ANALISA HAMBATAN DAN SEAKEEPING PADA FAST RESCUE BOAT

dokumen-dokumen yang mirip
OPTIMASI RESPON GERAKAN KAPAL IKAN CATAMARAN TERHADAP GELOMBANG REGULLER

JURNAL TEKNIK PERKAPALAN Jurnal Hasil Karya Ilmiah Lulusan S1 Teknik Perkapalan Universitas Diponegoro

Analisa Seakeeping pada Offshore Supply Vessel 56 Meter

ANALISA GERAKAN SEAKEEPING KAPAL PADA GELOMBANG REGULER

JURNAL TEKNIK PERKAPALAN Jurnal Hasil Karya Ilmiah Lulusan S1 Teknik Perkapalan Universitas Diponegoro

Analisa Greenwater Akibat Gerakan Offshore Security Vessel

OPTIMASI BENTUK DEMIHULL KAPAL KATAMARAN UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS SEAKEEPING

ANALISA OLAH GERAK KAPAL DI GELOMBANG REGULER PADA KAPAL TIPE AXE BOW

Prediksi Gerak Terhadap Desain Awal Ferry 600, 500 dan 300 GRT Untuk Pelayaran Antar Pulau

DINAMIKA KAPAL. SEA KEEPING Kemampuan unjuk kerja kapal dalam menghadapi gangguan-gangguan disaat beroperasi di laut

ANALISA PERILAKU DINAMIS STRUKTUR FLOATING WIND TURBINE (FWT) DENGAN KONDISI LINGKUNGAN DI PERAIRAN KEPULAUAN SERIBU

ANALISA PERBANDINGAN ULSTEIN X-BOW DENGAN BULBOUS BOW KONVENSIONAL TERHADAP NILAI HAMBATAN TOTAL DAN SEAKEEPING KAPAL MENGGUNAKAN METODE CFD

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (2012) 1-6 1

PENGARUH BENTUK LAMBUNG KAPAL TERHADAP TAHANAN KAPAL

Analisis Karakteristik Gerakan dan Operabilitas Self Propelled Coal Barge (SPCB)

JURNAL TEKNIK PERKAPALAN Jurnal Hasil Karya Ilmiah Lulusan S1 Teknik Perkapalan Universitas Diponegoro

Analisis Perbandingan Stabilitas Dinamis Barge Menggunakan Flounder Plate dengan Single Lead Pendant Pada Operasi Towing

Analisa Stabilitas Akibat Konversi Motor Tanker (MT). Niria Menjadi Mooring Storage Tanker

Analisis Sloshing 2D pada Dinding Tangki Tipe Membran Kapal LNG Akibat Gerakan Rolling di Gelombang Regular

KAJIAN KEKUATAN KOLOM-PONTON SEMISUBMERSIBLE DENGAN KONFIGURASI DELAPAN KOLOM BERPENAMPANG PERSEGI EMPAT AKIBAT EKSITASI GELOMBANG

ANALISIS SEAKEEPING DAN MANOUEVRING KAPAL PATROLI CEPAT UNTUK WILAYAH TIMUR ABSTRAK

Kondisi Kapal Muatan Penuh:

STUDI HULLFORM KAPAL IKAN 201 GT UNTUK DAERAH KOTA PEKALONGAN DENGAN RADIUS PELAYARAN 1000 MIL LAUT

PRESENTASI TUGAS AKHIR (P3)

ANALISA PENGARUH VARIASI BENTUK BOTTOM TERHADAP NILAI HEAVE DAN PITCH FPSO BERBENTUK SILINDER DI PERAIRAN LEPAS PANTAI UTARA NATUNA-INDONESIA

ANALISA PENGARUH LETAK LUNAS BILGA TERHADAP PERFORMA KAPAL IKAN TRADISIONAL (STUDI KASUS KAPAL TIPE KRAGAN)

ANALISA TEKNIS STABILITAS DAN OLAH GERAK KAPAL PATROL SPEED BOAT GRASS CARP DI PERAIRAN RAWA PENING JAWA TENGAH ABSTRAK

STUDI PENGARUH PERUBAHAN SARAT TERHADAP OLAH GERAK KAPAL DI ATAS GELOMBANG

Evaluasi Aspek Greenwater pada Perancangan Drillship Displasemen Ton

SEAKEEPING KAPAL PERIKANAN 30 GT DI PERAIRAN SELAT MAKASSAR

ANALISA PENERAPAN BULBOUS BOW PADA KAPAL KATAMARAN UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI PEMAKAIAN BAHAN BAKAR

Analisa Penerapan Bulbous Bow pada Kapal Katamaran untuk Meningkatkan Efisiensi Pemakaian Bahan Bakar

KAPAL JURNAL ILMU PENGETAHUAN & TEKNOLOGI KELAUTAN Analisa Hidrodinamika Kapal Container Sarat Rendah

DESAIN KONVERTER GELOMBANG BENTUK SEGIENAM SEBAGAI SUMBER PEMBANGKIT LISTRIK DI PERAIRAN LAUT JAWA

JURNAL TEKNIK ITS Vol. 5, No. 2, (2016) ISSN: ( Print) G-396

OLEH : Firmansyah Raharja NRP Dosen Pembimbing : Prof. Ir. Eko Budi Djatmiko, M.Sc., Ph.D. Dr. Ir. Wisnu Wardhana, SE., M.

