KONSEP DASAR PENGUKRAN. Primary sensing element Variable conversion element Data presentation element

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDULUAN 1.1 Pengertian Digital

Pertemuan ke-5 Sensor : Bagian 1. Afif Rakhman, S.Si., M.T. Drs. Suparwoto, M.Si. Geofisika - UGM

FISIKA 1 PENGUKURAN :: BESARAN DAN SATUAN

Peralatan Elektronika

BAB II TINJAUAN TEORITIS

PENGUKURAN TEKNIK TM3213

BAB II LANDASAN TEORI

Instrument adalah alat-alat atau perkakas. Instrumentation adalah suatu sistem peralatan yang digunakan dalam suatu sistem aplikasi proses.

Control II ( ADC DAC)

Materi-2 SENSOR DAN TRANSDUSER (2 SKS / TEORI) SEMESTER 106 TA 2016/2017

PENGANTAR SISTEM PENGUKURAN

Tujuan Pengendalian 1. Keamanan (safety) 2. Batasan Operasional (Operability) 3. Ekonomi Pengendalian keamanan (safety) reaktor eksotermis isu-isu lin

VIII Sistem Kendali Proses 7.1

KETIDAKPASTIAN PENGUKURAN

BAB 1 PENDAHULUAN. Melakukan pengukuran besaran fisik di dalam penelitian, mutlak

SISTEM KENDALI DIGITAL

BAB I PENGENALAN KONSEP DIGITAL

Gambar 11 Sistem kalibrasi dengan satu sensor.

Elektronika. Pertemuan 8

Sistem Pengukuran Data Akuisisi

BAB III LANDASAN TEORI

Elektronika Kontrol. Sensor dan Tranduser. Teknik Elektro Universitas Brawijaya

ANALOG SIGNAL PROCESSING USING OPERASIONAL AMPLIFIERS

BAB II LANDASAN TEORI. membandingkan tersebut tiada lain adalah pekerjaan pengukuran atau mengukur.

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang

Pengukuran Besaran Listrik. Kuliah-2 Sistem Pengukuran

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

TELEMETRI Abstrak I. Pendahuluan

BAB II DASAR TEORI. Sistem pengukur pada umumnya terbentuk atas 3 bagian, yaitu:

SISTEM PENGATURAN LOOP TERTUTUP

1.1 DEFINISI PROSES KONTROL

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. perihal pengukuran dan alat ukur dalam Program Diploma Teknik Elektro adalah

PENGUKURAN TEKNIK TM3213

BAB I PENDAHULUAN PENGENALAN SISTEM KONTROL. Apakah yang dimaksud dengan sistem kendali?

ISTILAH-ISTILAH DALAM SISTEM PENGATURAN

Mengetahui macam-macam derau dalam sistem telekomunikasi. Memahami persamaan derau dalam sistem telekomunikasi. Mengetahui pengaruh derau dalam

Dalam sistem komunikasi saat ini bila ditinjau dari jenis sinyal pemodulasinya. Modulasi terdiri dari 2 jenis, yaitu:

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

Gambar 1.6. Diagram Blok Sistem Pengaturan Digital

Input ADC Output ADC IN

Elektronika Lanjut. Sensor Digital. Elektronika Lanjut Missa Lamsani Hal 1

ISTILAH ISTILAH DALAM SISTEM PENGENDALIAN

BAB III PERANCANGAN. Pada bab ini akan menjelaskan perancangan alat yang akan penulis buat.

TEKNIK MESIN STT-MANDALA BANDUNG DASAR ELEKTRONIKA (1)

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

BAB III PERANCANGAN. Power Supply. Microcontroller Wemos. Transistor Driver TIP122. Gambar 3.1 Blok Rangkaian sistem

BAB 7. INSTRUMENTASI UNTUK PENGUKURAN KEBISINGAN

TUJUAN Setelah menyelesaikan perkuliahan ini peserta mampu:

Transmisi Data. Media Transmisi Sumber/ Tujuan

BAB II ANALOG SIGNAL CONDITIONING

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

Penguat Operasional OP-AMP ASRI-FILE

Pertemuan-1: Pengenalan Dasar Sistem Kontrol

BAB III METODE PENELITIAN. suhu dalam ruang pengering nantinya mempengaruhi kelembaban pada gabah.

