RISET AKUNTANSI. Materi RISET AKUNTANSI

dokumen-dokumen yang mirip
Teknik Sampling. Materi ke 4 Statistika I. Kelas 2 EB, EA dan DD Semester PTA 2007/2008

Mengapa Kita Perlu Melakukan Sampling?

POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN. MYRNA SUKMARATRI

Sampel: harus memenuhi persyaratan

BAB 5 PENENTUAN POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN. Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau

POPULASI DAN SAMPEL. Metodologi Penelitian Pendidikan

Metoda Penelitian TEKNIK SAMPLING

5/2/2017. Pertemuan 7 POPULASI DAN SAMPEL ALUR PEMIKIRAN POPULASI DAN SAMPEL SUBJEK, OBJEK DAN RESPONDEN PENELITIAN POPULASI SAMPEL

Metode Penelitian Bisnis

METODOLOGI PENELITIAN BISNIS

ALUR KERJA DENGAN SAMPLE SAMPEL POPULASI TEMUAN

SAMPEL PENELITIAN DOSEN : DIANA MA RIFAH. dmarifah.wordpress.com

kelemahan: membutuhkan banyak sumber daya (biaya, tenaga, waktu). tidak ada jaminan bahwa semua anggota populasi dapat didata/dilacak di lapangan.

ALUR PEMIKIRAN POPULASI DAN SAMPEL

6.5 Pertimbangan penentuan ukuran sampel

METODE SAMPLING. Met. Sampling-T.Parulian

PERTEMUAN 10 PERANCANGAN SAMPEL DAN PENGUMPULAN DATA

POPULASI, SAMPEL, METODE SAMPLING. Musafaah, SKM, MKM

Pemilihan Data (Sampel) Penelitian

TEKNIK SAMPLING MODUL: 7

TEKNIK SAMPLING MAKNA POPULASI DAN SAMPEL. Item-item Penting yang Perlu Dikemukakan di Dalam Proposal/Skripsi

POPULASI DAN SAMPEL. WAHYU HIDAYAT, M.Pd

Minggu 11. Pengambilan Sampel. Metode Penelitian. By : Dra. Ai Lili Yuliati, MM

Prof. Dr. Ir. Zulkifli Alamsyah, M.Sc. Program Studi Agribisnis UNIVERSITAS JAMBI

PERTEMUAN 6 TEKNIK SAMPLING METODE PENELITIAN SOSIAL ANDRI HELMI M, SE., MM.

7. TEKNIK SAMPLING ANDRI HELMI M, SE., MM METODE SOSIAL KUANTITATIF

POPULASI DAN SAMPEL. Gambar 1 POPULASI dan SAMPEL

Teknik Pengambilan Sampel. Dewi Gayatri

POPULASI DAN SAMPEL POPULASI

MODUL I PENARIKAN SAMPEL

Teknik Pengambilan Sampel. Khaola Rachma Adzima FKIP-PGSD Universitas Esa Unggul

Muhammad Arif Rahman

Teknik Sampling. Hipotesis. Populasi: parameter. Inferensial. Sampel:statistik Diolah di analisis

Populasi dan Sampel. Capaian Pembelajaran Mahasiswa mampu memahami populasi dan sampel dalam penelitian pendidikan. Indikator. Populasi dan Sampel

POPULASI DAN SAMPEL Apakah populasi? Populasi diartikan sebagai sekumpulan unsur atau elemen yang menjadi obyek penelitian. Elemen populasi ini biasan

Metode Sampling 6.1. Debrina Puspita Andriani /

PEMILIHAN DATA (SAMPEL) PENELITIAN PERTEMUAN KE 5

Tipe Contoh/Sample yang Digunakan

Desain Sampling. Alasan Menggunakan Sampel. yang terlewati. efesien. penelitian populasi dapat bersifat. merusak. dengan populasi

BAB IV PEMILIHAN DATA (SAMPEL) PENELITIAN

Statistik pendidikan : kumpulan keterangan yg berwujud angka, yg berkaitan dgn bd pendidikan (proses pembelajaran). Contoh: analisa hasil eksperimen

Selamat membaca, mempelajari dan memahami

TEKNIK SAMPLING. By: ULFA LU LUILMAKNUN ( ) FATYA AZIZAH ( ) KHOMARUDIN FAHUZAN ( )

TEKNIK SAMPLING. Oleh: Rofi Amiyani ( )

