Gambar 3.1 Blok Diagram Timbangan Bayi

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dengan suhu dan timer berbasis mikrokontroler ATMega8535, dapat

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Berikut alat dan bahan yang digunakan. Bahan yang digunakan pada pembuatan dan penelitian ini adalah:

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 1. Nama : Timbangan Bayi. 2. Jenis : Timbangan Bayi Digital. 4. Display : LCD Character 16x2. 5. Dimensi : 30cmx20cmx7cm

OHMMETER DIGITAL BERBASIS MICROCONTROLLER

BAB III METODELOGI. Portable Kalibrator Suction Pump Berbasis Mikrokontroler ATMega16 : Gambar 3.1 Diagram Blok dari Alat

LAMPIRAN. Lay Out Minimum Sistem dengan ATMega8

MIKROKONTROLER ATMEGA BERBASIS CODEVISION AVR (ADC DAN APLIKASI TERMOMETER) dins D E P O K I N S T R U M E N T S

BAB 3 PERANCANGAN ALAT. Rangkaian Catu daya (Power Supply Adaptor) ini terdiri dari satu keluaran, yaitu 5

BAB III METODE PENELITIAN. Bahan komponen yang digunakan untuk pembuatan rangkaian modul. adalah sebagai berikut : 3. Kapasitor 22nF dan 10nF

BAB 3 PERANCANGAN ALAT. Sensor Utrasonik. Relay. Relay

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Adapun untuk gambar dan penjelasan dari blok diagram dari alat dapat dilihat pada. Modul sensor.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. yang memiliki tegangan listrik AC 220 Volt. Saklar ON/OFF merupakan sebuah

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Gambar blok diagram dari sistem kerja alat dapat dilihat pada Gambar 3.1

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Adapun gambar blok diagram modul data logger autoclave yang telah dibuat

BAB 3 PERANCANGAN ALAT DAN PEMBUATAN SISTEM

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Rangkaian. Instrumen

BAB III METODA PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. berbasis microcontroller ATMega8 dapat dilihat pada Gambar 3.1.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. darah berbasis ATMega8 dilengkapi indikator tekanan darah yang meliputi :

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan mulai pada November 2011 hingga Mei Adapun tempat

BAB III METODE PENELITIAN. Pada proses pembuatan Tugas Akhir ini banyak media-media alat yang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

kali tombol ON ditekan untuk memulai proses menghidupkan alat. Setting

Seminar Tugas Akhir Juni 2017

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN

BAB III METODOLOGI PENULISAN

Standar Operasional Prosedur Alat

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. yang sebelumnya telah dihaluskan dan melalui proses quality control

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI SISTEM

BAB III PERANCANGAN DAN KERJA ALAT

BAB III METODE PENELITIAN. Microco ntroller ATMeg a 16. Program. Gambar 3.1 Diagram Blok sterilisator UV

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Berikut adalah gambar blok diagram :

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Berikut sistem dari modul Hot Plate Magnetic Stirrer dapat dilihat pada

BAB III METODOLOGI PENELITIAN X RAY PENAMPIL. Cara kerja diagram blok sistem yaitu pada saat melakukan pengukuran

BAB III METODE PENELITIAN. beberapa alat dan bahan. Berikut ini merupakan alat-alat yang dipergunakan

Kajian Pustaka. Spesifikasi - Krisbow KW Fitur - Krisbow KW06-290

BAB 3 PERANCANGAN DAN PEMBUATAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN PROGRAM. MIKRO ATMega 328. yang terdeteksi oleh sensor, akan di proses oleh IC Microcontroller ATMega 328,

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

Listing Program. // Declare your global variables here

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2012 sampai dengan Januari 2013.

