Pengukuran Evapotranspirasi

dokumen-dokumen yang mirip
Evaporasi vs Transpirasi. Evaporasi dan Transpirasi. Siklus Hydrologi. Evaporasi. Faktor-faktor penentu Evaporasi 4/13/2012

IV. PENGUAPAN (EVAPORATION)

JURUSAN TEKNIK & MANAJEMEN INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN UNIVERSITAS PADJADJARAN

Evapotranspirasi (evapotranspiration)

Evapotranspirasi Rekayasa Hidrologi Universitas Indo Global Mandiri

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Evapotranspirasi Potensial Standard (ETo)

HASIL DAN PEMBAHASAN

TINJAUAN PUSTAKA Analisis Kebutuhan Air Irigasi Kebutuhan Air untuk Pengolahan Tanah

Evapotranspirasi. 1. Batasan Evapotranspirasi 2. Konsep Evapotranspirasi Potensial 3. Perhitungan atau Pendugaan Evapotranspirasi

II. TINJAUAN PUSTAKA. sampai beriklim panas (Rochani, 2007). Pada masa pertumbuhan, jagung sangat

NERACA AIR. Adalah perincian dari masukan (input) dan keluaran (output) air pada suatu permukaan bumi

Daur Siklus Dan Tahapan Proses Siklus Hidrologi

ANALISA KETERSEDIAAN AIR

II. TINJAUAN PUSTAKA. Pada abad ke-19, minuman kopi sangat populer di seluruh dunia dan mulai

BAB I SIKLUS HIDROLOGI. Dalam bab ini akan dipelajari, pengertian dasar hidrologi, siklus hidrologi, sirkulasi air dan neraca air.

PERTEMUAN II SIKLUS HIDROLOGI

I. PENDAHULUAN. jagung adalah kedelai. Kedelai juga merupakan tanaman palawija yang memiliki

Karakteristik Air. Siti Yuliawati Dosen Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa Medan 25 September 2017

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. untuk mengairi sawah,ladang,perkebunan dan lain-lain usaha pertanian.usaha

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAHAN AJAR : PERHITUNGAN KEBUTUHAN TANAMAN

TINJAUAN PUSTAKA. Neraca Air

BAB 2 DATA METEOROLOGI

SMA/MA IPS kelas 10 - GEOGRAFI IPS BAB 6. DINAMIKA HIDROSFERLATIHAN SOAL 6.1. tetap

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

I. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Misal dgn andalan 90% diperoleh debit andalan 100 m 3 /det. Berarti akan dihadapi adanya debit-debit yg sama atau lebih besar dari 100 m 3 /det

PRAKTIKUM RSDAL II PERHITUNGAN EVAPOTRANSPIRASI POTENSIAL (ETo) DAN KEBUTUHAN AIR TANAMAN (ETCrop)

Oleh Listumbinang Halengkara, S.Si.,M.Sc. Prodi Pendidikan Geografi Jurusan Pendidikan IPS FKIP Unila

BAB I PENDAHULUAN. Pertanian merupakan salah satu sektor penting dalam ekonomi Indonesia. Potensi

DAFTAR ISI. Halaman HALAMAN JUDUL HALAMAN PENGESAHAN PERNYATAAN BEBAS PLAGIASI DEDIKASI KATA PENGANTAR

Iklim, karakternya dan Energi. Dian P.E. Laksmiyanti, S.T, M.T

SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB 8. FOTOSINTESISLatihan Soal ph (derajat keasaman) apabila tidak sesuai kondisi akan mempengaruhi kerja...

BAB III LANDASAN TEORI

PEMANASAN BUMI BAB. Suhu dan Perpindahan Panas. Skala Suhu

Unsur Cuaca = unsur iklim. Keadaan fisik atmosfir bumi yang dapat diukur.

STAF LAB. ILMU TANAMAN

STAF LAB. ILMU TANAMAN

BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN. 5.1 Analisis Hasil Pengolahan Band VNIR dan SWIR

1. Tekanan Udara 2. Radiasi Surya 3. Lama Penyinaran 4. Suhu Udara 5. Kelembaban Udara 6. Curah Hujan 7. Angin 8. Evapotranspirasi Potensial

BAB II DASAR TEORI 2.1 Perhitungan Hidrologi Curah hujan rata-rata DAS

REKAYASA HIDROLOGI SELASA SABTU

BAB III METODOLOGI. dan terorganisasi untuk menyelidiki masalah tertentu yang memerlukan jawaban.

