ISSN: Kata Kunci--- Mesin Jahit, Sistem Pakar, Certainty Factor, Android, Smartphone.

dokumen-dokumen yang mirip
SISTEM PAKAR KERUSAKAN MESIN BORDIR DENGAN METODE CERTAINTY FACTOR BERBASIS ANDROID

SISTEM PAKAR KERUSAKAN MESIN JAHIT DENGAN METODE CERTAINTY FACTOR BERBASIS ANDROID

SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT KANKER PAYUDARA MENGGUNAKAN CERTAINTY FACTOR

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan komputer sekarang ini sangat pesat dan salah. satu pemanfaatan komputer adalah dalam bidang kecerdasan buatan.

SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT PARU-PARU DENGAN METODE FORWARD CHAINING

SATIN Sains dan Teknologi Informasi

Aplikasi Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Hepatitis Pada RSUD Tangerang Selatan

APLIKASI PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT GIGI MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING BERBASIS MOBILE

SISTEM PAKAR BERBASIS MOBILE UNTUK MENDETEKSI PENYAKIT PADA GINJAL

SISTEM PAKAR DETEKSI DINI PENYAKIT PADA BURUNG PUYUH DENGAN METODE FORWARD CHAINING

DIAGNOSA PENYAKIT KANKER SERVIKS BERBASIS MOBILE DENGAN METODE CERTAINTY FACTOR DAN FORWARD CHAINING

SISTEM CERDAS DIAGNOSA PENYAKIT AYAM

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

SISTEM PAKAR ONLINE MENGGUNAKAN RULE BASE METHOD UNTUK DIAGNOSIS PENYAKIT AYAM SKRIPSI KIKI HENDRA SITEPU

APLIKASI SISTEM PAKAR PENANGANAN DINI PADA PENYAKIT SAPI DENGAN METODE CERTAINTY FACTOR BERBASIS ANDROID

SISTEM PAKAR BERBASIS WEB UNTUK DIAGNOSA PENYAKIT PADA TANAMAN ANGGREK MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY FACTOR

SISTEM PAKAR ANALISIS PENYAKIT LUPUS ERITEMATOSIS SISTEMIK PADA IBU HAMIL MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING

Implementasi Metode Certainty Factor pada Identifikasi Kerusakan Kendaraan Bermotor Roda Dua

JURNAL IMPLEMENTASI NET BELIEF CERTAINTY FACTOR PADA SELEKSI PENERIMA BERAS MISKIN

SISTEM PAKAR PENDETEKSI PENYAKIT MATA BERBASIS ANDROID

BAB I PENDAHULUAN. seiring dengan kebutuhan manusia yang semakin banyak dan kompleks. Hal ini yang

SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT JANTUNG DENGAN MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY FACTOR

Sistem Pakar Untuk Mengetahui Gangguan Depresi Mayor Dengan Menggunakan Faktor Kepastian

BAB 1 PENDAHULUAN. Penyakit THT merupakan salah satu jenis penyakit yang sering ditemukan

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT SALURAN PENCERNAAN MENGGUNAKAN METODE DEMPSTER SHAFER

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN BERBASIS ANDROID PENDETEKSIAN DINI INFERTILISASI PADA WANITA MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY FACTOR

DIAGNOSA PENYAKIT MANUSIA YANG DIAKIBATKAN OLEH GIGITAN HEWAN MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY FACTOR

SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT DBD (DEMAM BERDARAH DENGUE) DENGAN METODE FORWARD CHAINING BERBASIS WEB

Diagnosis Desease of Down Syndrome In Children with Forward Chaining Methods

SISTEM PAKAR DIAGNOSA OVERHEATING PADA KENDARAAN BERSISTEM PENDINGIN AIR (LIQUID COOLING SYSTEM)

SISTEM PAKAR MENDETEKSI KERUSAKAN PADA SMARTPHONE DENGAN METODE FORWARD CHAINING

ANALISIS METODE SISTEM PAKAR UNTUK MENENTUKAN JENIS PENYAKIT DALAM DENGAN METODE CERTAINTY FACTOR

Sistem Pakar Deteksi Mutu Telur Ayam Ras Berbasis Web Menggunakan Metode Forward Chaining

SISTEM PAKAR DALAM MENENTUKAN JENIS PERAWATAN WAJAH (STUDI KASUS RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA)

SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT GIGI DAN MULUT MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY FACTOR (Study Kasus di Puskesmas Campurdarat Tulungagung) SKRIPSI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

SISTEM PAKAR MENDIAGNOSA PENYAKIT TANAMAN KELAPA SAWIT DENGAN METODE CERTAINTY FACTOR

SISTEM PAKAR MENDIAGNOSA PENYAKIT UMUM YANG SERING DIDERITA BALITA BERBASIS WEB DI DINAS KESEHATAN KOTA BANDUNG

Aplikasi untuk Diagnosis Penyakit pada Anak dan Balita Menggunakan Faktor Kepastian

SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA BABY BLUES PADA WANITA DALAM MASA NIFAS DENGAN MENERAPKAN METODE CERTAINTY FACTOR

APLIKASI ANDROID UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

APLIKASI POTENSI AKADEMIK BERBASIS TES PSIKOLOGI MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY FACTOR

Sistem Pakar Penyakit Kulit Pada Manusia Menggunakan Metode Certainty Factor Berbasis Web

PERANCANGAN SISTEM PAKAR UNTUK DIAGNOSA PENYAKIT TBC (TUBERCULOSIS) PADA ANAK SKRIPSI AGUSTINA ERNARIA MANURUNG

EXPERT SYSTEM DENGAN BEBERAPA KNOWLEDGE UNTUK DIAGNOSA DINI PENYAKIT-PENYAKIT HEWAN TERNAK DAN UNGGAS

SISTEM PAKAR MENDIAGNOSA PENYAKIT TANAMAN KELAPA SAWIT DENGAN METODE CERTAINTY FACTOR

SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSIS PENYAKIT PADA KAMBING DENGAN METODE FORWARD CHAINING

Rancang Bangun Sistem Pakar untuk Diagnosis Penyakit Mulut dan Gigi dengan Metode Fuzzy Logic

Implementasi Metode Forward Chaining untuk Mendiagnosa PenyebabPenyakit Tanaman Singkong

NASKAH PUBLIKASI. SISTEM PAKAR PERAWATAN FACIAL ACNE PADA KLINIK dr.ve MEDICAL DERMATIC BERBASIS WEB

SISTEM PAKAR DIAGNOSIS KEJIWAAN MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY FACTOR (STUDI KASUS RUMAH SAKIT JIWA DAERAH PROVINSI SUMATERA UTARA)

BAB V PENUTUP Kesimpulan Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

SISTEM PAKAR MENDIAGNOSA PENYAKIT SEVERE ACUTE RESPIRATORY SYNDROME PADA MANUSIA DENGAN MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY FACTOR

SISTEM PAKAR PENDIAGNOSIS PENYAKIT PADA SISTEM ENDOKRIN MANUSIA MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY FACTOR. Iwan Kurniawan

Perangkat Bantu Pendeteksi Kerusakan Smartphone Android Jaringan 3G menggunakan Metode Forward Chaining

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

STMIK GI MDP. Program Studi Teknik Informatika Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil Tahun 2009/2010

KUANTIFIKASI PERTANYAAN UNTUK MENDAPATKAN CERTAINTY FACTOR PENGGUNA PADA APLIKASI SISTEM PAKAR UNTUK DIAGNOSIS PENYAKIT.

SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT ALERGI KULIT EKSIM PADA ORANG DEWASA MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY FACTOR

SISTEM PAKAR BERBASIS WEB UNTUK DIAGNOSA AWAL PENYAKIT THT

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSIS PENYAKIT TANAMAN KARET MENGGUNAKAN METODE FAKTOR KEPASTIAN (CERTAINTY FACTOR) PADA SMARTPHONE

ANALISIS METODE CERTAINTY FACTOR DALAM SISTEM PAKAR UNTUK MENDETEKSI PENYAKIT SAPI PEDAGING

TUGAS KELOMPOK SISTEM PAKAR NAMA KELOMPOK : FERI DWI UTOMO ROBBY INDRAWAN SUDRAJAT SEPTIAWAN PRIO SETIADI

BAB I PENDAHULUAN. Lulusan kedokteran gigi di tuntut untuk menyelesaikan pasien dengan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

UKDW BAB I PENDAHULUAN

PEMANFATAN TEOREMA BAYES DALAM PENENTUAN PENYAKIT THT

Sistem Pakar untuk Mendiagnosa Penyakit yang Disebabkan Nyamuk dengan Metode Forward Chainning

BAB I PENDAHULUAN. serta terkadang sulit untuk menemui seorang ahli/pakar dalam keadaan

PERANCANGAN APLIKASI SISTEM PAKAR UNTUK DIAGNOSIS PENYAKIT INFEKSI SALURAN KEMIH DENGAN METODE BACKWARD CHAINING MARIATI BR TARIGAN

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT MEMATIKAN PADA PEREMPUAN MENGGUNAKAN METODE BAYES (Studi Kasus : Asri Medical Center)

SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT DEMAM PADA BALITA MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY FACTOR DAN FORWARD CHAINING BERBASIS VISUAL BASIC

BAB I PENDAHULUAN. yaitu dengan suatu media konsultasi yang bersifat online. mengemukakan pesoalan-persoalan yang terjadi kemudian pakar akan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Jurusan Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan

TAKARIR. : diagram aktifitas yang memodelkan alur kerja. suatu proses. dipakai. berurutan. : perangkat untuk simulasi hasil aplikasi pada IDE