Tahap Pemilihan Sampel

Oleh: Nur Azizah (NIM )

BAB III POPULASI, SAMPEL DAN TEHNIK SAMPLING

METODE DAN DISTRIBUSI SAMPLING. Oleh : Riandy Syarif

Definisi Populasi: Keseluruhan wilayah subjek penelitian Meliputi jumlah, karakteristik/sifat yang dimiliki oleh subyek atau obyek yang diteliti

Populasi Mahasiswa Matematika, FMIPA, UNY Populasi Mahasiswa Matematika Angkatan 2016, FMIPA, UNY

Sistem Informasi [Kode Kelas]

TEKNIK SAMPLING DALAM PENELITIAN Oleh: Triyono 1

Dengan pengukuran dapat dihitung pengaruh variabel satu terhadap yang lain. Fungsi :

RANDOM SAMPLING SEDERHANA

tedi last 11/16 Populasi Sasaran Sampling Desain Sampling Ukuran Sampel

Mata Kuliah - Markom Industry Analysis- Modul ke:

M E T O D E P E N G A M B I L A N C O N T O H R A M D A N B U D I A W A N E 5 0

Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, SE., M.MA., MA.

Bambang Avip Priatna Martadiputra

Populasi dan Sampel Penelitian. Mayang Adelia Puspita, SP, MP

TEKNIK SAMPLING A. Populasi dan Sampel 1. Pengertian Populasi dan Sampel 2. Keuntungan Penelitian Menggunakan Sampel

TEKNIK SAMPLING. METODE TIDAK ACAK (unprobability sampling)

1 Populasi dan Sampel

Bab III Populasi dan Sampel

METODE PENARIKAN SAMPEL

SUBYEK PENELITIAN RESPONDEN PENELITIAN SUMBER DATA

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL INSPEKTORAT JENDERAL DIKLAT METODOLOGI PENELITIAN SOSIAL PARUNG BOGOR, MEI 2005 TEKNIK SAMPLING

TEKNIK PENARIKAN SAMPEL

KLASIFIKASI SAMPLING ATRIBUT VARIABEL. kualitatif (dihitung) peta p np. kuantitatif (diukur) peta X - R. 1. Cara Pemeriksaan Karakteristik

Sampling. Non-Probability. Sampling. Definisi Sampling. Jurusan Matematika Universitas Negeri Jakarta

BAB II KAJIAN PUSTAKA

Bermaksud membuktikan suatu hipotesa

Teknik Pengambilan Sampel

METODE PENELITIAN. Pertemuan 7 TAHAPAN PENELITIAN SAMPLING (Bagian 2) Disarikan dari berbagai sumber yg relevan

BAB I. Pengertian Dasar dalam Statistika. A. Statistika, Statistik, Statistika Deskriptif

METODOLOGI PENELITIAN 10FEB. Modul ke: Sampling. Fakultas. AFRIZON, SE, M.Si, AK. Program Studi AKUNTANSI

Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, SE., M.MA., MA.

Unsur-unsur Metodologi Penelitian

Teknik Sampling. Hipotesis Tesis. Populasi: parameter. Inferensial. Sampel:statistik Diolah di analisis

PENGERTIAN POPULASI DAN SAMPEL

Oleh: Herien Puspitawati Tin Herawati

PROGRAM PASCASARJANA MAGISTER MANAJEMEN STIE KEBANGSAAN

MENGAPA PERLU SAMPLING

(ESTIMASI/ PENAKSIRAN)

BAB III METODOLOGI POLLING

Non-Probability Sampling. Pertemuan X

Hanif Fakhrurroja, MT

STK 511 Analisis statistika. Materi 4 Sebaran Penarikan Contoh

SAMPLING 1). PENGUMPULAN DATA

BAB IX BAGAIMANA MENENTUKAN UKURAN SAMPEL DAN TEKNIK SAMPLING?

BAB 3 METODOLOGI. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian

PENGUMPULAN DATA. S0192 Metode Penelitian dan Penulisan Telnik Sipil PERTEMUAN : 8

BAB 5 METODE DAN TEKNIK PEMILIHAN DATA

Oleh. Ig. Dodiet Aditya Setyawan, SKM aditya12setyawan.gmail.com site :

R. Fenny Syafariani, S.Si, M.Stat

Oleh. Ig. Dodiet Aditya Setyawan, SKM aditya12setyawan.gmail.com Blog :

Konsep Dasar Populasi & Sampel - 2

TEKNIK SAMPLING PENELITIAN KEBIJAKAN

METODE UBINAN PADI JAJAR LEGOWO

PUPOLASI & SAMPEL BAGIAN 2. Prepared By : Dr. Mustakim, MM.

