Materi 15 PENGANGGARAN MODAL INTERNASIONAL. 1

dokumen-dokumen yang mirip
STRUKTUR MODAL & BIAYA MODAL INTERNASIONAL

PENGANGGARAN MODAL PERUSAHAAN MULTNASIONAL

Metode Penilaian Investasi Pada Aset Riil. Manajemen Investasi

ABSTRAK Kata Kunci: capital budgeting, dan sensitivity analysis.

Biaya Modal. Biaya Modal MNC. Biaya modal MNC mungkin berbeda dengan perusahaan domestik karena:

BAB 14. Keputusan Investasi & Penganggaran Modal. Ekonomi Manajerial Manajemen

KATA PENGANTAR. penyusunan Group Field Project ini. Group Field Project ini disusun untuk

Materi 7 MANAJEMEN EKSPOSUR TRANSAKSI.

BAB 13 KEPUTUSAN INVESTASI MODAL

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB V. Kesimpulan Dan Saran

ANALISIS PROSPEKTIF PROSES PROYEKSI. 1. Proyeksi Laporan Keuangan. a. Proyeksi Laporan Laba Rugi

DANA PENSIUN LEMBAGA KEUANGAN TUGU MANDIRI LAPORAN KEUANGAN DAN INFORMASI TAMBAHAN 31 DESEMBER 2011 DAN 2010 DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

IV. METODE PENELITIAN

OPSI RIIL DAN TOPIK LAINYA DALAM PENGANGGARAN MODAL

Dodi Arif, SE., MM. KAPITA SELEKTA KEUANGAN. Universitas Gunadarma Jakarta

Cost of Capital & Capital Structure

Teori Struktur Modal 1 BAB 8. TeorTETTTETR TEORI STRUKTUR MODAL TEORI STRUKTUR MODAL

Bab 6 Teknik Penganggaran Modal (Bagian 1)

METODOLOGI PENELITIAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Materi 7 Metode Penilaian Investasi

ANALISIS INVESTASI PADA AKTIVA TETAP BERWUJUD

ANALISIS INVESTASI PADA AKTIVA TETAP BERWUJUD

ANALISIS RISIKO DALAM KEPUTUSAN INVESTASI. Suprihatmi Sri Wardiningsih Fakultas Ekonomi Universitas Slamet Riyadi Surakarta

AKUNTANSI INVESTASI STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN BERBASIS AKRUAL PERNYATAAN NO. 06 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

14. Biaya modal : Tingkat pengembalian yang diminta atas berbagai jenis pendanaan.

Manajemen Investasi. Febriyanto, SE, MM. LOGO

BAB II LANDASAN TEORI

Struktur Pemodalan Yang Baik Bagi Perusahaan

RISIKO INVESTASI tidak dapat dihindari

PENGANGGARAN MODAL. Rona Tumiur Mauli Caroline Simorangkir, SE.,MM. Modul ke: Fakultas EKONOMI & BISNIS. Program Studi AKUNTANSI

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

TRANSAKSI DENGAN MATA UANG ASING

RANGKUMAN BAB 23 EVALUASI EKONOMI DARI PENGELUARAN MODAL (Akuntansi Biaya edisi 13 Buku 2, Karangan Carter dan Usry)

MANAJEMEN KAS INTERNASIONAL

LAMPIRAN X PERATURAN BUPATI POLEWALI MANDAR NOMOR : 29 TAHUN 2014 TANGGAL : 27 OKTOBER 2014 KEBIJAKAN AKUNTANSI NOMOR 09 AKUNTANSI INVESTASI

OUTLINE UNTUK BUKU MANAJEMEN KEUANGAN (Dr. Ayi Kuntadi, MS. dan Dr. Memen Kustiawan, SE., M.Si., Ak.)

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Penelitian ini pada dasarnya mengacu pada penelitian yang dilakukan

III. KERANGKA PEMIKIRAN 3.1. Kerangka Pemikiran Konseptual

BAB I PENGANTAR. memiliki kegiatan mengelola dana pensiun karyawan beberapa BUMN yang

Kebijakan Dividen 1 BAB 11 KEBIJAKAN DIVIDEN

Aspek Keuangan. Dosen: ROSWATY,SE.M.Si

Metode Penilaian Investasi

III. KERANGKA PEMIKIRAN

Pertemuan 12 Investasi dan Penganggaran Modal

Materi 12 INVESTASI PORTOFOLIO INTERNASIONAL. 1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Peneliti terdahulu yang digunakan adalah adalah penelitian yang

Manajemen Keuangan. Keputusan Investasi. Basharat Ahmad. Modul ke: Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Program Studi Manajemen

