Rasa Kesatu Marshmallow

dokumen-dokumen yang mirip
Sayang berhenti menangis, masuk ke rumah. Tapi...tapi kenapa mama pergi, Pa? Masuk Sayang suatu saat nanti pasti kamu akan tahu kenapa mama harus

Kanuna Facebook on September 07, 2011 Prolog

Dari jarak sepuluh meter bisa kukenali siapa lelaki yang duduk menundukkan kepalanya dan bertumpu pada lengannya yang ia letakkan di atas lutut.

Kehidupan itu terlalu penuh dengan kebahagian bagi orang yang menyadarinya Tommy membaca kalimat terakhir dari sebuah novel yang diterbitkan melalui

GURU. Anak-anak, hari ini kita kedatangan murid baru. Ayo silahkan perkenalkan diri.

CINTA 2 HATI. Haii...! Tiara terkejut, dan menatap pada pria itu. Pada saat itu, ternyata pria itu juga menatap kearah Tiara. Mereka saling menatap.

Bimo, Ra, Kenapa lagi sama calon lakimu itu duhai Syaqilaku sayang? godaku. Ojo ngenyeklah. Hahaha. Iya, iya. Bimo kenapa? Tadi aku nggak sengaja

Sang Pangeran. Kinanti 1

DIPA TRI WISTAPA MEMBILAS PILU. Diterbitkan secara mandiri. melalui Nulisbuku.com

Di Pantai Pasir Putih

Aku benci saat angin berhembus.. Karena saat itulah mereka akan sadar bahwa aku berbeda...

Prolog. Entah kenapa puisi yang kugubah. Padahal aku bukannya mahir berkata-kata. Kurasa, ini karenamu juga:

ANTARA DENDAM DAN CINTA. Oleh: Sri Rahmadani Siregar

Mata ini sulit terpejam dan pendar-pendar rasa sakit di hati tidak dapat hilang menusuk dan menancap keras.

Di Semenanjung Tahun. Saat semua berakhir, saat itu pula semua berawal. Yuni Amida

SATU ada yang tertinggal

Chapter 1. Baik, selagi kalian mencatat, saya absen.

Mungkin mereka tidak akan menemuiku, ujarku dalam hati.

Cinta, bukan satu hal yang patut untuk diperjuangkan. Tapi perjuangan untuk mendapatkan cinta, itulah makna kehidupan. Ya, lalu mengapa...

Aku menoleh. Disana berdiri seorang pemuda berbadan tinggi yang sedang menenteng kantong belanjaan di tangan kirinya. Wajahnya cukup tampan.

Sepanjang jalan tiada henti bercerita dan tertawa, aku menghitung bintang-bintang dan tak terasa sudah sampai di tempat mie ayam rica-ricanya Pasti

Bagaimana mungkin bisa Sekarang aku harus terbiasa dengan ketidakhadiranmu di sisiku? Alasan, perlukah alasan?

Ingatan lo ternyata payah ya. Ini gue Rio. Inget nggak? Rio... Rio yang mana ya? Ok deh, gue maklum kalo lo lupa. Ini gue Rio, senior lo di Univ

BAB I SOSOK MISTERIUS. Vanessa Putri, Vanessa Putri? Bu Ria memanggil nama itu lagi.

Dibalik perjuangan seorang "PAPA"

Then, something unexpected happened.

Pada suatu hari saat aku duduk di bangku sudut sekolah, tiba-tiba seseorang menepuk pundakku dari belakang.

Angin senja terasa kencang berembus di antara

AKU AKAN MATI HARI INI

Kisah Tentangmu. Sebuah kumpulan kisah-kisah tentangmu.. Zhie & Dilla

Berlari. Nurlaeli Umar

PART 3. [Texting] Faza Mau eskrim! Dimas Oke. Jam 6.30 di tempat biasa. Faza Horrey! Traktir, your turn!!! Dimas Iye. Sana kerja lagi.

Selesai mandi, istri keluar kamar mandi. Tubuhnya ditutupi handuk. Sambil mengeringkan rambut menggunakan handuk, istri berjalan menuju meja rias.

Lucu memang.. Aku masih bisa tersenyum manis, melihatmu disana tertawa lepas bersamanya.

Hai Cindy selamat ya sudah jadi anak SMU Suara yang sudah tak asing lagi baginya.

