BAB III METODE PENELITIAN
|
|
|
- Leony Sumadi
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 40 BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Desain Penelitian ini adalah pre eksperimental design, yaitu desain percobaan yang tidak mencukupi semua syarat-syarat dari suatu desain percobaan sebenarnya. pre eksperimental design terdiri dari kategori yaitu, one shot case study, one group pre test and post test design, randomized control group only design. (M. Nazir, 00: 0-1) Penelitian ini termasuk One Group Pre Test-Post Test Design, Yaitu melakukan satu kali pengukuran didepan (pre test) sebelum adanya perlakuan (treatment) dan setelah itu dilakukan pengukuran lagi (post test). Adapun desain eksperimen One Group Pre Test-Post Test Design sebagai berikut: 1. Mengadakan Pre test. Maksud dari pemberian pre test adalah untuk mengetahui konsentrasi anak ADHD sebelum diberikan intervensi.. Memberikan Intervensi. Memberikan intervensi peningkatan konsentrasi dengan penggunaan terapi bermain (meronce) yang diberikan pada anak ADHD.
2 41 Adapun pemberian intervensi sebagai berikut: a. Pelaksanaan intervensi di lakukan enam kali pertemuan selama satu bulan, dan setiap minggunya terapi bermain (meronce) diterapkan dengan dua kali pertemuan. Waktu dari setiap pertemuan adalah 0 menit, Waktu yang diambil merupakan asumsi dari peneliti sendiri, berdasarkan perlakuan peneliti dari hasil survei awal pada tugas mata kuliah pendidikan ABK (anak berkebutuhan khusus). Dengan kategori penilaian: 1) Merespon instruksi yang diminta a) Skor yaitu mampu, apabila merespon instruksi dari terapis setelah 1 kali instruksi. b) Skor yaitu cukup mampu, apabila merespon instruksi dari terapis setelah kali instruksi. c) Skor 1 yaitu kurang mampu, apabila merespon instruksi dari terapis setelah kali instruksi. ) Menyelesaikan permainan a) Skor yaitu mampu, apabila menyelesaikan permainan kurang dari 15 menit b) Skor yaitu cukup mampu, apabila menyelesaikan permainan lebih dari 15 menit. c) Skor 1 yaitu kurang mampu, apabila menyelesaikan permainan lebih dari 0 menit.
3 4 ) Perhatian tidak mudah beralih pada stimulus lain a) Skor yaitu mampu, apabila perhatiannya tidak beralih pada stimulus lain selama 45 detik. b) Skor yaitu cukup mampu, apabila perhatiannya tidak beralih pada stimulus lain selama 0 detik. c) Skor 1 yaitu kurang mampu, apabila perhatiannya tidak beralih pada stimulus lain selama 15 detik. b. Pada setiap pertemuan, terapi bermain (meronce) yang sama diberikan, diasumsikan dapat meningkatkan konsentrasi anak ADHD. Setiap anak ADHD tentu akan berbeda dalam menjalani terapi bermain bergantung pada kemampuan anak.. Mengadakan post test Post test diberikan kepada anak ADHD dengan tujuan untuk mengetahui perubahan yang dialami oleh subyek penelitian dalam hal peningkatan konsentrasi melalui terapi bermain (meronce), Post test dilaksanakan setelah intervensi diberikan pada subyek. Rancangan pretest dan posttest ini dapat digambarkan sebagai berikut: ket : Pre test Treatment Post test O1 X O O1 : Pre test X : Treatment (perlakuan) O : Post test
4 4 Adapun penjelasannya sebagai berikut: a. Memberikan O 1, yaitu pre test untuk mengukur skor peningkatan konsentrasi anak ADHD sebelum melakukan terapi bermain. b. Memberikan treatment terapi bermain (meronce) pada anak ADHD. c. Memberikan O, yaitu post test untuk mengukur skor peningkatan konsentrasi anak ADHD sesudah melakukan terapi bermain (meronce). Membandingkan O 1 dan O untuk menentukan seberapa besar perbedaan yang timbul, sebelum dan sesudah menggunakan terapi bermain untuk mengukur peningkatan konsentrasi anak ADHD. Adapun kelebihan dan kekurangan desain eksperimen (One Group Pre Test-Post Test design) menurut Nazir, yaitu: Kelebihan: karena ada pre test sebelum dikenakan perlakuan, dan adanya post test sesudah perlakuan dikenakan, maka dapat dibuat perbandingan terhadap variabel terikat dari kelompok percobaan yang sama. Sedang bias pemilihan variabel mortalitas (hilang atau mati) dapat dihilangkan dengan menjamin bahwa kedua test tersebut adalah semua unit percobaan. Kelemahan: validasi internal dirasakan kurang, hal ini dikarenakan tidak ada jaminan yang menyatakan bahwa perbedaan antara O1 dan O selalu disebabkan oleh perlakuan X (terapi bermain dengan peningkatan konsentrasi).
