Catatan Pengarahan FLEGT

dokumen-dokumen yang mirip
Legalitas Pengeksporan Hasil-Hasil Hutan ke Negara-Negara Uni Eropa, Australia dan Amerika Serikat. Kota, Negara Tanggal, 2013

Persyaratan Umum Lembaga Sertifikasi Ekolabel

Naskah Terjemahan Lampiran Umum International Convention on Simplification and Harmonization of Customs Procedures (Revised Kyoto Convention)

Mengekspor di Tengah Perubahan Lansekap Hukum

Apa yang dimaksud dengan kesepakatan kemitraan sukarela Pendekatan Uni Eropa

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan MARI DUKUNG! I M P L E M E N T A S I P E N U H. oleh Agus Justianto

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Buku laporan State of the World's Forests yang diterbitkan oleh Food

KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN DIREKTORAT JENDERAL BINA USAHA KEHUTANAN

Badan Nasional Sertifikasi Profesi. ==================================== Persyaratan Umum Lembaga Sertifikasi Profesi Cabang (LSP Cabang)

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA,

Mengekspor dalam Lasekap Hukum yang Bergeser LOKAKARYA PELATIHAN LEGALITAS. Kota, Negara Tanggal, 2013

SALINAN PERATURAN MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PENYELENGGARAAN SERTIFIKASI USAHA PARIWISATA

KAN-G-XXX Nomor terbit: 1 Mei 2013

Catatan informasi klien

Pemeriksaan uji tuntas Penggunaan Kerangka Kerja Legalitas Kayu (bagi importir)

Komite Akreditasi Nasional

BSN PEDOMAN Persyaratan umum lembaga sertifikasi produk. Badan Standardisasi Nasional

PT INTEGRITA GLOBAL SERTIFIKAT PANDUAN SERTIFIKASI PRODUK LEMBAGA SERTIFIKASI PRODUK

PEDOMAN PELAKSANAAN VERIFIKASI LEGALITAS KAYU PADA TPT

KEMENTERIAN KEHUTANAN DIREKTORAT JENDERAL BINA USAHA KEHUTANAN

2. Layanan-layanan LS ICSM Indonesia akan memberikan layanan-layanan sebagai berikut:

No Kode DAR2/Profesional/582/010/2018 PENDALAMAN MATERI FARMASI MODUL 010: CARA DISTRIBUSI OBAT YANG BAIK. Dr. NURKHASANAH, M.Si., Apt.

Checklist Audit Mutu ISO 9001:2008

4.12 SYARAT DAN KONDISI YANG MENGATUR VERIFIKASI LEGALITAS KAYU

PERSYARATAN SERTIFIKASI F-LSSM

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 13/POJK.03/2015 TENTANG PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO BAGI BANK PERKREDITAN RAKYAT

Kode Etik. .1 "Yang Harus Dilakukan"

PERATURAN BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI NOMOR : 3 / BNSP / III / 2014 TENTANG PEDOMAN KETENTUAN UMUM LISENSI LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI

RANCANGAN POJK TENTANG PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO BAGI BANK PEMBIAYAAN RAKYAT SYARIAH

SYARAT DAN ATURAN SERTIFIKASI PRODUK LEMBAGA SERTIFIKASI PRODUK PALEMBANG LSPRO BIPA

LAMP03-PM12 Ketentuan & Syarat Sertifikasi rev dari 5

Lampiran 1 KUESIONER PENELITIAN (Berdasarkan PP 50 Tahun 2012) Nama : Alamat : Jabatan : Lama Bekerja : NO Isi pertanyaan Kel.

PERSETUJUAN MENGENAI FASILITASI PERDAGANGAN

PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG KETENTUAN KESELAMATAN OPERASI REAKTOR NONDAYA

2 2. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik I

2016, No Peraturan Menteri Ketenagakerjaan tentang Akreditasi Lembaga Pelatihan Kerja; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentan

Pedoman Multilokasi Sertifikasi Produk dan Legalitas Kayu

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 227/PMK.04/2014 TENTANG OPERATOR EKONOMI BERSERTIFIKAT (AUTHORIZED ECONOMIC OPERATOR)

2016, No Negara Republik Indonesia Nomor 5601); 4. Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektr

BAB II TINJAUAN UMUM LOKASI PENELITIAN. A. Gambaran Umum PT. Freshklindo Graha Solusi

PEDOMAN TEKNIS CARA DISTRIBUSI OBAT YANG BAIK

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA Nomor : P. 38/Menhut-II/2009 TENTANG STANDARD DAN PEDOMAN PENILAIAN KINERJA PENGELOLAAN HUTAN PRODUKSI

KERANGKA PROGRAM. Lokasi : Kab. Kuningan, Kab. Indramayu, Kab. Ciamis. Periode Waktu :

