Prosiding Matematika ISSN:

dokumen-dokumen yang mirip
4/16/2017. Start-up CSTR A, B Q A, B A, B. I Gusti S. Budiaman, Gunarto, Endang Sulistyawati Siti Diyar Kholisoh. (Levenspiel, 1999, page 84)

Kinetika Reaksi Homogen Sistem Reaktor Alir (Kontinyu)

Kinetika Reaksi Homogen Sistem Reaktor Alir (Kontinyu)

3. METODE PENELITIAN

Pemodelan Teknik Kimia Bebarapa Contoh Aplikasi Persamaan Diferensial (oleh: Prof. Dr. Ir. Setijo Bismo, DEA.)

BAB 2 DASAR TEORI. Universitas Indonesia. Pemodelan dan..., Yosi Aditya Sembada, FT UI

BAB 3 PEMODELAN TANGKI REAKTOR BIODIESEL

Perancangan Proses Kimia PERANCANGAN

PENGARUH WAKTU PENGADUKAN DAN PENGAMBILAN SAMPEL LARUTAN CaCO 3 4% TERHADAP JUMLAH ENDAPAN PADA ALAT FILTER PRESS

4. HASIL DAN PEMBAHASAN

PENGARUH WAKTU PENGADUKAN DAN PENGAMBILAN SAMPEL LARUTAN CaCO 3 2% TERHADAP JUMLAH ENDAPAN PADA ALAT FILTER PRESS

Prosiding Matematika ISSN:

B T A CH C H R EAC EA T C OR

PENGARUH WAKTU PENGADUKAN DAN PENGAMBILAN SAMPEL LARUTAN CaCO 3 3% TERHADAP JUMLAH ENDAPAN PADA ALAT FILTER PRESS

PEMILIHAN DAN URAIAN PROSES

BAB I. PENDAHULUAN. bioetanol berbasis tebu, baik yang berbahan baku dari ampas tebu (baggase), nira

Dinamika Proses pada Sistem Pemanas Tangki Berpengaduk dengan Arus Bypass

n Biasa disebut juga sebagai piston flow, ideal n Reaktor ini juga disebut sebagai reaktor alir pipa n Di dalam RAP, fluida mengalir dengan pola

BABI PENDAHULUAN. Secara umum proses pengolahan limbah cair pada dasarnya adalah suatu

Dinamika Suhu pada Sistem Tangki-Seri-Tak-Berinteraksi dengan Arus Recycle

KAJIAN KINETIKA KIMIA MODEL MATEMATIK REDUKSI KADMIUM MELALUI LAJU REAKSI, KONSTANTE DAN ORDE REAKSI DALAM PROSES ELEKTROKIMIA ABSTRAK ABSTRACT

PERSAMAAN DIFERENSIAL BIASA ORDE SATU

Tabel 1. Parameter yang digunakan pada proses Heat Exchanger [1]

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

SKRIPSI. Diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan tugas akhir guna memperoleh gelar Sarjana Teknik

Simulasi Konduktivitas Panas pada Balok dengan Metode Beda Hingga The Simulation of Thermal Conductivity on Shaped Beam with Finite Difference Method

PENYELESAIAN MODEL DISTRIBUSI SUHU BUMI DI SEKITAR SUMUR PANAS BUMI DENGAN METODE KOEFISIEN TAK TENTU. Jl. Prof. H. Soedarto, S.H.

TUGAS MANAJEMEN LABORATORIUM PENANGANAN LIMBAH DENGAN MENGGUNAKAN LUMPUR AKTIF DAN LUMPUR AKTIF

UJI PENGGUNAAN ASAP CAIR UNTUK MENGURANGI BAU PADA LIMBAH PENCUCIAN IKAN DENGAN METODE THRESHOLD ODOR TEST. Aditya W Dwi Cahyo

BAB I PENDAHULUAN. Peruraian anaerobik (anaerobic digestion) merupakan salah satu metode

BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN

UJI KINERJA PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI PARTIKEL BOARD SECARA AEROBIK

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB I PENDAHULUAN. Limbah cair pabrik kelapa sawit (LCPKS) merupakan salah satu produk