5 44 Desain ini juga menghasilkan error, antara lain: Efek testing: error yang disebabkan oleh karena berubahnya mood seseorang dengan adanya pemberian pre test, sehingga akan mengubah sikap atau minat dalam bermain serta dapat mempengaruhi pada post test. Jadi, perubahan ukuran pada hasil (nilai) bukan saja disebabkan oleh X tetapi juga dipengaruhi oleh O1. Pengaruh maturasi: perubahan yang terjadi atas murid karena gerakan waktu, seperti lebih dewasa, menjadi lebih berminat dan lain-lain. Error regresi: error statistik yang dapat dihindarkan jika kelompok-kelompok ekstrem dibandingkan dalam pre test dan post test.subyek dengan skor tinggi pada uji awal cenderung akan turun skornya pada uji akhir, sebaliknya subyek dengan skor rendah pada uji awal akan cenderung naik pada uji akhir. Skor tinggi atau rendah pada uji awal (pra test) dapat terjadi karena factor kebetulan saja sehingga jika terjadi perubahan skor hasil tes pada uji kedua bukan karena perubahan yang sesungguhnya tetapi adanya efek regresi statistik ini. B. Subyek Penelitian Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah anak yang mengalami gangguan ADHD (attention deficit hyperactive disorder) yang berusia 4-6 tahun yang terdiri dari 5 anak yang memperlihatkan 6 kriteria perilaku dari 9
6 45 kriteria perilaku yang ada dalam DSM IV (1994), dan perilaku tersebut tampak sebelum anak mencapai usia 7 tahun yang menyebabkan anak mengalami hambatan yang signifikan dalam kemampuan akademiknya. Adapun karakteristik anak ADHD menurut DSM IV (dalam Grant L Martin, 1998: 5) yang mengalami kesulitan konsentrasi yaitu: 1. Gagal berfokus pada hal-hal detail atau membuat kecerobohan dalam pekerjaan sekolah, pekerjaan atau kegiatan lainnya.. Kesullitan dalam mempertahankan perhatian pada tugas atau kegiatan bermain.. Tampak tidak mendengarkan kalau diajak bicara secara langsung. 4. Tidak mengikuti instruksi dan gagal menyelesaikan tugas. 5. Mengalami kesulitan mengatur tugas dan kegiatan. 6. Menghindar, tidak menyukai atau enggan terlibat dalam tugas-tugas yang menggunakan usaha mental berkelanjutan. 7. Kehilangan barang-barang yang diperlukan untuk tugas atau kegiatan. 8. Mudah tergangggu oleh stimulus-stimulus luar 9. Lupa akan kegiatan sehari-hari. Adapun karakteristik masing-masing subyek penelitian dapat dilihat pada tabel-tabel sebagai berikut: a. Subyek 1 Nama Umur Jenis kelamin : S : 5 tahun : Laki-laki
7 46 Tabel..1 Karakteristik Subyek 1 Karakteristik kurang konsentrasi Gagal berfokus pada hal-hal detail atau membuat kecerobohan dalam pekerjaan sekolah, pekerjaan atau kegiatan lainnya. Kesulitan dalam mempertahankan perhatian pada tugas atau kegiatan bermain. Tampak tidak mendengarkan kalau diajak bicara secara langsung. Tidak mengikuti instruksi dan gagal menyelesaikan tugas. Mengalami kesulitan mengatur tugas dan kegiatan. Menghindar, tidak menyukai atau enggan terlibat dalam tugas-tugas yang menggunakan usaha mental berkelanjutan. Kehilangan barang-barang yang diperlukan untuk tugas atau kegiatan. Mudah tergangggu oleh stimulus-stimulus luar. Skor Lupa akan kegiatan sehari-hari. Keterangan: Skor 1: Anak jarang memperlihatkan perilaku tersebut Skor : Anak kadang-kadang memperlihatkan perilaku tersebut Skor : Anak sering memperlihatkan perilaku tersebut b. Subyek Nama Umur Jenis kelamin : J : 5 tahun : Perempuan
8 47 Tabel.. Karakteristik Subyek Karakteristik kurang konsentrasi Gagal berfokus pada hal-hal detail atau membuat kecerobohan dalam pekerjaan sekolah, pekerjaan atau kegiatan lainnya. Kesulitan dalam mempertahankan perhatian pada tugas atau kegiatan bermain. Tampak tidak mendengarkan kalau diajak bicara secara langsung. Tidak mengikuti instruksi dan gagal menyelesaikan tugas. Mengalami kesulitan mengatur tugas dan kegiatan. Menghindar, tidak menyukai atau enggan terlibat dalam tugas-tugas yang menggunakan usaha mental berkelanjutan. Kehilangan barang-barang yang diperlukan untuk tugas atau kegiatan. Mudah tergangggu oleh stimulus-stimulus luar. Skor Lupa akan kegiatan sehari-hari. Keterangan: Skor 1: Anak jarang memperlihatkan perilaku tersebut Skor : Anak kadang-kadang memperlihatkan perilaku tersebut Skor : Anak sering memperlihatkan perilaku tersebut c. Subyek Nama Umur Jenis kelamin : N : 5 tahun : Laki-laki
