Jurnal Mechanical, Volume 4, Nomor 2, September 2013

dokumen-dokumen yang mirip
III. METODOLOGI PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Hal yang paling dasar dalam pemodelan sebuah komponen (part) adalah pembuatan

III. METODE PENELITIAN. Penelitian dilakukan dibeberapa tempat, sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN. bentuk suatu benda kerja dengan menggunakan sepasang alat. perencanaan peralatan, diameter yang akan dipotong, material alat

c = b - 2x = ,75 = 7,5 mm A = luas penampang v-belt A = b c t = 82 mm 2 = 0, m 2

II. TINJAUAN PUSTAKA

Perancangan ulang alat penekuk pipa untuk mendukung proses produksi pada industri las. Sulistiawan I BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

ANALISIS HASIL PEMOTONGAN PRESS TOOL PEMOTONG STRIP PLAT PADA MESIN TEKUK HIDROLIK PROMECAM DI LABORATORIUM PEMESINAN

BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR

ANALISA MAMPU BENTUK ALUMINIUM KOMERSIAL TERHADAP EFEK PERBEDAAN KETEBALAN MATERIAL PADA PROSES SPINNING

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Produksi Jurusan Teknik Mesin

BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN

PERANCANGAN MESIN POTONG LAS LINGKAR SEMI OTOMATIS DENGAN KETEBALAN MATERIAL POTONG 3-8 MM

BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN

BAB IV HASIL PEMBUATAN DAN PEMBAHASAN. Sebelum melakukan proses pembuatan rangka pada incinerator terlebih

BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR

Simulasi Komputer untuk Memprediksi Besarnya Daya Pemotongan pada Proses Pembubutan Silindris

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2012 sampai dengan Maret

POROS BERTINGKAT. Pahat bubut rata, pahat bubut facing, pahat alur. A. Tujuan Adapun tujuan dari pembuatan poros bertingkat ini yaitu :

Penentuan Kondisi Kelonggaran Cetakan Optimum Pada Pemotongan Logam Plat Menggunakan Deform2D dan Pendekatan Analisis Ragam (ANOVA)

BAB III PROSES MANUFAKTUR. yang dilakukan dalam proses manufaktur mesin pembuat tepung ini adalah : Mulai. Pengumpulan data.

BAB III METODE PROYEK AKHIR. Motor dengan alamat jalan raya Candimas Natar. Waktu terselesainya pembuatan mesin

BAB II PERTIMBANGAN DESAIN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. secara ilmiah. Penelitian ini menggunakan metode analisa, yaitu suatu usaha

Mesh Generation untuk Permukaan Die dan Punch dengan Program Fortran

Perancangan Peralatan Bantu Pembuatan Roda Gigi Lurus dan Roda Gigi Payung Guna Meningkatkan Fungsi Mesin Bubut

BAB III METODOLOGI. sebagian besar digambarkan dalam diagram alir, agar mempermudah proses

STUDI KOMPERATIF AKURASI PEMAKAIAN PERSAMAN BENTANGAN PLAT METODE BIDANG NETRAL, KONSTANTA X DAN METODE FAKTOR KOREKSI Y UNTUK PROSES PENEKUKAN PIPA

Jurnal Flywheel, Volume 1, Nomor 2, Desember 2008 ISSN :

: Teknologi Industri Pembimbing : 1.Dr. Rr Sri Poernomo Sari, ST., MT. : 2.Irwansyah, ST., MT

DASAR-DASAR METROLOGI INDUSTRI Bab III Pengukuran Sudut

BAB IV PROSES PEMBUATAN MESIN

Pengaruh Wire Tension Electrode Pada Mesin Wire EDM Terhadap Kepresisian Pemotongan

Edi Sutoyo 1, Setya Permana Sutisna 2

BAB III PERANCANGAN ALAT. Muiai. Kapasitas: A4 Bahan pola : Lilin Pahat: Gurdi Daya: 1/16HP. Sketsa alat. Desain gambar

MESIN BOR. Gambar Chamfer

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2012 sampai Mei 2012 di

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini pada prosesnya dilakukan pada bulan Juli Tahun 2011 sampai. 2. BLK Disnaker Kota Bandar Lampung.

