAPORAN PERANCANGAN ARSITEKTUR AKHIR

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Sebuah perusahaan kereta api merupakan suatu organisasi yang

Transportasi Masa Depan Straddling Bus. Solusi untuk Mengatasi Kemacetan

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. tarik tersendiri bagi penduduk untuk melakukan migrasi ke daerah tertentu. Migrasi

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2011 TENTANG MANAJEMEN DAN REKAYASA, ANALISIS DAMPAK, SERTA MANAJEMEN KEBUTUHAN LALU LINTAS

BAB 1 PENDAHULUAN. keberlangsungan hidup manusia. Transportasi digunakan untuk memudahkan manusia

REDESAIN TERMINAL TERPADU KOTA DEPOK

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2011 TENTANG MANAJEMEN DAN REKAYASA, ANALISIS DAMPAK, SERTA MANAJEMEN KEBUTUHAN LALU LINTAS

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR 10 TAHUN 2014 TENTANG PENGELOLAAN SISTEM BUS RAPID TRANSIT

BAB I PENDAHULUAN. berjalan beriringan, terlebih di Daerah Istimewa Yogyakarta. Arus perekonomian

PELUANG INVESTASI PEMBANGUNAN LRT DAN BRT

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Profil PT KAI Commuter Jabodetabek

NOTULEN FOCUS GROUP DISCUSSION

Membangun Struktur & Kultur Baru Dalam Transportasi Umum. Dr. Yayat Supriatna, MSP Planologi Universitas Trisakti

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

STASIUN MRT BLOK M JAKARTA DENGAN KONSEP HEMAT ENERGI BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PENELITIAN MODEL ANGKUTAN MASSAL YANG COCOK DI DAERAH PERKOTAAN. Balitbang bekerjasama dengan PT Karsa Haryamulya Jl.Imam Bonjol 190 Semarang

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2011 TENTANG MANAJEMEN DAN REKAYASA, ANALISIS DAMPAK, SERTA MANAJEMEN KEBUTUHAN LALU LINTAS

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah Kemacetan jalan-jalan di DKI Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan

LAMPIRAN C DAFTAR ISTILAH

Peneliti / Perekayasa : Dra. Siti Rahayu Arif Anwar, S.T., M.Sc. Ir. Kusmanto Sirait, MBA-T. Ir. Bahal M.L. Gaol Fadjar Lestari, SAP.

BADAN LITBANG KEMENTERIAN PERHUBUNGAN 2012

MODEL PEMILIHAN MODA ANTARA LIGHT RAIL TRANSIT (LRT) DENGAN MOBIL PRIBADI DI JAKARTA

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI AGRARIA DAN TATA RUANG/ KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL,

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Sarana dan Prasarana Transportasi di Indonesia

MODEL PEMILIHAN MODA KERETA REL LISTRIK DENGAN JALAN TOL JAKARTA BANDARA SOEKARNO-HATTA

Penerapan Exhaustive Search dan Algoritma A Star untuk Menentukan Rute Terbaik dari KRL Commuter Line dan Bus Transjakarta

2017, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tam

GREEN TRANSPORTATION

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

MASTERPLAN PERKERETAAPIAN JABODETABEK 2020

Transkripsi:

NOTULEN DIALOG PUBLIK Dewan Transportasi Kota Jakarta Periode 2014-2017 Hari : Rabu Tanggal : 16 September 2015 Jam : 08.00 WIB s.d selesai Tempat : Aula Gd. Prasada Sasana Karya Lt. 5 Jl. Suryopranoto No. 8 Jakarta Pusat Pokok Pembahasan : Apakah Kereta Api Ringan (LRT) Solusi Efektif Untuk Mengatasi Kemacetan Jabodetabek? Peserta yang hadir : 1. Dewan Transportasi Kota Jakarta Ir. Ellen S. W Tangkudung, M.Sc. Edi Nursalam David Tjahjana Ir. Nurhayati Sinaga, MT. Ir. Daryati Asrining Rini, M.Sc. Prof. Ir. Leksmono Suryo P, MT., Ph.D. Drs. Gemilang Tarigan, MBA Achmad Izzul Waro, ST, MT. Ir. Donny Andy Saragih, MM. Porman Pakpahan, MBA, M.Si Mustakim, SH, MH. M. Budi Susandi Aditya Dwi Laksana Bagus Supriyanto Daryono AKBP. Miyanto, SH, MM. 2. Pembicara Kunci Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi Provinsi DKI Jakarta. 3. Narasumber Dialog Publik Bapak Sugiadi Waluyo (Ditjen KA Kementerian Perhubungan) Bapak Agus Karianto (PT Adhi Karya) Bapak Ario Pramadi (PT Jakpro) Bapak S. Ipoeng Poernomo (Sekjen MTI) Bapak Benhard (Kepala BLUD LRT DISHUBTRANS) Bapak Edi Nursalam (Anggota DTKJ) 4. Undangan dan Peserta Dialog Publik