9 48 Tabel.. Karakteristik Subyek Karakteristik kurang konsentrasi Gagal berfokus pada hal-hal detail atau membuat kecerobohan dalam pekerjaan sekolah, pekerjaan atau kegiatan lainnya. Kesulitan dalam mempertahankan perhatian pada tugas atau kegiatan bermain. Tampak tidak mendengarkan kalau diajak bicara secara langsung. Tidak mengikuti instruksi dan gagal menyelesaikan tugas. Mengalami kesulitan mengatur tugas dan kegiatan. Menghindar, tidak menyukai atau enggan terlibat dalam tugas-tugas yang menggunakan usaha mental berkelanjutan. Kehilangan barang-barang yang diperlukan untuk tugas atau kegiatan. Mudah tergangggu oleh stimulus-stimulus luar. Skor Lupa akan kegiatan sehari-hari. Keterangan: Skor 1: Anak jarang memperlihatkan perilaku tersebut Skor : Anak kadang-kadang memperlihatkan perilaku tersebut Skor : Anak sering memperlihatkan perilaku tersebut d. Subyek 4 Nama Umur Jenis kelamin : A : 5 tahun : Laki-laki
10 49 Tabel..4 Karakteristik Subyek 4 Karakteristik kurang konsentrasi Gagal berfokus pada hal-hal detail atau membuat kecerobohan dalam pekerjaan sekolah, pekerjaan atau kegiatan lainnya. Kesulitan dalam mempertahankan perhatian pada tugas atau kegiatan bermain. Tampak tidak mendengarkan kalau diajak bicara secara langsung. Tidak mengikuti instruksi dan gagal menyelesaikan tugas. Mengalami kesulitan mengatur tugas dan kegiatan. Menghindar, tidak menyukai atau enggan terlibat dalam tugas-tugas yang menggunakan usaha mental berkelanjutan. Kehilangan barang-barang yang diperlukan untuk tugas atau kegiatan. Mudah tergangggu oleh stimulus-stimulus luar. Skor Lupa akan kegiatan sehari-hari. Keterangan: Skor 1: Anak jarang memperlihatkan perilaku tersebut Skor : Anak kadang-kadang memperlihatkan perilaku tersebut Skor : Anak sering memperlihatkan perilaku tersebut e. Subyek 5 Nama Umur Jenis kelamin : Y : 5 tahun : Laki-laki
11 50 Tabel..5 Karakteristik Subyek 5 Karakteristik kurang konsentrasi Gagal berfokus pada hal-hal detail atau membuat kecerobohan dalam pekerjaan sekolah, pekerjaan atau kegiatan lainnya. Kesulitan dalam mempertahankan perhatian pada tugas atau kegiatan bermain. Tampak tidak mendengarkan kalau diajak bicara secara langsung. Tidak mengikuti instruksi dan gagal menyelesaikan tugas. Mengalami kesulitan mengatur tugas dan kegiatan. Menghindar, tidak menyukai atau enggan terlibat dalam tugas-tugas yang menggunakan usaha mental berkelanjutan. Kehilangan barang-barang yang diperlukan untuk tugas atau kegiatan. Mudah tergangggu oleh stimulus-stimulus luar. Skor Lupa akan kegiatan sehari-hari. Keterangan: Skor 1: Anak jarang memperlihatkan perilaku tersebut Skor : Anak kadang-kadang memperlihatkan perilaku tersebut Skor : Anak sering memperlihatkan perilaku tersebut Lokasi yang dijadikan objek penelitian tepatnya di Pusat Terapi dan Pelatihan Anak Berkebutuhan Khusus SAFIR dengan alamat jl. Kendangsari no. 8 Surabaya. Alasan mengapa peneliti memilih lokasi
12 51 tersebut untuk dijadikan objek penelitian, karena tempat tersebut merupakan lembaga pendidikan bagi anak dengan berkebutuhan khusus, khususnya ADHD di mana didalamnya anak ADHD dapat melakukan tugas-tugas perkembangan yang salah satunya adalah dengan kegiatan bermain dengan segala karakteristik yang dimilikinya. C. Instrumen penelitian Berdasarkan variabel penelitian dari landasan teori yang telah dijelaskan dan ditentukan sebelumnya maka instrumen dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Terapi bermain yang digunakan dalam penelitian ini adalah permainan meronce a. Tujuan permainan Melatih konsentrasi dan kesabaran, melatih motorik halus, melatih memegang dengan kedua tangan. b. Waktu 0 menit c. Metode yang digunakan Anak diminta untuk memasukan satu persatu manik-manik kedalam benang
