Data Mining III Asosiasi

dokumen-dokumen yang mirip
Data Mining - Asosiasi. Market basket analysis Tool untuk menemukan pengetahuan. Istilah-istilah

Aturan assosiatif biasanya dinyatakan dalam bentuk : {roti, mentega} {susu} (support = 40%, confidence = 50%)

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

Assocation Rule. Data Mining

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. yang akan diteliti. Pemanfaatan algoritma apriori sudah cukup banyak digunakan, antara lain

Metodologi Algoritma A Priori. Metodologi dasar algoritma a priori analisis asosiasi terbagi menjadi dua tahap :

BAB I PENDAHULUAN. Keberadaan minimarket di kota-kota besar sangat dibutuhkan bagi. masyarakat khususnya di daerah perumahan. Bagi sebagian besar

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang


PENERAPAN ALGORTIMA APRIORI PADA DATA MINING UNTUK MENGELOMPOKKAN BARANG BERDASARKAN KECENDERUNGAN KEMUNCULAN BERSAMA DALAM SATU TRANSAKSI.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

IMPLEMENTASI DATA MINING DENGAN ALGORITMA APRIORI PADA TOKO BANGUNAN UD. RUFI SENTOSA JAYA SAMBIREJO - PARE

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah Identifikasi Masalah Masalah Umum

PENERAPAN ALGORITMA APRIORI DALAM MENENTUKAN STRATEGI PENJUALAN MAKANAN RINGAN (Studi Kasus: Toko Pak Herry Templek - Gadungan)

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Data mining memungkinkan penemuan pola-pola yang menarik, informasi yang

PENERAPAN ALGORITMA APRIORI UNTUK MENENTUKAN FREKUENSI ITEM SET SEBAGAI STRATEGI PENJUALAN DI TOKO PUTRA MANIS SURAKARTA SKRIPSI

..::Data Mining::.. Prediksi

Penerapan Data Mining Untuk Analisis Pola Pembelian Produk Pada Clapper Movie Café Menggunakan Metode Association Rule

ASSOCIATION RULES PADA TEXT MINING

Jurnal Edik Informatika Penelitian Bidang Komputer Sains dan Pendidikan Informatika V1.i1(52-62)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pengetahuan di dalam database. Data mining adalah proses yang menggunakan

PENGGUNAAN MARKET BASKET ANALYSIS DALAM DATA MINING

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

UKDW BAB I PENDAHULUAN

APLIKASI MONITORING KETERSEDIAAN STOK BARANG MINIMARKET DENGAN METODE MARKET BASKET ANALYSIS (MBA)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Turban mendefinisikan Decision Support System sebagai sekumpulan

JURNAL IMPLEMENTASI DATA MINING UNTUK MEMPREDIKSI HASIL PENJUALAN BARANG PADA TOKO SINAR BARU DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA APRIORI

ANALISIS KERANJANG BELANJA DENGAN ALGORITMA APRIORI PADA PERUSAHAAN RETAIL

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Pendahuluan 1.2 Latar Belakang Masalah

PENERAPAN METODE ASOSIASI DATA MINING MENGGUNAKAN ALGORITMA APRIORI UNTUK MENGETAHUI KOMBINASI ANTAR ITEMSET PADA PONDOK KOPI

PENGGALIAN KAIDAH MULTILEVEL ASSOCIATION RULE DARI DATA MART SWALAYAN ASGAP

PENERAPAN ALGORITMA APRIORI DALAM MEMPREDIKSI PERSEDIAAN BUKU PADA PERPUSTAKAAN SMA DWI TUNGGAL TANJUNG MORAWA

BAB 3 LANDASAN TEORI

JURNAL IMPLEMENTASI DATA MINING PADA PEMILIHAN WAHANA PERMAINAN FAVORIT GAME FANTASIA DI KEDIRI MALL

STRATEGI PENJUALAN PAKAN UNGGAS PADA TOKO PAKAN PEKSI KEDIRI DENGAN MEMBANGUN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN MENGGUNAKAN ALGORITMA APRIORI

