Praktikum 10 POKOK BAHASAN: TUJUAN BELAJAR: DASAR TEORI: 1 PC BOOT DAN LINUX INIT PROCESS. Linux Booting Process

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 2 PROSES BOOTING

LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM OPERASI

Kompatibilitas hardware

I. DASAR TEORI. Perintah Dasar Linux

Proses pada Sistem Operasi Linux Manajemen Proses pada Sistem Operasi Linux

Praktikum 5. Proses dan Manajemen Proses 2 POKOK BAHASAN: TUJUAN BELAJAR: DASAR TEORI: 1 KONSEP PROSES PADA SISTEM OPERASI LINUX

LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM OPERASI

Praktikum Sistem Operasi Proses dan Manajemen Proses. Zaid Romegar Mair, ST., M.Cs

MODUL 01 SISTEM OPERASI

Instalasi Linux Redhat 7.0

MODUL VII MANAJEMEN PROSES

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM SISTEM OPERASI Modul IV ADMINISTRASI LINUX

Proses pada Sistem Operasi Linux Manajemen Proses pada Sistem Operasi Linux

Laporan Sistim Operasi Jaringan Kompetensi Teknik Komputer dan Jaringan

Bab 1 Instalasi Sistem Operasi DEPDIKnux

Sistem Operasi Jaringan Linux Redhat 9

1. Mengenal konsep proses di Linux 2. Mengerti konsep sinyal dan bagaimana cara mengelola sinyal tersebut

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM ADMIN DAN MANAJEMEN JARINGAN File Transfer Protocol (FTP)

BAB 1 Instalasi Redhat Linux 7.2

PANDUAN INSTALASI LINUX FEDORA CORE 6

Awali.org & Awali.or.id

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

PERINTAH DASAR LINUX. Iqbal Dhea Furqon T Prakikum Sistem Operasi H. sudo

Installasi Linux SuSE 9.3 Basis Text

Panduan Instalasi. 1.Pendahuluan

INSTALASI LINUX SuSE 9.1

1. Mengenal konsep proses di Linux 2. Mengerti konsep sinyal dan bagaimana cara mengelola sinyal tersebut

1. Pendahuluan. 2. Memulai Instalasi

Gambar 3.1 Perancangan Sistem

Pengenalan Linux Konfigurasi TCP/IP

Pilih Local CDROM karena proses instalasi a. Seting boot Priority yang pertama adalah CD/DVD Room pada BIOS

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Web wizard akan ditempatkan pada server yang merupakan sebuah proxy server

PERTEMUAN 7 SISTEM OPERASI DAN PROGRAM UTILITAS

Instalasi IGOS Nusantara

Instalasi Oracle 11g R2 Express Edition di Debian 64 Bit

Praktikum 2. Operasi Linux. POKOK BAHASAN: Format Instruksi pada Sistem Operasi Linux Perintah-Perintah Dasar pda Sistem Operasi Linux

SPESIFIKASI YANG DISARANKAN Processor Pentium 133 Pentium 166 RAM 128 MB 256 MB Harddisk 2 GB dengan space bebas minimal 1 GB SPESFIKASI MINIMUM

Modul 5 Menginstal Linux Mandrake 9.2. I. Tujuan Praktikan dapat menginstal sistem operasi Linux Mandrake 9.2

Proses booting saat instalasi Endian firewall

PRAKTIKUM SISTEM OPERASI LAPORAN RESMI MODUL 3 PENGENALAN LINUX ( 1 ) SESI : M1 FADJAR PRADJA WINATA /

Install Slackware 13.0

Modul praktikum OS. MANUAL Linux menyediakan manual secara on-line. Beberapa kunci keyboard yang penting dalam menggunakan manual adalah : Q

Didalam Ruang Lingkup Local Area Network Disusun oleh : Caesario Pujiatma

Instalasi FreeBSD 6.0

Praktikum 1. Perintah Dasar Sistem Operasi Linux

Modul 4 Telnet dan File Transfer Protocol (FTP)

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. adalah CD/DVD IPCop dan komputer yang digunakan tehubung dengan

