PENGADILAN NEGERI GUNUNG SUGIH L A K I P TAHUN 2013 PENGADILAN NEGERI KELAS II GUNUNG SUGIH Jl. Negara, No. 100 Gunung Sugih Telp. 0725 529858, 0725 529859, fax. 0725 529859 Website : www.pn-gunungsugih.go.id, E-Mail : pn.gunungsugih@yahoo.co.id Gunung Sugih Kab. Lampung Tengah 1
2
3
4
5
6
7
Gambar Kantor Pengadilan Negeri Gunung Sugih B. KEDUDUKAN, TUGAS POKOK DAN FUNGSI Pengadilan Negeri Gunung Sugih adalah pelaksana kekuasaan kehakiman yang bertugas menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan di Kabupaten Lampung Tengah berdasarkan Pancasila, dengan tugas pokok menerima, memeriksa dan mengadili serta menyelesaikan setiap perkara yang diajukan kepadanya dan tugas lain yang diberikan kepadanya berdasarkan peraturan perundang-undangan. Adapun tugas pokok dan fungsi Pengadilan Negeri Gunung Sugih yakni: 1. Ketua sebagai kawal depan (voorpost) Mahkamah Agung, yaitu dalam hal melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan peradilan, para Hakim dan pejabat Kepaniteraan, masalah-masalah hukum yang timbul, masalah tingkah laku/perbuatan Hakim dan pejabat Kepaniteraan, masalah eksekusi yang berada diwilayah hukumnya untuk diselesaikan dan dilaporkan kepada Mahkamah Agung, menerima laporan penanganan perkara dan laporan tentang Penasehat Hukum dan Notaris dan mengevaluasinya untuk dilaporkan kepada Mahkamah Agung, meminta keterangan tentang hal yang berkaitan dengan teknis pengadilan, membina dan memberikan petunjuk, teguran atau peringatan bila dipandang perlu, menetapkan suatu perkara tanpa biaya, membagi perkara kepada Hakim, memberi izin untuk melaksanakan putusan serta merta terhadap perkara, mengevaluasi laporan 8
penanganan perkara yang dilakukan Hakim dan Panitera Pengganti, selanjutnya mengirimkan laporan dan hasil evaluasinya secara periodik kepada Mahkamah Agung dan membuat/menyusun legal data tentang putusan perkara- perkara yang penting di wilayah hukumnya untuk dijadikan regional data bank. 2. Wakil Ketua adalah melaksanakan tugas Ketua apabila Ketua berhalangan dan melaksanakan tugas yang didelegasikan oleh Ketua kepadanya. 3. Majelis Hakim adalah bertugas menetapkan hari sidang, memeriksa dan mengadili berkas perkara yang diberikan padanya kemudian dalam hal Pengadilan Negeri melakukan pemeriksaan tambahan untuk mendengar sendiri para pihak dan saksi, maka Hakim bertanggung jawab atas pembuatan dan kebenaran berita acara persidangan serta menandatanganinya, mengemukakan pendapat dalam musyawarah, Hakim wajib menandatangani putusan yang sudah diucapkan dalam persidangan, melaksanakan pembinaan dan mengawasi bidang hukum, perdata dan pidana tertentu yang ditugaskan kepadanya dan melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan peradilan di Pengadilan Negeri yang ditugaskan kepadanya serta mengurus kepustakaan hukum yang diterima dari Mahkamah Agung kepada Hakim- hakim Pengadilan Negeri yang bersangkutan. 4. Panitera/Sekretaris adalah membantu Hakim dengan mengikuti dan mencatat jalannya sidang Pengadilan, bertanggung jawab atas pengurusan berkas perkara, putusan, dokumen, buku daftar, biaya perkara, dan surat-surat lainnya disimpan di Kepaniteraan, menyelenggarakan administrasi perkara, mengatur tugas Wakil Panitera, Panitera Muda dan Panitera Pengganti, membuat daftar semua perkara yang diterima di Kepaniteraan, mengeluarkan salinan putusan, mengirimkan berkas perkara banding ke Pengadilan Tinggi. 5. Wakil Panitera adalah membantu Hakim dengan mengikuti dan mencatat jalannya sidang Pengadilan, membantu Panitera untuk secara langsung membina, meneliti dan mengawasi pelaksanaan tugas administrasi perkara antara lain ketertiban dalam mengisi buku register perkara, membuat laporan periodik dan Iain-Iain, melaksanakan tugas Panitera apabila Panitera berhalangan, melaksanakan tugas yang didelegasikan kepadanya. 6. Panitera Muda Perdata adalah membantu Hakim dengan mengikuti dan mencatat jalannya sidang Pengadilan, melaksanakan administrasi perkara, mempersiapkan persidangan perkara, menyimpan berkas perkara yang masih berjalan dan urusan lain yang berhubungan dengan masalah perkara perdata, memberi nomor register pada setiap perkara yang diterima di Kepaniteraan, mencatat setiap perkara yang diterima kedalam buku daftar disertai catatan singkat tentang isinya, menyiapkan berkas perkara banding yang telah 9
selesai untuk dikirim ke Pengadilan Tinggi dan menyerahkan arsip berkas perkara kepada Panitera Muda Hukum. 7. Panitera Muda Pidana adalah membantu Hakim dengan mengikuti dan mencatat jalannya sidang Pengadilan, melaksanakan administrasi perkara, mempersiapkan persidangan perkara, menyimpan berkas perkara yang masih berjalan dan urusan lain yang berhubungan dengan masalah perkara pidana, memberi nomor register pada setiap perkara yang diterima di Kepaniteraan serta memberikan nomor register dan mencatat setiap perkara yang diterima kedalam buku register, disertai catatan singkat tentang isinya, atau menyiapkan berkas perkara yang dimohon banding untuk dikirim ke Pengadilan Tinggi dan menyerahkan arsip berkas perkara kepada Panitera Muda Hukum. 8. Panitera Muda Hukum adalah membantu Hakim dengan mengikuti dan mencatat jalannya sidang Pengadilan, mengumpul, mengolah dan mengkaji data, menyajikan statistik perkara, menyusun laporan perkara, menyimpan arsip berkas perkara, dan tugas lainnya yang diberikan berdasarkan peraturan perundang-undangan dan mengolah dan mengkaji hasil evaluasi dan laporan periodik untuk dilaporkan ke PengadilanTinggi. 9. Wakil Sekretaris adalah melaksanakan sebagian tugas Ketua dalam pengurusan suratsurat, penyusunan arsip dan pembinaan administrasi Kepegawaian, Keuangan, dan Umum di Pengadilan Negeri Gunung Sugih. 10. Urusan Kepegawaian adalah melaksanakan sebagian tugas dalam mengelola dan membina administrasi Kepegawaian di Pengadilan Negeri Gunung Sugih, perumusan kebijakan kepegawaian berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 11. Urusan Keuangan adalah melaksanakan sebagian tugas di bidang Pengelolaan dan Pembinaan Keuangan di Pengadilan Negeri Gunung Sugih serta perumusan kebijakan pelaksanaan pengelolaan keuangan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 12. Urusan Umum adalah mempunyai tugas Membina dan melaksanakan Urusan Tata Usaha, dan Kearsipan berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku. 13. Panitera Pengganti mempunyai tugas membantu Hakim dengan mengikuti dan mencatat jalannya sidang Pengadilan bertugas membantu Hakim dalam hal: membuat penetapan hari sidang, membuat penetapan terdakwa tetap ditahan, dikeluarkan dari tahanan atau diubah jenis penahanannya, mengetik putusan perkara yang sudah putus berikut amar putusannya dan menyerahkan berkas perkara kepada Panitera Muda Pidana bila telah selesai dimutasi. 10