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB IV HASIL DAN UJICOBA

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. a. Nama : Alat pendeteksi Golongan Darah Manusia. c. Display : LCD karakter 16x2.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. ketepatan masing-masing bagian komponen dari rangkaian modul tugas akhir

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB 3 PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

BAB 3 PERANCANGAN ALAT DAN PEMBUATAN SISTEM PSA 5 V. Mikrokontroler ATMega8535

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN Diagram blok heart rate dan suhu badan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Diagram Blok Sistem Diagram blok cara kerja alat digambarkan sebagai berikut :

BAB III PERANCANGAN SISTEM

METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2015 sampai dengan bulan Juli

MIKROKONTROLER ATMEGA BERBASIS CODEVISION AVR (SERIAL U(S)ART) dins D E P O K I N S T R U M E N T S

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. Hasil dari perancangan perangkat keras sistem penyiraman tanaman secara

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN DAN PERANCANGAN SISTEM. secara otomatis. Sistem ini dibuat untuk mempermudah user dalam memilih

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III METODE PERANCANGAN. tabung V maka penulis membuat diagram dan mekanis system sebagai

BAB IV METODE KERJA PRAKTEK

BAB III METODELOGI PENELITIAN

BAB III DESAIN DAN PERANCANGAN

BAB IV PENGUJIAN SISTEM

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

LAMPIRAN. #include <mega16.h> //menambahkan library atmega16 #include <delay.h> //menambahkan library delay #define ADC_VREF_TYPE 0x40

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM. perangkat keras maupun perangkat lunak yang meliputi:

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2015 sampai dengan Agustus

Tabel Data Pengujian 5x Perubahan Posisi. Kanan (V) Kiri (V)

BAB III DESAIN DAN PEMBUATAN

III. METODE PENELITIAN. Elektronika Dasar Jurusan Fisika Fakultas MIPA Universitas Lampung.

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

III. METODE PENELITIAN. Teknik Elektro Universitas Lampung (khususnya Laboratorium teknik digital) dan

JEMBATAN TIMBANG UNTUK PENGGUNA KURSI RODA

III. METODE PENELITIAN. Pelaksanaan tugas akhir ini dilakukan di Laboratorium Terpadu Jurusan Teknik Elektro

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Diagram blok sistem ditunjukkan oleh Gambar 3.1. berikut.

PRAKTIKUM III Robot Line Follower Sederhana

BAB III METODE PENELITIAN

BAB V PENGUJIAN DAN ANALISIS. dapat berjalan sesuai perancangan pada bab sebelumnya, selanjutnya akan dilakukan

BAB IV PEMBAHASAN ALAT

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

KIPAS ANGIN OTOMATIS DENGAN SENSOR SUHU BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 8535

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

BAB IV CARA KERJA DAN PERANCANGAN SISTEM. ketiga juri diarea pertandingan menekan keypad pada alat pencatat score, setelah

BAB III METODE PELAKSANAAN. Sinar-X LCD 16x2. Pengkondisi Sinyal Analog. Gambar 3.1 Blok Diagram Alat

Transkripsi:

34 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Perancangan Perangkat Keras 3.1.1 Diagram Blok Sistem Diagram blok sistem merupakan salah satu bagian terpenting dalam perancangan dan pembuatan alat ini, karena dari diagram blok dapat diketahui prinsip kerja keseluruhan rangkaian. Tujuan lain diagram blok ini adalah untuk memudahkan proses perancangan dan pembuatan pada masing-masing bagian, sehingga akan terbentuk suatu sistem yang sesuai dengan perancangan sebelumnya. Program Beban Load Cell PSA Mikrokontroler ATMega 8535 LCD Tera ON/OFF Gambar 3.1 Blok Diagram Timbangan Bayi 34