Sore yang indah bergerak memasuki malam. Langit yang bertabur warna keemasan mulai menghitam dengan taburan bintang-bintang. Aku masih duduk di kursi

PIPIN, KAKEK, DAN KERETA API. El Johan Kristama

Di Ujung Langit Ada Mimpi

"Maafin gue Na, hari ini gue banyak melakukan kesalahan sendiri" Tutur Towi yang mengimbangi langkah Leana.

Semahkota mawar yang mulai layu itu memberitahuku bagaimana pertama kali aku menyebut

Musim Semi Merah. Dyaz Afryanto

Damar, apakah pada akhirnya mereka ini bisa benar-benar pulang?

KISSING THE MAID OF HONOR

CHAPTER 1. There s nothing left to say but good bye Air Supply

Ataupun rumah baginya adalah seseorang memeluk tubuh perindu dengan erat.

Persahabatan Itu Berharga. Oleh : Harrys Pratama Teguh Sabtu, 24 Juli :36

No Oedipus Complex Keterangan Dialog dalam novel Halaman Ya Tidak. Kemudian ayah itu, selalu tidak sabar, akan lompat dari kedua orang tua yang tidak

Belasan kota kudatangi untuk menjadi tempat pelarianku. Kuharap di sana bisa kutemukan kedamaian atau cinta yang lain selainmu.

Wonderheart ditinggali oleh manusia-manusia yang memiliki kepribadian baik. Tidak hanya itu, hampir semua dari mereka nampak cantik dan

Yang Mencinta dalam Diam

2. Gadis yang Dijodohkan

Dulu di lapangan hitam, kalo kakak PSB teriak, Kekuataaannn kita akan jawab,

S a t u DI PAKUAN EXPRESS

sudah rapi kembali setelah dicukur. Ruangan-ruangan didalam bangunan ini sangat

Kurasa memang benar, sebaiknya kita membeli boks yang lebih besar.

Aku memeluk Ayah dan Ibu bergantian. Aroma keringat menusuk hidungku. Keringat yang selama ini menghiasi perjuangan mereka membesarkanku. Tanpa sadar

Sebuah kata teman dan sahabat. Kata yang terasa sulit untuk memasuki kehidupanku. Kata yang mungkin suatu saat bisa saja meninggalkan bekas yang

Sepasang Sayap Malaikat

Cinta itu bukan tentang diri sendiri tapi tentang dia, yang kau sayangi Cinta itu bukan cinta sebelum kau berani mengungkapkannya

[CERITA DARI FASCHEL-SECANGKIR RINDU] August 27, Secangkir Rindu

Alin Ifa. Hadiah Terbaik. Penerbit. AFTSA Publisher

Ketika mimpi menjadi sebuah bayangan, aku menanyakan "kapan ini akan terwujud?" Mungkin nanti, ketika aku telah siap dalam segalagalanya

'hufft, aku cape selalu disakitin sama cowo yang aku sayang.' kata icha sambil menghela nafas. tanpa dia sadari air matanya menetes.

Tidung Island. Pulau Tidung, pulau yang letaknya jauh digugusan

EXT.KAFE RESTO PINGIR PANTAI - MENJELANG SORE

pernah terasa sama lagi setelah kau mengalami hal yang fantastis. Bagiku, pengalaman selama di Vazard adalah hal yang fantastis.

Ya sudah aku mau makan mie saja deh hari ini, kebetulan aku lagi pengen makan mie pakai telur ceplok.

LUCKY_PP UNTUKMU. Yang Bukan Siapa-Siapa. Diterbitkan secara mandiri. melalui Nulisbuku.com

.satu. yang selalu mengirim surat

STOP Hakimi Aku. The Stories *** Tapi... apa itu mungkin, Tuhan? Aku tahu betul kalau. harapan ini sudah melampaui kodratku sebagai laki-laki yang

Behind the sea there s a kingdom where I could see your sweet smile.

"Apa begitu sulit untuk memulai hidup dengan seorang fotografer?" tanyanya saat aku

PACAR BARU FATHIR. Adyta Purbaya ***

Untuk sebuah kehidupan singkat penuh ilusi serta latihan SGV, Ayesha Nadya Muna & Bintang jatuhku -Dimas Arif Firlando

Pertama Kali Aku Mengenalnya

Aku sedang sibuk. Les-les untuk persiapan Ujian Akhir Nasional-ku sangat menyita perhatian.