Pemanasan Bumi. Suhu dan Perpindahan Panas

RADIASI MATAHARI DAN TEMPERATUR

BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL

ANALISIS DEBIT ANDALAN

Minggu 1 : Daur Hidrologi Minggu 2 : Pengukuran parameter Hidrologi Minggu 3 : Pencatatan dan pengolahan data Hidroklimatologi

BAB III LANDASAN TEORI. danau. Secara umum persamaan dari neraca air adalah : - G 0 - ΔS. : debit aliran masuk dan keluar

Luas Luas. Luas (Ha) (Ha) Luas. (Ha) (Ha) Kalimantan Barat

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

PENDAHULUAN. Air di dunia 97,2% berupa lautan dan 2,8% terdiri dari lembaran es dan

DAFTAR ISI. 1.2 RUMUSAN MASALAH Error Bookmark not defined. 2.1 UMUM Error Bookmark not defined.

1. PENDAHULUAN 2. TINJAUAN PUSTAKA

Dr. Ir. Robert J. Kodoatie, M. Eng 2012 BAB 3 PERHITUNGAN KEBUTUHAN AIR DAN KETERSEDIAAN AIR

Sifat fisika air. Air O. Rumus molekul kg/m 3, liquid 917 kg/m 3, solid. Kerapatan pada fasa. 100 C ( K) (212ºF) 0 0 C pada 1 atm

ANALISA NERACA AIR LAHAN WILAYAH SENTRA PADI DI KABUPATEN PARIGI MOUTONG PROVINSI SULAWESI TENGAH

HIDROMETEOROLOGI Tatap Muka Ke 6 (KELEMBABAN UDARA)

θ t = θ t-1 + P t - (ETa t + Ro t ) (6) sehingga diperoleh (persamaan 7). ETa t + Ro t = θ t-1 - θ t + P t. (7)

DAFTAR ISI. Halaman JUDUL PENGESAHAN PERSEMBAHAN ABSTRAK KATA PENGANTAR

TINJAUAN PUSTAKA. Faktor Lingkungan Tumbuh Kelapa Sawit

BAB II. HIDROMETEOROLOGI

II. TINJAUAN PUSTAKA. Embung berfungsi sebagai penampung limpasan air hujan/runoff yang terjadi di

DATA METEOROLOGI. 1. Umum 2. Temperatur 3. Kelembaban 4. Angin 5. Tekanan Udara 6. Penyinaran matahari 7. Radiasi Matahari

Dampak Kegiatan Manusia Terhadap Perubahan Siklus Air Yang Memicu Kelangkaan Air Dunia

Skema proses penerimaan radiasi matahari oleh bumi

BAB II TINJAUAN KEPUSTAKAAN. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan Air Irigasi

TINJAUAN PUSTAKA Siklus Hidrologi

I. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian

WATER BALANCE DAS KAITI SAMO KECAMATAN RAMBAH

Kata kunci: faktor penyesuai, evapotranspirasi, tomat, hidroponik, green house

ANALISA KETERSEDIAAN AIR SAWAH TADAH HUJAN DI DESA MULIA SARI KECAMATAN MUARA TELANG KABUPATEN BANYUASIN

TINJAUAN PUSTAKA 2.1 TINJAUAN UMUM SUB-DAS CITARIK

GUTASI, TRANSPIRASI DAN EVAPORASI

TINJAUAN PUSTAKA Sifat dan Ciri Tanaman Cabai

ANALISIS KEBUTUHAN AIR IRIGASI PADA DAERAH IRIGASI BENDUNG MRICAN1

KULIAH 2 HUBUNGAN AIR, TANAH DAN TANAMAN

MODUL PERHITUNGAN NERACA AIR STUDI KASUS KOTA CIREBON

PENDUGAAN PARAMETER UPTAKE ROOT MENGGUNAKAN MODEL TANGKI. Oleh : FIRDAUS NURHAYATI F

BAB 1 PENDAHULUAN. dalam dan luar negeri terhadap tanaman selada, komoditas ini mempunyai

Suhu, Cahaya dan Warna Laut. Materi Kuliah 6 MK Oseanografi Umum (ITK221)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. kehilangan air pada suatu sistem hidrologi. panjang, untuk suatu DAS atau badan air seperti waduk atau danau.

