BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Laporan Akuntabilitas adalah Dokumen yang berisi gambaran perwuju kewajiban suatu lembaga instansi untuk mempertanggung jawabkan keberhasilan kegagalan pelaksanaan Misi Organisasi, dalam mencapai sasaran tujuan yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis, dalam rangka perwuju Good Govermence di Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Lombok Tengah. Selain dari tuntutan akuntabilitas kinerja, LAKIP juga digunakan sebagai alat ukur keberhasilan suatu Organisasi dalam mencapai tujuan atau sasaran dari kegiatan utama yang dapat digunakan sebagai fokus perbaikan kinerja di masa akan datang, kuncinya adalah Penekanan pada tujuan atau sasaran dari Program kegiatan yang perlu mendapat perhatian sebagai ukuran keberhasilan. Secara hierarkis Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Lombok Tengah adalah lembaga penyelenggara Pemilihan Umum di Tingkat Kabupaten, yang merupakan bagian dari Komisi Pemilihan Umum mempunyai tugas, wewenang kewajiban menyelenggarakan Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD DPRD, Pemilihan Umum Presiden Wakil Presiden serta Pemilihan umum Kepala Daerah Wakil Kepala Daerah, yang bersifat Nasional, tetap mandiri. Ung-ung mor 5 Tahun 004, tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN). Untuk mewujudkan Pembangunan Nasional secara optimal, diharapkan berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasonal (005-05) Rencana Pembangunan Jangka menengah (04-09) yang telah disusun. Ung-ung mor Tahun 007 menyebutkan bahwa anggota Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota ditetapkan berjumlah 5 (lima) orang, dibantu Sekretariat Komisi Pemilihan Umum yang berasal dari Pegawai Negeri Sipil yang memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perung
ungan yang berlaku, serta memiliki pengetahuan yang memadai tentang kepartaian, sistem proses penyelenggaraan Pemilihan Umum, dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
B. Kedudukan Tugas Berdasarkan Ung-Ung mor 5 Tahun 0 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum, berikut adalah Kedudukan, Tugas Fungsi dari KPU Kabupaten/Kota:. Kedudukan Pada Pasal ayat 8 meyebutkan bahwa Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, selanjutnya disingkat KPU Kabupaten/Kota, adalah Penyelenggara Pemilu yang bertugas melaksanakan Pemilu di kabupaten/kota.. Tugas Pada Pasal 0 menyebutkan bahwa tugas KPU Kabupaten/Kota : () Tugas wewenang KPU Kabupaten/Kota dalam penyelenggaraan Pemilu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah meliputi: a. menjabarkan program melaksanakan anggaran serta menetapkan jadwal di kabupaten/kota; b. melaksanakan semua tahapan penyelenggaraan di kabupaten/kota berdasarkan ketentuan peraturan perung-ungan; c. membentuk PPK, PPS, KPPS dalam wilayah kerjanya; d. mengoordinasikan mengendalikan tahapan penyelenggaraan oleh PPK, PPS, KPPS dalam wilayah kerjanya; e. menyampaikan daftar pemilih kepada KPU Provinsi; f. memutakhirkan data pemilih berdasarkan data kependudukan yang disiapkan diserahkan oleh Pemerintah dengan memperhatikan data Pemilu /atau pemilihan gubernur, bupati, walikota terakhir menetapkannya sebagai daftar pemilih; g. menetapkan mengumumkan hasil rekapitulasi penghitungan suara Pemilu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota berdasarkan hasil rekapitulasi penghitungan suara di PPK dengan membuat berita acara rekapitulasi suara sertifikat rekapitulasi suara; h. melakukan mengumumkan rekapitulasi hasil penghitungan suara Pemilu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Anggota Dewan Perwakilan Daerah, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi di kabupaten/kota yang bersangkutan berdasarkan berita acara hasil rekapitulasi penghitungan suara di PPK; i. membuat berita acara penghitungan suara sertifikat penghitungan suara serta wajib menyerahkannya kepada saksi peserta Pemilu, Panwaslu Kabupaten/Kota, KPU 3
Provinsi; j. menerbitkan keputusan KPU Kabupaten/Kota untuk mengesahkan hasil Pemilu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota mengumumkannya; k. mengumumkan calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota terpilih sesuai dengan alokasi jumlah kursi setiap daerah pemilihan di kabupaten/kota yang bersangkutan membuat berita acaranya; l. menindaklanjuti dengan segera temuan laporan yang disampaikan oleh Panwaslu Kabupaten/Kota; m. mengenakan sanksi administratif /atau menonaktifkan sementara anggota PPK, anggota PPS, sekretaris KPU Kabupaten/Kota, pegawai sekretariat KPU Kabupaten/Kota yang terbukti melakukan tindakan yang mengakibatkan terganggunya tahapan penyelenggaraan Pemilu berdasarkan rekomendasi Panwaslu Kabupaten/Kota /atau ketentuan peraturan perung-ungan; n. menyelenggarakan sosialisasi penyelenggaraan Pemilu /atau yang berkaitan dengan tugas wewenang KPU Kabupaten/Kota kepada masyarakat; o. melakukan evaluasi membuat laporan setiap tahapan penyelenggaraan Pemilu; p. melaksanakan tugas wewenang lain yang diberikan oleh KPU, KPU Provinsi, /atau peraturan perung-ungan. () Tugas wewenang KPU Kabupaten/Kota dalam penyelenggaraan Pemilu Presiden Wakil Presiden meliputi: a. menjabarkan program melaksanakan anggaran serta menetapkan jadwal di kabupaten/kota; b. melaksanakan semua tahapan penyelenggaraan di kabupaten/kota berdasarkan ketentuan peraturan perung-ungan; c. membentuk PPK, PPS, KPPS dalam wilayah kerjanya; d. mengoordinasikan mengendalikan tahapan penyelenggaraan oleh PPK, PPS, KPPS dalam wilayah kerjanya; e. memutakhirkan data pemilih berdasarkan data kependudukan yang disiapkan diserahkan oleh Pemerintah dengan memperhatikan data Pemilu /atau pemilihan gubernur, bupati, walikota terakhir menetapkannya sebagai daftar pemilih; f. menyampaikan daftar pemilih kepada KPU Provinsi; g. melakukan rekapitulasi hasil penghitungan suara Pemilu Presiden Wakil Presiden di kabupaten/kota yang bersangkutan berdasarkan hasil rekapitulasi penghitungan suara di 4