III. METODE PENELITIAN

KONSEP dan TRANSAKSI MATA UANG ASING

Manajemen Keuangan Bisnis I Pertemuan II. Lingkungan Keuangan Pasar, Lembaga Keu & Pasar, Bunga Keuangan

Minggu-15. Budget Modal (capital budgetting) Penganggaran Perusahaan. By : Ai Lili Yuliati, Dra, MM

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN PERUMUSAN HIPOTESIS

III. KERANGKA PEMIKIRAN

Manajemen Keuangan. Struktur Permodalan Perusahaan. YANANTO MIHADI PUTRA, S.E., M.Si. Modul ke: Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Program Studi Akuntansi

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Dasar-Dasar. Proses Valuasi. Top-down Analysis: 3 Pokok Analisis. 1. Perekonomian. Fiscal Policy. (Kebijakan Fiskal)

Mata Kuliah - Kewirausahaan II-

ANALISIS STUDI KELAYAKAN PENGEMBANGAN USAHA KONVEKSI PADA CV. TATA SARANA MANDIRI. : Dedik Fahrudin NPM : Jenjang/Jurusan : S1/Manajemen

BAB II LANDASAN TEORI. tertentu untuk mencapai suatu tingkat pengembalian (rate of return) yang. dan dampaknya terhadap harga surat berharga tersebut.

ASPEK KEUANGAN. Disiapkan oleh: Bambang Sutrisno, S.E., M.S.M.

ABSTRAK. Kata Kunci: Capital Budgeting, Payback Period, Net Present Value, dan Internal Rate of Return. Universitas Kristen Maranatha

PENGAMBILAN KEPUTUSAN STRATEGIS: KEPUTUSAN INVESTASI MODAL (Capital Budgeting) HARIRI, SE., M.Ak Universitas Islam Malang 2017

METODE PENELITIAN. 3.1 Kerangka Pemikiran

ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI

Dodi Arif, SE., MM. KAPITA SELEKTA KEUANGAN. Universitas Gunadarma Jakarta. Struktur Modal 1

MANAJEMEN KEUANGAN. Penganggaran Modal. Riska Rosdiana SE., M.Si. Modul ke: Fakultas Ekonomi & Bisnis. Program Studi Manajemen.

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. penelitian ini, maka penulis dapat menarik simpulan sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN. Dalam dunia usaha sekarang ini, persaingan yang terjadi semakin ketat.

KRITERIA PENILAIAN INVESTASI

BAB II INVESTASI. Setiap perusahaan yang melakukan investasi aktiva tetap selalu

Bab V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pada era globalisasi sekarang ini, persaingan dalam dunia usaha

MANAJEMEN KEUANGAN CAPITAL BUGDETING

ANALISIS INVESTASI BUDI SULISTYO

Jakarta, 17 Desember Penulis

DASAR-DASAR PENGANGGARAN MODAL. M.Andryzal fajar

BAB I PENDAHULUAN. Dalam menjalankan suatu bisnis maupun dalam usaha menginvestasikan dana

Bab I Pendahuluan. I.1 Latar Belakang

EDISI KEDELAPAN BUKU I EUGENE F. BRIGHAM JOEL F. HOUSTON MANAJEMEN KEUANGAN TIM

Tipe dan Cara Pembayaran Dividen

Definisi Klasifikasi Pengakuan Pengukuran pengungkapan. tedi-last 10/16

III KERANGKA PEMIKIRAN

III. METODE PENELITIAN

Pembelanjaan Jangka Panjang 1 BAB 14 PEMBELANJAAN JANGKA PANJANG

IV. METODE PENELITIAN

PENGANGGARAN MODAL (CAPITAL BUDGETING)

BAB 2 LANDASAN TEORI

Tugas Manajemen Keuangan. BAB 7 OBLIGASI DAN PENILAIANNYA Disusun untuk memenuhi tugas kuliah yang diampu oleh Bpk. Ismani, M.Pd.

TIME VALUE OF MONEY DAN NET PRESENT VALUE (NPV)

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Model penetapan harga asset Capital Assets Pricing Model, biasa disebut

BAB 3 LANGKAH PEMECAHAN MASALAH

BAB I PENDAHULUAN. Kondisi perekonomian Indonesia yang terus berkembang ke arah yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Peneliti terdahulu yang digunakan adalah adalah penelitian yang dilakukan

Transkripsi:

Materi 15 PENGANGGARAN MODAL INTERNASIONAL http://www.deden08m.com 1

PENDAHULUAN (1) Kemakmuran pemegang saham tercipta ketika perusahaan membuat investasi yang menghasilkan nilai sekarang investasi lebih besar daripada biayanya. Keputusan investasi modal relatif mahal, sehingga menentukan bagaimana perusahaan menghasilkan produk secara efisien dan menentukan bagaimana kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan. http://www.deden08m.com 2

