International trade and risks

dokumen-dokumen yang mirip
PENDAHULUAN. Langkah-langkah Penanggulangan Risiko:

Asuransi Jiwa

PENDAHULUAN.

Disampaikan Oleh : Amanda Oktariyani, SE.,M.Si,Ak

Kewirausahaan III. Kewirausahaan & Manajemen resiko. Mustika Sari, MMTr. Modul ke: Fakultas Fasilkom. Program Studi Sistem Informasi

PENGERTIAN INVESTASI

A. Risiko B. Klasifikasi Risiko C. Perils & Hazards D. Manajemen Risiko. Diskusi Kelompok (Group Discussion) Pertanyaan (Questions)

BAB I PENDAHULUAN. pengalihan resiko dari nasabah kepada perusahaan asuransi.

PERENCANAAN BISNIS (PEMAHAMAN TENTANG RISIKO )

04PASCA. Entrepreneurship and Innovation Management

FE Unlam Banjarmasin Abdul Hadi, 2010

KARAKTERISTIK ASURANSI

BAB IV RISIKO DAN MANAJEMEN RESIKO

PENANGGULANGAN RISIKO. 2. Pembiayaan Risiko (Risk financing)

DASAR-DASAR MANAJEMEN RISIKO/ RUANG LINGKUP MANAJEMEN RISIKO

FE Unlam Banjarmasin Abdul Hadi, 2010

Dalam kehidupan sehari-hari sering kita dengar istilah resiko. Berbagai macam risiko, seperti risiko kebakaran, tertabrak kendaraan lain dijalan,

PENANGGULANGAN RISIKO. 2. Pembiayaan Risiko (Risk financing)

RESIKO DALAM ASURANSI

PENGAMBILAN RESIKO. Kode Mata Kuliah : OLEH Endah Sulistiawati, S.T., M.T. Irma Atika Sari, S.T., M.Eng.

BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN LAIN 151

PENGUKURAN RISIKO MANFAAT PENGUKURAN RISIKO DIMENSI YANG DIUKUR

PENGUKURAN RISIKO MANFAAT PENGUKURAN RISIKO DIMENSI YANG DIUKUR

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

MEMAHAMI INVESTASI, RESIKO, & RETURN. Dr. Budi S. Purnomo, SE., MM., MSi.

Risiko dalam Kehidupan Masyarakat

III KERANGKA PEMIKIRAN

PENGANTAR MANAJEMEN RESIKO

BAB IV RISIKO DALAM ASURANSI

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS

PERTEMUAN 5 PENANGGULANGAN RISIKO

101: PRAKTEK ASURANSI

SISTEM INFORMASI ASURANSI. Materi 1 PENGENALAN ASURANSI

Pengambilan Risiko. Widi Wahyudi,S.Kom, SE, MM. Modul ke: Fakultas Desain & Teknik Kreatif. Program Studi Desain Produk.

BAB I PENDAHULUAN. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar mengenai orang sakit

III. KERANGKA PEMIKIRAN

DASAR-DASAR ASURANSI. Inhouse Training Jakarta, 10 November 2015

III KERANGKA PEMIKIRAN

Bab 5 Pengambilan Risiko

BAB I PENGENALAN ASURANSI

III. KERANGKA PEMIKIRAN

TEKNIK-TEKNIK MANAJEMEN RISIKO

TEHNIK-TEHNIK MANAJEMEN RISIKO

III. KERANGKA PEMIKIRAN

RISK MANAGEMENT PROCESS. Proses Manajemen Risiko

BAB II LANDASAN TEORI. Pengertian pemasaran menurut Philip Kotler dan Amstrong. individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan

III KERANGKA PEMIKIRAN

ANALISIS RISIKO DALAM KEPUTUSAN INVESTASI. Suprihatmi Sri Wardiningsih Fakultas Ekonomi Universitas Slamet Riyadi Surakarta

III KERANGKA PEMIKIRAN

III KERANGKA PEMIKIRAN

INTRODUCTION TO DECISION ANALYSIS

PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM KEADAAN RISIKO UNTUK PENENTUAN JUMLAH PRODUKSI


BAB XIII ASPEK RESIKO SYAFRIZAL HELMI

BAB IX ASURANSI ANEKA

MITIGASI RISIKO KEAMANAN SISTEM INFORMASI

ASPEK RESIKO. aderismanto01.wordpress.com

BAB II KERANGKA TEORI. diharapkan dan tingkat pengembalian yang dicapai secara nyata (actual return),

MANAJEMEN RISIKO, FUNGSI DAN MEKANISMENYA. Fadjar Harimurti Fakultas Ekonomi Universitas Slamet Riyadi Surakarta

BAB I PENDAHULUAN. sudah disepakati kepada tertanggung apabila risiko tersebut benar-benar terjadi.