PPK dengan membuat berita acara penghitungan suara sertifikat hasil penghitungan suara; h. membuat berita acara penghitungan suara sertifikat penghitungan suara serta wajib menyerahkannya kepada saksi peserta Pemilu, Panwaslu Kabupaten/Kota, KPU Provinsi; i. menindaklanjuti dengan segera rekomendasi Panwaslu Kabupaten/Kota atas temuan laporan aya dugaan pelanggaran Pemilu; j. mengenakan sanksi administratif /atau menonaktifkan sementara anggota PPK, anggota PPS, sekretaris KPU Kabupaten/Kota, pegawai sekretariat KPU Kabupaten/Kota yang terbukti melakukan tindakan yang mengakibatkan terganggunya tahapan penyelenggaraan Pemilu berdasarkan rekomendasi Panwaslu Kabupaten/Kota /atau ketentuan peraturan perung-ungan; k. melaksanakan sosialisasi penyelenggaraan Pemilu /atau yang berkaitan dengan tugas wewenang KPU Kabupaten/Kota kepada masyarakat; l. melakukan evaluasi membuat laporan setiap tahapan penyelenggaraan Pemilu; m. melaksanakan tugas wewenang lain yang diberikan oleh KPU, KPU Provinsi, /atau peraturan perung-ungan. (3) Tugas wewenang KPU Kabupaten/Kota dalam penyelenggaraan pemilihan bupati/walikota meliputi: a. merencanakan program, anggaran, jadwal pemilihan bupati/walikota; b. menyusun menetapkan tata kerja KPU Kabupaten/Kota, PPK, PPS, KPPS dalam pemilihan bupati/walikota dengan memperhatikan pedoman dari KPU /atau KPU Provinsi; c. menyusun menetapkan pedoman teknis untuk setiap tahapan penyelenggaraan pemilihan bupati/walikota berdasarkan ketentuan peraturan perung-ungan; d. membentuk PPK, PPS, KPPS dalam pemilihan gubernur serta pemilihan semua tahapan bupati/walikota dalam wilayah kerjanya; e. mengoordinasikan, menyelenggarakan, mengendalikan penyelenggaraan pemilihan bupati/walikota berdasarkan ketentuan peraturan perungungan dengan memperhatikan pedoman dari KPU /atau KPU Provinsi; f. menerima daftar pemilih dari PPK dalam penyelenggaraan pemilihan bupati/walikota; g. memutakhirkan data pemilih berdasarkan data kependudukan yang disiapkan diserahkan oleh Pemerintah dengan memperhatikan data pemilu /atau pemilihan gubernur bupati/walikota terakhir menetapkannya sebagai daftar pemilih; 5
h. menerima daftar pemilih dari PPK dalam penyelenggaraan pemilihan gubernur menyampaikannya kepada KPU Provinsi; i. menetapkan calon bupati/walikota yang telah memenuhi persyaratan; j. menetapkan mengumumkan hasil rekapitulasi penghitungan suara pemilihan bupati/walikota berdasarkan rekapitulasi hasil penghitungan suara dari seluruh PPK di wilayah kabupaten/kota yang bersangkutan; k. membuat berita acara penghitungan suara serta membuat sertifikat penghitungan suara wajib menyerahkannya kepada saksi peserta pemilihan, Panwaslu Kabupaten/Kota, KPU Provinsi; l. menerbitkan keputusan KPU Kabupaten/Kota untuk mengesahkan hasil pemilihan bupati/walikota mengumumkannya; m. mengumumkan calon bupati/walikota terpilih dibuatkan berita acaranya; n. melaporkan hasil pemilihan bupati/walikota kepada KPU melalui KPU Provinsi; o. menindaklanjuti dengan segera rekomendasi Panwaslu Kabupaten/Kota atas temuan laporan aya dugaan pelanggaran pemilihan; p. mengenakan sanksi administratif /atau menonaktifkan sementara anggota PPK, anggota PPS, sekretaris KPU Kabupaten/Kota, pegawai sekretariat KPU Kabupaten/Kota yang terbukti melakukan tindakan yang mengakibatkan terganggunya tahapan penyelenggaraan pemilihan berdasarkan rekomendasi Panwaslu Kabupaten/Kota /atau ketentuan peraturan perung-ungan; q. melaksanakan sosialisasi penyelenggaraan pemilihan gubernur, bupati, walikota /atau yang berkaitan dengan tugas KPU Kabupaten/Kota kepada masyarakat; r. melaksanakan tugas wewenang yang berkaitan dengan pemilihan gubernur berdasarkan ketentuan peraturan perung-ungan pedoman KPU /atau KPU Provinsi; s. melakukan evaluasi membuat laporan penyelenggaraan pemilihan bupati/walikota; t. menyampaikan hasil pemilihan bupati/walikota kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi, Menteri Dalam Negeri, bupati/walikota, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota; u. melaksanakan tugas wewenang lain yang diberikan oleh KPU, KPU Provinsi, /atau yang sesuai dengan ketentuan peraturan perung-ungan. (4) KPU Kabupaten/Kota dalam Pemilu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Pemilu Presiden Wakil Presiden, pemilihan gubernur, bupati, walikota berkewajiban: 6
a. melaksanakan semua tahapan penyelenggaraan Pemilu dengan tepat waktu; b. memperlakukan peserta Pemilu pasangan calon presiden wakil presiden, calon gubernur, bupati, walikota secara adil setara; c. menyampaikan semua informasi penyelenggaraan Pemilu kepada masyarakat; d. melaporkan pertanggungjawaban penggunaan anggaran sesuai dengan ketentuan peraturan perung-ungan; e. menyampaikan laporan pertanggungjawaban semua kegiatan penyelenggaraan Pemilu kepada KPU melalui KPU Provinsi; f. mengelola, memelihara, merawat arsip/dokumen serta melaksanakan penyusutannya berdasarkan jadwal retensi arsip yang disusun oleh KPU Kabupaten/Kota lembaga kearsipan Kabupaten/Kota berdasarkan pedoman yang ditetapkan oleh KPU ANRI; g. mengelola barang inventaris KPU Kabupaten/Kota berdasarkan ketentuan peraturan perung-ungan; h. menyampaikan laporan periodik mengenai tahapan penyelenggaraan Pemilu kepada KPU KPU Provinsi serta menyampaikan tembusannya kepada Bawaslu; i. membuat berita acara pada setiap rapat pleno KPU Kabupaten/Kota ditandatangani oleh ketua anggota KPU Kabupaten/Kota; j. menyampaikan data hasil pemilu dari tiap-tiap TPS pada tingkat kabupaten/kota kepada peserta pemilu paling lama 7 (tujuh) hari setelah rekapitulasi di kabupaten/kota; k. melaksanakan keputusan DKPP; l. melaksanakan kewajiban lain yang diberikan KPU, KPU Provinsi /atau peraturan perung-ungan. Dalam menjalankan tugas pokok, KPU Kabupaten/Kota dibantu oleh Sekretariat KPU Kabupaten/Kota. Sekretaris KPU Kabupaten/Kota dipimpin oleh Sekretaris yang bertanggungjawab kepada Ketua KPU Kabupaten/Kota. Sesuai dengan Pasal 68 Ung- ung mor 5 Tahun 0, Sekretaris KPU Kabupaten/Kota bertugas: () Sekretariat KPU Kabupaten/Kota bertugas: a. membantu penyusunan program anggaran Pemilu; b. memberikan dukungan teknis administratif; c. membantu pelaksanaan tugas KPU Kabupaten/Kota dalam menyelenggarakan Pemilu; d. membantu pendistribusian perlengkapan penyelenggaraan Pemilu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Pemilu Presiden Wakil Presiden, serta pemilihan gubernur; 7
e. membantu perumusan penyusunan rancangan keputusan KPU Kabupaten/Kota; f. memfasilitasi penyelesaian masalah sengketa pemilihan bupati/walikota; g. membantu penyusunan laporan penyelenggaraan kegiatan pertanggungjawaban KPU Kabupaten/Kota; h. membantu pelaksanaan tugas-tugas lainnya sesuai dengan peraturan perungungan. () Sekretariat KPU Kabupaten/Kota berwenang: a. mengadakan mendistribusikan perlengkapan penyelenggaraan pemilihan bupati/walikota berdasarkan norma, standar, prosedur, kebutuhan yang ditetapkan oleh KPU; b. mengadakan perlengkapan penyelenggaraan Pemilu sebagaimana dimaksud pada huruf a sesuai dengan peraturan perung-ungan; c. memberikan layanan administrasi, ketatausahaan, kepegawaian sesuai dengan peraturan perung-ungan. (3) Sekretariat KPU Kabupaten/Kota berkewajiban: a. menyusun laporan pertanggungjawaban keuangan; b. memelihara arsip dokumen Pemilu; c. mengelola barang inventaris KPU Kabupaten/Kota. (4) Sekretariat KPU Kabupaten/Kota bertanggung jawab dalam hal administrasi keuangan serta pengadaan barang jasa berdasarkan peraturan perung-ungan. Sesuai Peraturan KPU mor Tahun 008 Tentang Perubahan Peraturan Komisi Pemilihan Umum mor 06 Tahun 008 Tentang Susunan Organisasi Tata Kerja Setjen KPU, Sekretariat KPU Provinsi Sekretariat KPU Kab/Kota, Sekretariat KPU Kab/Kota terdiri dari:. Sub Bagian Program Anggaran. Sub Bagian Teknis Pemilu Humas 3. Sub Bagian Hukum ; 4. Sub Bagian Umum C. Struktur Organisasi. Sumber Daya Manusia Guna mencapai Visi, Misi, Sasaran Tujuan yang telah ditetapkan tentu 8
