KECERDASAN BUATAN LOGIKA FUZZY

dokumen-dokumen yang mirip
LOGIKA FUZZY. By: Intan Cahyanti K, ST

VII. LOGIKA FUZZY. Antara input dan output terdapat suatu kotak hitam yang harus memetakan input ke output yang sesuai. Misal : Ruang Input

BAB VII LOGIKA FUZZY

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Pengantar Kecerdasan Buatan (AK045218) Logika Fuzzy

MATERI KULIAH (PERTEMUAN 12,13) Lecturer : M. Miftakul Amin, M. Eng. Logika Fuzzy. Politeknik Negeri Sriwijaya Palembang

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Konsep Dasar Sistem Definisi Sistem

Himpunan Tegas (Crisp)

KECERDASAN BUATAN (Artificial Intelligence) Materi 8. Entin Martiana

BAB II TEORI PENUNJANG

Himpunan Fuzzy. Sistem Pakar Program Studi : S1 sistem Informasi

BAB II LANDASAN TEORI. 2.1 Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK) diselenggarakan oleh suatu perguruan tinggi secara mandiri.

Penerapan Logika Fuzzy

BAB 2 LANDASAN TEORI

FUZZY LOGIC CONTROL 1. LOGIKA FUZZY

Logika fuzzy pertama kali dikembangkan oleh Lotfi A. Zadeh melalui tulisannya pada tahun 1965 tentang teori himpunan fuzzy.

BAB II LANDASAN TEORI. Pada bab ini berisi tentang teori mengenai permasalahan yang akan dibahas

Prof. Erich P., Johannes Kepler Univ. Suyanto, Artificial Intelligence

Erwien Tjipta Wijaya, ST.,M.Kom

LOGIKA FUZZY. Kelompok Rhio Bagus P Ishak Yusuf Martinus N Cendra Rossa Rahmat Adhi Chipty Zaimima

FUZZY MULTI-CRITERIA DECISION MAKING

SISTEM INFERENSI FUZZY (METODE TSUKAMOTO) UNTUK PENENTUAN KEBUTUHAN KALORI HARIAN OLEH

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI

Aplikasi Prediksi Harga Bekas Sepeda Motor Yamaha. Menggunakan Fuzzy Logic

RANCANG BANGUN SISTEM PENGUNDIAN SEPAKBOLA MENGGUNAKAN LOGIKA FUZZY

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB II LANDASAN TEORI. Dalam kondisi yang nyata, beberapa aspek dalam dunia nyata selalu atau biasanya

BAB II LANDASAN TEORI

MENENTUKAN HARGA MOBIL BEKAS TOYOTA AVANZA MENGGUNAKAN METODE TSUKAMOTO

: Sistem Pendukung Keputusan, Siswa berprestasi, Tsukamoto

BAB II TINJAUAN TEORITIS

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENGARUH IPK DAN MOTIVASI DALAM MEMPREDIKSI KETEPATAN WAKTU KELULUSAN MAHASISWA DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM PAKAR BERBASIS ADAPTIVE NEURO FUZZY

BAB II. KAJIAN PUSTAKA. A. Kinerja Pegawai di Universitas Muhammadiyah Purwokerto

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. Dalam tinjauan pustaka dibawah ini terdapat 5 referensi dan 1 referensi dari

Logika fuzzy pertama kali dikembangkan oleh Lotfi A. Zadeh melalui tulisannya pada tahun 1965 tentang teori himpunan fuzzy.

1. Makalah FUZZY LOGIC DAN PENERAPANNYA Disusun Oleh: FIRMAN WAHYUDI ( ) STKIP PGRI SUMENEP SUMENEP, JATIM

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI. papernya yang monumental Fuzzy Set (Nasution, 2012). Dengan

SIMULASI SISTEM UNTUK PENGONTROLAN LAMPU DAN AIR CONDITIONER DENGAN MENGGUNAKAN LOGIKA FUZZY

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. memberikan kenyamanan kepada penumpang karena masalah hentakan yang keras dan

SIMULASI MENENTUKAN WAKTU MEMASAK BUAH KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN FUZZY MAMDANI

BAB II LANDASAN TEORI. Pada bab ini akan dibahas mengenai teori-teori yang akan digunakan untuk menunjang dalam proses pembuatan tugas akhir ini.