13 5 d. Alat dan sarana Benang dan manik-manik e. Bentuk kegiatan Anak diminta untuk memasukan satu persatu manik-manik kedalam benang f. Evaluasi Memperhatikan perintah terapis dan melihat rentang perhatian atau konsentrasi.. Peningkatan konsentrasi Peningkatan konsentrasi sebagai variabel terikat pada penelitian ini menggunakan tiga indikator berdasarkan teori Arthur D. Anastopolus & Russell A. Berkley (199) yaitu: a. Merespon instruksi yang diminta terapis b. Menyelesaikan permainan dengan baik c. Perhatian tidak mudah beralih pada stimulus lain. Tabel..6 Blue print penilaian peningkatan konsentrasi anak ADHD Indikator 1 Merespon instruksi yang diminta terapis
14 5 Menyelesaikan permainan Perhatian tidak mudah beralih pada stimulus lain Keterangan: a. Merespon instruksi yang diminta 1) Skor yaitu mampu, apabila merespon instruksi dari terapis setelah 1 kali instruksi. ) Skor yaitu cukup mampu, apabila merespon instruksi dari terapis setelah kali instruksi. ) Skor 1 yaitu kurang mampu, apabila merespon instruksi dari terapis setelah kali instruksi. b. Menyelesaikan permainan 1) Skor yaitu mampu, apabila menyelesaikan permainan kurang dari 15 menit ) Skor yaitu cukup mampu, apabila menyelesaikan permainan lebih dari 15 menit. ) Skor 1 yaitu kurang mampu, apabila menyelesaikan permainan lebih dari 0 menit. c. Perhatian tidak mudah beralih pada stimulus lain 1) Skor yaitu mampu, apabila perhatiannya tidak beralih pada stimulus lain selama 45 detik. ) Skor yaitu cukup mampu, apabila perhatiannya tidak beralih pada stimulus lain selama 0 detik.
15 54 ) Skor 1 yaitu kurang mampu, apabila perhatiannya tidak beralih pada stimulus lain selama 15 detik. Kriteria penilaian akhir dari pada skor norma yang telah dibuat adalah sebagai beriku: Tabel..7 check list pengskoran SKOR KATEGORI 1- Tingkat konsentrasi anak, tergolong masih rendah 4-6 Tingkat konsentrasi anak, tergolong sedang 7-9 Tingkat konsentrasi anak, tergolong tinggi Untuk memperingkas pencarian data subyek, maka peneliti membuat modifikasi sebagai berikut: Tanggal: Tabel..8 check list pre test, intervensi dan post test Indikator peningkatan konsentrasi Nama Merespon instruksi yang diminta terapis Menyelesaikan permainan Perhatian tidak beralih pada stimulus lain KET
16 55 D. Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur kemampuan dan ketrampilan subyek menggunakan performance dan ability check list. Check list digunakan sebelum terapi dimulai dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan dasar subyek (pre-test). Setelah terapi diberikan. Subyek diukur kembali menggunakan check list yang sama (post-test). Pengukuran ini dimaksud untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan dari kemampuan subyek sebelum dan sesudah terapi diberikan. Metode untuk cara penskoran dalam check list didasarkan pada teori penskalaan yakni metode rating yang dijumlahkan (method of summated ratting). Dimana nama ini juga dikenal sebagai model likert. Dalam metode ini, ketegori-kategori respons akan diletakkan pada suatu kontinum. Untuk melakukan penskalaan, nilai dari performance yang diberikan, dimasukkan dalam kategori ordinal. Bentuk respon apa saja selama masuk dalam data ordinal, akan dapat disklalakan. (Azwar, 008: 1-14) Check list peningkatan konsentrasi terdiri dari tiga indicator yaitu: Merespon instruksi yang diminta terapis, menyelesaikan permainan dengan baik, perhatian tidak mudah beralih pada stimulus lain. Ada tiga bobot nilai yang diberikan untuk setiap butir check list peningkatan konsentrasi, yaitu: 1. Merespon instruksi yang diminta
17 56 a. Skor yaitu mampu, apabila merespon instruksi dari terapis setelah 1 kali instruksi. b. Skor yaitu cukup mampu, apabila merespon instruksi dari terapis setelah kali instruksi. c. Skor 1 yaitu kurang mampu, apabila merespon instruksi dari terapis setelah kali instruksi.. Menyelesaikan permainan a. Skor yaitu mampu, apabila menyelesaikan permainan kurang dari 15 menit b. Skor yaitu cukup mampu, apabila menyelesaikan permainan lebih dari 15 menit. c. Skor 1 yaitu kurang mampu, apabila menyelesaikan permainan lebih dari 0 menit.. Perhatian tidak mudah beralih pada stimulus lain a. Skor yaitu mampu, apabila perhatiannya tidak beralih pada stimulus lain selama 45 detik. b. Skor yaitu cukup mampu, apabila perhatiannya tidak beralih pada stimulus lain selama 0 detik. c. Skor 1 yaitu kurang mampu, apabila perhatiannya tidak beralih pada stimulus lain selama 15 detik.
