BAB I PENDAHULUAN. Assih dan Gudono, 2000:36). Laporan keuangan juga merupakan salah satu sumber

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. untuk menilai kinerja manajemen, membantu mengestimasi kemampuan laba

BAB I PENDAHULUAN. Pada saat ini perusahaan yang membutuhkan dana dapat memenuhinya dengan

BAB I PENDAHULUAN. Laporan keuangan merupakan hasil dari kegiatan operasional yang

PENGARUH RASIO KEUANGAN TERHADAP PRAKTIK PERATAAN LABA PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN. Laporan keuangan merupakan produk akuntansi yang menyajikan data-data

PERBEDAAN REAKSI PASAR ANTARA PERUSAHAAN PERATA LABA DAN BUKAN PERATA LABA PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BEI

BAB I PENDAHULUAN. Laporan keuangan merupakan suatu pencerminan dari suatu kondisi

Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Syarat-syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Akuntansi Universitas Muhammadiyah Surakarta

BAB I PENDAHULUAN. Laporan keuangan merupakan hasil dari kegiatan operasional perusahaan yang dilakukan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Kinerja perusahaan dalam memanfaatkan aktiva untuk menghasilkan laba

UKDW BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Laporan keuangan merupakan hasil dari proses akuntansi yang

PENGARUH RETURN ON INVESTMENT (ROI), RETURN ON EQUITY (ROE), LEVERAGE OPERASI TERHADAP INDIKASI PERATAAN LABA (INCOME SMOOTHING)

BAB I PENDAHULUAN. keuangan. Laporan keuangan yang merupakan salah satu sarana untuk

PENGARUH PERATAAN LABA TERHADAP REAKSI PASAR DAN RESIKO INVESTASI PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BEI

LABA DAN BUKAN PERATA LABA ATAS PENGUMUMAN INFORMASI LABA PERUSAHAAN. (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar

BAB I PENDAHULUAN. antara pihak penyedia dana (investor) dan penerima dana (perusahaan). Sejalan

BAB I PENDAHULUAN. Para pelaku pasar modal memerlukan informasi untuk mengambil

DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR... i. DAFTAR TABEL... vii. DAFTAR GAMBAR... viii. DAFTAR LAMPIRAN... xi BAB I : PENDAHULUAN... 1

BAB I PENDAHULUAN. Namun, selain itu manajer juga bertanggung jawab menyajikan laporan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Tujuan dasar akuntansi keuangan adalah untuk memberikan

BAB I PENDAHULUAN. yang efisien dapat mendukung perkembangan ekonomi, karena adanya alokasi

BAB I PENDAHULUAN UKDW. kerja manajemen untuk mendapatkan hasil yang optimal bagi perusahaan.

BAB I PENDAHULUAN. Laporan keuangan merupakan suatu pencerminan dari suatu kondisi

BAB I PENDAHULUAN UKDW. Salah satu sumber informasi dari pihak eksternal dalam menilai kinerja

BAB I PENDAHULUAN. Seiring dengan berkembangnya zaman, setiap orang memiliki tuntutan hidup yang


BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Seiring dengan berkembangnya dunia perekonomian di Indonesia saat ini

BAB 1 PENDAHULUAN. laporan keuangan dan sangat penting bagi pihak internal maupun pihak eksternal

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Laporan Keuangan. Siklus akuntansi terdiri atas tahap-tahap sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN. dilakukan oleh perusahaan yang dilaporkan kepada pihak internal maupun

BAB 1 PENDAHULUAN. Informasi akuntansi yang berhubungan dengan kinerja perusahaan

BAB I PENDAHULUAN. Menurut Suwito dan Herawaty (2005) pasar modal memiliki peranan penting dalam

BAB I PENDAHULUAN. (investor) dengan pihak yang memerlukan dana (issuer). Adanya pasar

UKDW BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Laporan keuangan adalah suatu sarana yang digunakan untuk

BAB I PENDAHULUAN. Dalam bidang akuntansi, istilah manajemen laba tidak asing lagi di kalangan

BAB I PENDAHULUAN. keuangan perusahaan. Laporan keuangan mengandung informasi informasi

PRAKTEK PERATAAN LABA: STUDI EMPIRIS DI BURSA EFEK INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN. Perataan laba merupakan salah satu cara yang digunakan oleh

