PENERAPAN DISKUSI KELOMPOK

dokumen-dokumen yang mirip
UPAYA PENINGKATAN MOTIVASI DAN KEAKTIFAN BERKOMUNIKASI SISWA DENGAN STRATEGI SNOWBALL THROWING

PENINGKATAN PARTISIPASI DAN MOTIVASI BELAJAR BIOLOGI MELALUI ACTION LEARNING PADA SISWA KELAS X.6 SMAN 5 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2009/2010.

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS X-1 SMA AL ISLAM 1 SURAKARTA TAHUN AJARAN

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN ACTIVE KNOWLEDGE SHARING

Skripsi. Oleh Nurma Permata Sari K

(TPS) BERBASIS KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS VII-A SMP NEGERI 1 TASIKMADU KARANGANYAR 2010/2011

PENERAPAN METODE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) DISERTAI AUTHENTIC ASSESSMENT

PENERAPAN METODE EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN KETRAMPILAN MERENCANAKAN EKSPERIMEN DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI SISWA KELAS X-3 SMA NEGERI 1 SIMO

PENINGKATAN KEAKTIFAN BERTANYA SISWA MELALUI PENERAPAN STRATEGI MOTIVASI DALAM MODEL PEMBELAJARAN AKTIF TIPE CARD SORT

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TGT (TEAMS GAMES TOURNAMENT) MENGGUNAKAN SOFTWARE MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS

UPAYA PENINGKATAN KEAKTIFAN SISWA MELALUI IMPLEMENTASI BLENDED LEARNING PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI KELAS XI SMAIT NUR HIDAYAH KARTASURA

Skripsi OLEH: REDNO KARTIKASARI K

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF GROUP INVESTIGATION

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED

Skripsi Oleh: Suboningsih NIM K

SKRIPSI. Oleh: PUJI ASTUTI X

Kumpulan Artikel Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika (KARMAPATI) Volume 3, Nomor 3, Juli 2014 ISSN

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF JIGSAW

PENGGUNAAN JURNAL BELAJAR DENGAN MACROMEDIA

METODE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DISERTAI MEDIA PUZZLE UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI SISWA TERHADAP MATERI BIOLOGI SMP KELAS VII.

PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT)

DALAM PEMBELAJARAN AKTIF STUDENT CREATED CASE STUDIES

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN ACTIVE KNOWLEDGE SHARING

PENERAPAN METODE PEER TEACHING UNTUK MENINGKATKAN PERHATIAN SISWA TERHADAP MATERI BIOLOGI SISWA SMA KELAS X SKRIPSI OLEH : RUSMITA KURNIATI K

Jurnal Belajar dalam Pembelajaran Biologi

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TGT

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN EVERYONE IS A TEACHER HERE

MEIDITA CAHYANINGTYAS K

Keperluan korespondensi, HP : ,

PENERAPAN METODE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN PERHATIAN BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS X-I SMA NEGERI 7 SURAKARTA TAHUN AJARAN

PENERAPAN MEDIA GAMBAR DALAM MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL)

PEMBELAJARAN TEMATIK MENGGUNAKAN MEDIA TOYS AND TRICK

BAB I PENDAHULUAN. atau maju. Suatu Negara dikatakan maju apabila memiliki sumber daya manusia

Skripsi Oleh : Nanik Ramini NIM K

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF ROLE PLAYING DENGAN CD INTERAKTIF

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF GROUP INVESTIGATION (GI)

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia dapat ditingkatkan, baik di kalangan nasional maupun. agar mutu kehidupan masyarakat dapat meningkat. Melalui pendidikan

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEADS TOGETHER ( NHT

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TIPE GROUP INVESTIGATION

BAB I PENDAHULUAN. gagasan untuk pemecahan masalah juga sangat penting terhadap proses. Menurut Wahid Umar (2012) menelaah kemampuan

PENINGKATAN KEAKTIFAN SOSIAL DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI DI SMA NEGERI KARANGPANDAN MELALUI STRATEGI TEAM QUIZ DISERTAI MODUL

