BAB III METODE PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
eksperimen atau validitas eksternal. penelitian.

Penggolongan Hewan. Jenis makanan Tempat hidup Cara berkembang tubuh. Beranak. Bertelur. Bagan penggolongan hewan.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. adalah jenis penelitian true eksperimental dengan menggunakan pendekatan

Penggolongan Makhluk Hidup secara Sederhana

BAB III METODE PENELITIAN. mengetahui akibat manipulasi terhadap perilaku individu yang diamati

IPA SD Kelas IV 1

ILMU PENGETAHUAN ALAM SD KELAS IV SEMESTER I

Gambar 1.1 Kuda dengan anak-anaknya

Bahasa Indonesia. dinolingo.com

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dengan pendekatan quasi eksperimental design, yaitu suatu penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan Pretest-posttest control group design. Rancangan penelitian ini

JMSC Tingkat SD/MI2017

Hewan dan Tumbuhan di Sekitarku

LAMPIRAN 1 SURAT IJIN DARI UKSW

Lampiran 1. Surat ijin melakukan penelitian di SDN Bringin

Pengertian. Kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan

HEWAN YANG HIDUP DI AIR. 1. Hiu Kepala Martil

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SIKLUS I

BAB III METODE PENELITIAN

2. Memahami kelangsungan hidup makhluk hidup

KATALOG HARGA KOSTUM KOSTUM BINATANG

Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

BAB III METODE PENELITIAN

ILMU PENGETAHUAN ALAM

Daur Hidup Hewan Di Lingkungan Sekitar. 4. Memahami daur hidup berbagai jenis mahluk hidup

ILMU PENGETAHUAN ALAM

Ilmu Pengetahuan Alam

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

BAB. Hewan dan Jenis Makanannya

PENELITIAN EKSPERIMEN

1. Ciri Khusus pada Hewan

Ayo Belajar IPA. Ilmu Pengetahuan Alam Kelas VI semester 1. Elisabeth Sekar Dwimukti Universitas Sanata Dharma

Individu Populasi Komunitas Ekosistem Biosfer

Kelangsungan Hidup Makhluk Hidup

MATRIKS DOMESTIK MASUK MEDIA PEMBAWA HPHK BKP KELAS II GORONTALO

SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SNMPTN)

PENGESAHAN.. i. PERNYATAAN. ii. PERSEMBAHAN...iv. ABSTRAK. v. KATA PENGANTAR.. vi. UCAPAN TERIMA KASIH... vii. DAFTAR ISI...viii. DAFTAR TABEL.

hidup damai pelajaran 6 suasana hutan damai ada kicauan burung suara hewan bersahutan suara daun bergesekan kehidupan di hutan sungguh damai

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) : 1 x pertemuan (2 x 35 menit) A. Standar Kompetensi 2. Memahami cara perkembangbiakan makhluk hidup

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. atau dalam bahasa Inggris adalah Classroom Action Research (CAR), dari

PENELITIAN EKSPERIMEN. Oleh : Drs. Toto Fathoni, M. Pd

Tugas Karya Ilmiah Peluang Bisnis BETERNAK LANDAK MINI. Disusun oleh : Aji Saputro S1TI 6A

(a) Kelinci perlu makanan untuk hidup. (b) Boneka tidak memerlukan makanan.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Bab 10. Untuk Kelas 2 SD / MI. Suyatman Tutik Endrawati

PEMILIHAN DAN PENILAIAN TERNAK SAPI POTONG CALON BIBIT Lambe Todingan*)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

DAUR HIDUP HEWAN ILMU PENGETAHUAN ALAM KELAS IV SD. Disusun oleh: Taufik Ariyanto /

DESY SAGITA ILMU PENGETAHUAN ALAM KELAS 3 SEMESTER 1. Makhluk Hidup NAMA :

BAB III. A. Desain Penelitian. Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimen. Penelitian

Studi tentang Pengetahuan, Sikap dan Praktik Siswa Kelas 4 dan 5 Dalam Pencegahan Flu Burung SDN Cisalak 1 Kecamatan Sukmajaya Kota Depok tahun 2009