PEMANFAATAN BIJI ASAM JAWA (TAMARINDUS INDICA) SEBAGAI KOAGULAN ALAMI DALAM PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI FARMASI

PERALATAN INDUSTRI KIMIA

PERANCANGAN SISTEM KONTROL ph BERBASIS SINTESA REAKSI INVARIAN DENGAN MENGGUNAKAN LOGIKA FUZZY PADA STUDI KASUS TITRASI ASAM HCl DAN BASA NaOH

BAB I PENDAHULUAN. limbah yang keberadaannya kerap menjadi masalah dalam kehidupan masyarakat.

PENURUNAN KADAR BOD, COD, TSS, CO 2 AIR SUNGAI MARTAPURA MENGGUNAKAN TANGKI AERASI BERTINGKAT

KARAKTERISASI LIMBAH RADIOAKTIF CAIR UMPAN PROSES EVAPORASI

ADLN - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

ANALISIS KADAR NITRAT (NO 3 ) DAN NITRIT (NO 2 ) DARI LIMBAH CAIR INDUSTRI KARET DENGAN MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER PADA BALAI RISET STANDARDISASI

PENGARUH WAKTU PENGADUKAN DAN PENGAMBILAN SAMPEL LARUTAN CaCO 3 1% TERHADAP JUMLAH ENDAPAN PADA ALAT FILTER PRESS

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

PEMBENIHAN DAN AKLIMATISASI PADA SISTEM ANAEROBIK

Analisa Matematik untuk Menentukan Kondisi Kestabilan Keseimbangan Pasar Berganda dengan Dua Produk Melalui Sistem Persamaan Diferensial Biasa Linear

ABSTRAK. Kata Kunci: fotokatalis, fenol, limbah cair, rumah sakit, TiO 2 anatase. 1. Pendahuluan

BAB I PENDAHULUAN. limbah organik dengan proses anaerobic digestion. Proses anaerobic digestion

BAB I PENDAHULUAN. Air merupakan zat kehidupan tidak satupun makhluk hidup di kehidupan ini

PENGARUH LIMBAH INDUSTRI Pb DAN Cu TERHADAP KESETIMBANGAN SUHU DAN SALINITAS DI PERAIRAN LAUT KOTA DUMAI

PEMANFAATAN SINGKONG PAHIT SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIOETANOL SECARA FERMENTASI MENGGUNAKAN Saccharomyces Cerevisiae

PENGARUH UKURAN PARTIKEL BATU APUNG TERHADAP KEMAMPUAN SERAPAN CAIRAN LIMBAH LOGAM BERAT

I.1.1 Latar Belakang Pencemaran lingkungan merupakan salah satu faktor rusaknya lingkungan yang akan berdampak pada makhluk hidup di sekitarnya.

PENGOLAHAN AIR LIMBAH PENCUCIAN RUMPUT LAUT MENGGUNAKAN PROSES FITOREMEDIASI

Syarat Cukup Osilasi Persamaan Diferensial Linier Homogen Orde Dua Dengan Redaman

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB I PENDAHULUAN. tidak bermanfaat lagi (Sri Moertinah, 2010:104). Limbah dapat dihasilkan dari

Gambar IV.21 Hubungan kondisi pengudaraan dan effluen S COD untuk ketiga reaktorr

Analisis Matematika Kurva Isoprofit Model Stackelberg dalam Pasar Duopoli Mathematical Analysis Isoprofit Curve of Stackelberg Model in Duopoly Market

V. BIOREAKTOR SISTEM KONTINYU. Kompetensi: Setelah mengikuti kuliah mahasiswa dapat menyusun alur proses kontinyu dalam bioreaktor

Prosiding Matematika ISSN:

Kinetika Reaksi Transesterifikasi Minyak Goreng Bekas

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Universitas Islam Indonesia dapat dilihat pada tabel 4.1

Prosiding Matematika ISSN:

PENGARUH RASIO WAKTU PENGISIAN : REAKSI PADA REAKTOR BATCH DALAM KONDISI AEROB

Prarancangan Pabrik Dodekilbenzena dari Dodeken dan Benzena Dengan Kapasitas Ton/Tahun BAB I PENGANTAR