Bayu Pranata Sudhira NRP

Optimasi Konfigurasi Sudut Stinger dan Jarak antara Lay Barge dan Exit Point pada Instalasi Horizontal Directional Drilling

PENGARUH BENTUK LAMBUNG KAPAL TERHADAP POLA ALIRAN DAN POWERING PADA KAPAL PERAIRAN SUNGAI DAN LAUT

ANALISA SEAKEEPING DAN PREDIKSI MOTION SICKNESS INCIDENCE ( MSI ) PADA KAPAL PERINTIS 500 DWT DALAM TAHAP DESAIN AWAL ( INITIAL DESIGN )

ANALISA KINERJA HULL FORM METODE FORMDATA KAPAL IKAN TRADISIONAL 28 GT KM. SIDO SEJATI

ANALISA UMUR KELELAHAN STRUKTUR SATELITE WELLHEAD PLATFORM SISTEM PERANGKAAN BRACE N DAN BRACE X

PERANCANGAN KAPAL CATAMARAN MULTI PURPOSE UNTUK PELAYARAN BAWEAN GRESIK PADA CUACA EKSTRIM

Analisis Perilaku FPSO (Floating Production Storage and Offloading) Terhadap Internal Turret Mooring System Berbasis Simulasi Time Domain

RESPONS GERAKAN KAPAL PERIKANAN HASIL OPTIMISASI TERHADAP GELOMBANG Oleh: Ronald Mangasi Hutauruk 1) dan Pareng Rengi 1) ABSTRACT ABSTRAK

Studi Perbandingan Analisis Gerak Ponton Model Tripod Secara Numeris dan Empiris

Perhitungan Wave Making Resistance pada Kapal Katamaran dengan Menggunakan CFD

Dosen Pembimbing: Prof. Ir. Eko Budi Djatmiko, M. Sc. Ph. D. NIP dan NIP

Analisis Tegangan Akibat Beban Gelombang pada Struktur Kapal Perang Tipe Corvette

PRESENTASI TUGAS AKHIR (MN )

OPTIMISASI BENTUK BULBOUS BOW DENGAN MENGGUNAKAN KONEKSI (LINK) ANTARA MAXSURF DAN MICROSOFT EXCEL (STUDI KASUS : KAPAL TANKER 6500 DWT)

Penilaian Hambatan Total Kapal Transportasi Antar Pulau Tipe Longboat

Waterplane m^ Cp Cb Cm Cwp LCB from zero m 0.

JURNAL TEKNIK ITS Vol. 1, No. 1 (Sept. 2012) ISSN: G-118

ANALISA STOKASTIK BEBAN-BEBAN ULTIMATE PADA SISTEM TAMBAT FPSO SEVAN STABILIZED PLATFORM

JURNAL TEKNIK PERKAPALAN Jurnal Hasil Karya Ilmiah Lulusan S1 Teknik Perkapalan Universitas Diponegoro

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 1, (2012) 1-6 1

Jurusan Teknik Kelautan FTK ITS

PENGEMBANGAN DESAIN GEOMETRI LUNAS BILGA UNTUK MENINGKATKAN PERFORMA KAPAL IKAN TRADISIONAL (STUDI KASUS KAPAL TIPE KRAGAN)

JUDUL TUGAS AKHIR STUDI PERBANDINGAN PERENCANAAN KAPAL KATAMARAN DAN MONOHULL SEBAGAI KAPAL RISET DIPERAIRAN BENGKALIS RIAU

RANCANG BANGUN AIRBOAT SEBAGAI ALAT ANGKUT PENANGGULANGAN BENCANA TAHAP II

Analisa Resiko pada Mooring Line Point Mooring) Akibat Beban Kelelahan

Evaluasi Aspek Slamming pada Perancangan Drillship Displasemen Ton

Tingginya kasus kecelakaan laut di Indonesia saat ini yang salah satu penyebab utamanya adalah karena faktor alam.

Studi Karakteristik Gerakan dan Operabilitas Anjungan Pengeboran Semi-submersible dengan Dua Kolom Miring dan Ponton Berpenampang Persegi Empat

PERANCANGAN KAPAL GENERAL CARGO 1500 DWT RUTE PELAYARAN JAKARTA-SURABAYA

Perbandingan Variasi Bidang Trim tab Pada Kapal Pilot Boat 15,85 meter dengan mengunakan Pendekatan CFD

Studi Desain Model Konfigurasi Lambung pada Kapal Trimaran dengan bantuan CFD

STUDI KOMPARASI KINERJA HULLFORM METODE FORMDATA DENGAN HULLFORM KAPAL KAYU TRADISIONAL TIPE BATANG

KAJIAN NUMERIK RESPON GERAKAN KAPAL FPSO/FSO DAN TEGANGAN MOORING HAWSER SAAT DITAMBAT

Studi Karakteristik Seakeeping Kapal Ikan Tradisional dan Modern Nanang Zarma 1, Ahmad Fauzan Zakki 1, Good Rindo 1 1)

JURNAL TEKNIK PERKAPALAN Jurnal Hasil Karya Ilmiah Lulusan S1 Teknik Perkapalan Universitas Diponegoro

JURNAL TEKNIK PERKAPALAN Jurnal Hasil Karya Ilmiah Lulusan S1 Teknik Perkapalan Universitas Diponegoro

STUDI PERANCANGAN KAPAL GENERAL CARGO 2000 DWT UNTUK RUTE PELAYARAN JAKARTA - MAKASAR

REKAYASA GARIS LAMBUNG (HULL LINES) KAPAL UNTUK TRANSPORTASI SUNGAI DAN LAUT YANG HANDAL, AMAN DAN NYAMAN SEBAGAI ANGKUTAN PENUMPANG/BARANG

ANALISA PENERAPAN BULBOUS BOW PADA KAPAL KATAMARAN UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI PEMAKAIAN BAHAN BAKAR O LEH :

OPTIMASI PANJANG CADIK KAPAL NELAYAN 3 GT

ANALISA KEANDALAN STRUKTUR TOPSIDE MODULE FPSO PADA SAAT OPERASI ABSTRAK

DESAIN KAPAL TANKER 3500 DWT

Analisa Tegangan pada Cross Deck Kapal Ikan Katamaran 10 GT menggunakan Metode Elemen Hingga

PEMANFAATAN TEKNOLOGI DIMPLE PADA LAMBUNG KAPAL UNTUK MENGURANGI TAHANAN KAPAL

Analisa Beban Gelombang pada Konstruksi Kapal Perang Tipe Corvette di Kondisi Perairan Indonesia

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2, No. 1, (2013) ISSN: ( Print) 1

Analisis CFD Pengaruh Penambahan Elliptical Bulb Terhadap Hambatan Viskos dan Gelombang Pada Kapal Monohull

Analisa Hambatan Kapal dengan Bulous Bow dan tanpa Bulbous Bow di Perairan Dangkal. Dr. Ir. I Ketut Suastika, M. Sc.