Stupid Love. June 21 st, 2013

BROADCASTING TV MIDTERMS

HANYA KAMU BAB 1 AMANDA

Maaf, Ki. Kamu salah paham selama ini. Kiama benar-benar tidak paham kalimat yang diucapkan Rifan. Bagaimana mungkin dia salah paham, jika perhatian

Anak laki-laki itu segera mengangkat kakinya. Maaf, ujarnya, sementara si anak

Cerita Tak Bernama. Reyuni Adelina Barus

Iya, Sa. Setidaknya, gue gak jadi ikan mati yang sia-sia. Abyra berbalik mengelus lengan Brisa. Mungkin, Tuhan hanya memberikan apa yang kita

Dongeng Jepang Cerita berasal dari Kojiki (Legenda Jepang)

Bab 9 Bunda, Aku Menyayanginya..

dengan mudah, mereka melukaimu? Mengancammu?, aku membuka mataku. Menatap

Naskah Manajemen Complain dan Customer Care

PROLOG. Wow, lihat! Dia datang. Kata Ronald sambil bersiul.

P A D A M U E M B U N

Titipan Mimpi. Arian Sahidi 1. Ari, cepat, Bapak dan Ibu sudah menunggu di ruang tamu

FAIRA FA. Sakura In The Fall. Diterbitkan secara mandiri. melalui Nulisbuku.com

#RainbowProject: ORANGE. A Way To Sunset NULIS BUKU CLUB PALEMBANG NULIS BUKU CLUB UNIVERSITAS SRIWIJAYA

semoga hujan turun tepat waktu

Marwan. Ditulis oleh Peter Purwanegara Rabu, 01 Juni :25

- Sebuah Permulaan - - Salam Perpisahan -

Si Fero yang Tinggi Hati

Alfa & Omega. awal tanpa akhir

Segera jemput dia di bandara! Dan bawa kemari! Awas, jika dia melarikan diri! Siap, Pak! ~1~ Bandara Soekarno Hatta, am. Pesawat dari Singapura

Setelah bunyi bel pulang berbunyi, anak SMA 70 Jakarta berhamburan keluar kelas (ya iyalah, namanya juga bel pulang). Marsha dan Gina langsung keluar

Transkripsi:

Rasa Kesatu Marshmallow Angin Oktober berhembus lembut senja itu. Menerbangkan setiap helai rambut pendek Vello yang tengah duduk ditepi pantai itu. Menatap lautan lepas didepannya yang dinaungi langit berwarna orange. Matahari mulai mendekati batas cakrawala, sebentar lagi hari akan gelap. Tapi itu semua tak membuat Vello lantas meninggalkan tempat itu. Padahal sudah dua jam ia duduk disana, hanya duduk tanpa melakukan apapun. Dan itu selalu ia lakukan setiap hari. Duduk sendiri ditepi pantai tanpa melakukan apapun. Membuang waktu. Vello. Mau sampe kapan loe duduk disini terus? tanya seseorang yang berdiri dibelakang Vello menghembuskan napasnya perlahan. Sampe... Sampe Bayu dateng kesini dan nemuin loe? tandasnya. Loe yakin Bayu bakal dateng buat nemuin loe? tanyanya sinis. Vello benci pertanyaan Aris, abangnya. Kenapa semua orang seakan mematikan harapan yang ia tanam dihatinya. Harapan bahwa Bayu pasti akan kembali padanya. Harapan bahwa semuanya akan kembali seperti dulu. Seperti saat Bayu ada disebelahnya. Menjadi penopangnya. Menjadi pelipur laranya. Ris, desah Vello pelan. Bukannya setiap yang pergi itu untuk kembali lagi? Vello menatap lurus ke depan, memperhatikan matahari yang mendekati batas cakrawala. Loe pernah bilang gitu ke gue, kan? Vello mengukir senyum tipis. Vell, Aris mendekati adiknya itu lalu duduk disebelahnya. Vello menoleh dan mendapati mata ceria Aris menatapnya. Nggak semua yang pergi itu untuk kembali, Aris menatap lekat gadis yang berusia dua tahun lebih muda darinya itu. Gue pernah bilang gitu kan sama loe? Aris membenahi posisi duduknya kemudian memandangi deburan ombak yang