35 Cara Kerja Blok Diagram Pertama, menekan tombol push ON untuk menghidupkan Power Bank. Pada saat tombol ON ditekan maka supply (baterai) memberikan tegangan ke setiap rangkaian. Kemudian apabila terdeteksi ada beban yang mengenai sensor loadcell maka sensor mengalami perubahan resistansi. Selanjutnya resistansi akan dikonversi menjadi tegangan oleh jembatan wheatstone yang terdapat dalam sensor loadcell itu sendiri. Keluaran dari sensor loadcell masih sangat kecil yaitu dalam orde milivolt sehingga harus dikuatkan terlebih dahulu oleh amplifier yang terintegrasi dalam penguat instrumentasi (PSA). Kemudian sinyal analog akan diubah menjadi sinyal digital oleh ADC yang berada di dalam mikrokontroller ATMega8535 dan data diolah sehingga dapat ditampilkan di LCD dalam besaran kilogram. Sedangkan fungsi dari tera adalah untuk me-nolkan hasil pada display apabila terdapat beban yang terdeteksi seperti berat selimut, box bayi dan lainnya sebelum dilakukan pengukuran berat bayi. 3.1.2 Rancang Bangun Timbangan Bayi Bagaimana perancangan bentuk alat yang akan dibuat ditunjukkan pada gambar di bawah ini. Alat yang akan dibuat dalam bentuk balok yang didalamnya berisi rangkaian dan sensor, sedangkan di atas box terdapat tempat bayi yang dipasang tepat di atas sensor.

36 Gambar 3.3. Rancang Bangun Alat Tampak Depan Gambar 3.4. Rancang bangun Alat Tampak Belakang Keterangan : = Display LCD = Tombol Tera = Tombol ON/OFF 3.1.3 Modul Rangkaian Minimum System Rangkaian minimum system adalah rangkaian yang berfungsi sebagai kontrol atau otak dari alat yang dibuat. Mikrokontroler memiliki peran utama dalam sistem ini. Semua aktifitas sistem dikendalikan dengan program yang ada dalam mikrokontroler ini (Iswanto, Raharja & Subardono, 2009). Adapun spesifikasi yang diperlukan rangkaian ini diantaranya: 1. Membutuhkan tegangan 4,5-5,5 VDC dan ground 2. Membutuhkan sambungan MISO, MOSI, SCK, dan RESET sebagai jalur transfer data 3. Membutuhkan tegangan pada pin Aref sebesar 3,45 volt 4. Membutuhkan led sebagai indikator tegangan

37 5. Membutuhkan LCD sebagai display 6. Membutuhkan multiturn sebagai pengatur kecerahan LCD Jadi didapatkan rangkaian seperti Gambar 3.5 berikut ini: Gambar 3.5. Schematik Minimum System ATMega8535 3.1.3.1 Alat yang digunakan Berikut ini adalah alat yang dibutuhkan dalam pembuatan Minimum System ATMega8535 1. Tenol 2. Solder 3. Atraktor 4. Multimeter 5. Tang potong 6. Gerenda

38 7. Adaptor 8. Bor 9. Gergaji 3.1.3.2 Bahan yang digunakan Berikut ini adalah alat yang dibutuhkan dalam pembuatan Minimum System ATMega8535 1. ATMega8535 2. Socket IC 3. Papan PCB Fiber 4. Pin sisir 5. Push button 6. Capasitor 22pF dan 1uF 7. Resistor 330 Ω dan 10 KΩ 8. Led 9. Multiturn 10 K dan 5 K 10. Crystal 16 MHz 11. LCD Character 2x16 12. Jumper 3.1.4 Modul Rangkaian Pengondisi Sinyal Analog (PSA) Rangkaian Pengondisi sinyal merupakan rangkaian yang digunakan sebagai penguat dari output sensor loadcell dimana outputan dari sensor ini masih sangat kecil yaitu masih dalam orde milivolt. Adapun spesifikasi dari rangkaian ini diantaranya:

39 1. Sebuah sensor loadcell yang memiliki 4 kabel keluaran yaitu 2 kabel eksitasi dan 2 kabel input 2. Input tegangan 5 VDC, -5VDC dan ground untuk AD620 3. Input tegangan 5 VDC dan ground untuk sensor loadcell Jadi didapatkan rangkaian seperti Gambar 3.6: Gambar 3.6 Schematik Pengondisi Sinyal Analog 3.1.4.1 Alat yang digunakan Berikut ini adalah alat yang dibutuhkan dalam pembuatan PSA (Pengondisi Sinyal Analog) 1. Solder 2. Tenol 3. Atraktor 4. Multimeter