KAJIAN KONDISI DAMAGE PADA SAAT PROSES LAUNCHING JACKET

ANALISIS GERAKAN KAPAL TERHADAP DECK WETNESS DAN BOTTOM SLAMMING: STUDI KASUS KAPAL FERRY RO-RO 500 GT

1. Pendahuluan. 1.1 Permasalahan

Komparasi Bentuk Daun Kemudi terhadap Gaya Belok dengan Pendekatan CFD

HIGH SPEED SHIP TOTAL RESISTANCE CALCULATION (AN EMPIRICAL STUDY)

PREDIKSI TAHANAN KAPAL CEPAT DOLPIN DENGAN METODE EKSPERIMEN

DESAIN KONVERTER GELOMBANG BENTUK SEGI EMPAT SEBAGAI SUMBER PEMBANGKIT LISTRIK DI PERAIRAN LAUT JAWA

INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER FAKULTAS TEKNOLOGI KELAUTAN JURUSAN TEKNIK KELAUTAN

ANALISA PERILAKU DINAMIS FPSO DENGAN SISTEM INTERNAL TURRET MOORING

Analisis Fatigue Top Side Support Structure Silindris Seastar Tension Leg Platform (TLP) Akibat Beban Lingkungan North Sea

JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2, No. 1, (2013) ISSN: ( Print) G-5

Analisis Kekuatan Konstruksi Crane Pedestal Pada Mooring Storage Tanker Niria

ANALISA PENGARUH PEMASANGAN CADIK PADA KAPAL NELAYAN 3 GT DITINJAU DARI POWER ENGINE

JURNAL TEKNIK PERKAPALAN

Transkripsi:

ANALISA HAMBATAN DAN SEAKEEPING PADA FAST RESCUE BOAT Roynando Napitupulu ), I Ketut Aria Pria Utama ), Murdijanto ) ) Mahasiswa S Jurusan Teknik Perkapalan FTK ITS ) ) Dosen Jurusan Teknik Perkapalan FTK ITS ABSTRAK Perhitungan dan analisa dari hambatan dan seakeeping yang dilakukan secara numerik memungkinkan untuk menganalisis perilaku kapal dilaut. Hasil perhitungan tersebut dapat menjadi acuan dalam perancangan dan pengoperasian kapal di laut. Pada penelitian ini dilakukan analisa mengenai perhitungan hambatan total dan seakeeping pada kapal jenis fast rescue boat. Perhitungan hambatan kapal dapat dilakukan dengan metode Savitsky dengan fase yaitu fase displasemen, fase pre-planing dan fase planing dan perhitungan seakeeping kapal dapat dilakukan dengan memvariasikan kecepatan kapal ( knot, knot, knot, knot), variasi sudut hadap kapal ( derajat, derajat, 9 derajat, derajat, derajat), serta variasi frekuensi gelombang (. rad/sec,. rad/sec,. rad/sec,. rad/sec,.9 rad/sec,. rad/sec, dan. rad/sec). Dari hasil perhitungan hambatan yang dilakukan maka akan didapatkan hubungan antara Froude number kapal dengan Lwl, WSA kapal dan hambatan total kapal, sedangkan hasil dari perhitungan seakeeping akan didapatkan respons kapal terhadap gelombang serta dapat ditentukan karakteristik dari masing-masing gerakan (heaving, pitching, rolling).. PENDAHULUAN Wilayah Indonesia merupakan wilayah kepulauan yaitu mempunyai. pulau dan mempunyai luas perairan dan panjang garis pantai Indonesia sebag ai berikut: Tabel. Luas perairan dan panjang garis pantai Indonesia. Wilayah Indonesia (water area) Luas (area) Luas Laut Indonesia. juta km a. Luas Perairan Kepulauan / Laut Nusantara. juta km b. LuasPerairan Teritorial. juta km c. Luas Perairan ZEE. juta km Panjang Garis Pantai Indonesia.9 km Sumber : Dishidros TNI AL, 9 Oleh sebab itu kebutuhan akan sarana transportasi laut sebagai penghubung antar pulau sangat tinggi. Sarana transportasi laut yang dimaksud adalah kapal. Kapal menjadi pertimbangan utama masyarakat karena merupakan sarana transportasi yang ekonomis. Secara prinsip kapal dibangun dengan tujuan mengangkut manusia dan barang untuk mengerjakan suatu operasi di tengah laut. Agar memenuhi tujuan tersebut suatu kapal harus memenuhi beberapa karakteristik dasar yaitu mengapung dalam posisi tegak lurus, bergerak dengan kecepatan sesuai dengan rancangan awal, cukup kuat untuk menahan beban yang dialami akibat cuaca yang buruk, dan mampu berjalan pada suatu lintasan lurus serta manoeuver di laut lepas seperti halnya dalam perairan terbatas. Salah satu aplikasi hidrodinamika yang berpangkal dari interaksi antara fluida dan benda padat adalah masalah hambatan dan seakeeping. Kondisi laut yang tidak ramah pada saat-saat tertentu dapat mengakibatkan kapal tidak melakukan aktivitas berlayarnya. Hal tersebut merupakan tantangan bagi seorang ahli perkapalan untuk merancang kapal yang mempunyai tingkah laku dinamis yang baik dalam kondisi laut yang tidak bersahabat. Permasalahan ini adalah salah satu contoh yang mungkin bisa diselesaikan dengan pendekatan seakeeping. Di dalam kapal maupun bangunan laut harus dilengkapi suatu alat penyelamat yaitu lifeboat (sekoci penolong). Lifeboat merupakan suatu jenis kapal penyelamat yang mempunyai peranan sangat penting di kapal. Sekoci atau perahu penyelamat adalah perahu tegar (rigid) atau mengembang (inflatable) yang dirancang untuk menyelamatkan nyawa manusia jika terjadi masalah di laut. Tipe life boat yang dianalisis dalam penelitian ini adalah tipe FRB (Fast Rescue Boat) yaitu kapal penolong cepat. FRB ini akan dioperasikan di sekitar Laut Natuna. FRB ini masih tergolong baru barangnya, keadaan cuaca dan perairan sangat mempengaruhi pengoperasiannya, dimana kondisi cuaca dan perairan di Laut Natuna belum tentu sama dengan kondisi cuaca dan perairan sewaktu life boat dibuat ditempat pembuatannya. Analisis yang akan dilakukan adalah analisis hambatan dan seakeeping (olah gerak) pada FRB dengan hitungan manual dengan excel dan dengan software Maxsurf. Berdasarkan permasalahan di atas maka tujuan perancang yaitu menganalisis hambatan dan menganalisis suatu bentuk FRB pada berbagai kondisi gelombang dan variasi kecepatan dengan hambatan kecil atau sekecil mungkin yang menjadi tujuan perancang kapal, sebab akan berarti pemakaian tenaga kuda akan menjadi hemat dengan akibat penghematan bahan bakar, berat mesin penggerak lebih ringan sehingga menambah daya muat kapal tersebut dan analisis seakeeping bertujuan untuk menganalisis berkurangnya respon gerakan FRB terhadap gelombang baik untuk gerak heaving, pitching dan rolling.. TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI Didalam gerakan kapal-kapal cepat (Thiel, 9), hal yang perlu diperhatikan pada gerakan kapal jenis fast rescue boat yaitu ketika kapal mulai mengalami kenaikan/mulai adanya gaya angkat (pre-planing) dan mengalami gaya angkat maksimum pada saat mengalami kecepatan maksimum. Ketika kapal ini berlayar di laut, gerakan-gerakan kapal (heaving, pitching dan rolling) dan lain-lainnya akan timbul karena adanya gelombang serta gelombang itu sendiri akan menimbulkan hambatan maupun gaya-gaya yang bekerja pada kapal (Rameswar Bhattacharyya, 9). Desain lambung kapal sangat dipengaruhi oleh kondisi laut, kecepatan, dan radius pelayaran yang ditempuh.