C. STRUKTUR ORGANISASI Bentuk struktur organisasi Pengadilan Negeri Gunung Sugih diatur oleh Surat Edaran Mahkamah Agung No. 5 Tahun 1996 tentang Bagan Struktur Pengadilan. Struktur Pengadilan Negeri Gunung Sugih terdiri dari: 1. Ketua Pengadilan Negeri Gunung Sugih, 2. Wakil Ketua Pengadilan Negeri Gunung Sugih, 3. Hakim, 4. Panitera/Sekretaris, 5. Wakil Panitera, 6. Wakil Sekretaris, 7. Panitera Pengganti, 8. Panitera Muda Pidana, 9. Panitera Muda Perdata, 10. Panitera Muda Hukum, 11. Kepala Urusan Keuangan, 12. Kepala Urusan Kepegawaian, 13. Kepala Urusan Umum Pengadilan Negeri dipimpin oleh seorang Ketua Pengadilan yang membawahi seluruh unit kerjanya. Hakim mempunyai garis koordinasi dengan Ketua Pengadilan. Dibawah struktur jabatan terdapat jabatan Wakil Ketua. Panitera/Sekretaris yang berada dibawah Ketua dan Wakil Ketua membawahi dua bagian yaitu fungsional dan struktural. Pada bagian fungsional terdapat tiga bagian Panitera Muda yaitu Panitera Muda Pidana, Panitera Muda Perdata dan Panitera Muda Hukum. Sedangkan bagian struktural terdapat tiga Kepala Urusan, yaitu Kepala Urusan Keuangan, Kepala Urusan Kepegawaian, dan Kepala Urusan Umum, yang masing-masing membawahi staf. Sedangkan Panitera Pengganti mempunyai garis koordinasi dengan Panitera/Sekretaris. D. SISTEMATIKA PENYAJIAN Laporan Akuntabilitas Kinerja ini menggambarkan pencapaian kinerja Pengadilan Negeri Gunung Sugih selama tahun 2013 sebagai acuan untuk perbaikan kinerja dimasa mendatang. Laporan Akuntabilitas ini disusun dengan sistematika sebagai berikut: 11
Pengantar Ikhtisar Eksekutif. BAB I Pendahuluan, menggambarkan Latar Belakang hal-hal umum tentang keadaan Pengadilan Negeri Gunung Sugih yang berisikan antara lain : a. Latar Belakang. b. Tugas dan Fungsi, c. Struktur Organisasi pada Pengadilan Negeri Gunung Sugih dan d. Sistematika Penyajian. BAB II Perencanaan dan Perjanjian Kinerja yang berisikan antara lain : a. Rencana Strategis 2010-2014 (1. Visi dan Misi, 2. Tujuan dan Sasaran Strategis, 3. Program Utama dan Kegiatan Pokok), b. Rencana Kinerja Tahun 2012, c. Perjanjian Kinerja (Dokumen Penetapan Kinerja) Tahun 2012. BAB III Akuntabilitas Kinerja menguraikan tentang capaian Kinerja Pengadilan Negeri Gunung Sugih yang terdiri dari : a. Pengukuran Kinerja (Perbandingan antara Target dan Realisasi Kinerja), b. Analisis Akuntabilitas Kinerja (Diuraikan pencapaian sasaran-sasaran organisasi dengan pengungkapan dan penyajian dari hasil pengukuran kinerja). c. Akuntabilitas Keuangan. BAB IV Penutup yang terdiri dari : a. Kesimpulan, b. Saran-saran LAMPIRAN Berisi antara lain : 1. Struktur Organisasi Pengadilan Negeri Gunung Sugih, 2. Indikator Kinerja Utama (IKU), 3. Matriks Renstra 2010-2014, 4. Rencana Kinerja Tahunan 2013, 5. Rencana Kinerja Tahunan 2014, 6. Penetapan Kinerja Tahunan 2013, 7. Penetapan Kinerja Tahunan 2014, 8. Pengukuran Kinerja, 9. SK Tim Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP). 12
BAB II - PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA A. RENCANA STRATEGIS 2010-2014 l. VISI DAN MISI Visi merupakan cara pandang jauh ke depan untuk mewujudkan tercapainya tugas pokok dan fungsi Pengadilan Negeri Gunung Sugih. Visi Pengadilan Negeri Gunung Sugih mengacu pada Mahkamah Agung Rl adalah sebagai berikut: "TERWUJUDNYA BADAN PERADILAN YANG AGUNG DI LINGKUNGAN PENGADILAN NEGERI GUNUNG SUGIH" Misi adalah sesuatu yang harus diemban atau dilaksanakan sesuai visi yang ditetapkan agar tujuan organisasi dapat terlaksana dan terwujud dengan baik. Misi Pengadilan Negeri Gunung Sugih, adalah sebagai berikut: 1. Mewujudkan peradilan yang sederhana, cepat, biaya ringan dan transparan. 2. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Aparatur Peradilan dalam rangka peningkatan pelayanan pada masyarakat 3. Melaksanakan pengawasan dan pembinaan yang efektif dan efisien 4. Melaksanakan tertib administrasi dan manajemen peradilan yang efektif dan efisien 5. Mengupayakan tersedianya sarana dan prasarana peradilan sesuai dengan ketentuan yang berlaku 2. TUJUAN DAN SASARAN STRATEGIS Tujuan adalah sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan dalam rangka mencapai visi dan misi Pengadilan Negeri Gunung Sugih. Tujuan yang hendak dicapai Pengadilan Negeri Gunung Sugih adalah sebagai berikut: 1. Peningkatan penyelesaian perkara 2. Peningkatan aksesibilitas masyarakat terhadap peradilan (acces to justice) 3. Peningkatan kualitas sumber daya manusia 4. Peningkatan kualitas pengawasan 5. Peningkatan tertib administrasi perkara 6. Peningkatan penyediaan Sarana dan Prasarana 13
Sasaran adalah penjabaran dari tujuan secara terukur, yaitu sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu lima tahun kedepan dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2014, sasaran strategis yang hendak dicapai Pengadilan Negeri Gunung Sugih adalah sebagai berikut: 1. Penyelesaian perkara 2. Aksesbilitas masyarakat terhadap peradilan 3. Sumber daya manusia yang berkualitas 4. Pengawasan yang berkualitas 5. Pelaksanaan tertib administrasi perkara 6. Penyediaan sarana dan prasarana INDIKATOR KINERJA UTAMA Indikator kinerja utama diperlukan sebagai tolak ukur atas keberhasilan sasaran strategis dalam mencapai tujuan. Hubungan tujuan, sasaran dan indikator kinerja utama dengan digambarkan sebagai berikut: No. TUJUAN SASARAN INDIKATOR KINERJA UTAMA PENJELASAN 1. Peningkatan Penyelesaian a. Prosentase mediasi Perbandingan perkara Penyelesaian Perkara Perkara yang diselesaikan/yang menjadi akta perdamaian mediasi yang diselesaikan dengan jumlah perkara yang dimediasi b. Prosentase sisa Perbandingan sisa perkara perkara yang diselesaikan yang diselesaikan dengan sisa perkara yang harus diselesaikan c. Prosentase perkara Perbandingan perkara yang yang diselesaikan diselesaikan dengan perkara yang akan diselesaikan (saldo awal dan perkara yang masuk) d. Prosentase perkara Perbandingan perkara yang yang diselesaikan dalam jangka waktu maksimal 6 bulan diselesaikan dalam jangka waktu maksimal 6 bulan dengan perkara yang harus diselesaikan dalam waktu maksimal 6 bulan (diluar sisa perkara) 14