BAB I PENDAHULUAN. terkecuali Indonesia. Selain terbentuk dari jutaan tahun yang lalu dan. penting bagi kelangsungan hidup manusia, seiring dalam

PEMANFAATAN BIJI ASAM JAWA (TAMARINDUS INDICA) SEBAGAI KOAGULAN ALTERNATIF DALAM PROSES PENGOLAHAN AIR SUNGAI

UNIVERSITAS INDONESIA PEMODELAN DAN SIMULASI SISTEM KENDALI CONTINOUS STIRRED TANK REACTOR (CSTR) BIODIESEL THESIS YOSI ADITYA SEMBADA

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. Laboratorium merupakan salah satu penghasil air limbah dengan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ANALISIS SIFAT ADSORPSI KARBON AKTIF KAYU DAN TEMPURUNG KELAPA PADA LIMBAH CAIR BATIK DI KOTA PEKALONGAN

A. BAHAN DAN ALAT B. WAKTU DAN TEMPAT PENELITIAN

Analisis Matematika Kurva Isoprofit Model Cournot dalam Pasar Duopoli Mathematical Analysis Isoprofit Curves Of Cournot Model in Duopoly Market

PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI MINUMAN

PROSES DESORPSI GAS KHLOR DALAM LARUTAN SODIUM HYPOKHLORIT DENGAN MENGGUNAKAN REAKTOR TRICKLE BED

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah ekperimental.

Judul PEMANFAATAN LUMPUR BIO SEBAGAI ADSORBEN MELALUI PIROLISIS : PENGUJIAN ULANG. Kelompok B Pembimbing

Prarancangan Pabrik Tritolyl Phosphate dari Cresol dan POCl3 Dengan Kapasitas Ton/Tahun BAB I PENGANTAR. A. Latar Belakang

Teknik Reaksi Kimia Lanjut

SKRIPSI PRA RANCANGAN PABRIK KIMIA

Perancangan dan Simulasi MRAC PID Control untuk Proses Pengendalian Temperatur pada Continuous Stirred Tank Reactor (CSTR)

Prosiding Matematika ISSN:

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

HASIL DAN PEMBAHASAN y = x R 2 = Absorban

Frita Yuliati Herri Susanto

KINETIKA REAKSI DAN OPTIMASI PEMBENTUKAN BIODIESEL DARI CRUDE FISH OIL PENELITIAN

BAB III DINAMIKA PROSES

PEMODELAN MATEMATIKA ALIRAN FLUIDA PADA RADIATOR MOBIL TIPE SR (SINGLE ROW)

Nama : Putri Kendaliman Wulandari NPM : Jurusan : Teknik Industri Pembimbing : Dr. Ir. Rakhma Oktavina, M.T Ratih Wulandari, S.T, M.

PEMANFAATAN ADSORBEN JERAMI PADI YANG DIAKTIVASI DENGAN HCl UNTUK MENYERAP LOGAM Zn (II) DARI LIMBAH ELEKTROPLATING SKRIPSI WINDY TOBING

Kinetika Reaksi Kimia dan Reaktor; Teori dan Soal Penyelesaian dengan SCILAB oleh Kusmiyati, S.T., M.T., Ph.D. Hak Cipta 2014 pada penulis GRAHA ILMU

I PENDAHULUAN II LANDASAN TEORI

Desain PI Controller menggunakan Ziegler Nichols Tuning pada Proses Nonlinier Multivariabel

Dinamika Level Cairan pada Sistem Tangki-Seri-Tak-Berinteraksi dengan Arus Recycle

ANALISA KINETIKA PERTUMBUHAN BAKTERI DAN PENGARUHNYA TERHADAP PRODUKSI BIOGAS DARI MOLASES PADA CONTINUOUS REACTOR 3000 L

BAB I PENDAHULUAN UKDW. peternakan semakin pesat. Daging yang merupakan salah satu produk

Transkripsi:

Prosiding Matematika ISSN: 2460-6464 Model Matematika Konsentrasi Zat Pada Reaktor Alir Tangki Berpengaduk yang Disusun Seri Mathematical Model of Concentration of The Substance In CSTR Compiled Series 1 Putri Salehah, 2 Gani Gunawan 3 Respitawulan 1,2,3 Prodi Matematika, FakultasMatematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Bandung, Jl. Tamansari No.1 Bandung 40116 email: 1 salehahputri@gmail.com, 2 ggani9905@gmail.com, 3 respitawulan@gmail.com Abstract. In the process of waste adsorption especially for industrial sector, results of industrial sewage treatment is done using the single Continous Stirred Tank Reactor (CSTR which the process requires a lot of reactor volume and a long reaction time. However, the observations of the Budiaman (2007 and Riadi (2012 States that if arranged in series over a multilevel CSTR turned out to require a lower volume of reactor and reaction time is shorter compared to the use of single CSTR. The concentration on flow reactors for CSTR is modelledto show the reaction time needed for various number of tank reactor. The model is the first order non homogeneous ordinary differential equation which represents the concentration of the substance in the tank.the simulation using various number of reactor tank shows the reaction time needed is decreasing as the number of tank reactor added. Keywords: Model, The Concentration Of The Substance, The Tank, Stirred, CSTR. Abstrak. Dalam proses adsorpsi limbah utamanya pada sektor industri, pengolahan limbah hasil industri dilakukan menggunakan tangki alir berpengaduk tunggal dimana prosesnya membutuhkan volume reaktor yang banyak dan waktu reaksi yang lama. Namun, hasil pengamatan dari Budiaman (2007 dan Riadi (2012 menyatakan bahwa jika disusun secara seri lebih dari satu tangki alir berpengaduk (bertingkat ternyata memerlukan volume reaktor yang lebih rendah dan waktu reaksi yang lebih singkat dibandingkan penggunaan tangki alir berpengaduk tunggal. Dalam skripsi ini, akan dimodelkan satu rumusan matematika yaitu konsentrasi pada reaktor alir untuk buah tangki yang berpengaduk untuk menunjukkan suatu kebenaran dari kondisi menurut Budiaman (2007 dan Riadi (2012 bahwa waktu reaksi yang dibutuhkan akan lebih rendah bila menggunakan tangki alir berpengaduk bertingkat. Model matematika dari proses adsorpsi pengolahan limbah adalah persamaan diferensial biasa orde satu non homogen yang merepresentasikan konsentrasi zat dalam tangki. Dalam skripsi ini, diberikan pula simulasi penggunaan jumlah tangki reaktor yang berbeda-beda sehingga terlihat bahwa semakin banyak tangki yang digunakan maka waktu reaksi yang dibutuhkan semakin sedikit. Kata Kunci: Model, Konsentrasi Zat, Tangki, Berpengaduk, CSTR. 218