diperlukan struktur organisasi kelembagaan yang kuat, SDM yang handal serta proses tatalaksana yang akuntabel transparan dalam mewujudkan penyelenggaraan Pemilihan Umum yang berkualitas. Sejalan dengan hal ini Komisi Pemilihan Umum secara konsisten akan terus melakukan proses benah diri yang meliputi restrukturisasi organisasi, penataan personil serta pembenahan dalam rekrutmen sumber daya manusia guna mewujudkan Komisi Pemilihan Umum sebagai institusi negara yang profesional, akuntabel transparan serta menerapkan prinsip-prinsip goodgovernance. Ung-Ung menyebutkan bahwa anggota Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota ditetapkan berjumlah 5 (lima) orang. Berikut adalah bagan organisasi Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum mor 5 Tahun 008 jo Peraturan KPU Tahun 008: BAGAN ORGANISASI KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN /KOTA KETUA ANGGOTA-ANGGOTA SEKRETARIS TENAGA PROFESIONAL 4 (EMPAT) KEPALA SUB BAGIAN 9
Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota adalah pegawai negeri sipil yang memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perung-ungan yang berlaku, serta memiliki pengetahuan yang memadai tentang kepartaian, sistem proses penyelenggaraan pemilihan umum, sistem perwakilan, serta memiliki kemampuan kepemimpinan. Ketatalaksanaan atau proses bisnis (business process) atau manajemen mengatur hubungan kerja antar bagian (sub-sub) dalam organisasi mengelola aktivitas sumber daya yang dimiliki organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Peran ketatalaksanaan ini sangat penting, karena bersifat mengatur semua aktivitas sumber daya yang ada. Sekalipun suatu organisasi sudah memiliki struktur organisasi SDM yang baik sesuai dengan tantangan yang dihadapi, namun jika dikelola dengan sistem manajemen yang tidak tepat, maka organisasi SDM tersebut tidak akan dapat menghasilkan kinerja unggulan. Dalam melaksanakan tugas kewenangannya, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota didukung oleh Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota yang telah diatur tugas wewenang kewajibannya dalam peraturan perungungan. Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Lombok Tengah terdiri dari seorang Sekretaris dibantu 4 (empat) orang Kepala Subagian Staf yang mempunyai tugas wewenang melaksanakan mempertanggung jawabkan serta melaporkan rencana program kegiatan yang telah dilakukan dari seluruh rangkaian kegiatan Anggota Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Lombok Tengah. Susunan pegawai Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Lombok Tengah terdiri dari (dua) unsur, yakni pegawai pusat pegawai daerah. Pegawai pusat atau pegawai organik adalah pegawai yang diangkat melalui melalui SK Sekretaris Jenderal yang ditanggung oleh APBN. Segkan pegawai daerah adalah pegawai Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tengah yang diperbantukan di Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Lombok Tengah dibiayai oleh APBD. Dalam melaksanakan tugas kewenangannya, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota didukung oleh Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota yang telah diatur tugas wewenang kewajibannya dalam peraturan perung 0
ungan. Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Lombok Tengah terdiri dari seorang Sekretaris dibantu 4 (empat) orang Kepala Subagian Staf yang mempunyai tugas wewenang melaksanakan mempertanggung jawabkan serta melaporkan rencana program kegiatan yang telah dilakukan dari seluruh rangkaian kegiatan Anggota Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Lombok Tengah. Sebagaimana Peraturan Komisi Pemilihan Umum mor 6 Tahun 008, tentang Susunan Organisasi Tata Kerja Sekretariat Jendral Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Lombok Tengah terdiri dari : STRUKTUR ORGANISASI SEKRETARIAT KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN/KOTA SEKRETARIS KPU KABUPATEN/KOTA SUB BAGIAN ROGRAM DAN DATA SUB BAGIAN TEKNIS PEMILU DAN HUPMAS SUB BAGIAN HUKUM SUB BAGIAN KEUANGAN, UMUM DAN LOGISTIK Susunan pegawai Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Lombok Tengah terdiri dari (dua) unsur, yakni pegawai pusat pegawai daerah. Pegawai pusat atau pegawai organik adalah pegawai yang diangkat melalui melalui SK Sekretaris Jenderal yang ditanggung oleh APBN. Segkan pegawai daerah adalah pegawai Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tengah yang diperbantukan di Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Lombok Tengah dibiayai oleh APBD.
D. Sistematika Sistematika penulisan LAKIP Sekretariat KPU Kabupaten Lombok Tengah adalah sebagai berikut: KATA PENGANTAR RINGKASAN EKSEKUTIF DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN Menjelaskan tentang latar belakang penulisan laporan, maksud tujuan penulisan laporan, tugas pokok fungsi, serta sistematika penulisan laporan. BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA Dijelaskan mengenai Rencana Strategis, Rencana Kinerja PK. Pada BAB ini disampaikan tujuan, sasaran, strategi, program kegiatan serta indikator kinerja yang dilaksanakan dalam rangka pencapaian visi misi Sekretariat KPU Kabupaten Lombok Tengah. BAB III AKUNTABILITAS KINERJA Diuraikan hasil pengukuran kinerja, evaluasi analisis akuntabilitas kinerja, termasuk didalamnya menguraikan secara sistematis keberhasilan kegagalan, hambatan/kendala permasalahan yang dihadapi serta langkahlangkah antisipatif yang akan diambil. BAB IV PENUTUP Menjelaskan kesimpulan menyeluruh dari keberhasilan kegagalan, permasalahan kendala utama yang berkaitan dengan kinerja Sekretariat KPU Kabupaten Lombok Tengah serta strategi pemecahan masalah yang akan dilaksanakan ditahun mendatang. LAMPIRAN :. PENETAPAN KINERJA TAHUN 06. PENGUKURAN KINERJA TAHUN 05
BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA A. Sasaran RPJMN 04 05 Sebagaimana diamanatkan dalam Ung-Ung mor 5 Tahun 004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) guna mendukung pelaksanaan tugas fungsinya secara optimal, KPU telah menyusun Rencana Strategis (Renstra) Komisi Pemilihan Umum untuk periode 00-04 dengan berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 005-05 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 00-04. Sasaran pembangunan big politik dalam negeri adalah meningkatnya kualitas demokrasi yang ditandai dengan angka indeks demokrasi Indonesia rata-rata 73 pada akhir tahun 04 tingkat partisipasi politik rakyat rata-rata 75%. Meningkatnya kualitas demokrasi tersebut dapat dilihat melalui hal-hal berikut :. Semakin terjaminnya peningkatan iklim politik kondusif bagi berkembangnya kualitas kebebasan sipil hak-hak politik rakyat yang semakin seimbang dengan peningkatan kepatuhan terhadap pranata hukum. Hal ini ditandai dengan peningkatan indeks rata-rata dari 64,3 pada tahun 00 menjadi 75 pada akhir tahun 04.. Meningkatnya akuntabilitas lembaga demokrasi termasuk di dalamnya terwujudnya akuntabilitas peran masyarakat sipil organisasi masyarakat sipil, peran parpol, peran lembaga legislatif. Lembaga-lembaga demokrasi tersebut diharapkan dapat menjalankan tugas fungsinya sesuai dengan amanat konstitusi peraturan perung-ungan yang berlaku, sesuai dengan keinginan tuntutan rakyat. Pada akhir tahun 04, capaian sasaran ini akan ditandai dengan indeks kinerja institusi demokrasi rata-rata 70, naik dari indeks rata-rata sebesar 5,3 pada tahun 00. 3. Terlaksananya Pemilu 04 yang adil demokratis, yang ditunjukkan dengan meningkatnya partisipasi politik rakyat mencapai rata-rata 75 %, berkurangnya 3
diskriminasi yang terkait dengan pemenuhan hak untuk memilih dipilih. Tingkat partisipasi politik tahun 009 adalah sebesar 70,99% untuk Pemilu Legislatif 7,56% untuk Pemilu Presiden. 4. Meningkatnya peran informasi komunikasi, yang ditandai dengan meningkatnya kualitas layanan informasi komunikasi pemerintah. Untuk mencapai sasaran pembangunan big politik dalam negeri komunikasi, ditetapkan prioritas big politik adalah pelembagaan demokrasi dengan fokus prioritas: () Peningkatan akuntabilitas lembaga demokrasi; () Peningkatan iklim kondusif bagi berkembangnya kebebasan sipil hak politik rakyat berkembangnya demokrasi; (3) Peningkatan peran informasi komunikasi. Berpijak pada sasaran fokus prioritas di atas, akan ditempuh arah kebijakan mencakup strategi sebagai berikut :. Meningkatkan kapasitas akuntabilitas lembaga-lembaga demokrasi, yang dilakukan melalui: a. Fasilitasi program penguatan Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) partai politik; b. Perbaikan peraturan perungan di big politik perumusan kebijakan pemerintah; c. Dukungan bagi keberlanjutan peran OMS dalam proses demokratisasi; d. Fasilitasi program penyiapan penyelenggaraan Pemilu 04.. Menjaga menciptakan iklim kondusif yang menjamin kebebasan sipil penghormatan terhadap hak-hak politik rakyat perkembangan demokrasi di Indonesia yang dilakukan melalui langkah-langkah antara lain sebagai berikut: a. Fasilitasi perbaikan penyusunan peraturan perungan big politik, Ung-Ung mor 3 Tahun 004 tentang Pemerintahan Daerah, fasilitasi pembahasan Ung-Ung Penanganan Konflik; b. Pelaksanaan pendidikan pendidikan politik politik, termasuk di dalamnya pendidikan pemilih, demokratis, serta pendidikan kewarganegaraan pengembangan budaya etika politik demokrasi yang berdasarkan empat pilar bangsa; c. Peningkatan peran perempuan melalui pendidikan politik; d. Pengembangan pusat pendidikan politik kebangsaan, termasuk di dalamnya 4
pendidikan politik pendidikan pemilih, partisipasi politik rakyat, pusat pendidikan kebangsaan sebagai wadah pembelajaran dihasilkannya metode pendekatan untuk meningkatkan pengetahuan keterampilan dalam berdemokrasi serta berbangsa; e. Pengembangan melaksanakan kewarganegaraan kerja sama dengan organisasi pendidikan politik, masyarakat pendidikan pemilih melaksanakan diskusi sipil untuk untuk memberikan pendidikan masukan perumusan kebijakan publik; f. Penguatan pelembagaan forum dialog masyarakat dalam mendukung proses demokratisasi penyelesaian konflik. 3. Fasilitasi penyusunan mekanisme penyusunan kebijakan publik meningkatkan peran informasi komunikasi yang dilakukan melalui: a. Pengelolaan, penyebaran, pemerataan informasi publik; b. Pemberdayaan masyarakat pengembangan kemitraan dalam penyebaran informasi publik; c. Penyediaan peningkatan SDM big informasi komunikasi. B. Rencana Strategis 04-09 Sebagaimana diamanatkan dalam Ung-Ung mor 5 Tahun 004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) guna mendukung pelaksanaan tugas fungsinya secara optimal, KPU telah menerbitkan Peraturan KPU mor 5 Tahun 00 Tentang Rencana Strategis (Renstra) KPU untuk periode 0004 dengan berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 005-05 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 00-04.. Visi Misi Dalam Peraturan KPU mor 5 Tahun 00 Tentang Rencana Strategis KPU Tahun 00-04, KPU memiliki visi yang menunjukkan jati diri fungsi KPU dalam menyelenggarakan Pemilu, yaitu: Terwujudnya KPU sebagai Penyelenggara Pemilu yang memiliki integritas, profesional, mandiri transparan akuntabel demi 5
terciptanya demokrasi di Indonesia yang berkualitas berdasarkan Pancasila UUD 945 dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam pernyataan visi tersebut terdapat beberapa kata kunci sebagai dasar dalam Penyelenggaraan Pemilu yaitu: Integritas, Profesional, Mandiri, Transparan Akuntabel. Pemahaman atas makna kata-kata kunci tersebut akan memberikan pemahaman yang komprehensif tentang Visi KPU. Makna ringkas dari masing-masing kata kunci tersebut adalah sebagai berikut : a. Pemilu yang Berintegritas: penyelenggaraan Pemilu yang berdasarkan kejujuran etika yang konsisten tanpa kompromi dalam Penyelenggaraan Pemilu, sehingga meningkatkan kepercayaan kewibawaan; b. Pemilu yang Profesional: penyelenggaraan kompetensi, keterampilan komitmen Pemilu yang berdasarkan pada kualitas yang memungkinkan aya unjuk kerja yang maksimal dalam Penyelenggaraan Pemilu; c. Pemilu yang Mandiri: penyelenggaraan Pemilu yang bebas dari pengaruh pihak manapun; d. Pemilu yang Transparan: penyelenggaraan Pemilu dengan keterbukaan kejelasan dalam segala aspek penyelenggaraannya; e. Pemilu yang Akuntabel: penyelenggaraan Pemilu dipertanggungjawabkan, baik dalam segala kebijakan yang atau keputusan dapat yang diambil prosesnya serta penggunaan pemanfaatan sumber daya yang ada. Pernyataan visi di atas telah memberikan komitmen KPU yang memperjuangkan gambaran yang tegas mengenai kepentingan nasional khususnya dalam tugas pokok fungsinya (core competency) yaitu Penyelenggaraan Pemilu Pelaksanaan Demokrasi. Disamping itu, relevansi Visi KPU dengan Visi Nasional yang tertuang dalam RPJMN tahap ke- (00-04) menyiratkan akan arti pentingnya Penyelenggaraan Pemilu yang memiliki Integritas, Profesional, Mandiri, Akuntabel Pelaksaan Demokrasi Indonesia yang berkualitas berdasarkan Pancasila Ung-Ung Dasar 945 dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Untuk menjabarkan visi tersebut di atas, maka KPU telah menyusun Misi. Adapun 6