PERSYARATAN UMUM TEMPAT UJI KOMPETENSI LSP PPT MIGAS

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

Semua persyaratan pada klausul 5.1 dari ISO terpenuhi. 5.d Lembaga Sertifikasi harus mempunyai dokumen legalitas hukum

LAMPIRAN PERJANJIAN SERTIFIKASI PERATURAN SERTIFIKASI

Kode Etik. .1 "Yang Harus Dilakukan"

Proses Penyelesaian Perselisihan

PERATURAN KEPALA BADAN INFORMASI GEOSPASIAL NOMOR 13 TAHUN 2016 TENTANG

CODES OF PRACTICE. 1. Pendahuluan

Penjelasan Singkat FLEGT

2 MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN PEMERINTAH TENTANG SISTEM JAMINAN MUTU DAN KEAMANAN HASIL PERIKANAN SERTA PENINGKATAN NILAI TAMBAH PRODUK HASIL P

PEDOMAN PELAKSANAAN VERIFIKASI LEGALITAS KAYU PADA ETPIK NON-PRODUSEN

PROSEDUR SISTEM PT TRUSTINDO PRIMA KARYA PENERBITAN DOKUMEN V-LEGAL. TPK-06. Rev.K 20/06/2016. Samarinda, 20 Juni 2016 Disahkan Oleh :

Standar Audit SA 620. Penggunaan Pekerjaan Pakar Auditor

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BINA USAHA KEHUTANAN NOMOR : P.14/VI-BPPHH/2014 TENTANG

INFORMASI SERTIFIKASI ISO 9001

BAB I PENDAHULUAN. memilikinya,melainkan juga penting bagi masyarakat dunia.

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2018 TENTANG SERTIFIKASI AMIL ZAKAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2007 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 9 TAHUN 2006 TENTANG SISTEM RESI GUDANG

CODES OF PRACTICE. Dokumen: Codes of Practice Edisi / Rev: 1 / 2 Tanggal: 03 April 2017 Hal : Hal 1 dari 7

LVLK PT MUTUAGUNG LESTARI DIAGRAM ALIR PENERBITAN DOKUMEN V-LEGAL

Peraturan Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Nomor: 104/BAPPEBTI/PER/08/2013

MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA NOMOR TAHUN 2015 TENTANG

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PT MUTUAGUNG LESTARI

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BINA USAHA KEHUTANAN NOMOR : TENTANG TATA CARA PERMOHONAN DAN PENERBITAN REKOMENDASI IMPOR PRODUK KEHUTANAN

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

2 Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir tentang Keamanan Sumber Radioaktif; Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran (L

Pedoman 206 PERSYARATAN UMUM TEMPAT UJI KOMPETENSI

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA NOMOR : PER. 05/MEN/1996 TENTANG SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

Matriks Rancangan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Perkreditan Rakyat (BPR)

- 1 - DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN,

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

2 Mengingat : kembali penilaian kinerja pengelolaan hutan produksi lestari dan verifikasi legalitas kayu pada pemegang izin atau pada hutan hak; c. ba

Q # Pertanyaan Audit Bukti Audit 4 Konteks Organisasi 4.1 Memahami Organisasi dan Konteksnya

Ruang Lingkup Perizinan Instalasi dan Bahan Nuklir meliputi:

LSP Teknologi Informasi Indonesia

ANALISIS DAMPAK VPA TERHADAP PERDAGANGAN KAYU INDONESIA

Peraturan Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Nomor 121/BAPPEBTI/PER/04/2015

Sub-Bagian 2 Kewajiban Negara Penerima Manfaat dalam kerangka skema GSP

2011, No BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir ini, yang dimaksud dengan: 1. Reaktor nondaya adalah r

SYARAT DAN ATURAN AKREDITASI LABORATORIUM DAN LEMBAGA INSPEKSI

MANUAL PENERBITAN DOKUMEN V-LEGAL

Pertama : Peraturan Badan Nasional Sertifikasi Profesi ini merupakan acuan bagi Lembaga Sertifikasi Profesi untuk pembentukan tempat uji kompetensi.

