Prosiding Seminar Nasional Kefarmasian Ke-1

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. ketersediaan hayati obat. Kelarutan merupakan salah satu sifat fisikokimia

PERBANDINGAN DISOLUSI ASAM MEFENAMAT DALAM SISTEM DISPERSI PADAT DENGAN PEG 6000 DAN PVP

Tahapan-tahapan disintegrasi, disolusi, dan difusi obat.

BAB 4 HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN. Tabel 4.1 Hasil Pemeriksaan Bahan Baku Ibuprofen

FORMULASI SEDIAAN TABLET PARASETAMOL DENGAN PATI BUAH SUKUN (Artocarpus communis) SEBAGAI PENGISI

BAB I PENDAHULUAN. persyaratan kualitas obat yang ditentukan oleh keamanan, keefektifan dan kestabilan

LAMPIRAN. Lampiran 1 Data kalibrasi piroksikam dalam medium lambung ph 1,2. NO C (mcg/ml) =X A (nm) = Y X.Y X 2 Y 2

DISOLUSI ASAM MEFENAMAT DALAM SISTEM DISPERSI PADAT DENGAN PEG 4000

1. Penetapan panjang gelombang serapan maksimum Pembuatan kurva baku... 35

BAB 1 PENDAHULUAN. Pada bab ini akan dibahas mengenai latar belakang dan tujuan penelitian.

BAB I PENDAHULUAN. al., 2005). Hampir 80% obat-obatan diberikan melalui oral diantaranya adalah

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB III BAHAN, ALAT DAN CARA KERJA

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut:

BAB III METODE PENELITIAN. ketoprofen (Kalbe Farma), gelatin (Brataco chemical), laktosa (Brataco

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. lunak yang dapat larut dalam saluran cerna. Tergantung formulasinya kapsul terbagi

FAHMI AZMI FORMULASI DISPERSI PADAT IBUPROFEN MENGGUNAKAN HPMC 6 cps PROGRAM STUDI SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI

Pengaruh konsentrasi PEG 4000 terhadap laju disolusi ketoprofen dalam sistem dispersi padat ketoprofen-peg 4000

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... HALAMAN PENGESAHAN... SURAT PERNYATAAN... MOTTO DAN PERSEMBAHAN... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... vii DAFTAR TABEL...

Difusi adalah Proses Perpindahan Zat dari konsentrasi yang tinggi ke konsentrasi yang lebih rendah.

BAB III BAHAN DAN CARA KERJA. Timbangan analitik EB-330 (Shimadzu, Jepang), spektrofotometer UV

Karakterisasi dan studi disolusi dispersi padat furosemida menggunakan polietilen glikol (PEG), talk dan PEG talk sebagai pembawa dispersi

BAB 3 PERCOBAAN. 3.3 Pemeriksaan Bahan Baku Pemeriksaan bahan baku ibuprofen, HPMC, dilakukan menurut Farmakope Indonesia IV dan USP XXIV.

Prosiding Seminar Nasional Kefarmasian Ke-1

PERBANDINGAN MUTU TABLET IBUPROFEN GENERIK DAN MEREK DAGANG

PENGEMBANGAN FORMULASI TABLET MATRIKS GASTRORETENTIVE FLOATING DARI AMOKSISILIN TRIHIDRAT

MIKROENKAPSULASI METFORMIN HIDROKLORIDA DENGAN PENYALUT ETILSELLULOSA MENGGUNAKAN METODA PENGUAPAN PELARUT ABSTRACT

Prosiding Seminar Nasional Kefarmasian Ke-1

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

PREFORMULASI SEDIAAN FUROSEMIDA MUDAH LARUT

BAB I PENDAHULUAN. Pemberian pulveres kepada pasien ini dilakukan dengan cara

Peningkatan Disolusi Ibuprofen dengan Sistem Dispersi Padat Ibuprofen - PVP K90

BAB I PENDAHULUAN. Pada bab ini akan dibahas mengenai latar belakang dan tujuan penelitian.

