MODUL MATA PELAJARAN IPA

dokumen-dokumen yang mirip
Sebuah benda yang diberi gaya sebesar 6 N selama 5 menit mengalami perpindahan sejauh 15 m, tentukanlah: a. usaha yang dilakukan benda b.

Manusia menciptakan alat-alat tersebut karena menyadari

Wardaya College. Denisi. Pesawat Sederhana. Part II

Bab. Peta Konsep. Gambar 13.1 Mendorong mobil. Usaha. membahas melakukan

SMP kelas 9 - FISIKA BAB 10. PESAWAT SEDERHANALATIHAN SOAL BAB 10

USAHA, ENERGI & DAYA

BAB 9 PESAWAT SEDERHANA. Kamu dapat menjelaskan pesawat sederhana yang dapat membuat pekerjaan lebih mudah dan lebih cepat diselesaikan.

BAB USAHA DAN ENERGI I. SOAL PILIHAN GANDA

UJIAN AKHIR SEMESTER 1 SEKOLAH MENENGAH TAHUN AJARAN 2014/2015 Fisika

BAB 1 BAB II PEMBAHASAN

BAB XIV PESAWAT SEDERHANA

MODUL MATA PELAJARAN IPA

LATIHAN USAHA, ENERGI, IMPULS DAN MOMENTUM

BBM 5 PESAWAT SEDERHANA

Bagaimana Menurut Anda

BAB USAHA DAN ENERGI

Widodo Setiyo Wibowo TOPIK: PESAWAT SEDERHANA

USAHA DAN ENERGI. Fisika Dasar / Fisika Terapan Program Studi Teknik Sipil Salmani, ST., MT., MS.

USAHA DAN ENERGI. W = F.s Satuan usaha adalah joule (J), di mana: 1 joule = (1 Newton).(1 meter) atau 1 J = 1 N.m

LATIHAN SOAL MENJELANG UJIAN TENGAH SEMESTER STAF PENGAJAR FISIKA TPB

Tarikan/dorongan yang bekerja pada suatu benda akibat interaksi benda tersebut dengan benda lain. benda + gaya = gerak?????

Contoh Soal dan Pembahasan Dinamika Rotasi, Materi Fisika kelas 2 SMA. Pembahasan. a) percepatan gerak turunnya benda m.

Pesawat sederhana Yang Memudahkan Kerja Manusia


DINAMIKA (HKM GRK NEWTON) Fisika Dasar / Fisika Terapan Program Studi Teknik Sipil Salmani, ST., MS., MT.

Pesawat Sederhana. 279 Bab 9 Energi dan Usaha 279. Pesawat Sederhana

SMP kelas 9 - FISIKA BAB 10. PESAWAT SEDERHANALatihan Soal 10.1

KERJA DAN ENERGI. 4.1 Pendahuluan

SOAL TRY OUT FISIKA 2

TKS-4101: Fisika MENERAPKAN KONSEP USAHA DAN ENERGI J U R U S A N T E K N I K S I P I L UNIVERSITAS BRAWIJAYA

SMP kelas 9 - FISIKA BAB 10. PESAWAT SEDERHANALatihan Soal 10.2

Bab. Energi dan Perubahannya

DINAMIKA PARTIKEL KEGIATAN BELAJAR 1. Hukum I Newton. A. Gaya Mempengaruhi Gerak Benda

1. Sebuah benda diam ditarik oleh 3 gaya seperti gambar.

Kumpulan Soal UN Materi Hukum Newton

Hukum Newton dan Penerapannya 1

PREDIKSI UAS 1 FISIKA KELAS X TAHUN 2013/ Besaran-besaran berikut yang merupakan besaran pokok adalah a. Panjang, lebar,luas,volume

Uji Kompetensi Semester 1

Xpedia Fisika. Soal Mekanika

TUAS. Titik tumpu. Penumpu

Antiremed Kelas 11 FISIKA

Benda B menumbuk benda A yang sedang diam seperti gambar. Jika setelah tumbukan A dan B menyatu, maka kecepatan benda A dan B

Uraian Materi. W = F d. A. Pengertian Usaha

BAB VI Usaha dan Energi

Usaha Energi Gerak Kinetik Potensial Mekanik

BAHAN AJAR PENERAPAN HUKUM KEKEKALAN ENERGI MEKANIK DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

CONTOH SOAL & PEMBAHASAN

BAB III USAHA ENERGI DAN DAYA

Antiremed Kelas 11 Fisika

Dinamika Rotasi, Statika dan Titik Berat 1 MOMEN GAYA DAN MOMEN INERSIA

DINAMIKA 1. Fisika Dasar / Fisika Terapan Program Studi Teknik Sipil Salmani, ST., MT., MS.

BAB 7 USAHA, ENERGI, DAN PESAWAT SEDERHANA

K13 Revisi Antiremed Kelas 10 Fisika

Antiremed Kelas 11 FISIKA

BAB MOMENTUM DAN IMPULS

BAB iv HUKUM NEWTON TENTANG GERAK & PENERAPANNYA

BAB IV DINAMIKA PARTIKEL. A. STANDAR KOMPETENSI : 3. Mendeskripsikan gejala alam dalam cakupan mekanika klasik sistem diskret (partikel).