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

ASSOCIATION RULES PADA TEXT MINING

PENERAPAN METODE APRIORI ASOSIASI TERHADAP PENJUALAN PRODUCT COSMETIC UNTUK MENDUKUNG STRATEGI PENJUALAN

ANALISA PENERAPAN DATAMINING PADA PENJUALAN PRODUK OLI MESIN SEPEDA MOTOR DENGAN ALGORITMA APRIORI

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu. 1. Tempat Penelitian. a. Assalam hypermarket merupakan salah satu pusat perbelanjaan di

BAB IV HASIL DAN UJICOBA. Penerapan Data Mining Market Basket Analysis Terhadap Data Penjualan Produk

2.2 Data Mining. Universitas Sumatera Utara

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

DATA MINING ANALISA POLA PEMBELIAN PRODUK DENGAN MENGGUNAKAN METODE ALGORITMA APRIORI

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Belajar Mudah Algoritma Data Mining : Apriori

ANALISA DAN PERANCANGAN APLIKASI ALGORITMA APRIORI UNTUK KORELASI PENJUALAN PRODUK (STUDI KASUS : APOTIK DIORY FARMA)

1 BAB I 2 PENDAHULUAN

PENERAPAN ALGORITMA APRIORI ASSOCIATION RULE UNTUK ANALISA NILAI MAHASISWA DI UNIVERSITAS GUNADARMA

BAB I PENDAHULUAN. Kemajuan teknologi saat ini membuat samartphone hadir dengan berbagai

2.1 Penelitian Terkait

PENGGUNAAN ALGORITMA APRIORI UNTUK MENENTUKAN REKOMENDASI STRATEGI PENJUALAN PADA TOSERBA DIVA SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN. Toko central menjual berbagai macam aksesoris hp untuk masyarakat yang

IMPLEMENTASI DATA MINING PADA PENJUALAN PRODUK ELEKTRONIK DENGAN ALGORITMA APRIORI (STUDI KASUS : KREDITPLUS)

BAB I PENDAHULUAN. yakni teknik mesin, teknik elektro dan teknik informatika. Namun bagi para calon

Timor Setiyaningsih, Nur Syamsiah Teknik Informatika Universitas Darma Persada. Abstrak

Implementasi Data Mining Algoritme Apriori Pada Sistem Penjualan Kusuma Shop

ANALISA DATA PENJUALAN OBAT DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA APRIORI PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH H. ABDUL MANAN SIMATUPANG KISARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. keranjang belanja (Market basket analysis) dalam penerapan cross selling pada

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Teknologi Informasi sekarang ini telah digunakan hampir di semua aspek

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

Pengembangan Aplikasi Market Basket Analysis Menggunakan Algoritma Generalized Sequential Pattern pada Supermarket

6 SISTEM EVALUASI 6.1 Data Responden Evaluasi Elemen Desain Kursi Rotan 6.2 Pengembangan Sistem Evaluasi Elemen Desain Kursi Rotan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

ANALISA POLA DATA HASIL PEMBANGUNAN KABUPATEN MALANG MENGGUNAKAN METODE ASSOCIATION RULE

ANALISA POLA PEMILIHAN PROGRAM STUDI BAGI CALON MAHASISWA DI UNIVERSITAS ABDURRAB MENGGUNAKAN ASSOCIATION RULE

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

PENCARIAN ATURAN ASOSIASI MENGGUNAKAN ALGORITMA APRIORI SEBAGAI BAHAN REKOMENDASI STRATEGI PEMASARAN PADA TOKO ACIICA

BAB 2 LANDASAN TEORI. Pada bab ini akan dibahas tentang konsep dasar dan teori-teori pendukung yang berhubungan dengan sistem yang akan dibangun.

APLIKASI DATA MINING UNTUK ANALISIS ASOSIASI POLA PEMBELIAN DENGAN ALGORITMA APRIORI

BAB I PENDAHULUAN I-1

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

SISTEM SISTEM REKOMENDASI BIDANG MINAT MAHASISWA MENGGUNAKAN METODE ASSOCIATION RULE DAN ALGORITMA APRIORI

BAB II LANDASAN TEORI. Anindita Dwi Respita,2015. a. Penelitian ini menjelaskan tentang tujuan : menggunakan metode market basket analysis.

ANALISA ALGORITMA APRIORI UNTUK MENENTUKAN MEREK PAKAIAN YANG PALING DIMINATI PADA MODE FASHION GROUP MEDAN

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

IMPLEMENTASI DATA MINING TERHADAP PENYUSUNAN LAYOUT MAKANAN PADA RUMAH MAKAN PADANG MURAH MERIAH

UKDW BAB 1 PENDAHULUAN

IMPLEMENTASI DATA MINING PADA PENJUALAN TIKET PESAWAT MENGGUNAKAN ALGORITMA APRIORI (Studi Kasus: Jumbo Travel Medan)

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

APLIKASI DATA MINING MARKET BASKET ANALYSIS PENJUALAN SUKU CADANG SEPEDA MOTOR MENGGUNAKAN METODE ASSOCIATION RULES PADA PT. SEJAHTERA MOTOR GEMILANG

Analisis Aturan Asosiasi Data Transaksi Supermarket Menggunakan Algoritma Apriori

BAB I PENDAHULUAN. mahasiswa yang seringkali meminjam buku harus mencari sendiri dirak rak

PENERAPAN ALGORITMA APRIORI DALAM POLA PEMINJAMAN BUKU (STUDI KASUS : PERPUSTAKAAN STIKES PRIMA JAMBI)

Transkripsi:

Data Mining III Asosiasi Mata Kuliah Data Warehouse Universitas Darma Persada Oleh Adam Arif B 2011 Data Mining-Aturan Asosiasi-AAB 1

Data Mining - Asosiasi Market basket analysis Tool untuk menemukan pengetahuan berdasarkan hubungan asosiasi dua set data Data Mining-Aturan Asosiasi-AAB 2

Data Mining - Asosiasi Bila diberi data transaksi item belanja dari 14 pengunjung pada swalayan UNSADA Data Mining-Aturan Asosiasi-AAB 3

Data Mining - asosiasi Informasi apa yang bisa diperoleh dari data tersebut? Pengetahuan apa yang tersimpan dalam data di atas? Data Mining-Aturan Asosiasi-AAB 4

Istilah-istilah Data di atas merupakan data historis, data masa lalu data latihan/training data data data pengalaman Algoritma aturan asosiasi akan menggunakan data latihan ini untuk menemukan pengetahuan sesuai dengan definisi data mining Pengetahuan yang dihasilkan adalah mengetahui item-item belanja yang sering dibeli secara bersamaan Data Mining-Aturan Asosiasi-AAB 5

Istilah-istilah (lanj) Aturan asosiasi yang berbentuk if.then. atau jika.maka, merupakan pengetahuan yang dihasilkan dari fungsi aturan asosiasi. Item barang yang dibeli atau barang yang menjadi objek kegiatan belanja. Pada swalayan unsada terdapat 7 jenis item yaitu (urut abjad) asparagus, beans, brocolli, corn, green peppers, squash dan tomatoes. Data Mining-Aturan Asosiasi-AAB 6

Istilah-istilah (lanj) Himpunan item dilambangkan dengan I merupakan himpunan dari semua jenis item yang akan dibahas. Persamaan himpunan item Persamaan 1: I = {asparagus, beans, brocolli, corn, green peppers, squash, tomatoes} Himpunan item yang dibeli pengunjung ke i disebut transaksi ke i Dilambangkan T i Data Mining-Aturan Asosiasi-AAB 7

Istilah-istilah (lanj) Persamaan 2: T 1 = {brocolli, green, peppers, corn} T 2 = {Asparagus, squash, corn} T 14 = {corn, green, peppers, tomatoes, beans, brocolli} Data Mining-Aturan Asosiasi-AAB 8

Persamaan 3: Himpunan seluruh transaksi dilambangkan dengan D sehingga persamaan 3 ini menjadi: D = {T1, T2,.., T14} Data Mining-Aturan Asosiasi-AAB 9

Istilah-istilah Persamaan 4 implikasi jika A, maka B atau A B A disebut anteseden atau pendahulu B disebut konsekuen atau pengikut Aturan asosiasi yang dihasilkan nanti harus memenuhi dua sifat 1. A maupun B adalah himpunan bagian murni dari I Persamaan 5 yaitu A,B I Data Mining-Aturan Asosiasi-AAB 10

Istilah-istilah 2. A dan B adalah dua himpunan yang saling lepas. Sehingga disimbolkan pada persamaan 6: A B = ø Salah satu ukuran kinerja bagi aturan asosiasi A B adalah besaran support (dukungan) yang dilambangkan dengan s(a B). Dan didefinisikan sebagaimana di persamaan 7. Data Mining-Aturan Asosiasi-AAB 11

Persamaan 7 Istilah-istilah (lanj) Ukuran kinerja lain bagi aturan asosiasi A B adalah besaran support yang dilambangkan dengan conf (A B ) dan didefinisikan sebagai Persamaan 8 Data Mining-Aturan Asosiasi-AAB 12

Persamaan 8 Istilah-istilah (lanj) Jumlah transaksi yang mengandung A B A Jumlah transaksi yang mengandung B Itemset suatu himpunan yang beranggotakan sebagian atau seluruh item yang menjadi anggota I. Data Mining-Aturan Asosiasi-AAB 13

Istilah-istilah (lanj) Contoh dari itemset adalah {Asparagus} atau {Asparagus, Bean}, atau {Asparagus, Beans, Squash} Itemset yang beranggotakan k buah item disebut k-itemset. Data Mining-Aturan Asosiasi-AAB 14

Istilah-istilah (lanj) 1. Himpunan {Asparagus} adalah suatu itemset. Lebih spesifik lagi 1-itemset karena hanya beranggotakan satu buah item saja 2. Himpunan {Asparagus, Beans} adalah suatu itemset. Lebih spesifik lagi 2-itemset karena hanya beranggotakan dua buah item saja 3. Himpunan {Asparagus, beans, squash} adalah suatu itemset. Lebih spesifik lagi 3-itemset karena beranggotakan tiga buah item saja Data Mining-Aturan Asosiasi-AAB 15

Istilah-istilah (lanj) Besaran frekuensi itemset mengukur berapa kali sebuah itemset muncul sebagai bagian atau keseluruhan transaksi yang menjadi anggota daftar transaksi D. Contoh: 1. Frekuensi itemset {asparagus} adalah 6 karena himpunan ini menjadi bagian dari enam transaksi (lihat data transaksi slide 3), yaitu T2, T5, T6, T9, T12 dan T13 Data Mining-Aturan Asosiasi-AAB 16

Istilah-istilah (lanj) 2. Frekuensi itemset {asparagus, beans} adalah 5 karena himpunan ini menjadi bagian dari lima transaksi, yaitu T5, T6, T9, T12 dan T13 3. Frekuensi itemset {asparagus, beans, squash} adalah 4 karena himpunan ini menjadi bagian dari empat transaksi (slide 3), yaitu T6, T9, T12 dan T13 Data Mining-Aturan Asosiasi-AAB 17

Istilah-istilah (lanj) Itemset sering/frequent itemset suatu itemset yang memiliki frekuensi itemset minimal sebesar bilangan Φ yang ditetapkan. Contoh bila kita tetapkan Φ = 4, maka: 1. Itemset {asparagus, beans, squash} termasuk itemset yang sering karena memiliki frekuensi itemset yang telah melebihi atau minimal sebesar Φ = 4. Data Mining-Aturan Asosiasi-AAB 18

Istilah-istilah (lanj) 2. Itemset {squash, tomatoes} tidak termasuk itemset sering karena memiliki frekuensi itemset sebesar 3, artinya masih di bawah nilai Φ yang ditetapkan Itemset sering yang memiliki k buah anggota disebut k-itemset sering. Misalnya itemset {asparagus, beans, squash} termasuk 3 itemset sering karena himpunan ini termasuk itemset sering dan memiliki 3 anggota. Himpunan dari seluruh k-itemset dilambangkan dengan F k. Data Mining-Aturan Asosiasi-AAB 19

Istilah-istilah (lanj) Aturan asosiasi secara ringkas digambarkan sbb: 1. Berawal dari data latihan yang tersedia (lihat slide 3) 2. Data latihan diolah dengan menggunakan algoritma atuan asosiasi. 3. Masalah aturan asosiasi berakhir dengan dihasilkannya pengetahuan yang direpresentasikan dalam bentuk diagram yang disebut aturan asosiasi. Data Mining-Aturan Asosiasi-AAB 20

Prototip masalah aturan asosiasi dan pengetahuan yang dihasilkan jika membeli asparagus, maka membeli beans Dapat diartikan: Item asparagus mempunyai kecenderungan untuk dibeli bersama-sama dengan item beans, atau Pengunjung toko unsada yang membeli asparagus mempunyai kecenderungan untuk juga membeli beans Dan lain-lain. (misalnya?) Data Mining-Aturan Asosiasi-AAB 21

Prototip masalah aturan asosiasi dan pengetahuan yang dihasilkan Dengan adanya prototip,masalah aturan asosiasi kita dapat mengetahui definisi masalah aturan asosiasi Dengan pembahasan interpretasi pengetahuan yang dihasilkan oleh fungsi mayor aturan asosiasi, kita bisa mengetahui cara memaknai pengetahuan yang dihasilkan dari masalah ini. Data Mining-Aturan Asosiasi-AAB 22

Algoritma aturan asosiasi Market Basket Analysis (MBA) Hasil pembahasan sebelumnya dapat disimpulkan menjadi: Data historis merupakan data penting sebagai data latihan/training data Data tersebut akan dijadikan input bagi suatu algoritma yang saat ini belum kita ketahui algoritmnya Sebagai keluaran algoritma yang saat ini belum kita ketahui jenisnya, kita akan memperoleh pengetahuan yang secara sederhana dapat direpresentasikan dalam bentuk jika., maka. Data Mining-Aturan Asosiasi-AAB 23

langkah umum Market Basket Analysis (MBA) 1. Menetapkan besaran Φ (itemset sering), nilai minimum besaran support dan besaran confidence yang diinginkan untuk dipenuhi oleh aturan asosiasi yang ingin dihasilkan 2. Menetapkan semua itemset sering, yaitu itemset yang memiliki frekuensi itemset minimal sebesar bilangan Φ yang telah ditetapkan sebelumnya 3. Dari semua itemset sering, hasilkan aturan asosiasi yang memenuhi nilai minimum support dan confidence (yang telah ditetapkan) Data Mining-Aturan Asosiasi-AAB 24

Langkah dalam MBA-1 1. Langkah pertama menetapkan besaran Φ dan nilai minimum support dan confidence, misalnya Φ = 4, maka min (support) = 30% dan min (confidence) = 70% 2. Langkah kedua Menyusun semua itemset sering, yaitu itemset yang memiliki frekuensi itemset minimal sebesar bilangan Φ = 4 yang telah ditetapkan di langkah pertama. Data Mining-Aturan Asosiasi-AAB 25

Langkah dalam MBA-2 Kita mulai dari pembahasan setiap 1-itemset sbb: {asparagus}, {beans}, {brocolli}, {corn}, {green peppers}, {squash} dan {tomatoes} adalah 1-itemset sering, karena itemset ini berhasil muncul melebihi Φ kali, atau 4 kali dalam daftar D, sehingga bisa dituliskan sebagai berikut: F 1 ={{asparagus}, {beans}, {brocolli}, {corn}, {green peppers}, {squash} {tomatoes}} Data Mining-Aturan Asosiasi-AAB 26

Langkah dalam MBA-2 (lanj) Dilanjutkan dengan 2-itemset 1. {asparagus,beans}, {asparagus,brocoli},{asparagus,corn},{a sparagus, green peppers}, {asparagus, squash}, {asparagus, tomatoes}, {beans, corn},{beans, green peppers}, {beans, squash}, {beans, tomatoes},{brocoli, corn}, {brocoli, green peppers}, {brocoli, squash}, {brocoli, tomatoes}, {corn, green peppers}, {corn, squash}, {corn, squash},{corn, tomatoes}, {green peppers, squash}, {green peppers, tomatoes}, {squash, tomatoes} Data Mining-Aturan Asosiasi-AAB 27

Langkah dalam MBA-2 (lanj) 2. Kesimpulan hanya {asparagus, beans}, {asparagus, squash}, {bean, corn}, {bean, squash}, {bean, tomatoes}, {brocolli, greenpepper}, dan {corn, tomatoes} yang merupakan 2-itemset sering sehingga : F 2 = {{asparagus, beans}, {asparagus, squash}, {bean, corn}, {bean, squash}, {bean, tomatoes}, {brocolli, greenpepper}, {corn, tomatoes} } Data Mining-Aturan Asosiasi-AAB 28

Langkah dalam MBA-2 (lanj) Untuk meringankan kita dalam mengkaji F3, F4, F5 dan seterusnya, gunakan aturan berikut: jika Z bukan itemset sering, maka Z A pasti bukan itemset sering, untuk setiap A Aturan ini disebut aturan apriori Data Mining-Aturan Asosiasi-AAB 29

Langkah dalam MBA-2 (lanj) Penggunaan aturan apriori Bila {asparagus, brocolli} bukan 2-itemset sering, maka menurut aturan apriori: {asparagus, brocoli, corn} merupakan gabungan dari 2-itemset {asparagus, brocolli} yang tidak termasuk kedalam 2-itemset sering, dengan 1-itemset sering {corn},maka {asparagus, brocolli, corn} tidak akan pernah 3-itemset sering. Data Mining-Aturan Asosiasi-AAB 30

Langkah dalam MBA-2 (lanj) Penerapan aturan apriori terhadap seluruh anggota F 2 hanya akan memberikan {asparagus, beans, squash} sebagai satu-satunya 3-itemset sering sehingga didapatkan: F3 = {{asparagus, beans, squash}} Selanjutnya akan diperoleh F4=F5=F6=F7= ø Singkatnya akan menghasilkan himpunan itemset sering F 1, F 2, F 3 Data Mining-Aturan Asosiasi-AAB 31

Langkah dalam MBA-3 Aturan asosiasi yang memenuhi nilai minimum support dan confidence (yang telah ditetapkan) dari semua itemset sering yang ada akan dibangun A. Dari semua itemset sering s yang ada di F2, F3 dan seterusnya, daftarkan semua himpunan bagian murni yang tak kosong dari s sebutlah ss. Sehingga.. Data Mining-Aturan Asosiasi-AAB 32

Langkah dalam MBA-3 (lanj) Sehingga: 1. Untuk s = {asparagus,beans} didapatkan ss = {asparagus} atau ss = {beans} 2. Untuk s = {asparagus,squash} didapatkan ss = {asparagus} atau ss = {squash} 3. Untuk s = {beans,corn} didapatkan ss = {beans} atau ss = {corn} 4. Untuk s = {beans,squash} didapatkan ss = {beans} atau ss = {squash} Data Mining-Aturan Asosiasi-AAB 33

Langkah dalam MBA-3 (lanj) 5. Untuk s = {beans,tomatoes} didapatkan ss = {beans} atau ss = {tomatoes} 6. Untuk s = {brocolli, green pepper} didapatkan ss = {brocolli} atau ss = {greenpepper} 7. Untuk s = {corn, tomatoes} didapatkan ss = {corn} atau ss = {tomatoes} 8. Untuk s = {asparagus, beans, squash} didapatkan ss = {asparagus} atau ss = {beans} atau ss = {squash} atau ss = {asparagus, bean}, atau ss = {bean, squash} Data Mining-Aturan Asosiasi-AAB 34

Langkah dalam MBA-3 (lanj) B. Bentuk aturan asosiasi yang berpola jika ss, maka (s-ss) atau s (s-ss) Untuk mempermudah, pilihlah aturan yang hanya berkonsekuen sebuah item saja sehingga (s-ss) hanya beranggotakan sebuah item saja. Sehingga masalah toko unsada didapatkan calon aturan asosiasi pada tabel berikut. Data Mining-Aturan Asosiasi-AAB 35

Langkah dalam MBA-3 (lanj) keterangan: kolom support = 5/14 asosiasi terbanyak asparagus dan beans per banyaknya transaksi (14) Kolom confidence = 5/6 6 => jumlah banyaknya asparagus 5/10 10 => jumlah banyaknya beans Data Mining-Aturan Asosiasi-AAB 36

Langkah dalam MBA-3 (lanj) C. Pilih aturan asosiasi yang memenuhi nilai minimum (support) dan minimum (confidence) saja. Sebelumnya ditentukan batasan min (support) = 30% dan min (confidence) = 70% tampak pada tabel di bawah Data Mining-Aturan Asosiasi-AAB 37

Langkah dalam MBA-3 (lanj) Data Mining-Aturan Asosiasi-AAB 38

Capeeknya habis ngitung gituan bobok dulu ah Data Mining-Aturan Asosiasi-AAB 39

Pengetahuan apa yang bisa diperoleh dari perhitungan tersebut? Jika pelanggan membeli asparagus maka barang berikutnya yang dibeli adalah beans dan atau squash 83.3% Jika pelanggan membeli squash, maka barang berikutnya yang dibeli adalah asparagus 71.4% Jika pelanggan membeli beans, maka barang berikutnya yang dibeli adalah squash 60% Jika pelanggan membeli corn, maka barang berikutnya yang dibeli adalah beans 62.5% Data Mining-Aturan Asosiasi-AAB 40

Langkah selanjutnya? Berdasarkan data tersebut bisa dilakukan penataan barang berdasarkan yang banyak dibeli Pemberian discount pada hari tertentu Dll Dll Stok asparagus dan beans diperbanyak sesuai permintaan pembelian salah satu barang Data Mining-Aturan Asosiasi-AAB 41

Algoritma lain? Market basket Analysis bukan satu-satunya algoritma untuk mengetahui asosiasi Terdapat algoritma lain untuk keperluan yang sama misalnya: - algoritma Generalized Association Rules - Algoritma Quantitative Association rule - Algoritma Asynchronous Parallel Mining Data Mining-Aturan Asosiasi-AAB 42

Pekerjaan Rumah (kumpulkan minggu depan) Saya tinggal di pedesaan. Di desa ku sering ada pertunjukkan sirkus. Tidak setiap hari sirkus ini show di desaku. Saya pernah mengamati kapan saja mereka main ke sini. Dan data pengamatan saya, saya buatkan tabel sebagai berikut Data Mining-Aturan Asosiasi-AAB 43

Dengan data di atas perkirakan kapan rombongan sirkus tersebut show atau tidak di desa saya. Data Mining-Aturan Asosiasi-AAB 44

selamat mengerjakan Data Mining-Aturan Asosiasi-AAB 45

referensi Data Mining-Aturan Asosiasi-AAB 46