BAB III METODE PENELITIAN

Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Zaenal Mustopa Tuti Pancawati Pathi Ai Tati Nurhayati

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian eksperimen semu. Menurut

PENGEMBANGAN KURIKULUM TK. IKA BUDI MARYATUN, M.Pd

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

SILABUS PEMBELAJARAN. Mata Pelajaran

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian eksperimen. Arikunto (2006: 5) mengemukakan pendapatnya

42 LAMPIRAN LAMPIRAN

SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 5. Kelangsungan hidup makhluk hidup melalui adaptasi, seleksi alam, dan perkembangbiakanlatihan Soal 5.2

BAB III METODE PENELITIAN. dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari

Bagian-Bagian Utama Tubuh Hewan dan Tumbuhan

Latihan Ulangan Semester 1 Kelas IV IPA

ilmu pengetahuan alam untuk sd kelas 2

DOKUMENTASI PELAKSANAAN KEGIATAN. Kegiatan Awal

BAB III METODE PENELITIAN

Prinsip-Prinsip Ekologi. Faktor Biotik

Ilmu Pengetahuan Alam untuk SD Kelas II

Kunci Jawaban. 2. Tengkorak 4. Pergerakan tubuh 6. Pembentukan sel darah 8. Sklera, iris, dan pupil 10. Lidah

tumbuhan. 4. Mengamati bagian-bagian tubuh kucing dan ikan. 5. Menggambar tanaman bunga 6. Mengamati pertumbuhan bagian-bagian tanaman.

IPA 3 Salingtemas. Untuk Kelas 3 SD/MI. Hak Cipta buku ini pada Kementerian Pendidikan Nasional. Dilindungi Undang- undang.

BAB II KAJIAN TEORI. Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2012), 24. 8

Ilmu Pengetahuan Alam

Amin Priyono. Rangka dan Cara Perawatannya 1

SD kelas 6 - ILMU PENGETAHUAN ALAM BAB 7. CIRI KHUSUS HEWAN DAN TUMBUHANLATIHAN SOAL BAB 7

ilmu pengetahuan alam untuk sd kelas 2

Untuk SD/MI kelas II. PUSAT PERBUKUAN Kementerian Pendidikan Nasional. ISBN (No. jilid lengkap) ISBN (jilid 2.

BAB 4 KELANGSUNGAN HIDUP ORGANISME (MATERI IPA TERPADU KELAS IX) Kompetensi Dasar : Mengidentifikasi kelangsungan hidup makhluk hidup

METODE PENELITIAN. ini adalah pada semester genap tahun pelajaran 2014/2015. eksperimental atau eksperimen semu. Penelitian quasi eksperimental dapat

Ilmu Pengetahuan Alam

BAB III METODE PENELITIAN

TES KEMAMPUAN dan POTENSI AKADEMIK 2

1. Perhatikan gambar dibawah ini!

BAB III METODE PENELITIAN. A. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional. dapat dibedakan menjadi dua yakni variabel bebas dan variabel terikat

Transkripsi:

53 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Di dalam penelitian ini, jenis pendekatan yang di gunakan adalah pendekatan kuantitatif. Menurut Suryabrata (2003) jenis pendekatan ini banyak dituntut menggunakan angka, mulai dari pengambilan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya. Menurut Latipun (2006) jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dimana dalam penelitian ini dilakukan dengan melakukan manipulasi yang bertujuan untuk mengetahui akibat manipulasi terhadap perilaku individu yang diamati Selain itu, menurut Latipun (2006) sehubungan dengan suatu hasil eksperimen, maka validitas penelitian terdapat dua macam, yaitu: 1 validitas yang berhubungan dengan efek yang ditimbulkan atau validitas internal. 2 Validitas yang berhubungan dengan penerapan hasil eksperimen atau validitas eksternal. Berikut penjelasan dari kedua validitas diatas, yakni: 1. Validitas Internal Cook dan Campbell mengemukakan sejumlah pengganggu validitas internal yang perlu diperhatikan antara lain: 53