BAB I PENDAHULUAN. hukum newton, baik Hukum Newton ke I,II,ataupun III. materi lebih dalam mata kuliah fisika dasar 1.Oleh karena itu,sangatlah perlu

Lampiran 1. Tabel rangkuman hasil dan analisa. 16% siswa hanya mengulang soal saja.

DASAR PENGUKURAN MEKANIKA

Pelatihan Ulangan Semester Gasal

PENGENDALIAN MUTU KLAS X

ANTIREMED KELAS 11 FISIKA

USAHA, ENERGI DAN MOMENTUM. Fisika Dasar / Fisika Terapan Program Studi Teknik Sipil Salmani, ST., MS., MT.

SOAL DINAMIKA ROTASI

DINAMIKA 1. Fisika Dasar / Fisika Terapan Program Studi Teknik Sipil Salmani, ST., MS., MT.

DINAMIKA. Rudi Susanto, M.Si

6. Berapakah energi kinetik seekor nyamuk bermassa 0,75 mg yang sedang terbang dengan kelajuan 40 cm/s? Jawab:

K13 Revisi Antiremed Kelas 10 Fisika

MEKANIKA UNIT. Pengukuran, Besaran & Vektor. Kumpulan Soal Latihan UN

A. Pendahuluan. Dalam cabang ilmu fisika kita mengenal MEKANIKA. Mekanika ini dibagi dalam 3 cabang ilmu yaitu :

BAHAN AJAR FISIKA KELAS XI SMA SEMESTER 1 BERDASARKAN KURIKULUM 2013 USAHA DAN ENERGI. Disusun Oleh : Nama : Muhammad Rahfiqa Zainal NIM :

1. Pengertian Usaha berdasarkan pengertian seharihari:

d r 5. KERJA DAN ENERGI F r r r 5.1 Kerja yang dilakukan oleh gaya konstan

BESARAN VEKTOR B A B B A B

Laporan Praktikum IPA Modul 4. Gaya

SMP kelas 9 - FISIKA BAB 10. PESAWAT SEDERHANALatihan Soal 10.3

KERJA DAN ENERGI. r r. kx untuk pegas yang teregang atau ditekan, di mana. du dx. F x

Lampiran 1 Surat Ijin Penelitian

Materi dan Soal : USAHA DAN ENERGI

DINAMIKA ROTASI DAN KESETIMBANGAN BENDA TEGAR

Soal SBMPTN Fisika - Kode Soal 121

sifat Gaya meliputi tiga hukum contoh gaya Hukum I Newton Gaya gesekan mempermudah pekerjaan dan memperkecil gaya untuk melakukan usaha

Gaya merupakan besaran yang menentukan sistem gerak benda berdasarkan Hukum Newton. Beberapa fenomena sistem gerak benda jika dianalisis menggunakan

BAB VII ENERGI. Gb. Kegiatan sehari-hari yang memerlukan energi

BAB 4 USAHA DAN ENERGI

Jawaban Soal OSK FISIKA 2014

GAYA DAN PERCEPATAN. Gb. anak sedang main ayunan. Apakah dorongan atau tarikan yang kamu lakukan itu? untuk mengetahuinya lakukanlah kegiatan berikut!

K13 Revisi Antiremed Kelas 10

RANCANGAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : SMP Negeri 2 Mlati Mata Pelajaran : IPA Kelas / Semester : VIII/ 1

Jawaban Soal No W = (3kg)(9,8m/s 2 )= 29,4 kg.m/s 2 =29,4 N 2. W = (0,20kg)(9,8m/s 2 )=1,96 N 10/21/2011

BAB iv HUKUM NEWTON TENTANG GERAK & PENERAPANNYA

TUJUAN :Mahasiswa memahami konsep ilmu fisika, penerapan besaran dan satuan, pengukuran serta mekanika fisika.

MAKALAH MOMEN GAYA. Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Fisika Mekanik. Disusun Oleh: 1.Heri Kiswanto 2.M Abdul Aziz

BAB 5 Drs. Pristiadi Utomo, M.Pd.

Antiremed Kelas 11 FISIKA

Kumpulan Soal UN Fisika Materi Usaha dan Energi

KINEMATIKA. Fisika Dasar / Fisika Terapan Program Studi Teknik Sipil Salmani, ST., MS., MT.

USAHA DAN ENERGI 1 USAHA DAN ENERGI. Usaha adalah hasil kali komponen gaya dalam arah perpindahan dengan perpindahannya.