UKDW BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pada perkembangan zaman yang semakin pesat telah banyak

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN. Dalam pertumbuhan perekonomian perusahaan mengembangkan praktek perataan

BAB 1 PENDAHULUAN. Semakin tingginya tingkat persaingan di dalam dunia bisnis memaksa. perusahaan untuk mempunyai keunggulan kompetitive untuk terus

BAB 1 PENDAHULUAN. keputusan bagi investor di pasar modal. Salah satu sumber informasi tersebut

BAB I PENDAHULUAN. keuangan merupakan salah satu indikator untuk mengukur kinerja perusahaan

BAB I PENDAHULUAN. manajemen laba muncul sebagai konsekuensi langsung dari upaya-upaya manajer

BAB I PENDAHULUAN. masa-masa yang akan datang, dengan diketahuinya perkembangan keuntungan

BAB I PENDAHULUAN. Efek Jakarta. Pasar modal merupakan suatu pasar yang didalamnya terdapat

BAB II LANDASAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS. II.1.1 Definisi Earnings Management (manajemen Laba)

BAB I PENDAHULUAN. karena laporan keuangan memperlihatkan kondisi perusahaan pada tahun bersangkutan. Laporan

BAB I PENDAHULUAN UKDW. dari perusahaan yang dipimpinnya. Hal ini disebabkan karena baik buruknya

BAB I PENDAHULUAN. Perataan laba adalah cara yang digunakan manajemen untuk mengurangi

BAB 1 PENDAHULUAN. perusahaan mempunyai keunggulan bersaing (competitive advantage) untuk terus

PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN,PROFITABILITAS DAN LEVERAGE TERHADAP TINDAKAN PERATAAN LABA (INCOME SMOOTHING) (Studi Empiris Di Bursa Efek Indonesia)

BAB I PENDAHULUAN. Laba merupakan salah satu informasi potensial yang terkandung di

BEBERAPA FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PERATAAN LABA PADA PERUSAHAAN OTOMOTIF YANG GO PUBLIK DI BURSA EFEK INDONESIA SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN. individu, sosiasi atau organisasi bisnis yang terdiri dari neraca, laba rugi,

BAB I PENDAHULUAN. kinerja perusahaan tersebut (Wikipedia). Dalam laporan keuangan tersebut

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pada dasarnya akuntansi keuangan dan laporan keuangan

BAB I PENDAHULUAN. akuntansi merupakan data dasar dalam melakukan analisis saham serta untuk

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pasar modal memiliki modal penting dalam kehidupan ekonomi, sejalan

BAB 1 PENDAHULUAN. digunakan untuk mengukur kinerja manajemen adalah laba. Statement of financial Accounting Concept (SFAC) Nomor 1 bahwa informasi

BAB 1 PENDAHULUAN. mikro ekonomi maupun makro ekonomi di Indonesia, sehingga perbankan

BAB I PENDAHULUAN. karena baik buruknya kinerja perusahaan akan berdampak terhadap nilai pasar

PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, PROFITABILITAS DAN LEVERAGE TERHADAP PERATAAN LABA (Studi Empiris Di Bursa Efek Indonesia)

BAB I PENDAHULUAN. menyampaikan informasi sebagai bentuk pertanggungjawaban atas wewenang

I. PENDAHULUAN. Salah satu sumber informasi dari pihak eksternal dalam menilai kinerja

BAB I PENDAHULUAN UKDW. kuat bagi manajemen perusahaan untuk menampilkan kinerja terbaik

BAB I PENDAHULUAN. sangat penting untuk pengambilan keputusan adalah laba dalam income statement.

BAB I PENDAHULUAN. menjual saham (stock) dan obligasi (bond) dengan tujuan dari hasil penjualan

BAB I PENDAHULUAN. memberikan informasi mengenai kondisi suatu perusahaan. Laporan keuangan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS

BAB I PENDAHULUAN. Laporan keuangan merupakan media komunikasi yang digunakan untuk

BAB I PENDAHULUAN. Dalam melaksanakan investasi di pasar modal, sebuah investasi harus benarbenar

BAB I PENDAHULUAN. Laporan keuangan merupakan bentuk pertanggung jawaban manajer kepada

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Laporan keuangan menyajikan data keuangan termasuk catatan yang. selain prinsip akuntansi yang berlaku umum.