Misi KPU adalah sebagai berikut: a. Membangun lembaga penyelenggara Pemilu yang memiliki kompetensi, kredibilitas kapabilitas dalam menyelenggarakan Pemilu; b. Menyelenggarakan Pemilu untuk memilih Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Presiden Wakil Presiden serta Kepala Daerah Wakil Kepala Daerah secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, adil, akuntabel, edukatif beradab; c. Meningkatkan kualitas Penyelenggaraan Pemilu yang bersih, efisien efektif; d. Melayani memperlakukan setiap peserta Pemilu secara adil setara serta menegakkan peraturan Pemilu secara konsisten sesuai dengan peraturan perung-ungan yang berlaku; e. Meningkatkan kesadaran politik rakyat untuk berpartisipasi aktif dalam Pemilu demi terwujudnya cita-cita masyarakat Indonesia yang demokratis.. Tujuan Sasaran Strategis Selanjutnya dalam rangka mencapai Visi pelaksanaan Misi tersebut dirumuskan kedalam bentuk yang lebih terarah operasional berupa perumusan tujuan (goals) organisasi. pernyataan Tujuan merupakan penjabaran atau implementasi dari Misi yang akan dilaksanakan atau dihasilkan dalam jangka waktu (satu) sampai 5 (lima) tahun. Dengan diformulasikannya tujuan ini maka KPU dapat secara tepat mengetahui memenuhi apa yang harus dilaksanakan oleh organisasi dalam Visi pelaksanaan Misinya untuk kurun waktu satu sampai lima tahun ke depan dengan mempertimbangkan sumber daya kemampuan yang dimiliki. Tujuan disusun berdasarkan hasil identifikasi potensi permasalahan yang dihadapi oleh Lembaga Penyelenggara Pemilu. Adapun tujuan yang telah ditetapkan adalah sebagai berikut: a. Meningkatkan kapasitas kualitas pelaksana Pemilu; b. Meningkatkan pemahaman tentang hak kewajiban politik rakyat dalam Pemilu; c. Melaksanakan Ung-Ung di big politik secara murni konsekwen; d. Meningkatkan kesadaran rakyat yang tinggi tentang Pemilu yang demokratis; 7
e. Melaksanakan Pemilu secara LUBER JURDIL. Berdasarkan tujuan yang hendak pelaksanaannya dijabarkan ke dalam sasaran dicapai tersebut maka dalam yang lebih spesifik terukur, sehingga dapat menggambarkan sesuatu yang akan dihasilkan dalam kurun waktu 5 (lima) tahun dialokasikan dalam 5 (lima) periode secara tahunan melalui serangkaian program kegiatan. Kebijakan, Program serta Kegiatan tersebut akan dituangkan dijabarkan dalam suatu Rencana Kinerja (Performance Plan). Penetapan sasaran strategis ini diperlukan untuk memberikan fokus pada penyusunan program, kegiatan alokasi sumber daya organisasi dalam kegiatan tiap tahunnya. Untuk meningkatkan akselerasi pencapaian kinerja yang merujuk visi, misi, tujuan sasaran strategis, KPU telah menetapkan 5 (Lima) sasaran kinerja yaitu: a. Meningkatnya kesadaran partisipasi rakyat yang tinggi tentang Pemilu yang demokratis; b. Terjaminnya pemilih dalam menggunakan hak pilihnya secara bebas tertib; c. Terjaminnya perlakuan yang adil setara bagi peserta Pemilu, Calon Anggota Legislatif, Calon Presiden Calon Wakil Presiden serta pejabatpejabat publik lain sesuai ung - ung; d. Terwujudnya organisasi pelaksana Pemilu yang memiliki sistem administrasi efisien, efektif memenuhi standar kerja professional di seluruh tingkatan yang didukung dengan sistem komunikasi teknologi informasi yang menjangkau KPU, KPU Provinsi, KPU Kabupaten/Kota; e. Tersedianya peta logistik Pemilu Pilkada yang memadai. Di dalam pelaksanaannya, Sasaran Strategis sempat mengalami perubahan berdasarkan rekomendasi Kementerian PAN RB sehingga diperbaiki dalam PK menjadi sebagai berikut : a. Meningkatnya Partisipasi Pemilih Dalam Pemilu; b. Terlindunginya Hak Masyarakat Untuk Menggunakan Hak Pilihnya Dalam Pemilu; c. Terwujudnya KPU Sebagai Penyelenggara Pemilu Yang Professional, Berintegritas Akuntabel; d. Meningkatnya Kinerja Manajemen Internal Dalam Mendukung Keberhasilan Pelaksanaan Tugas Fungsi KPU. 8
Adapun IKU KPU adalah sebagai berikut :. Persentase pemilih yang menggunakan hak pilihnya dalam Pemilukada;. Persentase pemilih perempuan yang menggunakan hak pilihnya dalam Pemilukada; 3. Persentase penduduk yang mempunyai hak untuk memilih tetapi tidak terdaftar di dalam DPT; 4. Persentase kasus gugatan hukum sengketa hukum berkaitan dengan Pemilu Pemilukada yang dapat dimenangkan KPU; 5. Persentase KPU, KPU Provinsi Dan KPU Kabupaten/Kota yang laporan keuangannya sesuai dengan Standard Akuntansi Pemerintahan (SAP). C. Penetapan Kinerja Tahun 04 Dalam rangka melaksanakan Renstra 00-04 Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Tahun 03, KPU Kabupaten Lombok Tengah menetapkan Penetapan Kinerja selaku tekad janji rencana kinerja yang akan dicapai pada Tahun 04 sebagai berikut : Sasaran Terselenggaraanya penyiapan penyusunan rancangan peraturan KPU, advokasi, penyelesaian Sengketa hukum penyuluhan Peraturan PerungUngan yang Berkaitan dengan Penyelenggaraan Pemilu. Sasaran ini dicapai melalui program Penguatan Kelembagaan Demokrasi Perbaikan Proses Politik yang didukung oleh kegiatan-kegiatan sebagai berikut:. Penyelesaian bantuan Hukum terkait sengketa pemilu;. Dokumentasi Identifikasi big Hukum terkait Pemilu; 3. Laporan Audit Dana Kampanye Pemilu 04; 4. Bantuan hukum penyelesaian kasus Pemilu; Target sasaran dari kegiatan tersebut adalah: 3 4 Persentase Tingkat ketepatan penyiapan analisis di big administrasi Hukum dalam kepengurusan Parpol, Perseorangan Peserta Pemilu Dana Kampaye Peserta Pemilu. Persentase Tingkat Ketepatan Penyiapan Penyusunan Peraturan KPU/Regulasi Penyelenggaraan Pemilu 04 Persentase Tingkat ketepatan penyiapan penyusunan tata cara pelaksanaan advokasi penyelesaian sengketa hukum Persentase Tingkat ketepatan penyiapan penyusunan dokumentasi informasi hukum peraturan perungan pelaksanaan penyuluhan hukum Target % % % % 9