Transkripsi:

RISET AKUNTANSI Materi RISET AKUNTANSI Dr. Kartika Sari U niversitas G unadarma Materi 5-1 Satuan Acara Perkuliahan 1. Riset Ilmiah 2. Metode dan Desain Riset 3. Topologi Data 4. Teknik Sampling 5. Metode dan Instrumen Pengumpulan Data 6. Alat-Alat Analisis Akuntansi 7. Alat Analisis Statistik untuk Metode Riset Akuntansi 8. Cara Mengolah Data Reset dan Menyajikan Hasil Reset 9. Bahasan Kasus Materi 5-2 1

4. Teknik Sampling Dasar Pemikiran Ukuran Sample Teknik Pengambilan Sample Kekeliruan Sample Tugas Melakukan Sampling Data yang Akan Dikumpulkan Materi 5-3 POPULASI Populasi kelompok keseluruhan orang, peristiwa atau sesuatu yang ingin diselidiki oleh peneliti Populasi sasaran Tujuan utama penarikan sampel adalah untuk memperoleh informasi tentang populasi, oleh karena itu sejak awal perlu mengidentifikasi populasi secara tepat dan akurat Materi 5-4 2

Contoh : populasi sasaran untuk penelitian persepsi akuntan adalah para akuntan. Populasi sasaran untuk calon mahasiswa potensial adalah siswa SMU dll Elemen suatu anggota tunggal dari populasi / setiap satuan populasi Jika terdapat 200 penumpang pesawat dalam suatu penerbangan, maka setiap penumpang pesawat tersebut merupakan elemen dari populasi. Materi 5-5 SAMPEL Sampel adalah beberapa anggota atau suatu bagian (subset) dari populasi. Hal ini mencakup sejumlah anggota yang dipilih dari populasi. Sehingga sebagaian elemen dari populasi merupakan sampel. Sampel /contoh adalah penting dalam penelitian, berkaitan dengan kredibilitas dan mutu penelitian serta biaya penelitian yang harus di bayar. Materi 5-6 3

Mengapa Perlu Sampel Mengapa dalam penelitian digunakan sampel (contoh) dan apakah sampel dapat dikatakan mewakili seluruh populasi? Alasan diperlukannya sampel dalam penelitian : Seluruh Populasi Teknik sensus membutuhkan biaya yang sangat besar/mahal (tenaga pencacah dan waktu yang lama). Teknik sensus tidak luwes dan tidak praktis untuk pengambilan keputusan terbatas. Materi 5-7 Contoh: Penelitian dengan populasi : Nasabah Bank ABC Pelanggan di Pulau Jawa Mahasiswa Universitas Gunadarma Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma Materi 5-8 4

Syarat Sampel yang baik Akurasi atau ketepatan, yaitu tingkat ketidakadaan bias (kekeliruan) dalam sample atau dengan kata lain makin sedikit tingkat kekeliruan yang ada dalam sampel, makin akurat sampel tersebut. Derajat kepercayaan atau ketelitian pengambilan sebuah sampel Agar sampel dapat memprediksi dengan baik populasi, sampel harus mempunyai selengkap mungkin karakteristik populasi (Nan Lin, 1976). Materi 5-9 Syarat Presisi mengacu pada persoalan sedekat mana estimasi kita dengan karakteristik populasi. Presisi diukur oleh simpangan baku (standard error). Makin kecil perbedaan di antara simpangan baku yang diperoleh dari sampel (S) dengan simpangan baku dari populasi (s), makin tinggi pula tingkat presisinya. Materi 5-10 5

18/03/2014 SAMPLING Sampling adalah proses memilih suatu jumlah unsur populasi yang mencukupi dari populasi, sehingga dengan mempelajari sampel dan memahami karakteristiknya memungkinkan untuk untuk menggeneralisasikan karakteristik tersebut pada seluruh anggota populasi Materi 5-11 Kategori Sampling Simple random sampling systematic sampling Probalility sampling stratified random sampling cluster sampling area sampling Sampling duble sampling convenience sampling Nonprobalility sampling judgement sampling quota sampling snowball sampling. Materi 5-12 6