SISTEM PAKAR DIAGNOSIS PENYAKIT UMUM PADA MANUSIA MENGGUNAKAN PHP DAN MYSQL

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

APLIKASI SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT GINJAL DENGAN METODE DEMPSTER-SHAFER

BAB I PENDAHULUAN. membeli buah tomat di pasar, selain faktor harga jual buah tomat tersebut. Hal ini

APLIKASI SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOS PENYAKIT PADA TANAMAN KEDELAI BERBASIS WEB

PENGEMBANGAN SISTEM PAKAR BERBASIS ATURAN UNTUK MENENTUKAN MATA KULIAH YANG AKAN DIAMBIL ULANG (REMEDIAL) DENGAN METODE FORWARD CHAINING

DIAGNOSA PENYAKIT JANTUNG DENGAN METODE PENELUSURAN FORWARD CHAINNING-DEPTH FIRST SEARCH

PENGEMBANGAN SISTEM PAKAR PENDETEKSI PENYAKIT PADA KUCING DENGAN METODE CASE BASED REASONING DAN CERTAINTY FACTOR BERBASIS ANDROID

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

PENGGUNAAN METODE CERTAINTY FACTOR PARALEL UNTUK MENDETEKSI HAMA DAN PENYAKIT PADA TANAMAN KAKAO

SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT KULIT PADA MANUSIA SERTA PENGOBATANNYA MENGGUNAKAN TANAMAN OBAT BERBASIS WEB

SISTEM PAKAR UNTUK MENENTUKAN TIPE AUTISME PADA ANAK USIA 7-10 TAHUN MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING. Agam Krisna Setiaji

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM. dan perancangan pembuatan Sistem Pakar Sistem Pakar Pengolahan Data Hadits

BAB 2 TINJAUAN TEORI. Artificial Intelligence. Jika diartikan Artificial memiliki makna buatan,

BAB I PENDAHULUAN. dalam informasi sangatlah penting. Teknologi mempunyai peranan penting yang

KUANTIFIKASI PERTANYAAN UNTUK MENDAPATKAN CERTAINTY FACTOR PENGGUNA PADA APLIKASI SISTEM PAKAR UNTUK DIAGNOSIS PENYAKIT

SISTEM PAKAR KERUSAKAN MOTOR KENDARAAN RODA DUA JENIS YAMAHA MATIC PADA REZA JAYA MOTOR SAMARINDA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Metode Forward Chaining pada Aplikasi Android untuk Pemilihan Komponen Kamera DSLR

SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT SAPI DENGAN METODE CERTAINTY FACTOR BERBASIS ANDROID

Transkripsi:

36 ISSN: 1978-1520 Sistem Pakar Kerusakan Mesin Jahit dengan Metode Certainty Factor Berbasis Android Expert System for Sewing Machine Failure Detection Using Certainty Factor Method Andri Saputra 1, Hengki Andrea Taman 2 Program Studi Teknik Informatika, STMIK PalComTech Palembang Jl. Basuki Rahmat No.5 Palembang e-mail: andri.saputra182@gmail.com 1, hengkiandreataman@gmail.com 2 Abstrak Mesin jahit adalah peralatan mekanis atau elektromekanis yang berfungsi untuk menjahit. Pada saat ini khususnya dalam bidang keterampilan seperti membuat sebuah pakaian, salah satu alat yang digunakan ialah mesin jahit. Namun setiap orang menggunakan mesin jahit secara terusmenerus dapat menyebabkan kerusakan pada mesin jahit. Dari permasalahan tersebut dibuat sebuah sistem pakar kerusakan mesin jahit dengan metode certainty factor berbasis android. Sistem pakar kerusakan mesin jahit berbasis android ini dibuat sebagai alat bantu untuk mempermudah masyarakat dalam mengetahui kerusakan mesin jahit, apalagi saat ini sudah banyak yang menggunakan smartphone sehingga masyarakat sangat mudah berinteraksi secara langsung dengan aplikasi untuk mengetahui jenis kerusakannya dan cara memperbaikinya. Penelitian ini menggunakan metode certainty factor dengan metode tersebut pengguna dapat mengetahui tingkat kepastian kerusakannya. Aplikasi sistem pakar berbasis android ini dapat menjadi sarana untuk mengetahui secara cepat tentang kerusakan mesin jahit dan cara memperbaikinya tanpa harus datang langsung ke pakarnya. Penerapan metode certainty factor sangat baik digunakan pada sistem pakar diagnosa kerusakan mesin jahit sehingga dapat diketahui hasil tingkat kepastian diagnosa kerusakan mesin. Kata Kunci--- Mesin Jahit, Sistem Pakar, Certainty Factor, Android, Smartphone. Abstract A sewing machine is a mechanical or electromechanical equipment which serves to sew. At this point in particular in the field of skills such as making an outfit one of the tools used is the sewing machine. But everyone uses constantly sewing machine can cause damage on a sewing machine. From these problems made an expert system damage sewing machine with certainty factor method based on android. Expert system damage sewing machine-based android was created as a tool to facilitate the public in knowing the damage of a sewing machine, let alone this time there have been many who use Smartphones so that the community is very easy to interact directly with applications to know the kind of damage and how to fix it. In this study researchers interested in using the method of certainty factor with that method the user can know the level of certainty of the damage. Android-based expert system application this can be the means to find out quickly about the damage of a sewing machine and how to fix it without having to come directly to true. Application of the method of certainty factor very well used in expert system of diagnosis of the damage a sewing machine so that the results can be known the level of certainty of diagnosis of damage to the machine. Keywords--- Sewing Machine, Expert System, Certainty Factor, Android, Smartphone. 1. PENDAHULUAN Sistem pakar merupakan salah satu bagian dari kecerdasan buatan yang di buat oleh manusia. Sistem ini dirancang untuk dapat menirukan keahlian seorang pakar dalam menjawab