Kumpulan soal Pilihan Ganda Fisika Created by : Krizia, Ruri, Agatha IMPULS DAN MOMENTUM

Transkripsi:

KERJASAMA DINAS PENDIDIKAN KOTA SURABAYA DENGAN FAKULTAS MIPA UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA MODUL MATA PELAJARAN IPA Usaha, energi, dan pesawat sederhana untuk kegiatan PELATIHAN PENINGKATAN MUTU GURU DINAS PENDIDIKAN KOTA SURABAYA TAHUN 2017

USAHA, ENERGI DAN PESAWAT SEDERHANA A. PENGANTAR Pada pembahasan kali ini kita akan membahas materi tentang Usaha, Energi dan Pesawat Sederhana diantaranya akan membahas: perbedaan pengertian usaha sebagai istilah sains dengan istilah usaha yang digunakan dalam digunakan dalam kehidupan sehari-hari, bebagai jenis energi serta hukum kekekalan energi dan berbagai macam jenis pesawat sederhana serta penerapanya dalam kehidupan sehari-hari. Materi ini sangat penting untuk disampaikan sebagai dasar untuk penerapannya dalam kehidupan sehari-hari serta mepelajari materi lintas matapelajaran yaitu biologi sebagai contoh untuk materi kerja otot pada struktur rangka manusia. Sedangkan berdasarkan Kurikulum 2013, tercantum dalam silabus KD3 dan KD4 sebagai berikut: 3.3 Menjelaskan konsep usaha, pesawat sederhana, dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari termasuk kerja otot pada struktur rangka manusia 4.3 Menyajikan hasil penyelidikan atau pemecahan masalah tentang manfaat penggunaan pesawat sederhana dalam kehidupan sehari-hari Sedangkan untuk SKL UN SMP tahun 2017 yang terkait dengan materi Pengukuran adalah sebagai berikut: 1. Peserta didik dapat membedakan pengertian usaha yang digunakan dalam sains dan pengertian dalam kehidupan sehari-hari 2. Peserta didik dapat mengaplikasikan pengetahuan tentang usaha dan energi 3. Peserta didik dapat bernalar tentang pesawat sederhana B. TUJUAN Tujuan pelaksanaan diklat ini adalah: 1. Peserta Diklat mampu menguasai materi Usaha, Energi dan Pesawat Sederhana 2. Peserta Diklat mampu merumuskan indikator setara ujian nasional untuk kompetensi yang berkaitan dengan materi Usaha, Energi dan Pesawat Sederhana 3. Peserta Diklat mampu menyusun butir soal setara ujian nasional sesuai dengan rumusan indikator. MODUL PPMG IPA SMP 1 dari 20

C. URAIAN MATERI 1. Usaha Dalam percakapan sehari-hari usaha selalu merujuk pada berbagai aktifitas fisik ataupun mental, tetapi dalam sains usaha hanya memiliki satu arti. Usaha hanya dilakuakan ketika gaya yang bekerja pada benda menghasilkan pergerakan atau perpindahan benda. Ketika Anda mengangkat sebuah benda dari lantai ke atas meja ataupun menarik sebuah benda di atas lantai maka usaha dikerjakan. Akan tetapi tidak ada usaha yang dikerjakan jika Anda tidak mampu memindahkan benda tersebut, tidak peduli seberapa besar dan kerasnya tarikan atau dorongan yang Anda lakukan. Seorang yang mendorong tembok yang kokoh tidak akan melakukan usaha walaupun gaya yang diberikan cukup besar namun tidak akan bisa memindahkan tembok oleh karena itu dikatakan bahwa usaha yang dilakukannya sama dengan nol. Dari uraian di atas secara jelas dalam istilah sains menyatakan bahwa Anda tidak melakukan usaha ketika Anda membaca sebuah buku ataupun menonton televisi. (1a) (1b) Gambar (1): (a) orang laki-laki tersebut tidak melakukan usaha karena benda tidak berpindah (b) orang perempuan tersebut melakukan usaha karena benda berpindah Perhatikan Gambar (2) kita tinjau sebuah gaya konstan (F) berarah horisontal bekerja pada sebuah benda yang terletak di atas lantai licin (tanpa gesekan). Karena pengaruh gaya tersebut benda berpindah sejauh (d) searah terhadap gaya yang bekerja: MODUL PPMG IPA SMP 2 dari 20

Gambar (2): Sebuah gaya bekerja pada balok dan mengakibatkan benda berpindah sejauh d sehingga usaha (W) dilakukan gaya yang bekerja didefinisikan sebagai besarnya gaya yang bekerja (F) dikalikan dengan besarnya perpindahan (d). Dengan kata lain besarnya usaha sebanding dengan besarnya gaya yang bekerja dan besarnya perpindahan. Usaha = Gaya x jarak perpindahan W = F x d 2. Energi Potensial Energi potensial adalah energi yang dihasilkan dari posisi yang dimiliki suatu benda. Energi potensial merupakan energi yang tersimpan pada benda tersebut. Salah satu bentuk energi potensial paling umum yang dimiliki suatu benda ketika benda tersebut berada diatas permukaan bumi. Ketika suatu benda diangkat secara vertikal usaha dilakukan untuk melawan berat benda dan usaha ini akan disimpan pada benda tersebut dalam bentuk energi potensial grafitasi. Sebagai contoh sebuah batu bata yang terletak pada rak di atas permukaan bumi memiliki energi potensial. Dalam kedua kasus di atas besar usaha yang dilakukan sama dengan gaya dikali jarak perpindahan, usaha ini disimpan sebagai energi potensial, oleh karena itu: Usaha yang dikerjakan = Energi Potensial W = E p Gaya yang bekerja adalah grafitasi bumi atau berat benda dan perpindahannya adalah ketinggian dari benda, sehingga: W = E p = F x d = Berat Benda x Ketinggian benda = m g x h (berat benda = m g) E p = m g h Dimana E p = Energi potensial grafitasi (Joule) m = Massa benda (kg) g = Percepatan grafitasi bumi (m/s 2 ) h = Ketinggian benda (meter) 3. Energi Kinetik Energi kinetik adalah energi yang dihasikan dari gerakan suatu benda. Angin, air mengalir, mobil yang sedang bergerak dan sebuah palu yang diayunkan untuk memaku semuanya memiliki energi kinetik. Jika Anda mencoba menghentikan suatu benda yang sedang bergerak, Anda akan merasakan energi kenetik benda tersebut. MODUL PPMG IPA SMP 3 dari 20