PENUNTUN PRAKTIKUM BIOFARMASETIKA

BAB III BAHAN DAN CARA KERJA. Bahan-bahan yang digunakan adalah verapamil HCl (Recordati, Italia),

I. PENDAHULUAN. sumber pemenuhan kebutuhan tubuh untuk melakukan metabolisme hingga

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. tinggal obat dalam saluran cerna merupakan faktor yang dapat mempengaruhi

BAB I PENDAHULUAN. Aspirin mencegah sintesis tromboksan A 2 (TXA 2 ) di dalam trombosit dan

Untuk mengetahui pengaruh ph medium terhadap profil disolusi. atenolol dari matriks KPI, uji disolusi juga dilakukan dalam medium asam

Peningkatan Kelarutan Furosemide Menggunakan PEG 6000 secara Mikroenkapsulasi

LAMPIRAN. Larutan dapar fosfat ph 7,4 isotonis

BAHAN DAN METODE Waktu dan Tempat Penelitian Bahan dan Alat

Prosiding Seminar Nasional Kefarmasian Ke-1

BAB IV PROSEDUR KERJA

STUDI SISTEM DISPERSI PADAT GLIKLAZID MENGGUNAKAN UREA DAN TWEEN-80 WILLI PRATAMA

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Pusat Teknologi Farmasi dan

Disolusi merupakan salah satu parameter penting dalam formulasi obat. Uji disolusi in vitro adalah salah satu persyaratan untuk menjamin kontrol

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Fenofibrat adalah obat dari kelompok fibrat dan digunakan dalam terapi

BAB I PENDAHULUAN. Natrium diklofenak merupakan Obat Antiinflamasi Non-steroid. (OAINS) yang banyak digunakan sebagai obat anti radang.

BAB II. STUDI PUSTAKA

BAB III METODE PENELITIAN

UJI BIOEKIVALENSI IN VITRO PRODUK OBAT BERMEREK DAN GENERIK BERLOGO YANG MEGANDUNG FUROSEMID

terbatas, modifikasi yang sesuai hendaknya dilakukan pada desain formula untuk meningkatkan kelarutannya (Karmarkar et al., 2009).

UJI PRESISI DAN PROFIL DISOLUSI TABLET LOSARTAN INOVATOR DAN COPY PRODUCT DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET-VISIBLE

UJI PELEPASAN FLUKONAZOL DARI SEDIAAN SUPOSITORIA DENGAN BASIS HIDROFILIK, BASIS LIPOFILIK, DAN BASIS AMFIFILIK SECARA INVITRO

PENGARUH KONSENTRASI ADEPS LANAE DALAM DASAR SALEP COLD CREAM TERHADAP PELEPASAN ASAM SALISILAT

DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR.. vii. DAFTAR ISI.. viii. DAFTAR GAMBAR. xi. DAFTAR TABEL. xiii. DAFTAR LAMPIRAN. xiv. INTISARI.. xv. ABSTRAC.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Berdasarkan hasil uji formula pendahuluan (Lampiran 9), maka dipilih

FORMULASI TABLET LIKUISOLID IBUPROFEN MENGGUNAKAN PROPILEN GLIKOL SEBAGAI PELARUT NON VOLATILE DAN PVP K-30 SEBAGAI POLIMER

Gambar 4. Pengaruh kondisi ph medium terhadap ionisasi polimer dan pembentukan kompleks poliion (3).

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian mengenai penggunaan aluminium sebagai sacrificial electrode

FORMULASI GLIBENKLAMID DENGAN METODE SELF EMULSIFYING DRUG DELIVERY SYSTEM (SEDDS) DAN UJI IN- VITRO DISOLUSI

Dalam bidang farmasetika, kata larutan sering mengacu pada suatu larutan dengan pembawa air.