IJCCS ISSN: 1978-1520 37 pertanyaan dan menyelesaiakan suatu masalah. Dengan bantuan sistem pakar seorang yang awam dapat menyelesaikan masalah yang ada sehingga bisa mengambil keputusan yang biasanya dilakukan oleh seorang pakar. Mesin jahit saat ini sudah banyak digunakandari remaja hingga dewasa, dan hanya orangorang tertentu yang memiliki kemampuan yang baik untuk dapat menggunakannya. Seiring berkembangnya dunia fashion banyak pemula-pemula yang menggunakan mesin jahit. Namun setiap orang menggunakan mesin jahit secara terus-menerus dapat menyebabkan kerusakan pada mesin jahit, bagi pemula ataupun orang yang telah lama menggunakan mesin jahit, mereka masih belum paham dalam memperbaiki mesin jahit yang mereka gunakan, sehingga dapat menyebabkan pekerjaan mereka tertunda. Dari permasalahan tersebut dibuat sebuah aplikasi sistem pakar kerusakan mesin jahit dengan menggunakan metode certainty factor berbasis android dengan tujuan untuk mempermudah masyarakat dalam mendiagnosa kerusakan mesin jahit, apalagi saat ini sudah banyak yang menggunakan smartphone sehingga masyarakat sangat mudah berinteraksi secara langsung dengan aplikasi untuk mengetahui jenis kerusakan dan cara memperbaikinya. Menurut Rumaisa, Rijayana, dan Nurafianti[1] dihasilkan sistem pakar diagnosa kanker cervix ini bisa menjadi suatu media informasi kemampuan, pengetahuan dan sarana deteksi (berdasarkan umur, gejala atau keluhan) bagi orang awan dalam mendeteksi kondisi awal dari kanker cervix secara mandiri dengan bantuan teknologi, dapat mengurangi biaya konsultasi dan perjalanan (bagi wanita wanita yang hidup didaerah terpencil) mendapatkan informasi dan penanganan tentang kanker cervix. Aplikasi ini menggunakan metode kepastian nilai (berdasarkan pengetahuan pakar) yang diharapkan memberikan kepercayaan terhadap diagnosa tentang penyakit yang dideritanya. Menurut Yuwono[2] dihasilkan sebuah sistem pakar yang dapat diakses melalui perangkat mobile (handphone atau PDA) dengan teknologi Wireless Application Protocol (WAP). Sistem pelacakan dalam sistem ini menggunakan backward chaining dengan metode penelusuran Depth First Search yang dilengkapi dengan pohon keputusan. Proses pelacakan ini bermula dari simpul akar dan bergerak ke bawah ke tingkat dalam yang berurutan. Sistem pelacakan dalam sistem ini menggunakan Backward chaining dengan metode penelusuran Depth First Search yang dilengkapi dengan pohon keputusan. Proses pelacakan ini bermula dari simpul akar dan bergerak ke bawah ke tingkat dalam yang berurutan. Menurut Sulistyowati[3] dihasilkan sistem pakar yang di rancang dengan menggunakan metode penelusuran alur maju (forward chaining) yaitu sistem menyediakan gejala-gejala dari penyakit dalam, user memilih gejala-gejala tersebut kemudian akan ditemukan penyakit dan pengobatannya. Selain itu sistem pakar juga menggunakan penelusuran alur mundur (backward chaining) yaitu user memilih salah satu penyakit dalam kemudian akanditemukan gejala-gejala pada penyakit tersebut termasuk solusi pengobatannya. Sistem pakar yang telah dibuat dapat digunakan sebagai alat untuk mendiagnosa penyakit dalam pada manusia berdasarkan atas gejala-gejala yang dipilih, sistem ini akan memberikan diagnosa kemudian memberikan saran pengobatan. Menurut Maslim[4] dihasilkan sistem yang dapat membantu para calon wisatawan dalam menentukan tujuan wisata mereka. Sistem ini memberikan data negara tujuan serta memberikan rekomendasi jadwal perjalanan sesuai dengan lama perjalanan yang diinginkan. Selain itu sistem ini juga memberikan detail dari objek wisata yang dapat dikunjungi mulai dari data harga masuk sampai informasi mengenai objek wisata tersebut. Faktor-faktor penentu yang menjadi masukan sistem adalah total dana (total budget), jarak, dan lama perjalanan yang diinginkan. Metode logika fuzzy ini telah berhasil diterapkan di dalam sistem pakar untuk pariwisata. Metode ini dapat menangani masalah harga dan jarak yang tidak pasti. Menurut Reisa, Jusak, Sudarmaningtyas[5] Penerapan metode sistem berbasis aturan dengan proses inferensi forward chaining pada aplikasi sistem pakar dapat menghasilkan diagnosis jenis penyakit mata dengan benar berdasarkan aturan-aturan yang telah dibuat. dan berdasarkan hasil pengujian, didapatkan bahwa dari jenis penyakit yang diujikan semua dapat dideteksi oleh sistem pakar.