Peningkatan aksesibiltas masyarakat Aksesibilitas masyarakat atas putusan Hakim terhadap peradilan Peningkatan Peningkatan penyelesaian efektifitas perkara pengelolaan penyelesain perkara Peningkatan Aksesibilitas Aksesibilitas masyarakat atas masyarakat putusan perkara terhadap peradilan (acces to justice) Meningkatnya Kepatuhan kepatuhan terhadap putusan terhadap putusan pengadilan pengadilan Peningkatan Meningkatnya kualitas kualitas pengawasan pengawasan Prosentase perkara yang tidak mengajukan 8 upaya hukum: 1. Banding 2. Kasasi 3. Peninjauan Kembali a. Prosentase berkas yang diajukan Kasasi dan PK yang disampaikan secara lengkap b. Prosentase berkas yang diregister dan siap didistribusikan ke Majelis c. Ratio Majelis Hakim terhadap perkara Persentase amar putusan perkara yang menarik perhatian masyarakat yang dapat diakses secara on line dalam waktu maksimal 1 hari kerja sejak diputus Persentase permohonan eksekusi atas putusan perkara perdata yang berkekuatan hukum tetap yang ditindaklanjuti a. Prosentase pengaduan masyarakat yang ditindaklanjuti Perbandingan antara putusan yang tidak mengajukan upaya hukum dengan jumlah putusan Perbandingan antara berkas yang diajukan Kasasi dan PK yang lengkap (terdiri dari bundel A dan B) dengan jumlah berkas yang diajukan Kasasi dan PK Perbandingan antara berkas perkara yang didistribusikan ke Majelis dengan jumlah berkas perkara yang diterima Perbandingan antara jumlah Majelis Hakim dengan perkara masuk Perbandingan jumlah amar putusan yang di website dengan jumlah putusan Perbandingan antara permohonan eksekusi perkara perdata yang ditindaklanjuti dengan jumlah permohonan eksekusi perkara perdata Perbandingan jumlah pengaduan yang ditindaklanjuti mengenai perilaku aparatur peradilan (teknis dan non teknis) dengan jumlah pengaduan yang dilaporkan 15
b. Prosentase temuan hasil pemeriksaan eksternal yang ditindaklanjuti Perbandingan jumlah temuan eksternal yang ditindaklanjuti mengenai perilaku aparatur peradilan (teknis dan non teknis) dengan jumlah temuan eksternal yang dilaporkan 3. PROGRAM UTAMA DAN KEGIATAN POKOK Enam sasaran strategis tersebut merupakan arahan bagi Pengadilan Negeri Gunung Sugih untuk mewujudkan visi dan misi yang telah ditetapkan dan membuat rincian Program dan Kegiatan Pokok yang akan dilaksanakan sebagai berikut: a. Program Peningkatan Manajemen Peradilan Umum Program Peningkatan Manajemen Peradilan Umum merupakan program untuk mencapai sasaran strategis dalam hal penyelesaian perkara, tertib administrasi perkara, dan aksesbilitas masyarakat terhadap peradilan. Kegiatan Pokok yang dilaksanakan Pengadilan Negeri Gunung Sugih dalam pelaksanaan Program Peningkatan Manajemen Peradilan Umum adalah : 1. Penyelesaian Perkara Pidana dan Perdata 2. Penyelesaian Sisa Perkara Pidana dan Perdata 3. Penelitian berkas perkara Kasasi dan PK disampaikan secara lengkap dan tepat waktu 4. Register dan pendistribusian berkas perkara ke Majelis yang tepat waktu 5. Publikasi dan transparasi proses penyelesaian dan putusan perkara b. Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Mahkamah Agung Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Mahkamah Agung dibuat untuk mencapai sasaran strategis menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan mencapai pengawasan yang berkualitas. Kegiatan pokok yang dilaksanakan dalam program ini adalah : 1. Tindak lanjut pengaduan yang masuk 2. Tindak lanjut temuan yang masuk dari tim pemeriksa 16
c. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Mahkamah Agung Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Mahkamah Agung bertujuan untuk mencapai sasaran strategis dalam penyediaan sarana dan prasarana. Kegiatan pokok program ini adalah pengadaan sarana dan prasarana di lingkungan peradilan tingkat banding dan tingkat pertama. B. PENETAPAN KINERJA TAHUN 2013 RENCANA KINERJA TAHUNAN Unit Organisasi : Pengadilan Negeri Gunung Sugih Tahun Anggaran : 2013 NO SASARAN INDIKATOR KINERJA TARGET 1. Meningkatnya penyelesaian perkara 2. Peningkatan aksepbilitas putusan Hakim 3. Peningkatan efektifitas pengelolaan penyelesaian perkara 4. Peningkatan aksesibilitas masyarakat terhadap peradilan (acces to justice) a. Persentase mediasi yang 90 % diselesaikan. b. Persentase sisa perkara yang 90 % diselesaikan c. Persentase perkara yang diselesaikan 90 % d. Persentase perkara yang diselesaikan 90 % dalam jangka waktu maksimal 6 bulan Persentase perkara yang tidak mengajukan upaya hukum: - Banding 80 % - Kasasi 80 % - Peninjauan Kembali 90 % a. Persentase berkas yang diajukan 90 % kasasi dan PK yang disampaikan secara lengkap b. Persentase berkas yang diregister dan 90 % siap didistribusikan ke Majelis c. Ratio Majelis Hakim terhadap perkara 90 % d. Prosentase penyampaian 90 % pemberitahuan relaas putusan tepat waktu, tempat dan para pihak (prosentase akta cerai yang diserahkan penggugat/pemohon). e. Prosentase Penyitaan tepat waktu dan 90 % tempat a. Persentase (amar) putusan perkara 90% (yang menarik perhatian masyarakat) yang dapat diakses secara on line dalam waktu maksimal 1 hari kerja sejak diputus. 5. Meningkatnya kepatuhan terhadap putusan pengadilan. 6. Meningkatnya kualitas pengawasan Persentase permohonan eksekusi atas putusan perkara perdata yang berkekuatan hukum tetap yang ditindaklanjuti a. Persentase pengaduan masyarakat yang ditindaklanjuti b. Persentase temuan hasil pemeriksaan eksternal yang ditindaklanjuti. 17 30 % 90 % 95%