tengah menghantam karang itu. Berhenti nunggu Bayu, Vell. Udah cukup loe nunggu dia, ujar Aris pelan. Vello menelan ludah pahit. Aris bicara apa? Kenapa Aris tak sependapat dengannya kali ini. Biasanya, apapun yang ia lakukan, Aris pasti mendukung. Tapi kenapa Aris malah memintanya berhenti menunggu Bayu. Lelaki yang selalu ia tunggu setiap hari dipantai ini bersama asa yang membumbung tinggi. Kenapa? Bayu pasti balik, gumam Vello pelan. Tapi cukup terdengar oleh Aris. Dia pasti nemuin gue disini, timpal Vello kemudian. Aris menatap gadis mungil disebelahnya itu. Pasti! Vello menarik sudut bibirnya membentuk senyum. Kapan? tanya Aris datar. Vello menoleh menatap Aris yang menatapnya. Kalau rambut loe udah putih semua, dan kulit loe udah keriput semua? Aris tersenyum sinis. Vello mengerutkan dahinya. Baru dia nemuin loe, Vell? tanya Aris. Asalkan dia nemuin gue, Vello menyibak rambutnya yang tertiup angin. Meskipun rambut gue udah putih semua, ataupun kulit gue udah keriput semua, gue nggak peduli, Ris. Asalkan Bayu nemuin gue, ujar Vello tenang. Kapanpun dia nemuin gue, gue terima! Vello menatap lurus kedepan. Aris menghela napas panjang. Ia memang tak pernah berhasil menghancurkan pendirian Vello. Ia tak pernah bisa membuat Vello melupakan Bayu. Entah apa yang membuat Vello begitu mencintai Bayu dan begitu yakin bahwa Bayu pasti akan kembali padanya. Aris tak pernah paham kenapa Bayu seakan-akan telah mengikat hati Vello, adiknya. Aris akui, Bayu memang sosok yang amat memikat, ia sosok yang hangat, cerewet dan ceria. Jauh berbeda dengan Vello yang merupakan gadis cuek, teledor dan sedikit minder. Dan Aris tahu, Vello berubah saat ia mengenal Bayu. Loe tu bego tahu nggak, Vell? Aris berdiri dari duduknya. Vello mendongakkan kepalanya, memandangi Aris yang berkacak pinggang disebelahnya. Ngapain si loe nunggu

orang yang belum tentu dateng nemuin loe, heh? celoteh Aris jengkel. Buang-buang waktu tahu? Aris menghela napas. Vello kembali menatap lautan lepas didepannya, matahari tinggal separuh diujung sana. Banyak hal yang bisa loe lakuin diluar sana, Vell. Nulis misalnya, tambah Aris. Coba pikir, udah berapa abad loe ninggalin hobby nulis loe? Aris menatap Vello yang diam saja. Loe tinggalin mimpi loe, loe tinggalin imajinasi-imjanasi loe, loe tinggalin semuanya, Vell. Loe sadar nggak? tanya Aris. Ris, suara Vello bergetar. Please, gue... air mata mengalir bebas dipipinya. Itu semua karena Bayu, karena dia loe tinggalin semuanya! timpal Aris. Semenjak dia pergi, gue nggak pernah liat loe duduk dimeja belajar loe buat nulis imajinasi-imajinasi loe, kata Aris. Ris! suara Vello meninggi. Terdengar Aris menghela napas panjang. Berhenti nyalahin Bayu, Vello berdiri dari duduknya, menatap Aris tajam. Dengerin gue, Vell. Aris meremas bahu Vello. Gue nggak mau hidup loe abis buat nunggu Bayu, gue pengen liat loe kayak dulu, gue pengen loe bahagia, Aris mengukir senyum. Vello menurunkan tangan Aris dari bahunya. Kemudian menghapus air matanya dengan kasar. Bahagia tanpa Bayu? Vello menatap nanar mata Aris. Gue nggak bisa, Ris. Nggak bisa! Vello berjalan menjauhi Aris. Nggak segampang itu ngelupain semuanya, ujar Vello. Aris memandangi punggung Vello yang semakin menjauhinya. Dengan langkah pelan, ia mengikuti Vello dari belakang. Jangan minta gue buat ngelupain Bayu, Vello menghapus air matanya lagi sambil terus berjalan. Sampe kapanpun gue nggak akan pernah bisa, Ris. Vello terisak. Kalau loe pengen gue bahagia, Vello menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya. Biarin gue nunggu Bayu sampe kapanpun, tambahnya.

