KEMENTRIAN PERTANIAN 2012

dokumen-dokumen yang mirip
PROPOSAL BALAI PENGKAJIAN TEKNOLOGI PERTANIAN YOGYAKARTA

LAPORAN KEMAJUAN PENELITIAN

I. PENDAHULUAN. Industri makanan dan minuman adalah salah satu industri yang. agar produk akhir yang dihasilkan aman dan layak untuk dikonsumsi oleh

BAB I PENDAHULUAN. jenang terbuat dari tepung ketan, santan, dan gula tetapi kini jenang telah dibuat

I. PENDAHULUAN. ketersediaan air, oksigen, dan suhu. Keadaan aerobik pada buah dengan kadar

Pengembangan Varietas Hibrida Jagung Tahan Penyakit Bulai (Perenosclerospora maydis L.), Umur Genjah(<90 hst), Potensi Hasil Tinggi(11 t/ha)

I. PENDAHULUAN. Kedelai merupakan salah satu tanaman pangan penting di Indonesia. Menurut Badan Pusat Statistik (2013), kebutuhan kedelai nasional

I. PENDAHULUAN. dicampur dengan tapioka dan bumbu yaitu: santan, garam, gula, lada, bawang

PEMANFAATAN ZEOLIT DAN MIMBA UNTUK PERBAIKAN KERAGAAN TANAMAN JERUK PADA LAHAN SUB OPTIMAL DI SULAWESI TENGGARA

BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN 2012

logo lembaga [ X.291] Ir. Annas Zubair, M.Si Serli Anas, S.Pt Dwi Rohmadi, S.Pt Jaka Sumarno, STP Sukarto

KARAKTERISTIK EDIBLE FILM BERBAHAN DASAR KULIT DAN PATI BIJI DURIAN (Durio sp) UNTUK PENGEMASAN BUAH STRAWBERRY

Click to edit Master subtitle style

I PENDAHULUAN. Identifikasi Masalah, (3) Tujuan Penelitian, (4) Manfaat Penelitian, (5) Kerangka

FORMULASI PANGAN FUNGSIONAL BERBASIS TEPUNG REBUNG KAYA SERAT DAN TEPUNG MODIFIKASI DARI UMBI RAWA ASAL KALIMANTAN SELATAN

BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN KEMENTERIAN PERTANIAN

REMEDIASI LAHAN BEKAS TAMBANG TIMAH UNTUK PERKEBUNAN KARET RAKYAT

I PENDAHULUAN. Bab ini menguraikan mengenai : (1) Latar Belakang, (2) Identifikasi

I. PENDAHULUAN. dan Asia adalah Fragaria chiloensis L. Spesies stroberi lain yang lebih

Pengembangan Teknologi Pengolahan Makanan Ringan (Vacuum Frying, Deep Frying dan Spinner) untuk Meningkatkan Kualitas Makanan Olahan di Banjarnegara

I. PENDAHULUAN. Kemasan memiliki fungsi utama untuk melindungi produk dari kerusakan

I PENDAHULUAN. Bab ini menguraikan mengenai: (1) Latar Belakang Masalah, (2) Identifikasi

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BALAI PENELITIAN TANAH BALAI BESAR LITBANG SUMBERDAYA LAHAN PERTANIAN 2012

TATANIAGA PERTANIAN. Oleh : Agustina BIDARTI, S.P., M.Si. Sosek Pertanian FP Unsri

BAB I PENDAHULUAN. buah dan sayuran. Salah satunya adalah buah tomat (Lycopersicon esculentum

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Pemanfaatan Pestisida Nabati dan Agensia Hayati untuk Pengendalian Hama Kakao

PENDAHULUAN. Bab ini akan menguraikan mengenai : (1.1) Latar Belakang, (1.2)

Produksi Massal Bibit Tebu Varietas PS864 dan PS881 dengan Stabilitas Genetik Tinggi dan Bebas Virus Hasil Kultur Apeks Untuk Pengembangan di Sulawesi

[ ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PRODUKSI KELAPA SAWIT RAKYAT DI PROVINSI BENGKULU ]

logo l RANCANG-BANGUN AKUISISI DATA DAN KONTROL UNTUK OPTIMASI PROSES PEMBUATAN GEL AMONIUM DIURANAT

I. PENDAHULUAN. Bubur buah (puree) mangga adalah bahan setengah jadi yang digunakan sebagai

Kode : X.229 KAJIAN STRATEGI KEBIJAKAN DAN LANGKAH OPERASIONAL DALAM UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI KARET UNTUK MENDUKUNG PEMBANGUNAN KORIDOR SUMATERA

PENINGKATAN PRODUKSI SATOIMO (Colocasia esculenta Schott var. antiquorum) BERBASIS PERTANIAN ORGANIK DI KABUPATEN BANTAENG, SULAWESI SELATAN

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

HASIL DAN PEMBAHASAN

I PENDAHULUAN. Hipotesis Penelitian, dan (7) Tempat dan Waktu Penelitian.