Hasil Rapat : 1. Sambutan dari Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta 2. Pembicara Kunci Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi Provinsi DKI Jakarta menyampaikan hal-hal sebagai berikut : PERPRES No 98 tahun 2015 tentang percepatan penyelenggaran kereta api ringan/light Rail Transit terintegrasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi penugasan BUMN PT. ADHI KARYA membangun prasarana LRT terintegrasi di Jabodetabek. PERPRES No 99 tahun 2015 tentang percepatan penyelenggaran perkeretaapian umum di wilayah Pemerintah Provinsi Dki Jakarta Gubernur dapat menugaskan BUMD membangun prasarana LRT di wilayah DKI Jakarta (PT. Jakarta Propertindo). 27% total perjalanan di Jabodetabek menggunakan moda angkutan umum berbasis jalan raya dan rel (JUTPI). Total perjalanan angkutan umum hanya dilayani ± 2% dari jumlah kendaraan yang terdapat di jalan raya (SITRAMP II). Antisipasi pertumbuhan kendaraan bermotor yang relatif tinggi. jumlah kendaraan bermotor di dki jakarta mencapai 7.979.833 unit dengan rata rata pertumbuhan 8,12 % per tahun. Tujuan Pembangunan LRT adalah meningkatkan cakupan layanan sistem angkutan umum masal di Jakarta, meningkatkan kapasitas sistem angkutan umum di Jakarta, meningkatkan kualitas pelayanan dari sistem angkutan umum, memperbaiki koordinasi dalam penyediaan sistem angkutan umum, mengintegrasikan dengan moda angkutan lainnya. Melihat kondisi tersebut, pemerintah pusat melalui kementerian perhubungan dan Pemerintah Provinsi Dki Jakarta merencanakan pembangunan LRT. LRT merupakan salah satu moda transportasi massal berbasis rel yang ramah lingkungan. pembangunannya dilakukan secara elevated di atas ruang milik jalan tol dan non-tol.

Dengan dimensi LRT yang kompak, memungkinkan dapat dibangun diantara lajur lalu lintas eksisting dan meminimalkan pembebasan lahan. LRT telah banyak digunakan Negara-negara dunia sebagai moda transportasi andalan. Investor sarana dan operator diusulkan agar diadakan dalam satu paket pengadaan dan dilaksanakan oleh pihak kementerian perhubungan. Dengan demikian hal tersebut dimaksudkan agar agar tercipta sinergi dan integrasi antara keseluruhan jalur LRT yang dibangun maupun dengan moda transportasi lain. 3. Paparan dari Narasumber a. Ditjen KA Kementerian Perhubungan Permsalahan transportasi : Kondisi jalan raya terjadi banyak kerusakan, Kemacetan di jalan raya terjadi akibat kepadatan lalu lintas, Kenaikan harga BBM menyebabkan biaya transportasi meningkat, Peran masing masing moda transport belum proporsional (peran KA masih sangat kecil), belum terwujud integrated transport. Keunggulan moda Kereta Api : Pada umumnya, kereta api dikenal memiliki kelebihan dari segi biaya dibanding angkutan jalan dalam mengangkut barang dalam jumlah besar melalui jarak yang jauh. Sektor transportasi merupakan sektor dengan emisi gas buang CO2 terbesar setelah sektor energi. Moda transportasi kereta api merupakan moda transportasi yang sangat rendah emisi gas buang CO2 dibandingkan dengan moda darat, laut dan udara. Teknologi perkeretaapian meliputi prasarana : Jalur/Jembatan, Stasiun, Fasilitas Operasi (Persinyalan, telekomunikasi, pelistrikan. Sedangkan Sarana : Lokomotif, Kereta (KRL/KRD/Monorail/HST), Gerbong, Peralatan Khusus. Program pembangunan infrastruktur KA Perkotaan Jabodetabek 2015-2019, yaitu : Pembangunan Double-Double Track manggaerai-cikarang, Pembangunan KA Bandara Soetta Commuter Line & Express Line, Pembangunan MRT Jakarta North- South, Pembangunan LRT DKI Jakarta (7 koridor), Pembangunan LRT Bekasi Cawang Cibubur, Pembangunan Elevated Loopline, pembangunan Lingkar Luar Jabdetabek (Tahap 1).