18 57 E. Teknik Analisis Data Model analisa data yang dilakukan adalah membandingkan antara sebelum dan sesudah diberikan terapi bermain pada anak ADHD. Data yang telah diperoleh kemudian dideskripsikan dan diinterpretasikan baik dalam sisi yang sempit atau sisi yang lebih luas. Sisi yang sempit, hanya dibahas pada masalah penelitian yang akan dijawab melalui data yang diperoleh tersebut, sedang sisi yang lebih luas, interpretasinya tidak hanya menjelaskan hasil dari penelitian, tetapi juga melakukan inferensi atau generalisasi dari data yang diperoleh melalui penelitian tersebut. (Soekidjo, 010: 180). Dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data Uji peringkat bertanda Wilcoxon (Wilcoxon Signed Rank Test) untuk membandingkan dua sampel saling berhubungan apabila datanya berbentuk ordinal (berjenjang). Teknik ini merupakan penyempurnaan dari uji tanda. Kalau dalam uji tanda besarnya nilai angka antara positif dan negatif tidak diperhitungkan, tetapi dalam teknik ini diperhitungkan (Sugiyono, 010: 14) Sesuai dengan desain yang telah di kemukakan di atas dengan menggunakan One Group Pre Test-Post Test Design, maka metode analisis data menggunakan Uji Peringkat Bertanda Wilcoxon (Wilcoxon Signed Ranks Test). Dimana uji Peringkat Bertanda Wilcoxon untuk menguji hipotesis. Sebagaimana rumus berikut ini: (Muhid, 010: 04)
19 58 Z T µ T = σ T Keterangan: T = jumlah data negatif µ T = σ T = n( n +1) 4 Dengan demikian, rumus diatas dapat berubah menjadi: Z = n( n + 1) T 4 n( n + 1)(n + 1) 4 Atau dengan rumus: Z = n n 1 1 n n Keterangan: n 1 = jumlah sampel 1 n = jumlah sampel Untuk memudahkan perhitungan, maka seluruh perhitungan akan dilakukandengan bantuan komputer program SPSS 16.0 for windows sehingga tidak diperlukan perbandingan antara hasil penelitian dengan tabel statistik karena dari out put komputer dapat diketahui besarnya nilai Z di akhir semua teknik statistik yang diuji.
BAB III METODE PENELITIAN. mengetahui akibat manipulasi terhadap perilaku individu yang diamati
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Penelitian yang akan dilakukan adalah dengan menggunakan metode kuantitatif. Jenis penelitian menggunakan penelitian eksperimen dimana dalam
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dengan pendekatan quasi eksperimental design, yaitu suatu penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Rancangan penelitian eksperimen ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimental design, yaitu suatu penelitian eksperimen yang
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. adalah jenis penelitian true eksperimental dengan menggunakan pendekatan
46 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Rancangan Penelitian. Pada penelitian ini, jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah jenis penelitian true eksperimental dengan menggunakan pendekatan pretest-postest
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
44 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen. Rancangan yang akan diterapkan dalam penelitian eksperimen adalah true experiment. true experiment
BAB III METODE PENELITIAN
37 BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian ini adalah strategi umum yang di pakai dalam menggunakan data dan menganalisa data yang di gunakan untuk menjawab persoalan yang dihadapi (Arif,1982:50).
eksperimen atau validitas eksternal. penelitian.