... Filosofi desain fast rescue boat a. Fase displasemen (, < Fn <,) Kapal-kapal komersial besar hampir selalu berlayar pada fase ini, dimana berat kapal seluruhnya disangga oleh gaya angkat (buoyancy). b. Fase pre-planing (, <Fn<,) Pada fase pre-planing berat kapal akan disangga lebih banyak oleh gaya angkat hidrodinamik. Gaya angkat hidrodinamik ini timbul karena adanya deviasi aliran di sekitar dasar kapal bagian buritan, sehingga mengakibatkan kapal trim. c. Fase planing (Fn >,) Fase planning dapat ditandai dengan kondisi dimana hampir seluruh berat kapal disangga oleh gaya angkat hidrodinamik, dan hanya sebagian kecil berat kapal yang bertumpu pada gaya hidrostatik yang juga kecil.... Perhitungan hambatan kapal R T yaitu hambatan total pada kapal... (.) ΔC f = adalah tambahan koefisien gesekan karena kekasaran permukaan,δc f =,. (sudut trim pangkal.)...(.) D f yaitu komponen hambatan gesekan dari total hambatan.. Gelombang Laut Tabel. Data sea state (Bhattacharyya, 9) Sea state Wind velocity (knot).. 9 Wave height (ft)...9... Average period (sec)..... Average wave length (ft) 99 Minimum fetch (nautical miles) 9. Minimum duration (hr)... 9. Selain data sea state dari (Bhattacharyya, 9) pada tahun 9, the World Meteorological Organisation (WMO) menyetujui kode standart sea state. Tabel. Data sea state WMO Sea State Significant Wave Height (m) Description Code Range Mean Calm (glassy)... Calm (rippled)... Smooth(wavelets)... Slight... Moderate... Rough... Very Rough. 9.. High 9... Very high 9 Over. Over. Phenomenal... Spectrum gelombang Statistik gelombang di laut bisa dipergunakan untuk menentukan batasan tinggi gelombang, periode dan arah yang mungkin akan dihadapi untuk beberapa waktu tertentu. Hal ini merupakan cara untuk menentukan berapa hari dalam setahun kapal tersebut mengalami kondisi gelombang tertentu dan itu dapat diwakili dengan spektrum gelombang yang mendekati, misalnya dengan mengadopsi formulasi yang disarankan JONSWAP (Joint North Sea Wave Project). Kondisi gelombang ditunjukkan oleh tinggi gelombang signifikan (Hs) dan periode puncak spektral (Tp). Kerapatan spektrum dari proses peningkatan kondisi laut dapat diwakili dengan spectrum JONSWAP. Spektrum ini menggambarkan kondisi angin laut yang identik dengan kondisi laut terparah (DNV, ). Spektrum yang cocok untuk perairan dangkal, perairan pantai dan perairan tertutup adalah spectrum JONSWAP. Berikut ini ada rumus JONSWAP : S ω dengan: α g ω exp, ω ω γ EXP ω τ ω S(ω) = spektrum gelombang = parameter puncak (peakedness parameter), bervariasi antara, s.d.,. = parameter bentuk (shape parameter) Untuk =, dan =,9. =, (X ) -,, untuk X tidak diketahui =,... Gerakan kapal... Gerakan Heaving Persamaan umum kapal pada kondisi heaving.... (.) Inertial Force Damping Force Restoring Force Exiciting Force... Gerakan Pitching Persamaan umum kapal pada kondisi pitching.....(.) Inertial Moment Damping moment e Restoring moment Exciting moment... Gerakan Rolling Persamaan umum kapal pada kondisi rolling Inertial Moment Damping moment a ω....(.)