Sinkronisasi Kebijakan Pembangunan Perkeretaapian Jabodetabek, yaitu : Kesesuaian dengan Program Pembangunan Dengan Masterplan Jaringan KA jabodetabek, Konektifitas Antar Moda KA Maupun Antar Moda Jalan dengan KA, Kesiapan SDM Perkeretaapian (Regulator & Operator), Pemanfaatan Ticketing Terintegrasi Antar Moda, Pencantuman Program Pembangunan KA Dalam Dokumen Perencanaan Nasional/Provinsi, Peran Serta Aktif Pemda dan Swasta. (Paparan terlampir). b. PT Adhi Karya : Bapak Agus Karianto Sesuai dengan PERPRES No. 98 Tahun 2015 penugasan BUMN PT. ADHI KARYA membangun prasarana LRT terintegrasi di Jabodetabek. Pembangunan trase tahap satu dari Cibubur-Cawang, Cawang-Dukuh Atas, dan Bekasi Timur-Cawang sudah diatur dalam Peraturan Menteri. Desain yang dibuat akan terintegrasi dengan moda angkutan umum lain seperti Transjakarta dan Commuter line. (paparan terlampir). c. PT Jakarta Propertindo : Bapak Ario Pramadi Sesuai dengan PERPRES No 99 tahun 2015 Gubernur dapat menugaskan BUMD PT. Jakarta Propertindo untuk membangun prasarana LRT di wilayah DKI Jakarta. Didalam ringkasan PERPRESNo. 99/ 2015, penyelenggaraan meliputi Prasarana dan Sarana. Penyelenggaraan Prasarana meliputi pembangunan, pengoperasian, perawatan, dan pengusahaan. Sedangkan untuk Sarana, pihak yang melakukan pengoperasian perawatan dan pengusahaan akan ditentukan kemudian sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Pengadaan sarana oleh Gubernur DKI atau Menteri Perhubungan. BUMD sebagai pembangun prasarana menyusun dokumen teknis, dokumen rencana anggaran biaya, rencana pembangunan, kebutuhan detil untuk pendanaan. Didalam pembanguan PT Jakpro melibatkan konsultan pengawas, pengadaan konsultan pengawas oleh Gubernur DKI dapat melalui penunjukan langsung.

Pendanaan pembangunan LRT mendapat pinjaman dari Pemerintah Daerah sesuai dengan pasal 7 ayat 2 : Melakukan penegmbalian pinjaman dalam bentuk penyerahan seluruh prasarana perkeretaapian yang telah dibangun oleh BUMD kepada Pemda. Ringkasan usulan rancangan PERGUB, Perjanjian penugasan/ kerjasama dan perjanjian pinjaman Daerah. Akan mengatur pelaksanaan atas hal-hal yang diatur dalam PERGUB, yaitu : Pemprov menjamin pendanaan pembangunan prasarana, pengembalian pinjaman : Loan to Asset Swap. Rencana pembangunan LRT oleh PT Jakpro sudah diauditor oleh BPK. (Paparan terlampir). d. Sekjen MTI : Bapak S. Ipoeng Poernomo Sarana dan Prasarana Transportasi Publik di Jabodetabek, yaitu : Jumlah perjalanan (data 2012), Kebutuhan transportasi masal berbasis Rail (Potensi Pindah ke LRT), Kapasitas KRL (kereta Commuter Line Jabodetabek ) saat ini, membangun transportasi masal berbasis Rail : MRT, LRT membangun transportasi masal berbasis Rail : MRT, LRT : - Jadwal : Tahapan realistik - Pembiayaan : Dana APBN/APBD atau Swasta/PPP - Kendala Pembangunan : Existing Utilitas, Lahan - Integrasi moda : Dengan moda transportasi yang ada - Integrasi fisik : Station, Terminal, Jaringan - Metode konstruksi : Manajemen Lalin/Traffic LRT diharapkan menarik pengendara sepeda motor dan mobil untuk pindah, jika 10 persen saja pengendara sepeda motor dan mobil pindah menggunakan LRT, akan ada sekitar 367.443 orang dari Bekasi, Tangerang, Bogor, dan Depok yang menjadi penumpang LRT. (paparan terlampir). e. Kepala BLUD LRT Dinas Perhubungan dan Transportasi Prov. DKI Jakarta Bapak Benhard