Sasaran Terselenggaranya bimbingan teknis/supervisi/publikasi/sosialiasi penyelenggaraan pemilu pendidikan pemilih Sasaran ini dicapai melalui program Penguatan Kelembagaan Demokrasi Perbaikan Proses Politik yang didukung oleh kegiatan-kegiatan sebagai berikut:. Publikasi Informasi Pemilu;. Laporan Kampaye Pemilu 04; 3. Bimbingan Teknis Penyelenggaraan Pemilu di KPU Prov/Kab/Kota/PPLN; 4. Peningkatan Partisipasi masyarakat, pendidikan pemilih pemilu Tahun 04; 5. Laporan Pemungutan Suara Anggota DPR, DPD, DPRD Pemilu 04; 6. Dokumen Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Anggota DPR, DPD, DPRD Pemilu 04; 7. Laporan Kampaye Pemilu Presiden Wakil Presiden 04; 8. Laporan Pemungutan Suara Presiden Wakil Presiden Pemilu 04; 9. Dokumen Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Presiden Wakil Presiden Pemilu 04; Target sasaran dari kegiatan tersebut adalah: 3 4 5 6 7 8 9 Persentase pedoman petunjuk teknis bimbingan teknis penyelenggaraan pemilu yang diselesaikan tepat waktu Akuntabel Persentase pedoman petunjuk teknis dalam rangka PAW anggota DPR, DPD, DPRD KPU yang diselesaikan dengan akuntabel tepat waktu Persentase fasilitasi bimbingan teknis (bimtek) pemilu kepala daerah untuk KPU prov/kab/kota, PPK, PPS yang tepat waktu, sesuai rencana efektif Persentase fasilitasi bimbingan teknis (bimtek) pemilu legislatif presiden untuk KPU prov/kab/kota, PPK PPS yang tepat waktu sesuai rencana efektif Persentase kemajuan pengembangan pusat pendidikan pemilih Jumlah modul pendidikan pemilih untuk kelompok perempuan, miskin, cacat, pemilih pemula, lansia Jumlah kerja sama kegiatan pendidikan pemilih yang dilaksanakan Persentase kemajuan pengembangan media center Jumlah kegiatan pendidikan pemilih bagi caleg perempuan Target % % % % % 5 0 media % 0 Sasaran 3 Pelaksanaan Akuntabilitas pengelolaan administrasi keuangan di lingkungan setjen KPU Sasaran ini dicapai melalui program Dukungan Manajemen Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya KPU yang didukung oleh kegiatan-kegiatan sebagai berikut:. Laporan sistim akuntansi pelaporan keuangan;. Pengelolaan keuangan pertanggungjawaban Tahapan Pemilu 04; 3. Layanan Perkantoran Target sasaran dari kegiatan tersebut adalah: 3 Target Persentase Ketepatan kepatuhan dalam pelayanan pelaksanaan keuangan % Opini BPK terhadap Laporan Keuangan KPU Persentase Ketepatan pembayaran gaji/honor/tunjangan pegawai WTP % 0
Sasaran 4 Terselenggaraanya pengelolaan data, dokumentasi, pengadaan, pendistribusian, inventarisasi sarana pra sarana Pemilu Sasaran ini dicapai melalui program Dukungan Manajemen Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya KPU yang didukung oleh kegiatan-kegiatan sebagai berikut:. Dokumen Perencanaan Database Logistik Pemilu;. Pedoman pengadaan barang jasa keperluan Pemilu 04; 3. Sarana Prasarana Keperluan Pemilu 04; Target sasaran dari kegiatan tersebut adalah: 3 4 5 Tingkat ketepatan pengelolaan informasi kebutuhan Pemilu Tingkat ketepatan pengadaan distribusi logistik Pemilu Tingkat Ketepatan Standar Mutu Barang/Jasa Administrasi Pengadaan Dokumentasi Pengadaan Kebutuhan Pemilu Persentase Kemajuan Penyusunan Peta Distribusi Logistik Pemilu Tingkat keberhasilan Pemeliharaan Sarana Pra sarana Pemilu Target % % % % % Sasaran 5 Pelaksanaan Manajemen Perencanaan Data Sasaran ini dicapai melalui program Dukungan Manajemen Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya KPU yang didukung oleh kegiatan-kegiatan sebagai berikut:.. 3. 4. 5. 6. Dokumen Perencanaan data kepemiluan; Laporan pelaksanaan kegiatan; Dokumen Big Penganggaran Pemilu 04; Laporan Kajian/monitoring Evaluasi Pemilu 04; Dokumen Pemutakhiran Data Pemilih Pemilu 04; Layanan Teknologi Informasi Pemilu 04. Target sasaran dari kegiatan tersebut adalah: 3 4 5 Persentase kesesuaian antara Renstra Renja K/L RKA KL Persentase fasilitasi kerjasama KPU dengan lembaga lain Persentase laporan monitoring evaluasi yang akuntabel tepat waktu Persentase kemajuan penyusunan pelaksanaan model pedoman reformasi birokrasi tata kelola KPU Frekuensi pemutakhiran data pemilih di tingkat kelurahan di seluruh wilayah Indonesia Target % % % % (penerapan) kali Sasaran 6 Terselenggaranya pembinaan sumber daya manusia, pelayanan administrasi Kepegawaian Sasaran ini dicapai melalui program Dukungan Manajemen Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya KPU yang didukung oleh kegiatan-kegiatan sebagai berikut:. Penataan organisasi, pembinaan, pengelolaan SDM;
. 3. 4. 5. 6. Layanan peningkatan kompetensi SDM; Dokumen Kepegawaian; Komisioner KPU terseleksi Pemilu 04; Piagam Penghargaan Bagi Penyelanggara Pemilu04; Bimbingan Teknis Penyelenggara Pemilu 04; Target sasaran dari kegiatan tersebut adalah: 3 4 5 Tingkat ketepatan perencanaan kebutuhan, pengadaan SDM, kesejahteraan pegawai Tingkat keakuratan data informasi SDM. Tingkat ketepatan pelaksanaan mutasi disiplin pegawai Persentase dukungan pelaksanaan pendidikan pelatihan Tingkat ketepatan penatalaksanaan SDM Sasaran 7 Tereselenggaranya dukungan operasional Target % % % % % pemeliharaan perkantoran (KPU) Sasaran ini dicapai melalui program Dukungan Manajemen Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya KPU yang didukung oleh kegiatan-kegiatan sebagai berikut:.. 3. 4. 5. Layanan Dukungan Adminitrasi perkantoran; Dokumen Barang Milik Negara; Ung-Ung/Peraturan/Keputusan; Dokumentasi Kerjasama dengan Instasnsi Terkait dalam Rangka Pemilu 04; Layanan Perkantoran Target sasaran dari kegiatan tersebut adalah: Persentase dukungan pelayanan administrasi kegiatan Persentase dukungan operasional pemeliharaan Perkantoran Target % %
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA A. Pengukuran Capaian Kinerja Kabupaten Lombok Tengah pada Tahun 03 mempunyai 7 (tujuh) sasaran strategis dengan 34 (tiga puluh empat ) indikator kinerja setiap indikator kinerja utama tersebut telah ditetapkan target kinerjanya. Pengukuran pencapaian target kinerja dilakukan dengan menghitung persentase realisasi dibandingkan dengan target. Berikut ini disajikan capaian kinerja KPU Kabupaten Lombok Tengah Tahun 04 beserta persentase pencapaiannya. Realisasi % Capaian 9.39 9.39 3.40 3.40 6.73 6.73 84.7 84.7 86.50 86.50 77.06 77.06 96.57 96.57 96.57 96.57 75.00 75.00.00.00.00.00 75.00 75.00 Target Persentase Tingkat ketepatan penyiapan analisis di big administrasi Hukum dalam kepengurusan Parpol, Perseorangan Peserta Pemilu Dana Kampaye Peserta Pemilu. Persentase Tingkat Ketepatan Penyiapan Penyusunan Peraturan KPU/Regulasi Penyelenggaraan Pemilu 04 Persentase Tingkat ketepatan penyiapan penyusunan tata cara pelaksanaan advokasi penyelesaian sengketa hokum Persentase Tingkat ketepatan penyiapan penyusunan dokumentasi informasi hukum peraturan perungan pelaksanaan penyuluhan hokum Persentase pedoman petunjuk teknis bimbingan teknis penyelenggaraan pemilu yang diselesaikan tepat waktu Akuntabel Persentase pedoman petunjuk teknis dalam rangka PAW anggota DPR, DPD, DPRD KPU yang diselesaikan dengan akuntabel tepat waktu Persentase fasilitasi bimbingan teknis (bimtek) pemilu kepala daerah untuk KPU prov/kab/kota, PPK, PPS yang tepat waktu, sesuai rencana efektif Persentase fasilitasi bimbingan teknis (bimtek) pemilu legislatif presiden untuk KPU prov/kab/kota, PPK PPS yang tepat waktu sesuai rencana efektif Persentase kemajuan pengembangan pusat pendidikan pemilih Jumlah modul pendidikan pemilih untuk kelompok perempuan,miskin, cacat, pemilih pemula, lansia Jumlah kerja sama kegiatan pendidikan pemilih yang dilaksanakan Persentase kemajuan pengembangan media center 3 Jumlah kegiatan Pendidikan Pemilih Bagi Caleg Perempuan 4 Persentase Ketepatan kepatuhan dalam pelayanan pelaksanaan keuangan 90.88 90.88 5 Opini BPK terhadap Laporan Keuangan KPU WTP WDP 6 Persentase Ketepatan pembayaran gaji/honor/tunjangan pegawai 80.7 3 4 5 6 7 8 9 0 80.7 3