VARIETAS UNGGUL UBIKAYU UNTUK BAHAN PANGAN DAN BAHAN INDUSTRI

I. PENDAHULUAN. bagi kehidupan manusia sehari-hari. Plastik umumnya berasal dari minyak bumi

HASIL DAN PEMBAHASAN. Gambar 2. Kondisi Pols (8 cm) setelah Penyimpanan pada Suhu Ruang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Tim Dosen Pengampu TPPHP FTP UB /05/2013 1

I PENDAHULUAN. Bab ini akan menguraikan mengenai : (1) Latar Belakang, (2) Identifikasi

W-11. Dra. Ambar Pramudyanie, M.Si [BALITBANG KEMENTERIAN PERTAHANAN

I. PENDAHULUAN. Stroberi berasal dari benua Amerika, jenis stroberi pertama kali yang ditanam di

BPTP SULUT, BALAI BESAR PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN, BADAN LITBANG PERTANIAN 2012

PEMANFAATAN TEPUNG UMBI GARUT (Maranta arundinaceae L.) DALAM PEMBUATAN BUBUR INSTAN DENGAN PENCAMPURAN TEPUNG TEMPE SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN. Protein (KEP). KEP merupakan suatu keadaan seseorang yang kurang gizi

II. TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Justice dan Bass (2002), penyimpanan benih adalah. agar bisa mempertahankan mutunya. Tujuan dari penyimpanan benih

STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL PENANGANAN PASCA PANEN KUNYIT. Feri Manoi

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Esa Unggul

Percobaan pendahuluan dilakukan pada bulan Januari - Maret 2012 dan. pecobaan utama dilakukan pada bulan April Mei 2012 dengan tempat percobaan

I PENDAHULUAN. Penelitian, (5) Kerangka Pemikiran, (6) Hipotesis Penelitian, (7) Tempat dan

BAB I PENDAHULUAN. dalam pola makan sehat bagi kehidupan manusia. Sebagaimana al-qur an. menjelaskan dalam surat Abbasa (80) :

KATA PENGANTAR. Alhamdulillahirobbil alamiin, puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah

AIR DAN PENGARUHNYA THD PER TUMBUHAN TANAMAN

Teknologi Pengolahan Dolomit sebagai Bahan Penunjang Industri Besi Baja

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

UPT Balitbang Biomaterial LIPI 2012

PENGARUH PENGGUNAAN EDIBLE COATING TERHADAP SUSUT BOBOT, ph, DAN KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK BUAH POTONG PADA PENYAJIAN HIDANGAN DESSERT ABSTRAK

I. PENDAHULUAN. Makanan pendamping ASI (MP-ASI) adalah makanan atau minuman yang

PENGARUH SORTASI BIJI DAN KADAR AIR SERTA VOLUME KEMASAN TERHADAP DAYA SIMPAN BENIH JAGUNG

X.82. Pengembangan tanaman jagung yang adaptif di lahan masam dengan potensi hasil 9,0 t/ha. Zubachtirodin

PRODUKSI GULA CAIR DARI PATI SAGU SULAWESI TENGGARA

BAB I PENDAHULUAN. nutrisi makanan. Sehingga faktor pakan yang diberikan pada ternak perlu

Tabel 1.1 Daftar Impor Bahan Pangan Indonesia Tahun

logo lembaga Kode Judul X.303 Idawanni, SP KAJIAN IDENTIFIKASI DAN PENGENDALIAN PENYAKIT KARET RAKYAT DI KABUPATEN ACEH BARAT PROVINSI ACEH

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MUTU BENIH. Faktor Genetik/ Faktor Lingkungan/ Eksternal

I PENDAHULUAN. Bab ini menguraikan mengenai: (1) Latar Belakang Penelitian, (2) Bawang merah (Allium ascalonicum L.) adalah jenis tanaman sayur umbi

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. komposisi senyawanya terdiri dari 40% protein, 18% lemak, dan 17%