*Keperluan korespondensi, tel/fax : ,

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN ROLE PLAYING

SKRIPSI Disusun Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARANACTIVE KNOWLEDGE SHARINGUNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BERTANYA BIOLOGISISWA KELAS XI IPA 1 SMA NEGERI 1 NGEMPLAKTAHUN

PENINGKATAN MINAT DAN RESPON SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TAPE

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI DENGAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF METODE TGT

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN BERMAIN JAWABAN UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR IPS PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 3 PUTAT TAHUN 2012/2013

Penelitian Tindakan Kelas Rumpun Bidang Fisika, Biologi, Kimia dan IPA

UPAYA PENINGKATAN PARTISIPASI SISWA DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI MELALUI OPTIMALISASI PENGGUNAAN MEDIA DENGAN PEMBELAJARAN PROBLEM BASED

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOLABORATIF DISERTAI METODE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI

UPAYA PENINGKATAN KEAKTIFAN BERDISKUSI SISWA DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI DENGAN PENERAPAN METODE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DISERTAI MODUL

BAB I PENDAHULUAN. karena belajar merupakan kunci untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Tanpa

APLIKASI METODE PEMBELAJARAN TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI)

C027. Pendidikan Biologi FKIP Universitas Sebelas Maret ABSTRAK

Skripsi Oleh: TITIK DWI RAHAYU NIM X

SKRIPSI Untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Oleh NATALIA ERNAWATI NIM

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan sebagai bagian kehidupan masyarakat dunia pada era global harus

PENERAPAN METODE THINK PAIR SHARE DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS VI SD TEBING TINGGI

I. PENDAHULUAN. menentukan keberhasilan pencapaian suatu tujuan pendidikan. Oleh sebab itu,

BAB I PENDAHULUAN. meliputi keterampilan mengamati dengan seluruh indera, mengajukan

Oleh ; Ria Fajrin Rizqy Ana Dosen STKIP PGRI Tulungagung

DALAM PEMBELAJARAN AKTIF STUDENT CREATED CASE STUDIES

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

Mahasiswa Prodi Pendidikan Kimia FKIP UNS, Surakarta, Indonesia. Dosen Prodi Pendidikan Kimia FKIP UNS, Surakarta, Indonesia

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION

PENGGUNAAN METODE MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP PETA

VIKA TRI HUDAYANI A Dibawah Bimbingan: 1. Dra. Hariyatmi, M.Si 2. Drs. H. Sofyan Anif, M. Si NASKAH PUBLIKASI

BAB I PENDAHULUAN. Nasional Pendidikan pasal 6 ayat (1) dikemukakan bahwa kurikulum untuk jenis

IMPLIKASI MODEL PROBLEM BASED LEARNING

Jurnal Bio-Natural (Jurnal Pendidikan Biologi) Vol. 1, No. 2, September-Februari 2015, hlm 1-32

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOLABORATIF DISERTAI METODE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) DALAM MENINGKATKAN PERAN SERTA SISWA

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGASI PADA MATERI GEOMETRI

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

OLEH : YUNITA NUR INDAH SARI K

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN AFEKTIF SISWA MELALUI PENGGUNAAN STRATEGI PEMBELAJARAN ACTIVE KNOWLEDGE SHARING

BAB I PENDAHULUAN. yang diperlukan dirinya dan masyarakat (Anonim 2008). pembelajaran saat pembelajaran berlangsung.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Berbicara tentang pendidikan, berarti membicarakan tentang hidup dan kehidupan

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian

Transkripsi:

PENERAPAN DISKUSI KELOMPOK DISERTAI TALKING STICK UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS ORAL DAN KEMANDIRIAN BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS X-J SMA NEGERI 1 KARTASURA SKRIPSI Oleh : ANI SUGIHARTI NIM. K 4305002 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2011 i