54 a. History adalah kejadian-kejadian khusus yang terjadi antara pengukuran pertama dan kedua yang mempengaruhi penelitian. b. Maturity adalah proses yang dialami subyek seiring berjalannya waktu, seperti lapar, haus, dan sakit. Pada penelitian ini, variabel ini sudah dikontrol melalui pemberian treatment yang dilakukan setelah istirahat. c. Testing atau pelaksanaan tes adalah pengaruh pengalaman mengerjakan preexperimental measurentment terhadap skor subyek pada posttest. Pada penelitian ini, variabel ini dikontrol melalui pemberian tes yang berbeda namun bobot soal yang diujikan tetap sama. d. Instrumentation atau alat ukur adalah perubahan hasil pengukuran akibat perubahan penerapan alat ukur, dan perubahan pengamat. Pada penelitian ini, variabel ini dikontrol dengan memberikan alat ukur dengan bobot yang sama. e. Statistical regression terjadi jika kelompok-kelompok dipilih berdasarkan skor ekstrim. f. Selection atau seleksi adalah bias yang terjadi karena perbedaan seleksi subyek pada kelompok pembanding. Pada penelitian ini, variabel ini dikontrol melalui proses matching sebelum menentukan kelompok eksperimen dan kelompok pembanding. Sehingga antara 54

55 kelompok eksperimen dan kelompok pembanding menjadi setara atau sama. g. Eksperimental mortality atau kehilangan dalam eksperimen adalah kehilangan subyek dari satu atau beberapa kelompok yang dipelajari yang terjadi selama penelitian berlansung. Pada penelitian ini, variabel ini dikontrol melalui proses matching yang berdasarkan keaktifan subyek. h. Interaksi kematangan dengan seleksi yang terjadi dalam desain quasi eksperimental, yang dalam hal ini kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tidak dipilih secara acak tetapi kelompokkelompok utuh yang ada sebelumnya. 2. Validitas Eksternal Validitas eksternal merupakan validitas yang berhubungan dengan penerapan hasil eksperimen. Menurut Cook dan Campbell pengganggu validitas eksternal diantaranya adalah: a. Interaksi seleksi dan perlakuan yang berkaitan dengan populasi yang ditargetkan. Karena itu seleksi sampel dilakukan dari populasi yang jelas. b. Interaksi kondisi dan perlakuan yang berkaitan dengan tempat kondisi subyek penelitian. c. History dan perlakuan. Penelitian eksperimen biasanya dilakukan dalam waktu yang pendek dan pada saat yang khusus sebagaimana yang dipilih oleh peneliti. 55

56 Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif eksperimen. Rancangan yang akan diterapkan dalam penelitian eksperimen adalah true experiment. Dengan desain pretest postest dengan kelompok kontrol (pretest-postest with control group). Dalam rancangan ini dilakukan randomisasi, kemudian dilakukan preetest. Setelah dilakukan preetest, langkah selanjutnya dilakukan grup matching untuk menentukan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Lalu memberikan intervensi atau perlakuan pada kelompok eksperimen. Setelah beberapa waktu, kemudian dilakukan postest pada kedua kelompok tersebut. Adapun desain eksperimen preetest-postest with control group sebagai berikut: a. Mengadakan Preetest. Maksud dari pemberian pretest adalah untuk mengetahui tentang metode storytelling dalam meningkatkan pemahaman siswa untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam pada anak sebelum diberikan intervensi. b. Memberikan Intervensi. Memberikan intervensi metode storytelling berdasarkan materi yaitu kesesuaian dalam meningkatkan pemahaman siswa untuk mata pelajaran IPA yang diberikan pada anak. c. Mengadakan postest Postest diberikan kepada siswa dengan tujuan untuk mengetahui perubahan yang dialami oleh subyek penelitian dalam hal untuk meningkatkan pemahaman siswa pada mata pelajaran IPA. Postest dilaksanakan setelah semua materi diberikan. 56