40 5. Tang potong 6. Gerenda 7. Adaptor 8. Bor 9. Gergaji 3.1.4.2 Bahan yang digunakan Berikut ini adalah alat yang dibutuhkan dalam pembuatan PSA (Pengondisi Sinyal Analog) 1. IC AD620 2. Socket IC 3. Resistor 220 Ω dan 30 Ω 4. Led 5. Pin Sisir 6. Jumper 3.2 Perancangan Perangkat Lunak 3.2.1 Diagram Alir Sistem Untuk mengetahui bagaimana urutan cara kerja alat, ditunjukkan dengan Diagram Alir Sistem dan cara kerja di bawah ini: Ketika alat dinyalakan maka alat akan melakukan inisialisasi LCD. Apabila ada beban yang terdeteksi, maka sensor bekerja dengan mengeluarkan tegangan berdasarkan beban. Keluaran sensor akan dikuatkan

41 kemudian hasil penguatan tersebut dibaca oleh ADC pada port A.1 untuk diubah menjadi signal digital lalu diproses oleh mikrokontroler. Setelah diproses oleh mikrokontroler maka data berupa berat akan ditampilkan di LCD. Ketika tombol tera ditekan maka proses kembali ke pembacaan sensor pada ADC, sedangkan ketika tombol tera tidak ditekan maka proses selesai. Tombol tera disini ditekan oleh user apabila terdapat beban yang terukur sebelum beban bayi. Mulai Inisialisasi LCD Beban Pembacaan sensor pada ADC Data diproses oleh mikrokontroler Menampilkan berat pada LCD Tekan Yes Tera? No Selesai Gambar 3.7 Diagram Alir Sistem

42 3.2.2 Listing Program 1. Memanggil Library yang akan digunakan #include <mega8535.h> #include <delay.h> #include <stdlib.h> #include <stdio.h> #include <alcd.h> #include <math.h> Tabel 3.1 Listing Program Library yang Digunakan 2. Melakukan inisialisasi data float tera=0,data, tegangan, Kg, rata, total=0; unsigned char temp[6], temp2[6],temp3[5]; int i; Tabel 3.2 Listing Program Penginisialisasian Data 3. Mengaktifkan ADC internal supaya mikrokontroler dapat bekerja dengan mengubah data analog menjadi data digital. #define ADC_VREF_TYPE 0x00 // Read the AD conversion result unsigned int read_adc(unsigned char adc_input) { ADMUX=adc_input (ADC_VREF_TYPE & 0xff); // Delay needed for the stabilization of the ADC input voltage delay_us(10); // Start the AD conversion ADCSRA =0x40; // Wait for the AD conversion to complete while ((ADCSRA & 0x10)==0); ADCSRA =0x10; return ADCW; Tabel 3.3 Listing Program Pengaktifan ADC 4. Program pembacaan ADC dalam fungsi baca_kg dengan mengubah data analog menjadi digital pada PORT A.1 dengan rumus dan

43 dilakukan looping sebanyak 300 kali untuk mencari rata-rata hasil supaya hasil yang terbaca stabil. void baca_kg() { rata=0; for(i=0;i<300;i++) { data=read_adc(1); tegangan=(data*3.45/1024); rata=rata+tegangan; } Tabel 3.4 Listing Program Baca ADC 5. Program untuk menampilkan berat dalam fungsi baca_kg menggunakan rumus persamaan garis yaitu total=rata/300; Kg=(5.775*total) - 4.43; Kg=Kg+tera; Tabel 3.5 Listing Program Baca Kg 6. Program untuk mengatur tata letak atau posisi tulisan pada tampilan LCD. lcd_gotoxy(0,0); lcd_putsf("berat ="); lcd_gotoxy(9,0); ftoa(kg,2,temp2); lcd_puts(temp2); lcd_gotoxy(14,0); lcd_puts("kg"); delay_ms(500); Tabel 3.6 Listing Program Tampilan LCD 7. Program untuk menghitung tera, jadi dalam program ini dibuat ketika tombol tera ditekan maka berat akan menjadi 0 kg. Tombol diletakkan pada PORT B.0.

