54 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. DESKRIPSI DATA Deskripsi data yang akan disajikan dari hasil penelitian ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran umum mengenai penyebaran data yang diperoleh di lapangan. Data yang disajikan berupa data mentah yang diolah menggunakan teknik analisis statistik deskriptif. Adapun dalam analisis data yang disajikan adalah uji peningkatan (gain) dan uji hipotesis. 4.1.1. Proses Pelaksanaan Pre Test Pelaksanaan pre test dilaksanakan pada awal pembelajaran yaitu sebelum siswa mendapatkan materi dari guru. Soal pre test terdiri dari 20 butir soal dalam bentuk pilihan ganda. Pelaksanaan pre tes dilakukan seperti tes tertulis biasa (Gambar 4.1). Siswa tidak dikelompokkan. Gambar 4.1 : Siswa sedang mengerjakan soal Pretest
55 4.1.2. Proses Pelaksanaan Pembelajaran Karena eksperimen yang dilakukan berkenaan dengan media pembelajaran yang digunakan, maka tahapan kegiatan pembelajaran kelompok kontrol sama dengan tahapan kegiatan kelompok eksperimen. Kelompok kontrol belajar dengan menggunakan media konvensional. Sedangkan kelompok eksperimen belajar dengan menggunakan metode audio visual yaitu pemutaran film animasi tentang materi yang disampaikan yaitu bahan bangunan kayu. Kegiatan Awal 1. Pembukaan diawali dengan salam dan berdoa untuk menambah kesiapan siswa dalam menerima pelajaran; 2. Guru mengajukan pertanyaan seputar bahan bangunan kayu; 3. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetisi dasar yang akan dicapai, dan 4. Guru menggali pengetahuan siswa terhadap materi yang akan diajarkan melalui pretest dan tanya jawab. Kegiatan inti 1. Guru melakukan arahan dan penjelasan tentang materi yang sedang dibahas; 2. Guru menyampaikan materi, 3. Siswa menanyakan materi yang kurang jelas dan 4. Guru menyimpulkan materi yang telah disampaikan.
56 Kegiatan Akhir 1. Tanya jawab materi pembelajaran yang telah disampaikan pada kegiatan inti dan menginformasikan materi yang akan disampaikan pada pertemuan berikutnya; dan 2. Diadakan post test setelah materi mengenai bahan bangunan kayu disampaikan. 4.1.3. Kegiatan Belajar Kelompok Kontrol Kegiatan belajar dilaksanakan secara konvensional dengan bahan ajar modul (buku) dan fasilitas papan tulis. Pembelajaran dilakukan sebanyak dua kali tatap muka, dengan lama waktu untuk setiap tatap muka adalah 90 menit atau dua jam pelajaran. (Gambar 4.2). Gambar 4.2 : Suasana belajar di kelas kontrol 4.1.4. Kegiatan Belajar Kelompok Eksperimen Sama dengan kelompok kontrol, sebelum diberikan pre test siswa diberikan teori mengenai ilmu bangunan kayu, secara khusus membahas tentang bahan bangunan yang akan diujikan terlebih dahulu. Kegiatan pemberian teori termasuk
57 tanya jawab, diskusi dan pemutaran film animasi tentang bahan bangunan kayu juga dilaksanakan dalam waktu 90 menit dalam setiap pertemuan. Adapun pertemuan/tatap muka juga dilakukan sebanyak dua kali untuk setiap kelas, termasuk pre test dan post test. Media pembelajaran yang digunakan adalah media audio visual berupa pemutaran film animasi tentang kayu. (Gambar 4.3). Gambar 4.3 : Suasana belajar di kelas eksperimen 4.1.5. Proses Pelaksanaan Post Test Post test dilaksanakan pada pertemuan terakhir terhadap masing-masing siswa setelah materi disampaikan dilaksanakan sekali latihan di akhir kegiatan belajar mengajar. Soal yang diberikan ketika post test adalah 20 butir soal dalam bentuk pilihan ganda yang harus dikerjakan siswa dalam waktu 30 menit (Gambar 4.4). Setelah siswa selesai mengerjakan, jawaban dikumpul dan kemudian diperiksa oleh peneliti.