Energi kinetik bergantung baik pada massa benda dan juga kelajuan dari benda tersebut. Kita dapat menghitung energi kinetik yang dimiliki suatu benda dengan mengalikan setengah massa benda dengan kuadrat kecepatan benda tersebut. Energi Kinetik = 1/2 x massa x kuadrat kecepatan E k = 1/2 m x v 2 Duimana: m = massa benda (kg) v = kecepatan benda (m/s) E k = Energi Kinetik benda (Joule) Dari persamaan di atas menunjukkan bahwa menduakalikan massa benda akan berakibat menduakalikan energi kinetiknya dan menduakalikan kecepatan benda akan menjadikan energi kinetiknya empat kali dari semula. 4. Pesawat sederhana Pesawat atau mesin adalah alat yang membantu orang melakukan pekerjaan dengan lebih mudah. Dalam fisika, Anda melakukan usaha setiap saat ketika Anda menggunakan sebuah gaya untuk memindahkan suatu benda. Skateboard, mobil, sepeda,sekop, perahu, pintu, lampu, dan tangga semua adalah contoh dari mesin. Sedangkan pesawat sederhana merupakan alat yang paling sederhana untuk mempermudah pekerjaan kita, pesawat sederhana yang akan kita bahas kali ini adalah tuas-pengungkit, katrol dan bidang miring. Pesawat sederhana mempermudah melakukan pekerjaan atau usaha kita diantaranya dengan jalan: (1) mengubah arah gaya sebagai contoh saat kita memenaikan bendera pada tiang bendeara ataupun mengangkat air dari sumur dengan menggunakan katrol kita menarik tali yang membelit melingkar pada katrol sehingga tali dengan mudah kita tarik sesuai arah yang kita inginkan. (2) mengubah jarak tempuh gaya sebagai contoh bayangkan Anda perlu untuk memindahkan kotak berat sampai diatas mobil. Ini akan lebih mudah untuk membawanya melalui bidang miring (Seperti tangga) daripada mengangkatnya lurus ke atas. Akan tetapi saat Anda mengakat kotak menaiki bidang miring itu jarak perjalanan lebih jauh daripada jika Anda melemparkannya lurus ke atas (3) memperkecil besar gaya yang dikerjakan sebagai contoh dengan sebuah alat tuas pembuka botol, kita dapat menggunakan gaya yang lebih kecil untuk menarik pembuka botol ke atas dengan jarak yang lebih jauh dan akan menghasilkan perpindahan yang kecil namun gaya bekerja yang lebih besar pada tutup botol. MODUL PPMG IPA SMP 4 dari 20

Gambar (3): Katrol pada tiang bendera yang berfungsi mengubah arah gaya Gambar (4) : Bidang miring mempermudah pekerjaan namun jarak tempuh membesar Gambar (5) : Pembuka tutup botol melipat gandakan gaya yang diberikan. Pesawat sederhana membuat pekerjaan lebih mudah, tetapi mereka tidak mengurangi pekerjaan yang dilakukan atau energi yang dikeluarkan. Jadi usaha yang dikeluarkan tetap sama dalam arti jika jarak perpindahan semakin jauh, maka gaya yang MODUL PPMG IPA SMP 5 dari 20

diberikan semakin kecil dan jika gaya yang diberikan semakin besar maka maka besarnya perpindahan semakin kecil. Pada dasarnya pesawat sederhana adalah untuk memperkecil gaya yang harus diberikan atau mengubah arah gaya yang harus dikerjakan, sehingga mempermudah kerja atau usaha yang harus dilakukan. Dengan mempermudah pekerjaan maka pesawat sederhana dapat mempercepat pekerjaan terselesaikan. 5. Tuas Pengungkit Sebuah tuas-pengungkit adalah batang yang berporos dari titik tetap yang disebut titik tumpu. Sebagai contohnya seperti Jungkat jungkit, gerobak, gunting dan pinset. Pada tuas pengungkit juka berlaku hukum kekekalan energi, perhatikan Gambar (6) di bawah ini: Gambar (6) : Tuas-pengungkit untuk mengangkat sebuah batu. Pada waktu yang bersamaan ketika kita melakukan usaha saat menekan satu ujung batang dengan gaya kuasa, maka diujung yang lain usaha dilakukan oleh beban dengan besar yang sama. Menuru hukum kekekalan energi maka berlaku: Usaha Input = Usaha Output Gaya Input x Jarak Input = Gaya Output x Jarak Output F 1 d 1 = F 2 d 2 Dari persamaan maka dapat dilihat bahwa pesawat sederhana dapat menggandakan besarnya gaya yang dikerjakan akan tetapi tidak mampu menggandakan besarnya energi yang dikeluarkan. Kita melihat bahwa arah dari gaya berubah, jika kita menekan ujung batang ke bawah maka beban akan terangkat ke atas dan yang lebih penting lagi gaya kecil yang kita berikan telah digandakan menjadi gaya yang cukup besar. MODUL PPMG IPA SMP 6 dari 20