44 3.3 Jenis penelitian void hitung_tera() { if(pinb.0==0) { tera=0; tera=tera-kg; delay_ms(200); } Tabel 3.7 Listing Program Tombol Tera 8. Program untuk memanggil setiap fungsi yang dibuat yaitu fungsi baca_kg dan fungsi hitung_tera dengan melakukan looping secara terus menerus ketika logika benar. while (1) { baca_kg(); hitung_tera(); } Tabel 3.8 Listing Program Looping Penelitian dan pembuatan alat ini dengan menggunakan design pre eksperimental dengan jenis penelitian adalah after only design karena perlakuan dibandingkan dengan alat pembanding anak timbangan. Paradigma dalam penelitian eksperimen model ini dapat digambarkan sebagai berikut: X O Non Random -------------------------- ( - ) O (3.1)

45 X = Treatmen/perlakuan yang diberikan perlakuan berat (variabel Independen) 0 = Observasi dalam hal ini berupa sensor berat loadcell untuk mengukur berat (variabel dependen) ( - ) = Kelompok control di sini menggunakan timbangan. 3.4 Variabel Penelitian 1. Variabel Bebas Sebagai Variabel Bebas yaitu berat badan 2. Variabel Tergantung Sebagai Variabel Tergantung yaitu sensor Loadcell 3. Variabel Terkendali Variabel terkendali yaitu IC Mikrokontroler ATMega 8535. 3.5 Definisi Operasional Variabel Dalam kegiatan operasionalnya, variabel-variabel digunakan dalam pembuatan modul, baik variabel terikat, tergantung, dan bebas memiliki fungsi antara lain: Tabel 3.9 Definisi Operasional Variabel Variabel Berat Badan Bayi Definisi Operasional Besaran fisis dari berat badan Alat Ukur Timbangan Hasil Ukur 0-15 kilogram Skalaukur Rasio Sensor load cell (variabel tergantung) Pendeteksi berat badan bayi Multimeter 0-100mVolt Rasio

46 Variabel Mikrokontroler Definisi Operasional Komponen pengendali sistem yang harus di program untuk member perintah LCD untuk menampilkan hasil pengukura Alat Ukur Multimeter Hasil Ukur 0= Gnd 1=VCC Skalaukur Nominal 3.6 Rumus Statistik Setelah dilakukan pengukuran pada modul yang dibuat, dibutuhkan rumus statistik untuk membuktikan apakah modul yang telah dibuat layak digunakan atau tidak. Berikut rumus-rumus yang digunakan: 1. Rata rata Rata rata adalah bilangan yang didapatkan dari hasil pembagian jumlah nilai data oleh banyaknya data dalam kumpulan tersebut. Rumus rata rata adalah: (3.2) Dimana: X = Rata-rata X1,..,Xn = Nilai data N = Banyak data

47 2. Standar Deviasi Adalah suatu nilai yang menunjukkan tingkat (derajat) variasi kelompok data atau ukuran standard penyimpangan dari rata-ratanya. Jika standard deviasi semakin kecil maka data tersebut semakin presisi. Rumus Standart Deviasi adalah : (3.3) Dimana: SD = Standar deviasi X = Rata-rata X1,..,Xn = Nilai data N = Banyak data 3. Simpangan Simpangan adalah selisih dari rata rata nilai harga yang dikehendaki dengan nilai yang diukur. Berikut rumus dari simpangan: Simpangan = X X (3.4) Dimana : X = Data X = Rata-rata

48 4. Nilai Error Error (Rata rata Simpangan) adalah selisih antara mean terhadap masing masing data. Rumus Error adalah : (3.5) Dimana: X = Data X = Rata-rata