58 Gambar 4.4 : Peneliti sedang memberikan soal postest di kelas eksperimen 4.2. HASIL ANALISIS DATA 4.2.1. Data Skor Pre Test Pre test yang diberikan adalah 20 butir soal pilihan ganda dengan nilai setiap item test yang benar adalah 5, sehingga nilai hasil test menyebar dari yang terendah yaitu 5, dan yang tertinggi yaitu 100. Sedangkan kriteria penilaian skor mentah dapat dilihat pada tabel 4.1 berikut ini. Tabel 4.1 Kriteria penilaian skor mentah Rentang Skor Interpretasi 0-20 Sangat Kurang 21-40 Kurang 41-60 Cukup 61-80 Baik 81-100 Sangat Baik
59 1. Skor Pre Test Kelompok Kontrol Jumlah responden pada kelompok kontrol di kelas XB2 sebanyak 32 siswa. Dari 20 soal pilihan ganda yang diberikan, diketahui skor terendah adalah 10, dan skor tertinggi adalah 55. Dengan skor rata-rata pada kelompok kontrol adalah 27,19. Perolehan skor pre tes selanjutnya dapat dilihat pada tabel 4.2. Tabel 4.2 Perolehan skor mentah pre tes kelompok kontrol Rentang Skor Interpretasi Jumlah Responden 0-20 Sangat Kurang 13 25-40 Kurang 15 45-60 Cukup 4 65-80 Baik Tidak Ada 85-100 Sangat Baik Tidak Ada Karena hasil pre tes akan diperbandingkan dengan hasil post test, maka untuk memudahkan penghitungan statistiknya, skor mentah yang didapat dari pre tes kemudian diolah melalui distribusi frekuensi, sehingga dapat diinterpretasikan hasilnya. (Tabel ditribusi frekuensi dapat dilihat pada tabel 4.3). Tabel 4.3 Distribusi frekuensi skor pre test kelompok kontrol Nilai Interpretasi Frekuensi Persentase (%) 81 100 Baik Sekali 1 3 61 80 Baik 7 22 41 60 Cukup 8 25 21 40 Kurang 11 34 0 20 Kurang Sekali 5 16 Jumlah 32 100
60 2. Skor Pre Test Kelompok Eksperimen Jumlah responden pada kelompok eksperimen di kelas XB3 sebanyak 33 siswa. Dari 20 soal pilihan ganda yang diberikan, diketahui skor terendah adalah 15, dan skor tertinggi adalah 50. Dengan skor rata-rata kelompok eksperimen adalah 28,33. Perolehan skor pre tes selanjutnya dapat dilihat pada tabel 4.4. Tabel 4.4 Perolehan skor mentah pre tes kelompok eksperimen Rentang Skor Interpretasi Jumlah Responden 0-20 Sangat Kurang 11 25-40 Kurang 18 45-60 Cukup 4 65-80 Baik Tidak Ada 85-100 Sangat Baik Tidak Ada Karena hasil pre tes akan diperbandingkan dengan hasil post test, maka untuk memudahkan penghitungan statistiknya, skor mentah yang didapat dari pre tes kemudian diolah melalui distribusi frekuensi, sehingga dapat diinterpretasikan hasilnya. (Tabel ditribusi frekuensi dapat dilihat pada tabel 4.5). Tabel 4.5 Distribusi frekuensi skor pre test kelompok eksperimen Nilai Interpretasi Frekuensi Persentase (%) 81 100 Baik Sekali 4 12 61 80 Baik 3 9 41 60 Cukup 9 27 21 40 Kurang 10 30 0 20 Kurang Sekali 7 21 Jumlah 33 100
61 4.2.2. Data Skor Post Test Mengenai data hasil post test yang dijaring menggunakan soal sebanyak 20 butir pilihan ganda. Sedangkan nilai setiap item tes yang benar adalah 5, sehingga nilai hasil tes menyebar dari yang terendah yaitu 5, dan yang tertinggi yaitu 100. Tingkat kesulitan setiap butir soal post test juga sesuai dengan tingkat kesulitan pada soal pre test. 1. Data Skor Post Test Kelompok Kontrol Jumlah siswa yang menjadi responden kelompok kontrol sama dengan jumlah siswa pada saat melaksanakan pre test yaitu sebanyak 32 siswa. Dari 20 soal pilihan ganda yang diberikan, diketahui skor terendah adalah 45, dan skor tertinggi adalah 100. Dengan skor rata-rata kelompok kontrol adalah 71,88. Perolehan skor postest tes selanjutnya dapat dilihat pada tabel 4.6. Tabel 4.6 Perolehan skor mentah post tes kelompok kontrol Rentang Skor Interpretasi Jumlah Responden 0-20 Sangat Kurang Tidak Ada 25-40 Kurang Tidak Ada 45-60 Cukup 8 65-80 Baik 18 85-100 Sangat Baik 6 Karena hasil post tes akan diperbandingkan dengan hasil pre test, maka untuk memudahkan penghitungan statistik selanjutnya, skor yang didapat dari post tes ini harus diolah dahulu melalui distribusi frekuensi, sehingga dapat diinterpretasikan hasilnya. (Tabel ditribusi frekuensi dapat dilihat pada tabel 4.7).