PENDAHULUAN (2) Keputusan investasi modal menentukan posisi kompetitif perusahaan di pasar produk dan kelangsungan hidup perusahaan dalam jangka panjang. Konsekuensinya: suatu kerangka kerja yang valid untuk analisis adalah penting. Dalam keuangan modern, metodologi pengambilan keputusan menggunakan model arus kas yang didiskonto nilai sekarang bersih (NPV). http://www.deden08m.com 3

PENDAHULUAN (3) Lessard (1985) menyarankan agar dalam CB menggunakan nilai sekarang yang disesuaikan (APV) yang merupakan perluasan teknik NPV. Persamaan penganggaran modal NPV dasar: NPV = CF t /(1+K) t + TV T /(1+K) T C 0. Tolok ukur: NPV 0 (proyek diterima); dan NPV < 0 (proyek ditolak). http://www.deden08m.com 4

PENDAHULUAN (3) Analisis pengeluaran modal yang lain: IRR, PP, & PI. Dalam CB, input yang dianalisis dengan NPV, APV, IRR, PP, & PI, adalah arus kas tahunan yang dihaslkan selama umur ekonomis proyek. Arus kas yang digunakan dalam analisis CB ini adalah arus kas inkremental (CF t ). CF t = (R t OC t D t I t ) + D t + I t (1 - τ). CF t = OCF t (1-τ) + τd t. http://www.deden08m.com 5

PENDAHULUAN (4) Formula CF t yang lebih sederhana: CF t = (R t OC t D t )(1 τ) + D t. CF t = NOI t (1-τ) + D t. Formula lain CF t juga dapat digunakan: CF t = (R t OC t )(1 τ) + τd t. CF t = OCF t (1 τ) + τd t. http://www.deden08m.com 6

MODEL NILAI SEKARANG YANG DISESUAIKAN (1) Jika persamaan arus kas inkremental disubstitusikan pada rumus NPV, maka: NPV = OCF t (1- τ)/(1+k) t + τdt/(1+k) t + TV T /(1+K) T C 0. Nilai perusahaan yang menggunakan leverage (Modigliani dan Miller = MM, 1963): V l = V u + τutang. Dari dua sisi persamaan, jika diuraikan: NOI(1-λ)/K = [NOI(1-λ)/K u ] + τi/i http://www.deden08m.com 7

MODEL NILAI SEKARANG YANG DISESUAIKAN (2) Biaya modal rata2 tertimbang (K): K = (1 - λ)/k l + λi(1 - τ). Dalam artikel MM diperlihatkan bahwa: K = K u (1-τλ). Jika λ = 0, maka K = K u & I = 0. Jadi: V l = V u. Jika λ > 0, maka K u > K & I > 0. Jadi: V l > V u. http://www.deden08m.com 8

MODEL NILAI SEKARANG YANG DISESUAIKAN (3) Teori MM: nilai perusahaan yang menggunakan leverage > perusahaan yang tidak menggunakan leverage dengan NOI sama. Argumennya: perusahaan yang menggunakan leverage mempunyai penghematan pajak dari pengurangan pajak atas pembayaran bunga kepada para pemegang obligasi yang tidak dibayarkan kepada pemerintah. http://www.deden08m.com 9

MODEL NILAI SEKARANG YANG DISESUAIKAN (4) Analogi dengan persamaan MM untuk perusahaan yang tidak berutang, maka NPV diubah menjadi APV diformulakan: APV = OCF t (1- τ)/(1+k u ) t + τd t /(1+i) t + τi t /(1+i) t + TV T /(1+K u ) T C 0. Model APV: pendekatan aditivitas nilai untuk penganggaran modal. Tolok ukur: APV 0 (proyek diterima); dan APV < 0 (proyek ditolak). http://www.deden08m.com 10

MODEL NILAI SEKARANG YANG DISESUAIKAN (4) Model APV sangat berguna untuk analisis pengeluaran modal perusahaan domestik. Model APV sangat berguna bagi MNC untuk menganalisis pengeluaran modal domestiknya atau untuk perusahaan anak luar negeri MNC dari sudut pandang perusahaan anak. http://www.deden08m.com 11

PENGANGGARAN MODAL DARI PERSPEKTIF PERUSAHAAN INDUK (1) Kelemahan Model APV: ada kemungkinan suatu proyek mempunyai APV positif dari perspektif perusahaan anak dan APV negatif dari perspektif perusahaan induk. Penyebab: 1. Arus kas tertentu diblokade oleh negara tamu; 2. Pemberlakuan pajak ekstra oleh negara tamu. APV dari perspektif MNC dikembangkan oleh Lessard (1985) untuk menganalisis pengeluaran modal luar negerinya. http://www.deden08m.com 12