BAB II LANDASAN TEORI. berefisiensi tinggi agar menghasilkan produk dengan kualitas baik dalam jumlah

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN PENELITIAN LEBIH LANJUT

KOMUNIKASI DATA PROGRAM STUDI TEKNIK KOMPUTER DOSEN : SUSMINI I. LESTARININGATI, M.T

APLIKASI PENGOLAHAN DATA DARI SENSOR-SENSOR DENGAN KELUARAN SINYAL LEMAH

Diagram blok sistem pengukuran

MODUL PRAKTIKUM SISTEM PENGUKURAN (TKF 2416) LAB. SENSOR & TELEKONTROL LAB. TEKNOLOGI ENERGI NUKLIR LAB. ENERGI TERBARUKAN

Sistem Akuisisi Data Suhu Multipoint Dengan Mikrokontroler

INSTRUMENTASI INDUSTRI (NEKA421) JOBSHEET 2 (PENGUAT INVERTING)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang

BAB II TEORI. 2.1 Pengertian Sistem Pengaturan

BAB III PERENCANAAN. 3.1 Perencanaan Secara Blok Diagram

MODUL 6 APLIKASI TERMOMETER DENGAN SENSOR LM35 PADA CPU1215C AC/DC/RELAY

Pembahasan. Representasi Numeris Definisi Sistem Digital Rangkaian Elektronika Definisi Rangkaian Digital Kelebihan Sistem digital

BAB III DINAMIKA PROSES

BAB II DASAR TEORI. Signal Conditioning. Gambar 2.1 Diagram blok sistem pengukuran (buku measurement sistem Bolton)

ENCODING DAN TRANSMISI. Budhi Irawan, S.Si, M.T

BAB VI INSTRUMEN PENGKONDISI SINYAL

BAB I PENDAHULUAN. alat ukur suhu yang berupa termometer digital.

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu perkembangan pengaplikasian teknologi yang telah lama

BAB III METODE PENELITIAN DAN PERANCANGAN SISTEM. kelembaban di dalam rumah kaca (greenhouse), dengan memonitor perubahan suhu

Pengkondisian Sinyal. Rudi Susanto

Instrumentasi Industri dan Kontrol Proses, oleh Ir. Sutarno, M.Sc. Hak Cipta 2014 pada penulis

Sistem Monitoring Pencurian Energi Listrik

BAB I PENDAHULUAN. pengendalian. Perkembangan teknologi MEMS (Micro Electro Mechanical System)

BAB II DASAR SISTEM KONTROL. satu atau beberapa besaran (variabel, parameter) sehingga berada pada suatu

BAB II DASAR TEORI. Gambar 2.1.(a). Blok Diagram Kelas D dengan Dua Aras Keluaran. (b). Blok Diagram Kelas D dengan Tiga Aras Keluaran.

SISTEM KENDALI SISTEM KENDALI. control signal KENDALIAN (PLANT) Isyarat kendali. Feedback signal. Isyarat umpan-balik

JOBSHEET 2 PENGUAT INVERTING

BAB I SISTEM KONTROL TNA 1

BAB III METODE PENELITIAN. Objek penelitian adalah kompor induksi type JF-20122

PENGANTAR ALAT UKUR. Bab PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Gambar 1 UVTRON R2868. Gambar 2 Grafik respon UVTRON

KULIAH 1: PENGENALAN MENGENAI PENGUKURAN DAN INSTRUMENTASI. Mochamad Safarudin Jurusan Teknik Mesin, STT Mandala 2014

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

PERANCANGAN PROTOTIPE MONITORING PARAMETER PARAMETER TRANSFORMATOR DAYA SECARA ONLINE BERBASIS MIKROKONTROLER

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB V PENGUJIAN DAN ANALISIS. dapat berjalan sesuai perancangan pada bab sebelumnya, selanjutnya akan dilakukan

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II DASAR TEORI. sebagian besar masalahnya timbul dikarenakan interface sub-part yang berbeda.