Perhatikan Gambar (7) contoh penerapan tuas-pengungkit di bawah, gaya kecil yang diberikan orang pada pegangan dongkrak digandakan sangat besar sehingga dapat mengangkat beratnya mobil. Pengorbanan yang harus dibayar untuk kondisi ini adalah kita harus meberikan gaya kita bekerja untuk jarak perpindahan yang lebih besar, ketika pegangan bergerak ke bawah 25 cm maka mobil hanya terangkat 0,25 cm Gambar (7) Contoh penerapan tuas-pengungkit dalam kehidupan sehari-hari Berdasarkan letak atau kedudukan dari beban, titik tumpu dan kuasanya, tuas digolongkan menjadi tiga Kelas yaitu: a) Tuas Kelas Pertama Tuas-Pengungkit kelas pertama memiliki tempat titik tumpu di tengah, antara gaya Input (kuasa) dan gaya output (beban). Pada tuas kelas pertama akan mengubah besarnya gaya, jarak kerja gaya dan arah gaya Anda. Anda dapat mendorong ke bawah pada salah satu ujung untuk mengangkat beban di sisi lain dari titik tumpu. Ini merupakan penjelasan bagaimana jungkat-jungkit bekerja. Gunting, tang, dan pencabut paku merupakan contoh lain dari tuas pengungkit golongan kelas pertama: Anda dapat mendorong lembut pada lengan panjang tuas untuk mengangkat sesuatu secara paksa untuk jarak pendek. Atau, Anda dapat memberikan dorongan yang kuat pada pendek tuas untuk memindahkan ujung yang lain jarak jauh MODUL PPMG IPA SMP 7 dari 20

Gambar (8) Contoh peralatan yang termasuk Tuas Kelas Pertama b) Tuas Kelas Ke Dua Pada tuas kelas ke dua, kekuatan output atau beban yang dipindahkan, berada di tengah,antara gaya masukan (kuasa) dan titik tumpu. Sebuah tuas kelas kedua mengubah besar dan jarak dari gaya Anda (tidak seperti tuas kelas pertama, arah gaya Anda pada tuas kelas kedua tidak berubah). Berpikir bagaimana gerobak bekerja: setelah Anda menarik dengan gaya kecil pada jarak lebih panjang dari satu sisi tuas, beban berat di tengah bergerak naik dengan jarak yang lebih kecil, lebih mudah, sedangkan titik tumpu terletak di ujung sisi yang lain Gambar (9) Contoh peralatan yang termasuk Tuas Kelas Ke Dua c) Tuas Kelas Ke Tiga Pada tuas kelas ke tiga, gaya input Anda (kuasa) diterapkan di tengah, sementara beban atau gaya output dan titik tumpu berada di kedua ujung. Pada tuas kelas ke tiga Ini merubahan jarak dan besarnya gaya Anda. Ketika Anda menerapkan gaya MODUL PPMG IPA SMP 8 dari 20

melalui jarak pendek di tengah pinset, mereka memindahkan sesuatu di ujung ke titik tumpu pada jarak lebih panjang, dengan gaya yang lebih kecil. Inilah sebabnya mengapa pinset yang besar untuk tugas-tugas tangan kita terlalu canggung, karena gaya yang dihasilkan di ujung beban akan mengecil sehingga tidak bisa kuat menjepit. Gambar (10) Contoh peralatan yang termasuk Tuas Kelas Ke Tiga 6. Katrol Katrol adalah sebuah tali panjang yang melilit pada sebuah roda biasa digunakan untuk memindahkan suatu benda. Katrol membantu mengangkat atau memindahkan beban. Anda dapat menggunakan katrol untuk menaikkan bendera ke ujung atas tiang bendera dengan menarik tali ke bawah. Katrol dapat membuat pekerjaan lebih mudah dengan mengubah arah gaya Anda. Ketika Anda menggunakan katrol untuk memindahkan sesuatu dengan menarik ke bawah, Anda mendapatkan bantuan tambahan dari gravitasi. Bayangkan bukannya mencoba untuk memanjat lurus ke atas tiang bendera dengan bendera di tangan untuk mengibarkannya ke atas ujung tiang bendera! Katrol juga mengubah besar dan jarak gaya input. Anda menerapkan gaya input yang lebih kecil namun jarak yang lebih besar dari pada memindahkan beban dengan gaya yang lebih besar dengan jarak yang lebih pendek. Untuk mengangkat atau memindahkan beban lebih berat, Anda dapat menggunakan lebih banyak katrol, tetapi Anda juga perlu menambahkan tali yang lebih panjang. Jika Anda dua kali lipat jumlah katrol, maka Anda harus menggandakan tali dan dua kali lipat panjang jarak lebih dimana gaya harus diterapkan. Sebuah katrol dapat membuat lebih mudah untuk mengangkat sesuatu benda yang berat dengan gaya kecil yang diaplikasikan dengan jarak tali yang lebih jauh. Ketika Anda menarik atau menerapkan gaya untuk jarak tali yang lebih jauh lebih daripada jarak MODUL PPMG IPA SMP 9 dari 20