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2007 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 9 TAHUN 2006 TENTANG SISTEM RESI GUDANG

BAB I PENDAHULUAN. dekade 1990-an. Degradasi dan deforestasi sumberdaya hutan terjadi karena

Transkripsi:

FLEGT PENEGAKAN HUKUM, TATA KELOLA DAN PERDAGANGAN SEKTOR KEHUTANAN Jaminan legalitas berbasis peserta pasar dan pemberian izin FLEGT Latar belakang Rencana Tindakan mengenai Penegakan Hukum, Tata Kelola dan Perdagangan Sektor Kehutanan (FLEGT) Uni Eropa mengatur Kesepakatan Kemitraan Sukarela (VPA) antara negara-negara penghasil kayu dan Uni Eropa. Di bawah VPA, Negara Mitra akan mengimplementasikan suatu sistem perizinan yang membuktikan legalitas ekspor kayu mereka ke UE, dan lembaga pengendali perbatasan UE akan mengizinkan pengiriman produk kayu dari pintu masuk Negara Mitra ke Pasar UE hanya bila produk tersebut dilindungi oleh izin FLEGT. Dengan demikian pasar UE dapat diyakinkan bahwa produk yang mereka beli dari Negara Mitra telah dihasilkan secara legal, sehingga mengurangi risiko komersial maupun risiko reputasi. Pemberian izin FLEGT harus didasarkan atas Sistem Jaminan Legalitas (LAS) 1, yang menyediakan cara terpercaya untuk membedakan antara hasil hutan yang dihasilkan secara legal dan ilegal. Ini terdiri atas lima unsur: (1) definisi kayu legal 2, (2) verifikasi kesesuaian dengan definisi 3 ; (3) verifikasi pengendalian rantai pasokan dari pemungutan hasil sampai ke ekspor untuk memastikan bahwa tidak ada kayu yang asalusulnya tidak diketahui atau liar yang termasuk dalam pengiriman barang ekspor 4 ; (4) penerbitan izin; dan Judul kedelapan catatan pengarahan dalam seri ini adalah: 1. Apa yang dimaksud dengan FLEGT? 2. Apa yang dimaksud dengan kayu legal? 3. Suatu sistem jaminan keabsahan (legalitas) kayu 4. Pengendalian rantai pasokan: sistem pelacakan kayu dan rantai pengamanan 5. Sistem jaminan keabsahan (legalitas): persyaratan-persyaratan untuk verifikasi 6. Kesepakatan Kemitraan Sukarela (VPA) 7. Pedoman untuk pemantauan independen 8. Jaminan legalitas berbasis peserta pasar dan pemberian izin FLEGT (5) pemantauan independen untuk memastikan LAS berfungsi sebagaimana dimaksudkan 5. Dalam kebanyakan kasus verifikasi kepatuhan kepada hukum dan unsur-unsur pengendali rantai pasokan akan dioperasikan oleh instansi-instansi Negara Mitra, atau organisasi-organisasi verifikasi sektor swasta yang memenuhi syarat (mis. penyedia jasa pemeriksaan) yang bertindak atas nama Negara Mitra. Akan tetapi, juga ada kemungkinan bahwa LAS akan mengatur salah satu atau kedua unsur ini untuk dioperasikan oleh badan-badan verifikasi yang dikontrak oleh para peserta pasar yaitu, badan yang beroperasi dalam produksi kayu di dalam yurisdiksi Negara Mitra. Di dalam makalah ini, yang belakangan ini disebut pengendali-pengendali jaminan legalitas berbasis peserta pasar. Badan-badan ini dapat beroperasi di seluruh rantai pasokan mulai dari pemungutan hasil kayu, melewati pengangkutan dan manufaktur sampai ke ekspor. Alasan pembenaran untuk jaminan legalitas berbasis peserta pasar dan pemberian izin dapat mencakup halhal berikut ini: hal 01