Restoring moment Exciting moment METODOLOGI. Studi literatur Studi literatur yang dilakukan adalah yang berkaitan dengan pemahaman teori dan konsep dari perhitungan hambatan dan olah gerak kapal cepat.. Pengumpulan data Pengumpulan data yang menyangkut objek dari tugas akhir ini dilakukan dengan cara melakukan observasi langsung ke lapangan yaitu di Laut Natuna tepatnya di Kepulauan Riau. Rencana garis (lines plan) dari kapal didapatkan dengan cara melakukan pengukuran langsung ke kapal. Pemodelan fast rescue boat hasil survey Offset hasil survey tersebut digunakan untuk membuat lines plan (rencana garis) kapal dengan bantuan software AutoCad. Perhitungan hambatan kapal dilakukan dengan menggunakan bantuan software Maxsurf Hullspeed sedangkan perhitungan olah gerak kapal dilakukan dengan bantuan software Maxsurf Seakeepers.. Perhitungan hambatan dan power model pada Maxsurf Hullspeed Ada beberapa metode tahanan yang digunakan untuk pengujian antara lain: Savitsky pre-planing, Savitsky planing, Latiharju, Holtrop, Van Oortmerssent, Series, dan Delft,I,II,III. Untuk analisa hambatan fast rescue boat digunakan metode Savitsky pre-planing dan Savitsky planing, sesuai dengan karakteristik dari kapal. Hasil dari perhitungan dengan Hullspeed ini nanti dibandingkan dengan hasil perhitungan hambatan manual yang menggunakan excel.. Perhitungan olah gerak model pada Maxsurf Seakeepers Tahap selanjutnya adalah mencari RAO (Response Amplitude Operators) dan respons spektrum kapal serta menentukan karakteristik kapal akibat gelombang yang merupakan nilai dari karakteristik kapal terhadap gelombang dari kondisi model yang telah jadi di program Maxsurf. Hasil dari perhitungan dengan Seakeepers ini nanti dibandingkan dengan hasil perhitungan seakeeping secara manual.. Kesimpulan Dari analisa hambatan dan olah gerak kapal maka dapat diketahui hambatan total kapal dan spektra respons kapal serta karakteristik kapal dilaut. PEMODELAN DAN DATA PERHITUNGAN. Pemodelan faset rescue boat pada software Maxsurf Pro Maxsurf Pro adalah program yang digunakan oleh Naval Architect dan Marine Engineer untuk membuat model (lines plan) dalam bentuk D.. Perhitungan hambatan kapal dengan Software Maxsurf Hullspeed. Hullspeed adalah program yang digunakan untuk menghitung besarnya hambatan model kapal serta menganalisa bentuk gelombang yang terjadi. Hasilnya akan ditampilkan dalam bentuk angka dan grafik.. Perhitungan Seakeeping kapal secara manual dengan menggunakan excel. ) Memilih wave spectrum (spektrum gelombang) yang sesuai dengan operasional kapal S ( ). ) Mentranformasikan wave spectrum S ( ) ke encountering wave spectrum S ( e) dimana encountering frequency ( e) digunakan menggantikan wave frequency ( ). ) Memplot ordinat yang menyatakan amplitudo dari gerakan (heaving, pitching, rolling) yang merupakan fungsi dari encountering frequency. Nilainya bisa didapatkan dari theoritical atau eksperimen. ) Mentransformasikan diagram amplitudo dari gerakan ke dalam RAO (Respons Amplitude Operator) yang merupakan fungsi encountering frequency. ) Motion amplitude spectrum ditentukan dengan mengalikan ordinat pada grafik RAO dengan ordinat grafik encountering wave spectrum untuk encountering frequency yang sama. ) Menghitung luasan dibawah grafik dari motion amplitude spectrum untuk menentukan karakteristik gerakan kapal digelombang irreguler yaitu : a) heaving (Z /, Z /, Z / ) b) pitching (θ /, θ /, θ / ) c) rolling ( /, /, /).. Perhitungan Seakeeping kapal dengan software Maxsurf Seakeepers. Seakeepers adalah program yang digunakan untuk menghitung besarnya seakeeping model kapal serta menganalisa bentuk gelombang yang terjadi. HASIL DAN ANALISA PEMBAHASAN. Analisa hambatan kapal fase displacemen murni mempunyai Fn dari -., fase preplaning mempunyai harga Fn dari.., sedangkan untuk fase planing mempunyai harga Fn >... Pembuatan lines plan model kapal Kapal jenis fast rescue boat ini berada di offshore Hang Tuah tepatnya di Laut Natuna di Kepulauan Riau. Kapal ini tidak mempunyai lines plan (rencana garis), maka untuk membuat lines plannya dilakukan pengukuran langsung kelapangan.

.. Hubungan antara Froude number (Fn) kapal dengan sudut trim ( ) kapal.. Perbandingan perhitungan hambatan manual dengan software Hullspeed Gambar. Grafik kecepatan kapal dengan sudut trim kapal. Pada grafik diatas terlihat bahwa adanya hubungan yang berbanding lurus antara kecepatan kapal dengan sudut trim kapal, semakin besar kecepatan kapal maka sudut trim kapal juga semakin besar. Berdasarkan aturan Froude number untuk pembagian fase kapal, maka pada fase displacemen murni yaitu mulai dari kecepatan knot sampai dengan 9 knot, kapal mempunyai sudut trim derajat sampai derajat sedangkan pada fase pre-planing mulai kecepatan knot sampai dengan knot, kapal mempunyai sudut trim. derajat sampai derajat. Pada fase pre-planing ini, haluan kapal terus naik karena adanya gaya angkat dan fase planing mulai kecepatan 9 knot sampai knot, kapal mempunyai sudut trim derajat sampai dengan. derajat. Pada fase planing ini, hampir seluruh berat kapal disangga oleh gaya angkat... Hubungan antara Froude number (Fn) kapal dengan total resistance (R T ) Gambar. Perbandingan perhitungan hambatan manual dengan Hullspeed... Hubungan antara Froude number (Fn) dengan Lwl kapal Gambar. Grafik hubungan antara Fn dengan Lwl kapal Dari gambar. diatas dapat dilihat bahwa semakin meningkat Froude number kapal, maka Lwl (Length water line) kapal semakin menurun. Hal ini disebabkan karena Froude number kapal berbanding terbalik dengan Lwl kapal... Hubungan antara Froude number (Fn) dengan WSA kapal Gambar. Grafik hubungan antara Froude number dengan hambatan total Dari gambar. diatas dapat dilihat bahwa pada saat fase displasemen murni hambatan total kapal yaitu antara. kn sampai dengan. kn, fase pre-planing hambatan totalnya dari. kn sampai dengan.9 kn dan pada fase planing hambatan totalnya dari.9 kn sampai dengan. kn. Dari grafik jelas terlihat bahwa semakin meningkat Froude number kapal maka hambatan total kapal semakin besar juga. Harga hambatan total paling besar terjadi pada sudut Froude number. yaitu. kn. Gambar. Hubungan antara Fn dengan WSA kapal Dari gambar. diatas dapat dilihat bahwa semakin meningkat kecepatan kapal, maka WSA (Wetted Surface Area) atau luasan permukaan basah kapal semakin kecil. Perubahan harga luasan permukaan basah (Wetted Surface Area) pada kapal terjadi akibat adanya gaya angkat pada kapal yang terjadi dalam setiap kecepatan.