Pengantar Open Source dan Aplikasi Instalasi Linux dan Troubleshooting Dasar. Rusmanto at gmail.com Rusmanto at nurulfikri.ac.id

LAPORAN PRAKTIKUM INSTALLASI DEBIAN 8.1 MENGGUNAKAN VMWARE

Situs Rofiq Yuliardi KSL UAD YOGYA Berisi Artikel dan Tutorial Linux dan Security Jaringan Komputer

MODUL 2 INSTALLASI DAN PENGENALAN OS UBUNTU (LINUX)

A. Instalasi dasar Linux Debian

Pengantar Hardware: Konfigurasi BIOS. Hanif Fakhrurroja, MT

Lampiran 1. Gambar 1.1 Welcome screen instalasi Fedora 8 (Warewolf)

Worksheet. Instalasi Debian 7 Berbasis Text I SMK NEGERI 1 TAPIN SELATAN

BAB II PROSES INSTALASI LINUX MANDRAKE 9.0

Praktikum 1. Pengenalan dan Perintah Dasar Sistem Operasi Linux POKOK BAHASAN: TUJUAN BELAJAR: DASAR TEORI: 1 PENGENALAN UNIX

INSTALASI SISTEM OPERASI LINUX DEBIAN

BAB II PROCESS DAN THREAD

Praktikum 1. Perintah Dasar Sistem Operasi Linux. Format Instruksi pada Sistem Operasi Linux Perintah-Perintah Dasar pda Sistem Operasi Linux

PANDUAN SINGKAT INSTALASI ZENCAFE 1.2. A. HARDIENA TUTORIAL INI DI DISTRIBUSIKAN OLEH DEPKOMINFO

1. Setelah kita merakit PC, maka agar hardware dapat berfungsi dan fungsi komputer dapat dijalankan, maka kita harus menginstal... a. BIOS d.

PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER SEMESTER GENAP MODUL II FILE SHARING DAN PRINT SERVER

Praktikum 3 Perintah DasarSistem Operasi Linux

Tutorial J A R I N G A N. Perintah Dasar Linux (Debian 5)

Instalasi System Operasi Linux Ubuntu

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM SISTEM OPERASI MODUL I SHELL INTERAKTIF DAN SKRIP

Sistem Monitoring Di Debian 6

Perintah Perintah Dasar Pada Sistem Operasi Linux

Sistem Operasi Linux PJJ PENS ITS. Tujuan

BAB III INSTALASI VMWARE

LAPORAN INSTALASI SISTEM OPERASI DEBIAN 6. pada VIRTUAL BOX

CentOS Linux Installation for Dummies

4. Pembuatan File Batch

INSTALASI PC SERVER. SAMBA dan SWAT. Ardi Maharta / Heri Widayat /

Menginstall server dengan CD Server Installation

LANGKAH LANGKAH INSTALASI LINUX DEBIAN 4 BERBASIS GUI

Praktikum 5-B. Bekerja Dengan Bash Shell POKOK BAHASAN: TUJUAN BELAJAR: DASAR TEORI: 1 SHELL. History pada Bash Shell Membuat Bash Shell Script

Modul 3 FTP SERVER. Dasar Teori

Praktikum 4. Standar Input Output dan Pipa POKOK BAHASAN: TUJUAN BELAJAR: DASAR TEORI: 1 PROSES INPUT OUTPUT

Instalasi ubuntu. Langkah pertama boot ubuntu installer pada PC anda. pilih start or install ubuntu

Proses booting saat instalasi Endian firewall

RIP dan Static Routing

Sistem Administrasi Linux

LAPORAN PRAKTIKUM DISUSUN OLEH : SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 2 PANGKALPINANG. Jl. Sumedang, Pangkalpinang Kep.