Alasan ini mengakui kenyataan bahwa banyak peserta pasar telah membentuk sistem-sistem pengendali yang bermaksud untuk membuktikan legalitas kayu dan/atau pengelolaan hutan secara berkelanjutan. Dalam kasus-kasus tertentu, sistem-sistem pengendali ini telah disertifikasi oleh badan-badan pihak ketiga untuk penilaian kepatuhan dengan menggunakan standar yang mencakup kepatuhan kepada hukum dan keterlacakan bahan. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari meningkatnya secara berlebihan beban administratif yang mungkin timbul akibat pelaksanaan sistem perizinan, bagi para peserta pasar yang menangani volume ekspor yang besar dan pihak di Negara Mitra. ini dimaksudkan untuk menyediakan bimbingan bagi para pihak yang sedang mengembangkan Sistem Jaminan Legalitas untuk pemberian izin FLEGT UE. Di dalamnya diuraikan bagaimana dan unsurunsur sistem jaminan legalitas berbasis peserta pasar dapat berfungsi. 1 Tanggung Jawab atas jaminan legalitas dan pemberian izin Tanggung jawab terakhir atas pemberian izin dipikul oleh Pemerintah Mitra VPA. Di bawah VPA yang disepakatinya, setiap Negara Mitra akan menugaskan salah satu Pihak Berwenang Yang Menerbitkan Izin dengan tugas FLEGT. Dalam semua kasus, izin akan diterbitkan berdasarkan bukti adanya sistem pengendali yang dapat diterima yang menjamin bahwa kayu yang dicakup telah dihasilkan sesuai dengan definisi tersebut dan bahwa kayu yang asalusulnya tidak diketahui, atau kayu yang dihasilkan secara ilegal, telah disingkirkan dari rantai pasokannya. Sistem pengendali demikian dapat dioperasikan oleh atau atas nama instansi-instansi, atau oleh para peserta pasar sendiri. Pemberian izin berbasis peserta pasar dan pemberian izin berbasis pengiriman barang dapat beroperasi secara bersamaan di sebuah Negara Mitra. Apabila suatu LAS mencakup unsur-unsur berbasis peserta pasar, maka Pemerintah Negara Mitra, bukan UE, yang akan bertanggung jawab untuk memberikan persetujuan terhadap unsur-unsur itu dan yang memastikan bahwa unsur-unsur tersebut tetap berlaku. Struktur dan cara beroperasi aktual setiap LAS Negara Mitra akan merupakan bagian utama VPA dan akan perlu disepakati selama perundingan dengan UE. Diharapkan bahwa perincian-perincian, termasuk peran para peserta pasar, akan bervariasi di antara Negara- Negara Mitra bergantung, misalnya, pada konteks peraturan hutan mereka, sistem-sistem pengendali yang sudah ada maupun yang diusulkan, penggunaan sistem perizinan ekspor/flegt elektronik serta ciri-ciri perdagangan mereka. Salah satu syarat untuk memberikan persetujuan kepada sistem pemberian izin berbasis peserta pasar adalah bahwa sistem tersebut dapat mencapai tingkat pengendalian yang sama seperti yang diterapkan oleh pihak dalam prosedur pemberian izin berbasis pengiriman barangnya. 2 Jaminan legalitas berbasis peserta pasar Pengendali-pengendali yang dioperasikan oleh para peserta pasar perlu menjamin kepatuhan kepada definisi legalitas Negara Mitra, atau pengendalian rantai pasokan untuk menyingkirkan kayu yang tidak dikenal atau kayu yang dihasilkan secara ilegal. Ini dikenal sebagai pengendalian intern. Contoh-contohnya mencakup: Sistem-sistem untuk menjamin kepatuhan kepada peraturan-peraturan pengelolaan hutan dan pemungutan hasil kayu Sistem-sistem untuk melacak kayu gelondongan mulai dari tempat pemungutan sampai ke fasilitas pengolahan atau ekspor Sistem-sistem lacak balak yang beroperasi dalam sebuah fasilitas pengolahan yang menghubungkan input dengan output. Verifikasi bahwa sistem-sistem ini berfungsi dengan baik dapat dilakukan melalui sertifikasi dengan mengikuti suatu standar eksternal yang diakui yang mencakup berbagai prinsip dan kriteria yang relevan, oleh suatu badan yang memenuhi syarat dengan menggunakan kriteria kepemilikannya sendiri atau melalui verifikasi langsung oleh pihak. Ini dikenal sebagai pengendalian eksternal. Contohcontoh mencakup: Apabila suatu sistem sertifikasi digunakan untuk jaminan legalitas, maka ia harus tunduk kepada persetujuan Pihak Berwenang Yang Menerbitkan Izin dari Negara Mitra. Ini akan melibatkan langkah-langkah untuk memastikan bahwa standar, sistem untuk mengakreditasi badan-badan sertifikasi, serta sistem penilaian yang mereka gunakan semua memenuhi kriteria yang disebutkan. Apabila digunakan suatu sistem jaminan kepemilikan yang tidak dicakup oleh suatu sistem sertifikasi, maka kriteria yang digunakan oleh badan verifikasi, serta kualifikasi dan prosedur penilaiannya, harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan serupa. Seri 2007 hal 02