Probability Sampling Probability sampling yaitu proses pengambilan sampel yang menjamin adanya peluang bahwa setiap unsur populasi dipilih sebagai anggota sampel atau setiap anggota populasi memiliki peluang sama dipilih menjadi sampel. Dengan kata lain, semua anggota tunggal dari populasi memiliki peluang tidak nol. Teknik ini melibatkan pengambilan acak (dikocok) dari suatu populasi. Materi 5-13 Non Probability Sampling Non Probability Sampling yaitu proses pengambilan sampel yang tidak menjamin adanya peluang bahwa setiap unsur populasi dipilih sebagai anggota sampel Teknik non-probability sampling bahwa setiap anggota populasi memiliki peluang nol. Artinya, pengambilan sampel didasarkan kriteria tertentu seperti judgment, status, kuantitas, kesukarelaan dan sebagainya. Materi 5-14 7

Simple Random Sampling Sampling Acak Sederhana (simple random sampling) Random sampling adalah metode paling dekat dengan definisi probability sampling. Pengambilan sampel dari populiasi secara acak berdasarkan frekuensi probabilitas semua anggota populasi Materi 5-15 Systematic Random Sampling Sampling Acak Sistematis (systematic random sampling) Pengambilan sampel melibatkan aturan populasi dalam urutan sistematika tertentu. Probabilitas pengambilan sampel tidak sama terlepas dari kesamaan frekuensi setiap anggota populasi. C:/ Akan diambil sample 35 dari 260 populasi rumah, maka bisa diambil tiap 7 no populasi (misal no 7,14, 21, 28 dst) Materi 5-16 8

Stratified Sampling Sampling Stratifikasi (stratified sampling), Populasi dibagi ke dalam kelompok strata dan kemudian mengambil sampel dari tiap kelompok tergantung kriteria yang ditetapkan. Misalnya, populasi dibagi ke dalam anak-anak dan orang tua kemudian memilih masing-masing wakil dari keduanya. Materi 5-17 c/: Menstratakan konsumen berdasarkan taraf hidup, pendapatan. Menstratakan kelompok karyawan TK Pekerjaan Jumlah Elemen Sample proporsional 20% Man. Puncak 10 2 Man. Menengah 30 6 Man. Bawah 50 10 Supervisor 100 20 Staff 500 100 Sekretaris 20 4 Materi 5-18 9

Cluster Sampling Sampling Rumpun (Cluster Sampling) Populasi dibagi ke dalam kelompok kewilayahan kemudian memilih wakil tiap-tiap kelompok. Misalnya, populasi adalah Jawa Tengah kemudian sampel diambil dari tiap-tiap kabupaten. Bisa juga batas-batas gunung, pulau dan sebagainya. Sampel nya masih heterogen Materi 5-19 c/: Melakukan survei nasional mengenai rata-rata deposito bank per bulan, pengambilan sample klaster akan digunakan untuk memilih lokasi geografis kota. Materi 5-20 10

Area & Dobel Sampling Area sampling Pengambilan sampel klaster geografis, dimana populasi dalam dalam area geografis yang dapat diidentifikasi Doble sampling Pengambilan sampel dimana awalnya sampel dalam penelitian untuk mengumpulkan sebuah informasi pendahuluan. Responden di wawancara kembali dan diberikan pertanyaan tambahan Materi 5-21 Convenience Sampling convenience sampling, Jenis sampel ini sangat baik jika dimanfaatkan untuk penelitian penjajakan, yang kemudian diikuti oleh penelitian lanjutan yang sampelnya diambil secara acak (random). Beberapa kasus penelitian yang menggunakan jenis sampel ini, hasilnya ternyata kurang obyektif Materi 5-22 11

Purposive Sampling Sampling Purposive (Purposive or Judgemental Sampling) Pengambilan sampel berdasarkan seleksi khusus. Peneliti membuat kriteria tertentu siapa yang dijadikan sebagai informan. Misalnya, Anda meneliti kriminalitas di Kota Semarang, maka Anda mengambil informan yaitu Kapolresta Semarang, seorang pelaku kriminal dan seorang korban kriminal. Materi 5-23 Quota Sampling Sampling Kuota (Quota Sampling) Mirip stratified sampling yaitu berdasarkan proporsi ciriciri tertentu untuk menghindari bias. Teknik sampel ini adalah bentuk dari sampel distratifikasikan secara proposional, namun tidak dipilih acak melainkan secara kebetulan saja. Misalnya, jumlah sampel laki-laki 50 orang maka sampel perempuan juga 50 orang. Materi 5-24 12