BAB I PENDAHULUAN. Laporan keuangan dapat memberikan informasi kepada para. investor dan kreditor dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan

BAB I PENDAHULUAN. kinerja atau pertanggung jawaban manajemen perusahaan.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1.Latar Belakang Masalah. Laporan keuangan mempunyai fungsi utama sebagai media

terbaik untukbersaing dengan perusahaan lain. Hal ini dilakukan dengan

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN. menjelaskan hubungan keagenan di dalam teori agensi (agency theory) bahwa

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan ekonomi suatu bangsa diiringi dengan peningkatan tekanan

Oleh : Tri Mulyani BAB I PENDAHULUAN. Era globalisasi dan modernisasi telah membawa perubahan besar pada kultur

BAB I PENDAHULUAN. keputusan operasional taktis stratejik manajerial, alat prediksi kinerja

BAB II KAJIAN TEORI DAN PERUMUSAN HIPOTESIS

BAB I PENDAHULUAN. optimal bagi perusahaan. Bagi investor, kinerja manajemen menjadi faktor

I. PENDAHULUAN. menilai kinerja perusahaan dalam proses pengambilan keputusan. Laporan keuangan

BAB I PENDAHULUAN. terdapat beberapa kasus praktik income smoothing (perataan laba) yang pernah terjadi,

ENI RITA SENDARI

BAB I PENDAHULUAN. mengukur kinerja manajemen adalah laba. Karena laba merupakan salah satu alat

BAB II LANDASAN TEORI. yang diinginkan atas laba yang dilaporkan. yang dilakukan untuk mencapai tujuan yang spesifik.

BAB I PENDAHULUAN. dan meningkatkan kinerja perusahaannya. Baik buruknya kinerja suatu

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. investasi. Informasi yang diperlukan tersebut diantaranya berupa laporan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. eksternal perusahaan, karena melalui laba dapat dinilai

BAB I PENDAHULUAN. penelitian, dan sistematika penulisan tesis. Standar Akuntansi Keuangan Nomor 1 Paragraf 05 adalah memberikan

BAB I PENDAHULUAN. informasi keuangan yang dikomunikasikan kepada pihak-pihak yang. pihak, baik principal selaku pemegang saham maupun agent selaku

BAB I PENDAHULUAN. telah menjadi perhatian banyak pihak khususnya masyarakat bisnis. Hal ini terutama

BAB 1 PENDAHULUAN. rangka menghadapi persaingan bisnis yang semakin ketat dan untuk mempertahankan

BAB I PENDAHULUAN. utama yang digunakan untuk menghubungkan pihak-pihak yang berkepentingan dalam

Transkripsi:

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Laporan keuangan merupakan sarana untuk mempertanggungjawabkan apa yang dilakukan oleh manajemen atas sumber daya pemilik (Belkaoui, 1993 dalam Assih dan Gudono, 2000:36). Laporan keuangan juga merupakan salah satu sumber utama informasi keuangan yang sangat penting bagi sejumlah pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi (Belkaoui, 2000 dalam Prasetio et al., 2002:45). Pemakai laporan keuangan tersebut dapat dibedakan menjadi dua kelompok besar yaitu pihak internal dan eksternal perusahaan. Manajemen selaku pihak internal perusahaan, memiliki peranan sangat penting dalam melaporkan dan menyediakan informasi yang menyangkut posisi kinerja keuangan, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi. Statement of Financial Accounting Concepts (SFAC) Nomor 1 menegaskan bahwa salah satu tujuan laporan keuangan adalah untuk memberikan informasi tentang bagaimana manajemen mempertanggungjawabkan penggunaan modal perusahaan. Laporan keuangan yang telah disiapkan oleh manajer tersebut oleh para pihak eksternal seperti pemegang saham, kreditor, dan pemerintah digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan ekonomi. 1