. Analisa Seakeeping (olah gerak) kapal.. Data kondisi lingkungan dan penentuan sea state kapal Kapal ini didesain untuk tinggi gelombang meter, maka berdasarkan World Meteorological Organisation atau teori Bhattacharyya (9) maka kapal ini termasuk kedalam sea state, karena mean significant wave meter berada pada sea state. Jenis spektrum gelombang yang dipergunakan pada tugas akhir ini adalah spectrum JONSWAP (JOint North Sea WAve Project). Spectrum JONSWAP dipilih karena Laut Indonesia mirip dengan Laut Utara dan merupakan daerah kepulauan. Oleh sebab itu karena daerah perairan untuk tempat berlayar kapal ini adalah perairan tertutup yaitu di daerah kepulauan Riau tepatnya di Pulau Natuna, maka spectrum JONSWAP sangat tepat digunakan. Respons (ft^ - sec) deg deg 9 deg deg Gambar. Grafik respons heave untuk Vs = knot S ζ (ω ω )........... ω ω (rad/sec) Gambar. Spektrum gelombang JONSWAP γ =. Respons (ft^-sec) deg deg 9 deg deg Gambar. Grafik respons heave untuk Vs = knot.. Analisa seakeeping (olah gerak) kapal Analisa olah gerak kapal (seakeeping) ini bertujuan untuk menentukan kondisi kritis kapal dan dilakukan dengan memvariasikan beberapa komponen yang berpengaruh dalam menentukan besarnya amplitudo simpangan pitch, heave dan roll. Pada analisa olah gerak kapal ini dilakukan dengan memvariasikan variabel tersebut dan juga memvariasikan frekuensi gelombang yaitu. rad/sec,. rad/sec,. rad/sec,. rad/sec,.9 rad/sec,. rad/sec, dan. rad/sec... Analisa respons heaving kapal maksimum untuk frekuensi gelombang ( =.9 rad/sec) berdasarkan hasil perhitungan manual. Tabel. Significant heave untuk =.9 rad/sec μ (deg) Z / (ft) knot knot knot knot........ 9.........9... Respons (ft^-sec) deg deg 9 deg deg Gambar.9 Grafik respons heave untuk Vs = knot

Respons (ft^- sec) deg deg 9 deg deg Gambar. Grafik respons heave untuk Vs = knot Dari keempat kondisi respons heaving pada masing-masing kecepatan yaitu pada kecepatan kapal knot, knot, knot dan knot menunjukkan respons heaving terbesar terjadi saat kapal mengalami bow seas (sudut hadap derajat) dan frekuensi encounter pada setiap kecepatan berbeda-beda. Harga respons untuk masing-masing kecepatan tidak signifikan perbandingannya dan harga respons heaving kapal minimum berada pada kecepatan knot yaitu.9 ft /sec dan harga respons kapal maksimum berada pada kecepatan knot yaitu. ft /sec... Analisa respons heaving kapal maksimum untuk frekuensi gelombang ( =. rad/sec) berdasarkan hasil perhitungan manual. Tabel. Significant heave untuk =. rad/sec μ (deg) Z / (ft) knot knot knot knot......9.. 9....9.9...9...9. Respons (ft^-sec) deg deg 9 deg deg Gambar. Grafik respons heave untuk Vs = knot Respons (ft^ - sec) Gambar. Grafik respons heave untuk Vs = knot Respons (ft^-sec) deg deg 9 deg deg Gambar. Grafik respons heave untuk Vs = knot Respons (ft^-sec) deg deg 9 deg deg deg deg 9 deg deg Gambar. Grafik respons heave untuk Vs = knot Dari keempat kondisi heaving pada masing-masing kecepatan yaitu pada kecepatan knot, knot, knot, dan knot menunjukkan respons heaving kapal terbesar terjadi saat kapal mengalami bow seas (sudut hadap sebesar derajat) dan frekuensi encounter pada setiap kecepatan juga berbeda-beda.

.. Perbandingan respons heave kapal hasil running program Maxsurf Seakeepers dengan hasil perhitungan manual. Tabel. Perbandingan respons heave kapal hasil running program Maxsurf Seakeepers dengan hasil perhitungan manual dengan excel untuk Vs = knot. μ (deg) e (rad/sec) Respons (ft^ - sec) manual maxsurf selisih (%)........ 9............ Respons (ft^- sec) deg (manual) deg (maxsurf) Gambar. Grafik perbandingan respons heave antara manual dengan maxsurf untuk Vs = knot, μ = deg. Respons (ft^-sec) deg (manual) deg (maxsurf) Gambar. Grafik perbandingan respons heave antara manual dengan maxsurf untuk Vs = knot, μ = deg Respons (ft^-sec) 9 deg (manual) 9 deg (maxsurf) Gambar. Grafik perbandingan respons heave antara manual dengan maxsurf untuk Vs = knot, μ = 9 deg. Respons (ft^-sec) (manual) (maxsurf) Gambar. Grafik perbandingan respons heave antara manual dengan maxsurf untuk Vs = knot, μ =. Respons (ft^-sec) deg (manual) deg (maxsurf) Gambar.9 Grafik perbandingan respons heave antara manual dengan maxsurf untuk Vs = knot, μ = deg. Dari perbandingan diatas dapat dilihat persentasi perbandingan respons heave antara hasil running seakeepers dengan hasil perhitungan manual. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi selisih antara kedua analisa tersebut, diantaranya ketidaksempurnaan pemodelan yang dilakukan pada saat membuat model di MaxsurfPro, pembuatan model kapal untuk uji seakeeping di seakeepers sangat mempengaruhi hasil saat running. Tingkat pembuatan model masih belum bisa diprediksi tingkat keakurasiannya, sehingga ini bisa menjadi indikasi selisih nilai yang dihasilkan pada perhitungan manual... Analisa respons pitching kapal maksimum untuk frekuensi gelombang ( =.9 rad/sec) berdasarkan hasil perhitungan manual. Tabel. Significant pitch untuk =.9 rad/sec θ / (deg) knot knot knot knot.9......9. 9.9....9.9..9....9 μ (deg)