beban bergerak, hal tersebut biasanya lebih mudah untuk menambahkan tali yang lebih panjang daripada menerapkan gaya yang lebih besar. Perhatikan Gambar (11) di bawah! Dapatkah Anda melihat bahwa katrol hanyalah sebuah tuas yang menyamar? Gambar ini adalah satu katrol tetap, dimana katrol itu bertindak seperti tuas dengan lengan yang sama. Katrol ini hanya mengubah arah gaya input, ketika orang menarik tali ke bawah, maka beban akan terangkat. Gambar (11) Katrol tunggal tetap bekerja seperti tuas kelas pertama Gambar (12) Katrol tunggal bergerak ini seperti tuas kelas ke dua Bila kita mengamati Gambar (10) di atas, maka kita akan melihat letak dari titik tumpu berada di sebelah kiri dan tidak berada pada pusat katrol mengapa demikian? Hal ini dikarenakan pusat katrol merupakan titik gaya berat beban bekerja, sedangkan gaya input yang dilakukan ada disebelah kanan sehingg a titik tumpunya ada disebelah kiri. Dari letak titik tumpu yang berada pada ujung kiri kemudian titik beban ada ditengah dan titik kuasa ada pada ujung kanan seperti yang terlihat pada Gambar (10) maka tampak jelas sistem kerja katrol ini seperti sistim kerja tuas kelas ke dua. Karena lengan MODUL PPMG IPA SMP 10 dari 20

kuasa panjangnya dua kali panjang lengan bebannya maka Katrol tunggal bergerak tersebut memiliki keuntungan bahwa beban dapat diangkat dengan gaya input yang besarnya hanya setengah dari berat beban. a) Keuntungan Mekanik Banyak orang mengatakan bahwa mesin sederhana membuat kerja tampaknya lebih mudah untuk dilakukan. Seorang fisikawan dapat menghitung besarnya keuntungan tersebut dalam istilah keuntungan mekanik. Keuntungan mekanik pesawat sederhana dapat digolongkan menjadi dua yaitu keuntungan mekanik ideal dan keuntungan mekanik aktual. Keuntungan mekanik ideal adalah angka pengali gaya input dalam kondisi ideal yaitu tanpa adanya gesekan. Keuntungan mekanik aktual adalah angka pengali gaya input dalam kondisi sesuai dunia nyata dimana gesekan terjadi. Dalam pembahasan kali ini kita hanya akan membahas keuntungan mekanik ideal. KM = F out / F in Dimana KM = Keuntungan Mekanika F out = Gaya output atau berat beban (Newton) F in = Gaya output atau berat beban (Newton) b) Keuntungan Mekanik Katrol tunggal tetap Gambar (13) Gaya yang bekerja pada katrol tunggal tetap MODUL PPMG IPA SMP 11 dari 20

Dalam permasalahan ini keuntungan mekanik adalah satu (KM = 1). Katrol ini tidak menggandakan gaya input, katrol ini hanya mengubah arah gaya yang semula berarah ke atas menjadi berubah arah ke bawah, dan bagi banyak orang hal ini merupakan keuntungan. W in = W out F in d in = F out d out (100 N)(10 cm) = (100 N)(10 cm) KM = F out / F in KM = 100 N / 100 N KM = 1 c) Keuntungan Mekanik Satu Katrol Tetap dan Satu Katrol Bergerak Gambar (14) Gaya yang bekerja pada katrol satu tetap dan satu katrol bergerak Dalam permasalahan ini keuntungan mekanik adalah dua (KM = 2). Rangkaian katrol ini tidak hanya hanya mengubah arah gaya yang semula berarah ke atas menjadi berubah arah ke bawah, tetapi juga melipat gandakan gaya tersebut. Gaya input sebesar 50 Newton mampu mengangkat beban seberat 100 Newton. W in = W out F in d in = F out d out (50 N)(20 cm) = (100 N)(10 cm) KM = F out / F in KM = 100 N / 50 N KM = 2 MODUL PPMG IPA SMP 12 dari 20

d) Keuntungan Mekanik Dua Katrol Tetap dan Satu Katrol Bergerak Gambar (15) Gaya yang bekerja pada katrol dua tetap dan satu katrol bergerak Dalam permasalahan ini keuntungan mekanik adalah tiga (KM = 3). Rangkaian katrol ini tidak hanya hanya mengubah arah gaya yang semula berarah ke atas menjadi berubah arah ke bawah, tetapi juga melipat gandakan gaya tersebut. Gaya input sebesar 33,33 Newton mampu mengangkat beban seberat 100 Newton. W in = W out F in d in = F out d out (33,33 N)(30 cm) = (100 N)(10 cm) KM = F out / F in KM = 100 N / 33,33 N KM = 3 MODUL PPMG IPA SMP 13 dari 20

