Saifullah, S. Ag., M. Ag NIP

dokumen-dokumen yang mirip
Perkembangan Sepanjang Hayat

KONSEPTUAL MODEL KEPERAWATAN JIWA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Karya sastra adalah fenomena kemanusiaan yang kompleks, ibarat

Teori Sigmund Freud. Sejarah hidup, Struktur Kepribadian dan Perkembangan Psikoseksual. Fitriani, S. Psi., MA. Modul ke: Fakultas PSIKOLOGI

PSIKOLOGI UMUM 1. Aliran Psikoanalisa

BAB I PENDAHULUAN. indah dan berusaha menyalurkan kebutuhan keindahan manusia, di samping itu

BAB I PENDAHULUAN. yang bebas mengungkapkan semua ide dan ktreatifitasnya agar pembaca dapat menangkap

Psikologi Kepribadian I Sejarah Psikoanalisa Dasar & Teori Sigmund Freud

BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Pusat Bahasa

i Universitas Kristen Maranatha A b s t r a k

BAB II LANDASAN TEORI. Psikologi Tokoh Eko Prasetyo dalam Novel Jangan Ucapkan Cinta Karya

SATUAN ACARA PERKULIAHAN. Mahasiswa memahami tujuan, arah, serta tugas dan tanggung jawabnya dalam perkuliahan.

BERBAGAI PENDEKATAN DALAM PSIKOLOGI

Modul 3 OBYEK DAN METODE PENELITIAN PSIKOLOGI AGAMA

BAB I PENDAHULUAN. dari sastra adalah karya sastra. Hal yang dilakukan manusia biasanya dikenal

BAB I PENDAHULUAN. yang dikembangkan di Jepang pada akhir abad ke 19. Istilah manga dalam Bahasa

Dasar-Dasar Perilaku Manusia O L E H M U N A E R A W A T I, S. P S I, M. S I

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

RELIGION AND PERSONALITY (AGAMA DAN KEPRIBADIAN) SIGMUND FREUD

KEBUDAYAAN DAN MASYARAKAT Y E S I M A R I N C E, S. I P

BAB I PENDAHULUAN. imajinatif yang kemudian ditunjukkan dalam sebuah karya. Hasil imajinasi ini

Pandangan Teori Perkembangan Psikoanalisis menurut Sigmund Freuds

PERSPEKTIF DAN MAKNA PENDEKATAN KONSELING

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI. didapatkan keterkaitan dalam membuka dan menjelaskan penelitian ini.

BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA. Ada empatkonsep yang dikemukakan dalam penelitian ini yaitu pergolakan

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Suatu penelitian dapat mengacu pada penelitian-penelitian yang telah dilakukan

PENGANTAR METODOLOGI STUDI ISLAM. Tabrani. ZA., S.Pd.I., M.S.I

SE S J E A J R A A R H DA D N A N A L A I L R I A R N A N PSI S KO K LOGI G Pertemuan 4

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KONSEP, KERANGKA TEORI

BAB I PENDAHULUAN. Dalam kenyataannya pada saat ini, perkembangan praktik-praktik pengobatan

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Bab 2. Landasan Teori. Tokoh-tokoh tersebut tidak saja berfungsi untuk memainkan cerita, tetapi juga berperan

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

SEJARAN DAN ALIRAN PSIKOLOGI. Pertemuan 4

BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA. yang ada di luar bahasa yang digunakan oleh akal budi untuk memahami hal-hal

PERUBAHAN PERILAKU AKIBAT DELUSI PADA TOKOH- TOKOH DALAM NOVEL ASSALAMUALAIKUM BEIJING KARYA ASMA NADIA (KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA)

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH : Psikologi Perkembangan 1. perkembangan

BAB I PENDAHULUAN. Perilaku seseorang timbul disebabkan adanya motivasi. Motivasi merupakan

BAB I PENDAHULUAN. terkenal adalah Senseijutsu Satsujin Jiken. Novel ini berhasil menjadi finalis dalam

PERSPEKTIF FILSAFAT PENDIDIKAN TERHADAP PSIKOLOGI PENDIDIKAN HUMANISTIK

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

PENGANTAR DAN TEORI ALIRAN BEHAVIOUR

APLIKASI KONSEP-KONSEP PSIKOANALAISIS DALAM KONSELING KELUARGA

BAB. V KESIMPULAN DAN SARAN

ANALISIS PSIKOLOGI TOKOH UTAMA NOVEL HUJAN DI BAWAH BANTAL KARYA E. L. HADIANSYAH DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI SMA