BAB I Pendahuluan 2 Statement of Financial Accounting Concepts (SFAC) Nomor 1 juga menyebutkan bahwa informasi laba umumnya merupakan perhatian utama dalam menaksir kinerja atau pertanggungjawaban manajemen dan informasi laba membantu pemilik atau pihak lain melakukan penaksiran atas earning power perusahaan di masa datang. Penelitian membuktikan bahwa perhatian investor seringkali terpusat pada informasi laba tanpa memperhatikan prosedur yang digunakan untuk menghasilkan informasi laba tersebut (Beattie et al., 1994:795). Kecenderungan lebih memperhatikan laba yang terdapat pada laporan laba rugi ditemukan oleh banyak peneliti (Ball and Brown 1968; Beaver et al 1968, Ohlson and Shroff 1992). Perubahan informasi apapun mengenai laba akan memberikan dampak yang cukup berpengaruh terhadap tindak lanjut para pengguna informasi yang bersangkutan, tidak terkecuali penerapan perataan laba oleh suatu perusahaan. Hal tersebut sangatlah disadari oleh para manajer terutama yang kinerjanya diukur berdasarkan ukuran laba. Dalam Juniarti dan Corolina (2005:149), tindakan manajer untuk melakukan perataan laba umumnya didasarkan pada berbagai alasan untuk memuaskan kepentingan pemilik perusahaan, seperti meningkatkan nilai dari perusahaan, sehingga muncul anggapan bahwa perusahaan yang bersangkutan memiliki risiko yang rendah (Foster, 1986), menaikkan harga saham (Kirschenheiter dan Melumad, 2002), maupun untuk memuaskan kepentingannya sendiri (oppurtunistic), seperti mendapatkan kompensasi (Wild et al., 2001), mempertahankan posisi jabatannya (Fundenberg dan Tirole, 1995). Namun, temuan Trueman et al. (1998) dalam Salno dan Baridwan (2000:19) menyatakan bahwa secara rasional manajer ingin meratakan

BAB I Pendahuluan 3 penghasilan yang dilaporkannya dengan alasan memperkecil tuntutan pemilik perusahaan. Di Indonesia, Standar Akuntansi yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) mengijinkan pihak manajemen untuk mengambil suatu kebijakan dalam mengaplikasikan metode akuntansi guna menyampaikan informasi mengenai kinerja perusahaan kepada pihak ekstern. Pemberian fleksibilitas bagi manajemen untuk memilih satu dari seperangkat kebijakan akuntansi membuka peluang untuk perilaku oppurtunistic, dimana manajer rasional sebagaimana investor, akan memilih kebijakan akuntansi yang sesuai dengan kepentingannya. Dengan kata lain, manajer akan memilih kebijakan akuntansi yang dapat memaksimalkan expected utility-nya dan/atau nilai pasar perusahaan. Perilaku oppurtunistic dan kontrak efisien mendorong manajer untuk melakukan manajemen laba. Menurut Assih dan Gudono (2000:37), manajemen laba (earnings management) diartikan sebagai suatu proses yang dilakukan dengan sengaja, dalam batasan General Accepted Accounting Principles (GAAP), untuk mengarah pada suatu tingkat yang diinginkan atas laba yang dilaporkan. Salah satu pola manajemen laba adalah perataan laba (income smoothing). Perataan laba (income smoothing) didefinisikan oleh Beidleman dalam Igan Budiasih (2007:iv) sebagai upaya yang sengaja dilakukan untuk memperkecil fluktuasi pada tingkat laba yang dianggap normal bagi perusahaan. Gordon (1964) dalam Salno dan Baridwan (2000:18) menjelaskan bahwa kepuasan para pemegang saham meningkat dengan adanya penghasilan perusahaan