PENETAPAN KINERJA Unit Organisasi : Pengadilan Negeri Gunung Sugih Tahun Anggaran : 2013 NO SASARAN INDIKATOR KINERJA TARGET 1. Meningkatnya penyelesaian perkara 2. Peningkatan aksepbilitas putusan Hakim 3. Peningkatan efektifitas pengelolaan penyelesaian perkara 4. Peningkatan aksesibilitas masyarakat terhadap peradilan (acces to justice) a. Persentase mediasi yang 90 % diselesaikan. b. Persentase sisa perkara yang 90 % diselesaikan c. Persentase perkara yang diselesaikan 90 % d. Persentase perkara yang diselesaikan 90 % dalam jangka waktu maksimal 6 bulan Persentase perkara yang tidak mengajukan upaya hukum: - Banding 80 % - Kasasi 80 % - Peninjauan Kembali 90 % a. Persentase berkas yang diajukan 90 % kasasi dan PK yang disampaikan secara lengkap b. Persentase berkas yang diregister dan 90 % siap didistribusikan ke Majelis c. Ratio Majelis Hakim terhadap perkara 90 % d. Prosentase penyampaian 90 % pemberitahuan relaas putusan tepat waktu, tempat dan para pihak (prosentase akta cerai yang diserahkan penggugat/pemohon) e. Prosentase Penyitaan tepat waktu dan 90 % tempat. a. Persentase (amar) putusan perkara 90 % (yang menarik perhatian masyarakat) yang dapat diakses secara on line dalam waktu maksimal 1 hari kerja sejak diputus. 5. Meningkatnya kepatuhan terhadap putusan pengadilan. 6. Meningkatnya kualitas pengawasan Persentase permohonan eksekusi atas putusan perkara perdata yang berkekuatan hukum tetap yang ditindaklanjuti 30 % a. Persentase pengaduan masyarakat 90 % yang ditindaklanjuti b. Persentase temuan hasil pemeriksaan 95 % eksternal yang ditindaklanjuti. Jumlah Anggaran kegiatan Rp 6.730.953.000,- Ketua PN Gunung Sugih Gunung Sugih, Februari 2013 Panitera/Sekretaris PN Gunung Sugih EKO ARYANTO, SH.,MH. Drs.H. ASMAR JOSEN, SH.,MH. NIP. 196805251992121002 NIP. 196512061993031007 18
BAB III - AKUNTABILITAS KINERJA TAHUN 2013 A. PENGUKURAN CAPAIAN KINERJA TAHUN 2013 Akuntabilitas Kinerja adalah gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan/program/kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, misi dan visi organisasi yang tertuang dalam perumusan perencanaan strategis suatu organisasi. Pengukuran Kinerja adalah proses sistematis dan berkesinambungan untuk menilai keberhasilan/kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program, kebijakan, untuk mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dalam mewujudkan visi dan misi organisasi. Pengukuran kinerja merupakan suatu metode untuk menilai kemajuan yang telah dicapai dibandingkan dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan. Pengukuran kinerja tidak dimaksudkan sebagai mekanisme untuk memberikan reward/punishment, melainkan sebagai alat komunikasi dan alat manajemen untuk memperbaiki kinerja organisasi. Pengukuran tingkat capaian kinerja Pengadilan Negeri Gunung Sugih tahun 2013, dilakukan dengan cara membandingkan antara target pencapaian indikator kinerja yang telah ditetapkan dengan realisasinya, sehingga terlihat apakah sasaran yang telah ditetapkan tercapai atau tidak. Secara umum terdapat beberapa keberhasilan pencapaian target kinerja, namun demikian terdapat juga beberapa target yang belum tercapai dalam tahun 2013 ini. Rincian tingkat capaian kinerja masing-masing indikator kinerja tersebut diuraikan dalam tabel dibawah ini. PENGUKURAN KINERJA Unit Organisasi : Pengadilan Negeri Gunung Sugih Tahun Anggaran : 2013 NO Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Realisasi % 1. Penyelesaian perkara a. Persentase mediasi yang selesaikan 90% 0% 0% b. Persentase perkara yang diselesaikan 1. Pidana 2. Perdata 90% 90% 80,88% 88,89% 85,40% 89,45% 19
c. Persentase sisa perkara yang diselesaikan 1. Pidana 2. Perdata 90% 90% 90% 90% 100 % 100 % d. Persentase perkara yang diselesaikan dalam jangka waktu maksimal 6 bulan 1. Pidana 2. Perdata 90% 90% 90% 90% 100% 100% 2. Peningkatan aksepbilitas putusan Hakim Persentase perkara yang tidak mengajukan upaya hukum: 1. Banding 2. Kasasi 3. Peninjauan Kembali 80% 80% 90% 80 % 80 % 90% 100 % 100 % 100% 3. Peningkatan a. Persentase berkas yang efektifitas diajukan Kasasi dan PK yang disampaikan secara lengkap 90% 90% 100% pengelolaan penyelesaian perkara b. Persentase berkas yang diregister dan siap didistribusikan ke Majelis 90% 90% 100% c. Ratio Majelis Hakim terhadap perkara 1. Pidana 2. Perdata 90 % 90 % 90% 90% 100% 100% 4. Peningkatan aksesibilitas masyarakat terhadap peradilan 5. Meningkatnya kepatuhan terhadap putusan pengadilan 6. Meningkatnya kualitas pengawasan d. Persentase penyampaian pemberitahuan relaas putusan tepat waktu, tempat dan para 90% 90% 100% pihak e. Persentase penyitaan tepat waktu dan tempat 90% 90% 100% a. Persentase amar putusan perkara yang menarik perhatian masyarakat yang dapat diakses secara on line dalam waktu maksimal 1 hari kerja sejak diputus Persentase permohonan eksekusi atas putusan perkara perdata yang berkekuatan hukum tetap 90% 90% 100% 30% 30% 100% yang ditindaklanjuti a. Persentase pengaduan masyarakat yang ditindaklanjuti. 90% 0% 0% b. Persentase temuan hasil pemeriksaan eksternal yang ditindaklanjuti. 95% 0% 0% 20
Jumlah Anggaran Kegiatan Tahun 2013 : Rp. 6.154.280.000,00 (Enam milliar seratus lima puluh empat juta dua ratus delapan puluh ribu rupiah) Jumlah Realisasi Anggaran Kegiatan Tahun 2013 : Rp. 6.558.638.202,00 (Enam milliar lima ratus lima puluh delapan juta enam ratus tiga puluh delapan ribu dua ratus dua rupiah) B. ANALISIS CAPAIAN KINERJA Pengukuran kinerja Pengadilan Negeri Gunung Sugih Tahun 2013 mengacu pada indikator kinerja utama sebagaimana tertuang pada tabel diatas, untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Pada akhir tahun 2013, Pengadilan Negeri Gunung Sugih telah melaksanakan seluruh kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya. Adapun hasil capaian kinerja sesuai sasaran yang ditetapkan, diuraikan sebagai berikut: 1. SASARAN PENYELESAIAN PERKARA a. Indikator Kinerja persentase mediasi yang diselesaikan Ukuran capaian indicator kinerja persentase mediasi yang diselesaikan adalah perbandingan antara jumlah perkara mediasi yang diselesaikan dengan jumlah perkara yang dimediasi yang ada di Pengadilan Negeri Gunung Sugih. Indikator kinerja ini ditargetkan 90% dari jumlah perkara yang diterima, namun ternyata tidak satupun perkara yang diterima dapat diselesaikan secara mediasi. Berikut perbandingan perkara yang diselesaikan secara mediasi dari tahun 2011 dengan 2012 dan 2013: PERKARA YANG DISELESAIKAN SECARA MEDIASI TAHUN JUMLAH PERKARA JUMLAH PERKARA JUMLAH PERKARA YANG PERDATA PERDATA DISELESAIKAN PERMOHONAN GUGATAN SECARA MEDIASI 2011 11 26 1 2012 149 18 1 2013 47 24-21