Produk Bioindustri di Indonesia

[ BALAI BESAR LITBANG SUMBERDAYA LAHAN PERTANIAN] 2012

PENGOLAHAN BENIH (SEED PROCESSING)

I. PENDAHULUAN. populer di dunia, berasal dari Asia Tenggara, serta menjadi tanaman buah yang

II. TINJAUAN PUSTAKA. Tanaman jagung termasuk dalam keluarga rumput-rumputan dengan spesies Zea. sistimatika tanaman jagung yaitu sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN. jaringan serat-serat selulosa yang saling bertautan. Kertas, pada awalnya dibuat oleh

I PENDAHULUAN. Identifikasi Masalah, (1.3) Maksud dan Tujuan Penelitian, (1.4) Manfaat

Pusat Litbang Permukiman Kementrian Pekerjaan Umum 2012

Penerapan Produksi Bersih Berbasis Teknologi Tepat Guna Pada Sentra Industri Kecil Tahu Di Kabupaten Subang

KARAKTERISASI DAN EVALUASI POTENSI LAHAN UNTUK PENGEMBANGAN KAKAO DI KAB. DONGGALA DAN PARIGI MOUTONG PROV. SULTENG MENDUKUNG MP3EI

I. PENDAHULUAN. apabila tidak ditangani secara benar. Kerusakan bahan pangan tersebut

Tipe perkecambahan epigeal

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Gizi dan Evaluasi Pangan. Oleh : Dr. Ir. Tri Dewanti W. M.Kes. Jaya Mahar M, STP. MP Laboratorium Nutrisi Pangan Jurusan THP FTP UB

logo lembaga N 61 INVENTARISASI POTENSI DAN SEBARAN JENIS NIPAH DI PAPUA Ir. Relawan Kuswandi, M.Sc BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEHUTANAN 2012

BAB I PENDAHULUAN. hortikultura khususnya buah-buahan. Buah-buahan mempunyai banyak manfaat.

Transkripsi:

logo lembaga X. 245 KAJIAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PENGEMAS PRIMER RAMAH LINGKUNGAN UNTUK PANGAN DAN BENIH BERBAHAN DASAR UMBI- UMBIAN LOKAL DIY Yeyen Prestyaning Wanita, STP Retno Utami Hatmi, ST Mahargono Kobarsih, STP Sutardi, Sp., MSi KEMENTRIAN PERTANIAN 2012

LATAR BELAKANG PKIPP tahun 2011 (edible film dan coating Belum diketahui masa simpan Pengaruh thd produk pengemasan + antimikrobia Sangat penting dlm penanganan pangan Memperpanjang masa simpan Benih ( seed coating Meminimalkan resiko tertular penyakit/jamur Tim Pelaksana Insentif Peningkatan Kemampuan Peneliti dan Perekayasa 2012 1

Sehingga: Diperlukan paket teknologi pengembangan pengemasan primer untuk pangan (edible coating dan film) serta seed coating (formula terbaik PKIPP th 2012) dengan penambahan ekstrak antimikrobia alami (lengkuas, daun sirih, dan kayu manis)???? 1. Edible coating memperpanjang masa pajang buah (apel dan salak) 2. Edible film memperpanjang masa pajang dodol salak 3. Seed coating menekan pertumbuhan jamur Tim Pelaksana Insentif Peningkatan Produktivitas Litbang 2012 2

METODOLOGI RUANG LINGKUP KEGIATAN Identifkasi mutu dan masa simpan bahan pengemas dan produk yang dikemas dengan menggunakan bahan pengemas primer berbahan dasar umbi-umbian local DIY menggunakan formula terbaik hasil penelitian PIPKPP tahun 2011. Identifkasi mutu dan masa simpan bahan pengemas dan produk yang dikemas dengan menggunakan bahan pengemas primer berbahan dasar umbi-umbian local DIY menggunakan formula terbaik hasil penelitian PIPKPP tahun 2011 dengan penambahan zat antimikrobia alami berupa ekstrak daun sirih, lengkuas, dan kayu manis Identifikasi viabilitas benih kedelai dan jagung yang telah mengalami perlakuan seed coating dengan penambahan 3 (tiga) jenis zat antimikrobia alami berupa ekstrak lengkuas, daun sirih, dan kayu manis. Tim Pelaksana Insentif Peningkatan Produktivitas Litbang 2012 3