e) Keuntungan Mekanik Dua Katrol Tetap dan Dua Katrol Bergerak Gambar (16) Gaya yang bekerja pada katrol dua tetap dan dua katrol bergerak Dalam permasalahan ini keuntungan mekanik adalah empat (KM = 4). Rangkaian katrol ini tidak hanya hanya mengubah arah gaya yang semula berarah ke atas menjadi berubah arah ke bawah, tetapi juga melipat gandakan gaya tersebut. Gaya input sebesar 25 Newton mampu mengangkat beban seberat 100 Newton. W in = W out F in d in = F out d out (25 N)(40 cm) = (100 N)(10 cm) KM = F out / F in KM = 100 N / 25 N KM = 4 Dari uraian penjabaran keuntungan mekanik pada bebagai rangkaian beberapa katrol di atas maka dapat diperoleh beberapa kesimpulan diantaranya: 1) Semua mesin atau pesawat yang komplek dapat dipandang sebagai kombinasi atau gabungan mesin atau pesawat sederhana 2) Pesawat sederhana dapat mengubah arah dari gaya, mereka juga dapat melipatgandakan besarnya gaya ataupun melipatgandakan jarak. 3) Tidak ada mesin yang dapat menciptakan energi, tetapi mesin hanya bisa memindahkan energi atau mengubah satu bentuk energi menjadi bentuk energi yang lain MODUL PPMG IPA SMP 14 dari 20

7. Bidang Miring Di rumah, di sekolah, di kantor, di pusat perbelanjaan, dan di tempat-tempat umum lainnya yang memiliki bangunan fisik bertingkat umumnya dilengkapi tangga sebagai alat penghubung antar tingkat. Ketika Anda menaiki sebuah tangga, apakah yang Anda rasakan? Bagaimana pula yang Anda rasakan bila menaiki bangunan bertingkat dengan menggunakan tangga secara vertikal? Di daerah pegunungan, umumnya jalan-jalan dibuat berkelok-kelok. Mengapa? Ternyata kita bisa dengan lebih nyaman berpindah dari satu lantai ke lantai berikutnya dengan menggunakan anak tangga dibandingkan dengan menaikinya menggunakan tangga vertikal. Jalan-jalan di daerah pegunungan sengaja dibuat landai dan berkelok-kelok untuk mengurangi sudut kemiringannya. Semakin landai kemiringan suatu permukaan, semakin sedikit energi yang dibutuhkan untuk mendakinya. Prinsip kerja tangga dan jalan-jalan dipegunungan menggunakan prinsip bidang miring. Lantas apa yang dimaksud dengan bidang miring? Bidang miring merupakan salah satu jenis pesawat sederhana yang terdiri dari bidang datar yang salah satu ujungnya lebih tinggi daripada ujung lainnya. Bidang miring diposisikan miring agar dapat memperkecil gaya yang dibutuhkan untuk memindahkan benda ke tempat yang lebih tinggi dibandingkan mengangkat nya secara vertical, perhatikan Gambar (17). Gambar (17) Bidang miring Bidang miring memberikan keuntungan yaitu memungkinkan kita memindahkan suatu benda ke tempat yang lebih tinggi dengan gaya yang lebih kecil. Meskipun demikian, bidang miring juga memiliki kelemahan, yaitu jarak yang harus ditempuh untuk memindahkan benda tersebut menjadi lebih panjang (jauh). Pemanfaatan prinsip MODUL PPMG IPA SMP 15 dari 20

kerja bidang miring dapat kita temukan dalam sejumlah perkakas, diantaranya kapak,pisau, skrup, baut, dan sebagainya Gambar (18). Contoh pemanfaatan bidang miring Anda akan memahami bahwa besarnya gaya yang diperlukan untuk mengangkat atau memindahkan beban ke ketinggian tertentu dipengaruhi oleh kemiringan dari bidang miring yang digunakan, yang secara tidak langsung bergantung pada panjang bidang sebuah bidang miring. Semakin landai sebuah bidang miring (semakin kecil sudut kemiringannya) yang berarti semakin panjang permukaan bidang miringnya, maka semakin kecil gaya kuasa yang diperlukan untuk memindahkansebuah beban, atau semakin besar keuntungan mekanisnya. Agar lebih jelas pemahaman kitamengenai penggunaan bidang miring, marilah kita cermati contoh kasus berikut ini dan kenali bagian-bagian pada bidang miring, seperti yang ditunjukkan pada Gambar (19) MODUL PPMG IPA SMP 16 dari 20