ABSTRAK. Kata Kunci: manajemen risiko, analisis risiko, kuantitatif, probabilitas, dampak, severity index, skala likert. Universitas Kristen Maranatha

ANDRI HELMI M, SE., MM.

EKONOMI KESEHATAN (HEALTH ECONOMICS)

III. KERANGKA PEMIKIRAN

III KERANGKA PEMIKIRAN

PENGENALAN ASURANSI. Sistem Informasi Asuransi dan Keuangan

III. KERANGKA PEMIKIRAN

KONSEP & MANAGEMENT RESIKO

EKONOMI KESEHATAN (HEALTH ECONOMICS)

BAB I PENDAHULUAN. merupakan suatu risiko. Risiko yang dihadapi oleh setiap orang dapat

III KERANGKA PEMIKIRAN

PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM KONDISI BERESIKO

ANALISA MANAJEMEN RISIKO UNTUK MEMINIMALKAN KERUGIAN PERUSAHAAN

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

ASURANSI. Created by Lizza Suzanti 1

TINJAUAN YURIDIS PELAKSANAAN ASURANSI PERTANIAN DIHUBUNGKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 19 TAHUN 2013 TENTANG PERLINDUNGAN DAN PEMBERDAYAAN PETANI

Keputusan Dalam Ketidakpastian dan Resiko

Kata Kunci: Yayasan, Badan Usaha, Perseroan Terbatas

1.1 Definisi Pengertian resiko : Risiko adalah kemungkinan kejadian atau keadaan yang dapat mengancam pencapaian tujuan dan sasaran organisasi.

School of Communication & Business Telkom University

Peran & Karakteristik AKUNTANSI MANAJEMEN. Agus Widarsono, SE.,M.Si, Ak

BAB II LANDASAN TEORI

FREQUENTLY ASKED QUESTION Product E Commerce

PERAN ASURANSI KEPADA PERUSAHAAN PENGANGKUTAN BARANG MELALUI DARAT YANG MENGALAMI KERUSAKAN ATAU KEHILANGAN BARANG

BAB IV PEMBAHASAN. A. Pengelolaan Risiko Asuransi Syariah PT. Asuransi Sinar Mas (ASM)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. menjadi informasi keuangan. Proses akuntansi meliputi kegiatan mengidentifikasi,

KEWIRAUSAHAAN Manajemen Resiko Bisnis

Statistik Farmasi Probabilitas

Decision Making Prentice Hall, Inc. A 1

BAB II KAJIAN TEORI. Ada beberapa defenisi tentang risiko, antara lain (Kasidi, 2010 : 5) : 1. Risiko adalah kemungkinan yang tidak diharapkan.

ABSTRAK. Kata kunci : Manajemen, Risiko, COBIT 5, APO12

ABSTRAK. Kata Kunci: Pertanggungjawaban, kargo pusat, agen. Universitas Kristen Maranatha

Manajemen Resiko Proyek Sistem Informasi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

KERANGKA PEMIKIRAN Kerangka Pemikiran Teoritis

PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM KONDISI BERESIKO IRA PRASETYANINGRUM

Transkripsi:

INTRODUCTION After studying this chapter, students are able to: Define risks and risk analysis Mention reasons to analyze risks Mention PICs assigned for analyzing risks Explain the uncertainty of risks analysis

International trade and risks International transactions contain many different precondition (the buyer, country, nature of the goods, size, extent and complexity, etc.) This needs an individual risk assessment, and make decisions that ensure a profitable and secure deal. Level of risks have been defined and accepted

Types of risks in international trade

Concepts of risk 1. Uncertainty about how the future will evolve 2. The product of the damage potential and the probability that an uncertain future event will occur Probability typical for risk issues Future is not simply the repetition of the past, the present reality is not the only reality Future is subject to human agency and can be shaped by individuals Uncertainty about future is strongly linked to the capacity for self-determined action, and human beings are able to establish causal links between actions and their possible consequences

Categorizing risk (1) 1. Objective risk Variasi relatif dari kerugian aktual dari kerugian yang diperkirakan Risiko objektif diukur secara statistik dengan suatu pengukuran dari dispersi, seperti standar deviasi atau koefisien dari variasi Law of large numbers hukum bilangan besar semakin besar jumlah exposure, dispersi atau variasi akan berkurang, dan perkiraan kerugian akan semakin mendekati riil 2. Subjective risk Ketidakpastian yang didasarkan pada kondisi mental seseorang atau keadaan pikiran. Dampak dari risiko subjektif tergantung pada individu nya. Dua orang dalam situasi yang sama dapat memiliki persepsi yang berbeda mengenai risiko. Kemudian, perilaku mereka akan berubah dan berbeda tergantung persepsinya