IMPLEMENTASI FUZZY RULE BASED SYSTEM UNTUK KLASIFIKASI BUAH MANGGA

LOGIKA FUZZY FUNGSI KEANGGOTAAN

Team project 2017 Dony Pratidana S. Hum Bima Agus Setyawan S. IIP

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN KETUA SENAT MAHASISWA DENGAN LOGIKA FUZZY

ke dalam suatu ruang output. Orang yang belum pernah mengenal logika fuzzy pasti

Perancangan Aplikasi Rekomendasi Pemilihan Lokasi Rumah dengan Memanfaatkan Fuzzy Database Metode Tahani

Team project 2017 Dony Pratidana S. Hum Bima Agus Setyawan S. IIP

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK PENENTUAN PENERIMA BERAS MISKIN MENGGUNAKAN BASIS DATA FUZZY

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

SPK PENENTUAN TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN PADA RESTORAN XYZ

Presentasi TA DETEKSI PENYAKIT PARU-PARU OBSTRUKTIF KRONIS MENGGUNAKAN METODE FUZZY : STUDI KASUS DI RUMAH SAKIT XYZ. Muhammad Reza Budiman

ARTIFICIAL INTELLIGENCE

BAB II LANDASAN TEORI

PENDAPATAN MASYARAKAT DENGAN ADANYA KAMPUS MENGGUNAKAN FUZZY TSUKAMOTO

BAB 2 LANDASAN TEORI

PENENTUAN JUMLAH PRODUKSI TELEVISI MERK X MENGGUNAKAN METODE FUZZY MAMDANI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

KECERDASAN BUATAN (Artificial Intelligence) Materi 8. Entin Martiana

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

PENENTUAN JUMLAH PRODUKSI DENGAN APLIKASI METODE FUZZY MAMDANI

BAB IV KONSEP FUZZY LOGIC DAN PENERAPAN PADA SISTEM KONTROL. asing. Dalam pengalaman keseharian kita, permasalahan yang berkaitan dengan fuzzy

Jurnal Ilmiah Komputer dan Informatika (KOMPUTA) REPRESENTASI EMOSI MENGGUNAKAN LOGIKA FUZZY PADA PERMAINAN BONNY S TOOTH BOOTH

Materi 8: Introduction to Fuzzy Logic

Penerapan Metode Fuzzy Mamdani Pada Rem Otomatis Mobil Cerdas

IMPLEMENTASI ALGORITMA LOGIKA FUZZY PADA PROSES SELEKSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU (Diterapkan Pada Politeknik Kotabaru)

BAB II: TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENGANTAR KECERDASAN BUATAN

BAB 2 2. LANDASAN TEORI

ANALISIS METODE FIRST ORDER AND TIME INVARIANT MODEL UNTUK PERAMALAN HARGA SAHAM

dan kesatuan nyata yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan. [JOG99]

KOTAK HITAM. Pemetaan input-output pada masalah produksi Diberikan data persediaan barang, berapa jumlah barang yang harus diproduksi?

JURNAL SISTEM PREDIKSI INVENTORY BARANG MENGGUNAKAN METODE FUZZY TSUKAMOTO PREDICTION INVENTORY ITEMS USING FUZZY TSUKAMOTO

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENERIMAAN BEASISWA BIDIK MISI DI POLITEKNIK NEGERI JEMBER MENGGUNAKAN LOGIKA FUZZY

BAB II KAJIAN PUSTAKA. mengikuti sertifikasi, baik pendidikan gelar (S-1, S-2, atau S-3) maupun nongelar (D-

Bab 2. Tinjauan Pustaka

ARTIFICIAL INTELLIGENCE MENENTUKAN KUALITAS KEHAMILAN PADA WANITA PEKERJA

Jurnal Informatika SIMANTIK Vol. 2 No. 2 September 2017 ISSN:

MODEL ANALISIS MENENTUKAN ALAT KONTRASEPSI BAGI ASEPTOR KELUARGA BERENCANA DENGAN LOGIKA FUZZY

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

DENIA FADILA RUSMAN

Pendapatan Masyarakat Disekitar Kampus dengan Adanya Mahasiswa Menggunakan Fuzzy

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB III LANDASAN TEORI

Transkripsi:

KECERDASAN BUATAN LOGIKA FUZZY

Pengertian adalah suatu cara untuk memetakan suatu ruang input ke dalam suatu ruang output.