SOAL LATIHAN 4 TEORI KEJURUAN PEMESINAN

Ditinjau dari macam pekerjan yang dilakukan, dapat disebut antara lain: 1. Memotong

BAB IV PROSES PEMBUATAN DAN PENGUJIAN

BAB III PROSES PEMBUATAN STEAM JOINT STAND FOR BENDED TR

BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN

PROSES PEMBUATAN PRESS HIDROLIK KAPASITAS MAKSIMAL 15 TON

BAB II PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH. gambar kerja sebagai acuan pembuatan produk berupa benda kerja. Gambar

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

III. METODE PEMBUATAN. Tempat pembuatan mesin pengaduk adonan kerupuk ini di bengkel las dan bubut

SOAL LATIHAN 2 TEORI KEJURUAN PEMESINAN

II. TINJAUAN PUSTAKA. seluruh kegiatan yang terdapat dalam proses perancangan. Kegiatankegiatan

FORMAT GAMBAR PRAKTIKUM PROSES MANUFAKTUR ATA 2014/2015 LABORATURIUM TEKNIK INDUSTRI LANJUT UNIVERSITAS GUNADARMA

PREDIKSI SPRINGBACK PADA PROSES DEEP DRAWING DENGAN PELAT JENIS TAILORED BLANK MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK BERBASIS METODE ELEMEN HINGGA

Optimasi Pembuatan Produk Support Melalui Analisis Proses Single Tool Menjadi Progressive Hybrid Tool

RANCANG ULANG PUNCH-DIES UNTUK PEMBUATAN OUTLET PIPE I DI PT. IONUDA SURABAYA

SOAL LATIHAN 1 TEORI KEJURUAN PEMESINAN

BAB IV PROSES PENGERJAAN DAN PENGUJIAN

BAB IV PROSES PEMBUATAN DAN PENGUJIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB III PERANCANGAN SISTEM ATAP LOUVRE OTOMATIS

SIMULASI UNTUK MEMPREDIKSI PENGARUH PARAMETER CHIP THICKNESS TERHADAP DAYA PEMOTONGAN PADA PROSES CYLINDRICAL TURNING

SOAL LATIHAN 2 TEORI KEJURUAN PEMESINAN

Optimalisasi Kualitas Pemotongan Sudut Pada Mesin Wire Cutting Electric Discharge Machining (Edm)

Dalam menentukan ukuran utama mesin skrap ini, hal yang berpengaruh antara lain:

MODUL I PRAKTIKUM PROSES PRODUKSI

BAB IV. KONSEP RANCANGAN

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

PENGARUH FEED RATE TERHADAP STRUKTUR MIKRO, KEKERASAN DAN KEKUATAN BENDING PADA PENGELASAN FRICTION STIR WELDING ALUMINIUM 5052

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

R. Hengki Rahmanto 1)

Proses Lengkung (Bend Process)

PROSES PERMESINAN. (Part 2) Learning Outcomes. Outline Materi. Prosman Pengebor horisontal JENIS MESIN GURDI

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 3 METODE PENELITIAN

Laporan Tugas Akhir BAB IV MODIFIKASI

BAB III PEMILIHAN BAHAN DAN PROSES MANUFAKTUR CRUISE CONTROL

TUGAS AKHIR. Tugas Akhir ini Disusun Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan Oktober 2013.

BAB III METODOLOGI. Pembongkaran mesin dilakukan untuk melakukan pengukuran dan. Selain itu juga kita dapat menentukan komponen komponen mana yang

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

PROSES PEMBUATAN DIES UNTUK PEMBENTUKAN PANEL MOBIL DI PT. METINDO ERA SAKTI. Nama : Haga Ardila NPM : Jurusan : Teknik mesin

Analisa Deformasi Material 100MnCrW4 (Amutit S) Pada Dimensi Dan Media Quenching Yang Berbeda. Muhammad Subhan

PEMBUATAN MINIATUR LENGAN WHEEL LOADER ( PROSES PRODUKSI )

PERANCANGAN PRESS TOOL

PENERAPAN PENILAIAN KEKASARAN PERMUKAAN (SURFACE ROUGHNESS ASSESSMENT) BERBASIS VISI PADA PROSES PEMBUBUTAN BAJA S45C

SMK PGRI 1 NGAWI TERAKREDITASI: A

DASAR PROSES PEMOTONGAN LOGAM

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

PROSES BUBUT (Membubut Tirus, Ulir dan Alur)