Perencanaan LRT sudah ada didalam Pola Transportasi Makro, dan LRT merupakan salah satu moda untuk mengatasi kemacetan di Jakarta. DKI sudah mengirimkan surat ke Kementerian Perhubungan agar pelelangan dilakukan oleh Kemenhub sehingga bisa terintegrasi di sistem yang sama. Pemprov DKI juga sudah mengadakan rapat 2 (dua) kali dalam satu minggu dengan pihak-pihak terkait untuk memberikan laporan tentang perkembangan rencana pembangunan LRT. Pemprov DKI menugaskan kepada PT Jakpro agar mempercepat proses pembangunan sehingga tahun 2018 dapat terealisasi. LRT sangat dibutuhkan di Jakarta, tetapi moda transportasi lain juga harus saling melengkapi antara MRT dan Transjakarta sehingga moda transportasi tersebut dapat mengatasi kemacetan di Jakarta. Pemprov DKI menginginkan satu tiket bisa digunakan untuk MRT, LRT, dan Transjakarta Busway. f. Dewan Transportasi Kota Jakarta : Bapak Edi Nursalam Jakarta butuh Moda Transportasi Massal yang Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk Pembangunannya, Biaya relatif kecil dan Bisa efektif Melawan Kemacetan. LRT Alternatif terbaik untuk Jakarta saat ini. Sustainability proyek ini harus Direncanakan secara matang. Harus Efektif untuk menampung Penumpang yang berpindah dari Kendaraan Pribadi Dibutuhkan Kebijakan Pendukung seperti : ERP, TOD, Park and ride, Revitalisasi angkutan Umum dan Revolusi Mental Pengguna Jalan. Perlu Konektivitas dengan Moda lain. Perlu skema pembayaran operasional. (Paparan terlampir). 4. Diskusi Narasumber dengan Peserta a. Bapak Faisal : Penyandang Disabilitas Memberikan tanggapan bahwa :

Mendukung jika pemerintah ingin membangun transportasi massal sesuai dengan desain universal. Untuk PT Jadhi Karya, jika ingin membuat desain harus dibuat desain yang universal sehingga LRT dapat aksesibel terhadap penyandang disabilitas karena moda transportasi saat ini seperti Transjakarta masih belum aksesibel terhadap penyandang disabilitas. Untuk Ditjen KA, jika LRT akan terintegrasi dengan KCJ maka harus ada kordinasi dengan KCJ karena fasilitas saat ini yang ada di stasiun tidak ada toilet khusus untuk disabilitas. Desainnya terlebih dahulu disosialisasikan. Tanggapan dari Bapak Agus Karianto (PT Adhi Karya) bahwa untuk desain sudah dibuat untuk disabilitas, akan ada 15 stasiun yang menggunakan lift dan eskalator. Sisa 2 stasiun lagi yang masih dicari solusinya agar dapat aksesibel terhadap penyandang Disabilitas. Tanggapan dari Bapak Ario Pramadi (PT Jakpro), rencana pembangunan LRT Gubernur DKI Jakarta akan sangat concern untuk para disabilitas. Untuk para disabilitas agar kordinasikan saja, apa saja yang dibutuhkan oleh disabilitas. Tanggapan dari Bapak Sugiadi Waluyo ( Ditjen KA Kementerian Perhubungan), semua desain yang diminta sudah terfasilitasi untuk disabilitas sesuai dengan PERPRES No. 98 yang ditugaskan kepada Ditjen Kementerian Perhubungan, Komite pengawasan dalam Percepatan LRT. b. Ibu Dian : Harian Nasional Menanyakan hal-hal sebagai berikut : Prasarana pembangunan LRT akan dibuat oleh PT Adhi Karya dan PT Jakpro, apakah lebih baik tidak menggunakan PT KAI saja sebagai operator LRT? Dan jika diberikan kepada investor, hal tersebut apakah dapat diandalkan? Tanggapan dari Bapak Sugiadi Waluyo ( Ditjen KA Kementerian Perhubungan), untuk pembangunan LRT investor operatornya akan dilelang. Jika operatornya dari PT KAI maka akan menimbulkan permasalahan, PT Adhi Karya sebagai prasarana yang membangun LRT sudah sanagt berpengalaman. c. Bapak Deddy Herlambang (MTI DKI Jakarta) Memberikan tanggapan bahwa :