Skema logika fuzzy Antara input dan output terdapat suatu kotak hitam yang harus memetakan input ke output yang sesuai.

Misal : Pemetaan input-output pada masalah produksi : diberikan data persediaan barang, berapa jumlah barang yang harus diproduksi?

Ada beberapa cara/metode yang mampu bekerja di kotak hitam tersebut, misal : sistem fuzzy jaringan syaraf tiruan sistem linear sistem pakar persamaan diferensial, dll.

Namun menurut Prof. Lotfi A. Zadeh, penemu teori logika fuzzy di tahun 1960-an : Pada hampir semua kasus kita dapat menghasilkan suatu produk tanpa menggunakan logika fuzzy, namun menggunakan fuzzy akan lebih cepat dan lebih murah

ALASAN MENGGUNAKAN FUZZY 1. Konsep logika fuzzy mudah dimengerti 2. Logika fuzzy sangat fleksibel 3. Memiliki toleransi terhadap data-data yang tidak tepat 4. Dapat membangun dan mengaplikasikan pengalaman-pengalaman para pakar secara langsung tanpa harus melalui proses pelatihan 5. Logika fuzzy didasarkan pada bahasa alami

APLIKASI LOGIKA FUZZY 1. Tahun 1990 pertama kali mesin cuci dengan logika fuzzy di Jepang (Matsushita Electric Industrial Company). Sistem fuzzy digunakan untuk menentukan putaran yang tepat secara otomatis berdasarkan jenis dan banyaknya kotoran serta jumlah yang akan dicuci. Input yang digunakan : seberapa kotor jenis kotoran banyaknya yang dicuci. Mesin ini menggunakan sensor optik, mengeluarkan cahaya ke air dan mengukur bagaimana cahaya tersebut sampai ke ujung lainnya. Makin kotor, maka sinar yang sampai makin redup. Sistem juga mampu menentukan jenis kotoran tersebut daki/minyak. 2. Transmisi otomatis pada mobil Nissan, menghemat bensin 12 17 %

3. Kereta bawah tanah Sendai mengontrol pemberhentian otomatis pada area tertentu 4. Ilmu kedokteran dan biologi, seperti sistem diagnosis kanker 5. Manajemen dan pengambilan keputusan, misal tata letak pabrik berdasarkan logika fuzzy, pembuatan games berdasarkan logika fuzzy,dll 6. Ilmu lingkungan, misal kendali kualitas air, prediksi cuaca 7. Teknik,misal perancangan jaringan komputer, prediksi adanya gempa bumi, dll 8. dsb

KONSEP DASAR LOGIKA FUZZY

HIMPUNAN TEGAS (CRISP) = nilai keanggotaan suatu item x dalam suatu himpunan A, yang sering ditulis dengan µa[x], memiliki 2 kemungkinan, yaitu : 1, yang berarti bahwa item tersebut (x) anggota himpunan A 0, yang berarti bahwa item tersebut (x) bukan anggota himpunan A

contoh : S = [1,2,3,4,5,6] adalah semesta pembicaraan A = [1,2,3] B = [3,4,5] Jadi : nilai keanggotaan 2 pada himpunan A µa[2] = 1, karena 2 A nilai keanggotaan 3 pada himpunan A µa[3] = 1, karena 3 A nilai keanggotaan 4 pada himpunan A µa[4] = 0, karena 4 A nilai keanggotaan 2 pada himpunan B µb[2] = 0, karena 2 B nilai keanggotaan 3 pada himpunan B µb[3] = 1, karena 3 A

misal variabel umur dibagi menjadi 3 kategori, yaitu : MUDA umur < 35 tahun PAROBAYA 35 umur 55 tahun TUA umur > 55 tahun

Nilai keanggotaan secara grafis, himpunan MUDA, PAROBAYA, TUA :

usia 34 tahun maka dikatakan MUDA µmuda[34] = 1 usia 35 tahun maka dikatakan TIDAKMUDA µmuda[35] = 0 usia 35 tahun maka dikatakan PAROBAYA µparobaya[35] = 1 usia 34 tahun maka dikatakan TIDAKPAROBAYA µparobaya[34] = 0 usia 35 tahun kurang 1 hari maka dikatakan TIDAKPAROBAYA µparobaya[35 th 1 hari] = 0 usia 35 tahun lebih 1 hari maka dikatakan TIDAKMUDA µmuda[35 th + 1 hari] = 0

Himpunan crisp untuk menyatakan umur bisa tidak adil karena adanya perubahan kecil saja pada suatu nilai mengakibatkan perbedaan kategori yang cukup signifikan.