62 Tabel 4.7 Distribusi frekuensi skor post test kelompok kontrol Nilai Interpretasi Frekuensi Persentase (%) 81 100 Baik Sekali 2 6 61 80 Baik 10 31 41 60 Cukup 9 28 21 40 Kurang 8 25 0 20 Kurang Sekali 3 9 Jumlah 32 100 2. Data Skor Post Test Kelompok Eksperimen Jumlah siswa yang menjadi responden kelompok eksperimen sama dengan jumlah siswa pada saat melaksanakan pre test yaitu sebanyak 33 siswa. Dari 20 soal pilihan ganda yang diberikan, diketahui skor terendah adalah 55, dan skor tertinggi adalah 100. Dengan skor rata-rata kelompok eksperimen adalah 80,91. Perolehan skor pos tes selanjutnya dapat dilihat pada tabel 4.8. Tabel 4.8 Perolehan skor mentah post tes kelompok eksperimen Rentang Skor Interpretasi Jumlah Responden 0-20 Sangat Kurang Tidak Ada 25-40 Kurang Tidak Ada 45-60 Cukup 5 65-80 Baik 12 85-100 Sangat Baik 16 Karena hasil post tes akan diperbandingkan dengan hasil pre test, maka untuk memudahkan penghitungan statistiknya, skor yang didapat dari post tes ini harus diolah terlebih dahulu melalui distribusi frekuensi, sehingga dapat diinterpretasikan hasilnya. (Tabel ditribusi frekuensi dapat dilihat pada tabel 4.9).
63 Tabel 4.9 Distribusi frekuensi skor post test kelompok eksperimen Nilai Interpretasi Frekuensi Persentase (%) 81 100 Baik Sekali 6 18 61 80 Baik 6 18 41 60 Cukup 12 36 21 40 Kurang 6 18 0 20 Kurang Sekali 3 9 Jumlah 33 100 4.2.3. Perbandingan Data Pre Test dan Data Post Test 1. Perbandingan Data Pre Test dan Post Test Kelompok Kontrol Dari data hasil pre-test dan post-test kemudian dilakukan pengolahan data dengan membandingkan nilai rata-rata gain antara skor rata-rata pre test dan skor rata-rata post test. Dari hasil pengolahan data, perbandingan rata-rata skor gain dari kedua test ditunjukan oleh Tabel 4.10. Perbandingan nilai gain antara pre test dan postest kelompok kontrol selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran. Tabel 4.10 Perbandingan skor pre test dan post test kelompok kontrol Rata-rata Jumlah Pre Post Responden Gain test test 32 27.19 71.88 44.69 Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa dari jumlah responden pada kelompok sebanyak 32, dengan rata-rata skor post test lebih besar dari pada ratarata skor pre test. Dan nilai rata-rata gain pada skor rata-rata pre test dan post test kelompok kontrol adalah 44.69. Sedangkan perbandingan distribusi frekuensi skor Pre Test dan Post Test pada kelompok kontrol dapat dilihat pada tabel 4.11.