Model Matematika Konsentrasi Zat Pada Reaktor Alir Tangki Berpengaduk yang Disusun Seri 219 A. Pendahuluan Salah satu penyebab terjadinya pencemaran lingkungan baik di air, udara, maupun tanah adalah zat-zat yang berasal dari hasil sisa produksi dalam industri yang berbahaya atau biasa dikenal limbah industri. Apabila limbah industri tidak dilakukan penanganan yang tepat sebelum dilakukan proses pembuangan maka lingkungan akan tercemar. Salah satu upaya yang dilakukan untuk menangani hal tersebut adalah melakukan teknik adsorpsi limbah dimana zat atau senyawa dalam limbah diserap dengan zat penyerap atau adsorpen yang ramah lingkungan sehingga konsentrasi zat atau senyawa limbah mengalami penurunan kadar karena telah diserap ke dalam adsorpen. Teknik adsorpsi limbah biasanya dilakukan dalam sebuah alat yang dinamakan tangki reaktor berjenis Reaktor Alir Tangki Berpengaduk (RATB atau Continous Stirred Tank Reactor (CSTR. Selama ini, proses untuk menurukan konsentrasi zat limbah selalu digunakan tangki alir berpengaduk tunggal. Menurut Budiaman (2007 dan Hwa Riadi (2012, tangki alir berpengaduk bertingkat dua atau lebih memiliki keuntungan yang tidak dimiliki tangki alir berpengaduk tunggal, yaitu volume reaktor dan waktu reaksi yang dibutuhkan tangki alir berpengaduk bertingkat akan lebih kecil dibandingkan penggunaan tangki alir berpengaduk tunggal. Berdasarkan kondisi tersebut, dibutuhkan adanya suatu pembuktian melalui sebuah model matematika apakah benar tangki alir berpengaduk bertingkat yang disusun seri lebih menguntungkan dibandingkan tangki alir berpengaduk tunggal, bila ditinjau dari efisiensi waktu reaksi. Dalam hal ini, pembuktian dilakukan melalui sebuah model penentuan konsentrasi zat yang keluar dari tangki alir berpengaduk dimana konsentrasi tersebut akan merepresentasikan lamanya waktu reaksi berlangsung. Oleh karena itu, sesuai dengan latar belakang yang telah dipaparkan maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana membentuk model matematika penentuan konsentrasi pada tangki alir berpengaduk yang disusun seri sebanyak tangki dan bagaimana hasil perhitungan dari model penentuan konsentrasi tangki alir berpengaduk bila diterapkan pada satu tangki alir berpengaduk (tunggal dan tangki alir berpengaduk bertingkat. Selanjutnya, tujuan dari penulisan karya ilmiah ini adalah membentuk model matematika penentuan konsentrasi pada tangki alir berpengaduk yang disusun seri sebanyak tangki dan menentukan hasil perhitungan konsentrasi dari reaksi zat yang dilakukan pada satu tangki alir berpengaduk (tunggal dengan tangki alir berpengaduk bertingkat melalui model matematika tersebut. B. Landasan Teori Neraca Massa Komponen Menurut Neswan (2009, sebuah senyawa kimia dituangkan dengan laju tertentu ke dalam tangki yang berisi zat pelarut atau umpan, keduanya dianggap tercampur sempurna. Pada saat yang sama campuran tersebut juga dikeluarkan dari tangki dengan laju tertentu pula. Persamaan diferensial untuk masalah ini didasarkan pada formula dibawah ini: Laju perubahan jumlah senyawa dalam tangki = massa yang masuk ke tangki - massa yang keluar dari tangki Matematika, Gelombang 2, Tahun Akademik 2015-2016

220 Putri Salehah, et al. atau dapat ditulis: Keterangan: : konsentrasi zat pada tangki : konsentrasi zat yang masuk pada tangki : konsentrasi zat yang keluar dari tangki : Volume tangki : laju alir masuk tangki : laju alir keluar tangki Metode Faktor Integral Faktor integral digunakan sebagai teknik untuk menyelesaikan persamaan diferensial linear orde satu yang memiliki bentuk umum, sebagai berikut: Solusi dari persamaan diferensial tersebut akan diperoleh dengan cara mengkalikan faktor integral ke dalamnya yaitu sehingga solusi persamaan yang diperoleh akan memenuhi bentuk dibawah ini: = Metode Persamaan Diferensial Variabel Terpisah Menurut Rochmad (2002, metode ini digunakan untuk menyelesaikan persamaandiferensial orde satu yang memiliki bentuk umum sebagai berikut: Untuk mencari solusi persamaan diferensial (1 dapat dilakukan dengan cara mengintegralkan kedua ruas (terhadap variabel yang sama yakni. Lalu dimisalkan dan maka dengan mengintegralkan kedua ruas persamaan menghasilkan solusi Selanjutnya substitusikan kembali C. Hasil Penelitian dan Pembahasan konstan sebarang., maka diperoleh solusi umum. Dalam tahap ini, akan dibentuk sebuah model matematika dari tangki CSTR yang dapat merepresentasikan konsentrasi zat yang keluar dari tangki CSTR bila tangki sebanyak. Model Matematis Konsentrasi Dua Tangki Alir Berpengaduk yang Disusun Seri Pada model ini akan ditunjukkan sebuah persamaan yang dapat digunakan untuk mencari konsentrasi zat yang keluar dari dua tangki CSTR yang disusun secara seri dan dipasang secara alir atau kontinyu, model ini memenuhi persamaan diferensial yang dikemukakan (Dawkins, 2007. Neraca massa komponen untuk satu tangki CSTR: Dari persamaan (2 diperoleh persamaan konsentrasi satu tangki CSTR (2 Volume 2, No.2, Tahun 2016