Respons (deg^-sec) Respons (deg^-sec) Respons (deg^-sec) Respons (deg^-sec) deg deg 9 deg deg Gambar. Grafik respons pitch Vs = knot deg deg 9 deg deg Gambar. Grafik respons pitch Vs = knot deg deg 9 deg deg Gambar. Grafik respons pitch Vs = knot deg deg 9 deg deg Gambar. Grafik respons pitch Vs = knot Dari keempat kondisi respon pitching pada masing-masing kecepatan yaitu pada kecepatan knot, knot, knot, dan knot menunjukkan respons pitching kapal terbesar terjadi saat kapal mengalami head seas (sudut hadap sebesar derajat) dan frekuensi encounter pada setiap kecepatan juga berbeda-beda... Analisa respons pitching kapal maksimum untuk frekuensi gelombang ( =. rad/sec) berdasarkan hasil perhitungan manual. Tabel. Significant pitch untuk =. rad/sec μ (deg) θ / (deg) knot knot knot knot....9..9..9 9.9..9...9...9... Respons (deg^-sec) Respons (deg^-sec) deg deg 9 deg deg Gambar. Grafik respons pitch Vs = knot deg deg 9 deg deg Gambar. Grafik respons pitch Vs = knot

9 Respons (deg^-sec) deg deg 9 deg deg Gambar. Grafik respons pitch Vs = knot Respons (deg^-sec) deg (manual) deg (maxsurf) Gambar. Grafik perbandingan respons pitch antara manual dengan maxsurf untuk Vs = knot, μ= deg Respons (deg^-sec) deg deg 9 deg deg Gambar. Grafik respons pitch Vs = knot Dari keempat kondisi pitching pada masing-masing kecepatan yaitu pada kecepatan kapal knot, knot, knot dan knot respons pitching terbesar terjadi saat kapal mengalami head seas (sudut hadap sebesar derajat). Dari analisa diatas dapat disimpulkan bahwa repons pitching maksimum kapal untuk frekuensi gelombang. rad/sec terjadi pada sudut hadap derajat (head seas)... Perbandingan analisa respons pitching kapal hasil running program Maxsurf Seakeepers dengan hasil perhitungan manual. Tabel. Perbandingan respons pitch kapal hasil running program Maxsurf Seakeepers dengan hasil perhitungan manual untuk Vs = knot. μ (deg) e (rad/sec) Respons (deg^ - sec) manual maxsurf selisih (%)..9.9...9.9. 9............ Gambar.9 Grafik perbandingan respons pitch antara manual dengan maxsurf untuk Vs = knot, μ= deg Respons (deg^-sec) ωe (rad/sec) 9 deg (manual) 9 deg (maxsurf) Gambar. Grafik perbandingan respons pitch antara manual dengan maxsurf untuk Vs = knot, μ= 9 deg

Respons (deg^-sec) (manual) (manual) Gambar. Grafik perbandingan respons pitch antara manual dengan maxsurf untuk Vs = knot, μ= Respons (deg^-sec) deg deg 9 deg deg Gambar. Grafik respons roll Vs = knot Respons (deg^-sec) deg (manual) deg (maxsurf) Respons (deg^-sec) deg deg 9 deg deg Gambar. Grafik respons roll Vs = knot Gambar. Grafik perbandingan respons pitch antara manual dengan maxsurf untuk Vs = knot, μ= deg Berdasarkan perhitungan manual dan maxsurf seakeepers didapatkan bahwa respons pitch maksimum terjadi pada sudut hadap derajat (head seas)...9 Analisa respons rolling kapal maksimum untuk frekuensi gelombang ( =.9 rad/sec) berdasarkan hasil perhitungan manual. Tabel. Significant roll untuk =.9 rad/sec μ (deg) / (deg) knot knot knot knot....9..9.. 9...9......9.9.. Respons (deg^-sec) deg deg 9 deg deg Gambar. Grafik respons roll Vs = knot

Respons (deg^-sec) deg deg 9 deg deg Gambar. Grafik respons roll Vs = knot Respons (deg^-sec) deg deg 9 deg deg Gambar. Grafik respons roll Vs = knot Dari keempat kondisi respon rolling pada masing-masing kecepatan yaitu pada kecepatan knot, knot, knot, dan knot menunjukkan respons rolling kapal terbesar terjadi saat kapal mengalami beam seas (sudut hadap sebesar 9 derajat) dan frekuensi encounter pada setiap kecepatan juga berbeda-beda... Analisa respons rolling kapal maksimum untuk frekuensi gelombang ( =. rad/sec) berdasarkan hasil perhitungan manual. Tabel. Significant roll untuk =. rad/sec μ (deg) / (deg) knot knot knot knot.9....9... 9.....9....... Respons (deg^-sec) deg deg 9 deg deg Gambar.9 Grafik respons roll Vs = knot Respons (deg^-sec) deg deg 9 deg deg Gambar. Grafik respons roll Vs = knot Respons (deg^-sec) deg deg 9 deg deg Gambar. Grafik respons roll Vs = knot Dari keempat kondisi rolling pada masing-masing kecepatan yaitu pada kecepatan kapal knot, knot, knot dan knot respons rolling terbesar terjadi saat kapal mengalami beam seas (sudut hadap sebesar 9 derajat). Dari analisa diatas dapat disimpulkan bahwa repons rolling maksimum kapal untuk frekuensi gelombang. rad/sec terjadi pada sudut hadap 9 derajat (beam seas).

.. Perbandingan analisa respons rolling kapal hasil running program Maxsurf Seakeepers dengan hasil perhitungan manual. Tabel.9 Perbandingan respons rolling kapal hasil running program Maxsurf Seakeepers dengan hasil perhitungan manual excel untuk Vs = knot. μ (deg) e (rad/sec) Respons (deg^ - sec) manual maxsurf selisih (%)..9.99...9.9. 9..9.9...9.9..... Respons (deg^-sec) Gambar. Grafik perbandingan respons roll antara manual dengan maxsurf untuk Vs = knot, μ = deg Respons (deg^-sec) deg (manual) deg (maxsurf) deg (manual) deg (maxsurf) Gambar. Grafik perbandingan respons roll antara manual dengan maxsurf untuk Vs = knot, μ = deg. Respons(deg^-sec) 9 deg (manual) 9 deg (maxsurf) Gambar. Grafik perbandingan respons roll antara manual dengan maxsurf untuk Vs = knot, μ = 9 deg Respons (deg^-sec) Gambar. Grafik perbandingan respons roll antara manual dengan maxsurf untuk Vs = knot, μ =. Respons (deg^-sec) (manual) (maxsurf) deg (manual) deg (maxsurf) Gambar. Grafik perbandingan respons roll antara manual dengan maxsurf untuk Vs = knot, μ = deg Pada tabel.9 diatas dapat dilihat bahwa selisih respon rolling antara perhitungan manual dengan perhitungan software Maxsurf Seakeeper terbesar pada sudut arah datang gelombang derajat yaitu.%, dan berdasarkan perhitungan manual dan Maxsurf Seakeepers didapatkan bahwa respons roll terbesar terjadi pada sudut 9 derajat... Hubungan antara kecepatan kapal dengan respons spectrum Tabel. Hubungan antara kecepatan kapal dengan respons spectrum V (knot) Respons Spectrum Heave (ft^-sec) Pitch (deg^-sec) Roll (deg^-sec).........9.9. 9.