PENINGKATAN PENYELESAIAN PERKARA Untuk mencapai sasaran Penyelesaian Perkara, digunakan 2 (dua) indikator kinerja yaitu : a. Persentase Perkara yang Diselesaikan b.persentase Sisa Perkara yang Diselesaikan. b. Indikator Kinerja Persentase Perkara Yang Diselesaikan Ukuran capaian indikator kinerja Persentase Perkara yang diselesaikan adalah perbandingan antara perkara yang diminutasi dengan jumlah perkara yang diregister. Dibawah ini dijelaskan pencapaian persentase perkara yang diselesaikan untuk perkara Pidana dan perkara Perdata pada tahun 2013. 1. Persentase Perkara Pidana yang diselesaikan Persentase perkara Pidana yang diselesaikan tahun 2013 adalah sebesar 80,80 %, yaitu perbandingan perkara yang diminutasi sebesar 488 perkara dengan perkara yang diregister sebesar 604 perkara. Persentase perkara Pidana yang diselesaikan pada tahun 2013 ditargetkan 90 % dari total keseluruhan perkara yang masuk ternyata realisasinya tercapai 80,80 %. Hal ini dikarenakan pada tahun 2013 banyak perkara pidana yang masuk dibulan Desember sehingga tidak memungkinkan untuk diselesaikan pada tahun 2013. Hal tersebut menyebabkan adanya sisa perkara yang harus diselesaikan ditahun berikutnya. Berikut tabel mengenai keadaan perkara pidana pada tahun 2011, tahun 2012, dan tahun 2013. KEADAAN PERKARA PIDANA DI PENGADILAN NEGERI GUNUNG SUGIH PADA TAHUN 2011, TAHUN 2012, TAHUN 2013 Data Perkara Pidana Tahun 2011 Sisa perkara tahun 2010 66 Perkara Perkara masuk tahun 2011 377 Perkara Jumlah perkara 443 Perkara Perkara diminutasi 374 Perkara 84,42% Sisa akhir 69 Perkara Data Perkara Pidana Tahun 2012 Sisa perkara tahun 2011 69 Perkara Perkara masuk tahun 2012 395 Perkara Jumlah perkara 464 Perkara Perkara diminutasi 393 Perkara 84,70% 22
Sisa akhir 71 Perkara Data Perkara Pidana Tahun 2013 Sisa perkara tahun 2012 Perkara masuk tahun 2013 Jumlah perkara 71 Perkara 523 Perkara 604 Perkara Perkara diminutasi 488 Perkara 80,80% Sisa akhir 106 Perkara GRAFIK PERKARA PIDANA PENGADILAN NEGERI GUNUNG SUGIH 600 500 400 300 200 sisa lalu perkara masuk perkara putus perkara 100 0 2011 2012 2013 2. Persentase Perkara Perdata yang diselesaikan Persentase perkara Perdata yang diselesaikan tahun 2013 adalah sebesar 88,89 % yaitu perbandingan perkara yang diminutasi sebesar 56 perkara dengan perkara yang diregister sebesar 63 perkara. Persentase perkara Perdata yang diselesaikan pada tahun 2013 ditargetkan 90 % dari total keseluruhan perkara yang masuk ternyata realisasinya tercapai 88,89 %. Hal ini dikarenakan pada tahun 2013 banyak perkara perdata yang masuk di bulan Desember sehingga tidak memungkinkan untuk diselesaikan pada tahun 2013. Hal tersebut menyebabkan adanya sisa perkara yang harus diselesaikan ditahun berikutnya. Berikut ini tabel mengenai keadaan perkara perdata pada tahun 2011, tahun 2012, tahun 2013. 23
KEADAAN PERKARA PERDATA DI PENGADILAN NEGERI GUNUNG SUGIH PADA TAHUN 2011, TAHUN 2012, TAHUN 2013 Data Perkara Perdata Tahun 2011 Sisa perkara tahun 2010 Perkara masuk tahun 2011 Jumlah perkara 8 Perkara 29 Perkara 37 Perkara Perkara diminutasi 32 Perkara 86,49% Sisa akhir 5 Perkara Data Perkara Perdata Tahun 2012 Sisa perkara tahun 2011 Perkara masuk tahun 2012 Jumlah perkara 5 Perkara 162 Perkara 167 Perkara Perkara diminutasi 159 Perkara 95,21% Sisa akhir 8 Perkara Data Perkara Perdata Tahun 2013 Sisa perkara tahun 2012 Perkara masuk tahun 2013 Jumlah perkara 8 Perkara 63 Perkara 71 Perkara Perkara diminutasi 64 Perkara 90,14% Sisa akhir 7 Perkara GRAFIK PERKARA PERDATA PENGADILAN NEGERI GUNUNG SUGIH 180 160 140 120 100 80 60 40 20 0 2011 2012 2013 sisa lalu perkara masuk perkara putus perkara 24
KEADAAN PERKARA PERDATA GUGATAN DI PENGADILAN NEGERI GUNUNG SUGIH PADA TAHUN 2011, TAHUN 2012, TAHUN 2013 Data Perkara Perdata Gugatan Tahun 2011 Sisa perkara tahun 2010 7 Perkara Perkara masuk tahun 2011 19 Perkara Jumlah perkara 26 Perkara Perkara diminutasi 22 Perkara 84,62% Sisa akhir 4 Perkara Data Perkara Perdata Gugatan Tahun 2012 Sisa perkara tahun 2011 4 Perkara Perkara masuk tahun 2012 14 Perkara Jumlah perkara 18 Perkara Perkara diminutasi 15 Perkara 83,33% Sisa akhir 3 Perkara Data Perkara Perdata Gugatan Tahun 2013 Sisa perkara tahun 2012 3 Perkara Perkara masuk tahun 2013 21 Perkara Jumlah perkara 24 Perkara Perkara diminutasi 18 Perkara 75% Sisa akhir 6 Perkara KEADAAN PERKARA PERDATA PERMOHONAN DI PENGADILAN NEGERI GUNUNG SUGIH PADA TAHUN 2011, TAHUN 2012, TAHUN 2013 Data Perkara Perdata Permohonan Tahun 2011 Sisa perkara tahun 2010 1 Perkara Perkara masuk tahun 2011 10 Perkara Jumlah perkara 11 Perkara Perkara diminutasi 10 Perkara 90,91% Sisa akhir 1 Perkara Data Perkara Perdata Permohonan Tahun 2012 Sisa perkara tahun 2011 1 Perkara Perkara masuk tahun 2012 148 Perkara 25
Jumlah perkara 149 Perkara Perkara diminutasi 144 Perkara 96,64% Sisa akhir 5 Perkara Data Perkara Perdata Permohonan Tahun 2013 Sisa perkara tahun 2012 Perkara masuk tahun 2013 Jumlah perkara 5 Perkara 42 Perkara 47 Perkara Perkara diminutasi 46 Perkara 97,87% Sisa akhir 1 Perkara GRAFIK PERKARA PERDATA GUGATAN PENGADILAN NEGERI GUNUNG SUGIH 25 20 15 10 sisa lalu perkara masuk perkara putus perkara 5 0 2011 2012 2013 GRAFIK PERKARA PERDATA PERMOHONAN PN GUNUNG SUGIH 160 140 120 100 80 60 40 20 0 2011 2012 2013 sisa lalu perkara masuk perkara putus perkara 26
GRAFIK PERBANDINGAN PEN YELESAIAN PERKARA PIDANA DAN PERDATA TAHUN 2011, TAHUN 2012, DAN TAHUN 2013 500 400 300 200 100 pidana gugatan permohonan 0 2011 2012 2013 c. Indikator Kinerja Persentase Sisa Perkara Yang Diselesaikan Ukuran capaian indikator kinerja Persentase Sisa Perkara yang diselesaikan adalah perbandingan antara sisa perkara yang diminutasi dengan jumlah sisa perkara. Persentase sisa perkara Pidana dan Perdata yang masing-masing ditargetkan selesai 90 % pada tahun 2013, ternyata dapat tercapai, sehingga rata-rata capaian dapat diraih 100 %. Hal ini berarti bahwa sisa perkara pada tahun 2012, yaitu Pidana sejumlah 71 perkara, Perdata sejumlah 7 perkara, seluruhnya dapat diselesaikan di tahun 2013. Penyelesaian sisa perkara pada tahun 2011, tahun 2012, dan tahun 2013 mencapai target dengan capaian 100 %, hal ini menunjukan bahwa sistem kerja yang berlaku di lingkungan Pengadilan Negeri Gunung Sugih telah berjalan dengan baik dan lancar sehingga tidak ada sisa perkara tahun sebelumnya yang tidak selesai ditahun berikutnya. Berikut ini disajikan table dan grafik penyelesaian sisa perkara pidana dan perdata pada tahun 2011, tahun 2012, dan tahun 2013 27