49 internal, dan 2) validitas yang berhubungan dengan penerapan hasil eksperimen atau validitas eksternal. 1. Validitas Internal Cook dan Campbell mengemukakan sejumlah pengganggu validitas internal yang
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Deskripsi Subjek Penelitian Penelitian ini dilakukan di KB Virgo Maria 2 Bawen. Subjek penelitian dari kelompok pretest maupun posttest adalah sama karena peneliti
BAB III METODE PENELITIAN. Desain eksperimen dalam penelitian ini menggunakan desain one group pretest
79 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain eksperimen dalam penelitian ini menggunakan desain one group pretest and post-test atau dapat disebut juga penelitian pra eksperimen. ini Desain
BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan Pretest-posttest control group design. Rancangan penelitian ini
BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Desain Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan pendekatan Pretest-posttest control group design. Rancangan penelitian ini menggunakan
METODE PENELITIAN. ini adalah pada semester genap tahun pelajaran 2014/2015. eksperimental atau eksperimen semu. Penelitian quasi eksperimental dapat
III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Bandar Lampung. Waktu penelitian ini adalah pada semester genap tahun pelajaran 2014/2015. B. Metode Penelitian
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 9 Metro. Waktu penelitian ini adalah pada tahun pelajaran 2014/2015. B. Metode Penelitian Metode penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian merupakan hal yang penting dalam suatu penelitian. Dalam metode penelitian dijelaskan tentang urutan suatu penelitian yang dilakukan yaitu dengan teknik dan
III. METODOLOGI PENELITIAN
46 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Metodelogi Penelitian Metode penelitian merupakan hal yang penting dalam suatu penelitian. Dalam metode penelitian dijelaskan tentang urutan suatu penelitian yang dilakukan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Desain Penelitian Pada penelitian ini peneliti menggunakan metode eksperimen. Metode
22 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Pada penelitian ini peneliti menggunakan metode eksperimen. Metode eksperimen memiliki beberapa macam jenisnya, dan jenis eksperimen yang digunakan
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Telaga Kabupaten Gorontalo tepatnya pada
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Pelaksanaan 3.1.1 Tempat Pelaksanaan Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Telaga Kabupaten Gorontalo tepatnya pada siswa kelas X. pemilihan sekolah
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh media permainan ular tangga terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA konsep daur air. Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian ini dilakukan di SLB Negeri Purwakarta yang berlokasi di Jl. Veteran Gg. Beringin No 2 Purwakarta. Peneliti mengambil
BAB III METODELOGI PENELITIAN. pada semester genap tahun pelajaran 2014/2015.
BAB III METODELOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 3 Kotabumi. Waktu penelitian adalah pada semester genap tahun pelajaran 2014/2015. B. Metode Penelitian
III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini akan dilakukan di SMP Negeri 1 Punggur Lampung Tengah dan
49 III. METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini akan dilakukan di SMP Negeri 1 Punggur Lampung Tengah dan waktu pelaksanaan penelitiannya pada tahun pelajaran 2013/2014. B. Metode
BAB III METODE PENELITIAN. relevan dapat dikendalikan dan dimanipulasi. dengan hasil Pre-test skala kecemasan komunikasi interpersonal sangat tinggi,
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian eksperimen semu. Menurut Azwar (2000) penelitian eksperimental ini meniru kondisi penelitian eksperimental murni
BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian eksperimen semu. Menurut
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian eksperimen semu. Menurut Azwar (2000) penelitian eksperimental ini meniru kondisi penelitian eksperimental murni
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian 1. Pendekatan Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Menurut Sugiyono (2007 : 13) data penelitian pada pendekatan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. diperoleh akan diolah dengan menggunakan teknik kuantitatif yaitu
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif, dimana data-data yang diperoleh akan diolah dengan menggunakan teknik kuantitatif yaitu pengolahan data
III. METODE PENELITIAN
III. METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di TK At-Taqwa Bandar Jaya Barat dan dilaksanakan pada tahun ajaran 2014/2015. B. Metode Penelitian Ciri dalam sebuah kegiatan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian dilaksanakan di SD Negeri 2 Sukakerta Kecamatan Panumbangan Kabupaten Ciamis. Peneliti memilih SD Negeri
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan quasi eksperimental design dengan
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan quasi eksperimental design dengan menggunakan rancangan two group pretest-post test with control group design. Observasi dilakukan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Anak adalah individu yang masih bergantung pada orang dewasa dan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Anak adalah individu yang masih bergantung pada orang dewasa dan lingkungannya, artinya membutuhkan lingkungan yang dapat memfasilitasi dalam memenuhi kebutuhan
BAB III METODE PENELITIAN. dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari
33 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan jenis kuantitatif. Sesuai dengan namanya, banyak dituntut menggunakan angka,
Hipotesis. 1. Jawaban sementara dari pertanyaan penelitian 2. Menunjukkan hubungan antara variabel yg terukur 3. Harus dibuktikan dng metode statistik