ABSTRAK Ani Sugiharti. K4305002. Pendidikan Biologi FKIP Universitas Sebelas Maret Surakarta. PENERAPAN DISKUSI KELOMPOK DISERTAI TALKING STICK UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS ORAL DAN KEMANDIRIAN BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 KARTASURA. Skripsi. 2010. Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk meningkatkan aktivitas oral siswa dalam pembelajaran Biologi siswa kelas X-J SMA Negeri 1 Kartasura dengan menerapkan diskusi kelompok disertai Talking Stick, 2) Untuk meningkatkan kemandirian siswa dalam pembelajaran Biologi siswa kelas X-J SMA Negeri 1 Kartasura dengan menerapkan diskusi kelompok disertai Talking Stick. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas X-J SMA Negeri 1 Kartasura yang berjumlah 41 siswa. Sumber data adalah siswa dan guru. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, angket. Validitas data menggunakan teknik triangulasi metode. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis model interaktif. Prosedur penelitian adalah model spiral yang saling berkaitan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penerapan diskusi kelompok disertai Talking Stick dapat meningkatkan aktivitas oral dan kemandirian siswa dari pra siklus ke siklus I kemudian ke siklus II. Proses pembelajaran pada pra siklus bersifat teacher-centered sehingga aktivitas oral dan kemandirian siswa rendah. Peningkatan terjadi pada siklus I. Aktivitas oral dan kemandirian siswa meningkat walaupun belum optimal. Pelaksanaan siklus II menyebabkan aktivitas oral dan kemandirian siswa menjadi optimal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan diskusi kelompok disertai Talking Stick dapat meningkatkan aktivitas oral dan kemandirian siswa dalam pembelajaran Biologi siswa kelas X-J SMA Negeri 1 Kartasura.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Proses pembelajaran yang menempatkan guru sebagai satu satunya sumber ilmu pengetahuan masih banyak kita jumpai. Siswa seolah-olah dianggap sebagai botol kosong pasif yang siap diisi ilmu pengetahuan oleh guru. Guru banyak beraktivitas dan menentukan segala sesuatu yang dikehendaki. Proses pembelajaran seperti ini tidak mendorong siswa untuk beraktivitas. Hal ini tidak sesuai dengan hakikat siswa sebagai subjek belajar. Pembelajaran yang dilakukan harus berpusat pada siswa, bukan berpusat pada guru sehingga siswa ikut terlibat secara aktif pada proses pembelajaran. Pelajaran Biologi adalah mata pelajaran wajib Sekolah Menengah Atas (SMA) terutama untuk kelas X. Biologi merupakan mata pelajaran yang dapat dipelajari secara nyata di alam, namun banyak siswa menganggap pelajaran Biologi merupakan pelajaran yang sulit. Siswa dirasa kurang mampu untuk mempelajari Biologi. Salah satu kesulitan belajar Biologi menurut siswa yaitu karena materi Biologi cenderung banyak hafalan. Berdasarkan hasil observasi terhadap proses pembelajaran Biologi kelas X-J SMA Negeri 1 Kartasura menunjukkan bahwa proses pembelajaran bersifat teacher-centered. Proses pembelajaran yang terjadi selalu memposisikan siswa sebagai pendengar ceramah guru, siswa tampak mendengarkan dan menulis informasi yang disampaikan oleh guru akibatnya proses pembelajaran cenderung membosankan dan menjadikan kemandirian belajar siswa rendah. Hasil observasi lebih lanjut menunjukkan bahwa siswa tidak bertanya tentang sesuatu yang belum dimengerti, hanya beberapa siswa yang mengemukakan pendapat, kegiatan diskusi antar siswa jarang dilakukan dan siswa lebih memilih berbicara dengan teman sebangkunya mengenai sesuatu di luar materi pelajaran Biologi. Berdasarkan hasil observasi tersebut, dapat diartikan sebagian besar siswa pasif selama pembelajaran. Hasil observasi diperkuat dengan keterangan dari guru yang menyatakan selama pembelajaran siswa jarang bertanya, apalagi