SOSIOLOGI AGAMA PRODI PENDIDIKAN SOSIOLOGI SEMESTER VI PERTEMUAN I OLEH: AJAT SUDRAJAT

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian Restu Nur Karimah, 2015

BAB I PENDAHULUAN. adalah hal-hal yang terkandung dalam tulisan tersebut. Keindahan dalam karya

Selamat Membaca, mempelajari dan Memahami Materi e-learning Rentang Perkembangan Manusia I

Perkembangan Manusia

BAB IV ANALISIS HASIL DATA PENELITIAN. dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang disarankan oleh data. 77

Pendekatan-Pendekatan Psikologi Kepribadian. Adhyatman Prabowo, M.Psi

BAB I PENDAHULUAN. Konflik terjadi acap kali dimulai dari persoalan kejiwaan. Persoalan

PENDEKATAN- PENDEKATAN/ALIRAN DALAM PSIKOLOGI

BAB I PENDAHULUAN. situ, acap kali sebuah novel merupakan hasil endapan pengalaman pengarang. yang sarat dengan perenungan akan kehidupan.

BAB II TINJAUAN UMUM TERHADAP NOVEL THE DEVIL S WHISPER DAN KONSEP PSIKOANALISA SIGMUND FREUD

lain sastra selalu berkembang. Selain unsur-unsur yang ada di dalam teks, karya

UNESA, GROWING WITH CHARACTER BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

Pendidikan Agama Katolik

BAB II KAJIAN TEORITIS

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL SAMAN KARYA AYU UTAMI PENDEKATAN PSIKOANALISIS SIGMUND FREUD

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN. Dalam suatu suku bangsa mempunyai berbagai macam kebudayaan, tiap

1 RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) TAHUN AKADEMIK 2017 Fakultas : ILMU PENDIDIKAN Program Studi : PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA Matakuliah & Kode : P

Psikologi muncul sebagai ilmu pengetahuan di Jerman (psikologi asosiasi) Filsafat Descartes: cogito ergo sum saya berfikir maka saya ada.

Posisi Semiotika dan Tradisi-tradisi Besar Filsafat Pemikiran

Ilmu sosial adalah ilmu yang mempelajari tentang manusia sosial. yang mempelajari tentang manusia sebagai makhluk sosial.

Bab 5. Ringkasan. Dalam skripsi ini penulis menganalisis sebuah cerita pendek Kappa karya

PSIKOLOGI SEPANJANG HAYAT

LANDASAN PSIKOLOGI. Imam Gunawan

Ilmu Perkembangan Anak Universitas Negeri Yogyakarta. Oleh : Yulia Ayriza

SIJIL PSIKOLOGI ISLAM DAN KAUNSELING. WPK 913 Kaedah Terapi Minggu 2

Wulansari Budiastuti, S.T., M.Si.

BAB I PENDAHULUAN. kehidupan sastranya. Bisa dibilang, kehidupan masyarakat Jepang sangat erat kaitannya

Bab 4. Simpulan dan Saran. Dalam skripsi ini saya menganalisis mengenai masalah psikologis yang terdapat

RENCANA PELAKSANAAN PERKULIAHAN (RPP) Mata Kuliah PSIKOLOGI PERKEMBANGAN

BAB 1 PENDAHULUAN. Karya sastra merupakan produk pengarang yang bermediakan bahasa dan

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

TINJAUAN MATA KULIAH...

AGAMA: FENOMENA UNIVERSAL

BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. perasaan dan realitas sosial (semua menyangkut aspek kehidupan manusia) yang

BAB I PENDAHULUAN. Usia dini disebut juga sebagai usia emas atau golden age. Pada masamasa

BAB I PENDAHULUAN. A. Konteks Penelitian (Latar Belakang Masalah) Perkawinan merupakan salah satu titik permulaan dari misteri

Trauma Tokoh Nayla dalam Novel Nayla Karya Djenar Maesa Ayu

BAB 4 SIMPULAN DAN SARAN. Kesusastraan Jepang merupakan salah satu keunikan dari kesusastraan tradisional

BAB V PENUTUP. A. Simpulan

BAB I PENDAHULUAN. Karya sastra merupakan hasil pekerjaan kreatif manusia. Karya sastra

BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA. pemikiran si peneliti karena menentukan penetapan variabel. Berdasarkan Kamus Besar

BAB I PENDAHULUAN. Karya sastra dapat dikatakan bahwa wujud dari perkembangan peradaban

BAB II KONSEP, TINJAUAN PUSTAKA, DAN LANDASAN TEORI. Dalam penelitian ini melibatkan beberapa konsep seperti berikut ini.

