48 BAB IV PENGUJIAN ALAT 4.1 Cara Konfigurasi dan Pemasangan Konfigurasi rangkaian yang telah dipasangkan pada sumber tegangan 8 Volt. Dengan mengatur potensiometer 10 KΩ, kita setel potensiometer dengan memasang pada perkiraan 5 KΩ dari 0 sampai 10 KΩ. Sehingga kita dapat menganggap bahwa hambatan potensiometer sekitar 5-10 KΩ. Bila potensiometer disetel sekitar 0 sampai 5 KΩ, maka alat ini akan dapat memicu sebuah relay dan mengaktifkan sebuah rangkaian alarm. Alat ini dipasang pada suatu jarak tertentu dan terpisah antara pemancar dan penerima. 4.2 Hasil Uji Coba Langkah-langkah penyelesaian, pemeriksaan dan pengujian yaitu setelah pengukuran dilakukan, kemudian diperiksa kembali penyolderan dan perancangan komponen yang kurang baik, yang terakhir setelah selesai pemeriksaan dan tidak ada kekurangan, langkah selanjutnya yaitu pengujian untuk menguji tegangan keluaran pada detektor (fototransistor). Pengukuran ini dilakukan dengan menggunakan instrumen-instrumen catu daya DC atau power suplay dan multimeter analog. Setelah detektor (fototransistor) ini selesai diuji, tahap selanjutnya adalah melakukan pengukuran tegangan keluaran
49 masing-masing rangkaian penguat pada rangkaian penerima. Setelah kita melakukan tahap pengukuran tegangan keluaran masing-masing rangkaian penguat, langkah selanjutnya kita menguji rangkaian penyearah dan rangkaian output. Berikut ini merupakan hasil pengujian rangkaian : Tabel 4.1 Hasil Pengujian Rangkaian Pada Rangkaian Pemancar Nama Rangkaian Hasil Pengujian Rangkaian Pemancar Pada Titik IC Pada Titik D1 V in = 8 Volt V in = 1,6 Volt V out = 1,6 Volt V out = 1,4 Volt I in = 0,5 ma I in = 0,005 ma I out = 0,5 ma Pada Titik D2 V in = 1,4 Volt V out = 0,2 Volt Pada Titik D3 V in = 0,2 Volt V out = 0 Volt Tabel 4.2 Hasil Pengujian Rangkaian Pada Rangkaian Penerima Nama Rangkaian Hasil Pengujian Rangkaian Penerima Blok I (Fototransistor) Pada Titik Fototransistor V in = 8 Volt V C = 0 Volt V B = 0 Volt V E = 0 Volt Blok II Pada Titik TR1 (Penguat) V B = 0,2 Volt I B = 0,08 ma
50 V C = 1,2 Volt V E = 0,1 Volt V CE = 4 Volt Pada Titik TR2 V B = 8 Volt V C = 8 Volt V E = 0,9 Volt Pada Titik TR3 V B = 6 Volt V c = 8 Volt V E = 1 Volt Pada Titik TR4 V C = 5,2 Volt V B = 0,2 Volt V E = 0,2 Volt I C = 0,3 ma I E = 0,3 ma I B = 0,2 ma I C = 0,2 ma I E = 0,1 ma I c = 0,50 ma I B = 0,03 ma I E = 1 ma I C = 0,2 ma I B = 0,2 ma I E = 0,3 ma Blok III Pada Titik D2 Pada Titik D4 (Penyearah) V in = 2,4 Volt V in = 0,8 Volt V out = 1 Volt V out = 0,4 Volt Pada Titik D3 V in = 1 Volt V out = 0,8 Volt Pada Titik D5 V in = 0,4 Volt V out = 0,2Volt