PENYELESAIAN SISA PERKARA PIDANA DI PENGADILAN NEGERI GUNUNG SUGIH PADA TAHUN 2011, TAHUN 2012, TAHUN 2013 Data Perkara Pidana Tahun 2011 Sisa perkara tahun 2010 Perkara masuk tahun 2011 66 Perkara 377 Perkara Sisa perkara tahun 2010 yang diminutasi 66 Perkara 100% Perkara tahun 2011 yang diminutasi Sisa akhir Data Perkara Pidana Tahun 2012 Sisa perkara tahun 2011 Perkara masuk tahun 2012 374 Perkara 69 Perkara 69 Perkara 395 Perkara Sisa perkara tahun 2011 yang diminutasi 69 Perkara 100% Perkara tahun 2012 yang diminutasi Sisa akhir Data Perkara Pidana Tahun 2013 Sisa perkara tahun 2012 Perkara masuk tahun 2013 393 Perkara 71 Perkara 71 Perkara 523 Perkara Sisa perkara tahun 2012 yang diminutasi 71 Perkara 100% Perkara tahun 2013 yang diminutasi Sisa akhir 488 Perkara 106 Perkara PENYELESAIAN SISA PERKARA PERDATA GUGATAN DI PENGADILAN NEGERI GUNUNG SUGIH PADA TAHUN 2011, TAHUN 2012, TAHUN 2013 Data Perkara Perdata Gugatan Tahun 2011 Sisa perkara tahun 2010 7 Perkara Perkara masuk tahun 2011 19 Perkara Sisa perkara tahun 2010 yang diminutasi 7 Perkara 100% Perkara tahun 2011 yang diminutasi 15 Perkara Sisa akhir 4 Perkara Data Perkara Perdata Gugatan Tahun 2012 Sisa perkara tahun 2011 4 Perkara Perkara masuk tahun 2012 14 Perkara Sisa perkara tahun 2011 yang diminutasi 4 Perkara 100% Perkara tahun 2012 yang diminutasi 11 Perkara Sisa akhir 3 Perkara 22
Data Perkara Perdata Gugatan Tahun 2013 Sisa perkara tahun 2012 Perkara masuk tahun 2013 Sisa perkara tahun 2012 yang diminutasi Perkara tahun 2013 yang diminutasi Sisa akhir 3 Perkara 21 Perkara 3 Perkara 100% 15 Perkara 6 Perkara PENYELESAIAN SISA PERKARA PERDATA PERMOHONAN DI PENGADILAN NEGERI GUNUNG SUGIH PADA TAHUN 2011, TAHUN 2012, TAHUN 2013 Data Perkara Perdata Permohonan Tahun 2011 Sisa perkara tahun 2010 Perkara masuk tahun 2011 1 Perkara 10 Perkara Sisa perkara tahun 2010 yang diminutasi 1 Perkara 100% Perkara tahun 2011 yang diminutasi Sisa akhir Data Perkara Perdata Permohonan Tahun 2012 Sisa perkara tahun 2011 Perkara masuk tahun 2012 9 Perkara 1 Perkara 1 Perkara 148 Perkara Sisa perkara tahun 2011 yang diminutasi 1 Perkara 100% Perkara tahun 2012 yang diminutasi Sisa akhir Data Perkara Perdata Permohonan Tahun 2013 Sisa perkara tahun 2012 Perkara masuk tahun 2013 143 Perkara 5 Perkara 5 Perkara 42 Perkara Sisa perkara tahun 2012 yang diminutasi 5 Perkara 100% Perkara tahun 2013 yang diminutasi Sisa akhir 41 Perkara 1 Perkara GRAFIK PERBANDINGAN PENYELESAIAN SISA PERKARA PIDANA DAN PERDATA TAHUN 2010, 2011, DAN 2012 80 60 40 20 0 2010 2011 2012 pidana gugatan permohonan 29
d. Indikator Kinerja Presentase Perkara yang Diselesaikan Dalam jangka Waktu Maksimal 6 bulan Ukuran capaian indikator kinerja persentase perkara yang diselesaikan dalam jangka waktu maksimal adalah perbandingan antara jumlah perkara yang diselesaikan dalam jangka waktu maksimal 6 bulan dengan jumlah perkara yang harus diselesaikan dalam waktu maksimal 6 bulan (diluar sisa perkara). Indikator kinerja ini ditargetkan 90% dari jumlah perkara yang harus diselesaikan dalam jangka waktu 6 bulan dan semuanya tercapai karena rata-rata perkara yang ada diselesaikan dalam waktu kurang dari 6 bulan, berarti capaian yang diraih adalah sebesar 100%. 2. SASARAN AKSEPIBILITAS MASYARAKAT ATAS PUTUSAN PERKARA Pencapaian sasaran Aksepbelitas putusan hakim pada tahun 2013 sebagai berikut: Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Realisasi % Peningkatan Aksepbelitas putusan hakim Persentase perkara yang tidak mengajukan upaya hukum: - Banding - Kasasi - Peninjauan Kembali 80% 80% 90% 80 % 80 % 90 % 100 % 100 % 100 % Ukuran capaian indikator kinerja Persentase perkara yang tidak mengajukan upaya hukum: Banding, Kasasi dan Peninjauan Kembali adalah perbandingan antara jumlah putusan yang tidak mengajukan upaya hukum dengan jumlah putusan yang dikeluarkan di Pengadilan Negeri Gunung Sugih. Berikut keadaan perkara di Pengadilan Negeri Gunung Sugih tahun 2013: KEADAAN PERKARA PIDANA YANG BANDING, KASASI DAN PK PADA PENGADILAN NEGERI GUNUNG SUGIH TAHUN 2013 Jumlah No Perkara Pidana Biasa Singkat Pra Ringan Lalu Ket Peradilan Lintas 1. Sisa tahun 2012 72 - - - - 2. Masuk tahun2013 523 - - - 5768 30
3. Putus tahun 2013 488 - - - 5768 4. Sisa Tahun 2013 106 - - - - 5. Banding 18 - - - - 6. Kasasi 7 - - - - 7. Peninjauan Kembali - - - - - KEADAAN PERKARA PERDATA YANG BANDING, KASASI DAN PK PADA PENGADILAN NEGERI GUNUNG SUGIH TAHUN 2013 Jumlah No. Perkara Perdata Gugatan Permohonan Ket. 1. Sisa tahun 2012 3 5 2. Masuk tahun 2013 21 42 3. Putus tahun 2013 18 46 4. Sisa tahun 2013 6 1 5. Banding 1-6. Kasasi 8-7. Peninjauan Kembali - - 8. Eksekusi 2-31
3. SASARAN PENINGKATAN EFEKTIFITAS PENGELOLAAN PENYELESAIAN PERKARA 25 a. Indikator Kinerja Persentase Berkas yang Diajukan Kasasi dan PK yang Disampaikan Secara Lengkap Ukuran capaian indikator kinerja Persentase Berkas yang diajukan Kasasi dan PK yang disampaikan secara lengkap adalah perbandingan antara berkas perkara yang diajukan Kasasi dan PK yang lengkap (terdiri dari Bundel A dan Bundel B) dengan jumlah berkas yang diajukan Kasasi dan PK. Indikator persentase berkas perkara yang diajukan Kasasi dan PK ke Mahkamah Agung secara lengkap tahun 2013 yang ditargetkan 90 % ternyata dapat tercapai 100 %. Hal ini berarti bahwa berkas perkara yang diajukan oleh Pengadilan Negeri Gunung Sugih telah disampaikan secara lengkap sehingga tidak ada berkas perkara yang harus dikembalikan yang mana hal ini dapat mempercepat proses penyelesaian perkara di tingkat Mahkamah Agung. Adapun rincian berkas perkara Pidana dan Perdata yang diajukan Kasasi dan PK pada tahun 2013 adalah sebagai berikut: 1. Jumlah perkara Pidana yang diajukan Kasasi adalah 7 perkara sedangkan PK pada tahun 2013 tidak ada, dan semua berkas yang diajukan Kasasi sudah disampaikan secara lengkap, 2. Jumlah perkara Perdata yang diajukan Kasasi adalah 8 perkara sedangkan PK pada tahun 2013 tidak ada, dan semua berkas yang diajukan Kasasi sudah disampaikan secara lengkap Dengan demikian persentase seluruh berkas yang diajukan Kasasi dan PK dan disampaikan secara lengkap untuk perkara Pidana dan Perdata telah terealisasi seluruhnya dan mencapai target 100%. b. Indikator Kinerja Persentase Berkas yang Diregister dan Siap Didistribusikan ke Majelis Ukuran capaian indikator kinerja Persentase Berkas yang diregister dan siap didistribusikan ke majelis adalah perbandingan antara berkas perkara yang diterima Pengadilan Negeri Gunung Sugih dengan berkas perkara yang didistribusikan. Indikator kinerja persentase berkas perkara yang diregister dan siap didistribusikan ke Majelis tahun 2013 yang ditargetkan 90 % ternyata dapat tercapai sehingga capaian yang diraih rata-rata 100 %. Ini menggambarkan bahwa proses administrasi perkara yang berlaku di Pengadilan Negeri Gunung Sugih telah berjalan sebagaimana mestinya sehingga 32