Waktu loe bakal habis percuma, Vell. Percuma! tandas Aris. Vello berhenti tanpa membalikkan tubuhnya, Aris ikut berhenti. Ia pandangi punggung gadis rapuh didepannya. Vello menunduk, merasakan dadanya yang sesak. Rasa kehilangan itu hadir lagi dihatinya. Menyayat hatinya sekali lagi. Sakit bukan main. Kenapa Bayu pergi meninggalkannya begitu saja? Kenapa Bayu membiarkannya menunggu sampai enam bulan lamanya? Kenapa ia seakan ingin membunuh hatinya. Mematikan hatinya agar tak bisa berfungsi lagi. Kenapa? Vello jatuh bersimpuh diatas pasir lembut itu. Kenapa ia selalu seperti ini jika mengingat Bayu? Vell, Aris menghampiri Vello yang duduk lemas ditempatnya. Vello, Aris mengguncang bahu Vello yang tetap bergeming. Ris, Vello memeluk Aris erat. Menumpahkan lara hatinya dibahu abangnya itu. Gue kangen Bayu, Ris. Kangen banget, bisiknya. Aris mengusap-usap punggung adiknya itu, mencoba menenangkan hatinya. Mencoba melipur lara hatinya. Dan mencoba membawa Vello keluar dari keterpurukkannya. Ia menyayangi Vello melebihi apapun didunia, baginya kebahagiaan Vello adalah prioritas utamanya. Air mata Vello membuat dadanya sakit. Vello memang bukan gadis yang memiliki hati setegar karang dilaut itu. Maka dari itu ia benci melihat Vello menangis. Gue kangen Bayu, Ris. Gue kangen sama dia, suara Vello agak serak. Gue ngerti, gumam Aris. Menatap matahari yang baru saja menghilang dibatas cakrawala itu. Hari telah gelap, angin pun mulai berhasil menembus kulit. Tuhan juga tahu gimana perasaan loe sekarang, Aris menghela napas pendek. tanya Vello. Kalau Tuhan tahu, kenapa dia nggak bilang sama Bayu buat dateng nemuin gue disini?

Aris memejamkan matanya sebentar, pertanyaan Vello tak bisa ia jawab. Pertanyaan itu hanya Tuhan yang tahu pasti jawabannya. Bayu boleh benci gue, gumam Vello terisak. Tapi gue nggak suka kalau dia pergi gitu aja, Vello menghapus air matanya dengan kasar. Tidak. Bayu tidak boleh membenci Vello. Vello tidak salah sedikitpun. Vello hanya gadis yang mencintai lelaki yang salah. Lelaki yang notabenenya adalah kekasih gadis lain. Disitulah letak kesalahannya. Tapi bukan salah Vello. Bukankah cinta hadir tanpa memandang tempat yang sesuai. Ia tak memandang tempat dimana ia seharusnya berlabuh. Kepada siapa dan dimana. Tapi Bayu sama sekali tak menghindari Vello. Lelaki itu senang berteman dengan Vello. Dan Vello tak pernah berhasil menghindari pesona yang Bayu tebarkan padanya. Itulah yang akhirnya membuat Vello menjadi seperti sekarang. Bayu seakan membawa separuh jiwanya pergi ikut bersamanya. Vell, bisik Aris. Kenapa loe sebegitunya sih sama Bayu? tanya Aris pelan. Nggak tahu, jawab Vello. Jawaban yang sama, pikir Aris. Vello selalu memberi jawaban seperti itu jika dirinya menanyakan hal seperti itu. Aris benar-benar tak habis pikir. Kenapa Bayu memiliki peranan penting seperti ini bagi Vello? Entahlah. Balik yuk, Vell. ajak Aris kemudian. Hari semakin gelap, angin juga semakin menusuk kulit. Vello hanya mengenakan sweater rajutnya yang tak begitu mampu menghangatkan tubuhnya. Vello melepaskan pelukannya dari Aris, kemudian menghapus air matanya dan berusaha mengukir senyum. Gue cengeng banget ya, Ris? Vello memanyunkan bibirnya manja. Dih baru sadar kalo dirimu itu cengeng? Aris menyeringai.

Jahat loe, Vello meninju lengan Aris pelan. Aris terkekeh. Yuk balik, Vello berdiri dari duduknya diikuti Aris kemudian. Vello berjalan meninggalkan Aris. Gue pikir loe lupa kalo loe punya rumah, ejek Aris. Vello menghentikan langkahnya kemudian membalikkan tubuhnya menatap Aris yang tertawa geli didepannya. Ariiiiis! Vello gemas pada kakak laki-lakinya itu. Aris terkekeh. Ayo pulang! Vello berjalan cepat meninggalkan Aris dengan jengkel. Vell, Aris mengejar Vello yang sudah jauh itu. Vello mengibaskan tangan tak peduli. Besok ikut gue, yuk! Aris berhasil menghampiri Vello dan merangkul bahunya.