HIDROMETEOROLOGI Tatap Muka Ketiga (ATMOSFER)

Tata cara perhitungan evapotranspirasi potensial dengan panci penguapan tipe A

PENGENDALIAN OVERLAND FLOW SEBAGAI SALAH SATU KOMPONEN PENGELOLAAN DAS. Oleh: Suryana*)

Vegetasi Alami. vegetasi alami adalah vegetasi atau tumbuh-tumbuhan yang tumbuh secara alami tanpa adanya pembudidayaan.

HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Kemandirian menurut Barnadib (dalam Anastasia, 2009:5) meliputi perilaku

Hidrometeorologi. Pertemuan ke I

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Surface Runoff Flow Kuliah -3

HUBUNGAN TANAH - AIR - TANAMAN

TINJAUAN PUSTAKA. sangat penting bagi kehidupan di bumi ini. Menurut ahli silvika, hutan merupakan

HIDROMETEOROLOGI TATAP MUKA KEEMPAT (RADIASI SURYA)

TPL 106 GEOLOGI PEMUKIMAN

TIN206 - Pengetahuan Lingkungan Materi #10 Genap 2016/2017. TIN206 - Pengetahuan Lingkungan

Lebih dari 70% permukaan bumi diliputi oleh perairan samudra yang merupakan reservoar utama di bumi.

Transkripsi:

Pengukuran Evapotranspirasi

Evaporasi Penuk peguapan air dari permukaan air, tanah dan bentuk permukaan bukan vegetasi lainnya oleh proses fisika Dua unsur utama : Energi (radiasi matahari) sebagian gelombang dirubah menjadi panas menghangatkan udara sekitar tenaga mekanik perputaran udara dan uap air Ketersediaan air tidak hanya air yang ada akan tetapi persediaan air yang siap untuk evaporasi

Faktor-faktor penentu Evaporasi Panas perubahan bentuk cair dan gas shortwave radiation lebih berpengaruh (ketinggian tempat dan musim) longwave hanya menambah panas yangdihasilkan oleh shortwave Suhu udara, permukaan bidang penguapan (air, vegetasi, dan tanah)

Kapasitas kadar air tinggi rendahnya suhu di tempat itu Proses tergantung pada Dpv (Saturated vapour preseeure deficit) di udara atau jumlah uap air yang dapat diserap oleh udara sebelum udara tersebut menjadi jenuh Evaporasi banyak terjadi di pedalaman dibanding di Pantai karena udara sudah lembab Kecepatan angin diatas bidang penguapan Sifat bidang penguapan Kasar memperlambat garak angin turbulen memperbesar evaporasi

Pengukuran Evaporasi Diukur dari permukaan badan air : membandingkan jumlah air yang diukur antara dua waktu yang berbeda Evaporasi waduk atau danau yang berurutan : E 0 = I O - S I = masukan air ke waduk ditambah curah hujan yang langsung jatuh pada waduk O = keluaran dari waduk ditambah bocoran air dalam tanah S = perubahan kapasitas tampung waduk

E 0 (mm/hari) = C (e o -e a ) C = (0.44+0.073 u)*(1.465-0,00073p) U = kecepatan angin rata-rata (km/jam) diukur pada ketinggian 0,5 m diatas permukaan tanah e o = tekanan uap air pada permukaan air yang merupakan fungsi suhu e a = tekanan uap air di permukaan air C = angka tetapan yang dihitung dengan persamaan (Rohwer, 1931) P = tekanan atmosfer (mmhg) Untuk angka evaporasi waduk maka E 0 dikalikan angka tetap 0,77 Nilai C : Kolam C = 15 + 0,93 u Danau dan waduk kecil C = 11 + 0,68 u