51 Tabel 4.3 Hasil Pengujian Rangkaian Pada Rangkaian Output Nama Rangkaian Hasil Pengujian Rangkaian Output Pada Titik TR5 V C = 8 Volt V B = 0,2 Volt V E = 0,4 Volt V out = 8 Volt I C = 0,5 ma I B = 0,02 ma I E = 0,52 ma Pada Titik Relay V in = 8 Volt V out = 8 Volt Pada dasarnya alat ini dapat bekerja dengan baik asalkan dalam membuatmya kita tidak melakukan kesalahan yang fatal. Misalkan dalam pemasangan kaki-kaki kapasitor dan IC-nya jangan terbalik serta nilai atau besar dari resistor. Apabila kita melakukan kesalahan dalam meletakkan dan memasangkan komponen-komponen tersebut, alat ini tidak akan berfungsi dan tidak tertutup kemungkinan komponenkomponen tersebut akan rusak bahkan akan terbakar. 4.3 Hasil Perhitungan Setelah kita melakukan pengujian secara praktek, langkah selanjutnya kita menganalisa hasil uji coba tersebut dengan mencocokkanya dengan menggunakan teori-teori atau perhitungan-perhitungan yang dapat kita pelajari pada buku-buku panduan. Berikut ini adalah table hasil perhitungan :
52 Tabel 4.4. Hasil Perhitungan Rangkaian Pada Rangkaian Pemancar. Nama Rangkaian Hasil Perhitungan Rangkaian Keterangan Pemancar Pada Titik IC V out D3 = 0 Volt I in = 0,5 ma (Karena pada V out Dioda D3 I out = 0,5 ma terjadi proses pembuangan muatan (+) yang bertemu Pada Titik D1 dengan muatan (-)) V in = 1,6 Volt V out = 1,4 Volt Pada Titik D2 V in = 1,4 Volt V out = 0,2 Volt Pada Titik D3 V in = 0,2 Volt V out = 0 Volt V Total = V out D1 + V out D2 + V out D3 = 1,4 Volt + 0,2 Volt + 0 Volt V Total = 1,6 Volt Nama Rangkaian Tabel 4.5. Hasil Perhitungan Rangkaian Pada Rangkaian Penerima Hasil Perhitungan Rangkaian Penerima Pada Titik Fototransistor Blok I I C = V C / R C R C = R1 = 1 K (Fototransistor) = 8 Volt / 1 K I C = 8 ma I B = 0 ma I E = I B + I C V CE = 1/2. V CC = 0 ma + 8 ma = 1/2 x 8 Volt I E = 8 ma V CE = 4 Volt
53 Blok II (Penguat) Pada Titik TR1 I SUMBER = 0,5 ma R B = R2 = 470 K R C = R3 = 3,9 K I C = V C /R C I B = V CE /R B = 1,2 Volt / 3,9 K = 4 Volt / 470 K I C = 0.308 ma I B = 0,009 ma I E = I B + I C V CE = 1/2. V CC = 0,009 ma + 0,308mA = 1/2 x 8 Volt I E = 0,317 ma V CE = 4 Volt H FE = I C /I B = 0,308 ma / 0,009 ma H FE = 34,222 V B = I B. R B + 0,6 Volt = 0,009mA x 470 K Volt V B = 4,83 Volt V C = I SUMBER. R C = 0,5 ma. 3,9 K V C = 1,95 Volt V BE = 0,6 Volt (Transistor Silikon) V BE = 0,2 Volt (Transistor Germanium) Pada Titik TR2 R B = R5 = 47 K R C = R6 = 22 K I C = V CC /R C I B = (V CC V BE) /R B = 8 Volt / 22 K = (8 Volt - 0,6 Volt) / 47 K I C = 0,364 ma I B = 0,157 ma
54 I E = I B + I C V CE = V CC I C. R C = 0,157 ma + 0,364 ma = 8 Volt - 0,364 ma x 22 K I E = 0,521 ma V CE = -0,008 Volt = 0,008 Volt H FE = I C /I B = 0,364 ma / 0,157 ma H FE = 2,318 V B = I B. R B + 0,6 Volt = 0,157 ma x 47 K Volt V B = 7,979 Volt Pada Titik TR3 I C = I SUMBER = 0,5 ma R B = R7 = 180 K I B = V B /R B V CE = 1/2. V CC = 6 Volt / 180 K = 1/2 x 8 Volt I B = 0,033 ma V CE = 4 Volt H FE = I C /I B = 0,5 ma / 0,033 ma H FE = 15,152 V B = I B. R B + 0,6 Volt = 0,033 ma x 180 K Volt V B = 6,54 Volt Pada Titik TR4 R C = R10 = 1 K I C = V C /R C I B = V B /R B