38 ISSN: 1978-1520 2. METODE PENELITIAN 2.1 Teknik Pengembangan Sistem Pada penelitian ini peneliti menggunakan model pengembangan sistem waterfall, berikut merupakan penjelasan dari tahapan waterfall[6]: Tahapan analisis, merupakan proses pengumpulan kebutuhan dilakukan secara Intensif untuk menspesifikasikan kebutuhan perangkat lunak agar dapat dipahami perangkat lunak seperti apa yang dibutuhkan oleh user. Tahapan desain, merupakan proses multi langkah yang fokus pada desain kebutuhan progaram perangkat lunak termasuk struktur data, arsitektur perangkat lunak, representasi antarmuka, dan prosedur pengodean. Tahapan pembuatan kode program, desain harus ditranslasikan ke dalam program perangkat lunak. Hasil dari tahap ini adalah program komputer sesuai dengan desain yang telah dibuat pada tahap desain. Tahapan pengujian, merupakan pengujian fokus pada perangkat lunak secara dari segi lojik dan fungsional dan memastikan bahwa semua bagian sudah diuji. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kesalahan (error) dan memastikan keluaran yang dihasilkan sesuai dengan yang diinginkan. Tahapan pendukung (Support) atau pemeliharaan (maintenance), tidak menutup kemungkinan sebuah perangkat lunak mengalami perubahan ketikas sudah dikirimkan ke user. Perubahan bisa terjadi karena adanya kesalahan yang muncul dan tidak terdeteksi saat pengujian atau perangkat lunak harus beadaptasi dengan lingkunngan baru.tahapannya dapat dilihat pada gambar 3. Pemodelan Sistem Informasi Analisis Desain Pengodean Pengujian Sumber: [6] Gambar 1 Tahapan Waterfall 2.2 Certainty Factor Teori Certainty Factor adalah untuk mengakomodasi ketidakpastian pemikiran seorang pakar yang di usulkan oleh Shortlife dan Buchanan pada tahun 1975. Seorang pakar (misalnya dokter) sering menganalisis informasi yang ada dengan ungkapan ketidakpastian, untuk mengakomodasi hal ini kita menggunakan Certainty Factor guna menggambarkan tingkat keyakinan pakar terhadap masalah yang sedang dihadapi[7]. Konsep ini kemudian diformulasikan dalam rumus dasar sebagai berikut: CF[H,E]= MB[H,E] MD[H,E] (1) Keterangan: CF= Certainty factor dalam hipotesa H yang dipengaruhi oleh fakta E. MB[H,E]= Measure of belief (ukuran kepercayaan) terhadap hipotesa H, jika diberikan evidence E (antara 0 dan 1). MD[H,E] = Measure of disbelief (ukuran kepercayaan) terhadap evidence H, jikan diberikan evidence E (antara 0 dan 1). Hipotesa= Hipotesa. E= Evidence (peristiwa atau fakta).

IJCCS ISSN: 1978-1520 39 CF[H,E] 1 = CF[H] * CF[E] (2) Keterangan: CF[E]= Certainty factor evidence E yang di pengaruhi oleh evidence E. CF[H]= Certainty factor hipotesa dengan asumsi evidence diketahui dengan pasti, yaitu ketika CF[E,r] = 1. CF[H,E]= Certainty factor hipotesa yang dipengaruhi oleh evidence E diketahuidengan pasti. Certainty factor untuk kaidah dengan kesimpulan yang serupa (similarly concluded rules): CF combine CF[H,E] 1,2 = CF[H,E] 1 + CF[H,E] 2 * [1 - CF[H,E] 1 ] (3) CF combine CF[H,E] old,3 = CF[H,E] old + CF[H,E] 3 * [1CF[H,E] old ] (4) Tabel 1 Bobot Certainty Factor Uncertain Tern CF Definitely not (pasti tidak) -1.0 Almost certainly not (hamper pasti tidak) -0.8 Probability not (kemungkinan besar tidak) -0.6 Sumber: [7] Meybe not (mungkin tidak) -0.4 Unknown (tidak tahu) -0.2 to 0.2 Probably (kemungkinan besar) 0.4 Almost certainly (Hampir Pasti) 0.8 Definitely (Pasti) 1.0 3. HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1 Jenis Mesin Jahit Jenis mesin jahit dapat dilihat pada tabel 2. Tabel 2. Tabel Jenis Mesin Jahit No Jenis Mesin Kelebihan 1 Butterfly Mesin ini lebih banyak digunakan karena mesin ini kualitas ketahanan tidak kalah dari singer dan mesin jahit butterfly lebih mudah dalam menyelesaikan jahitan seperti pakaian kain halus 2 Singer Mesin jahit singer sangat baik dalam ketahanan besi dan kualitas mesin yang baik tetapi kurang baik dalam menjahit pakaian pada kain yang halus 3 Standard Mesin jahit standard hampir sama seperti mesin jahit butterfly tetapi mesin jahit standard lebih baik digunakan pada pembuatan bahan yang tidak terlalu halus seperti pembuatan celana yang bahanya kasar