Evaporasi : pendekatan neraca energi Q s -Q TS -Q lw -Q h -Q e +Q v - Q ve = Q c Q s = Radiasi matahari datang Q TS = Radiasi matahari terefleksi Q lw = Radiasi gelombang panjang bersih dari permukaan badan air ke udara bebas Q h = Pindahan energi dari badan air ke atmosfer dalam bentuk panas-tampak (sensible heat) Q e = Energi yang digunakan untuk proses evaporasi Q v = Energi adveksi bersih yang masuk ke badan air akibat aliran air Q ve = Energi adveksi keluar dari badan air karena proses evaporasi Q c = Energi tersimpan dalam badan air Satuan dalam kalori/cm 2 (langleys)

Variabel pindah panas-tampak tidak diukur langsung tercakup dalam nisbah Bowen (Bowen s ratio, R) R =Q h / Q e =0,00061 P (T s -T a )/(e s -e a ) P = Tekanan udara (mb) T S = Suhu permukaan badan air ( C) T a = Suhu udara ( C) e s = Tek. Uap air permukaan badan air, e s =f (T a ) (mb) e a = Tek. Uap air permukaan udara, e a =e s x R h (mb) R h = Kelembaban relatif udara (%) Besarnya tek.uap air tergantung suhu pada badan air Tek.uap air di udara dapat diukur dengan sling psychrometer

Energi yang dipindahkan dari badan air proses evaporasi yang berlangsung di permukaan badan air dihitung : Q ve = Q e c (T s -T b )/L c = Angka panas air (kal/mg/ C) T b = Suhu dasar yang ditentukan (0 C) L = Panas-tak tampak (590 kal/mg) Persamaan sebelumnya dapat diturunkan sebagai berikut

Hubungan antara Q e dengan kedalaman evaporasi dari badan air (E o ) dapat ditunjukkan pada persamaan : p = Kerapatan air (mg/cm 3 ) Sehingga persamaan menjadi

pengukuran Q v dan Q c = Dievaluasi dengan cara mengukur suhu dan volume air yang keluar dan masuk kedalam waduk T s = Suhu permukaan waduk T a = Suhu udara, tekanan udara (p) dan tekanan uap air atmosfir (e a ) Q s = Radiasi matahari datang dapat diukur secara langsung dengan alat pyrheliometer jarang ditemukan di stasiun metereologi Black dalam Chang (1986)

Sinar gelombang panjang dari bumi ke atmosfer sebag besar diserap oleh uap, awan dan CO 2 di atmosfer dipantulkan kembali ke permukaan bumi sebagai radiasi atmosfer. H 2 O dan CO 2 diradiasikan kembali dalam bentuk gel yg lbh panjang. Faktor berpengaruh : profil suhu udara, kadar uap air, tutupan awan di atmosfer Krn sulit dihitung maka didekati dengam Q lw

Persamaan panjang gelombang bersih Brunt (Anderson, 1954) σ = Tetapan Stefan-Baltzman (1,17 x 10-1 kal/cm 2 / K 4 /hari T s = Suhu permukaan ( K) T 2 = Suhu udara pada ketinggian 2m di atas bidang kajian ( K) e 2 = Tekanan uap air pada ketinggian 2m di atas bidang kajian (mb) c,d = Angka tetapan epiris, ebrvariasi tergantung letak geografis C = Angka tetapan awan a = Angka tetapan, tergantung pada tipe awan. Awan rendah =0,9 ; awan sedang = 0,6 dan awan tinggi = 0,2 Jika data ketinggian awan tidak tersedia maka (1-aC) diganti dengan (0,10+0,90 n/n) n = lama penyinaran matahari (jam) dan N lama penyinaran matahari maksimal (jam) Radiasi panjang gelombang bersih yang tidak menjadi bagian dari radiasi matahari datang dan tidak diradiasikan kembali ke atmosfer :

Transpirasi Transpirasi adalah suatu proses ketika air diuapkan ke udara dari permukaan daun/tajuk vegetasi Laju transpirasi ditentukan: Radiasi matahari Membuka dan menutupnya pori-pori kedudukan daun dan cabang, ketersediaan air, tanaman meranggas