semua berkas yang diterima secara lengkap langsung dapat diregister di dalam buku induk perkara maupun buku register pembantu perkara sehingga pada tahun 2013 semua berkas dapat didistribusikan kepada Majelis. c. Indikator Rasio Majelis Hakim terhadap Perkara Merupakan perbandingan antara Jumlah Majelis Hakim dengan Jumlah Perkara yang masuk. Jumlah Hakim pada Tahun 2013 sebanyak 14 orang dengan 12 orang hakim anak. Jumlah Majelis sebanyak 5 Majelis. Dengan jumlah perkara yang masuk pada tahun 2013 untuk Pidana sebanyak 523 perkara, Perdata sebanyak 63 perkara dari perbandingan antara Majelis Hakim dengan Perkara yang masuk, persentase rasio Majeli Hakim terhadap perkara dengan target 90% dapat tercapai. d. Indikator Kinerja Persentase Penyampaian Pemberitahuan Relaas Putusan Tepat Waktu, Tempat dan Para Pihak Ukuran capaian indikator kinerja Persentase penyampaian pemberitahuan relaas putusan tepat waktu, tempat dan para pihak adalah perbandingan antara jumlah relaas putusan yang disampaikan ke para pihak tepat waktu dengan jumlah putusan. Indikator kinerja persentase penyampaian pemberitahuan relaas putusan tepat waktu, tempat dan para pihak tahun 2013 yang ditargetkan 70 % ternyata dapat tercapai sehingga rata-rata capaian diraih sebesar 100 %. Ini menggambarkan bahwa relaas putusan yang dikeluarkan oleh Pengadilan Negeri Gunung Sugih telah disampaikan dengan tepat waktu, sesuai tempat kepada para pihak yang berperkara. e. Indikator Kinerja Persentase Penyitaan Tepat Waktu dan Tempat Ukuran capaian indikator kinerja Persentase penyitaan tepat waktu dan tempat adalah perbandingan antara pelaksanaan penyitaan tepat waktu dan tempat dengan jumlah permohonan penyitaan yang diterima Pengadilan Negeri Gunung Sugih. Indikator kinerja persentase penyitaan tepat waktu dan tempat tahun 2013 yang ditargetkan 90 % ternyata dapat tercapai sehingga capaian diraih sebesar 100 %. Penyitaan tahun 2013 ini sebanyak 552 surat dan telah dilaksanakan seluruhnya. Ini menggambarkan bahwa penyitaan yang dilaksanakan oleh Pengadilan Negeri Gunung Sugih telah dilakukan dengan tepat waktu dan tempat. 4. SASARAN AKSESIBILITAS MASYARAKAT TERHADAP PERADILAN Pencapaian sasaran Aksesibilitas Masyarakat terhadap Peradilan pada tahun 2013 sebagai berikut: 33
Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Realisasi % Peningkatan Aksesibilitas Masyarakat terhadap peradilan Persentase amar putusan perkara yang menarik perhatian masyarakat yang dapat diakses secara online dalam waktu maksimal 1 hari kerja sejak diputus 90% 90 % 100% Untuk mencapai sasaran aksesibilitas masyarakat terhadap peradilan, digunakan indikator kinerja Persentase amar putusan perkara yang menarik perhatian masyarakat yang dapat diakses secara online dalam waktu maksimal 1 hari kerja sejak diputus. Ukuran capaian indikator kinerja Persentase amar putusan perkara yang menarik perhatian masyarakat yang dapat diakses secara online dalam waktu maksimal 1 hari kerja sejak diputus adalah perbandingan jumlah amar putusan perkara yang dapat dilihat di website Pengadilan Negeri Gunung Sugih, dengan jumlah putusan. Persentase amar putusan perkara yang menarik perhatian masyarakat yang dapat diakses secara online dalam waktu maksimal 1 hari kerja sejak diputus pada tahun 2013 adalah sebesar 100%, dengan data sebagai berikut: Total perkara pidana dan perdata yang putus dan diminutasi pada tahun 2013 sejumlah 544 perkara. Proses putusan perkara tersebut seluruhnya sudah dipublikasikan di website Pengadilan Negeri Gunung Sugih melalui aplikasi Sistem Informasi penelusuran Perkara Pengadilan Negeri Gunung Sugih (SIPP/CTS). Maka persentase proses putusan perkara yang dapat dipublikasikan telah mencapai target dengan rata-rata capaian 100 %. 5. SASARAN KEPATUHAN TERHADAP PUTUSAN PENGADILAN Pencapaian sasaran kepatuhan terhadap putusan pengadilan pada tahun 2013 sebagai berikut: Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Realisasi % Meningkatnya kepatuhan terhadap putusan pengadilan Persentase permohonan eksekusi atas putusan perkara perdata yang berkekuatan hukum tetap yang ditindaklanjuti 30% 30 % 100% 34
Untuk mencapai sasaran kepatuhan terhadap putusan pengadilan, digunakan indikator kinerja Persentase permohonan eksekusi atas putusan perkara perdata yang berkekuatan hukum tetap yang ditindaklanjuti. Ukuran capaian indikator kinerja Persentase permohonan eksekusi atas putusan perkara perdata yang berkekuatan hukum tetap yang ditindaklanjuti adalah perbandingan antara jumlah permohonan eksekusi perkara perdata yang ditindaklanjuti dengan jumlah permohonan eksekusi perkara perdata yang diterima Pengadilan Negeri Gunung Sugih. Indikator kinerja persentase permohonan eksekusi atas putusan perkara perdata yang berkekuatan hukum tetap yang ditindaklanjuti tahun 2013 yang ditargetkan 30 % ternyata dapat tercapai sehngga capaian yang diraih rata-rata 100 %. Ini menggambarkan bahwa meningkatnya kepatuhan terhadap putusan pengadilan yang dilaksanakan oleh Pengadilan Negeri Gunung Sugih. 6. SASARAN PENGAWASAN YANG BERKUALITAS Pencapaian Sasaran Pengawasan yang Berkualitas pada tahun 2013 sebagai berikut: Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Realisasi % Meningkatnya kualitas pengawasan a Persentase pengaduan masyarakat yang ditindaklanjuti b Persentase temuan hasil pemeriksaan eksternal yg ditindaklanjuti 90% 0 % 0 % 95% 0% 0% Untuk mencapai sasaran Pengawasan yang berkualitas, digunakan 2 (dua) indikator kinerja yaitu: a. Persentase pengaduan masyarakat yang ditindaklanjuti b. Persentase temuan hasil pemeriksaan eksternal yang ditindaklanjuti a. Indikator Kinerja Persentase Pengaduan masyarakat yang ditindaklanjuti Ukuran capaian indikator kinerja Prosentase Pengaduan masyarakat yang ditindaklanjuti adalah perbandingan jumlah pengaduan yang ditindaklanjuti mengenai aparatur peradilan dengan jumlah pengaduan yang diterima. Pengaduan yang dimaksud mengenai perilaku aparatur peradilan baik teknis maupun non teknis. Indikator kinerja persentase pengaduan masyarakat yang ditindak lanjuti tahun 2013 yang ditargetkan 90 % realisasinya tidak terwujud karena tidak adanya pengaduan. Adapun data pengaduan tersebut adalah sebagai berikut: 35