Snowball Sampling Sampling Snowball (Snowball Sampling) Pengambilan sampel berdasarkan penelusuran sampel sebelumnya. Cara ini banyak dipakai ketika peneliti tidak banyak tahu tentang populasi penelitiannya. Dia hanya tahu satu atau dua orang yang berdasarkan penilaiannya bisa dijadikan sampel. Karena peneliti menginginkan lebih banyak lagi, lalu diaminta kepada sampel pertama untuk menunjukan orang lain yang kira-kira bisa dijadikan sampel Materi 5-25 Ketelitian & Keyakinan Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengambilan sampel selain metode pengambilan sampel di atas adalah - tingkat ketepatan (precision) - tingkat kepercayaan (confidence) Ketelitian (precision) mengacu pada seberapa dekat estimasi peneliti berdasarkan sampel yang terpilih terhadap karakteristik yang sebenarmya dari populasi. Materi 5-26 13

C:/ Dalam suatu penelitian sampel acak sederhana sebanyak 50 dari 300 karyawan, kita menemukn bahwa rata-rata produksi harian per orang adalah 50 satuan produksi (Ẋ=50). Kita bisa memberikan taksiran interval ( = 50 ± 10) atau ( = 50 ± 5). Semakin sempit interval semakin besar ketelitian. Materi 5-27 Keyakinan Keyakinan (confidence) menunjukkan seberapa yakin bahwa taksiran kita akan benar berlaku bagi populasi (Confidence level) : derajat kepercayaan atau ketelitian pengambilan sebuah sampel. Confidence level 95%-99%. Semakin tinggi Condidence level semakin dapat dipercaya data tersebut. (100 - CL = 1%-5%) adalah persen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang masih dapat ditolelir. Materi 5-28 14

Confidence Level (CL) Confidence level : derajat kepercayaan atau ketelitian pengambilan sebuah sampel. Semakin tinggi Confidence level semakin dapat dipercaya data tersebut. Confidence level 95%-99%. (100 - CL = 1%-5%) adalah persen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang masih dapat ditolelir. Materi 5-29 Ukuran Sampel Slovin Ukuran sampel dapat pula ditentukan dengan menggunakan rumus slovin (1960) yang dikutip sevilla (1994) sbb: N n 2 Ket : 1 N.e n = ukuran sampel N = ukuran populasi e = persen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang masih dapat ditolelir atau diinginkan, misalnya 2% Materi 5-30 15

Contoh: Jumlah elemen dalam populasi adalah 8000. Apabila Confidence Level (CL) 98%, maka sampel yang harus diambil = 1905. Apabila CL diturunkan menjadi 95%, maka jumlah sampelnya = 380.9 dst. Semakin tinggi CL semakin besar sampelnya, semakin rendah CL semakin sedikit sampelnya. Materi 5-31 Ukuran Sampel Roscoe Dalam menentukan ukuran/jumlah sampel juga perlu memperhatikan pedoman kasar yang dikemukakan oleh Roscoe dalam Sekaran (2000), yaitu: Jumlah sampel yang paling sesuai untuk hampir semua penelitian adalah 30 < n < 500 Apabila sampel dibagi ke dalam beberapa subsampel (laki-laki/perempuan, senior/yunior) jumlah sampel minimum untuk tiap kategori adalah 30 Materi 5-32 16

Dalam penelitian multivariate(multiple regression analysis) jumlah sampel harus beberapa kali (sekitar 10 kali atau lebih) lipat dari jumlah variabel dalam penelitian. Untuk penelitian eksperimen yang sederhana dengan pengendalian ekperimental yang ketat, penelitian yang baik dapat dilakukan dengan menggunakan sampel sekitar 10 sampai 20. Materi 5-33 Kesalahan Sampling 1. Kekeliruan sampling Terjadinya kekeliruan pada saat menelaah sampel, misalnya dalam menentukan jumlah sampel yang harus diambil 2. Kekeliruan Tak sampling Kekeliruan jenis ini sering timbul dalam suatu riset antara lain karena populasi yang tidak jelas, pertanyaanpertanyaan yang tidak tepat dan obyek yang diteliti ternyata tidak seluruhnya didapat. Materi 5-34 17

SEKIAN U niversitas G unadarma Materi 5-35 18