DATABASE SERVER WEB SERVER SUBDOMAIN

PRAKTIKUM 6 NFS DAN SAMBA SERVER

CARA MENGINSTALASI FreeBSD: SEBAGAI SARANA BELAJAR UNIX DI PC. Luthfi Kisbiono Arif Onno W. Purbo Computer Network Research Group ITB

Cara Menginstal Sistem Operasi Linux

Konfigurasi Server ipat

NETWORK FILE SYSTEM (NFS) di ubuntu 10.04

System Software. Kusniyati, ST.,MKom. Modul ke: Fakultas. Program Studi MKCU

LANGKAH LANGKAH INSTALASI LINUX REDHAT

LANGKAH LANGKAH INSTALASI LINUX DEBIAN BERBASIS GUI

KEAMANAN JARINGAN : Laporan Pendahuluan Telnet dan SSH

E. Ully Artha SISTEM OPERASI

Lampiran D Rancang Bangun Microsoft Windows Server 2003 Enterprise Edition

Transkripsi:

Praktikum 10 Linux Booting Process POKOK BAHASAN: Linux Booting Process TUJUAN BELAJAR: Setelah mempelajari materi dalam bab ini, mahasiswa diharapkan mampu: Mengetahui inisialisasi booting proses pada sistem operasi Linux Melakukan perubahan inisia lisasi booting proses DASAR TEORI: 1 PC BOOT DAN LINUX INIT PROCESS Pada praktikum ini membahas PC boot process dan inisialisasi sistem operasi Linux pada aplikasi background (daemons/service). 1. BIOS : Basic Input/Output System adalah antar muka level terendah antara komputer dan peripheral. Bios melakukan pemeriksaan pada memori dan mencari instruksi pada Master Boot Record (MBR) pada floppy atau hard drive. 2. MBR menunjuk ke boot loader (LILO : Linux boot loader) 3. LILO akan menanyakan label sistem operasi yang akan mengidentifikasi kernel yang dijalankan. Kernel akan menjalankan sistem operasi Linux. 4. Yang pertama kali dikerjakan oleh kernel adalah menjalankan program init. Init adalah root/parent dari semua proses yang dijalankan pada Linux 5. Proses pertama yang memulai init adalah skrip /etc/rc.d/rc/sysinit. 126

PRAKTIKUM 10 LINUX BOOTING PROCESS 127 6. Berdasarkan run-level yang ditentukan, skrip dieksekusi untuk memulai proses tertentu untuk menjalankan sistem dan membuat sistem lebih fungsional. 2. LINUX INIT PROCESS Proses init adalah langkah terakhir pada prosedur boot dan diidentifikasi sebagai process ide 1. Init bertanggung-jawab untuk memulai proses sistem seperti yang ditentukan pada file /etc/inittab. Init biasanya memulai getty yang menunggu layar login yang menandakan proses shell seorang user. Pada saat shutdown, init mengontrol urutan dan proses untu shutdown. Proses init tidak pernah shut down. Proses init merupakan proses user dan bukan proses sistem kernel meskipun dijalankan sebagai root. Proses sistem : Process ID Description 0 The Scheduler 1 The init process 2 kflushd 3 kupdate 4 kpiod 5 kswapd 6 mdrecoveryd 3. PROSEDUR BOOT Linux mempunyai 6 state operasi dimana 0 adalah shutdown state dan 3 keatas adalah operasional penuh dengan semua proses yang esensial dijalankan untuk interaksi user. Berdasarkan sistem boot, Linux sistem akan melakukan : Mengeksekusi program /sbin/init yang memulai semua proses-proses lain. Program ini akan diberikan ke mesin oleh proses awal yang didefinisikan pada file /etc/inittab Komputer akan di-booting ke runlevel yang didefinisikan oleh baris initdefault pada file /etc/inittab. id:5:initdefault:

PRAKTIKUM 10 LINUX BOOTING PROCESS 128 Pada contoh diatas, runlevel 5 dipilih. Runlevel 5 akan melakukan booting sistem pada mode GUI menggunakan XDM dan X-Windows. Booting ke runlevel 3 (biasanya disebut mode console) biasanya digunakan oleh server yang tidak memerlukan GUI. File inittab mengijinkan menggunakan kunci (Ctrl-Alt-Del), memulai dial ke koneksi internet dll. Satu dari proses-proses yang dimulai oleh init adalah /sbin/rc. Skrip ini menjalankan sekumpulan skrip pada direktory /etc/rc.d/rc0.d/, /etc/rc.d/rc1.d, /etc/rc.d/rc2.d dan seterusnya. Skrip pada direktory tersebut dieksekusi pada setiap boot state dari oeprasi sampai menjadi operasi yang lengkap. Skrip mulai dengan S yang merupakan skrip startup sedangkan skrip yang dimulai dengan K menandakan skrip shutdown (kill). Angka yang mengikuti huruf tersebut merupakan urutan eksekusi (terendah ke tertinggi) Jika Anda menginstall semua daemons (proses bac kground), Linux akan menjalankan semua, menyebabkan mesin lebih lambar. Kita bisa memulai (start) / menghentikan (stop) daemon secara individual dengan mengubah direktory : /etc/rc.d/init.d (Redhat) dan diikuti perintah pilihan start, stop, status, restart atau reload, misalnya untuk stop web server : cd /etc/rc.d/init.d httpd stop Gunakan perintah ps aux untuk melihat semua proses pada mesin Anda. 4. LINUX RUN LEVEL Runlevel 3 akan booting dalam mode teks atau console dan 5 akan booting dalam mode graphical login. State pada Runlevel / Halt : 0 shutdown (Do NOT set initdefault to this) 1 Single user mode 2 Multiuser, without NFS (The same as 3, if you do not have networking)

PRAKTIKUM 10 LINUX BOOTING PROCESS 129 3 Default text start. Full multiuser 4 unused 5 X11 6 Reboot (Do NOT set initdefault to this) Anda bila melakukan perpindahan level init dengan menggunakan perintah init dengan runlevel tertentu. Gunakan perintah init# dimana # adalah satu dari 0, 1, 3, 5, 6. Dapat juga menggunakan perintah telinit. Skrip untuk run level yang diberikan dijalankan selama boot dan shutdown. Skrip ditemukan pada direktory /etc/rc.d/rc#.d/ dimana simbol # menandakan run level, misalnya run level 3 akan menjalankan semua skrip pada direktory /etc/rc.d/rc3.d/ yang dimulai dengan huruf S selama sistem boot. Skrip ini akan menjalankan proses background yang dibutuhkan oleh sistem. Pada saat shutdown semua skrip pada direktory yang dimulai dengan huruf K akan dieksekusi. Sistem ini menyediakan urutan sistem ke state yang berbeda untuk mode produksi dan maintenance. TIP : Daftar state dan run level dari semua service dimulai oleh ini : chkconfig list GUI tool :/usr/x11r6/bin/tksysv 5. AKTIVASI SKRIP INIT Menambah suatu skrip ke direktory /etc/rc.d/rc#.d/ baik prefik S atau K, menambah skrip ke proses boot atau shutdown. Skrip berjalan dengan urutan numerik. S20abc dijalankan sebelum S30xyz. Keberadaan prosedur boot dan shutdown ini merupakan kekuatan sistem operasi UNIX. Inisialisasi proses dengan urutan tertentu dapat dikoordinasikan untuk proses dependent. Shutdown dari proses biasanya dibutuhkan untuk program yang kompleks misalnya database. Proses individual dapatkemunginan dimonitore, shutdown dan start pada sembarang waktu menggunakan skrip tersebut. Misalnya /etc/rc.d/rc2.d/httpd start. Mofidikasi start, stop atau status kemungkinan digunakan. Skrip start / stop /status berada pada direktory /etc/rc.d/init.d/ adalah suatu link ke direktory sebenarnya. Link tersebut kemungkinan dibuat atau dihapus menggunakan perintah chkconfig, misalnya chkconfig del httpd akan