64 Nilai Tabel 4.11 Perbandingan distribusi frekuensi kelompok kontrol Interpretasi Frekuensi Persentase (%) Pre Test Post Test Pre Test Post Test 81 100 Baik Sekali 1 2 3 6 61 80 Baik 7 10 22 31 41 60 Cukup 8 9 25 28 21 40 Kurang 11 8 34 25 0 20 Kurang Sekali 5 3 16 9 Jumlah 32 100 2. Perbandingan Data Pre Test dan Post Test Kelompok Eksperimen Dari hasil pengolahan data skor rata-rata pre test dan post test pada kelompok eksperiment, selanjutnya diolah untuk diperbandingkan. Dan perbandingan skor gain dari skor rata-rata pre test dan post test kelompok eksperimen ditunjukan oleh Tabel 4.12. Perbandingan nilai gain antara pre test dan post test kelompok eksperimen selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran. Tabel 4.12 Perbandingan skor pre test dan post test kelompok eksperimen Rata-rata Jumlah Pre Post Responden Gain test test 33 28.33 80.91 52.58 Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa dari jumlah responden pada kelompok sebanyak 33, dengan rata-rata skor post test lebih besar dari pada ratarata skor pre test. Dan nilai rata-rata gain pada skor rata-rata pre test dan post test kelompok eksperimen adalah 52.58. Sedangkan perbandingan distribusi frekuensi skor Pre Test dan Post Test pada kelompok kontrol dapat dilihat pada tabel 4.13.
65 Tabel 4.13 Perbandingan distribusi frekuensi kelompok eksperimen anilai Interpretasi Frekuensi Persentase (%) Pre Test Post Test Pre Test Post Test 81 100 Baik Sekali 4 6 12 18 61 80 Baik 3 6 9 18 41 60 Cukup 9 12 27 36 21 40 Kurang 10 6 30 18 0 20 Kurang Sekali 7 3 21 9 Jumlah 33 100 4.2.4. Uji Normalitas Rumus yang digunakan peneliti adalah rumus (χ 2 ) chi kuadrat. χ 2 = (f 0 f h ) 2 f h Keterangan: χ 2 = harga chi kuadrat f 0 = frekuensi/jumlah hasil observasi f h = frekuensi/jumlah yang diharapkan f 0 f h = selisih data f 0 dengan f h 1. Uji Normalitas Pre Test Pada Kelompok Kontrol Uji normalitas data pre test pada kelompok kontrol didapat bahwa jumlah kelas adalah 6 dengan interval delapan. Dapat dilihat pada tabel 4.14.
66 Tabel 4.14 Uji normalitas data pre test kelompok kontrol INTERVAL f 0 f h f 0 f h (f 0 f h ) 2 (f 0 f h ) 2 /f h 10-17 9 13.9-4.9 24.0 1.73 18-25 7 23.7-16.7 279.2 11.78 26-33 5 14.2-9.2 85.2 5.99 34-41 7 18.7-11.7 136.7 7.31 42-49 3 8.3-5.3 27.6 3.34 50-57 1 2.4-1.4 1.9 0.81 32 81.2 30.95 Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa > yaitu 30.95 > 7.81. Dengan demikian data berdistribusi tidak normal. 2. Uji Normalitas Data Post Test Kelompok Kontrol Uji normalitas data post test pada kelompok kontrol didapat bahwa jumlah kelas adalah 6 dengan interval enam. Selengkapnya dapat dilihat pada tabel 4.15. Tabel 4.15 Uji normalitas data post test kelompok kontrol INTERVAL f 0 f h f 0 f h (f 0 f h ) 2 (f 0 f h ) 2 /f h 45-54 3 6.1-3.1 9.6 1.58 55-64 5 17.0-12.0 144.5 8.49 65-74 8 22.7-14.7 216.1 9.52 75-84 10 26.9-16.9 284.9 10.60 85-94 4 14.7-10.7 115.3 7.83 95-104 2 4.6-2.6 6.9 1.49 32 92.1 39.50 Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa > yaitu 39.50 > 7.81. Dengan demikian data berdistribusi tidak normal.