Suatu pilihan terakhir adalah apabila Pihak Berwenang Yang Menerbitkan Izin, atau suatu badan yang beroperasi atas namanya, secara langsung memverifikasi pengendali-pengendali yang dioperasikan oleh salah suatu peserta pasar. Dalam setiap kasus, kriteria dan prosedur yang digunakan oleh Pihak Berwenang yang menerbitkan izin untuk menilai dan memberikan persetujuan atas sistem sertifikasi, sistem jaminan pemilikan maupun pengendali-pengendali peserta pasar secara tersendiri akan perlu ditetapkan. Kriteria dan prosedur ini akan merupakan bagian teks VPA. Umumnya, sistem-sistem pengendali peserta pasar yang memenuhi syarat perlu mencakup langkahlangkah untuk membuktikan kepatuhan kepada unsurunsur yang relevan dalam LAS. Suatu sistem pengendali internal yang dapat diterima mungkin akan mencakup unsur-unsur berikut ini: Suatu uraian terperinci mengenai sistem yang mencakup semua kegiatan peserta pasar yang relevan dan, apabila dapat diterapkan, juga kegiatan para pemasoknya -catatan yang dapat dibuktikan dan dapat diakses untuk membuktikan efektifnya pengoperasian sistem tersebut ini akan perlu didasarkan atas pengendali-pengendali yang disetujui yang mencakup setiap langkah dalam proses produksi. Pihak pemohon surat izin dapat membuktikan legalitas setiap pengiriman misalnya: Dengan memperlihatkan informasi yang diverifikasi yang dihasilkan oleh sistem pengendali internal pemohon dan, apabila dapat diterapkan, oleh sistem pengendali para peserta lain di dalam rantai pasokan. Dengan memperlihatkan informasi yang dihasilkan oleh sistem verifikasi yang dioperasikan oleh suatu lembaga atau suatu badan sektor swasta yang disetujui, yang beroperasi atas nama. Pengendali-pengendali yang disetujui akan dibutuhkan di semua tahap rantai pasokan. Apabila pengiriman menyangkut produk olahan, verifikasi keefektifan pengendali-pengendali ini akan perlu diimplementasikan di dalam hutan, di tempat penyimpanan antara, di dalam fasilitas pengolahan dan di pelabuhan ekspor. Verifikasi pengiriman kayu gelondongan dapat dibatasi pada tingkat hutan, tempat penyimpanan antara dan pelabuhan. hal 03 Definisi kualifikasi, tanggung jawab dan wewenang personil yang mengoperasikan sistem Spesifikasi audit reguler terhadap sistem, dan catatancatatan audit tersebut Prosedur untuk tindakan koreksi guna mencegah berulangnya ketidakpatuhan yang terdeteksi selama pengendalian operasional atau audit Tinjauan pengelolaan reguler untuk menilai keefektifan sistem dan mulai mengambil tindakantindakan demi peningkatan mutunya. 3 Pemberian Izin 3.1 Pemberian izin berbasis pengiriman barang Izin FLEGT berbasis pengiriman barang dapat diterapkan apabila Negara Mitra ingin mempertahankan pengendalian langsung atas sistem; beberapa negara mungkin ingin menggunakan prosedur dan lembagalembaga yang sudah siap untuk mengatur ekspor pengiriman kayu. Untuk memperoleh surat izin berbasis pengiriman barang, eksportir akan perlu memperlihatkan bukti kepada Pihak Berwenang Yang Menerbitkan Izin dari Negara Mitra bahwa pengiriman suatu produk telah dilakukan sesuai dengan semua unsur yang terdapat dalam LAS negara tersebut. Bukti 3.2 Pemberian izin berbasis peserta pasar Misalnya, operator kilang penggergajian yang ingin mengekspor kayu gergajian ke UE yang pengirimannya hanya terjadi sekali mungkin membeli kayu gelondongan dari suatu kawasan hutan yang memiliki sertifikat pengelolaan hutan di bawah sistem yang telah disetujui oleh Pihak Berwenang yang Menerbitkan Izin. Untuk memperoleh surat izin pengiriman, eksportir juga perlu memperlihatkan bukti ke Pihak Berwenang yang Menerbitkan Izin bahwa semua bahan mentah yang digunakan dalam produksinya hanya berasal dari kawasan hutan yang tersertifikasi. Bukti semacam itu dapat dihasilkan baik oleh sistem pelacakan kayu gelondongan nasional yang dioperasikan oleh, atau oleh sistem lacak balak milik eksportir sendiri yang telah disetujui oleh Pihak Berwenang yang Menerbitkan Izin. Beberapa alternatif untuk pemberian izin berbasis pengiriman diperlihatkan pada Gambar 1. Izin berbasis peserta pasar akan diterbitkan oleh pihak berwenang Negara Mitra yang berdasarkan bukti yang disediakan oleh eksportir agar dapat mempertahankan pengendalian yang