1. PENGERTIAN PEMANCAR RADIO

Teknik Sistem Komunikasi 1 BAB I PENDAHULUAN

SISTEM KONTROL PERTEMUAN # TAUFIQUR RACHMAN TKT312 OTOMASI SISTEM PRODUKSI PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS ESA UNGGUL

SINYAL & RANGKAIAN DIGITAL

VALIDASI DAN KARAKTERISASI FLOW METER E-MAG UNTUK PENGEMBANGAN SISTEM AKUISISI DATA FASILITAS EKSPERIMEN UNTAI UJI BETA ABSTRAK

Transkripsi:

KONSEP DASAR PENGUKRAN Primary sensing element Variable conversion element Data presentation element

PRIMARY SENSING ELEMENT Elemen pengindraan Utama adalah Tranduser. Tranduser adalah sebuah alat yang mengubah satu bentuk energi menjadi bentuk energi lainnya untuk berbagai tujuan termasuk pengubahan ukuran atau informasi

VARIABLE CONVERSION ELEMENT Output dari elemen penginderaan primer adalah sinyal listrik. Bisa sebuah tegangan frekuensi atau beberapa parameter listrik lainnya. output ini tidak cocok untuk ini system. Untuk instrumen perlu melakukan perubahan output ini untuk beberapa bentuk lain yang cocok sementara tetap mempertahankan sinyal asli. contoh, keluaran merupakan bentuk sinyal analog dan berikutnya dari sistem menerima sinyal input hanya dalam bentuk digital. Oleh karena itu kita harus menggunakan dan ke digital dalam sistem ini.

VARIABLE MANIPULATION ELEMENT Fungsi utama dari elemen manipulasi variabel adalah untuk manipulasi adalah untuk memanipulasi sinyal yg di dapat untuk di modifikasi/dikembangkan dari sifat asli dari sinyal. Manipulasi berarti perubahan nilai numerik dari sinyal. contoh, rangkaian amplifier menerima sinyal tegangan kecil sebagai masukan dari mic dan menghasilkan sinyal output yang lebih besar, Sehingga tegangan bertindak sebagai elemen manipulasi variabel.

DATA PRESENTATION ELEMENT Informasi tentang kuantitas bawah pengukuran harus disampaikan kepada operator instrumen atau kontrol sistem atau analisis tujuan. Itu informasi yang disampaikan harus dimengerti personil. Fungsi ini dilakukan oleh elemen penyajian data. Output atau data sistem dapat dipantau dengan menggunakan tampilan visual perangkat bisa perangkat analog atau digital seperti ammeter, meter digital dll Dalam industri, untuk kontrol dan analisis tujuan kita bisa menggunakan komputer.

DATA PRESENTATION ELEMENT Pengkondisian sinyal mencakup banyak fungsi lainnya selain variabel konversi dan manipulasi variabel. Bahkan elemen yang mengikuti elemen penginderaan utama dalam setiap instrumen atau instrumentasi sistem harus disebut unsur pengkondisian sinyal. Ketika unsur instrumen secara fisik terpisah, menjadi perlu untuk mengirimkan data dari satu ke yang lain. Elemen ini disebut transmisi elemen.