untuk mengemukakan pendapat ataupun menanggapi pendapat, tidak ada siswa yang berani berpendapat. Menurut penuturan siswa, terdapat keengganan siswa untuk bertanya kepada guru bila ada hal-hal yang kurang jelas karena malu dan takut bila ditertawakan siswa lain. Menurut keterangan guru, selama ini metode yang digunakan belum bervariasi karena pengajaran terfokus untuk menghabiskan materi. Sementara menurut siswa, penyampaian materi pelajaran oleh guru lebih banyak dengan ceramah sehingga pelajaran menjadi kurang menarik. Hasil wawancara dengan guru dan siswa menunjukkan metode yang digunakan guru kurang menarik dan relatif sedikit kesempatan siswa untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Berdasarkan beberapa permasalahan yang terungkap dari hasil observasi langsung di kelas dan hasil wawancara dengan guru dan siswa, terdapat permasalahan serius yang tidak boleh dibiarkan terus berlanjut karena akan sangat mempengaruhi keberhasilan pencapaian tujuan pembelajaran. Permasalahan tersebut antara lain adalah rendahnya aktivitas oral dan kemandirian belajar siswa. Rendahnya aktivitas oral dapat dilihat pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung, siswa tidak bertanya tentang sesuatu yang belum dimengerti, hanya beberapa siswa yang mengemukakan pendapat, kegiatan diskusi antar siswa jarang dilakukan dan siswa lebih memilih berbicara dengan teman sebangkunya mengenai sesuatu di luar materi pelajaran Biologi. Kemandirian belajar siswa yang rendah terlihat dari sebagian besar yang tidak berinisiatif untuk mengelola strategi belajar dengan berdiskusi, mengobrol dengan teman sebangkunya di luar materi pelajaran Biologi, tidak berdiskusi dan tidak memanfaatkan sumber belajar untuk mengatasi kesulitan memahami materi pembelajaran Biologi. Permasalahan tersebut disebabkan metode yang diterapkan guru kurang tepat dan masih bersifat teacher centered. Metode pembelajaran yang diterapkan guru akan mempengaruhi cara belajar siswa. Metode yang bersifat teacher centered menjadikan guru lebih aktif dan siswa pasif dalam proses pembelajaran, sehingga penerapan metode yang bersifat teacher centered menyebabkan aktivitas oral dan kemandirian belajar siswa rendah. Kesimpulan ini diperoleh dari hasil observasi langsung di kelas dan hasil wawancara dengan siswa.

Permasalahan tersebut apabila dibiarkan terus menerus akan mempengaruhi keberhasilan pencapaian tujuan pembelajaran, khususnya pembelajaran Biologi. Salah satu cara untuk mengatasi berbagai permasalahan tersebut adalah penerapan diskusi kelompok dan Talking Stick. Guru membagi siswa ke dalam kelompok-kelompok untuk berdiskusi, presentasi hasil diskusi yang disertai tanya-jawab, dilanjutkan dengan Talking Stick, yaitu pemberian giliran dalam menjawab pertanyaan atau mengemukakan pendapat tentang permasalahan yang diberikan guru. Penerapan diskusi kelompok melibatkan siswa untuk berinteraksi dalam kelompoknya, mendorong siswa untuk menyatakan pendapatnya secara lisan, saling tukar informasi dan aktif dalam memecahkan permasalahan terkait dengan materi pelajaran, sehingga tidak ada yang pasif sebagai pendengar saja. Penerapan diskusi kelompok dapat dilengkapi dengan metode pendukung pembelajaran kooperatif, yaitu Talking Stick agar proses pembelajaran berjalan efektif. Proses pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran yang melibatkan siswa yakni menggunakan kegiatan siswa secara efektif dalam proses pembelajaran. Untuk melibatkan siswa semaksimal mungkin dalam pembelajaran, guru perlu memberi giliran dalam menjawab pertanyaan melalui penerapan Talking Stick. Pemberian giliran dalam menjawab pertanyaan, selain melibatkan siswa secara maksimal dalam pembelajaran, dapat menumbuhkan keberanian siswa dalam mengemukakan pendapat, meningkatkan kemandirian belajar siswa serta dapat menciptakan kondisi pembelajaran yang menyenangkan. Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka dilakukan penelitian dengan judul: PENERAPAN DISKUSI KELOMPOK DISERTAI TALKING STICK UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS ORAL DAN KEMANDIRIAN BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS X-J SMA NEGERI 1 KARTASURA. B. Perumusan Masalah Bertolak dari latar belakang masalah, maka permasalahan yang menjadi pokok penelitian dapat dirumuskan yaitu:

1. Apakah penerapan diskusi kelompok disertai Talking Stick dalam pembelajaran Biologi dapat meningkatkan aktivitas oral siswa? 2. Apakah penerapan diskusi kelompok disertai Talking Stick dalam pembelajaran Biologi dapat meningkatkan kemandirian belajar siswa? C. Tujuan Penelitian Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah: 1. Meningkatkan aktivitas oral siswa kelas X-J SMA Negeri 1 Kartasura dengan menerapkan diskusi kelompok disertai Talking Stick dalam pembelajaran Biologi. 2. Meningkatkan kemandirian belajar siswa kelas X-J SMA Negeri 1 Kartasura dengan menerapkan diskusi kelompok disertai Talking Stick dalam pembelajaran Biologi. D. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut: 1. Guru: a. Memberikan pilihan bagi guru melalui penerapan diskusi kelompok disertai Talking Stick sebagai evaluasi guru dan siswa dalam meningkatkan aktivitas oral dan kemandirian belajar siswa. b. Memberikan masukan bagi guru agar lebih memperhatikan masalah yang terkait dalam pembelajaran khususnya aktivitas oral dan kemandirian belajar siswa. 2. Siswa: a. Meningkatkan aktivitas oral siswa dalam proses pembelajaran melalui penerapan diskusi kelompok disertai Talking Stick. b. Meningkatkan kemandirian belajar siswa dalam proses pembelajaran melalui penerapan diskusi kelompok disertai Talking Stick. 3. Sekolah: a. Menyusun program peningkatan proses pembelajaran pada tahap berikutnya.

b. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam rangka perbaikan proses pembelajaran.

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN A. Simpulan Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1. Penerapan diskusi kelompok disertai Talking Stick dapat meningkatkan aktivitas oral siswa SMA Negeri 1 Kartasura. 2. Penerapan diskusi kelompok disertai Talking Stick dapat meningkatkan kemandirian belajar siswa SMA Negeri 1 Kartasura. B. Implikasi Dari simpulan penelitian, dapat dikemukakan implikasi teoritis dan praktis sebagai berikut: 1. Implikasi Teoritis Hasil penelitian dapat memperluas pengetahuan bagi pembaca tentang inovasi pembelajaran serta dapat dijadikan referensi dalam penelitian lebih lanjut sebagai upaya peningkatan aktivitas oral dan kemandirian belajar siswa di SMA Negeri I Kartasura. 2. Implikasi Praktis Hasil penelitian dengan penerapan diskusi kelompok disertai Talking Stick dapat digunakan sebagai alternatif guru sebagai upaya meningkatkan aktivitas oral dan kemandirian belajar siswa. C. Saran Dari simpulan dan implikasi, dapat dikemukakan saran yang berkaitan dengan penelitian, yaitu: 1. Kepada Guru a. Guru hendaknya mempersiapkan diri sebaik-baiknya sebelum penerapan diskusi kelompok disertai Talking Stick, sehingga pembelajaran ini dapat berlangsung efektif dan efisien.

b. Guru hendaknya lebih memaksimalkan kemampuannya dalam ketrampilan bertanya dan membimbing siswa dalam diskusi sehingga lebih mudah membawa siswa ke dalam masalah dan penyelesaiannya. c. Guru diharapkan untuk selalu mengadakan refleksi terhadap pembelajaran, sehingga proses pembelajaran berikutnya dapat berlangsung lebih baik. 2. Kepada Siswa a. Siswa hendaknya merespon pertanyaan yang disampaikan baik oleh guru maupun siswa yang yang lain dalam kegiatan pembelajaran. b. Siswa hendaknya dapat lebih berinteraksi serta bekerja sama dalam pembelajaran terutama ketika kegiatan diskusi berlangsung. c. Siswa hendaknya lebih mandiri dalam kegiatan pembelajaran dengan tidak saling mengandalkan guru dan siswa yang lain.