Faktor-faktor penentu Transpirasi Faktornya hampir sama dengan evaporasi: Radiasi matahari Suhu Kecepatan angin Gradien tekanan udara Karakteristik dan kerapatan vegetasi seperti struktur tajuk, perilaku pori-pori daun, kekasaran permukaan vegetasi Transpirasi di hutan lebih besar dibanding di padang rumput Keakaran vegetasi akan berpengaruh jika cadangan air tanah menyusut

Pengukuran Transpirasi T = Transpirasi (cm/th) P g = Curah hujan (cm/th) R = Air larian (cm/th) I t = Total intersepsi (cm/th) S = Perubahan kapasitas tampung air tanah S = umumnya diabaikan,keseimbangan air tersebut dipengaruhi akan ditentukan

Evapotranspirasi Jumlah air total yang dikembalikan lagi ke atmosfer dari permukaan tanah, badan air, dan vegetasi oleh adanya pengaruh faktor-foktor iklim dan fisiologis vegetasi Gabungan antara evaporasi, intersepsi, dan transpirasi T = Transpirasi vegetasi I t = Intersepsi total E s = Evaporasi dari tanah, batuan dan jenis permukaan tanah lainnya E o = Evaporasi permukaan badan air seperti sungai, danau, dan waduk S = Perubahan kapasitas tampung air tanah Untuk tegakan hutan, E o dan E s biasanya diabaikan ET = T+I t untuk tegakkan hutan, bila unsur vegetasi dihilangkan, ET= E S

Faktor-faktor Evapotranspirasi Evapotranspirasi/Evaporasi Total = peristiwa evaporasi dan transpirasi yang terjadi bersama-sama Evapotranspirasi potensial (potential evaporation, PET) = evaporasi yang terjadi, apabila tersedia cukup air (dari presipitasi atau irigasi) untuk memenuhi pertumbuhan optimum dipengaruhi faktor2 metereologi radiasi matahari dan suhu Evapotranspirasi sesungguhnya (Actual evapotranspiration, AET) = evapotranspirasi yang terjadi sesungguhnya, dengan kondisi pemberian air seadanya dipengaruhi oleh faktor fisiologi tanaman dan unsur tanah Consumptive use = air yang diperlukan tumbuh-tumbuhan untuk pertumbuhan sel-selnya

Perkiraan Evaporasi Perkiraan evaporasi berdasarkan pan evaporasi (1) Evaporasi perm. Air bebas = C pan x Evaporasi pan Penguapan dari evaporasi pan biasanya lebih besar dari evaporasi sebenarnya, karena: luas permukaan sempit gel. dan turbulensi udara kecil kemampuan menyimpan panas berbeda antara pan dan danau terjadinya pertukaran panas antara pan dgn tanah, udara, air sekitar pengaruh panas, kelembaban, angin akan berbeda bagi perm. kecil dgn perm. besar atmometer, lysimeter, phytometer

Evaporation pan = 1.21 m = 4 H = 25.4 cm = 10

Lysimeter.1

2 type lysimeter Tipe drainage (Drainage type) Tipe timbang (Spring-balance weighing type)

Metode Thornthwaite Memanfaatkan suhu udara sebagai indeks ketersediaan energi panas T a = Suhu rata-rata bulanan ( C) I = Indeks panas tahunan

Metoda Blaney-Criddle Memperkirakan besarnya evapotranspirasi potensial (PET) pada awalnya dikembangkan untuk memperkirakan besarnya konsumsi air irigasi di Amerika Serikat (Dunne dan Leopold, 1978) Besaran suhu dan sepanjang hari (lamanya waktu penyinaran matahari)

PET = Evapotranspirasi potensial (cm/bln) T a = Suhu rata-rata ( C) apabila Ta <3 C maka angka konstan 0,142 harus diganti dengan 1,38 k = Faktor pertanaman empiris, bervariasi menurut tipe pertanaman serta tahap pertumbuhan tanaman tahunan, angka koefisien disajikan secara bulanan, untuk angka koef tanaman musiman dinyatakan dalam persentase menurut musim pertumbuhan d = Fraksi lama penyinaran matahari per bulan dalam waktu satu tahun

Angka faktor pertamananan meningkat sejalan dengan pertambahan ketinggian vegetasi, untuk memperkirakan besarnya air yang diperlukan suatu vegetasi selama pertumbuhannya (Blaney-Criddle) K = Koefisien pertanaman selama periode pertumbuhan n = Jumlah bulan selama masa pertumbuhan Tai = Suhu udara ( C) di = Fraksi lama penyinaran matahari setiap bulan dalam waktu satu tahun,

Metoda Penman Dikembangkan untuk menentukan besarnya evaporasi dari permukaan air terbuka Digunakan untuk menentukan besarnya evapotranspirasi potensial (PET) Perhitungan besarnya evaporasi dari permukaan vegetasi jenuh air dapat ditentukan tanpa harus mengukur suhu pada permukaan bidang penguapan

s = Laju perubahan tekanan uap jenuh dan merupakan fungsi dari suhu (Pa C) A = Energi yang tersedia (Rn-G Rn) E c = Laju evaporasi tajuk dalam kondisi jenuh (PET) (mm/s) = Kerapatan udara (kg/m3) C p = Specific heat of air pada tekanan udara konstan, (dalam hal ini adalah 1010 J/Kg/ C) e s (T) = Tekanan uap air jenuh pada suhu atmosfer suhu (Pa C) e a = Tekanan uap airatmosfer (Pa C) = Latent heat of vaporation (J/Kg) = Tahanan psikrometik (Pa/ C) r a = Aerodynamic transfer resistance (s/m) r s = Resistensi stomata (s/m)

Analisis Neraca Kelembaban Tanah (soil moisture budget analysis) Memanfaatkan perangkat komputer Teknik membandingkan ET aktual (AET)dan ET potensial (PET) dikenal dengan istilah ETR (Evapotranspiration Ratio)

AET = Evapotranspirasi aktual (panjang/waktu) PET = Evapotranspirasi potensial (panjang/waktu) AW = Jumlah air dalam tanah yang diserap oleh akar tanaman (SM-PWP) AWC = Kapasitas air yang tersedia (FC-PWP) PWP = Tingkat kelembaban tanah ketika tanaman tidak mampu lagi menyerap air tanah (wilting point) FC = Jumlah air yang masih dapat dithan oleh tanah dari gaya tarik bumi ( field capacity)

Komponen ETR Indeks PET untuk kondisi tanah dan vegetasi setempat Kelembaban tanah terkait dengan water table AET yang merupakan fraksi PET untuk tingkat kelembaban tanah tertentu

Perkiraan Evaporasi Perkiraan evaporasi dengan menggunakan rumus empiris - aerodynamic method/dalton law. (2) E a = K. U z (e w e z ) E a = evap perm bebas selama pengamatan K = konstanta empiris U z = fungsi antara evap thd kec angin pada ketinggian z e w = tekanan uap jenuh di udara pada temperatur sama dengan air e z = tekanan uap sesungguhnya di udara pd ketinggian z

Perkiraan Evaporasi Persamaan Rohwer E = a (e w e a ) (1 + b V) E = 0.484 (1+0.6 V) (e w e a ) E = evaporasi (mm/hari) e w = tekanan uap jenuh pada temperatur sama dengan temp air (millibar) e a = tekanan uap di udara sesungguhnya (millibar) V = kecepatan angin rata-rata dalam sehari (m/detik)

Perkiraan Evaporasi Persamaan Orstom E = 0.358 (1 + 0.588 V) (e w e a ) Persamaan Danau Hefner E = 0.00177 V (e w e a ) E = inch/hari V = meter/jam

Perkiraan Evaporasi 3. Pengukuran Evaporasi secara langsung Water-balance: E L = P + I surf + I gw O surf O gw - S E L = evaporasi muka air bebas per hari P = presipitasi/hujan harian I surf = surface inflow/aliran perm masuk I gw = ground water inflow/air tanah masuk O surf = surface outflow/aliran perm keluar O gw = ground water outflow/air tanah keluar S = perubahan jumlah simpanan air selama pengamatan (1 hari)