57 Rancangan pretest dan postest ini dapat digambarkan sebagai berikut: Preetest Perlakuan Posttest Kelompok Eksperimen O1 X O2 Kelompok Kontrol O1 O2 Gambar 3.1 Preetest-Postest with Control Group Adapun desain penelitian preetest-postest with control group yang akan dilaksanakan adalah sebagai berikut: a. O1: Memberikan preetest untuk mengukur pemahaman siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam sebelum diberikan perlakuan. b. X: Memberikan treatment atau intervensi yaitu dengan melakukan Storytelling (bercerita) kepada siswa yang berada dalam kelompok eksperimen. Adapun pemberian intervensi sebagai berikut: 1) Pelaksanaan intervensi dilakukan 6 kali pertemuan. Setiap pertemuan dilaksanakan dengan alokasi waktu ± 30 menit. 2) Setelah 6 kali pemberian treatment, dilakukan postest untuk kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan materi yang sama. c. O2: Memberikan postest kepada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan tujuan untuk mengukur pemahaman IPA siswa. 57

58 B. Subyek Penelitian Subyek penelitian ini adalah siswa Sekolah Dasar Wachid Hasjim 2 Menur Surabaya. Peneliti memilih sekolah ini karena sekolah tersebut adalah sekolah swasta Islam yang menjadi favorit di masyarakat sekitarnya. Hal ini ditunjukkan pada predikat sekolah tersebut dengan akreditasi A. Selain itu, di sekolah tersebut mempunyai problema yang dialami pada siswa kelas 2 SD pada mata pelajaran IPA. Karena diketehui bahwasannya siswa di kelas 2 ini mengalami kesulitan belajar untuk mata pelajaran IPA sebab sebagian besar siswa memiliki daya ingat yang rendah. Jika pelajaran IPA diajarkan secara teori, siswa akan mengalami kesulitan dalam belajar. Maka dari itu peneliti menggunakan metode storytelling untuk pada siswa kelas 2 karena mereka lebih menyukai dan tertarik dengan cerita melalui buku cerita bergambar. Karena lebih sederhana dan apa yang dipelajari lebih mudah di ingat oleh siswa. Pengambilan subyek ini, dilakukan melalui proses matching yang artinya penstaraan atau penyamaan kepada seluruh siswa kelas 2 di SD yang berjumlah 42 orang siswa. Sehingga dari proses matching ini, diperoleh 20 orang siswa yang mempunyai kriteria yang sama. Kemudian dari 20 orang siswa dibagi menjadi 2 kelompok yakni 10 orang siswa kelompok eksperimen dan 10 orang siswa kelompok kontrol. Adapun kriteria yang digunakan dalam menentukan group matching antara lain: 58

59 1. Setara antara jumlah laki-laki dan perempuan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yaitu 10 siswa perempuan dan 10 siswa laki-laki. 2. Setara untuk jumlah laki-laki dan perempuan pada setiap masing-masing kelompok, yaitu 5 siswa perempuan dan 5 siswa laki-laki. 3. Dilihat berdasarkan hasil nilai pada preetest siswa dengan kriteria nilai 50 keatas. Di bawah ini merupakan data nama siswa atau subyek penelitian, diantaranya adalah: Tabel 3.2 Data Nama Siswa Kelas 2 SD Wachid Hasjim 2 Menur Surabaya No Kelompok Eksperimen No Kelompok Kontrol 1. Eli K 1. Iqbal 2. Mirzaq 2. Dani 3. Irfan Adi Pratama 3. Durrotun Nasiha 4. Amin 4. Pungky 5. Ridwan 5. Lailatul Mukaromah 6. Duwi M 6. Devina 7. Elly B 7. Dafa Saputra 8. Ujang 8. Adib 9. Adis Dewanti 9. Zulfa 10. Mutiara 10. Nadia Zahra C. Instrumen Pengumpul Data Dalam penelitian eksperimen ini, instrument atau alat pengumpul data yang digunakan adalah tes pemahaman IPA. Dimana tes pemahaman pada mata 59