Pengaruh probabilitas Kemungkinan atau peluang terjadinya kerugian, atau probabilitas, mempengaruhi terjadinya risiko Ditentukan dengan pemikiran deduktif Probabilitas objektif Objective risk Ditentukan dengan pemikiran induktif Probabilitas subjektif Subjective risk

Categorizing risk (2) 1. Risiko murni dan spekulatif Risiko murni suatu situasi di mana hanya ada kemungkinan terjadi kerugian atau tidak terjadi kerugian. Contoh: kematian dini, kecelakaan yang berhubungan dengan pekerjaan, biaya medis yang besar, kerusakan harta karena kebakaran atau banjir Risiko spekulatif suatu situasi di mana baik keuntungan atau pun kerugian mungkin terjadi Contoh: dengan memiliki saham, keuntungan akan didapat jika harga saham meningkat; tapi rugi jika harga saham turun

Penting untuk membedakan risiko murni dan risiko spekulatif: 1. Private insurer umumnya hanya menerima pertanggungan risiko murni. Risiko spekulatif dianggap tidak dapat diasuransikan dan diperlukan teknik khusus untuk mengatasi risiko spekulatif (misal perhitungan khusus untuk menilai kerugian investasi portofolio) 2. Laws of large number lebih mudah diterapkan pada risiko murni dari pada spekulatif. Hukum ini penting untuk meramalkan kerugian di masa yang akan datang. 3. Masyarakat mungkin akan mendapatkan keuntungan dari risiko spekulatif meskipun terjadi kerugian. Mereka mendapatkan kerugian dari risiko murni (misal: perusahaan komputer mengembangkan teknologi baru mungkin rugi karena persaingan yang tinggi. Tetapi masyarakat mendapatkan keuntungan dari supply komputer murah)

2. Risiko fundamental dan khusus Risiko fundamental sebuah risiko yang mempengaruhi seluruh perekonomian atau sejumlah besar kelompok dalam kehidupan ekonomi Misal: bencana alam yang berdampak besar bagi sebagian besar masyarakat di wilayah tertentu Risiko khusus (particular risk) sebuah risiko yang hanya mempengaruhi individu, bukan seluruh masyarakat Misal: pencurian mobil, perampokan bank Membedakan kedua risiko di atas penting karena: Bantuan pemerintah penting untuk mengasuransikan risiko fundamental (misal: asuransi sosial dan program asuransi pemerintah)

Peril dan Hazard 1. Peril penyebab kerugian (saat terjadinya kerugian karena hazard) Misalnya: kebakaran, petir/kilat, angin, topan, hujan es 2. Hazard Kondisi yang menimbulkan atau meningkatkan kesempatan terjadinya kerugian (kondisi yang memperbesar terjadinya bahaya) Ada tiga tipe hazard: a. Physical Hazard Kondisi fisik yang meningkatkan kesempatan terjadinya kerugian Jalan yang licin, jaringan listrik yang kurang baik b. Moral Hazard Ketidakjujuran atau perilaku yang kurang baik pada seseorang yang meningkatkan frekuensi atau kerugian yang hebat c. Morale Hazard Kecerobohan atau kelalaian terhadap kerugian

Loss - kerugian 1. Direct loss Kerugian keuangan yang diakibatkan oleh kerugian fisik, penghancuran atau pencurian harta benda 2. Indirect or consequential loss Kerugian keuangan yang diakibatkan secara tidak langsung dari peristiwa kerusakan fisik langsung atau kerugian pencurian. Misal: akibat kebakaran, restoran akan kehilangan seluruh laba hingga restoran dibangun kembali dan siap beroperasi. Kehilangan laba menjadi consequential loss, yaitu kehilangan uang sewa, kerugian penggunaan gedung, kehilangan pasar lokal

Methods of handling risk Assumsi Preventif Menghindar Transfer Kombinasi Divesifikasi Retensi Mitigasi

Probabilitas terjadinya resiko (Richard Prouty)

Nilai kerugian menurut Alan friedlander The normal loss expectancy (bekerja sebagaimana mestinya) The probable (kurang berfungsi sebagaimana mestinya) The maximum foreseeable loss (salah satu tidak berfungsi) The maximum possible loss (semuanya tidak berfungsi)