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA DAN NILAI PENDIDIKAN KARAKTER NOVEL 9 dari NADIRA KARYA LEILA S. CHUDORI

MATERI 1 HAKIKAT PERILAKU MENYIMPAG

BAB I PENDAHULUAN. manusia tidak cukup dengan tumbuh dan berkembang akan tetapi. dilakukan dengan proses pendidikan. Manusia sebagai makhluk sosial

Oleh: Prof. Dr. Unti Ludigdo, Ak., CA.

BAB II KONSEP ID. sum, yang berarti saya berfikir, maka saya ada. Dan sejak itu timbul aliran yang mementingkan kesadaran dalam psikologi.

BAB I PENDAHULUAN. kehidupan manusia dalam ekspresi ungkapan pengalaman pribadi, pemikiran,

Transkripsi:

Resume Penelitian PERSPEKTIF FREUD TENTANG AGAMA DAN IMPLIKASINYA DALAM PENDIDIKAN Oleh: Saifullah, S. Ag., M. Ag NIP. 197204062001121001 Sumber Dana: DIPA IAIN Ar-Raniry Tahun 2011 LEMBAGA PENELITIAN INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI AR-RANIRY DARUSSALAM BANDA ACEH 2011

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meneliti tentang latar belakang perkembangan pemikiran Freud, asal-usul dan hakikat agama dalam pandangan Freud, dan untuk mengetahui implikasi pemikiran Freud dalam pendidikan. Untuk mendapatkan data tentang Freud, peneliti menggunakan pendekatan rasionalistik, yaitu sebuah pendekatan dalam penelitian kualitatif yang menekankan pola berpikir rasionalistik. Sedangkan dalam membahasnya, peneliti menggunakan metode reflektif dan metode interpretatif. Mengingat penelitian ini adalah kajian tokoh, maka pisau analisa yang peneliti gunakan adalah teori tentang hubungan antara manusia (individu) dan masyarakat Thomas Hobbes dan Jean Jacques Rousseau, dan teori evolusi organik Darwin. Dengan kerangka teoritik ini, maka penelitian ini dapat menghasilkan beberapa kontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Adapun hasil yang ditemukan adalah sebagai berikut: pertama, Sigmund Frued, meskipun dia hidup dimasa-masa sulit yang terletak antara dua perang dunia, komitmennya terhadap psikologi tetap tinggi, dan menghasilkan banyak karya spektakuler, jika disbanding dengan ilmuwan-ilmuwan dewasa ini. Kedua, agama adalah produk sejarah dan hanya berupa ilusi, yaitu pemuasan harapan manusia yang paling dalam dan paling mendasar. Dan ketiga, psikoanalisis Freud sudah menjadi salah satu mazhab psikologi, disamping mazhab behaviorisme dan mazhab humanistic-eksistensial sehingga banyak memberi kontrubusi dalam dunia psikologi dan pendidikan. Sebagai mazhab psikologi, mempunyai implikasiyang luar bisa dalam pembelajaran, khususnya dalam teaching dan learning. Dia membagai tahapan-tahapan perkembangan peserta didik, dan juga menemukan struktur kepribadian, yaitu Id, Ego, dan Super-ego. Dengan super-ego inilah maka lahirlah konsep pembelajaran moral. Karena super-ego semakna dengan internalisasi. Keywords: Freud, Agama, Pendidikan.