60 pelajaran IPA siswa kelas 2 SD tersebut disusun berdasarkan materi yang diajarkan. Selain itu, digunakan juga metode observasi, dimana peneliti dapat melihat secara langsung bagaimana subyek dapat berperilaku seperti yang dikehendaki atau tidak. Atau mungkin terlihat dari gejala yang timbul dari tingkah laku setelah diberikan perlakuan atau sebelumnya. Adapun prosedur pengembangan instrument pengumpul data sebagai berikut: 1. Definisi Operasional Definisi operasional adalah suatu definisi yang diberikan kepada suatu konstrak variabel dengan cara memberikan arti atau menspesifikasikan kegiatan, ataupun memberikan suatu operasional yang diperlukan untuk mengukur konstrak atau variabel tertentu. a. Pemahaman siswa adalah kecakapan yang dimiliki oleh seseorang untuk memahami seputar kehidupan hewan yang meliputi macam dan ciri-ciri hewan peliharaan, ternak, serangga, hutan, sungai, dan laut. b. Metode storytelling (bercerita) adalah suatu kisah atau penuturan yang diangkat dari pemikiran fiktif dan kisah nyata menjadi suatu alur. 2. Blue Print Di bawah ini merupakan blue print untuk pemahaman siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam untuk siswa kelas 2 SD Wachid Hasjim 2 Menur Surabaya, diantaranya adalah: 60

61 Tabel 3.3 Blue Print Pemahaman Siswa untuk Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam pada Anak Kelas 2 SD STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR INDIKATOR Aitem ( preetest ) Aitem ( postest ) MAKHLUK HIDUP (HEWAN) Mengidentifikasikan berbagai tempat hidup makhluk hidup (Air, tanah, dan tempat lainnya). 1). Macam dan ciri-ciri hewan peliharaan 2). Macam dan ciri-ciri hewan ternak 3). Macam dan ciri-ciri hewan serangga 4). Macam dan ciri-ciri hewan hutan. 5). Macam dan ciri-ciri hewan sungai. 1, 7, 13, 18 1, 2, 7, 14. 2, 8, 14 8, 17 3, 9, 15 4, 9, 11, 16 4, 10, 16 6, 12, 18, 20 5, 11, 17, 19 3, 10, 13, 19 6). Macam dan ciri-ciri hewan laut 6, 12, 20 5, 15 3. Pemberian Skor (Skoring) Cara penskoran tes pemahaman siswa pada mata pelajaran IPA ini yaitu memberikan skor 1 untuk jawaban benar dan memberikan skor 0 untuk jawaban salah. Adapun soal-soal yang digunakan untuk preetest dan postest adalah: 61

62 2) Angsa menghasilkan... bagi manusia. a. Susu b. Telur c. Kulit 3) Lebah menyukai... a Bunga b Rumput c Pohon 4) Burung yang tidur pada siang hari adalah... a. Burung Beo b. Burung hantu c. Burung pelatuk 5) Ikan bernafas dengan... a Insang b Hidung c Kulit 6) Hewan yang menyemprotkan tinta adalah... a. Gurita b. Ikan hiu c. Kuda laut 7) Makanan kelinci adalah... a Daging b Wortel c Tulang SOAL PRETEST Berilah tanda Berilah tanda silang (x) pada salah satu huruf A, B, atau C. 8) Babi memiliki... kaki 1) Kucing memiliki ekor yang... a. 2 a. Panjang b. 4 b. Bulat c. 3 c. Lebar 9) Cacing bentuknya... a Bulat b Panjang c Besar 10) Rusa... memiliki tanduk. a Jantan b Betina c Dewasa 11) Katak berjalan dengan... a Merayap b Terbang c Melompat 12) Hewan mamalia adalah... a Ikan hiu b Kuda laut c Lumba-lumba 13) Ikan mas biasa dipelihara di... a Kandang b Kolam c Sumur 14) Sapi dipelihara untuk diambil... a Susunya b Bulunya c Telurnya 15) Semut memiliki... kaki. a 2 b 4 c 6 62