Tinjauan Pustaka 1. Bertujuan untuk mendukung permasalahan yg diungkapkan 2. Digunakan sbg acuan untuk menghasilkan teori 3. Digunakan untuk mendukung pembahasan 4. Digunakan untuk mendukung pembuatan
BAB III METODELOGI PENELITIAN. menggunakan desain Pretest-Posttest Control Group Design. Eksperimen semu
BAB III METODELOGI PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian Eksperimen Semu dengan menggunakan desain Pretest-Posttest Control Group Design. Eksperimen semu sebagai sebuah
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat Dan Waktu Penelitian 1. Tempat Tempat penelitian merupakan lokasi yang dijadikan penelitian untuk mendapatkan data yang di butuhkan. Penelitian ini dilakukan di SLB
BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi eksperimen). Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Pendekatan Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi eksperimen). Penelitian eksperimen
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian eksperimen yang digunakan adalah eksperimen semu. Penelitian eksperimental ini meniru kondisi penelitian eksperimental murni semirip mungkin,
BAB III METODE PENELITIAN. A. Desain Penelitian. Kemudian mendeskripsikan secara sistematis sifat-sifat atau gejala-gejala dari
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan teknik komparatif. Penelitian dengan teknik komparatif yakni jenis penelitian yang bertujuan membandingkannya dengan melihat persamaan
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian pra eksperimental yaitu jenis penelitian yang belum merupakan eksperimen sungguh-sungguh karena masih terdapat variabel
BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian memegang peranan penting dalam suatu penelitian, karena
BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian memegang peranan penting dalam suatu penelitian, karena salah satu ciri dari penelitian adalah terdapatnya suatu metode yang tepat dan sistematis sebagai penentu
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. semu (quasi experimental) dengan disain nonequivalent control group design.
66 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Metode dan Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen semu (quasi experimental) dengan disain nonequivalent control group
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk eksperimen semu. Menurut Danim (2004), penelitian eksperimen dapat diartikan sebagai sebuah studi yang objektif,
BAB III METODE PENELITIAN. Jenis Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen. Penulisan
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen. Penulisan eksperimen sangat sesuai untuk menguji hipotesis tertentu. Penelitian eksperimen yang digunakan
METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Bandar
22 III. METODE PENELITIAN A. Populasi Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2012/2013 sebanyak 8 kelas dengan jumlah 192 siswa. B.
BAB III METODE PENELITIAN. A. Desain Penelitian. memperoleh jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan penelitiannya.
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain Penelitian adalah rencana atau strategi yang digunakan untuk menjawab masalah penelitian (Seniati, dkk, 2011). Kerlinger (2000) menambahkan bahwa desain
III. METODOLOGI PENELITIAN. Metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan
III. METODOLOGI PENELITIAN Metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu, serta hal yang penting dalam suatu penelitian. Metode penelitian menjelaskan
Tabel 3.1 Desain Eksperimen Pretest-Postest Control Group Design R Q1 X Q2 R Q3 Q4
27 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian dan Desain Penelitian 3.1.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Menurut Sugiyono (2010)
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Riyanti (1996: 28) menjelaskan bahwa penelitian eksperimen merupakan penelitian yang
PENGARUH AKTIVITAS BERMAIN BOLA TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR PADA TODDLER DI PAUD TUNAS CENDIKIA KEJAPANAN GEMPOL PASURUAN.
PENGARUH AKTIVITAS BERMAIN BOLA TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR PADA TODDLER DI PAUD TUNAS CENDIKIA KEJAPANAN GEMPOL PASURUAN Ika Indrawati *) Abstrak Penelitian ini menggunakan desain penelitian pra-eksperimen
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan quasi eksperimental design dengan
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan quasi eksperimental design dengan menggunakan rancangan two group pretest-posttest with control group design. Observasi dilakukan
Experimental Design. Tjipto Juwono, Ph.D. March TJ (SU) Experimental Design March / 22
Experimental Design Tjipto Juwono, Ph.D. March 2017 TJ (SU) Experimental Design March 2017 1 / 22 Experimental Design Mengapa? Peneliti perlu mendesain risetnya supaya semua variabel (bebas, independen,
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian 1. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen kuasi. Metode eksperimen kuasi digunakan untuk mengetahui
BAB III METODE PENELITIAN. eksperimen semu (quasi experiment). Sugiyono (2010:114) mengemukakan
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan eksperimen semu (quasi experiment). Sugiyono (2010:114) mengemukakan penelitian eksperimen
BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian eksperimen. Menurut Hadari Nawawi (007: 88), metode eksperimen adalah prosedur
BAB III METODE PENELITIAN. A. Lokasi, subjek, populasi, dan sampel penelitian. Penelitian ini dilakukan di TKIT An-Nur yang beralamat di TKIT AN-
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, subjek, populasi, dan sampel penelitian Penelitian ini dilakukan di TKIT An-Nur yang beralamat di TKIT AN- NUR Desa Kertawinangun, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka.