BAB I Pendahuluan 4 yang stabil. Beidleman (1973) dalam Salno dan Baridwan (2000:18) berpendapat bahwa perataan penghasilan seharusnya memperluas pasar saham perusahaan dan membawa pengaruh yang menguntungkan nilai saham perusahaan. Barnea, Ronen dan Sadan (1975) dalam Prasetio et al. (2002:46) menyatakan bahwa perataan laba dilakukan oleh para manajer untuk mengurangi fluktuasi dari laba yang dilaporkan dan meningkatkan kemampuan investor untuk meramalkan arus kas di masa datang. Berdasarkan temuan-temuan yang ada, praktik perataan laba ini dapat dikatakan cukup memberikan dampak positif bagi manajer dan pemegang saham. Perataan laba diidentifikasikan sebagai tindakan yang negatif di masa lalu. Namun dalam batasan-batasan yang normal serta memperhatikan standar peraturanperaturan yang berlaku, perataan laba dinilai mampu memberikan suatu pandangan yang lebih baik bagi investor dalam membaca pergerakan perusahaan. Praktik perataan laba diharapkan dapat memberikan pengaruh yang menguntungkan bagi nilai saham serta penilaian kinerja manajer. Namun tetap saja praktik perataan laba dapat mendistorsi keinformatifan pelaporan keuangan, karena praktik perataan laba dapat merubah kandungan informasi mengenai laba yang dihasilkan perusahaan. Hal ini harus diwaspadai karena dapat menyesatkan para pemakai laporan keuangan dalam mengambil keputusan ekonomi. Praktik perataan laba ini sudah banyak diterapkan oleh berbagai perusahaan, tidak terkecuali di Indonesia. Ilmainir (1993), Zuhroh (1997), serta Jin dan Machfoedz (1998) membuktikan bahwa praktik perataan laba telah terdapat di perusahaan-perusahaan yang listing di Bursa Efek Indonesia.

BAB I Pendahuluan 5 Perataan laba (income smoothing) dipengaruhi oleh beberapa faktor yang mendorong manajemen untuk melakukan praktik perataan laba tersebut. Banyak peneliti-peneliti yang sudah menguji faktor-faktor yang mempengaruhi perataan laba. Berikut ini disajikan penelitian-penelitian empiris terdahulu yang meneliti faktorfaktor yang berpengaruh dan tidak berpengaruh dalam praktik perataan laba: Tabel 1.1 Faktor-faktor yang mempengaruhi perataan penghasilan NO FAKTOR YANG BERPENGARUH PENELITI (TAHUN) 1 Besaran perusahaan: Total aktiva Moses (1987), Albretch (1990) 2 Profitabilitas Archibald (1967); White (1970); Ashari, dkk. (1994); Carlson dan Chenchuramaiah (1997), Jatiningrum (2000) 3 Kelompok usaha Belkaoui dan Picur (1984); Albrecht dan Richardson (1990); Ashari, dkk. (1994) 4 Kebangsaan Ashari, dkk. (1994) 5 Harga Saham Ilmainir (1993); Harari (1999) 6 Perbedaan laba aktual dan laba normal Ilmainir (1993); Harari (1999) 7 Kebijakan akuntansi mengenai laba Ilmainir (1993) 8 Leverage operasi Zuhroh (1996), Jin dan Machfoedz (1998); Asih dan Gudono (2000) 9 Perbedaan laba sesungguhnya dengan Mosses (1987) laba yang diharapkan

BAB I Pendahuluan 6 10 Kompensasi bonus Mosess (1987) 11 Winner / losser stocks Prasetio et al. (2002) Tabel 1.2 Faktor-faktor yang tidak mempengaruhi perataan penghasilan NO FAKTOR YANG TIDAK BERPENGARUH PENELITI (TAHUN) 1 Besaran perusahaan: Total Aktiva Ilmainir (1993); Ashari, dkk. (1994); Zuhroh (1996); Jin dan Machfoedz (1998), Asih dan Gudono (2000) Penjualan Saudagaran dan Sepe (1996), Salno dan Baridwan (2000) Nilai pasar saham Assih (1998) 2 Profitabilitas Zuhroh (1996); Jin dan Machfoedz (1998), Asih dan Gudono (2000) 3 Kelompok usaha Jin dan Machfoedz (1998); Assih (1998); Salno dan Baridwan (2000) 4 Rencana bonus Ilmainir (1993) 5 Proporsi kepemilikan Assih (1998) 6 Status badan usaha Assih (1998) 7 Net profit margin Salno dan Baridwan (2000)