METODOLOGI FOKUS KEGIATAN: makanan minuman DESAIN PENELITIAN : dilaksanakan di laboratorium pasca panen dan alsintan BPTP Yogyakarta dengan metode eksperimental laboratorium Tim Pelaksana Insentif Peningkatan Kemampuan Peneliti dan Perekayasa 2012 4

METODOLOGI TAHAPAN PELAKSANAAN KEGIATAN: Studi referensi Penyiapan bahan dan alat bantu Pembuatan ekstraksi antimikrobia Pembuatan pengemas berupa edible film dan coating Pengaplikasian pada produk (edible coating : apel dan ssalak, edible film: dodol salak) Pengamatan mutu dan masa simpan produk setelah dikemas dgn edible film dan coating Melakukan pelapisan pada benih jagung dan kedelai Pengamatan daya berkecambahn dan vigor benih jagung dan kedelai setelah mengalami perlakuan seed coating Tabulasi dan analisa data Pelaporan Tim Pelaksana Insentif Peningkatan Produktivitas Litbang 2012 5

METODOLOGI PERKEMBANGAN HASIL KEGIATAN: Edible Coating: - perlakuan terbaik GDI, RK3, UK3 - + 3% kayu manis memberikan antivitas AM optimal (ph dan tesktur masih stabil dlm 30 hr penyimpanan) Tim Pelaksana Insentif Peningkatan Produktivitas Litbang 2012 6

Gambar 1. Perlakuan terbaik pada proses peng-coating-an buah apel Tim Pelaksana Insentif Peningkatan Produktivitas Litbang 2012 7

Gambar 2. Perlakuan terbaik pada proses peng-coating-an buah salak Tim Pelaksana Insentif Peningkatan Produktivitas Litbang 2012 8

Edible Film - bil. Peroksida stlh 45 hr penyimpanan dr semua perlakuan dibawah ambang max. - tanpa + AM total kapang lbh tinggi + AM - terbaik EF + AM 3% kayu manis Tim Pelaksana Insentif Peningkatan Produktivitas Litbang 2012 9

Perlakuan Kadar air Daya larut EF. Lengkuas 1% EF. Lengkuas 3% EF. Daun sirih 1% EF. Daun sirih 3% EF. Kayu manis 1% EF. Kayu manis 3% EF. Tanpa antimikrobia Laju transmisi uap air ketebalan Tensile strength Elongasi 15,84 c 0,037 c 1,14 b 0,065 a 0,9021 d 98,63 bc 14,55 b 0,072 d 1,19 c 0,500 d 0,612 abc 100,03 bc 14,68 b 0,013 a 1,12 b 0,080 b 0,5608 83,07 ab ab 16,42 d 0,035 c 1,11 b 0,600 a 0,6922 100,55 c bc 15,72 c 0,027 b 1,10 b 0,055 a 0,8147 cd 93,84 abc 16,43 d 0,025 b 1,11 b 0,100 c 1,204 e 77,23 a 10,31 a 0,027 b 0,30 a 0,80 e 0,42 a 144,50 d Tim Pelaksana Insentif Peningkatan Produktivitas Litbang 2012 10

Perlakuan /analisa Edible film tanpa antimikrobia Edible film berbahan dasar pati ubikayu dengan penambahan zat antimikrobia Kayu Lengkuas 1% Lengkuas 3% Kayu manis 1% manis 3% Daun sirih 1% Daun sirih 3% Kadar air 20,56 d 19,89 b 19,64 a 19,92 b 24,18 e 19,66 a 20,33 c Kadar abu 0,97 d 1,26 e 0,91 cd 0,64 b 0,50 a 0,94 d 0,87 c Kadar protein 1,29 b 1,29 b 1,27 b 1,11 a 1,43 c 1,40 c 1,44 c Kadar lemak 3,43 d 2,76 c 2,33 a 3,70 e 3,86 e 2,55 b 2,29 a Kadar serat 6,69 a 6,74 a 8,26 bc 8,39 c 8,27 bc 8,26 bc 8,15 b Kadar karobohidrat 67,05 c 68,05 e 67,60 de 66,24 b 63,01 a 67,20 cd 66,93 c Energi 294,72 f 292,51 e 286,78 c 293,25 e 283,64 a 287,72 d 284,55 b Bil. Peroksida 8,28 f 7,17 e 6,72 a 6,81 b 6,91 c 6,96 d 8,27 c TPC 84,67 d 58,00c 16,67 a 33,67 b 19,67 a 37,33 b 35,67 b Tim Pelaksana Insentif Peningkatan Produktivitas Litbang 2012 11