40 ISSN: 1978-1520 3.2 Gejala Kerusakan Mesin Jahit Gejala kerusakan mesin jahit digunakan untuk pertanyaan-pertanyaan yang akan keluar pada saat pengguna melakukan konsultasi, dapat dilihat pada tabel 3. Tabel 3. Tabel Basis Pengetahuan Gejala Kerusakan Simbol Gejala Gejala Kerusakan G01 Benang pada sepul dalam sekoci kurang rapat G02 Jarum tidak sesuai G03 Benang yang lepas dan menyangkut pada mesin G04 penumpukan sisa serat kain pada gigi mesin G05 Salah menggunakan jarum G06 Jarum bengkok atau tumpul G07 Jarum terlalu kecil ukurannya G08 Pemasangan sekoci kurang pas sehingga terbentur oleh jarum G09 Pemasangan jarum kurang pas G10 Tension benang pengatur kekencangan G11 Kurang baiknya kualitas benang G12 Benang tersangkut G13 Ukuran jarum salah G14 Benang tidak cocok G15 Kurang oli G16 Kendurnya tekanan sapatu saat menjahit G17 Jarum tumpul atau bengkok G18 Sekoci kendur dan sapatu kurang menekan pada kain G19 Benang menyangkut di bawah kain G20 pengatur gigi jahitan ada di posisi 0 G21 Kop benang atas lepas G22 Gulungan benang pada sepul tidak rata G23 Benang sepul tidak masuk secara benang pada sekoci G24 sepatu mesin tidak diturunkan saat menjahit 3.3 Jenis Kerusakan Mesin Jahit dan Solusi. Jenis kerusakan mesin jahit dan solusi digunakan sebagai hasil/goal dari konsultasi pengguna yang sebelumnya menjawab pertanyaan berupa gejala kerusakan pada saat berkonsultasi. dapat dilihat pada tabel 4 dan 5. Tabel 4. Jenis Kerusakan Simbol K01 K02 K03 K04 K05 K06 K07 Jenis Kerusakan Mesin Jahit Hasil jahitan kendur Mesin tidak lancer dan berisik Jarum mudah patah Benang atas mudah putus Hasil jahitan loncat-loncat Kain tidak jalan saat dijahit Hasil jahitan kusut Tabel 5. Solusi Kerusakan Mesin Jahit

IJCCS ISSN: 1978-1520 41 Kerusakan K01 K02 K03 K04 K05 K06 K07 Solusi Mengencangkan baut sekoci dan mengencangkan kop benang bagian atas Membersihkan mesin dari serat-serta kain dan benang di gigi mesin dengan kuas, memberikan minyak pelumas yang berkualitas pada penutup mesin Pastikan menyetel jarum dan benang dengan baik, mengganti jarum dengan kualitas yang baik Menyesuaikan nomor jarum yang akan digunakan, setel kembali rumah sekoci, tarik kain kearah belakang mesin jahit Pastikan ukuran jarum sesuai dengan bahan yang akan dijahit, pastikan mesin jahit telah di beri oli secara teratur Periksa sekoci sudah benar atau belum, periksa benang saat menjahit, periksa posisi pengatur gigi saat menjahit jangan di posisi 0 Periksa sepul benang sehingga terpasang pada sekoci dengan baik, periksa kop benang atas ehingga tidak lepas 3.5 Tabel Bobot Nilai Certainty Factor(CF) Gejala Kerusakan Mesin Jahit Bobot nilai certainty factor(cf)disetiap gejala kerusakan digunakan untuk proses perhitungan dalam menentukan nilai certainty factor(cf). Berikut bobot nilai certainty factor(cf) gejala kerusakan mesin jahit dapat dilihat pada table 6. Tabel 6 Tabel Bobot Nilai CF Gejala Kerusakan Mesin Jahit Simbol K01 K02 K03 K04 K05 K06 K07 G01 0.8 0.8 G02 0.5 G03 0.7 G04 0.8 G05 0.7 G06 0.7 G07 0.5 G08 0.8 G09 0.5 G10 0.9 G11 0.4 G12 0.7 G13 0.9 G14 0.4 G15 0.3 G16 0.8 G17 0.7 G18 0.7 G19 0.9 G20 0.9 G21 0.6