Seri 2007 Tahap rantai pasokan Pengelolaan hutan telah diverifikasi legal 1) Verifikasi sepenuhnya Legalitas dicek oleh pelaksana verifikasi 2) Verifikasi legalitas berbasis peserta pasar dengan pengendalipengendali rantai pasokan melalui sistem sertifikasi yang disetujui oleh pihak 3) Semua pengendali berbasis peserta pasar melalui sistem sertifikasi yang disetujui oleh pihak menerbitkan izin Rantai pasokan telah diverifikasi Rantai pasokan dicakup oleh sistem Rantai pasokan dicakup oleh sistem Rantai pasokan dicakup oleh sistem pelacak milik operator yang diverifikasi dan disetujui oleh pihak Pengiriman barang dicek oleh pihak Pengiriman barang dicek oleh pihak Pengiriman barang dicek oleh pihak Barang kiriman dicek Gambar 1: Contoh sejumlah alternatif pemberian izin berbasis pengiriman (kotak-kotak yang diberi bayangan merupakan alternatif berbasis peserta pasar) memadai guna memastikan bahwa semua ekspornya yang ditujukan kepada UE berasal dari sumber-sumber legal. Eksportir dapat memperlihatkan adanya sistem pengendali semacam itu melalui: Sistem pengendali internalnya yang tersertifikasi di bawah suatu sistem yang diakui dan telah disetujui oleh Pihak Berwenang yang Menerbitkan Izin. Sistem pengendali internalnya dinilai dan disetujui secara langsung oleh Pihak Berwenang yang Menerbitkan Izin, atau badan lain yang beroperasi atas namanya. Dalam kedua kasus, di mana eksportir bergantung pada pengendalian rantai pasokan hulu, ini perlu didasarkan atas verifikasi kepatuhan dan keterlacakan bahan yang dioperasikan oleh, atau pengendalian jaminan legalitas berbasis peserta pasar yang telah disetujui. Pemberian izin peserta pasar akan memungkinkan penerbitan izin FLEGT yang mencakup semua pengiriman eksportir tanpa pengecekan atas pengirimanpengiriman individual, selama eksportir tersebut, dan para pemasok yang bersangkutan, mempertahankan pengendalian jaminan legalitas yang telah disetujui. Otorisasi demikian akan mengharuskan penilaian yang teratur untuk memastikan bahwa sejumlah sistem yang telah disetujui masih siap dan catatan-catatan tentang berbagai produk yang melewati sistem tersebut memperlihatkan bahwa pengendali-pengendali ini sedang digunakan secara efektif. Peserta pasar perlu memberitahu Pihak Berwenang yang Menerbitkan Izin (atau, apabila relevan, badan sertifikasi atau badan verifikasi mereka) apabila ada perubahan-perubahan signifikan terhadap pengendali-pengendali mereka di antara proses penilaian karena hal tersebut biasanya akan memerlukan penilaian ulang. Para eksportir yang menerapkan pemberian izin berbasis peserta pasar harus menyediakan informasi yang diperlukan untuk dimuat pada surat izin FLEGT untuk setiap pengiriman dan juga harus menyediakan catatan mengenai setiap pengiriman kepada pihak menerbitkan izin. Ada beberapa cara alternatif yang dengannya peserta pasar dapat menyediakan bukti pengendalian yang memadai. Beberapa contoh dijelaskan pada Gambar 2 dan diuraikan di bawah ini: hal 04

Tahap rantai pasokan 1) Verifikasi sepenuhnya 2) Verifikasi legalitas berbasis peserta pasar dengan pengendalipengendali rantai pasokan 3) Semua pengendali berbasis peserta pasar Pengelolaan hutan telah diverifikasi legal Rantai Pasokan yang diverifikasi Peserta pasar telah mendapat izin Legalitas dicek oleh pelaksana verifikasi Rantai pasokan yang tercakup dalam sistem Sistem-sistem pengendali peserta pasar dicek dan disetujui oleh pihak. Semua ekspor ke UE diberi izin sepanjang persetujuan masih berlaku melalui sistem sertifikasi yang disetujui oleh pihak Rantai pasokan yang tercakup dalam sistem Sistem-sistem pengendali peserta pasar dicek dan disetujui oleh pihak. Semua ekspor ke UE diberi izin sepanjang persetujuan masih berlaku melalui sistem sertifikasi yang disetujui oleh pihak Rantai pasokan yang tercakup dalam suatu sistem lacak balak yang disetujui oleh yang berwenang memberi ijin Sistem-sistem pengendali peserta pasar disertifikasi oleh sistem yang disetujui. Semua ekspor ke UE diberi izin sepanjang persetujuan masih berlaku Gambar 2: Contoh beberapa alternatif pemberian izin berbasis peserta pasar (kotak-kotak yang diberi bayangan merupakan alternatif berbasis peserta pasar) 1. Verifikasi sepenuhnya ini terdiri atas verifikasi legalitas yang dioperasikan oleh dan sistem pelacakan kayu nasional yang mampu melacak kembali semua kayu gelondongan yang dipungut di dalam satu negara atau daerah sampai ke hutan asalnya. Eksportir akan memenuhi syarat untuk mendapatkan pemberian izin berbasis peserta pasar selama eksportir tersebut dapat memperlihatkan bahwa ia hanya menggunakan kayu gelondongan yang dapat dilacak dengan menggunakan sistem nasional ini. 2. Verifikasi legalitas berbasis peserta pasar dengan pengendalian rantai pasokan misalnya, sebuah perusahaan kilang penggergajian yang mengekspor kayu mungkin membeli kayu gelondongan dari beberapa kawasan hutan, yang tiap kawasannya memiliki sertifikasi pengelolaan hutan di bawah sistem yang disetujui, sementara pergerakan kayu gelondongan tersebut dikendalikan oleh sistem pelacakan nasional. Perusahaan kilang penggergajian itu akan memenuhi syarat untuk mendapatkan izin berbasis peserta pasar apabila perusahaan tersebut dapat memperlihatkan bahwa mereka hanya menggunakan kayu dari kawasan-kawasan yang tersertifikasi, yang dapat dilacak melalui sistem pelacakan nasional. 3. Semua sistem pengendali berbasis peserta pasar misalnya, sebuah perusahaan kayu lapis dengan sistem pengelolaan tersertifikasi yang telah disetujui yang mencakup operasi hutan, transportasi kayu gelondongan, produksi kayu lapis dan pengiriman produk-produknya ke pelabuhan ekspor akan memenuhi syarat untuk mendapatkan izin berbasis peserta pasar selama kayu gelondongannya tidak didapatkan dari luar sistem ini, atau dari pemasok lain yang sistemnya belum disetujui. Dalam hal ini, pemeliharaan legalitas setiap sertifikat harus memadai agar perusahaan dapat mempertahankan status peserta pasarnya. hal 05