Terkait pembangunan LRT ini, integrasi dengan moda transportasi lain dinilai menjadi tantangan terberat. Selain menghubungkan stasiun, terminal, dan halte bus, para pembangun juga harus memastikan adanya keterhubungan jaringan antarmoda agar integrasi berjalan efektif. Tanggapan dari Bapak Sugiadi Waluyo ( Ditjen KA Kementerian Perhubungan) bahwa integrasi secara umum tidak secara langsung, dan penumpang tetap berpindah dari satu moda ke moda transportasi yang lain. Tanggapan dari Bapak S. Ipoeng Poernomo (Sekjen MTI), kaitannya dengan integrasi hal ini ada kaitannya juga dengan mobilitas. 5. Sesi II Diskusi Narasumber dengan Peserta a. Bapak Lisman Manurung ( Dosen Fakultas FISIP UI) Menanyakan hal-hal sebagai berikut : Biaya proyek ini sangat besar pertahunnya, dan proyek ini akan selesai 3 tahun mendatang maka pemerintah agar lebih hati-hati dan concern karena di Indonesia masih banyak sekali pengaruh politik yang akan membatalkan proyek ini. Apakah kita sudah menyiapkan satu strategi dan partisipasi dari pemerintah termasuk memberikan perhatian kepada komunitas yang terlibat dalam pembangunan ini? Dan insentif apa yang sudah dipersiapkan oleh pemerintah? Tanggapan dari Bapak Sugiadi Waluyo ( Ditjen KA Kementerian Perhubungan), pemerintah sudah menyiapkan insentif untuk masyarakat yang terkena dampak proyek ini. Pembangunan LRT lebih banyak menggunakan jalur jalan tol agar bisa dikendalikan. PAK EDI, lrt akan selesai dalam waktu 3 tahun dengan teknologi yang canggih. b. Bapak Trisbiantara (Anggota DRD) Upaya pemerintah untuk mengatasi kemacetan dengan pembangunan LRT merupakan pengambilan keputusan yang sangat cepat karena pembangunan ini memakan waktu 3 (tiga) tahun maka hal itu akan dikhawatirkan tidak akan berjalan dengan baik. Bagaimana untuk mengatasi kendala tersebut? Apakah akan dibentuk satu komite dimana proyek ini berhubungan langsung dengan Kementerian Perhubungan minimal 1 (satu) minggu sekali agar proyek ini berjalan dengan baik?

Tanggapan dari Bapak Ario Pramadi (PT Jakpro) menyampaikan mohon dukungan kepada bapak Trisbiantara agar proyek ini akan terlaksana dengan baik dalam waktu 3 (tiga) tahun. Tanggapan dari Bapak Sugiadi Waluyo ( Ditjen KA Kementerian Perhubungan), jika anggaran sudah ada maka proyek ini akan berjalan dengan cepat. Tanggapan dari Bapak Edi Nursalam (Anggota DTKJ), yakin jika proyek LRT akan selesai dalam waktu 3 tahun dengan teknologi yang canggih. c. Bapak Harris Fabilah Ada perbedaan pemahaman LRT antara Bapak Edi Nursalam dengan Bapak Agus. Yang dijelaskan oleh Bapak Agus adalah itu LRT sedangkan yang dijelaskan Bapak Edi itu adalah Tramway. Perbedaan LRT panjangnya 1 gerbong 20,2 meter dan MRT panjangnya 18,3 meter. Lebar MRT 2,89 meter dan LRT 2,5 meter. Kenapa LRT lebih rendah karena LRT rodanya kecil. Definisi LRT itu yang mana? Desain LRT lebih baik menggunakan standar gate karena jika menggunakan nero gate sangat sulit dan proses pembangunannya akan lebih lama. Tanggapan dari Bapak Agus karianto (PT Adhi Karya), Desain LRT pemerintah lebih memilih Third Rail karena dari dilihat dari sisi estetika kota dan dari sisi KAOP di Halim Perdana Kususma. Hal ini akan menjadi pertimbangan teknis dan akan dibicarakan dengan Kementrian Perhubungan. d. Bapak Eka Setiawan (DPD PERTUNI DKI Jakarta) Desain LRT harus dibuat universal dan aksesibel dengan para disabilitas, yaitu : untuk Disabilitas Tuna Netra harus dibuat guiding blok disetiap lantainya, Disabilitas Tuna Rungu harus ada informasi audio yang sangat keras dari suara mesinnya, Disabilitas daksa harus ada bidang miring yang standar dan sesuai. Jika semua itu sudah memenuhi standar maka untuk dialog publik yang berikutnya para narasumber harus sudah memaparkan desain yang aksesibel dengan Disabilitas. Tanggapan dari Bapak Agus karianto (PT Adhi Karya), untuk desain LRT akan dikordinasikan dengan Bapak Eka sehingga desain LRT akan lebih aksesibel dengan Disabilitas. e. Bapak Mukhtar (PT Railink)