PRAKTIKUM 10 LINUX BOOTING PROCESS 130 menghapus web server dari proses startup dan shutdown. Sebaliknnya chkconfig add httpd akan menambahke ke proses startup/shutdown dengan membangkitkan link dari skrip pada /etc/rc.d/init.d/ ke direktory /etc/rc.d/rc#.d/ yang sebenarnya. Untuk informasi lebih lanjut gunakan halaman manual LINUX untuk init. Pada Red Hat 9.0, GUI tool /usr/bin/redhat-config-services dapat membantu untuk mengkonfigurasi service untuk start dan menyediakan deskripsi untuk setiap service yang tersedia. Service dasar meliputi : Sistem Service Deskripsi anacron Run jobs which were scheduled for execution while computer was turned off. Catch up with system duties. arpwatch Keeps track of IP address to MAC address pairings atd Run scheduled batch jobs. autofs automounts file systems on demand. crond Job sheduler for periodic tasks gpm Allows console terminal cut and paste. (Non X-window consoles) https Apache web server. iptables Firewall rules interface to kernel keytable Loads selected keyboard map as set in /etc/sysconfig/keyboard kudzu New harware probe/detection during system boot. lpd Network printer services microcode_ctl Uploads microcode to kernel and ultimately to the Intle Pentium processor. (Hardware specific.) mysqld Database services named DNS name services (Bind) network Active network services during system boot. nfs Network file system. Unix file sharing services. nscd Password and group lookup services for use with network authentication (NIS, LDAP,...). ntpd Network Time Protocol time synchronization services. random Random number generation tool used for encryprion rawdevices Enables raw IO. Useful for Oracle and software which utilizes this

PRAKTIKUM 10 LINUX BOOTING PROCESS 131 smb syslog ypbind NIS yppasswd xfs for high speed disk access. SAMBA: MS/Windows PC file s haring services System log file facility. file sharing/authentication infrastructure service. NIS file sharing/authentication infrastructure service. X-Windows font server. Service utama yang direkomendasikan adalah : anacron, ard, autofs, crond, gpm, iptables, keytable, kudzu, microcode_ctl (Intel32 hardware only), network, random. syslog Graphics Workstation - add: xfs File Server for PC clients - add: smb Print Server - add: lpd atau cups File server Linux/Unix clients - add: nfs, netfs, nfslock, portmap, ypbind, yppasswd, ypserv Web Server - add: httpd, tux, xinetdi, sshd 6. SKRIP INIT Skrip init berada pada direktory /etc/rc.d/script-name. Gunakan perintah chkconfig untuk membangkitkan soft link ke direktory yang sebenarnya untuk beberapa run level. #!/bin/sh # # Startup script for program # # chkconfig: 345 85 15 - This statement tells the chkconfig command how to add or delete this process to the boot process # description: Description of program # processname: process-name # pidfile: /var/run/process-name.pid # Source function library. This creates the operating environment for the process to be started. /etc/rc.d/init.d/functions case "$1" in

PRAKTIKUM 10 LINUX BOOTING PROCESS 132 start) echo -n "Starting process-name: " daemon process-name -Starts only one process of a given name. echo touch /var/lock/subsys/process-name ;; stop) echo -n "Shutting down process-name: " killproc process-name echo rm -f /var/lock/subsys/process-name rm -f /var/run/process-name.pid - Only if process generates this file ;; status) status process-name ;; restart) $0 stop $0 start ;; reload) echo -n "Reloading process-name: " killproc process-name -HUP echo ;; *) echo "Usage: $0 {start stop restart reload status}" exit 1 esac exit 0 Fungsi skrip bash daemon, killproc dan status dapat ditemukan dalam skrip /etc/rc.d/functions. Skrip harus dieksekusi untuk menjalankannya (chmod +x script-name) Misalnya skrip digunakan untuk memulai dan menghentikan proses seperti /etc/rc.d/init.d/httpd restart /etc/rc.d/init.d/httpd stop /etc/rc.d/init.d/httpd start atau menggunakan perintah service : service httpd restart service httpd stop service httpd start