Target Realisasi % Capaian 7 Persentase tingkat ketepatan pengelolaan informasi kebutuhan Pemilu 90.54 90.54 8 Persentase Tingkat ketepatan pengadaan distribusi logistik Pemilu 98.04 98.04 9 Persentase Tingkat Ketepatan Standar Mutu Barang/Jasa Administrasi Pengadaan Dokumentasi Pengadaan Kebutuhan Pemilu 88.03 88.03 0 Prosentase kemajuan Penyusunan database logistic pemilu 88.03 88.03 Tingkat Keberhasilan Pemeliharaan Sarana Pra Sarana Pemilu 90.44 90.44 Persentase kesesuaian antara Renstra Renja K/L RKA KL 85.57 85.57 3 Persentase fasilitasi kerjasama KPU dengan lembaga lain 4 Persentase laporan monitoring evaluasi yang akuntabel tepat waktu 5 Persentase kemajuan penyusunan pelaksanaan model pedoman reformasi birokrasi tata kelola KPU.00.00 6 Frekuensi pemutakhiran data pemilih di tingkat kelurahan di seluruh wilayah Indonesia.00.00 7 Tingkat ketepatan perencanaan kebutuhan, pengadaan SDM, kesejahteraan pegawai.00.00 8 Tingkat keakuratan data informasi SDM. 9 Tingkat ketepatan pelaksanaan mutasi disiplin pegawai.00.00 30 Persentase dukungan pelaksanaan pendidikan pelatihan 3 Tingkat ketepatan penatalaksanaan SDM 3 Tingkat ketetapan proses pelaksanaan Pergantian Antar Waktu (PAW) Anggota KPU, KPU Provinsi, KPU Kabupaten/Kota, KPU daerah pemekaran 33 Persentase dukungan pelayanan administrasi kegiatan 34 Persentase dukungan operasional pemeliharaan Perkantoran.00.00 Rata-rata capaian kinerja keseluruhan KPU Kabupaten Lombok Tengah pada Tahun 04 sebesar 86,85% yakni lebih dari 85% skala nilai ordinal tertinggi, sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa KPU Kabupaten Lombok Tengah dikategorikan Berhasil dalam menempuh 7 (Tujuh) sasaran strategis dalam tiga puluh empat indikator kinerja. Adapun kesimpulan berhasil tersebut, diperoleh dari kelompok/klasifikasi ukuran capaian kinerja sebagai berikut: skala ordinal dengan Skala Kategori Penilaian sebagai berikut :. Rentang Nilai > Kategori Sangat Berhasil 9 Berhasil 3 7 90 Cukup Berhasil 4 5 70 Kurang Berhasil 5 0 50 Tidak Berhasil Keterangan Kegiatan yang dilaksanakan telah melampaui target indikator kinerja Kegiatan yangdilaksanakantelahmencapai target indikator kinerja Kegiatan yang mendekati target indikator Kegiatan yang dilaksanakan indikator kinerja Kegiatan yang dilaksanakan target indikator kinerja dilaksanakan telah kinerja tidak sesuai dengan target sangat tidak sesuai dengan 4
B. Evaluasi Analisis Capaian Kinerja KPU Kabupaten Lombok Tengah secara umum dapat mencapai target kinerja sebagaimana telah ditetapkan pada tahun 04. Analisis evaluasi capaian kinerja KPU Kabupaten Lombok Tengah pada tahun 04 dapat dijelaskan sebagai berikut: Sasaran Terselenggaraanya penyiapan penyusunan rancangan peraturan KPU, advokasi, penyelesaian Sengketa hukum penyuluhan Peraturan PerungUngan yang Berkaitan dengan Penyelenggaraan Pemilu. Sasaran ini dicapai melalui program Penguatan Kelembagaan Demokrasi Perbaikan Proses Politik yang didukung oleh kegiatan-kegiatan. Adapun Capaian indikator kinerja sasaran tersebut di atas selama Tahun 04, adalah sebagai berikut: Target (%) Persentase Tingkat ketepatan penyiapan analisis di big administrasi Hukum dalam kepengurusan Parpol, Perseorangan Peserta Pemilu Dana Kampaye Peserta Pemilu. Persentase Tingkat Ketepatan Penyiapan Penyusunan Peraturan KPU/Regulasi Penyelenggaraan Pemilu 04 Persentase Tingkat ketepatan penyiapan penyusunan tata cara pelaksanaan advokasi penyelesaian sengketa hukum Persentase Tingkat ketepatan penyiapan penyusunan dokumentasi informasi hukum peraturan perungan pelaksanaan penyuluhan hokum Realisasi (%) 9.39 3.40 3.40 6.73 6.73 84.7 84.7 3 4 % Capaian 9.39 Sasaran Terselenggaranya bimbingan teknis/supervisi/publikasi/sosialiasi penyelenggaraan pemilu pendidikan pemilih Sasaran ini dicapai melalui program Penguatan Kelembagaan Demokrasi Perbaikan Proses Politik yang didukung oleh kegiatan-kegiatan. Adapun Capaian indikator kinerja sasaran tersebut di atas selama Tahun 04, adalah sebagai berikut: Target (%) Persentase pedoman petunjuk teknis bimbingan teknis penyelenggaraan pemilu yang diselesaikan tepat waktu Akuntabel Persentase pedoman petunjuk teknis dalam rangka PAW anggota DPR, DPD, DPRD KPU yang diselesaikan dengan akuntabel tepat waktu Persentase fasilitasi bimbingan teknis (bimtek) pemilu kepala daerah untuk KPU prov/kab/kota, PPK, PPS yang tepat waktu, sesuai rencana efektif 3 % Capaian Realisasi (%) 86.50 77.06 77.06 96.57 96.57 86.50 5
Target (%) % Capaian Realisasi (%) 96.57 4 Persentase fasilitasi bimbingan teknis (bimtek) pemilu legislatif presiden untuk KPU prov/kab/kota, PPK PPS yang tepat waktu sesuai rencana efektif Persentase kemajuan pengembangan pusat pendidikan pemilih 75.00 75.00.00.00.00.00 8 Jumlah modul pendidikan pemilih untuk kelompok perempuan,miskin, cacat, pemilih pemula, lansia Jumlah kerja sama kegiatan pendidikan pemilih yang dilaksanakan Persentase kemajuan pengembangan media center 75.00 75.00 9 Jumlah kegiatan Pendidikan Pemilih Bagi Caleg Perempuan 5 6 7 96.57 Sasaran 3 Trasnparansi akuntabilitas pengelolaan administrasi keuangan di lingkungan setjen KPU Sasaran ini dicapai melalui program Dukungan Manajemen Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya KPU yang didukung oleh kegiatan-kegiatan. indikator kinerja sasaran tersebut Adapun Capaian di atas selama Tahun 04, adalah sebagai berikut: Target (%) Realisasi (%) Persentase Ketepatan kepatuhan dalam pelayanan pelaksanaan keuangan 90.88 Opini BPK terhadap Laporan Keuangan KPU WTP WDP 3 Persentase Ketepatan pembayaran gaji/honor/tunjangan pegawai 80.7 Sasaran 4 Terselenggaraanya pengelolaan data, pendistribusian, % Capaian 90.88 80.7 dokumentasi, pengadaan, inventarisasi sarana pra sarana serta terpenuhinya logistik keperluan Pemilu Sasaran ini dicapai melalui program Dukungan Manajemen Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya KPU yang didukung oleh kegiatan-kegiatan. indikator kinerja sasaran tersebut Adapun Capaian di atas selama Tahun 04, adalah sebagai berikut: Target (%) Realisasi (%) % Capaian Persentase tingkat ketepatan pengelolaan informasi kebutuhan Pemilu 90.54 90.54 Persentase Tingkat ketepatan pengadaan distribusi logistik Pemilu 98.04 98.04 3 88.03 88.03 4 Persentase Tingkat Ketepatan Standar Mutu Barang/Jasa Administrasi Pengadaan Dokumentasi Pengadaan Kebutuhan Pemilu Prosentase kemajuan Penyusunan database logistic pemilu 88.03 88.03 5 Tingkat Keberhasilan Pemeliharaan Sarana Pra Sarana Pemilu 90.44 90.44 Sasaran 5 Pelaksanaan Manajemen Perencanaan Data 6