Akhir Oktober ini akan ada pembebasan lahan, dan railink akan dibangun di wilayah Dukuh Atas. Berkaitan yang disampaikan oleh Bapak Benhard bahwa semua moda transportasi akan berintegrasi, sejauh mana integrasinya? Karena kereta Api Bandara juga akan membuat 4 lantai disetiap stasiun yang terdiri dari lahan parkir, dan ada komersil. Bagaimana dengan manajemen trafficnya karena semua akan bersinggungan? Tanggapan dari Bapak Agus karianto (PT Adhi Karya), setelah acara dialog publik ini pemerintah provinsi DKI, Operator LRT dan Operator Railink akan berdiskusi dengan Kementerian Perhubungan untuk membahas LRT yang bersinggungan dengan Railink. f. Bapak M. Akbar, M.Sc. Jabodetabek sangat memerlukan angkutan umum massal yang aman dan nyaman, maka Pemerintah perlu membangun LRT sebagai salah satu pilihan masyarakat untuk menggunakan angkutan umum. Di Jabodetabek ada beberapa operator diantaranya Operator Transjakarta, Transjabodetabek, MRT, KCJ, PT Ahdi Karya, dan PT Jakpro maka pemerintah harus membuat satu struktur organisasi yang dapat menyatukan semua operator karena masyarakat menginginkan 1 (satu) tiket dapat terintegrasi dengan angkutan umum yang lain. Tanggapan dari Bapak Sugiadi Waluyo ( Ditjen KA Kementerian Perhubungan), Setuju dengan pernyataan Bapak Akbar, bahwa tidak ada jaminan jakarta tidak akan macet tetapi semua instansi yang berkepentingan harus memikirkan hal ini. Untuk struktur organisasi akan dibicarakan lebih lanjut dengan Menteri Perhubungan. Tanggapan dari Bapak Sugeng (Sekjen MTI), keberhasilan dari proyek ini ada 3 (tiga) hal yaitu integrasi fisik, integrasi struktur, dan integrasi finansial. Untuk struktur, MTI sedang menyelesaikan RITJ. Tanggapan dari Bapak Benhard (Kabid LRT DISHUBTRANS) menyampaikan mohon kepada MTI agar Rencana pembangunan moda transportasi berbasis rel LRT harus dimasukkan ke dalam Rencana Induk Transportasi (RIT) DKI Jakarta/Jabodetabek dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2030 DKI Jakarta. 6. Kesimpulan

a. Sepakat bahwa LRT sudah sangat dibutuhkan di DKI Jakarta sebagai sarana transportasi massal yang aman, nyaman dan terjangkau oleh masyarakat. b. Mendukung LRT dengan tidak menyampingkan aspek keselamatan, keamanan, dampak sosial, dan dampak lingkungan. c. Hasil dari diskusi publik ini akan mendapatkan informasi yang lebih terang kepada masyarakat dari para stakeholder terkait. d. Hasil Diskusi Publik ini akan dijadikan rekomendasi kepada Gubernur DKI Jakarta sebagai tugas dan fungsi DTKJ. Demikian Notulen Dialog Publik ini dibuat.