PRAKTIKUM 10 LINUX BOOTING PROCESS 133 Dua baris dalam skrip yang memungkinkan perintah chkconfig mengontrol skrip untuk proses boot dan shutdown adalah # chkconfig: 345 85 15 # description: Description of program Bila menambahkan ke proses booting menggunakan perintah "chkconfig -- add script-name" awal order/priority akan diset 80 sedangkan stop/shutdown diset 15. Proses akan ditambahkan ke runlevel 3, 4, dan 5. Hal ini dapat dilakukan dengan membangkitkan link dari lokasi skrip (/etc/rc.d/init.d/) ke direktori run level : /etc/rc.d/rc#.d/. Nama file dalam direktory run level akan menunjukkan apa yang digunakan untuk boot (mulai dengan S ) atau shutdown (mulai dengan K ). 7. CHKCONFIG Perintah chkconfig membangkitkan dan memutuskan link antara direktori /etc/rc.d/init.d/ dan direktori run level /etc/rc.d/rc[0-6].d/ untuk mengontrol inisialisasi proses boot dan proses shutdown. chkconfig [--level <levels>] <name> on off reset > chkconfig --list chkconfig --list chkconfig --add <name> chkconfig --del <name> chkconfig --level 0123456 <name> off Contoh : chkconfig --level 345 httpd on - apache diberikan 3, 4 dan 5. chkconfig --add httpd - memulai web server daemon pada system boot. chkconfig --del sendmail - Tidak memulai sendmail daemon pada system boot. chkconfig --list ] - Daftar semua servis dan level init. chkconfig --list grep on - Daftar semua service yang dimulai pada sistem boot

PRAKTIKUM 10 LINUX BOOTING PROCESS 134 TUGAS PENDAHULUAN: Sebagai tugas pendahuluan, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini : 1. Sebutkan inisialisasi proses apa saja yang dilakukan oleh sistem operasi Linux pada saat booting 2. Apa yang dilakukan sistem operasi Linux pada saat booting? 3. Apakah isi dari file /etc/inittab. Sebutkan siste m proses yang dapat dimasukkan pada variabel initdefault dan jelaskan maksudnya. 4. Apa yang dimaksud dengan run level pada linux? Sebutkan perbedaan file pada /etc/rc.d/rc#.d/ yang menggunakan awalan S dan awalan K. 5. Apa yang dimaksud dengan perintah service dan chkconfig? PERCOBAAN: 1. Login sebagai root. 2. Bukalah Console Terminal dan lakukan percobaan-percobaan di bawah ini kemudian analisa hasil percobaan. 3. Selesaikan soal-soal latihan.

PRAKTIKUM 10 LINUX BOOTING PROCESS 135 Percobaan 1 : Linux INIT Process 1. Program /sbin/init akan dijalankan pada saat booting. Eksekusi program ini berdasarkan file /etc/inittab. Lihatlah isi file /etc/inittab dan perhatikan mode default runlevel pada baris initdefault # cat /etc/inittab 2. Berdasarkan runlevel yang dipilih, proses init kemudian mengeksekusi skrip startup yang berada pada sub direktory /etc/rc.d. Skrip yang digunakan untuk runlevel 0 sampai dengan 6 berada pada sub direktory /etc/rc.d/rc0.d sampai /etc/rc.d/rc6.d. # ls -l /etc/rc.d 3. Setiap nama file pada direktori misalnya /etc/rc.d/rc5.d dimulai dengan huruf S merupakan skrip startup sedangkan skrip yang dimulai dengan huruf K merupakan skrip shutdown. Angka yang mengikuti "K" atau "S" menandakan urutan skrip yang dijalankan. Contohnya kudzu denga n nilai 05 dijalankan sebelum wlan dengan nilai 09 # ls /etc/rc.d/rc5.d Percobaan 2 : Menentukan default boot runlevel 1. Default boot runlevel pada file /etc/inittab diset dengan menggunakan variabel initdefault. Jika diset "3", sistem boot menggunakan antar muka teks pada console VGA; jika diset "5", menggunakan GUI. 2. Hapus baris initdefault yang tidak diperlukan pada file /etc/inittab. Buatlah bari baru untuk set sistem boot menggunakan console VGA / teks # vi /etc/inittab