BAB I Pendahuluan 7 8 Winner/losser stocks Salno dan Baridwan (2000) Dari data-data diatas, dapat dilihat bahwa masih terdapat pro dan kontra dalam menentukan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap praktik perataan laba. Meskipun mengukur hal yang sama namun hasil penelitian masih saja belum memperlihatkan kesepakatan. Berdasarkan fenomena-fenomena tersebut, maka peneliti tertarik untuk meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi praktik perataan laba. Penelitian ini diharapkan dapat membuktikan faktor-faktor yang berhubungan dengan tindakan perataan laba yang belum sepenuhnya menunjukkan hasil yang konsisten. Menurut Nasser dan Herlina (2003) dalam Juniarti dan Corolina (2005:151), perusahaan besar dikatakan cenderung melakukan praktik perataan laba karena perusahaan besar akan lebih diperhatikan oleh berbagai pihak seperti analis, investor, dan pemerintah, sehingga fluktuasi laba yang terjadi di dalam laporan keuangan perusahaan dapat memicu berbagai reaksi pihak-pihak tersebut. Oleh karena itu penulis tertarik untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap praktik perataan laba di dalam perusahaan-perusahaan manufaktur di Indonesia yang listed di Bursa Efek Indonesia, dimana perusahaan manufaktur sangatlah mendominasi di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan-perusahaan yang listed di Bursa Efek Indonesia adalah pada umumnya berlomba-lomba untuk menjualkan sahamnya di lantai bursa, sehingga cenderung untuk melakukan praktik perataan laba agar dapat menarik perhatian para investor.

BAB I Pendahuluan 8 Faktor-faktor yang akan diteliti oleh penulis adalah ukuran perusahaan, profitabilitas, dan financial leverage. Penulis tertarik untuk meneliti faktor-faktor tersebut karena penelitian terhadap faktor-faktor tersebut masih memunculkan pro dan kontra. judul: Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penulis tertarik untuk mengambil PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, PROFITABILITAS, DAN FINANCIAL LEVERAGE TERHADAP PRAKTIK PERATAAN LABA PADA PERUSAHAAN-PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) TAHUN 2005-2008 1.2. Identifikasi Masalah Perataan laba dipengaruhi oleh beberapa faktor. Banyak peneliti telah melakukan penelitian terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi perataan laba, namun belum mendapatkan kesepakatan. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk membahas masalah-masalah sebagai berikut: 1. Apakah ukuran perusahaan, profitabilitas, dan financial leverage secara simultan berpengaruh signifikan terhadap praktik perataan laba pada perusahaan manufaktur? 2. Apakah ukuran perusahaan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap praktik perataan laba pada perusahaan manufaktur?

BAB I Pendahuluan 9 3. Apakah profitabilitas secara parsial berpengaruh signifikan terhadap praktik perataan laba pada perusahaan manufaktur? 4. Apakah financial leverage secara parsial berpengaruh signifikan terhadap praktik perataan laba pada perusahaan manufaktur? 1.3. Maksud dan Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1. Adanya pengaruh signifikan ukuran perusahaan, profitabilitas, dan financial leverage secara simultan terhadap praktik perataan laba pada perusahaan manufaktur yang listed di Bursa Efek Indonesia. 2. Adanya pengaruh signifikan ukuran perusahaan terhadap praktik perataan laba pada perusahaan manufaktur secara parsial. 3. Adanya pengaruh signifikan profitabilitas terhadap praktik perataan laba pada perusahaan manufaktur secara parsial. 4. Adanya pengaruh signifikan financial leverage berpengaruh terhadap praktik perataan laba pada perusahaan manufaktur secara parsial. 1.4. Kegunaan Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat, antara lain: 1. Akademisi Untuk mengetahui secara lebih mendalam faktor-faktor yang mempengaruhi praktik perataan laba di Indonesia sehingga dapat menjadi sumbangan bagi

BAB I Pendahuluan 10 kalangan akademisi untuk mengkaji masalah ini lebih dalam, maupun bagi praktisi dalam menerapkan hasil penelitian ini. 2. Praktisi Bisnis Membantu menambah literatur para praktisi bisnis dalam menerapkan praktik perataan laba sehingga praktisi dapat lebih efektif dalam melakukan praktik perataan laba. 3. Penulis Penelitian ini akan berguna untuk menambah pengetahuan penulis mengenai faktor-faktor yang digunakan oleh manajemen dalam melakukan praktik perataan sehingga dapat memberikan gambaran nyata dan dapat membandingkannya dengan pengetahuan yang didapat selama kuliah. Penelitian ini juga berguna sebagai bahan untuk melatih diri untuk lebih memahami cara menganalisis laporan keuangan.