Tutorial Membangun Radio Streaming Arie Widodo

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODE PENELITIAN

Streaming Radio dengan ubuntu 11.10

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB III PERANCANGAN. Bab ini berisi perancangan sistem audio streaming dengan server shoutcast dan icecast.

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB I PENDAHULUAN 1.2. Latar Belakang Masalah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI

BAB III. server, merupakan media yang digunakan untuk mendistribusikan live stream

BAB IV. Implementasi dan Analisa

Cara Setting Radio Streaming Menggunakan Shoutcast Winamp

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

PERANCANGAN RADIO STREAMING EDUKASI (STUDI KASUS BALAI PENGEMBANGAN MEDIA RADIO YOGYAKARTA)

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 4 RANCANGAN SISTEM YANG DIUSULKAN. Sistem yang penulis usulkan adalah sebuah sistem berbasis web yang berfungsi

Membangun Sendiri Radio Internet

Cara Setting Radio Streaming Menggunakan Shoutcast Winamp

VIDEO STREAMING. Pengertian video streaming

MODUL 8 STREAMING SERVER

Bab 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. topologi jaringan yang telah penulis rancang. dibutuhkan, diantaranya adalah sebagai berikut :

Tutorial Video Streaming Server Menggunakan VLC

Endi Dwi Kristianto

Cara Setting MikroTik sebagai Gateway dan Bandwidth Management

KONFIGURASI RTMP SERVER NGINX

BAB IV. bandwidth yang terlalu besar dan bertujuan untuk memastikan bahwa delay yang

Mohammad Sani Suprayogi Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi Universitas Semarang. Abstract

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi pada masa sekarang ini begitu pesat sehingga

APLIKASI PENYADAP TELEPON DENGAN MEMANFAATKAN TEKNOLOGI RADIO STREAM BERBASIS WEB

RANCANG BANGUN APLIKASI RADIO STREAMING DENGAN MENGGUNAKAN SHOUTCAST DISTRIBUTED NETWORK AUDIO SERVER (DNAS) Abstract

LAPORAN STREAMING SERVER

Cara Setting IP Address DHCP di

TUGAS MATA KULIAH KAPITA SELEKTA MEMBANGUN SERVER VIDEO STREAMING DENGAN MUDAH MENGGUNAKAN BROADCAM VIDEO LIVE STREAMING

BAB III PERANCANGAN SISTEM

ROUTER DAN BRIDGE BERBASIS MIKROTIK. Oleh : JB. Praharto ABSTRACT

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS

2.2 Dasar Teori. Layer # Nama Unit. Dimana setiap layer memiliki fungsi dan contoh masing-masing.

Shoutcast Distributed Network Audio Server (DNAS) Sebagai Server Streaming Radio Kampus. Zulhipni Reno Saputra

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

Choirul Amri. I. Pendahuluan.

Cara Membuat Server VPN di Komputer Windows 8 Tanpa Instalasi Software

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. 1. Processor Intel Core 2 GHz

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

MODUL 8 STREAMING SERVER

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

MIKROTIK SEBAGAI ROUTER DAN BRIDGE

Bab VI Aplikasi pada IPV6. Iljitsch van Beijnum

Instalasi Aplikasi server Menggunakan ClarkConnect

Sebelumnya dibahas mengenai settting outlook express 2003 disini. lalu bagaimana Setting Outlook 2013?, berikut tutorialnya:

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III METODE PENELITIAN. Router Berbasis Web, Penulis menerapkan konsep pengembangan Software

BAB 3 Metode dan Perancangan 3.1 Metode Top Down

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

UPLOAD WEB. Upload web ke hosting gratis di byethost.com. Create by: Heru W drupalsolo.isgreat.org

BAB I PENDAHULUAN 1.2. Latar Belakang Masalah

STUDI KUALITAS VIDEO STREAMING MENGGUNAKAN PERANGKAT NSN FLEXYPACKET RADIO

Agus Subardjo

BAB 1 PENDAHULUAN. teknologi informasi dalam menjalankan bisnis mereka. Perusahaan sekecil apapun pasti

Fungsi Acces Point. 12:01 Network

KONFIGURASI KONEKSI DATA DIREKTORI LABORATORIUM DENGAN LOCAL AREA NETWORK

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 5 UJI COBA DAN EVALUASI. implementasi jaringan yang sudah dirancang, maka penulis melakukan uji coba pada

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. dapat mengimplementasikan rancangan ini secara langsung, maka digunakan simulator