HIMPUNAN FUZZY Himpunan fuzzy digunakan untuk mengantisipasi hal tersebut diatas. Seseorang dapat masuk dalam 2 himpunan yang berbeda, MUDA dan PAROBAYA, PAROBAYA dan TUA, dsb. Seberapa besar eksistensinya dalam himpunan tersebut dapat dilihat pada nilai/derajat keanggotaannya.

Himpunan fuzzy untuk variabel UMUR :

usia 40 tahun termasuk dalam himpunan MUDA dengan µmuda[40] = 0,25 termasuk juga dalam himpunan PAROBAYA dengan µ PAROBAYA [40] = 0,5 usia 50 tahun termasuk dalam himpunan TUA dengan µtua[50] = 0,25 termasuk juga dalam himpunan PAROBAYA dengan µ PAROBAYA [50] = 0,5

Himpunan crisp, nilai keanggotaan hanya 0 dan 1. Himpunan fuzzy, derajat/nilai keanggotaan terletak pada rentang 0 sampai 1 sehingga : Bila x memiliki derajat keanggotaan fuzzy µ A [x] = 0 x bukan anggota himpunan A Bila x memiliki derajat keanggotaan fuzzy µ A [x] = 1 x anggota penuh himpunan A

Kemiripan antara keanggotaan fuzzy dengan probabilitas menimbulkan kerancuan keduanya mempunyai nilai pada interval [0,1]. Namun interpretasi nilainya berbeda Keanggotaan fuzzy memberikan ukuran terhadap pendapat atau keputusan Probabilitas mengindikasikan proporsi terhadap keseringan suatu hasil bernilai benar dalam jangka panjang.

Misal nilai keanggotaan suatu himpunan fuzzy MUDA adalah 0,9 tidak perlu dipermasalahkan berapa seringnya nilai itu diulang secara individual untuk mengharapkan suatu hasil yang hampir pasti muda. Nilai probabilitas 0,9 MUDA berarti 10% dari himpunan tersebut diharapkan tidak muda.

2 atribut dalam himpunan fuzzy 1. Linguistik yaitu penamaan suatu grup yang mewakili suatu keadaan atau kondisi tertentu dengan menggunakan bahasa alami, seperti MUDA, PAROBAYA, TUA. 2. Numeris yaitu suatu nilai (angka) yang menunjukkan ukuran dari suatu variabel seperti : 40, 30, 35, dsb.

Perlu tahu! Dalam sistem fuzzy : Variabel fuzzy Himpunan fuzzy Semesta Pembicaraan Domain

Variabel fuzzy Merupakan variabel yang hendak dibahas dalam suatu sistem fuzzy Contoh : umur, suhu, permintaan, dsb.

Himpunan fuzzy Merupakan suatu grup yang mewakili suatu kondisi atau keadaan tertentu dalam suatu variabel fuzzy Contoh : Variabel umur : MUDA, PAROBAYA, TUA Variabel suhu : DINGIN, SEJUK, NORMAL, PANAS, HANGAT

Semesta Pembicaraan (SP) Adalah keseluruhan nilai yang diperbolehkan untuk dioperasikan dalam suatu variabel fuzzy. SP merupakan himpunan bilangan real yang senantiasa naik (bertambah) secara monoton dari kiri ke kanan. Nilai SP dapat berupa bilangan positif ataupun negatif. Adakalanya nilai SP tidak dibatasi batas atasnya. Contoh : SP untuk variabel umur : [0, + ) SP untuk variabel suhu : [0, 40]

Domain Adalah keseluruhan nilai yang diijinkan dalam SP dan boleh dioperasikan dalam suatu himpunan fuzzy. Merupakan himpunan bilangan real yang senantiasa naik (bertambah) secara monoton dari kiri ke kanan. Dapat berupa bilangan positif atau negatif

Contoh domain himpunan fuzzy : MUDA = [ 0 45] PAROBAYA = [ 35 55] TUA = [ 45 + ] DINGIN = [ 0 20] SEJUK = [ 15 25] NORMAL = [ 20 30] HANGAT = [ 25 35] PANAS = [ 30 40]