BAB IV SIMULASI PROSES PERMESINAN

MODUL 9 ALAT KERJA TANGAN DAN MESI N (MENGEBOR DAN MELUASKAN) TINGKAT X PROGRAM KEAHLI AN TEKNI K PEMANFAATAN TENAGA LI STRI K DISUSUN OLEH :

Effect of Cutting Parameter Variation on Drilling of AISI 1045: Experimental and Simulation

BAB 1 PENDAHULUAN. Gambar 1.1. Proses Pemesinan Milling dengan Menggunakan Mesin Milling 3-axis

BAB 2 PROSES-PROSES DASAR PEMBENTUKAN LOGAM

DISTRIBUSI TEMPERATUR AREA PEMOTONGAN PADA PROSES DRAY MACHINING BAJA AISI 1045

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III CARA PEMBUATAN ALAT TRACKE R BEARING. Rahang penahan berfungsi sebagai rumah atau sarang dari bagian komponen lain

BAB II PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH. harus mempunyai sebuah perencanaan yang matang. Perencanaan tersebut

Mesin Perkakas Konvensional

JURNAL FEMA, Volume 1, Nomor 4, Oktober 2013 UNJUK KERJA VORTEX TUBE COOLER PADA PEMESINAN BAJA ST41

Transkripsi:

Perancangan Dan Pembuatan Curling Dies Untuk Penekukan Pelat Engsel Tipe Butt Dengan Sistem Press Yanuar Burhanudin, Suryadiwansa,, Dedy Iskandar Dosen Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Lampung Jl. Prof. Soemantri Brodjonegoro, No.1, Bandar Lampung 35145 dedyiskandarpunya@gmail.com Abstrak Dalam produksi engsel terdapat dua kategori utama pengerjaannya yaitu pemotongan (Cutting) dan penekukan (bending). Proses pemotongan ini bertujuan memotong material berupa lembaran logam (pelat) dibuat sesuai dengan ukuran engsel, sedangkan proses penekukan (bending) bertujuan untuk membentuk pelat hasil pemotongan melingkar. Penekukan melingkar dengan sistem press, dilakukan dengan dua langkah kerja yaitu dengan penekukan 90 0 atau setengah lingkaran kemudian dilanjutkan dengan penekanan sampai berbentuk melingkar. Untuk menekuk pelat engsel sampai bentuk melingkar dibutuhkan waktu yang lama karena dengan dua kali pengerjaan. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah membuat cetakan penekukan (Curling Dies) untuk membentuk pelat engsel melingkar dengan satu langkah pengerjaan menggunakan sistem tekan.pada penelitian ini merancang curling dies, pemodelan dengan Solidworks, simulasi mampu bentuk dengan Deform 3D, membuat curling dies dan menguji kemampuan curling dies pada penekukan melingkar pelat engsel. Penelitian dilakukan di Laboratorium Produksi-Jurusan Teknik Mesin dan Laboratorium Produksi SMKN 2 Bandar Lampung. Pengujian dilakukan dengan melihat mampu bentuk melingkar pelat engsel dengan mesin pres. Dari pengujian yang dilakukan sebanyak 2 kali percobaan pada masing-masing bagian engsel tipe butt. Pada tekanan menekuk engsel pada simulasi, tegangan terbesar adalah 672 MPa pada step 87. Dari perancangan dan pembuatan curling dies engsel pintu tipe Butt ini dapat ditekuk dengan sekali tekan. Untuk mendapatkan mampu bentuk pelat engsel AISI 1015 tebal 1mm menjadi lingkaran dibutuhkan tekanan dari mesin pres hidrolik sebesar 10 kg/cm. Kata kunci : Software Solidworks, SoftwareDeform 3D, engsel tipe butt, curling dies, bending PENDAHULUAN Seiring dengan perkembangan teknologi dan semakin majunya pembangunan, maka kebutuhan produk-produk kelengkapan bangunan rumah semakin tinggi. Salah satu produk yang banyak digunakan dan cukup penting adalah engsel. Engsel banyak kita jumpai pada pintu, jendela dan lemari, jika kualitas engsel bagus pintu pun bisa berfungsi dengan baik. Artinya, untuk dibuka dan ditutup bisa dilakukan dengan semestinya. Namun, jika engsel rusak maka pintu tidak berfungsi dengan baik. Engsel terdiri dari dua benda padat (Solid) yang dihubungkan menggunakan bantalan, yang memungkinkan keduanya bergerak, keduanya dapat bergerak relatif satu sama lain tetapi masih dalam satu sumbu rotasi. Engsel tipe butt merupakan salah satu jenis engsel yang paling banyak dan umum digunakan sebagai engsel pintu rumah. Dalam produksi engsel terdapat dua kategori utama pengerjaannya yaitu Pemotongan (Cutting) dan Penekukan (bending). Proses pemotongan ini bertujuan agar material yang berupa lembaran logam (pelat) dibuat sesuai dengan rancangan bentuk engsel sedangkan proses penekukan (bending) bertujuan pelat hasil pemotongan dibentuk untuk pemasangan pin penghubung antara kedua bagian dari engsel. Dalam suatu penekukan melingkar dengan sistem press, biasa dilakukan dengan dua langkah kerja yaitu dengan penekukan 90 0 atau setengah lingkaran kemudian dilanjutkan dengan penekanan sampai berbentuk melingkar. Dalam hal ini untuk menekuk pelat engsel sampai bentuk melingkar membutuhkan waktu yang lama karena dengan dua kali pengerjaan. Melihat kondisi ini, maka penulis tertarik melakukan penelitian membuat cetakan penekukan (Curling Dies) untuk membentuk pelat engsel melingkar dengan satu langkah pengerjaan sampai mampu bentuk menggunakan sistem tekan untuk pemasangan poros engsel agar dapat bergerak relatif satu sama lain dalam satu sumbu rotasi. Untuk menghindari kesalahan yang dapat terjadi pada proses pembuatan komponen engsel, maka dilakukan suatu percobaan awal yaitu perancangan desain menggunakan solidwork dan simulasi dengan deform 3D untuk melihat mampu bentuk pelat dalam penekukan dengan menggunakan satu proses tekan agar diperoleh hasil yang baik. Setelah simulasi baik, dapat dibuat cetakan penekukan dan melakukan pengujian kelayakan pakai serta hasil penekukan. Percobaan awal dilakukan secara simulasi yang kemudian diuji eksperimental agar dapat memastikan hasil penekukan pada plat engsel 44