Jaringan Komputer MODUL 7. Tujuan

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

Konfigurasi Router TL-MR3220

BAB I PENDAHULUAN. perkembangan teknologi di bidang telekomunikasi dan broadcasting. Saat ini

BAB IV DESKRIPSI KERJA PRAKTEK

Akses Remote Database via Internet

BAB III ANALISIS PRAKTEK KERJA LAPANGAN. bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan

REMOTE ACCESS DNS SERVER

BAB III DESAIN DAN IMPLEMENTASI SISTEM

DASAR JARINGAN KOMPUTER

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

Menggunakan Aplikasi Zimbra Desktop

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

APLIKASI REAL TIME VIDEO STREAMING SEBAGAI SARANA PEMBELAJARAN ONLINE BERBASIS INTERNET/INTRANET

FTP Server. Konfigurasi Server Konfigurasi FTP. 1. Klik Menu Start All Programs Control Panel Add/Remove Program

TUTORIAL CISCO PACKET TRACER 5

Tutorial AutoDJ menggunakan WHMsonic

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Adapun 3 metode untuk pengalokasian alamat IP pada DHCP server :

MEMBUAT JARINGAN WIFI ACCESS POINT-REPEATER WDS MENGGUNAKAN TP-LINK TL-WA801ND

Resume. Pelatihan Membuat PC Router Menggunakan ClearOS. Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah. Lab. Hardware

MANUAL VRE GATEWAY

TASK 5 JARINGAN KOMPUTER

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB IV PEMBAHASAN /24 dan lainnya bisa berkoneksi dengan internet / ISP.

Lampiran A : Hasil Wawancara. Hasil wawancara dengan Bapak Setiawan Soetopo, manager Internet Service

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. system ini dapat berjalan dengan baik. Berikut merupakan spesifikasi hardware dan. Processor : Intel pentium 4.

DESAIN DAN IMPLEMENTASI INSTANT MESSENGER SERVER BERBASIS OPEN SOURCE PADA HOTEL ARYADUTA PALEMBANG

ANALISIS PERBANDINGAN ROUTER LINUX DENGAN ROUTER MIKROTIK PADA JARINGAN WIRELESS MENGGUNAKAN METODE QOS PENDAHULUAN

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

Wireshark dapat membaca data secara langsung dari Ethernet, Token-Ring, FDDI, serial (PPP and SLIP), wireless LAN, dan koneksi ATM.

Akses Remote Database via Internet

BAB III METODE PENELITIAN DAN PERANCANGAN SISTEM. jaringan. Topologi jaringan terdiri dari 3 client, 1 server, dan 2 router yang

Transkripsi:

Tutorial Membangun Radio Streaming Arie Widodo (arie.widodo@icloud.com) A. Pendahuluan Siaran radio sampai saat ini masih digemari. Orang dapat mendengarkan banyak acara menarik di radio, lalu pesawatnya juga mudah dibawa ke mana saja. Sambil bekerja di kantor, memasak, atau aktivitas lainnya, kita tetap tidak ketinggalan informasi bila mendengarkan radio. Namun demikian, sifat radio yang lokal memberikan batasan sendiri bagi pendengarnya sehingga tidak dapat dinikmati secara luas oleh seluruh pendengarnya di pelosok, sehingga dibutuhkan sebuah teknologi yang dapat mengatasi keterbatasan tersebut. Kehadiran internet membawa manfaat bagi siaran radio. Melalui teknologi streaming via internet, siaran radio yang dipancarkan menjadi tidak terbatas, tak peduli ada di sebuah rumah yang terletak di pedesaan, maupun yang ada di pusat kota besar. Dengan kata lain menggabungkan teknologi radio dan teknologi streaming memungkinkan siaran radio tersebar luas ke seluruh pelosok negeri. Streaming secara etimologi berarti pengaliran atau aliran. Dalam dunia internet, streaming lebih mengacu kepada sebuah teknologi yang mampu mengkompresi atau menyusutkan ukuran file audio menjadi bagian-bagian kecil agar mudah dikirimkan melalui internet. Pengiriman file audio tersebut dilakukan secara stream atau terus menerus, sehingga pendengar dapat menjalankan file tanpa harus menunggu file tersebut selesai di download. Sedangkan dari sudut pandang prosesnya, streaming berarti sebuah teknologi pengiriman file dari server ke client melalui jaringan packet-based kepada user. B. Komponen Radio Streaming 1. Streaming Media Server Streaming Media Server adalah aplikasi yang berfungsi sebagai repeater untuk mengirimkan streaming audio dari komputer penyiar kepada pendengar melalui internet. Streaming Media Server dipasang di server yang biasanya menggunakan Linux sebagai sistem operasinya. Untuk Streaming Media Server sendiri ada banyak macamnya. Yang paling populer di kalangan pembuat radio streaming adalah SHOUTcast dan ICEcast. 1