63 16) Burung pelatuk sukanya bertengger di... a Pohon b Bunga c Daun 17) Bangau menggunakan... untuk mencari makan. a Paruh b Sayap c Kaki 18) Anjing adalah hewan yang... a Mengembik b Menggonggong c Mengaum 19) Hewan yang biasa berenang di sungai... a Bebek b Ayam c Kambing 20) Gambar dibawah ini adalah hewan... a Ayam b Gurita c Kuda laut 63

64 SOAL POSTEST Berilah tanda Berilah tanda silang (x) pada salah satu huruf A, B, atau C. 1) Hewan peliharaan menggonggong adalah... a. Sapi b. Kucing c. Anjing 2) Kelinci memiliki telinga... a. Lebar b. Panjang c. Pendek 3) Katak berjalan dengan... a. Melompat b. Berlari c. Terbang 4) Hewan yang berkaki enam adalah... a. Kucing b. Ikan c. Lalat 5) Yang termasuk hewan laut adalah... a. Semut b. Lumba-lumba c. Katak 6) Burung hantu mencari makan pada... a. Pagi hari b. Siang hari c. Malam hari 7) Ikan dapat berenang karena memiliki... a. Sayap b. Sisik c. Sirip 8) Ayam menghasilkan... bagi manusia. a. Tenaga b. Telur c. Susu 9) Kupu-kupu terbang dengan... a. Kaki b. Tangan c. Sayap 10) Ikan hiu hidup di... a. Pohon b. Laut c. Udara 11) Gambar disamping adalah... a. Bekicot b. Kumbang c. Laba-laba 12) Rusa jantan memiliki... a. Tanduk b. Sayap c. Taring 13) Ikan bernafas dengan... a. Hidung b. Paru-paru c. Insang 14) Hewan ternak yang dapat bertelur... a. Kucing b. Ayam c. Kelinci 64

65 15) Lumba-lumba termasuk hewan... a. Mamalia b. Bertelur c. Bersarang 16) Hewan yang menyebarkan demam berdarah adalah... a. Lalat b. Tikus c. Nyamuk 17) Kambing memakan... a. Pisang b. Rumput c. Roti 18) Ular termasuk hewan... a. Melompat b. Merayap c. Terbang 19) Ikan hidup di... a. Udara b. Air c. Pohon 20) Landak Memiliki badan... a. Berduri b. Berbulu c. Bersisik 65

Skor yang didapat adalah dengan menjumlah semua skor yang benar dibagi jumlah soal, kemudian dikalikan 100. Adapun rumusan dari cara penskoran tersebut adalah: SKOR TOTAL = Skor benar Soal x 100 D. Analisis Data Menurut Sugiyono (2010) dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data Uji peringkat bertanda Wilcoxon (Wilcoxon Signed Rank Test) untuk membandingkan dua sampel saling berhubungan apabila datanya berbentuk ordinal (berjenjang). Teknik ini merupakan penyempurnaan dari uji tanda. Kalau dalam uji tanda besarnya nilai angka antara positif dan negatif tidak diperhitungkan, tetapi dalam teknik ini diperhitungkan. Menurut Muhid (2010) rumus yang digunakan untuk uji Wilcoxon (Wilcoxon Signed Rank Test) adalah sebagai berikut: Z = n ( n + 1) T 4 n ( n + 1)( 2 n + 1) 24 Atau dengan rumus: Z = n 1 n 1 n 2 + n 2

Keterangan: n 1 = Jumlah data positif n 2 = Jumlah data negatif Untuk memudahkan perhitungan, maka seluruh perhitungan akan dilakukan dengan bantuan komputer program SPSS 16.0 for windows sehingga tidak diperlukan perbandingan antara hasil penelitian dengan tabel statistik karena dari out put komputer dapat diketahui besarnya nilai Z di akhir semua teknik statistik yang diuji.