Gambar (19) Bagian-bagian bidang miring Sebuah kotak dengan berat B akan dipindahkan ke atas sebuah rak setinggi t dengan menggunakan sebuah bidang miring yang panjangnya p dan dengan gaya F. Bila kita mendorong kotak tersebut dengan gaya F sepanjang bidang miring yang panjangnya p, maka kita telah melakukan kerja atau usaha yang besarnya adalah F x p. Sedangkan apabila peti seberat B tersebut diangkat langsung secara tegak, tanpa bantuan bidang miring ke atas sebuah rak setinggi t, maka kerja atau usaha yang harus dilakukan adalah B x t Karena ketinggian yang hendak dicapai, yakni tinggi rak adalah tetap (sama), sehingga besar kerja atau usaha atau kerja yang kita lakukan, baik dengan menggunakan bidang miring maupun tanpa menggunakan bidang miring adalah sama, atau secara matematis dapat dituliskan: F x p = B x t atau: F = B Dengan: F = gaya kuasa yang diperlukan untuk memindahkan beban (Newton) B = gaya berat beban (Newton) t = ketinggian kemana beban dipindahkan atau perbedaan ketinggian ujung-ujungbidang miring (meter) p = panjang bidang miring (meter) Keuntungan mekanis yang kita peroleh dengan menggunakan bantuan bidang miring adalah: MODUL PPMG IPA SMP 17 dari 20

KM = =. D. CONTOH INDIKATOR, SOAL, DAN PENYELESAIAN Indikator 1. Diberikan beberapa contoh alat pesawat sederhana tuaspengungkit, peserta didik dapat mengelompokkan alat tersebut dalam kelasnya dengan benar. Soal Sesuai Indikator 1. Perhatikan gambar contoh alat pesawat sederhana tuas-pengungkit di bawah! (1) (2) (3) Kunci Jawaban C (4) (5) (6) 2. Diberikan beberapa kondisi pada Dari alat-lat tersebut di atas maka dapat dikelompokan kelasnya sesuai dengan pilihan... Tuas Kelas Pertama Tuas Kelas Ke Dua Tuas Kelas Ke Tiga A. (1), (2) (3), (4) (5), (6) B. (2), (3) (5), (6) (1), (4) C. (2), (3) (1), (4) (5), (6) D. (1), (4) (2), (3) (5), (6) 2. Ajay dan Sarah sedang bermain Jungkat jungkit. Dari diagram yang tertera di bawah manakah Jungkat B MODUL PPMG IPA SMP 18 dari 20

Indikator permasalahan pesawat sederhana tuas-pengungkit, peserta didik dapat memprediksi kondisi tuas-pengungkit yang menghasilkan keadaan setimbang dengan benar Soal Sesuai Indikator jungkit yang akan berada dalam keadaan setimbang? Kunci Jawaban 3. Diberikan fenomena kehidupan sehari-hari terkait dengan tuas pengungkit, peserta didik mampu menggunakan prinsip kerja tuas-pengungkit untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan benar 3. Perhatikan gambar di bawah ini! Agar jungkat jungkit dalam keadaan setimbang yang harus dilakukan adalah: A. Tempat duduk anak perempuan didekatkan menuju titik tumpu hingga diperoleh kesetimbangan B. Tempat duduk anak laki-laki didekatkan menuju titik tumpu hingga diperoleh kesetimbangan C. Tempat duduk anak perempuan dan laki-laki didekatkan menuju titik tumpu hingga diperoleh kesetimbangan D. Tempat duduk anak laki-laki dijauhkan dari titik tumpu hingga diperoleh kesetimbangan B MODUL PPMG IPA SMP 19 dari 20

E. SOAL-SOAL LATIHAN 1. Sebutkan tuas yang Anda gunakan di rumah! Dimana letak titik tumpu, kuasanya dan bebanya! Termasuk kelas berapa tuas tersebut? 2. Tuas banyak digunakan dalam dunia olah raga. Pikirkan dan sebutkan beberapa tuas yang digunakan para atlit! 3. Dapatkah Anda pikirkan sebuah pekerjaan yang bisa Anda kerjakan jauh lebih mudah jika Anda menggunakan katrol? 4. Silakan Anda tulis dalam daftar alat-alat katrol yang bisa Anda temukan di rumah Anda, di sekitar rumah atau tetangga Anda, dan di sekolah Anda? 5. Mengapa tangga dan bukit dianggap bidang miring? 6. Jika Anda memindahkan barang dari lantai pertama ke lantai dua bangunan, apakah Anda lebih suka memindahkan barang Anda melalui jalan pendek (lurus keatas/terjal) atau jalan panjang (landai tidak terjal)? Mana yang akan lebih mudah? Mana yang akan lebih cepat? 7. Kapan lagi (dalam bidang apa lagi) Anda bisa menggunakan bidang miring untuk membantu Anda bekerja? F. LATIHAN MERUMUSKAN INDIKATOR DAN MEMBUAT BUTIR SOAL Berdasarkan SKL materi Usaha, Energi dan Pesawat sederhana yang dicantumkan pada bagian Pengantar di atas, rumuskan indikator dan kembangkan butir soal untuk mengukur indikator tersebut. G. DAFTAR PUSTAKA Ozarslan, Coskun, 1993. Road to Science. Ankara: Alfa Publications MILTON J. RUBENSTEIN, MUSEUM OF SCIENCE AND TECHNOLOGY,SIMPLE MACHINES www.most.org/curriculum_project/simple_machines/elementary/prior/simple_ machines_prior.pdf MODUL PPMG IPA SMP 20 dari 20