4 Penerbitan izin Izin FLEGT harus diterbitkan atas nama Pihak Berwenang Negara Mitra yang Menerbitkan Izin untuk semua pengiriman kayu yang sesuai sebelum diekspor ke UE. Peraturan FLEGT UE mewajibkan bahwa surat izin yang mencakup setiap pengiriman dari Negara Mitra tersedia bagi pihak berwenang negara anggota UE yang kompeten pada waktu yang sama dengan dibuatnya pernyataan bea cukai mengenai pengiriman tersebut. Pihak berwenang pengendalian perbatasan UE akan memverifikasi bahwa pengiriman-pengiriman tersebut disertai dengan surat izin yang sah sebelum memberikan izin resmi untuk peredaran secara bebas di dalam UE. Untuk izin-izin berbasis pengiriman, Pihak Berwenang Negara Mitra yang Menerbitkan Izin akan menerbitkan izin untuk eksportir berdasarkan bukti legalitas setiap pengiriman individual sebagaimana diperlihatkan dengan adanya pengendali-pengendali yang disetujui pada seluruh rantai pasokan. Penting bahwa informasi yang baik mengenai persyaratan pemberian izin tersedia bagi para eksportir. Ini dimaksudkan untuk menghindari situasi di mana eksportir mengajukan permohonan izin FLEGT untuk pengiriman yang sudah siap dikirim, padahal ternyata pasokan bahan mentah mereka belum melewati pengendalian yang disetujui. Persetujuan retrospektif dalam kasus-kasus demikian tidak mungkin diberikan. Untuk surat izin berbasis peserta pasar, ada sejumlah kemungkinan pendekatan yang perlu diperinci dan disepakati selama perundingan VPA. Beberapa kemungkinan pendekatan ini boleh jadi mencakup: Pihak dapat menerbitkan surat izin FLEGT standar terlebih dahulu untuk para peserta pasar yang telah disetujui, dengan memberi wewenang kepada mereka untuk melengkapi berbagai perincian yang diperlukan serta mengalokasikan surat izin untuk pengiriman individual bila dibutuhkan. Ini mungkin dapat dibuat pada formulir yang telah diberi nomor terlebih dahulu. Peserta pasar akan menyediakan catatan tentang setiap pengiriman kepada pihak. Jenis sistem ini akan membutuhkan pengendalian yang ketat guna memastikan bahwa hak untuk menerbitkan surat izin tidak disalahgunakan. Pihak dapat menerbitkan surat izin FLEGT pada saat ekspor setiap pengiriman, apabila peserta pasar memperlihatkan bukti verifikasi sistem pengendalinya yang telah disetujui (mis. sertifikasinya berdasarkan suatu sistem yang disetujui oleh pihak ). Penerbitan izin-izin elektronik FLEGT oleh para peserta pasar boleh jadi merupakan bentuk lain yang perlu diselidiki kemungkinannya. Informasi yang menguraikan setiap pengiriman yang tercakup dalam surat izin FLEGT harus sama, tidak soal apakah surat izin tersebut berbasis pengiriman barang ataupun berbasis peserta pasar, dan berbagai prosedur penanganan pengiriman dan izin-izin di dalam UE harus sama untuk kedua jenis surat izin tersebut. 5 Berbagai tindakan untuk menangani kegagalan sistem Setiap VPA perlu mencakup berbagai langkah penanganan seandainya timbul masalah sistemik pada sistem jaminan legalitas. Pemantau independen yang disediakan di bawah setiap VPA akan secara berkala mengecek apakah LAS berfungsi sebagaimana dimaksudkan dan melaporkan setiap kelemahan atau Seri 2007 hal 06