PENELITIAN EKSPERIMEN
PENELITIAN EKSPERIMEN A. Pengertian Penelitian Eksperimen Penelitian eksperimen menurut Faisal (1982: 76) merupakan suatu metode yang sistematis dan logis untuk menjawab pertanyaan : Jika sesuatu dilakukan
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
31 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Rancangan yang digunakan peneliti adalah rancangan true-experimental dengan
BAB III METODE PENELITIAN
26 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Lokasi Penelitian 3.1.1 Jenis Penelitian Arikunto (2013: 207) menyatakan penelitian eksperimen merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengetahu ada tidaknya
JURNAL. Oleh: NAMA : FRIGE ARDINATA EKA PUTRA SISWANTO NPM :
JURNAL UPAYA MENINGKATKAN PERCAYA DIRI SISWA MELALUI BIMBINGAN KELOMPOK METODE PSIKODRAMA KELAS VII-E DI SMP PAWYATAN DAHA 1 KEDIRI TAHUN PELAJARAN 2015/2016 EFFORTS TO IMPROVE THE CONFIDENCE DISWA THROUGHT
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian dan Desain Penelitian Penelitian yang digunakan oleh peneliti yaitu penelitian eksperimen semu (quasi eksperimental). Sugiyono (2010) menyatakan, bahwa eksperimen
BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel Penelitian. 1. Variabel tergantung : Kecemasan menghadapi persalinan pertama
BAB III METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Penelitian 1. Variabel tergantung : Kecemasan menghadapi persalinan pertama 2. Variabel bebas : Terapi Tadabbur Al-quran B. Definisi Operasional 1. Kecemasan
BAB III METODE PENELITIAN
20 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di SDN 2 Cintaraja Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya. Terdapat beberapa alasan
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen (quasi experimental
BAB III METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen (quasi experimental research). Desain Penelitian eksperimen ini menggunakan desain "pre test-post test control group design
BAB III METODE PENELITIAN. (quasi experimental design). Penelitian eksperimental ini meniru kondisi
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian eksperimen semu (quasi experimental design). Penelitian eksperimental ini meniru kondisi penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Lokasi Penelitian 3.1.1 Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen, yaitu jenis Quasi Experimental Design. Desain ini mempunyai kelompok kontrol,
BAB III METODE PENELITIAN. penelitian kuantitatif. Menurut Sugiyono (2013: 107) metode penelitian
A. Jenis dan Desain Penelitian BAB III METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan pendekatan penelitian kuantitatif. Menurut Sugiyono (2013: 107) metode penelitian eksperimen
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting dan Karakteristik Subyek Penelitian Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan di SDN Candirejo 02 Tuntang yang terletak di Jl.Mertokusuma 32, Kelurahan Candirejo, Kecamatan
Penelitian Eksperimental
Penelitian Eksperimental a. Pengertian Penelitian Eksperimental Desain penelitian adalah rencana atau strategi yang digunakan untuk menjawab masalah penelitian (menguji hipotesis) dan mengontrol variabel
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian merupakan langkah-langkah atau metode ilmiah yang
A. Rancangan Penelitian BAB III METODOLOGI PENELITIAN Penelitian merupakan langkah-langkah atau metode ilmiah yang mengikuti aturan atau prosedur tertentu. Ruseffendi mengemukakan bahwa: Penelitian adalah
BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Dalam peneltian ini digunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan
101 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Pendekatan dan Desain Penelitian 1. Pendekatan Penelitian Dalam peneltian ini digunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif mengutamakan objektivitas disain
BAB 3 METODE PENELITIAN
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Lokasi Penelitian 3.1.1 Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen1, yaitu jenis Quasi Experimental Design. Desain ini mempunyai kelompok eksperimen2,
BAB III METODE PENELITIAN
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan model penelitian eksperimen semu yaitu dengan pemasangan subyek melalui tes awal dan tes akhir dan kelompok kontrol (Ardhana 2008).
BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Tempat yang digunakan untuk memperoleh data, informasi keterangan serta hal-hal lain yang dibutuhkan dalam pelaksanaan penelitian
III METODE PENELITIAN. digunakan adalah eksperimen semu. Eksperimen semu dilakukan karena keadaan
24 III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Penelitian ini menyangkut perilaku manusia, dimana variabel yang dapat diteliti
BAB III METODE PENELITIAN. peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono,
25 BAB III METODE PENELITIAN A. Variabel Penelitian Variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti
