Buah Tropika yang Berpotensi

dokumen-dokumen yang mirip
I PENDAHULUAN. Bab ini menguraikan mengenai : (1) Llatar Belakang, (2) Identifikasi

Mangga Garifta Andalan Ekspor Masa Depan

Mangga Hibrid Agri Gardina 45 Genjah dan Unik

II. TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Botani, Klasifikasi, dan Syarat Tumbuh Tanaman Cabai

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Klasifikasi tanaman mentimun ( Cucumis sativus L.) (Cahyono, 2006) dalam tata nama tumbuhan, diklasifikasikan kedalam :

I PENDAHULUAN. Pemikiran, (6) Hipotesis Penelitian, dan (7) Tempat dan Waktu Penelitian.

TINJAUAN PUSTAKA Botani Manggis

Teknologi Praktis : Agar Populasi Tanaman Pepaya Bisa 100 Persen Berkelamin Sempurna (Hermaprodit) dan Seragam

BAB I PENDAHULUAN. seperti Indonesia. Salah satu genus umbi-umbian yaitu genus Dioscorea atau

TINJAUAN PUSTAKA. Klasifikasi tanaman melon sebagai berikut: Kingdom: Plantae, Divisio:

Varietas Unggul Baru Mangga Hibrid Agri Gardina 45

TINJAUAN PUSTAKA. menjadi tegas, kering, berwarna terang segar bertepung. Lembab-berdaging jenis

TINJAUAN PUSTAKA. dalam buku Steenis (2003), taksonomi dari tanaman tebu adalah Kingdom :

KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 496/Kpts/SR.120/12/2005 TENTANG PELEPASAN SAWO ASAHAN SEBAGAI VARIETAS UNGGUL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

TINJAUAN PUSTAKA Botani Tanaman Tomat

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. Bab I Pendahuluan

II. TINJAUAN PUSTAKA. Tanaman Sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench) berasal dari negara Afrika.

TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Botani, Klasifikasi, dan Syarat Tumbuh Tanaman Cabai

TINJAUAN PUSTAKA. Sawi hijau sebagai bahan makanan sayuran mengandung zat-zat gizi yang

TINJAUAN PUSTAKA Botani Tanaman Pepaya

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Dalam klasifikasi tumbuhan, tanaman tomat termasuk kelas Dicotyledonae

TINJAUAN PUSTAKA Jeruk Besar

Gambar 1. Beberapa varietas talas Bogor

ASPEK BIOLOGI TANAMAN KOPI Oleh : Abd. Muis, SP.

II. TINJAUAN PUSTAKA. daun-daun kecil. Kacang tanah kaya dengan lemak, protein, zat besi, vitamin E

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

TINJAUAN PUSTAKA Sejarah Tanaman Cabai Botani Tanaman Cabai

KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 514/Kpts/SR.120/12/2005 TENTANG PELEPASAN JERUK BESAR KOTARAJA SEBAGAI VARIETAS UNGGUL

TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Purwono dan Hartono (2012), kacang hijau termasuk dalam keluarga. tumbuhan dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

TINJAUAN PUSTAKA. Botani Tanaman. Mangga berakar tunggang yang bercabang-cabang, dari cabang akar ini tumbuh

TINJAUAN PUSTAKA. pisang raja berasal dari kawasan Asia Tenggara dan pulau-pulau pasifik barat. Selanjutnya

TINJAUAN PUSTAKA Botani dan Morfologi Cabai

PELUANG BISNIS BUDIDAYA JAMBU BIJI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 191/Kpts/SR.120/3/2006 TENTANG PELEPASAN JERUK SIEM KINTAMANI SEBAGAI VARIETAS UNGGUL

PERBAIKAN MUTU BUAH SIRSAK MELALUI PENYERBUKAN

TINJAUAN PUSTAKA Botani

TINJAUAN PUSTAKA. merata sepanjang tahun. Curah hujan (CH) untuk pertanaman pepaya berkisar

TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Van Steenis (2005), bengkuang (Pachyrhizus erosus (L.))

KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 307/Kpts/SR.120/4/2006 TENTANG PELEPASAN JERUK KEPROK BATU 55 SEBAGAI VARIETAS UNGGUL

TINJAUAN PUSTAKA. Pakchoy (Brasicca chinensis L.) merupakan tanaman sayuran yang berasal dari

BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN

II. TINJAUAN PUSTAKA. Manggis dengan nama latin Garcinia mangostana L. merupakan tanaman buah

KOMPARASI UJI KARBOHIDRAT PADA PRODUK OLAHAN MAKANAN DARI TEPUNG TERIGU DAN TEPUNG BIJI RAMBUTAN (Nephelium lappaceum Linn)

KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 516/Kpts/SR.120/12/2005 TENTANG PELEPASAN PISANG MAS KIRANA SEBAGAI VARIETAS UNGGUL

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

TINJAUAN PUSTAKA Tanaman Buah Naga

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

TINJAUAN PUSTAKA. Deskripsi Tanaman Sukun (Artocarpus communis Frost) Dalam sistematika tumbuh-tumbuhan tanaman sukun dapat

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Kondisi Umum Lokasi Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA. Botani Tanaman. diikuti oleh akar-akar samping. Pada saat tanaman berumur antara 6 sampai

Menurut van Steenis (2003), sistematika dari kacang tanah dalam. taksonomi termasuk kelas Dicotyledoneae; ordo Leguminales; famili

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

TINJAUAN PUSTAKA Botani Kelapa Sawit

II. TINJAUAN PUSTAKA. Tanaman mentimun papasan (Coccinia gandis) merupakan salah satu angggota

KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 308/Kpts/SR.120/4/2006 TENTANG PELEPASAN JAMBU BOL GONDANG MANIS SEBAGAI VARIETAS UNGGUL

TINJAUAN PUSTAKA Botani Ubijalar

II. TINJAUAN PUSTAKA. Semangka merupakan tanaman semusim yang termasuk ke dalam famili

umbinya tipis berwarna kuning pucat dengan bagian dalamnya berwarna putih

II. TINJAUAN PUSTAKA. Tanaman jagung manis (Zea mays sacharata Sturt.) dapat diklasifikasikan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 571/Kpts/SR.120/9/2006 TENTANG PELEPASAN MANGGIS WANAYASA SEBAGAI VARIETAS UNGGUL

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Cabai (Capsicum sp ) merupakan tanaman semusim, dan salah satu jenis

BUDIDAYA SUKUN 1. Benih

I. PENDAHULUAN. Pisang merupakan komoditas buah-buahan yang populer di masyarakat karena

TINJAUAN PUSTAKA. Di Indonesia tanaman seledri sudah dikenal sejak lama dan sekarang

TINJAUAN PUSTAKA. Botani Tanaman. akar-akar cabang banyak terdapat bintil akar berisi bakteri Rhizobium japonicum

PENDAHULUAN. Buah-buahan tidak selalu dikonsumsi dalam bentuk segar, tetapi sebagian

Daun pertama gandum, berongga dan berbentuk silinder, diselaputi plumula yang terdiri dari dua sampai tiga helai daun. Daun tanaman gandum

TINJAUAN PUSTAKA Botani dan Morfologi Cabai Lingkungan Tumbuh

BUDIDAYA TANAMAN DURIAN

II. TINJAUAN PUSTAKA. Tanaman gonda dalam bahasa jawa disebut gondo atau orang barat

BAHAN DAN METODE. Tempat dan Waktu

TINJAUAN PUSTAKA Asal-usul dan Penyebaran Geografis Sifat Botani

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Di Indonesia kaya akan berbagai jenis tanaman umbi-umbian, baik

TINJAUAN PUSTAKA. Species: Allium ascalonicum L. (Rahayu dan Berlian, 1999). Bawang merah memiliki batang sejati atau disebut discus yang bentuknya

KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 489/Kpts/SR.120/12/2005 TENTANG PELEPASAN PISANG KEPOK BANGUN SARI SEBAGAI VARIETAS UNGGUL

KOMPARASI UJI KARBOHIDRAT PADA PRODUK OLAHAN MAKANAN DARI TEPUNG TERIGU DAN TEPUNG BIJI NANGKA (Artocarpus heterophyllus)

LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 3511/Kpts/SR.120/10/2009 TANGGAL : 12 Oktober 2009 DESKRIPSI SALAK VARIETAS SARI INTAN 541

Tanah dapat diartikan sebagai lapisan kulit bumi bagian luar yang merupakan hasil pelapukan dan pengendapan batuan. Di dala

TANAMAN PENGHASIL PATI

TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis L.)

TINJAUAN PUSTAKA Botani dan Syarat Tumbuh Tanaman

TINJAUAN PUSTAKA Taksonomi dan Botani Cabai

TINJAUAN PUSTAKA. A. Tanaman Sawo

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Bibit Sehat... Kebun Kopi Selamat

BUDIDAYA TANAMAN MANGGA

TINJAUAN PUSTAKA. Botani Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt L.) Sekelompok akar sekunder berkembang pada buku-buku pangkal batang dan

I. PENDAHULUAN. Cabai merah (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak

TINJAUAN PUSTAKA. Botani Tanaman. Menurut Haryanto, Suhartini dan Rahayu (1996), klasifikasi tanaman

BAB I BENGKUANG (Pachyrhizus erosus)

LAMPIRAN. Lampiran 1. Lay Out Penelitian Rancangan Acak Lengkap

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang

PENGENALAN VARIETAS LADA, PALA, dan CENGKEH. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat November 2015

KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 490/Kpts/SR.120/12/2005 TENTANG PELEPASAN LANGSAT TANJUNG B-1 SEBAGAI VARIETAS UNGGUL

KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 303/Kpts/SR.120/4/2006 TENTANG PELEPASAN SAWO SEDAN SEBAGAI VARIETAS UNGGUL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

II. TINJAUAN PUSTAKA. yang termasuk dalam famili Cruciferae dan berasal dari Cina bagian tengah. Di

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Morfologi Bawang Merah ( Allium ascalonicum L.)

Transkripsi:

Buah Tropika yang Berpotensi Sebagai Sumber Pangan Alternatif Lucuma (Lucuma nervosa A.DC.) merupakan tanaman buah yang berasal dari Meksiko. Tanaman ini telah diintroduksi ke negara-negara Amerika tropika lainnya yang kemudian dibudidayakan di Nikaragua dan Panama. Dari Kuba, lucuma diintroduksi ke Filipina sekitar tahun 1915 dan selanjutnya tersebar ke negara-negara Asia Tenggara lainnya sebagai tanaman koleksi. Di Filipina, sekitar 210.000 pohon lucuma yang berbuah, sebagian besar dijumpai dalam kebun buah, pada tahun 1987 dilaporkan menghasilkan 1900 t buah segar. Beberapa penduduk memakan buahnya dan hanya sebagian kecil dari total produksi yang dijual di pasar. Ada laporan bahwa di Florida dan Panama dibangun kebun buah lucuma secara komersial (Verheij & Coronel 1997). Di Indonesia, lucuma masih merupakan tanaman koleksi dan belum banyak dikebunkan. Dalam klasifikasi botani, tanaman lucuma termasuk famili Sapotaceae, genus Pouteria, dan spesies Pouteria campechiana (Kunth) Baehni. Pouteria campechiana (Kunth) Baehni mempunyai sinonim dengan Lucuma nervosa A.DC., P. lucuma (Ruiz & Pav.) Kuntze, Achras lucuma Ruiz & Pav., dan L. bifera Molina. Lucuma disebut juga sawo mentega, sawo ubi atau kanistel, yang dalam, bahasa Inggris disebut canistel, egg fruit, yellow sapote (Verheij & Coronel 1997, Anonymous 2008). Deskripsi Menurut Morton (1987) dan Verheij & Coronel (1997) deskripsi tanaman lucuma ialah sebagai berikut: Tanaman: Lucuma merupakan tanaman buah tahunan yang tingginya bisa mencapai 5 15 m, diameter batangnya 25 60 cm, kulit kayunya berusuk halus, dan berwarna kelabu tua. Tajuknya padat, menyebar, bercabang rapat, diameternya 5 10 m. Cabangnya sebagian besar terletak 11

No. 9 - Juli 2013 horizontal, ranting muda berwarna coklat muda atau coklat tua, berbulu halus, dan bergetah putih yang lengket. Daun: Daun lucuma berwarna hijau cerah mengkilap, terkumpul di ujung ranting, lanset, selang-seling, oval atau berbentuk bulat panjang, ujung dan pangkalnya runcing, panjang 6 25 cm, lebar 2,5 8 cm, tipis dan agak kaku. Daun muda berwarna hijau muda, sedangkan daun tua berwarna hijau gelap dan mengkilap pada permukaan atas. Bunga: Bunga terletak di ketiak daun yang lebih bawah, tunggal atau dalam rangkaian, berbau harum, hermafrodit, kelopak lima helai, panjang mahkota 10 11 mm, bercuping 5 6, berwarna hijau sampai agak putih, benangsari lima utas, berwarna putih, bakal buah tertutup oleh rambut-rambut panjang, dan berkepala putik tunggal. Buah: Buah lucuma mempunyai bentuk dan ukuran bervariasi, berbentuk gelendong sampai bulat telur, agak oval, bulat telur sungsang atau agak bulat, seringkali ujungnya berparuh, berkulit tipis, kaku, berlilin, licin, berwarna kuning, daging buahnya sedikit-banyak beraroma enak, lembab atau agak kering dan bertepung dengan serat agak halus, berwarna kuning, rasanya manis, dan berbiji 1 5 butir. Berat buah 150 250 g dan 60%-nya ialah daging buah. Bijinya berbentuk bulat telur, berwarna coklat mengkilap. Ekologi Menurut Morton (1987) dan Verheij & Coronel (1997) ekologi untuk tanaman lucuma ialah sebagai berikut: Iklim: Lucuma tumbuh pada daerah beriklim tropis dan subtropis pada ketinggian di bawah 1400 m dpl. Tanaman ini toleran terhadap embun beku yang singkat, hanya memerlukan curah hujan yang sedang dan dapat tumbuh dengan subur, kecuali pada musim kering yang panjang. Tanaman ini lebih toleran terhadap curah hujan musiman daripada curah hujan yang terus-menerus sepanjang tahun, dan merupakan tanaman yang toleran terhadap kekeringan. Suhu yang optimum untuk pertumbuhan ialah 25 C. Untuk tumbuh dan berproduksi dengan baik, lucuma memerlukan sinar matahari yang penuh. Di Kebun Percobaan Cukurgondang, Grati, dan Pasuruan, Jawa Timur dengan ketinggian tempat 50 m dpl., curah hujan B A C Gambar 1. Keragaan tanaman lucuma berumur 36 tahun di KP. Cukurgondang (A), bunga (B), buah, dan biji (C) 12

1332 mm/tahun, dan suhu rerata 27 C (dataran rendah kering), lucuma dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik (Gambar 1 & 2). Gambar 2. Buah lucuma yang dipanen di KP. Cukurgondang tahun 2010 Tanah: Lucuma toleran terhadap berbagai jenis tanah antara lain: tanah berkapur, laterit, berpasir, dan tanah berlempung berat, tetapi tanah tersebut harus memiliki sistem pengairan yang baik. Pertumbuhan dan produksi lucuma terbaik jika ditanam pada tanah-tanah yang dalam, subur dan pengairannya baik. Tanaman ini masih dapat tumbuh dengan baik pada tanah-tanah dangkal dan kurang baik untuk pertumbuhan sebagian besar tanaman buah lainnya. Pada tanah-tanah yang miskin, lucuma dapat berbuah lebat dengan ukuran buah kecil. ph tanah yang baik untuk pertumbuhan dan produksi lucuma ialah sedikit asam sampai netral (6,1 7,5). Perbanyakan Lucuma dapat diperbanyak menggunakan biji, cangkok, dan penyambungan (grafting). Biji lucuma cepat kehilangan viabilitasnya, oleh karena itu harus cepat ditanam dalam beberapa hari setelah dipisahkan dari buahnya. Biji atau benih lucuma memerlukan waktu sekitar 1 bulan untuk berkecambah, jika didekortikasi benih akan berkecambah dalam waktu 2 minggu. Semaian siap ditanam setelah berumur 1 tahun. Tanaman dari varietas unggul dapat diperbanyak secara vegetatif dengan cara cangkok dan grafting (sambung celah pada batang bawah yang berumur 1 tahun). Tanaman yang berasal dari semaian dan grafting tumbuh cepat dan masing-masing dapat menghasilkan buah dalam waktu 3 4 dan 2 3 tahun (Morton 1987, Verheij & Coronel 1997). Budidaya Lucuma sebaiknya ditanam pada musim hujan, dengan jarak tanam 5 x 5 m atau 6 x 6 m. Pada saat tanam sebaiknya menggunakan pupuk kandang ± 10 kg/lubang tanam, dan penggunaan mulsa sangat bermanfaat pada tahun-tahun awal pertumbuhan karena sangat membantu untuk menjaga kelembaban pada musim kering. Disarankan untuk memberikan pupuk berimbang pada saat tanam dan diulang setiap tahun sebelum periode pertumbuhan aktif, walaupun tanaman tidak memerlukan perawatan khusus. Pemberian pupuk NPK (15-15-15) dengan dosis 0,5 kg per pohon diberikan dua kali pada periode pertumbuhan dengan aktif pada tanaman setinggi 2,5 5 m. Pemangkasan awal diperlukan untuk pembentukan tajuk. Buah dipanen setelah mencapai warna kuning penuh, kemudian menjadi matang dalam 3 4 hari. Pemberian sedikit garam meja pada ujung tangkai buah akan mempercepat pematangan buah. Jika buah disimpan pada suhu kamar, buah akan melunak, dan matang dalam 3 10 hari. Buah tidak boleh terlalu lembek sebelum dimakan. Buah matang dapat disimpan dalam kondisi baik di kulkas selama beberapa hari. Di Peru, satu pohon dapat menghasilkan sebanyak 500 buah selama 1 tahun, hasil rerata mencapai 14 16 t/ha (Morton 1987, Verheij & Coronel 1997). Hama dan Penyakit Beberapa hama dan penyakit yang menyerang lucuma antara lain: jamur Acrotelium lucumae (karat), Colletotrichum gloeosporioides (bercak buah), Elsinoe lepagei (bercak daun dan keropeng), Gloeosporium (daun nekrosis), dan Pyhtium sp. (busuk akar) telah dicatat untuk spesies ini. Di Florida dan Filipina telah diamati serangan hama kutu perisai dan kutu bubuk. 13

No. 9 - Juli 2013 Kandungan Gizi Bagian yang dapat dimakan ialah 70% dari berat buah. Hasil analisis kimia yang dilakukan di Kuba dan Filipina menunjukkan bahwa per 100 g buah matang mengandung 57,2 60,6 g air, 1,7 2,5 g protein, 0,1 0,6 g lemak, 36,7 39,1 g karbohidrat, 0,1 7,5 g serat, 0,6 0,9 g abu, 26,5 40 mg kalsium, 30 37,3 mg fosfor, 0,9 1,1 mg besi, 0,32 mg karoten, 0,02 0,17 mg tiamin, 0,01 0,03 mg riboflavin, 2,5 3,7 mg niasin, dan 43 58 mg vitamin C. Nilai energi 580 630 kj/100 g. Jadi buah lucuma kaya akan karbohidrat, karoten, dan niasin (Verheij & Coronel 1997). Kegunaan Buah lucuma dapat dimakan segar ketika sudah matang. Daging buahnya juga dapat dibekukan atau dikeringkan menjadi tepung. Di Peru, buah biasanya didehidrasi dan digiling menjadi tepung halus dan digunakan sebagai bahan tambahan susu dan makanan lainnya. Tepung dapat dikirim untuk jarak jauh, disimpan selama bertahun-tahun dalam wadah kedap udara, dan dapat ditemukan di pasar sepanjang tahun. Daging buah lucuma memiliki aroma, rasa, dan tekstur yang sangat baik bila digunakan dalam es krim, kue, makanan pencuci mulut, dan lain-lain (Morton 1987, Anonymous 2008). Sebagai sumber pangan yang kaya gizi, lucuma banyak dimanfaatkan untuk bahan makanan, antara lain (a) makanan bayi, hal ini karena lucuma mempunyai rasa yang lezat, sumber karbohidrat dan kalori yang tinggi, kandungan mineral khususnya zat besi, serta vitamin, terutama karoten (provitamin A), dan niasin (vitamin B3) yang sangat baik, sehingga lucuma dapat digunakan sebagai bahan baku yang sangat baik untuk membuat makanan bayi, (b) cake (kue), karena rasanya lezat dan warnanya menarik, maka lucuma dapat dipadukan dengan bahan lain untuk membuat cake atau makanan penutup lainnya, (c) permen, daging buah lucuma juga dapat digunakan untuk membuat permen lucuma di home industry atau secara komersial, (d) pengobatan jantung, pengobatan penyakit jantung secara tradisional orang-orang Meksiko menggunakan buah lucuma, (e) isi kue, karena rasanya yang lezat, maka lucuma sangat baik ditambahkan bersama dengan bahan lain untuk isi kue atau makanan penutup lainnya, (f) makanan pencuci mulut (dessert), karena rasanya enak, warna, dan aromanya menarik, di Peru lucuma banyak digunakan untuk bahan pembuatan beberapa jenis makanan pencuci mulut, terutama es krim, (g) minuman, daging buah lucuma mempunyai warna dan aroma yang menarik, sehingga dapat ditambahkan pada minuman jus buah lainnya, (h) makanan, selain kaya gizi dan bernutrisi, lucuma memiliki rasa yang khas, serta warna yang menarik dan sering dicampurkan ke kue-kue sebagai pengganti labu dalam pembuatan puding, kue dadar (pancake), kue pai labu, dan bahkan juga dijadikan selai untuk mengolesi roti, dan (i) pangan, di beberapa bagian wilayah Peru dan Ekuador, lucuma berperan penting sebagai makanan pokok masyarakat miskin (Anonymous 2008, 2013). Potensi Pengembangan Di Kebun Percobaan Mangga Cukurgondang (50 m dpl.), tanaman lucuma berumur 36 tahun dapat berproduksi dua kali setahun dengan total produksi kurang lebih 96 kg/pohon/tahun. Hal ini mengindikasikan bahwa daerah yang berpotensi untuk pengembangan mangga di Indonesia, berpotensi juga untuk pengembangan lucuma. Wilayah yang sesuai untuk pengembangan lucuma berdasarkan kesesuaian untuk pengembangan mangga di Indonesia tersebar di 11 provinsi, antara lain (1) di Jatim (Probolinggo, Pasuruan, Situbondo, Gresik, Mojokerto, Lamongan, Magetan), (2) Jateng (Solo, Sragen, Pati, Rembang, Tegal, Blora, dan Pemalang), (3) D.I. Yogyakarta (Sleman dan Bantul), (4) Jabar (Indramayu, Majalengka, Kuningan, dan Cirebon), (5) Sulsel (Takalar dan Jeneponto), (6) Sulteng (Poso dan Donggala), (7) Sultra (Kendari, Kolaka, dan Buton), (8) D.I. Aceh (Sabang), (9) Bali (Buleleng), (10) NTB (Sumbawa, Lombok Barat, dan Bima), dan (11) NTT ( Manggarai, Flores Timur, Kupang, Sikka, Ngada, Belu, dan Sumba Timur). Di samping itu lucuma juga bisa dikembangkan di wilayah dengan ketinggian tempat hingga 1400 m dpl. Hal ini menggambarkan bahwa potensi pengembangan lucuma di Indonesia cukup luas. 14

PUSTAKA 1. Anonymous 2008, Lucuma, diunduh 13 Desember 2010, <http://herbalguides.com/guides/lucuma>. 2. Anonymous 2013, Sawo mentega, diunduh 20 April 2013, <http://id.wikipedia.org/wiki/sawo mentega>. 3. Morton J 1987, Canistel, in Morton, JF & Miami, FL (Eds.), Fruits of warm climates, diunduh 22 April 2013, <http://www.hort.purdue.edu/newcrop/ morton/canistel.html>. 4. Verheij, EWM & Coronel, RE 1997, Buah-buahan yang dapat dimakan, Prosea, sumberdaya nabati Asia Tenggara 2, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. Karsinah dan Rebin Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika Jl. Raya Solok-Aripan Km. 8 Solok, Sumatera Barat 27301 Email: rebin_linggo2@yahoo.com 15