PRAKTIKUM 10 LINUX BOOTING PROCESS 136 # Default runlevel. The runlevels used by RHS are: # 0 - halt (Do NOT set initdefault to this) # 1 - Single user mode # 2 - Multiuser, without NFS (The same as 3, if you do not have networking) # 3 - Full multiuser mode # 4 - unused # 5 - X11 # 6 - reboot (Do NOT set initdefault to this) # id:3:initdefault: # Console Text Mode #id:5:initdefault: # Console GUI Mode 3. Setelah dilakukan perubahan variabel initdefault, lakukan reboot. Perhatikan apakah masuk ke mode teks # reboot 4. Lakukan perubahan kembali dari 3 ke 5 dan lakukan reboot sistem. Ingat, jangan melakukan setting ke 6 karena sistem akan reboot terus-menerus. Sedangkan setting 0 maka sistem tidak pernah dimulai. Percobaan 3 : Menggunakan Console GUI 1. Kita dapat masuk ke console GUI jika sistem berada pada mode teks. Pertama ubahlah variabel initdefault pada file /etc/inittab dan ubahlah ke mode 3 atau dengan menggunakan perintah init # init 3 2. Metode Manual : Jalankan aplikasi X terminal GUI dengan menjalankan perintah startx pada console VGA. Untuk keluar gunakan logout # startx 3. Metode Otomatis : Anda dapat menjalankan X terminal GUI setiap kali reboot menggunakan perintah init. Anda harus mengedit variabel initdefault pada file /etc/inittab seperti percobaan 2 agar setiap booting masuk ke mode GUI. Ubahlah kembali ke mode 5. # init 5

PRAKTIKUM 10 LINUX BOOTING PROCESS 137 Percobaan 4 : Menggunakan Virtual Console 1. Untuk mendapatkan command prompt dapat dilakukan dengan membuka terminal pada Jendela GUI. Default-nya, Linux menjalankan 6 virtual consol atau TTY session yang dijalankan pada console VGA. Hal ini didefinisikan dengan statement mingetty pada file /etc/inittab. Console X terminal GUI membuat virtual console sendiri menggunakan TTY pertama yang tersedia yang tidak dikontrol oleh mingetty. Hal ini menyebabkan GUI berjalan sebagai nomor 7. Perhatikan baris mingetty pada file /etc/ inittab, virtual console nomor berapa yang dikontrol? # cat /etc/inittab 2. Cobalah masuk ke virtual console menggunakan <CTRL> <ALT> <F1> sampai dengan <F6>. 3. Untuk masuk ke login GUI gunakan <CTL> <ALT> <F7>, hanya jika berada pada run level 5 atau GUI dijalankan setelah startx. Percobaan 5 : Shutdown dan rebooting sistem 1. Perintah init akan mengubah runlevel, untuk shutdown nilainya adalah 0. # init 0 2. Perintah shutdown menyebabkan efek yang sama. Opsi y untuk mengabaikan prompt pesan dan h untuk halt sistem. Opsi 0 menunjukkan berapa lama menunggu memulai prosedur, dalam hal ini 0 menit. # shutdown hy 0 3. Anda juga bisa menggunakan perintah init untuk reboot sistem dengan memasukkan runlevel 6 # init 6

PRAKTIKUM 10 LINUX BOOTING PROCESS 138 4. Perintah reboot menpunyai efek yang sama, tetapi juga mengirimkan pesan warning ke semua user # reboot 5. Reboot juga dapat dilakukan dengan perintah shutdown menggunakan opsi -r dan menentukan delai misalnya 10 menit. # shutdown ry 10 Percobaan 6: Berpindah ke mode single user 1. Beberapa aktifitas membutuhkan sistem untuk log off semua user, aplikasi dan networking sehingga hanya sistem administrator yang mengakses sistem dari console VGA. Alasan lainnya adalah untuk memperbaiki password root. 2. Jika sistem berjalan normal, berpindah ke mode single user dapat dilakukan dengan perintah init dan memasukkan runlevel 1. # init 1 3. Perintah diatas tidak memberikan warning ke user dan perintah shutdown tidak mempunyai opsi mode single user. Hal ini akan muncul dengan menjalankan perintah shutdown dengan delay. # shutdown 1 Percobaan 7: Berpindah ke mode single user pada layar Grub 1. Anda dapat masuk ke mode single user secara langsung setelah menghidupkan power sistem. 2. Hidupkan sistem Anda 3. Jika screen Linux muncul, Anda dapat memilih kernel yang diinstal pada sistem. Ketik a untuk append. Maka akan didapa tkan prompt untuk menambah opsi boot pada file grub.conf.