67 3. Uji Normalitas Data Pre Test Pada Kelompok Eksperimen Uji normalitas data pre test pada kelompok eksperimen didapat jumlah kelas adalah 6 dengan interval delapan. Dapat dilihat pada tabel 4.16. Tabel 4.16 Uji normalitas data pre test kelompok eksperimen INTERVAL f 0 f h f 0 f h (f 0 f h ) 2 (f 0 f h ) 2 /f h 15-20 11 12.5-1.5 2.3 0.18 21-26 4 20.0-16.0 256.0 12.80 27-32 6 4.2 1.8 3.2 0.76 33-38 5 18.6-13.6 183.6 9.90 39-44 3 11.2-8.2 67.2 6.00 45-50 4 5.0-1.0 0.9 0.19 33 71.5 29.84 Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa > yaitu 29.84 > 7.81. Dengan demikian data berdistribusi tidak normal. 4. Uji Normalitas Data Post Test Kelompok Eksperimen Uji normalitas data post test pada kelompok eksperimen didapat jumlah kelas adalah 6 dengan interval delapan. Dapat dilihat pada tabel 4.17. Tabel 4.17 Uji normalitas data post test kelompok eksperimen INTERVAL T f 0 f h f 0 f h (f 0 f h ) 2 (f 0 f h ) 2 /f h 55-62 5 6.3-1.3 1.61 0.26 a 63-70 4 13.4-9.4 87.42 6.55 71-78 b 79-86 3 9 20.5 8.0-17.5 1.0 306.25 0.94 14.94 0.12 87-94 e 4 18.2-14.2 202.49 11.11 95-102 8 10.5-2.5 6.45 0.6121 l 33 76.9 33.58 Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa > yaitu 35.58 > 7.81. Dengan demikian data berdistribusi tidak normal.
68 4.2.5. Uji Peningkatan (Gain) Secara keseluruhan, baik kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen mengalami peningkatan hasil belajar. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata Gain dari kedua kelompok tersebut. Nilai rata-rata Gain kelompok kontrol dari jumlah responden 32 siswa adalah 44,69 dengan indeks gain sebesar 0,61, yang artinya berada pada interpretasi sedang (Hake 1998). Sedangkan nilai rata-rata kelompok eksperimen dengan jumlah responden 33 siswa adalah 52,58 dengan indeks gain sebesar 0.73 dengan interpretasi tinggi (Hake 1998). Dari hasil ini, dapat diketahui bahwa besarnya nilai rata-rata Gain kelompok eksperimen lebih besar daripada kelompok kontrol, hal ini menunjukan bahwa pendekatan belajar dengan metode dengan menggunakan media audio visual dapat meningkatkan hasil belajar yang lebih baik daripada kelompok kontrol yang menggunakan metode ceramah. Perbandingan nilai pre test, post test dan rata-rata Gain pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dapat dilihat pada tabel 4.18 di bawah ini. Tabel 4.18 Perbandingan Rata-rata Gain kelompok kontrol dan eksperimen Kelompok Rata-rata Rata-rata Rata-rata Indeks Pre test Post test Gain Gain Interpretasi Kontrol 27,19 71,88 44,69 0.61 Sedang Eksperimen 28,33 80,91 52,58 0.73 Tinggi 4.2.6. Uji Hipotesis Uji hipotesis (Uji T) diperlukan sebagai jawaban dari anggapan dasar pada penelitian ini. Data untuk uji T diperbandingkan antara nilai rata-rata kelompok kontrol yaitu 44,69 dengan nilai rata-rata kelompok eksperimen yaitu 52,58. Untuk data nilai kelompok kontrol dan eksperimen dapat dilihat pada lampiran.