BAB III METODOLOGI. Universitas Sumatera Utara

I. PENDAHULUAN. Ketoprofen secara luas telah digunakan sebagai obat analgetika antiinflamasi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Sedangkan kerugiannya adalah tablet tidak bisa digunakan untuk pasien dengan kesulitan menelan. Absorpsi suatu obat ditentukan melalui disolusi

BAB 4 HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Zubaidi, J. (1981). Farmakologi dan Terapi. Editor Sulistiawati. Jakarta: UI Press. Halaman 172 Lampiran 1. Gambar Alat Pencetak Kaplet

ADLN_Perpustakaan Universitas Airlangga SKRIPSI

PENGARUH PENGGUNAAN AMILUM JAGUNG PREGELATINASI SEBAGAI BAHAN PENGIKAT TERHADAP SIFAT FISIK TABLET VITAMIN E

BAB 1 PENDAHULUAN. Pada bab ini akan dibahas tentang latar belakang, rumusan masalah, tujuan, hipotesis dan manfaat penelitian.

Teknik likuisolid merupakan suatu teknik formulasi dengan obat yang tidak terlarut air dilarutkan dalam pelarut non volatile dan menjadi obat dalam

VALIDASI PENETAPAN KADAR BESI DALAM SEDIAAN TABLET MULTIVITAMIN DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

Bab III Metodologi III.1 Waktu dan Tempat Penelitian III.2. Alat dan Bahan III.2.1. Alat III.2.2 Bahan

KETOKONAZOL TABLET PREFORMULASI DISUSUN OLEH KELOMPOK 1 (SATU) C S1 FARMASI 2013

METODE PENELITIAN. Penelitian dilakukan di Laboratorium Penelitian Fakultas Farmasi USU

HASIL DAN PEMBAHASAN. Gambar 2 PLA hasil sintesis

sediaan tablet cukup kecil dan wujudnya padat sehingga memudahkan pengemasan, penyimpanan, dan pengangkutannya (Siregar, 1992). Telah diketahui bahwa

OPTIMASIKOMBINASI MATRIKSHIDROKSIPROPIL METILSELULOSA DAN NATRIUM ALGINAT UNTUK FORMULA TABLET KAPTOPRIL LEPAS LAMBAT SISTEM FLOATING SKRIPSI

PENENTUAN TETAPAN PENGIONAN INDIKATOR METIL MERAH SECARA SPEKTROFOTOMETRI

bebas dari kerusakan fisik, serta stabil cukup lama selama penyimpanan (Lachman et al., 1986). Banyak pasien khususnya anak kecil dan orang tua

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian bersifat eksperimental yaitu dilakukan pengujian pengaruh

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 1. Optimasi pembuatan mikrokapsul alginat kosong sebagai uji

Validasi metode merupakan proses yang dilakukan

GEL. Pemerian Bahan. a. Glycerolum (gliserin)

STABILITAS KADAR DAN LAJU DISOLUSI KETOPROFEN DALAM SEDIAAN KAPSUL GELATIN DAN HPMC-KARAGENAN

PERCOBAAN II PENGARUH SURFAKTAN TERHADAP KELARUTAN A. Tujuan 1. Mengetahui dan memahami pengaruh penambahan surfaktan terhadap kelarutan suatu zat 2.

Peningkatan Kelarutan dan Laju Disolusi Glimepirid Menggunakan Metode Dispersi Padat dengan Matriks Polietilen Glikol 4000 (Peg-4000)

konvensional 150 mg dapat menghambat sekresi asam lambung hingga 5 jam, tetapi kurang dari 10 jam. Dosis alternatif 300 mg dapat meningkatkan

STUDI SISTEM DISPERSI PADAT IBUPROFEN MANITOL DENGAN METODE PELARUTAN

FORMULASI DAN UJI STABILITAS SIRUP TEPUNG KANJI. Program Pendidikan Sarjana Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung Semarang 2

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Ekstraksi Zat Warna Rhodamin B dalam Sampel

Metodologi Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. A. Metodologi Penelitian. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metodologi

FORMULASI TABLET PARASETAMOL MENGGUNAKAN TEPUNG BONGGOL PISANG KEPOK (Musa paradisiaca cv. Kepok) SEBAGAI BAHAN PENGIKAT

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

PENGARUH SUHU TERHADAP STABILITAS SERTA PENETAPAN KADAR TABLET FUROSEMIDA MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER UV-VIS ABSTRAK

Transkripsi:

Prosiding Seminar Nasional Kefarmasian Ke-1 Samarinda, 5 6 Juni 2015 Potensi Produk Farmasi dari Bahan Alam Hayati untuk Pelayanan Kesehatan di Indonesia serta Strategi Penemuannya

PENGARUH ph MEDIUM TERHADAP DISOLUSI IBUPROFEN DENGAN METODE DISPERSI PADAT Uswatun Hasanah, Mirhansyah Ardana, Rolan Rusli Laboratorium Penelitian dan Pengembangan FARMAKA TROPIS Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur email: rolan@farmasi.unmul.ac.id ABSTRAK Bioavaibilitas obat merupakan parameter yang dapat menunjukan efektifitas suatu sediaan farmasi. Laju disolusi merupakan faktor yang dapat mempengaruhi bioavaibilitas. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan laju disolusi dari senyawa yang sukar larut dalam air seperti ibuprofen adalah dengan pembentukan dispersi padat dengan polimer yang dapat meningkatkan kelarutan dalam air, misalnya PVP (polyvinyl pirrolidone) K30. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dispersi padat dalam meningkatkan disolusi ibuprofen pada medium HCl ph 1,2 dan dapar fosfat ph 6,8. Penelitian dilakukan dengan membuat dispersi padat ibuprofen-pvp K30 pada perbandingan 1 : 9 dengan metode pelarutan, lalu diuji disolusi menggunakan apparatus tipe II, kecepatan 50 rpm, suhu 37 ± 0,5 C selama 120 menit. Hasil menunjukkan bahwa pembentukan disperse padat dapat meningkatkan laju disolusi baik pada ph 1,2 maupun pada ph 6,8. Kata Kunci: Disolusi, Dispersi Padat, ph, Ibuprofen, polyvinyl pyrrolidone. PENDAHULUAN Sistem Klasifikasi Biofarmasetika (Bhiopharmaceutics Classification System atau BCS) merupakan sistem klasifikasi bahan aktif obat berdasarkan dua faktor penting yaitu kelarutan dan permeabilitasnya. Berdasarkan klasifikasi obatobat kelas II merupakan obat-obat yang sulit diabsorpsi secara sempurna karena memiliki kelarutan dan kecepatan disolusi yang terlalu rendah walaupun sangat permeabel terhadap membran [1], sehingga pengujian disolusi paling baik dilakukan untuk obat-obat kelas II karena memiliki kecepatan disolusi yang rendah, sedangkan kecepatan disolusi merupakan karakteristik penentu utama absorpsi [2]. Salah satu metode untuk meningkatkan kecepatan disolusi adalah dengan sistem dispersi padat. Dispersi padat adalah campuran yang homogen dari satu atau lebih bahan aktif dalam matriks yang inert dengan tujuan untuk meningkatkan bioavalibilitas oral dari bahan obat yang sukar larut. Teknologi ini dapat memperkecil ukuran partikel bahan obat dengan membentuk suatu campuran eutektik dari bahan obat yang sukar larut dengan pembawa yang mudah larut dalam air, sehingga dapat meningkatkan kelarutan serta absorpsi bahan obat [3]. Pembawa yang sering digunakan dalam pembuatan dispersi padat adalah Polyvinylpyrrolidone (PVP).