SHOUTcast sering juga disebut Distributed Network Audio Software (DNAS). Streaming Media Server yang lain adalah ICEcast. Perbedaan mencolok diantara keduanya adalah penggunaan port dan mounting, namun fungsi keduanya sama yaitu aplikasi yang yang bertugas untuk melewatkan file audio yang dikirim dari komputer penyiar kepada pendengar via internet. 2. Broadcast Tool Selain pada server, komponen yang penting untuk pembuatan audio streaming adalah broadcast tool. Modul ini harus terpasang di komputer penyiar. Broadcast tool ini fungsinya untuk sebagai alat yang digunakan untuk mengkonversi atau merubah masukan (input) siaran ke dalam format audio agar dapat ditangkap oleh Streaming Media Server untuk kemudian disiarkan di internet. Sama seperti Streaming Media Server, broadcast tool ini banyak jenisnya. Untuk komputer Windows dapat memasang Shoutcast Radio Source Plug-in (DSP) for winamp, atau edcast. Untuk komputer Linux atau Mac OS dapat memasang modul BUTT (Broadcast Using This Tool) 3. Pendengar Ada beberapa cara yang digunakan untuk mendengarkan siaran radio streaming. Ada pendengar yang memasang aplikasi khusus untuk mendengar siaran radio streaming, misalnya tune-in audio pro. Namun ada pula pendengar yang mendengarkan siaran radio streaming menggunakan audio player, misal dengan winamp. Pendengar yang menggunakan winamp, harus memasukkan alamat internet radio streaming secara manual. 2

C. Instalasi 1. Arsitektur Radio Streaming komputer pendengar Internet LAN KANTOR 192.168.1.1/24 Streaming Media Server antena TERESTERIAL komputer Penyiar 192.168.1.2/24 komputer Client Gambar 1. Arsitektur Radio Streaming Pada gambar 1, terlihat bahwa selain menyiarkan audio lewat jaringan teresterial, komputer penyiar juga menyiarkan audio streaming. Komputer Penyiar terhubung dengan Streaming Media Server melalui local area network (LAN) yang sama, yang berarti kedua komputer tersebut saling berkomunikasi secara langsung menggunakan IP lokal. 3

2. Server Untuk menggunakan server sebagai server streaming, ada beberapa komponen yang harus dipenuhi, yaitu: 1) telah terpasang modul web server, dan 2) telah terpasang Streaming Media Server. Modul Streaming Media Server yang digunakan pada tulisan ini adalah SHOUTcast Server. SHOUTcast dapat di download dari laman http://www.shoutcast.com/broadcast-tools. Apabila telah didownload, langkah selanjutnya adalah mengkonfigurasi SHOUTcast. Konfigurasi terletak pada file sc_serv.conf Pada file sc_serv.conf, terdapat beberapa hal yang harus diubah yaitu IP, portbase, dan password dengan cara mengetikkan perintah nano sc_serv.conf. Pada tulisan ini digunakan port 8099. Gambar 2. Edit file sc_serv.conf 4

Setelah dilakukan perubahan terhadap beberapa konfigurasi di atas, SHOUTcast siap untuk dijalankan dengan menggunakan perintah./sc_serv sc_serv.conf. Apabila SHOUTcast berhasil dijalankan, akan tampil layar seperti di bawah ini. Gambar 3. SHOUTcast berhasil dijalankan Pada gambar 3 terlihat bahwa SHOUTcast berhasil dijalankan pada port 8099. Arti dari tulisan Listening for connection on port 8099 adalah SHOUTcast menunggu koneksi audio yang berasal dari komputer penyiar. Sedangkan Listenin for connection on port 8100 adalah port yang digunakan oleh pendengar radio streaming. Sampai disini instalasi dan konfigurasi pada server streaming telah selesai. Dilanjutkan ke tahap berikutnya, yaitu tahap konfigurasi pada modul Broadcast Tool yang akan dilakukan pada komputer penyiar. 3. Komputer Penyiar Pada gambar 3, Streaming Media Server sudah UP dan siap menerima koneksi audio dari komputer penyiar. Untuk itu pada komputer penyiar harus dimasang modul Broadcast Tool. Hasil keluaran audio dari komputer penyiar akan dikonfigurasi oleh modul Broadcast Tool yang kemudian mengarahkannya ke Streaming Media Server. Banyak sekali modul Broadcast Tool yang dapat dipakai untuk membuat radio streaming, salah satunya adalah BUTT (Broadcast Using This Tool). 5