secara baik. Dengan adanya penelitian ini diharapkan akan diketahui variabel-variabel yang menentukan dalam pembuatan engsel pintu rumah melalui percobaan yang akan dilakukan oleh peneliti. Berdasarkan penelitian ini diharapkan dapat membantu dalam usaha peningkatan kualitas engsel dan mengurangi waktu produksi. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini dilakukan padabulan mei 2012 sampai dengan februari 2013. Dalam penelitian ini pembuatan alat dan bahan di Laboratorium Proses Produksi Jurusan Teknik Mesin Universitas Lampung dan pengambilan data dilakukan di Laboratorium SMK N2 dan bengkel Montecarlo Bandar Lampung. A. Tools Perancangan adapun perlalatan yang digunakan dalam perancangan curling dies adalah sebagai berikut : 1. Solidworks Software Solidworks 2009 digunakan sebagai media perancangan awal untuk membuat desain sebelum curling dies dibuat secara langsung. 2. Deform 3D Deform 3D digunakan sebagai media untuk membuat simulasi hasil rancangan solidworks untuk melihat mampu bentuk engsel tipe butt dalam penekanan pada curling dies dengan sistem pres B. Peralatan dan Bahan Curling Dies 1. Peralatan adapun perlalatan yang digunakan dalam pembuatan curling dies adalah sebagai a. Mesin sekrap b. Mesin las c. Mesin bubut d. Mesin bor e. Mesin pres f. Jangka sorong 2. Bahan Curling Dies Adapun bahan yang digunakan dalam pembuatan curling dies ini adalah sebagai a. Pelat baja tebal 4 cm b. Pelat engsel c. Pelat baja tebal 1,5 mm d. Pelat baja tebal 4 mm e. Poros diameter 4 cm C. Peralatan pengujian 1. Profile projector rofile projector adalah perangkat pengukuran optikal yang memperbesar permukaan objek kerja yang diproyeksikan dalam skala linier atau sirkular. Profile projector memperbesar profil banda kerja ke dalam sebuah layar menggunakan tipe pencahayaan. 2. Lensa projector Lensa ini berfungsi sebagai alat pembesaran benda kerja sesuai dengan tingkat kemampuan pembesaran lensa tersebut. Lensa memperbesar profil benda kerja ke dalam sebuah layar. 3. Plastik mal transparan Plastik ini dibuat tanda melingkar dengan perbandingan skala 1:20 kali pembesaran benda kerja. D. Prosedur Penelitian Adapun prosedur penelitian yang digunakan dalam tugas akhir ini adalah sebagai 1. Desain dengan solidwork Sketsa 2D adalah hal yang paling fundamental dari sebuah model 3D. Setiap sketsa yang dibuat memiliki karakteristik yang berbeda, baik itu dari segi bentuk, ukuran, dan orientasinya. Pembuatan sebuah sketsa dalam aplikasi software SolidWorks dapat menggunakan tiga bidang (plane) utama yaitu bidang depan (Front), atas (Top), dan kanan (Right). 2. Simulasi menggunakan Deform 3D Setelah desain curling dies dibuat dengan menggunakan program solidworks kemudian hasil perancangan disimulasikan dengan software Deform3D. Pada deform akan memprediksi aliran material dalam operasi pembentukan engsel tipe butt dalam desain cetakan yang sebelumnya di desain dengan solidworks. Pada proses penekukan menggunakan aplikasi berbasis 3D. inter object friction yang menggunakan tipe Shear friction sebesar 0.12, meshing benda kerja diasumsikan sebanyak 5000 elemen dan juga movement top dies sebesar 1 mm/sec. 3. Pembuatan punch dan dies penekukan pelat engsel a. Proses dan tahapan yang dilakukan dalam pembuatan punch yaitu: 45