Model Matematika Konsentrasi Zat Pada Reaktor Alir Tangki Berpengaduk yang Disusun Seri 221 Neraca massa komponen untuk dua tangki CSTR: Dari persamaan (3 diperoleh persamaan konsentrasi dua tangki CSTR (3 Model Matematis Konsentrasi Tiga Tangki Alir Berpengaduk yang Disusun Seri Pada model ini akan ditunjukkan sebuah persamaan yang dapat digunakan untuk mencari konsentrasi zat yang keluar dari tiga tangki alir berpengaduk yang disusun secara seri dimana persamaan (4 disubstitusikan pada neraca massa dibawah ini. Neraca massa komponen untuk tiga tangki CSTR: Dari persamaan (5 diperoleh persamaan konsentrasi tiga tangki CSTR Model Matematis Konsentrasi Tangki Alir Berpengaduk yang Disusun Seri Dalam membentuk model penentuan konsentrasi zat yang keluar pada tangki ke- dapat dilakukan melalui pendekatan induksi matematika dimana sebelumnya sudah diamati bagaimana membentuk model penentuan konsentrasi pada satu, dua, dan tiga tangki alir berpengaduk yang disusun seri. Melalui metode ini akan ditunjukkan suatu kondisi dimana konsentrasi zat A untuk tangki ke- akan memenuhi persamaan (4 (5 (6 N (7 Melalui induksi matematika, persamaan (7 dapat dibuktikan kebenarannya dimana pembuktiannya dilakukan hingga pada tahap konklusi atau saat akan dibuktikan benar, diperoleh bentuk Dengan demikian, pernyataan pada persamaan (7 terbukti valid dan diperoleh model matematika yang dapat digunakan untuk menghitung konsentrasi zat yang keluar dari tangki ke. Studi Kasus Perhatikan suatu zat senyawa organik limbah fenol sebanyak ppm atau mg/l yang dimasukkan ke dalam tangki alir berpengaduk ke-1 yang telah berisi liter larutan penyerap limbah (NaCl dan arang kayu gelam atau volume total di dalam tangki dengan debit alir tangki alir berpengaduk sebesar 10 liter/menit konstan. Dalam tangki alir berpengaduk ke-1, ke-2, ke-3, dan ke-4 terjadi proses perubahan massa komponen senyawa fenol melalui teknik adsorpsi dimana konsentrasi limbah fenol diserap oleh larutan penyerap limbah. Pada tahap ini, akan dilakukan perhitungan konsentrasi yang keluar dari tangki alir berpengaduk bertingkat maupun tunggal berdasarkan model yang telah dibuat. Namun, terlebih dahulu akan dilakukan perhitungan terhadap tangki alir berpengaduk bertingkat yaitu empat tangki, lalu tiga tangki, selanjutnya dua tangki, dan terakhir bila digunakan satu tangki alir berpengaduk (tunggal untuk melihat (8 Matematika, Gelombang 2, Tahun Akademik 2015-2016