Seed coating - + serbuk lengkuas ---- hasil terbaik sbg senyawa fungisida Tabel 3. Daya berkecambah benih jagung dan kedelai stlh perlakuan seed coating Perlakuan pelapisan Benih kedelai Benih jagung Jenis pati yang digunakan Ubikayu 93,80 a 46,00 a Garut 95,06 a 55,66 a Ganyong 93,50 a 56,00 a kontrol 60,00 b 51,00 a Jenis antimikrobia yang digunakan Perlakuan Kedelai Jagung Kayu manis 90,53 a 57,60 a Lengkuas 86,40 a 54, 80 a Daun sirih 86,50 a 55,00 a Control 86, 50 a 46,00 a Tim Pelaksana Insentif Peningkatan Produktivitas Litbang 2012 12

Tabel 4. Uji vigor benih jagung dan kedela stlh perlakuan seed coating Perlakuan pelapisan Benih kedelai Benih jagung Jenis pati yang digunakan Ubikayu 84,40 c 50.61a Garut 85,33 a 52.71a Ganyong 83,00 d 50.44a Control 84,67 b 53.00a Jenis antimikrobia yang digunakan Perlakuan Kedelai Jagung Kayu manis 82,00 ab 56.41a Lengkuas 83,00 b 57.00a Daun sirih 87,00 a 55.31a Control 84,00 b 46.00b Tim Pelaksana Insentif Peningkatan Produktivitas Litbang 2012 13

SINERGI KOORDINASI Lingkup dan bentuk koordinasi yang dilakukan diskusi, sharing, pengambilan bahan utama dan bantu Nama lembaga yang diajak koordinasi FTP dan FP UGM, Diperta propinsi dan kabupaten, Kelompok tani Mekarsari (KP), Kelompok tani Duri Kencana (SLM), Alris Strategi pelaksanaan koordinasi - koordinasi saat pertemuan kelompok, diskusi dan sharing dgn dosen di UGM (FTP ), Diperta Provinsi dan Kabupaten Tim Pelaksana Insentif Peningkatan Kemampuan Peneliti dan Perekayasa 2012 14

PEMANFAATAN HASIL KEGIATAN Kerangka dan strategi pemanfaatan hasil kegiatan desiminasi hasil kegiatan ke stakeholder (leaflet, brosur, dll) Wujud - bentuk pemanfaatan hasil kegiatan belum ada karena masih dalam skala laboratorium Data (jumlah dan demografi) pihak yang memanfaatkan hasil kegiatan belum ada Signifikansi pemanfaatan yang dirasakan pihak penerima manfaat hasil kegiatan jika sudah ditranspormasikan ke industri dan diadopsi: 1. edible film dan coatiing: masa pajang/simpan lebih lama (aman, efisien) 2. seed coating : masa simpan benih lebih lama, tdk terinfeksi jamur dar benih lain, aman bagi lingkungan Tim Pelaksana Insentif Peningkatan Kemampuan Peneliti dan Perekayasa 2012 15

POTENSI PENGEMBANGAN KE DEPAN Rancangan Pengembangan ke depan Edible coating: tehnik pengcoatingan yg lebih efisien, transformasi ke skala industri/home industri Edible film: penghilangan aroma dari AM, penambahan citarasa, uji penerimaan konsumen, transformasi ke skala industri/home inddustri Seed coating: tehnik pengcoatingan yg efisien, masa simpan benih Strategi Pengembangan ke depan Mengajukan proposal lanjutan Menawarkan kerjasama ke stakeholder untuk pengembangan paket teknologi ini Tahapan Pengembangan ke depan Paket teknologi ini dapat ditransformasikan dalam skala home industri/industri sehingga mudah diadopsi oleh pengguna Tim Pelaksana Insentif Peningkatan Kemampuan Peneliti dan Perekayasa 2012 16

FOTO KEGIATAN FOTO KEGIATAN EDIBLE FILM Tim Pelaksana Insentif Peningkatan Kemampuan Peneliti dan Perekayasa 2012 17

Tim Pelaksana Insentif Peningkatan Produktivitas Litbang 2012 18

Tim Pelaksana Insentif Peningkatan Produktivitas Litbang 2012 19

logo lembaga TERIMA KASIH Yeyen Prestyaning Wanita Retno Utami Hatmi Mahargono Kobarsih Sutardi