Sasaran ini dicapai melalui program Dukungan Manajemen Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya KPU yang didukung oleh kegiatan-kegiatan. Adapun Capaian indikator kinerja sasaran tersebut di atas selama Tahun 04, adalah sebagai berikut: 3 4 5 Target (%) Realisasi (%) % Capaian Persentase kesesuaian antara Renstra Renja K/L RKA KL 85.57 85.57 Persentase fasilitasi kerjasama KPU dengan lembaga lain Persentase laporan monitoring evaluasi yang akuntabel tepat waktu Persentase kemajuan penyusunan pelaksanaan model pedoman reformasi birokrasi tata kelola KPU Frekuensi pemutakhiran data pemilih di tingkat kelurahan di seluruh wilayah Indonesia.00.00.00.00 Sasaran 6 Terselenggaranya pembinaan sumber daya manusia, pelayanan administrasi Kepegawaian Sasaran ini dicapai melalui program Dukungan Manajemen Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya KPU yang didukung oleh kegiatan-kegiatan. indikator kinerja sasaran tersebut Adapun Capaian di atas selama Tahun 04, adalah sebagai berikut: Target (%) Tingkat ketepatan perencanaan kebutuhan, pengadaan SDM, kesejahteraan pegawai Tingkat keakuratan data informasi SDM. Tingkat ketepatan pelaksanaan mutasi disiplin pegawai Persentase dukungan pelaksanaan pendidikan pelatihan Tingkat ketepatan penatalaksanaan SDM Tingkat ketetapan proses pelaksanaan Pergantian Antar Waktu (PAW) Anggota KPU, KPU Provinsi, KPU Kabupaten/Kota, KPU daerah pemekaran 3 4 5 6 Sasaran 7 Tereselenggaranya dukungan Realisasi (%) % Capaian.00.00.00.00 operasional pemeliharaan perkantoran (KPU) Sasaran ini dicapai melalui program Dukungan Manajemen Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya KPU yang didukung oleh kegiatan-kegiatan. Adapun Capaian indikator kinerja sasaran tersebut di atas selama Tahun 04, adalah sebagai berikut: Target (%) Realisasi (%) % Capaian Persentase dukungan pelayanan administrasi kegiatan Persentase dukungan operasional pemeliharaan Perkantoran.00.00 7
C. Akuntabilitas Keuangan KPU Kabupaten Lombok Tengah mendapatkan pagu anggaran sebesar Rp 35.89.55.000,-, dengan rincian alokasi anggaran masing-masing kegiatan sebagai berikut : I. Program Dukungan Manajemen Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya KPU Rp. 0.6.4.000,. Kegiatan Pelaksanaan Akuntabilitas Pengelolaan Administrasi Keuangan di Lingkungan Setjen KPU Rp..006.943.000,. Kegiatan P engelolaan Data, D o k u m e n t a s i, Pengadaan, Pendistribusian, Inventarisasi Sarana Prasarana Pemilu Rp. 8..45.000,3. Kegiatan Pelaksanaan Manajemen Perencanaan Data Rp. 786.35.000,4. Kegiatan Pembinaan Sumber Daya Manusia, Pelayanan Administrasi Kepegawaian Rp. 7.353.000,5. Kegiatan Penyelenggaraan Operasioanl Pemeliharaan Perkantoran (KPU) Rp. 54.736.000,- II. Program Penguatan Kelembagaan Demokrasi Perbaikan Proses Politik Rp. 4.578.39.000,. Kegiatan Penyiapan Penyusunan Rancangan Peraturan KPU, Advokasi, Penyelesaia Sengketa Penyuluhan Peraturan Perungungan yang berkaitan dengan penyelenggaraan Pemilu Rp. 76.8.000,. Kegiatan Pedoman, Petunjuk Teknis Bimbingan Teknis/Supervisi/Publikasi/Sosialisasi Penyelenggaraan Pemilu Peningkatan Peran serta masyarakat dalam Pemilu Rp. 4.40.858.000,- Tingkat pencapaian realisasi anggaran KPU Kabupaten Lombok Tengah Tahun 04 adalah sebesar 78,67% atau ekuivalen sebesar Rp 7.684.657.587,-. Tingkat capaian tersebut menunjukkan upaya yang sungguh-sungguh, kerja keras konsisten dari seluruh unit kerja komitmen bersama sepanjang Tahun 04. Laporan Akuntabilitas KPU Tahun 04 ini dapat terlihat pada tabel berikut : Akuntabilitas Keuangan KPU... Program Program Dukungan Manajemen Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Program Penguatan Kelembagaan Demokrasi Perbaikan Proses Politik TOTAL % Sisa Anggaran Pagu Rp. 0.6.4.000,- Realisasi Rp. 5.647.638.537,- 53. Rp. 4.963.773.463,- Rp. 4.578.39.000,- Rp..037.09.050,- 89.66 Rp..54.9.950,- Rp. 35.89.55.000,- Rp. 7.684.657.587 78.67 Rp. 7.504.893.43,- 8
9
BAB IV PENUTUP A. TINJAUAN UMUM Secara umum tujuan, sasaran, program kegiatan Satuan Kerja Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Lombok Tengah Tahun 04 dapat dilaksanakan dengan baik, namun demikian hasil yang diperoleh tersebut masih perlu ditingkatkan terus guna menyikapi tuntutan pelayanan masyarakat yang semakin tinggi. B. KEBERHASILAN Keberhasilan yang telah dicapai berdasarkan hasil Evaluasi Analisis Capaian Kinerja KPU Kabupaten Lombok Tengah dari 7 (tujuh) sasaran strategis dengan 34 (tiga puluh empat) indikator kinerja yang tertuang dalam Perjanjian Kerja Tahun 04 dapat dinilai dari rata-rata pencapaian sasaran pada Tahun 04 sebesar 86,85%. Segkan akuntabilitas keuangan dengan menyajikan pagu realisasi anggaran kegiatan yang dilaksanakan untuk pencapaian setiap sasaran strategis indikator kinerja yang telah ditetapkan 78,67% atau ekuivalen sebesar Rp 7.684.657.587,- dari panggun anggaran KPU Kabupaten Lombok Tengah Tahun 04 setelah Revisi adalah sebesar Rp. 35.89.55.000,- dengan sisa anggaran sebesar Rp. 7.504.893.43,- atau,33 % C. SARAN Beberapa saran yang dapat kami ajukan baik ditujukan kepada instansi pusat maupun kepada internal organisasi KPU kabupaten Lombok Tengah adalah:. Diharapkan Perencanaan kinerja penganggarn dilakukan secara lebih cermat revisi anggaran kegiatan dilakukan secara lebih selektif sehingga tidak menghambat pelaksanaan kegiatan serapan a sehingga capaian indikator kinerja yang ditargetkan dapat tercapai terpenuhi;. Diharapkan kedepan ditingkatkan sinergisitas pelaksanaan program/kegiatan antara KPU Kabupaten/Kota dengan KPU Propinsi agar capaian indikator kinerja menjadi optimal; 3. Peningkatan pengembangan kapasitas SDM dilakukan lebih intensif melalui pengadaan PNS, pembinaan, pendidikan pelatihan. 30