PRAKTIKUM 10 LINUX BOOTING PROCESS 139 grub append> ro root=label=/ 4. Tambahkan 1 pada akhir string grub append> ro root=label=/1 5. Tekan Enter. Sistem akan melanjutkan booting, tetapi akan menuju ke promp root # tanpa menanyakan username dan password Percobaan 8: Berpindah ke default runlevel dari mode single user 1. Perintah exit akan menyebabkan sistem keluar dari runlevel 1 dan mengubah ke default runlevel untuk sistem. Anda juga dapat menggunakan perintah init (misalnya init 3 dan init 5 ) bash-2.05b# exit Percobaan 9: Memperbaiki password root 3. Kadangkala anda kehilangan atau lupa pada password root, atau sistem administrator sebelumnya tidak memberi password kepada Anda 4. Masuk ke console VGA dan tekan <CTRL> <ALT> <DEL>. Sistem akan shutdown 5. Reboot sistem dan masuk ke mode single user 6. Setelah masuk ke command prompt, ubahlah password root. Mode single user mengasumsikan orang pada consol sebagai root, sehingga anda tidak perlu menentukan nama user root 7. Masuk ke default runlevel dengan menggunakan perintah exit.

PRAKTIKUM 10 LINUX BOOTING PROCESS 140 Percobaan 10: Menggunakan perintah chkconfig 1. Perintah chkconfig digunakan untuk melihat aplikasi mana yang dimulai pada setiap runlevel. Opsi list untuk melihat daftar paket pada /etc/init.d dan runlevel yang on atau off # chkconfig list 2. Anda dapat menggunakan chkconfig untuk mengubah runlevel untuk paket tertentu. Misalnya Sendmail akan dimulai pada startup runlevel 3 atau 5. Ubahlah Sendmail tidak dimulai pada saat boot. 3. Perintah chkconfig dapat digunakan dengan grep untuk menentukan run level dimana Sendmail akan berjalan. Disini terlihat berjalan pada level 3 dan 5. # chkconfig list grep mail 4. Perintah chkconfig dengan opsi level mengindikasikan bahwa beberapa aksi dikerjakan pada runlevel yang dimasukkan seba gai nilai. Argumen pertama pada perintah adalah paket dan argumen kedua apakah on atau off. Dalam hal ini Anda ingin Sendmail tidak dimulai jika masuk ke runlevel 3 dan 5 # chkconfig level 35 sendmail off 5. Hal tersebut juga dapat dilakukan tanpa ops i level, otomatis chkconfig akan mengubah runlevel 3 dan 5 # chkconfig sendmail off 6. Anda juga dapat shutdown permanen dan stop dari running saat ini. # service sendmail stop 7. Anda dapat menggunakan chkconfig untuk memeriksa kembali pekerjaan Anda # chkconfig list grep mail

PRAKTIKUM 10 LINUX BOOTING PROCESS 141 LATIHAN: 1. Pada percobaan 1 lihatlah urutan eksekusi pada saat startup dan shutdown pada runlevel 5 untuk file : a. netfs b. pcmcia c. nfslock d. kudzu e. portmap f. wlan g. isdn h. ne twork i. syslog j. keytable 2. Laporkan hasil perubahan password pada mode single user pada percobaan 9. Gunakan password root redhat (jangan lainnya!). 3. Apakah kegunaan menggunakan perintah service? Berikan contoh. 4. Apa kegunaan menggunakan perintah chkconfig? Berikan contoh. LAPORAN RESMI: 1. Analisa hasil percobaan yang Anda lakukan. 2. Kerjakan latihan diatas dan analisa hasil tampilannya. 3. Berikan kesimpulan dari praktikum ini.