RESUME HASIL PENELITIAN Meskipun persoalan tentang hakikat agama telah lama menjadi perbincangkan para filosof, sosiolog dan teolog, namun perdebatan konseptual menyangkut apakah agama itu? Masih berlangsung sampai sekarang, termasuk oleh para psikolog.adanya perdebatan tersebut menandakan ketidakpuasan manusia dalam mencari suatu kebenaran, walaupun kebenaran yang dicari adalah kebenaran yang bersifat relatif.dengan demikian, maka para ahli mendefinisikan agama sesuai dengan bidang yang mereka geluti masingmasing, ada yang melihat dari aspek filosofis, sosiologis, antropologis, psikologis, dan pendidikan. Dalam masyarakat primitif, agama dapat dibagi kedalam tiga tipelogi, yaitu: Agama dinamisme, animisme, dan politeisme. Agama Dinamisme adalah agama yang mengandung kepercayaan pada kekuatan ghaib yang misterius.kekuatan ghaib itu ada yang bersifat baik dan ada yang bersifat jahat.agama Animisme adalah agama yang mengajarkan bahwa tiap-tiap benda, baik yang bernyawa maupun yang tidak bernyawa adalah mempunyai roh.roh disini adalah berbeda dengan roh yang dimaksudkan pada masyarakat maju, yaitu roh yang tersusun dari materi yang halus sekali yang menyerupai uap atau udara dan mempunyai rupa seperti berkaki dan bertangan.sedangkan Agama Politeisme adalah agama yang mengandung kepercayaan pada dewa-dewa. Dalam masyarakat yang sudah maju, agama yang dianut bukan lagi agama dinamisme, animisme, dan politeisme, tetapi agama monoteisme, agama tauhid. Agama monoteisme berlandaskan ajarannya pada tauhid, yaitu meyakini bahwa manusia itu berasal dari Tuhan dan akhirnya akan kembali kepada Tuhan. Dengan demikian, agama monoteisme adalah suatu agama yang percaya kepada keesaan Tuhan yang memiliki semua Alam ini. Istilah lain atau tipelogi lain yang diberikan kepada agama-agama ini adalah agama ardhi dan agama samawi.agama ardhi adalah agama yang tidak berdasarkan atas firman Tuhan atau agama yang tidak menerima firman Tuhan.Sedangkan agama samawi adalah agama yang diturunkan kepadanya Nabi-Nabi atau Rasul-Rasul dan juga kitabkitab melalui firman Tuhan.Agama samawi sering disebut juga dengan agama monoteisme.agama-agama yang dikategorikan ke dalam kelompok agama monoteisme atau agama samawi adalah Agama Yahudi, Kristen, dan Islam. Terlepas dari berbagai tipelogi yang telah diberikan oleh para pakar kepada agama-agama, sebagaimana di jelaskan di atas, yang ada di dunia ini.tidak dapat

dipungkiri bahwa definisi terhadap agama dewasa ini tergantung dari aspek mana dan dari sudut pandang mana agama itu didefinisikan atau ditelaah, baik secara normatif, empiris, historis dan atau bahkan secara ilmiah. Pandangan dari aspek psikologis adalah fokus pembahasan dalam tulisan ini.dalam perspektif psikologis juga terdapat berbagai pandangan tokoh tentang agama misalnya pandangan E.B. Tylor mengatakan agama sebagai kepercayaan terhadap halhal yang spiritual. Agama lahir dari upaya para filosof primitif untuk mengerti dan memahami pengalaman-pengalaman mental mereka. Maka di sini kita dapat melihat tipe definisi ini sangat individualistik, kognitif dan rasionalis, karena tidak khusus di arahkan pada praktik atau simbol religius dalam kaitannya dengan organisasi sosial, dan definisi seperti ini menerima kriteria sains-sains Barat sebagai kebenaran yang tak bisa diganggu gugat dan satu-satunya landasan rasionalitas. Kemudian definisi-definisi para berbagai tokoh itu terdapat persamaan dan perbedaan. Oleh karena itu, yang menjadi telaah dalam penelitian ini adalah pemikiran Freudtentang Agama dan implikasinya dalam dunia pendidikan. Sigmund Freud, lahir pada tanggal 6 Mei 1856, Austria adalah seorang dokter dan psikolog yang sangat terkenal pada abad ke-19. Penelitiannya tentang neurologi segera berkembang ke berbagai bidang kajian penyakit mental dan teka-teki pikiran lainnya. Mulai dari hal-hal yang kelihatannya sepele, seperti mimpi, gurauan dan perilaku seseorang yang agak unik, sampai kepada emosi yang sangat kompleks dan mendalam yang mengendalikan hubungan antarpribadi dan membentuk adat istiadat masyarakat. Selanjutnya, menerapkan ide-ide dalam keluarga dan kehidupan social.ide-idenya juga menawarkan petunjuk bagi penjelasan mitos, dongeng-dongeng, dan sejarah.kemudian menafsirkan drama, sastra, dan seni.ia selalu mencari dimensi-dimensi baru dan aplikasi yang lebih luas dari ide-ide pokoknya, yaitu alam bawah sadar, Oedipus kompleks, gangguan mental (neurosis) dan tiga kerangka dasar kepribadian manusia. Menjelang akahir hidup, ia memikirkan tema-tema kematian, keterbatasan manusia dan titik batas peradaban. Meskipun dia hidup dimasa-masa sulit yang terletak antara dua perang dunia, komitmennya terhadap psikologi tetap tinggi, yang membuktikan kepercayaannya atas kemajuan ilmu pengetahuan. Menurut Freud agama berasal dari neurosis obsesif universal karena orang yang beragama mirip dengan pasien neurosisnya, gangguan obsesi mental secara universal. Kemiripan ini menurutnya terletak pada sama-sama menekankan bentuk-bentuk