55 = 0,1 Volt / 1 K = 0,2 Volt / 0,47 K I C = 0,1 ma I B = 0,426 ma I E = I B + I C V CE = 1/2. V CC = 0,426 ma + 0,1 ma = 1/2 x 8 Volt I E = 0,526 ma V CE = 4 Volt H FE = I C /I B = 0,1 ma / 0,426 ma H FE = 0,235 I in = V CC /R10 = 8 Volt / 1 K I in = 8 ma Blok III PadaTitik D2 Pada Titik D4 (Penyearah) V in = 2,4 Volt V in = 0,8 Volt V out = 1 Volt V out = 0,4 Volt Pada Titik D3 V in = 1 Volt V out = 0,8 Volt Pada Titik D5 V in = 0,4 Volt V out = 0,2 Volt V Total = V out D2 + V out D3 + V out D4 + V out D5 = 1 Volt + 0,8 Volt + 0,4 Volt + 0,2 Volt V Total = 2,4 Volt Tabel 4.6 Hasil Perhitungan Rangkaian Pada Rangkaian Output Nama Rangkaian Hasil Perhitungan Rangkaian Output Pada Titik TR5 I C = I SUMBER = 0,5 ma
56 I B = V B /R B = 0,2 Volt / 10 K I B = 0,02 ma I E = I B + I C = 0,02 ma + 0,5 ma I E = 0,52 ma H FE = I C /I B = 0,5 ma / 0,02 ma H FE = 25 V B = I B. R B + 0,6 Volt = 0,02 ma x 10 K Volt V B = 0,8 Volt V CE = 0 (dalam keadaan jenuh) V CE = V CC (dalam keadaan tersumbat) Titik Pada Relay V in = V out Arus yang dibutuhkan relay, agar relay dapat aktif I = V CC /R B = 8 Volt / 8,2 K I = 0,976 ma
57 4.4 Cara Menggunakan Alat ini sangat sensitive sehingga pengaruh gerakan manusia yang melintas diantara pemancar dan penerima atau kita meletakan suatu benda yang menghalagi berkas cahaya yang dipancarkan oleh infra merah yang diterima oleh fototransistor dapat mempengaruhi kerja alat tersebut. Manfaat alat ini dapat dipergunakan untuk melindungi barang-barang berharga yang ada didalam rumah kita, ketika kita tidak sedang ada dirumah. 4.5 Pemasangan Detektor Pemancar dan penerima harus dipasang pada sisi yamg berlawanan satu sama lain dalam satu ruangan atau pada sudut yang berlawanan jika dikehendaki. Sebaiknya berkas cahaya melalui jalur diagonal. Hal ini diyakinkan banyak orang bahwa pemasangan alat sistim keamanan rumah dengan menggunakan teknologi infra merah sangat dibutuhkan sehingga rumah akan aman dari gangguan keamanan. Jika pemancar dan penerimanya di pasang dengan ketinggian sekitar 1 m dari lantai, maka alat sistim keamanan rumah dengan menggunakan teknologi infra merah akan sulit dilewati oleh orang pejalan kaki, namun memungkinkan hewan peliharaan lalu lalang dibawahnya. Jika pemancar dan penerima ditutupi, maka bagi pejalan kaki yang akan melewati tidak akan curiga, sampai akhirnya alat itu berbunyi. Alat ini sangat mudah disembunyikan misalnya dengan memasangnya didalam perabot rumah
58 tangga atau membuatnya tidak kelihatan seperti alat yang tidak membahayakan bagi pejalan kaki yang akan melewati. Bila pemancar dan penerima sudah diletakkan dengan sempurna, hidupkan dayanya. LED biasanya hidup dan SW berbunyi jika dayanya dihubungkan. LED bisa dipadamkan dan SW bisa dimatikan dengan cara menekan tombol reset (dengan asumsi kita tidak berdiri diantara pemancar dan penerima). Sekarang sistemnya aktif. Begitu berkas sinar dipatahkan, LED-nya akan menyala dan SW-nya akan berbunyi.