42 ISSN: 1978-1520 G22 0.5 G23 0.8 G24 0.8 3.6 Tabel Keputusan Tabel keputusan ini digunakan sebagai acuan untuk membuat pohon keputusan dan kaidah yang digunakan, tabel keputusan sistem pakar kerusakan mesin jahit dapat dilihat pada tabel 7. Tabel 7. Tabel Keputusan Simbol K01 K02 K03 K04 K05 K06 K07 G01 G02 G03 G04 G05 G06 G07 G08 G09 G10 G11 G12 G13 G14 G15 G16 G17 G18 G19 G20 G21 G22 G23 G24 3.7 Tabel Aturan/Rule Sistem pakar ini menggunakan metode penelusuran maju(forward Chaining), data yang diinputkan berupa data gejala dan akan menghasilkan jenis kerusakannya. Berikut Tabel aturan/rule sistem pakar kerusakan mesin jahit dapat dilihat pada tabel 8. Tabel 8. Tabel Aturan/Rule NO 1 2 3 ATURAN IF Benang Pada Sepul Dalam Sekoci Kurang Rapat (G01) AND Jarum Tidak Sesuai (G02) THEN Hasil Jahitan Kendur (K01) IF Benang Pada Sepul Dalam Sekoci Kurang Rapat (G01) AND Benang Yang Lepas Dan Menyangkut Pada Mesin (G03) AND Penumpukan Sisa Serat Kain Pada Gigi Mesin (G04) THEN Mesin Tidak Lancar Dan Berisik (K02) IF Salah Menggunakan Jarum (G05) AND Jarum Bengkok Atau Tumpul (G06) AND Jarum Terlalu Kecil Ukurannya (G07) AND Pemasangan Sekoci Kurang Pas Sehingga

IJCCS ISSN: 1978-1520 43 Terbentur Oleh Jarum (G08) THEN Jarum Mudah Patah (K03) 4 5 6 7 IF Pemasangan Jarum Kurang Pas (G09) AND Tension Benang Pengatur Kekencangan (G10) AND Kurang Baiknya Kualitas Benang (G11) AND Benang Tersangkut (G12) AND Ukurang Jarum Salah (G13) THEN Benang Atas Mudah Putus (K04) IF Benang Tidak Cocok (G14) AND Kurang Oli (G15) AND Kendurnya Tekanan Sepatu Saat Menjahit (G16) AND Jarum Tumpul Atau Bengkok (G17) THEN Hasil Jahitan Loncat-loncat (K05) IF Sekoci Kendur Dan Sepatu Kurang Menekan Pada Kain (G18) AND Benang Menyangkut Di Bawah Kain (G19) AND Pengatur Gigi Jahitan Ada Di Posisi 0 (G20) THEN Kain Tidak Jalan Saat Dijahit (K06) IF Kop Benang Atas Lepas (G21) AND Gulungan Benang Pada Sepul Tidak Rata (G22) AND Benang Sepul Tidak Masuk Secara Benar Pada Sekoci (G23) AND Sepatu Mesin Tidak Diturunkan Saat Menjahit (G24) THEN Hasil Jahitan Kusut (K07) 3.8 Pohon Keputusan Pohon keputusan ini menggunakan metode forward chaining sehingga lebih mudah dalam pelacakan untuk pengambilan keputusan. Pohon keputusan ini terdiri dari node-node yang menunjukkan hubungan antar objek. Dapat dilihat pada gambar 2 dibawah ini. Gambar 2 Pohon Keputusan 3.9 Use CaseDiagram Admin Pada aplikasi ini akan dibahas satu entitas yang berberan sebagai actor yaitu Admin. Admin dalam hal ini akan memiliki hak akses ke menu gejala yang didalamnya terdapat input data gejala, menu kerusakan yang didalamnya terdapat input kerusakan, dan menu bobot yang didalamnya terdapat input bobot, dapat dilihat Pada Gambar 3.

44 ISSN: 1978-1520 Gambar 3Use Case Admin 3.10 Use Case Diagram User Pada aplikasi ini akan dibahas satu entitas yang berberan sebagai actor yaitu User. User dalam hal ini akan memiliki hak akses ke menu tentang program, petunjuk penggunaan program, dan menu konsultasi yang didalamnya terdapat pertanyaan konsultasi, kerusakan, dan hasil solusi yang dapat dilihat oleh user, dapat dilihat Pada Gambar 4. Gambar 4Use Case User 3.11ActivityDiagram User Activity diagramini menggambarkan user dapat melakukan proses konsultasi melalui halaman konsultasi dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang akan keluar berupa gejalagejala kerusakan, selanjutnya pertanyaan tersebut akan diproses kedalam sistem, kemudian user akan mendapatkan hasil diagnosa berupa kerusakan dan cara memperbaikinya. Activity Diagram Userdapat dilihat Pada Gambar 5.