SISTEM PENGUKURAN sistem pengukuran salah satu sistem yang digunakan dalam proses menghubungkan angka dengan kuantitas fisik dan fenomena. termasuk faktor-faktor seperti suhu, luminositas, tekanan, dan arus listrik,

KARAKTERISTIK STATIS SISTEM INSTRUMEN: Hubungan Output / input Respon sistem mudah untuk dibuat dan digunakan jika semua elemen bertindak sebagai sistem linear dan di mana penambahan sinyal dapat dilakukan dengan cara aditif linier. Jika non-linear, maka menjadi jauh lebih sulit. Rasio output / input dari keseluruhan mengalir rantai blok 1, 2, 3, [out put/input]tot al = [output/input] 1 [out put/input ]2 [out put/input]3

Drift Perubahan sebenarnya nilai pengukuran karakteristik yang sama ketika diukur di bawah kondisi yang sama, operator yang sama, di berbagai titik dalam waktu. sumber utama terjadi perubahan struktural sebagai kimia dan mengubah tekanan mekanis. Drift Noise (temperature drift) Contoh: pada sensor rate-gyroscope (untuk mengukur kecepatan sudut) terjadi perubahan temperatur yang disebut drift noise. Noise ini akan menyebabkan kesalahan pengukuran yang sangat signifikan, terutama untuk pengukuran dalam waktu yang lama. Zero Drift adalah deviasi yang terlihat pada output instrumen terhadap waktu dari kondisi awal, bila kondisi instrumen semua konstan.lni dapat disebabkan oleh variasi kondisi lingkungan atau karena waktu yang lama.

turn-on drift adalah perubahan tegangan keluaran pada interval waktu tertentu setelah catu daya dinyalakan short-term drift hampir sama dengan turn-on drift, tetapi dinyatakan dalam rentang waktu pendek (dari milidetik sampai beberapa menit) pada sembarang waktu setelah catu daya terpasang. Sama seperti derau (noise) short-term drift biasanya kecil, dan bersifat acak long-term drift perubahan yang lambat dari output sumber tegangan yang terjadi dalam rentang waktu tertentu pada (kontinyu) SOLUSI Melakukan kalibrasi ulang Mencocokkan hasil pengukuran alat sejenis yang lain

KLASIFIKASI KESALAHAN Kesalahan dapat dibagi menjadi dua kelas : sistematis dan random Kesalahan sistematik dalam pengukuran adalah kesalahankesalahan yang secara umum berkaitan dengan kesalahan pengaturan alat, kalibrasi alat ukur, atau pengaruh lingkungan tempat di mana pengukuran dilakukan. Contoh kesalahan sistematik adalah ketika meteran plastik yang digunakan tukang bangunan untuk mengukur jarak antara dua titik memanjang karena panas, diameter ban mobil bukan diameter sebenamya yang akan menghasilkan bacaan jarak tempuh pada odometer mobil, dan lain sebagainya. Karena kesalahan sistematik bisa dilacak sumbemya, maka kesalahan sistematik bias dikoreksi atau dikurangi. Cara untuk mengurangi kesalahan sistematik adalah dengan mendesain pengukuran secara teliti, termasuk misalnya mengisolasi lingkungan di mana percobaan atau pengukuran dilakukan.

KLASIFIKASI KESALAHAN Kesalahan dapat dibagi menjadi dua kelas : sistematis dan random Kesalahan random tidak dapat dihindari. Kesalahan random dinyatakan dal tanda plus atau minus. Besar kesalahan random tidak diketahui, tetapi dapat diperkirakan. Kesalahan random disebabkan oleh ketidaksempumaan manusia dan alat, seperti halnya ketidakpastian dalam menentukan pengaruh lingkungan terhadap pengukuran Kesalahan random akan selalu muncul, tetapi dapat diperkecil dengan cara melakukan pengukuran berulang-ulang. Selanjutnya, dengan metode statistika, kita dapat menghitung besamya kesalahan random ini. Nilai Rata rata

MEASURING ERROR Maximum Error Probable Error Kesalahan memungkinkan,, menentukan rentang yang berisi 50% dari nilai diukur Average Deviation

Standard Deviation

TERIMA KASIH