PENGANGGARAN MODAL DARI PERSPEKTIF PERUSAHAAN INDUK (2) APV = S t OCF t (1- τ)/(1+k ud ) t + S t τd t /(1+i d ) t + τi t /(1+i d ) t + S T TV T /(1+K ud ) T S 0 C 0 + S 0 RF 0 + S 0 CL 0 - S t LP t /(1+i d ) t. Tidak semua bagian rumus APV Lessard dilibatkan dalam perhitungan penganggaran modal, dan disesuaikan dengan kondisi yang ada. Kurs spot di masa mendatang pada rumus Lessard dapat diestimasi dengan PPP. S t = S 0 (1+π d ) t /(1+ π f ) t. http://www.deden08m.com 13

PENYESUAIAN RISIKO DALAM ANALISIS PENGANGGARAN MODAL (1) Dalam model APV, analisis pengeluaran modal suatu proyek diperlakukan mempunyai risiko yang sebanding dengan perusahaan sebagai keseluruhan. beberapa proyek yang ada mungkin lebih atau kurang berisiko daripada rata2 perusahaan secara keseluruhan. Untuk meyesuaikan ketidaksamaan risiko ini dapat digunakan dua cara: 1. Metode diskonto yang disesuaikan risiko; dan 2. Metode ekuivalen kepastian. http://www.deden08m.com 14

PENYESUAIAN RISIKO DALAM ANALISIS PENGANGGARAN MODAL (2) Metode diskonto yang disesuaikan risiko mensyaratkan penyesuaian tingkat diskonto atas atau bawah untuk peningkatan atau penurunan dalam risiko sistematik atas proyek relatif terhadap perusahaan sebagai suatu keseluruhan. Pada rumus APV Lessard, hanya arus kas yang didiskonto pada K ud yang memasukkan risiko sistematik. Jadi, hanya K ud yang membutuhkan penyesuaian ketika risiko berbeda dari perusahaan sebagai suatu keseluruhan. http://www.deden08m.com 15

PENYESUAIAN RISIKO DALAM ANALISIS PENGANGGARAN MODAL (3) Pada metode ekuivalen kepastian, mengutip premi risiko dari arus kas yang diharapkan untuk mengkonversinya ke dalam arus2 kas bebas risiko yang ekuivalen, kemudian didiskonto pada tingkat bunga bebas risiko. Ini disempurnakan dengan mengalikan arus kas berisiko dengan suatu faktor ekuivalen kepastian yang merupakan kesatuan atau kurang. Arus kas yang lebih berisiko, lebih kecil faktor ekuivalen kepastian. http://www.deden08m.com 16

ANALISIS SENSITIVITAS (1) Masing-masing arus kas dalam metode APV mempunyai distribusi probabilitasnya sendiri. Nilai yang diharapkan atas input ini adalah apa yang diharapkan oleh manajer keuangan untuk mendapatkan informasi tertentu yang diselesaikan pada waktu analisis ditampilkan. http://www.deden08m.com 17

ANALISIS SENSITIVITAS (2) Nilai yang direalisasikan yang dapat menghasilkan suatu arus kas khusus mungkin berbeda daripada yang diharapkan. Dengan analisis sensitivitas, skenario yang berbeda diuji dengan menggunakan estimasi kurs tukar, estimasi tingkat inflasi, dan estimasi biaya dan penentuan harga, yang berbeda dalam perhitungan APV. http://www.deden08m.com 18

ASUMSI PPP Dalam metode APV, PPP digunakan sebagai alat peramal atas kurs tukar yang diharapkan di masa mendatang. Asumsi lain: tidak ada perbedaan dalam tingkat pajak marginal, ketika PPP dipegang & semua arus kas luar negeri secara legal dapat direpatriasi ke perusahaan induk, & tidak ada perbedaan perspektif antara perusahaan induk & anak. http://www.deden08m.com 19

OPSI-OPSI RIEL Risiko dalam pendekatan APV diperlakukan melalui tingkat diskonto. Jika APV + proyek diterima, & APV proyek ditolak. Proyek diterima di baah asumsi bahwa semua keputusan operasi mendatang akan optimal. Padahal, manajemen perusahaan tidak tahu kenyataannya. Penerapan teori penentuan harga opsi untuk mengevaluasi opsi-opsi investasi dalam proyek riel disebut sebagai opsi-opsi riel. http://www.deden08m.com 20

TUGAS TERSTRUKTUR Buku 2 Halaman 166, Soal Nomor: 1, 2, 3, 4, dan 5. http://www.deden08m.com 21