Dalam tulisan ini menggunakan aplikasi BUTT karena sifatnya yang gratis. Sebelum melakukan proses instalasi, hal yang terlebih dahulu dilakukan adalah mendownload aplikasi BUTT dari laman http://butt.sourceforge.net/. Pada gambar 4 adalah tampilan awal aplikasi BUTT. Gambar 4. Tampilan Awal BUTT Setelah BUTT dijalankan, langkah selanjutnya adalah melakukan perubahan konfigurasi BUTT, disesuaikan dengan konfigurasi pada Streaming Media Server. Klik tombol Settings, kemudian pilih menu Edit pada bagian Server. Tampilannya seperti pada gambar 5. Gambar 5. Konfigurasi Server Beberapa konfigurasi harus disesuaikan dengan konfigurasi pada Streaming Media Server, antara lain: IP, port, dan password. Hal ini bertujuan agar koneksi audio dapat diterima dengan baik oleh Streaming Media Server. Pada gambar 5 terlihat bahwa port yang dituju adalah port 8099, sama seperti port pada Streaming Media Server, begitu juga dengan password. 6

Langkah selanjutnya adalah menentukan codec audio, bit rate, dan sample rate dari file audio yang akan digunakan untuk radio streaming. Perubahan konfigurasi pada file audio ini sangat penting terkait dengan jumlah bandwidth yang akan dialokasikan untuk radio streaming. Pada tulisan ini file audio diset pada bitrate 64kbps. Bila jumlah pendengar mencapai 10 orang maka bandwidth yang perlu disiapkan adalah 64 kbps x 10 = 640 kbps. Jadi pada konfigurasi ini harus benar-benar memperhitungkan jumlah bandwith yang dimiliki. Bila bitrate dirubah ke angka paling rendah, misal 32 kbps maka bandwidth yang dibutuhkan juga jauh berkurang, hanya saja kualitas audio streaming kurang baik bagi telinga pendengar. Gambar 6. Konfigurasi Audio Apabila beberapa perubahan konfigurasi telah selesai dilakukan, langkah selanjutnya untuk memulai streaming audio adalah dengan cara menekan tombol play. Untuk mengecek proses audio streaming sudah berjalan dengan baik, dapat dilihat melalui browser dengan memasukkan alamat Streaming Media Server lengkap dengan port nya, yaitu 127.0.0.1:8099. Apabila semua sudah berjalan lancar, akan tampil halaman server streaming. 7

Gambar 7. Streaming Media Server sudah UP Pada gambar 7 terlihat Streaming Media Server sudah UP dan sudah menerima streaming audio dari komputer penyiar dengan lancar. Jika Streaming Media Server ini ditaruh di server yang memiliki IP publik, siaran radio streaming dapat didengarkan hingga pelosok selama ada jaringan internet di tempat mereka. 4. Pendengar Pendengar dapat mengakses dan mendengarkan radio streaming melalui player audio mereka, misal winamp, dengan cara memasukkan alamat IP publik dan port server pada player audio mereka. Selain itu, pendengar juga dapat mendengarkan melalui player yang diikutsertakan pada sebuah halaman web yang disebut dengan embedded web player. 8

D. Penutup Radio Streaming dapat menjadi solusi bagi stasiun radio lokal untuk memperluas jangkauan siaran. Dengan peralatan yang sederhana siapa pun dapat membangun radio streaming. Keterbatasan bandwidth pada sisi pembuat radio streaming dan sisi pendengar, dan mahalnya harga IP publik memang masih menjadi kendala dalam perkembangan radio streaming. Namun dengan berbagai terobosan diharapkan perkembangan radio streaming akan semakin semarak sehingga siapa pun dapat memiliki radio streaming. 9

Daftar Pustaka Website: http://goo.gl/xedt2, diakses pada 12 Desember 2011 Website: http://duniaradio.blogspot.com/, diakses pada 1 Juni 2013 Website: https://code.google.com/p/edcast-reborn/, diakses pada 3 Juni 2013 Website: http://help.caster.fm/content/1/3/en/broadcast-with-edcast-plugin-forwinamp.html diakses pada 3 Juni 2013 Website: http://www.shoutcast.com/broadcast-tools, diakses pada 5 Juni 2013 Website: http://butt.sourceforge.net/, diakses pada 5 Juni 2013 þ 10