Polyvinylpyrrolidone (PVP) merupakan salah satu bahan yang sering digunakan untuk membentuk suatu sistem dispersi padat dengan beberapa zat aktif [4]. Akan tetapi penelitian untuk melihat peningkatan disolusi ibuprofen dengan metode dispersi padat hanya dilakukan pada satu jenis medium pada ph tertentu saja. Oleh karena itu dilakukanlah penelitian ini guna membandingkan peningkatan laju disolusi ibuprofen dengan metode dispersi padat pada ph medium yang berbeda, yaitu ph 1,2 dan 6,8. METODE PENELITIAN Alat Alat uji disolusi (Copley), Spektrofotometer double beam (Dynamica, HALO DB-20S), ph meter (JENWAY 307), dan seperangkat alat-alat yang umum digunakan di laboratorium. Bahan Ibuprofen, PVP (Polyvinyl pyrrolidone) K30, etanol 96 %, HCl 37 %, NaCl (Merck KGaA, Germany), KH2PO4, NaOH dan Air suling. Pembuatan Dispersi Padat Pembuatan dispersi pada menggunakan metode pelarutan [5], yaitu dengan melarutkan ibuprofen dan PVP K30 dengan perbandingan 1:9 dalam sejumlah etanol 96 %. Kemudian di stirrer sambil dipanaskan pada suhu 40 ºC selama 1 jam. Disimpan pada suhu ruang selama 48 jam. Pembuatan Medium Disolusi Pembuatan medium dapar fosfat ph 6,8 seperti yang tertera pada Farmakope Indonesia Edisi IV [6]. Sedangkan pembuatan HCl ph 1,2 [7], yaitu sebanyak 2,0 g natrium klorida P dilarutkan dalam 7,0 ml HCl P dan air secukupnya hingga 1000 ml. Larutan mempunyai ph lebih kurang 1,2. Pengujian Disolusi Pengujian dilakukan menggunakan apparatus II (paddle) dengan kecepatan pengadukan 50 rpm, dalam 500 ml medium, suhu 37 ± 0,5 ºC, serta dilakukan pengujian selama 120 menit. Pada waktu tertentu dilakukan pengambilan sampel sebanyak 5 ml dan digantikan dengan medium baru dalam jumlah yang sama. Kemudian diukur absorbansi sampel menggunakan spektrofotometer pada λ 222,2 nm untuk medium dapar fosfat ph 6,8 dan λ 220,2 nm untuk medium HCl ph 1,2 [5]. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada penelitian ini, untuk menentukan kadar ibuprofen dalam sampel digunakan persamaan regresi linear dari kurva baku. Kurva baku ditentukan pada masing-masing medium karena ph dari medium akan mempengaruhi absorbansi dari ibuprofen. Kurva baku ibuprofen pada medium HCl ph 1,2 dan medium dapar fosfat ph 6,8 dapat dilihat pada Gambar 1.

(a) (b) Gambar 1. (a) Kurva baku ibuprofen pada medium HCl ph 1,2 dan (b) Kurva baku ibuprofen medium dapar fosfat ph 6,8 Persamaan regresi linear yang diperoleh pada medium HCl ph 1,2 adalah y = 0,0732x + 0,004 dengan R 2 = 0,999. Sedangkan persamaan regresi linear yang diperoleh pada medium dapar fosfat ph 6,8 adalah y = 0,0847x + 0,0238 dengan R 2 = 1. Persamaan regresi dengan nilai R yang semakin mendekati 1 maka semakin baik data tersebut digunakan, maka data yang diperoleh telah sesuai atau baik digunakan dalam penentuan konsentrasi. Pengujian laju disolusi dilakukan dengan metode yang sesuai kemudian ditentukan % terdisolusi dan profil disolusinya. Hasil pengujian % terdisolusi ibuprofen dan disperse padat ibuprofen-pvp K30 pada seperti terlihat pada medium HCl ph 1,2 dan medium dapar fosfat ph 6,8 seperti terlihat pada Gambar 2.

