Gambar 3.27 Foto sayatan sampel pada sumur WR di kedalaman 1663 m yang menunjukkan kean mineral epidot (B3, C3), klorit (D4), dan mineral lempung (B4). Gambar 3.28 Perajahan temperatur pada zona mineral lempung (ilit)-kuarsa±anhidrit-klorit±wairakit-epidot-kalsit (propilitik). ELFINA 12006011 42
Gambar 3.29 Tabel zona alterasi Corbett dan Leach (1998). Berdasarkan Corbett dan Leach (1998) (gambar 3.29), zona-zona alterasi tersebut disetarakan dengan zona argilik (mineral lempung (kaolinit)±kuarsa), subpropilitik (mineral lempung (smektit)-kuarsa±anhidrit-klorit-kalsit), dan propilitik (mineral lempung(ilit)- kuarsa±anhidrit-klorit±wairakit-epidot-kalsit). Hubungan 3 zona alterasi tersebut pada sumur MB-1, MB-2, MB-3, dan WR dapat dilihat pada peta penampang zona alterasi (gambar 3.6 dan 3.7). ELFINA 12006011 43
III.3 Zona Permeabel pada Sumur Penelitian Pada sistem panasbumi zona permeabel merupakan salah satu komponen yang penting dalam media sirkulasi fluida reservoir. Penentuan zona permeabel dalam penelitian ini menggunakan analisis data parameter pengeboran dan petrografi. Parameter pengeboran merupakan hasil analisis data saat proses pengeboran yang bertujuan mengetahui kondisi bawah permukaan, misalnya spinner, drilling break, XRMI, PLC, TLC, ROP, WOB, dll. Data parameter pengeboran yang dianggap layak digunakan dalam analisis zona permeabel adalah XRMI (Extende Range Micro Imager) dan TLC (Total Lost Corculation). Total Lost Circulatuon (TLC) merupakan data yang diambil saat lumpur pengeboran tidak kembali ke permukaan. Pada kondisi normal saat lumpur pengeboran dimasukan ke bawah permukaan maka lumpur tersebut akan kembali ke permukaan membawa bagian dari batuan yang dilewatinya. Apabila lumpur hilang atau tidak kembali diinterpretasikan bahwa lumpur masuk ke dalam rekahan (zona permeabel). XRMI (Extende Range Micro Imager) merupakan metode yang dilakukan untuk menganalisis struktur dengan menggunakan sensor resistivitas batuan yang hasilnya berupa gambar / image. Melalui metode ini struktur berupa rekahan atau kontak litologi dapat terlihat. Terdapat 3 jenis rekahan yang dianalisis pada 4 sumur penelitian, yaitu: - Natural open fractures (rekahan terbuka) Bersifat konduktif karena biasanya terisi oleh lumpur pengeboran dan keannya ditandai dengan warna yang lebih hitam dibanding batuan sekitarnya. Bentuk gambar XRMI adalah simetri mengikuti grafik sinusoidal. Pada umumnya istilah ini digunakan untuk rekahan pada 1 jenis litologi sedangkan induced fracture sering ditemukan pada beberapa jenis litologi. - Natural closed fractures (rekahan tertutup) Rekahan ini terisi oleh mineral sekunder yang mengakibatkan daerah rekahan ini resistivitasnya lebih tinggi daripada open fracture yang terisi oleh lumpur pengeboran. Kean rekahan ini biasanya ditandai dengan gambar berwarna yang lebih terang daripada batuan sekitarnya dan terkadang muncul seperti halo yang menunjukkan resistivitas mineral sekunder. Bentuknya simetri atau mengikuti grafik sinusoidal. ELFINA 12006011 44
- Partial fractures (rekahan parsial) Rekahan ini biasanya sebagian tertutup dan sebagian lagi diisi oleh mineral. Keannya ditandai dengan gambar yang sebagian berwarna terang dan sebagian lagi berwarna gelap dengan bentuk simetri. Zona permeabel diidentifikasi dari kedua parameter pengeboran (TLC dan XRMI) dan dikonfirmasi dengan kean mineral indikator penciri permeabilitas tinggi. Pada analisis petrografi mineral yang digunakan sebagai indikator zona permeabel adalah wairakit dan epidot dengan bentuk yang euhedral (Thompson et al., 1992). Melalui penggabungan analisis data parameter pengeboran dan petrografi dapat diketahui zona permeabel (Tabel 3.1, 3.2, dan 3.3). Oleh karena itu, zona permeabel terletak pada zona alterasi propilitik dengan kedalaman lebih dari 782 m (gambar 3.30 dan 3.31). Tabel 3.1 Tabel perbandingan data parameter pengeboran dan petrografi pada sumur MB-1 untuk analisis zona permeabel. SUMUR KEDALAMAN TLC XRMI WAIRAKIT EPIDOT MB-1 938-941 m - Hadir rekahan parsial dan tertutup 1010-1013 m - Hadir rekahan terbuka, parsial, dan tertutup 1049-1052 m - Hadir rekahan terbuka, parsial, dan tertutup ELFINA 12006011 45
Tabel 3.2 Tabel perbandingan data parameter pengeboran dan petrografi pada sumur MB-2 untuk analisis zona permeabel. SUMUR KEDALAMAN TLC XRMI WAIRAKIT EPIDOT MB-2 1014-1017 m - - 1122-1125 m - 1134-1140 m - ELFINA 12006011 46
Tabel 3.3 Tabel perbandingan data parameter pengeboran dan petrografi pada sumur MB-3 untuk analisis zona permeabel. SUMUR KEDALAMAN TLC XRMI WAIRAKIT EPIDOT MB-3 782-785 m - - 983-986 m Hadir rekahan terbuka dan parsial 1037-1040 m - 1046-1049 m - 1082-1088 m Hadir rekahan terbuka 1172-1175 m - 1448-1450 m Hadir rekahan parsial dan tertutup 1522-1524.5 m Hadir rekahan parsial ELFINA 12006011 47
Gambar 3.30 penampang zona alterasi dan permeabel pada sumur MB-1, MB-2, dan MB-3. ELFINA 12006011 48
Gambar 3.31 Penampang zona alterasi dan permeabel pada sumur MB-3 dan WR. ELFINA 12006011 49