serimonial dalam melakukan sesuatu, dan sama-sama akan merasa bersalah seandainya tidak melakukan ritual-ritual tersebut dengan sempurna. Sedangkan, Hakikat agama bagi Freud adalah sebuah ilusi. Illusi berbeda dengan delusi. Illusi adalah satu keyakinan yang kita pegangi dan harus selalu benar, seperti keyakinan seseorang akan menjadi orang yang sukses dikemudian hari. Suatu saat nanti bisa saja keyakinan ini menjadi kenyataan, meskipun alasan meyakininya bukan itu, melainkan karena sangat menginginkannya jadi kenyataan. Sedangkan delusi adalah sesuatu yang seseorang juga inginkan jadi kenyataan, tapi semua orang tahu bahwa itu tidak mungkin, seperti seseorang mengatakan bahwa pada suatu saat nanti tingginya akan menjadi 4 meter, padahal walau bagaimanapun pertumbuhannya tidak mungkin terjadi. Teaching dan learning. Hubungan antara psiklogi dengan pendidikan adalah bagaimana nilai-nilai masyarakat, budaya, dan ketrampilan dipindahkan atau dipelajari (learned), dari generasi tua kepada generasi muda supaya identitas masyarakat terpelihara. Berdasarkan pemaparan tersebut, maka tinjauan psikologi adalah pada proses pemindahan itu, sedangkan apa atau isi yang dipindahkan itu adalah berada diluar jangkauan telaahnya. Dengan kata lain, ilmu, ketrampilan atau nilai-nilai yang dipindahkan dan bagaimana proporsinya adalah bukan kajian psikologi. Itu adalah kajian ilmu-ilmu yang lain. Yang sangat menarik, ketika berbicara tentang psikologi (psikoanalisa Freud) dalam hubungan dan implikasinya dalam pendidikan, adalah teori psikoanalisis Freud yang memusatkan perhatiannya pada pentingnya pengalaman dan perkembangan kepribadian masa kanak-kanak awal. Dan benih-benih dari ganggun psikoanalisa sudah ditanamkan pada tahun-tahun awal pertumbuhan masa kanak-kanak tersebut. Struktur kepribadian, yaitu id, ego, dan superego.id, adalah struktur mental yang sudah ada sejak lahir yang merupakan dorongan-dorongan biologis dan berada dalam ketidaksadaran dan dia beroperasi menurut prinsip kenikmatan (pleasure principle) dan mencari kepusan segera.ego,adalah pikiran yang beroperasi menurutprinsip kenyataan (reality principle) yang memuaskan dorongan-dorongan id menurut cara-cara yang dapat diterima masyarakat. Sedangkan Superego, terbentuk melalui proses identifikasi dalam pertengahan masa kanak-kanak, merupakan bagian dari nilai-nilai moral dan beroperasi menurut prinsip moral. Freud membagi perkembangan kepribadian itu kedalam empat bagian: identifikasi, pemindahan, mekanisme pertahanan, dan tahap-tahap perkembangan yang terididari:masainfantile, masa laten, masa genital, dan masa kematangan.