1. Menyiapkan pelat baja AISI 1045 ukuran 100 mm x 26 mm yang akan dijadikan sebagai pelat yang berinteraksi langsung terhadap engsel pada saat penekanan. 2. Menyiapkan pelat 5 mm ukuran 100 mm x 180 mm. 3. Poros pejal dengan diameter 40 mm panjang 100 mm. 4. Menggabungkan pelat pertama dan kedua tegak lurus membentuk sudut 90 0 dan mengelas antara pelat tersebut. 5. Mengelas poros pejal diatas pelat kedua dengan tegak lurus agar poros mesin pres bisa menempel lurus saat penekanan. b. Adapun proses dan tahapan yang dilakukan dalam pembuatan dies yaitu: 1. Menyiapkan pelat baja AISI 1060 dengan ukuran 100 mm x 90 mm x 40 mm x 2. 2. Melakukan perlakuan panas pelat AISI 1060 dengan pendinginan secara berangsur-angsur dengan media udara. 3. Menyekrap satu sisi pelat dengan kedalaman makan 2 mm dengan luas bidang 100 mm x 52 mm. 4. Menggabungkan kedua pelat dengan las listrik. 5. Mengebor pada titik yang telah ditentukan dengan diameter bor 10 mm. 6. finishing 4. Prosedur pengujian curling dies dengan mesin pres Pengujian curling dies dilakukan di bengkel Montecarlo dengan menggunakan mesin pres dengan kapasitas tekanan maksimal 600 kg/cm. Mesin pres di seting jarak ketinggian antara poros mesin pres dan alas dasar mesin pres. Sebelum pengujian, celah pada dies dilumasi oli dengan tujuan meminimalisir gesekan saat benda kerja ditekan. Setelah itu penekan di seting sedemikian rupa sehingga lurus dengan poros mesin pres yang kemudian dimasukan engsel yang telah dilumasi oli kedalam dies atau cetakan dan dilakukan penekanan secara konstan sampai engsel melingkar sesuai dengan yang diinginkan. Membuka katup pada mesin pres agar tekanan menjadi bebas. Setelah engsel di tekuk melingkar kemudian lepas engsel dari cetakan melalui celah samping cetakan. 5. Prosedur pengukuran dimensi lingkaran engsel Dimensi lingkaran engsel dapat di ukur menggunakan profile projector dengan tujuan untuk melihat penyimpangan yang terjadi pada engsel yang telah dibentuk melingkar dengan cetakan. Untuk pengukuran dimensi lingkaran perlu disiapkan plastik mal berbentuk lingkaran dengan ukuran 20 kali lebih besar dari ukuran sebenarnya. Setelah memasang mal pada layar kemudian hidupkan lampu projector untuk menyinari engsel yang telah dipasang pada meja profile projector. Menyeting titik nol benda kerja terhadap garis lingkaran mal pada layar, kemudian menekan tombol zero untuk kalibrasi garis layar pada titik nol. Menentukan titik benda kerja yang akan di ukur keakuratannya dengan lingkaran pada mal yaitu 12 titik tanda daerah pada benda kerja yang akan dianalisa. Dalam pengukuran gerak sumbu x dan y diatur pada putaran pengatur gerak sumbu. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Perancangan punch dan dies menggunakan solidworks Curling dies yang akan dibuat di desain agar dapat membuat bentuk lingkaran pada engsel dengan sekali tekan. Desain yang dibuat terdiri dari dua bagian yaitu punch atau penekan dan dies atau cetakan. Dengan menggunakan solidwork didapat desain punch dan dies sebagai Gambar 1. Bentuk punch untuk proses penekukan 46

Adapun desain cetakan ( dies ) yang didesain dengan solidworks adalah sebagai berikut : D. Data Pengujian 1. Hasil pengujian secara simulasi Dari model cetakan yang diperoleh dengan solidworks kemudian disimulasikan dengan Deform 3D dan didapat grafik data analisa sebagai Gambar 2. Bentuk dies untuk proses penekukan B. Perancangan benda kerja ( workpiece ) dengan solidworks Engsel yang akan di tekuk memiliki dimensi 100 cm x 52 cm x 1 mm dan luas bidang engsel yang akan ditekuk adalah 26 mm seperti dijelaskan pada gambar Gambar 3. Benda kerja C. Hasil Pembuatan Hasil pembuatan punch dan dies mengalami ketidaksamaan bentuk dengan desain yang dibuat dengan solidworks, hal ini terjadi karena untuk mengikuti desain mengalami kesulitan pembuatan. Dalam pekerjaan lapangan, punch harus di buat mengikuti bentuk material yang sudah ada dan menyesuaikan dengan dimensi poros mesin pres hidrolik untuk mempermudah prosedur pembuatannya. Dari pembuatan yang dilakukan didapat bentuk dan dimensi curling dies adalah sebagai Gambar 6. Grafik prediksi beban pada step Pada pensimulasian Deform step yang diberikan kepada punch yaitu berjumlah 100 step. Step terakhir yang diambil dalam simulasi yaitu step 97, karena pada step ini engsel sudah berbentuk melingkar dan ujung engsel sudah menempel pada sisi engsel yang lain. Pada gambar 18 dapat dilihat grafik perbandingan antara step benda kerja dan beban pada punch dengan satuan newton. 2. Hasil pengujian mampu bentuk Dari pengujian curling dies pelat engsel AISI 1015 dengan tebal 1 mm dilakukan penekanan dengan mesin pres hidrolik. Didapatkan hasil engsel tipe butt seperti gambar dibawah ini: Gambar 7. Hasil penekukan dengan curling dies sistem pres Dari pengukuran dengan menggunakan Gambar 4. Punch hasil pembuatan Gambar 5. Dies hasil pembuatan 47