IJCCS ISSN: 1978-1520 45 Gambar 5Activity DiagramUser 3.12 Interface Aplikasi sistem pakar kerusakan mesin jahit berbasis android memiliki halaman konsultasi dimana sistem memberikan pertanyaan berupa gejala-gejala yang ditampilkan dihalaman menu konsultasi, dan pengguna akan menjawab pertanyaan tersebut sesuai dengan kerusakan mesin yang dimiliknya, pada menu konsultasi pengguna memilih gejala benang pada sepul dalam sekoci kurang rapat dan jarum tidak sesuai, dapat dilihat pada gambar 6. Gambar 6. Halaman Menu Konsultasi Kemudian aplikasi akan menampilkan jenis kerusakan dari hasil diagnosa berdasarkan gejala-gejala yang dipilih oleh pengguna, dapat dilihat pada gambar 7.

46 ISSN: 1978-1520 Gambar 7. Hasil Diagnosa Selanjutnya aplikasi memberikan informasi solusi dari kerusakan dan juga memberikan nilai kepastian /certainty factor(cf) yang sudah dikonversi dalam bentuk persentase berdasarkan gejala-gejala yang sudah dipilih pada halaman konsultasi sebelumnya. Berikut proses perhitungan nilai certainty factor(cf): CF[H,E] 1 = CF[H] 1 * CF[E] 1 (5) CF Combine CF[H,E] 1,2 = CF[H,E] 1 + CF[H,E] 2 * (1 CF[H,E] 1 ) (6) Tabel 10. Gejala Kerusakan Yang Dipilih Oleh User Jenis Kerusakan Gejala Bobot Nilai User Hasil Jahitan Kendur Benang pada sepul dalam sekoci 0.8 1 kurang rapat Jarum tidak sesuai 0.5 1 CF[H,E] 1 = CF[H] 1 * CF[E] 1 = 0.8 * 1 = 0.8 CF[H,E] 2 = CF[H] 2 * CF[E] 2 = 0.5 * 1 = 0.5 CF Combine CF[H,E] 1,2 = CF[H,E] 1 + CF[H,E] 2 * (1 CF[H,E] 1 ) = 0.8 + 0.5 * (1 0.8) = 0.8 + 0.5 * 0.2 = 0.8 + 0.1 = 0.9Almost certainly (Hampir Pasti) Gambar 8. Nilai CF Yang Dihasilkan dan Solusi Kerusakan

IJCCS ISSN: 1978-1520 47 4. PENUTUP 4.1 KESIMPULAN Berdasarkan keseluruhan proses yang dilakukan, maka dapat diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut: 1. Penerapan metode certainty factor sangat baik digunakan pada sistem pakar diagnosa kerusakan mesin jahit sehingga dapat diketahui hasil tingkat kepastian diagnosa kerusakan mesin. 2. Aplikasi sistem pakar ini dapat menjadi sarana untuk mengetahui tentang kerusakan dan solusi pada mesin jahit dari pakar atau ahlinya. DAFTAR PUSTAKA [1] Fitrah Rumaisa, Iwan Rijayana, Tanti Nurafianti. (2010),Sistem Pakar Diagnosa Awal Kanker Serviks Dengan Metode Certainty Factor. Seminar Nasional Informatika 2010 (semnasif 2010), UPN Veteran Yogyakarta. [2] Bambang Yuwono. (2010),Pengembangan Sistem Pakar Pada Perangkat MobileUntuk Mendiagnosa Penyakit Gigi. Seminar Nasional Informatika 2010 (semnasif 2010), UPN Veteran Yogyakarta. [3] Istri Sulistyowati. (2011),Implementasi Sistem Pakar Berbasis Web Untuk Mendiagnosis Penyakit Dalam Pada Manusia. Seminar Nasional Teknologi Informasi & Komunikasi Terapan 2011 (Semantik 2011), STMIK Amikom, Yogyakarta. [4] Martinus Maslim. (2013), Aplikasi Logika Fuzzy Pada Sistem Pakar Pariwisata, Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi 2013 (SENTIKA 2013), Universitas Atma Jaya, Yogyakarta. [5] Reppy Reisa, Jusak, Pantjawati Sudarmaningtyas. (2013), Sistem Pakar Diagnosa Untuk Penyakit Mata. JSIKA Vol 2, No 2 (2013) 2338-137X, STMIK STIKOM, Yogyakarta. [6] Shalahuddin M Rosa A.S. 2011 Rekayasa Perangkat Lunak.Bandung : Modula. [7] Sutojo, Edy Mulyanto dan Vincent Suhartono. 2011. Kecerdasan Buatan. Yogyakarta: Andi Offset.