69 Hipotesis untuk uji T pada perbandingan kedua kelompok tersebut adalah: H 0 : Tidak terdapat perbedaan hasil belajar yang siginifikan pada siswa yang melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan media audio visual. H 1 : Terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan pada siswa yang melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan media audio visual. T = M1-M2 SD1²/n1 +SD2²/n2 T Hitung = 1.42 T Tabel = 1.67 DK= (n1-1)+(n2-1) = 63 TK= 95%= α = 5% T Hitung = 1.42 < t tabel = 1.67, maka Ho = diterima. Dari hasil perhitungan Uji Hipotesis tersebut, dapat disimpulkan bahwa dengan perbandingan pada kelompok kontrol yang menggunakan metode ceramah, maka tidak terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan pada siswa kelompok eksperimen yang melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan media audio visual. Hal ini dapat ditunjukan dengan perbedaan rata-rata nilai kelas eksperimen dan rata-rata nilai kelompok kontrol. Untuk nilai rata-rata kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol dapat dilihat pada tabel 4.19 berikut ini. Tabel 4.19 Perbedaan rata-rata nilai kelompok kontrol dan kelompok eksperimen No. Kelas f M SD 1 Eksperiment 33 55.00 12.16 2 kontrol 32 50.40 12.45
70 4.3. PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN Berdasarkan analisis data yang dilakukan, diperoleh data nilai rata-rata pre test kelompok kontrol (27,19) dengan kelompok eksperimen (28,33) tidak jauh berbeda. Hal ini karena tingkat pemahaman siswa masih dalam tahap yang sama, yaitu belum diberikan perlakuan terhadap keduanya. Nilai pre test ini dijadikan sebagai tolak ukur penilaian dengan membandingkannya dengan nilai post test. Sedangkan perbedaan terjadi pada nilai rata-rata post test kedua kelompok. Yaitu nilai rata-rata post test kelompok eksperimen yang mencapai 80,91, sementara kelompok kontrol hanya mencapai nilai rata-rata 71,88. Hal ini terjadi karena adanya perlakuan yang berbeda antara kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen. Maka, setelah didapat rata-rata test kedua kelompok, lalu dilakukan analisis dengan uji Gain untuk melihat perbedaan peningkatan nilai rata-rata kedua kelompok tersebut. Dan dari analisis data tersebut, didapat hasil bahwa nilai rata-rata gain kelompok kontol adalah 44.69 dengan indeks gain sebesar 0,61 yang artinya berada pada interpretasi sedang. Nilai rata-rata gain kelompok eksperimen adalah 52.58 dengan indeks gain sebesar 0,73, menunjukan bahwa nilai indeks gain tersebut berada pada interpretasi tinggi. Dilihat dari hasil nilai rata-rata gain kedua kelompok, maka nilai rata-rata gain pada kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata gain kelompok kontrol. Adapun perbandingan rata-rata nilai Gain kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen dapat digambarkan melalui grafik 4.1 berikut ini.
71 Grafik 4.1 Perbedaan hasil belajar kelompok kontrol dan kelompok eksperimen Bila dilihat dari grafik diatas, kedua kelompok sama-sama memiliki peningkatan hasil belajar. Akan tetpi nilai rata-rata post test kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rata-rata pada kelompok kontrol. Berdasarkan pengamatan Peneliti selama melaksanakan eksperimen, ada beberpa hal yang menyebabkan nilai kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan nilai siswa kelompok kontrol, yaitu: 1. Perbedaan hasil ini terjadi karena adanya perlakuan yang berbeda terhadap dua kelompok ketika pembelajaran. Perlakuan penelitian diberikan kepada kelompok eksperimen yang menggunakan media belajar dengan audio visual yaitu menyampaikan materi melalui sajian video animasi, sedangkan pada kelompok kontrol pembelajaran dilaksanakan dengan metode ceramah.
72 2. Kegiatan belajar siswa pada kelompok eksperimen mengalami peningkatan diantaranya dalam hal keaktifan siswa untuk bertanya ketika melihat beberapa gambar dari materi yang disampaikan. Siswa jadi lebih antusias karena melihat berbagai contoh dari teori yang diajarkan. 3. Sedangkan pada kelompok kontrol siswa lebih pasif karena guru menjadi satusatunya sumber belajar, sehingga penerimaan siswa menjadi kurang maksimal. Sehingga dari hasil penelitian ini, menunjukan bahwa metode belajar dengan menggunakan media audio visual sebagai fasilitas pendukung dalam menyampaikan materi pembelajaran, terasa lebih efektif dalam tujuan meningkatkan hasil belajar yang baik bagi siswa meski dengan perbedaan hasil belajar yang tidak terlalu signfikan. Perbedaan ini juga terasa pada proses pembelajaran. Dari hasil pengamatan Peneliti selama proses belajar di kelas eksperimen, siswa cenderung lebih aktif dan antusias dalam menyimak materi demi materi yang disampaikan. Berbeda dengan suasana dalam proses belajar pada kelas kontrol yang hanya menggunakan metode ceramah dan fasilitas pendukung seperti spidol dan whiteboard. Antusias siswa di kelas ini tidak sebesar seperti kelas eksperimen.