jangka sorong didapatkan dimensi engsel yang terbentuk dengan diameter dalam sebesar 6 mm, namun lingkaran yang terbentuk kurang sempurna karena dies yang dibuat tidak melingkar sempurna akibat kesalahan selama proses pembuatan. dilakukan, ini terjadi karena selain bentuk dies yang dibuat secarasimulasi dan yang dibuat secara langsung tidak sama, juga disebabkan karena lubang yang dibuat dicetakan tidak simetris antara kedua lubang tersebut sehingga distribusi tekanan pada engsel tidak merata antara sisi sebelah kiri dan sebelah kanan, hal ini menyebabkan lingkaran dari sisi satu dengan yang lain tidak sama, satu sisi engsel sudah terbentuk lingkaran dan satu sisi engsel yang lain belum melingkar sempurna. Pada hasil pengukuran engsel yang dibuat memiliki lingkaran yang terbentuk berdiameter masingmasing 10 mm dan 9 mm. Gambar 8. Curling dies Pada Gambar 8 terlihat bahwa curling dies yang dibuat tidak sesuai dengan perancangan yang dibuat karena celah pada sisi yang berinteraksi dengan lingkaran terlalu mundur. Oleh karena itu penyekrapan harus dimodifikasi sedemikian rupa sehingga waktu digabungkan kedua pelat tersebut dapat menyatu dengan baik sehingga jarak celah antara kedua pelat presisi dan alur penekanan engsel dapat masuk dalam lingkaran dengan baik dan benar sehingga hasil dari cetakan curling dies sesuai dengan yang diinginkan. Dalam pembuatannya, proses pengelasan pada pembuatan dies sangat mempengaruhi hasil celah dan kualitas penekukan pelat engsel tersebut karena jika dalam melakukan pengelasan dies tidak diragum akan terjadi distorsi yang menyebabkan perbedaan lebar celah diatas dan di bawah. E. Analisa hasil simulasi dan eksperimental Dari penelitian yang dilakukan secara simulasi dan eksperimental didapat hasil sebagai (a) (b) Gambar 9. (a) Lingkaran yang dihasilkan simulasi deform(b) Lingkaran yang dihasilkan dari percobaan. Pada Gambar 9 dapat dilihat bahwa hasil dari simulasi lebih akurat geometrinya dari pada hasil dalam percobaan yang langsung F. Hasilpengukuran dimensi lingkaran engsel Dalam pengukuran dimensi lingkaran engsel digunakan 12 titik pengujian dimana titik pertama dimulai dari daerah ujung pelat engsel. Gambar 27. 20 kali Pembesaran pada layar projector Pada pengukuran lingkaran engsel dengan profile projector telah ditentukan titik nol benda kerja ada pada titik 6, 7, 8, 9 dimana titik ini adalah daerah yang paling sempurna melingkar.. KESIMPULAN Berdasarkan pada pembahasan yang telah diuraikan dan mengacu pada metode penelitian, maka dapat ditarik beberapa simpulan sebagai berikut : 1. Dari perancangan dan pembuatan curling dies engsel pintu tipe Butt ini dapat ditekuk dengan sekali tekan meskipun lingkaran engsel kurang sempurna karena kesalahan dalam pembuatan. 2. Tekanan yang dibutuhkan mesin pres hidrolik untuk menekuk engsel pada percobaan adalah sebesar 10 Kg/Cm 2. 3. Penyekrapan pelat A pada titik bertemunya lubang pelat B mempengaruhi keakuratan antara lubang dan celah. 4. Dalam pengukuran dimensi lingkaran engsel digunakan 12 titik pengujian dimana titik pertama dimulai dari daerah ujung pelat engsel. 48

5. Daerah dengan penyimpangan keluar dari garis mal terdapat pada titik 12 yaitu sebesar 0.841 mm dan penyimpangan kedalam dari garis mal terbesar adalah 0,851 pada titik 2. DAFTAR PUSTAKA [1] Arifin, Zaenal. 2012perancangan dan pembuatan cetakan engsel rumah tipe butt dengan metode concurrent engineering. Lampung : Unila. [2] Budiarto. 2005. Press Tool 1 (Proses Pemotongan). Departemen Pendidikan Nasional: Politeknik Manufaktur Bandung. [3] Dkk, Ambiyar. 2008. Teknik Pembentukan Plat. Jakarta: Direktorat pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan. [4] Groover M.P. 2002. Fundamentals of Modern Manufacturing, Materials, Processes and System. Second Edition, John Wiley & Sons, Inc. [5] John Wiley & Son.1998.The Field Guide to Project Management. [6] Kusiak, Andrew; Concurrent Engineering: Automation, Tools and Techniques. [7] Lange K. 1985. Hand Book of Metal Forming. Printed and Bond by R.R. [8] Donnelley & Son Company. McGraw-Hill Book Company. [9] Ma, Y., Chen, G. & Thimm, G.Paradigm Shift: Unified and Associative Feature-based Concurrent Engineering and Collaborative Engineering. Journal of Intelligent Manufacturing. DOI 10.1007/s10845-008- 0128-y [10] Schey J.A., 1987. Introduction to Manufacturing Processes. Second Edition,McGraw-Hill Book Company. [11] Suchy Ivana.2006. Handbook of Die Design. Second Edition. McGraw-Hill HandBooks. [12] Sudarmawan, Rony. 2009. Teknologi Press Dies. Yogyakarta. 49