Gambar 2. Profil Disolusi Ibuprofen dan dispersi padat ibuprofen-pvp K30 pada medium HCl ph 1,2 dan medium dapar fosfat ph 6,8 Metode dispersi padat tampak dapat meningkatkan kecepatan disolusi ibuprofen baik pada medium HCl ph 1,2 maupun pada medium dapar fosfat ph 6,8. Pada medium HCl ph 1,2 terjadi peningkatan disolusi sebesar 55 % antara ibuprofen dan dispersi padat ibuprofen-pvp K30 pada menit ke 5. Sedangkan antara ibuprofen dan dispersi padat ibuprofen-pvp K30 pada medium dapar fosfat ph 6,8 terjadi peningkatan sebesar 47,63 %. Sehingga terlihat peningkatan laju disolusi dispersi padat ibuprofen-pvp K30 pada medium HCl ph 1,2 terlihat lebih signifikan. ph medium sangat mempengaruhi laju disolusi dari bahan-bahan yang bersifat asam atau basa. Untuk bahan yang bersifat asam, medium dengan H + kecil atau ph besar akan meningkatkan kelarutan bahan sehingga laju disolusi semakin cepat [8]. Hal tersebut dapat terlihat pada laju disolusi ibuprofen pada medium HCl ph 1,2 dan medium dapar fosfat ph 6,8 memiliki perbedaan yaitu pada ph 1,2 hanya terdisolusi 28,6 % pada menit ke 120. Sedangkan pada ph 6,8 telah mencapai 32.7 % pada menit ke 5 dan mencapai 89,4 % pada menit ke 120. ph medium Ibuprofen merupakan senyawa yang bersifat asam dan berbentuk Kristal [1]. Dalam bentuk dispersi padat, PVP K30 membantu peningkatan kelarutan dari ibuprofen, karena ibuprofen yang berbentuk Kristal akan menjadi amorf. Setelah pelarut menguap, PVP akan mencegah terjadinya rekristralisasi ibuprofen dengan membentuk dispersi padat dimana ibuprofen terdispersi dalam PVP K30. Selain terjadinya perubahan bentuk dari ibuprofen tersebut, PVP K30 sangat mudah larut dalam asam, dan beberapa pelarut organik lain [9]. Sehingga bentuk

dispersi padat dengan PVP K30 dapat meningkatkan kelarutan dari ibuprofen medium HCl ph 1,2 maupun pada medium dapar fosfat ph 6,8. KESIMPULAN Pembuatan dispersi padat dengan menggunakan PVP K30 efektif dapat meningkatkan kecepatan disolusi dari ibuprofen baik pada medium dapar fosfat ph 6,8 maupun medium HCl ph 1,2. Akan tetapi peningkatan laju disolusi dispersi padat ibuprofen-pvp K30 pada medium HCl ph 1,2 terlihat lebih signifikan. DAFTAR PUSTAKA 1. Sriraviteja, Nalla., dan Kodalipavan, Kumar. 2013. Effect Of Application Of Solubilizers Such As PVP K 30, PEG 400 And Tween 80 On The Enhancement Of Solubility Of Ibuprofen by Factorial Design. International Journal Of Pharmaceutical Research And Bio-Science Volume 2 Nomor (5) halaman 182-202 2. Sinko, Patrick J. 2011. Martin Farmasi Fisika dan Ilmu Farmasetika. Penerbit Buku Kedokteran EGC: Jakarta. 3. Retnowati, Dini dan Dwi Setyawan. 2010. Peningkatan Disolusi Ibuprofen Dengan Sistem Dispersi Padat Ibuprofen-PVP K90. Majalah Farmasi Airlangga Volume 8 Nomor (1) halaman 1-6 4. Rowe, R, C., Sheskey, P.J., dan Weller, P.J. 2006. Handbook of Pharmaceutical Excipients. Edisi V. Publisher-Science and Practice Royal Pharmaceutical Society of Great Britain: London. 5. Giri, Tapan Kumar dan Badwaik, Hemant. 2010. Solubility Enhancement Of Ibuprofen In The Presence Of Hydrophilic Polymer And Surfactant. International Journal Of Applied Biology And Pharmaceutical Technology Volume I Nomor (2) halaman 793-800 6. Depkes RI. 1995. Farmakope Indonesia, ed. IV. Depkes RI: Jakarta. 7. Hasyim, Nursiah, Mirawati, dan Sri Sulistiana. 2012. Pengembangan Formulasi Tablet Matriks Gastroretentive Floating Dari Amoksisilin Trihidrat. Majalah Farmasi dan Farmakologi, Volume 16 Nomor (3) halaman. 131 138 8. Fudholi, Achmad. 2013. Disolusi Dan Pelepasan Obat In Vitro. Pustaka Pelajar: Yogyakarta. 9. Rowe, R, C., Sheskey, P.J., dan Weller, P.J. 2009. Handbook of Pharmaceutical Excipients. Edisi VI. Publisher-Science and Practice Royal Pharmaceutical Society of Great Britain: London.