222 Putri Salehah, et al. perbedaan waktu reaksi dari masing-masing tangki. Bila ambang batas kadar fenol dikatakan aman bagi lingkungan berkisar antara 0,5-1,0mg/L berdasarkan KEP No. 51/MENLH/10/1995, maka besar penurunan konsentrasi limbah yang diinginkan sebesar 99.66% artinya apabila konsentrasi fenol ppm mg/l maka perhitungan konsentrasi berakhir. Gambar 1. Empat Tangki Alir Berpengaduk yang Disusun Seri Model yang Terbentuk Melalui persamaan (7, diperoleh model matematis konsentrasi untuk masingmasing tangki alir berpengaduk yang disusun seri yang digunakan adsorpsi limbah, yaitu: a. Satu Tangki b. Dua Tangki c. Tiga Tangki d. Empat Tangki Melalui data perhitungan konsentrasi pada empat tangki alir berpengaduk yaitu debit alir (Q, konsentrasi awal (, dan Volume tangki ( yang disubstitusikan ke dalam persamaan-persamaan diatas, maka dapat dibandingkan hasil reaksi yang diperoleh bila proses adsorpsi limbah dilakukan pada satu, dua, bahkan tiga tangki alir berpengaduk. Berikut perhitungan hasil reaksi pada masing-masing tangki. Tabel 1. Tabel Perhitungan Hasil Reaksi Zat Pada Setiap Tangki (banyaknya tangki T (menit Konsentrasi Akhir Fenol (ppm 1 2281 17,9265432 2 1550 17,91066422 3 1268 17,9599555 4 1114 17,66199019 Sumber : Data penelitian yang sudah diolah, 2016. Volume 2, No.2, Tahun 2016

Model Matematika Konsentrasi Zat Pada Reaktor Alir Tangki Berpengaduk yang Disusun Seri 223 Adapun grafik konsentrasi zat terhadap waktu dari masing-masing tangki dapat direpresentasikan ke dalam bentuk berikut: Gambar 2. Grafik Konsentrasi Zat Terhadap Waktu pada Masing-Masing Penggunaan Tangki. (a Satu Tangki, (b Dua Tangki, (c Tiga Tangki, dan (d 4 Tangki. D. Kesimpulan Terbentuknya model penentuan konsentrasi pada tangki CSTR yang disusun seri sebanyak n tangki, yaitu: Berdasarkan model matematika yang telah terbentuk, dengan konsentrasi awal zat 300 ppm, debit alir tangki 10 liter/menit, dan volume tangki ( 4000 liter yang disubstitusikan ke dalam model tersebut maka diperoleh nilai konsentrasi akhir zat yang menurun sebanyak 99,66% dari konsentrasi awal, dengan nilai waktu reaksi yang berbeda-beda dari tangki ke satu, dua, tiga,dan empat secara berturut-turut yaitu 2281 menit, 1550 menit, 1268 menit, dan 1114 menit. Bila dibandingkan antara keempat tangki tersebut, dapat disimpulkan bahwa semakin banyak tangki alir berpengaduk yang digunakan dalam melakukan proses pencampuran suatu zat maka semakin sedikit waktu reaksi yang dibutuhkan. Matematika, Gelombang 2, Tahun Akademik 2015-2016

224 Putri Salehah, et al. E. Saran Model matematika yang telah dibuat dapat membuktikan kebenaran pernyataan bahwa tangki alir berpengaduk bertingkat yang disusun seri lebih baik daripada tangki alir berpengaduk tunggal, bila dilihat dari aspek efisiensi waktu reaksi, namun pada kenyataannya perlu dipertimbangkan aspek ekonominya dikarenakan biaya pemasangan reaktor alir tangki berpengaduk membutuhkan biaya yang tidak sedikit atau relatif mahal. Selain itu, model dapat dikembangkan untuk penentuan konsentrasi zat, bila zat yang bereaksi dalam tangki alir berpengaduk lebih dari satu. Daftar Pustaka Dawkins, P. 2007. Differential Equation (Math 3301. Texas : Lamar University. Rochmad. 2002. Bahan Ajar Persamaan Diferensial. Semarang: FMIPA UNNES. Neswan. O. 2009. Catatan Kuliah MA1223 Kalkulus Elementer II. Bandung: Departemen Matematika ITB. Lie Hwa dan Lieke Riadi. 2012. Simulasi Pengolahan Limbah Cair Berwarna dengan Foto Fenton Pada Sistem Kontinyu. Jurnal Teknik Kimia Indonesia, Vol. 11:80. I. Gusti S. Budiaman. 2007. Modul Perancangan Reaktor. Yogyakarta: Teknik Kimia (FTI UPN Veteran Yogyakarta. Volume 2, No.2, Tahun 2016