kegagalan yang terdeteksi kepada Komite Pelaksanaan Gabungan. Komite Pelaksanaan Gabungan kemudian akan bertanggung jawab untuk merekomendasikan langkah-langkah untuk menangani kegagalan - kegagalan yang dilaporkan oleh pemantau independen. Apabila sistem jaminan legalitas dimana verifikasi di dalam hutan dan Pelacakan Kayu Gelondongan dilaksanakan oleh atau atas nama mitra, maka penanganan masalah akan menjadi tanggung jawab lembaga terkait dan jika tidak maka hal ini akan membahayakan legalitas seluruh sistem perizinan. Jika unsur-unsur yang berbasis peserta pasar tercakup dalam suatu LAS, Pihak Berwenang yang Menerbitkan Izin melalui proses pemberian persetujuannya, memikul tanggung jawab utama untuk mengecek apakah pengendalian yang disediakan oleh unsurunsur tersebut tetap terpelihara. Bila pengecekan menyingkapkan adanya masalah dalam suatu unsur, Pihak Berwenang yang Menerbitkan Izin perlu memutuskan, berdasarkan seriusnya kegagalan yang terjadi, apakah perlu mengambil tindakan koreksi, atau harus segera menarik persetujuan atas unsur tersebut. tersebut. Ini akan mempengaruhi semua sertifikat yang diterbitkan oleh badan itu serta penerbitan izin-izin FLEGT yang bergantung pada sertifikat yang diterbitkan oleh badan tersebut. Kegagalan dalam keseluruhan operasi sistem sertifikasi, misalnya seperti kelemahan dalam prosedur akreditasinya, akan membahayakan permohonan persetujuan jaminan legalitasnya, dan termasuk semua sertifikat yang telah diterbitkan melalui sistem tersebut. Seandainya pemantau independen mendeteksi sejumlah masalah dalam unsur-unsur suatu LAS yang berbasis peserta pasar, ini juga dapat memperlihatkan kegagalan pada proses persetujuan Pihak Berwenang yang Menerbitkan Izin itu sendiri. Kegagalan demikian kemudian perlu segera ditangani untuk mempertahankan kredibilitas semua sistem berbasis operator di dalam Negara Mitra. Komite Pelaksanaan Gabungan bertanggung jawab untuk merekomendasikan suatu tindakan apabila unsur-unsur berbasis peserta pasar gagal memenuhi persyaratan-persyaratan yang disepakati dalam VPA. Bila Pihak Berwenang yang Menerbitkan Izin menarik persetujuannya atas sembarang unsur dalam suatu rantai pasokan, ini dapat membahayakan legalitas semua izin berbasis peserta pasar yang bergantung pada unsur tersebut. Karena itu, Pihak Berwenang yang Menerbitkan Izin perlu segera menyediakan informasi mengenai penangguhan atau penarikan persetujuannya atas suatu unsur tertentu dari jaminan legalitas. Mereka juga harus menangguhkan penerbitan izin-izin peserta pasar di masa depan yang tergantung pada berbagai unsur LAS yang telah ditarik persetujuannya. Misalnya, penarikan akreditasi sebuah badan sertifikasi yang mengoperasikan suatu sistem yang disetujui secara bersamaan harus menyebabkan ditariknya persetujuan dari Pihak Berwenang yang Menerbitkan Izin untuk badan (Endnotes) 1 Lihat FLEGT 03 - suatu sistem jaminan keabsahan (legalitas) kayu 2 Lihat FLEGT 02 - apa yang dimaksud dengan kayu yang sah (legal)? 3 Lihat FLEGT 05 - sistem jaminan keabsahan (legalitas): persyaratan-persyaratan untuk verifikasi 4 Lihat FLEGT 04 - pengendalian rantai pasokan 5 Lihat FLEGT 07 - pedoman untuk pemantauan independen hal 07 FLEGT dipersiapkan oleh sekelompok pakar yang dihimpunkan oleh Komisi Eropa dan bermaksud untuk memberi informasi mengenai diskusi Rencana Tindakan FLEGT UE. -catatan ini tidak mencerminkan sikap resmi. Tujuannya adalah untuk menyediakan informasi yang bermanfaat bagi calon Negara Mitra FLEGT dan negara-negara lain yang berminat kepada inisiatif ini. (Maret 2007)