Respons V (knot) Gambar. Grafik hubungan antara kecepatan dengan respons spectrum Pada tabel. diatas dapat dilihat hubungan antara kecepatan kapal dengan respons spectrum, semakin cepat kapal maka semakin kecil responnya. Ini disebabkan karena Wetted Surface Area (WSA) atau luasan permukaan basah kapal yang tercelup berpengaruh terhadap respon kapal, semakin cepat kapal maka WSA nya semakin kecil. Maka hal inilah yang mempengaruhi respon kapal, dimana WSA kapal semakin kecil maka repon kapal juga semakin kecil. KESIMPULAN DAN SARAN heave pitch roll. Kesimpulan Berdasarkan perhitungan hambatan dan seakeeping pada fast rescue boat yang telah dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : ) Perubahan yang terjadi saat kapal mengalami fase preplaning dan fase planning adalah perubahan Lwl kapal dan WSA kapal. Semakin meningkat Froude number kapal maka Lwl akan menurun. ) Terjadi perubahan luasan permukaan basah pada kapal seiring peningkatan besar kecepatan kapal. ) Hambatan total kapal pada saat fase displasemen murni yaitu antara. kn sampai dengan. kn, fase preplaning hambatan totalnya dari. kn sampai dengan.9 kn dan pada fase planing hambatan totalnya dari.9 kn sampai dengan. kn. ) Variasi untuk menghitung seakeeping kapal yang dilakukan adalah variasi frekuensi gelombang (. rad/sec,. rad/sec,. rad/sec,. rad/sec,.9 rad/sec,. rad/sec, dan. rad/sec), variasi kecepatan kapal ( knot, knot, knot dan knot) dan variasi sudut hadap ( derajat, derajat, 9 derajat, derajat, derajat), sehingga masing-masing kecepatan didapatkan respon kapal yang berbeda-beda. ) Respons heaving kapal maksimum untuk frekuensi gelombang.9 rad/sec terdapat pada sudut hadap derajat yaitu pada kecepatan knot pada frequency encounter. rad/s, kecepatan knot pada frequency encounter. rad/sec, knot pada frequency encounter. rad/sec dan knot pada frequency encounter. rad/sec. Respons heaving kapal maksimum untuk frekuensi gelombang. rad/sec terdapat pada sudut hadap derajat yaitu pada kecepatan knot pada frequency encounter. rad/s, kecepatan knot pada frequency encounter. rad/sec, knot pada frequency encounter. rad/sec dan knot pada frequency encounter 9. rad/sec. ) Respons pitching kapal maksimum untuk frekuensi gelombang.9 rad/sec terdapat pada sudut hadap derajat yaitu pada kecepatan knot pada frequency encounter. rad/s, kecepatan knot pada frequency encounter. rad/sec, knot pada frequency encounter. rad/sec dan knot pada frequency encounter 9. rad/sec. Respons pitching kapal maksimum untuk frekuensi gelombang. rad/sec terdapat pada sudut hadap derajat yaitu pada kecepatan knot pada frequency encounter. rad/s, kecepatan knot pada frequency encounter. rad/sec, knot pada frequency encounter. rad/sec dan knot pada frequency encounter 9. rad/sec. ) Respons rolling kapal maksimum untuk frekuensi gelombang.9 rad/sec terdapat pada sudut hadap 9 derajat yaitu pada kecepatan knot pada frequency encounter. rad/s, kecepatan knot pada frequency encounter.9 rad/sec, knot pada frequency encounter.9 rad/sec dan knot pada frequency encounter.9 rad/sec. Respons rolling kapal maksimum untuk frekuensi gelombang. rad/sec terdapat pada sudut hadap 9 derajat yaitu pada kecepatan knot pada frequency encounter. rad/s, kecepatan knot pada frequency encounter.9 rad/sec, knot pada frequency encounter.9 rad/sec dan knot pada frequency encounter. rad/sec.. Saran Dalam penelitian ini masih banyak terdapat kekurangan dan kelemahan disebabkan karena keterbatasan dari penulis baik dari segi pengetahuan dan pemahaman, maka hal-hal berikut ini kiranya dapat dijadikan bahan masukan untuk pengembangan lebih lanjut. ) Selain hambatan dan seakeeping kapal dihitung secara manual dan dengan memakai software Maxsurf, sebaiknya kapal ini diuji juga di towing tank untuk melihat keakurasian dari perhitungan manual dan pemakaian software. ) Untuk penelitian lebih lanjut lebih baik dilakukan juga analisa stabilitas dari fast rescue boat.. DAFTAR PUSTAKA Bhattacharyya, R. (9). Dynamics Of Marine Vehicles. New York: John Wiley & Sons. Rawson, K. J., & Tupper, E. C. (). Basic Ship Theory, Volume II. Oxford: Butterworth-Heinemann, Inc. Chakrabarti, S.K. (9). Hydrodynamics of offshore structures. New York: Springer verlag Berlin Heidelberg. DNV,. Guidelines on design and operation of wave energy converters. Norway : DNV Publishing Service. Lloyd, A.R.J.M., (99). Seakeeping : ship behaviour in rough weather. New York: John Wiley & Sons. Thiel., (9). Hydodynamics of fast and boats. Savitsky, Daniel, Hydrodynamic design of planing hulls.marine technology, Volume, No., October 9. Savitsky, Daniel and P.W. Brown, Procedures for hydrodynamic evaluation of planing hulls in smooth and rough water. Marine technology, Volume, No., October 9.