No BULAN PENGADUAN PENGADUAN PENGADUAN MASUK TELAH DITELAAH/ DIPROSES BELUM DITELAAH/ BELUM DIPROSES 1 Januari 0 0 0 2 Februari 0 0 0 3 Maret 0 0 0 4 April 0 0 0 5 Mei 0 0 0 6 Juni 0 0 0 7 Juli 0 0 0 8 Agustus 0 0 0 9 September 0 0 0 10 Oktober 0 0 0 11 November 0 0 0 12 Desember 0 0 0 Jumlah 0 0 0 Berdasarkan data pengaduan diatas, dapat disimpulkan bahwa persentase pengaduan masyarakat yang ditindaklanjuti belum mencapai target 100 %, karena tidak ada satupun pengaduan yang masuk, sehingga realisasi hanya mencapai 0 %. b. Indikator Kinerja Persentase Temuan Hasil Pemeriksaan Eksternal yang ditindaklanjuti Ukuran capaian indikator kinerja Persentase temuan hasil pemeriksaan eksternal yang ditindaklanjuti adalah perbandingan jumlah temuan eksternal yang ditindaklanjuti dari hasil pengawasan internal dan eksternal dengan jumlah temuan eksternal yang diterima. Persentase temuan yang ditindaklanjuti pada tahun 2013 dengan target sebesar 95% tidak tercapai karena seluruh tidak ada temuan yang diperoleh saat pengawasan eksternal pada tahun 2013. C. AKUNTABILITAS KEUANGAN Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya serta untuk mencapai target rencana kinerja juga ditentukan oleh penyediaan anggaran melalui Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun 2013 yang terdiri dari: 1. DIPA (01) Badan Urusan Administrasi, meliputi Belanja Pegawai, Belanja Barang, dan Belanja Modal 2. DIPA (03) Badan Peradilan Umum, meliputi Belanja Barang. Pada awal tahun 2013, jumlah anggaran DIPA seluruhnya sesuai tertera pada Penetapan Kinerja Tahun 2013 adalah sebesar Rp. 4,688,480,000.00 (Empat miliar enam ratus 36
delapan puluh delapan juta empat ratus delapan puluh ribu rupiah), namun adanya revisi pada belanja pegawai DIPA (01) Badan Urusan Administrasi, sehingga jumlah anggaran DIPA tahun 2013 menjadi Rp. 6.730.953,000.00 (Enam miliar tujuh ratus tiga puluh juta sembilan ratus lima puluh tiga ribu rupiah). Berdasarkan alokasi anggaran Pengadilan Negeri Gunung Sugih tahun anggaran 2013, rincian pagu awal, pagu revisi, dan realisasi anggaran untuk DIPA (01) Badan Urusan Administrasi dan DIPA (03) Badan Peradilan Umum adalah sebagai berikut: 1. PAGU DAN REALISASI DIPA (01) BADAN URUSAN ADMINISTRASI Pagu dan realisasi anggaran untuk DIPA (01) Badan Urusan Administrasi adalah sebagai berikut : NO. KEGIATAN PAGU AWAL PAGU REVISI REALISASI % (Rp) (Rp) (Rp) 1 Belanja Pegawai 2,412,065,000 4,454,538,000 4,332,090,202 97.25 2 Belanja Barang 493,415,000 493,415,000 449,340,000 91.07 3 Belanja Modal 1,725,000,000 1,725,000,000 1,722,538,000 99.86 JUMLAH 4,630,480,000 6,672,953,000 6,503,968,202 97.47 1. Belanja Pegawai Belanja pegawai meliputi belanja pegawai mengikat dan tidak mengikat yang penggunaannya antara lain untuk gaji dan tunjangan, honorarium dan lembur. Honorarium yang berkaitan dengan belanja modal tidak termasuk dalam belanja pegawai. a. Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-KL) Pagu awal belanja pegawai dalam DIPA Tahun Anggaran 2013 di lingkungan Pengadilan Negeri Gunung Sugih sebesar Rp. 2,412,065,000.00 (Dua miliar empat ratus dua belas juta enam puluh ribu rupiah) kemudian direvisi menjadi Rp. 4,454,538,000.00 (Empat miliar empat ratus lima puluh empat juta lima ratus tiga puluh delapan ribu rupiah) untuk menutupi pagu minus belanja pegawai. b. Pelaksanaan Anggaran Dari pagu belanja pegawai tahun anggaran 2013 yang telah direvisi, anggaran belanja pegawai yang terserap atau terealisasi sebesar Rp. 4,332,090,202.00 (Empat miliar tiga ratus tiga puluh dua juta sembilan puluh ribu dua ratus dua rupiah) Total 37
belanja pegawai yang telah terealisasi selama tahun anggaran 2013, dapat kita lihat pada pagu belanja pegawai yang telah terserap sebesar 97.25 % dengan rincian belanja sebagai berikut: NO KODE KEGIATAN PAGU REALISASI % 1 511111 Belanja Gaji Pokok PNS Rp 1,646,434,000 Rp 1,608,941,200 97.72 2 511119 Belanja Pembulatan Gaji PNS Rp 49,000 Rp 46,483 94.86 3 511121 Belanja Tunj. Suami/istri PNS Rp 113,876,000 Rp 112,921,750 99.16 4 511122 Belanja Tunj. Anak PNS Rp 35,230,000 Rp 34,972,076 99.27 5 511123 Belanja Tunj. Struktural PNS Rp 20,410,000 Rp 20,410,000 100.00 6 511124 Belanja Tunj. Fungsional PNS Rp 1,900,000,000 Rp 1,898,875,000 99.94 7 511125 Belanja Tunj. PPh PNS Rp 234,730,000 Rp 230,472,433 98.19 8 511126 Belanja Tunj. Beras PNS Rp 112,000,000 Rp 109,199,260 97.50 9 511129 Belanja Uang Makan PNS Rp 310,200,000 Rp 283,275,000 91.32 10 511151 Belanja Tunj. Umum PNS Rp 72,007000 Rp 23,660,000 32.86 11 512211 Belanja Uang Lembur Rp 9,612,000 Rp 9,317,000 96.93 Total Belanja Pegawai RP 4,454,548,000 Rp 4,332,090,202 97.25 c. Sisa Anggaran Pelaksanaan Berdasarkan pagu anggaran yang telah diterima dan anggaran yang telah terealisasi, tercatat total sisa pagu belanja pegawai adalah Rp. 122,457,798.00 (Seratus dua puluh dua juta empat ratus lima puluh tujuh ribu tujuh ratus sembilan puluh delapan rupiah). Total sisa anggaran dari pagu belanja pegawai sebesar 2.75 % dari total pagu yang tersedia. Sisa pagu belanja pegawai tersebut disebabkan karena adanya kenaikan tunjangan fungsional Hakim yang melekat pada gaji induk. 2. Belanja Barang Belanja barang yaitu pengeluaran untuk pembelian barang dan jasa yang habis pakai dalam kurun waktu satu tahun anggaran termasuk didalamnya pemeliharaan dan perjalanan. Perhitungan dan penilaian belanja barang dilakukan berdasarkan standar biaya yang telah ditetapkan, sedangkan penilaian terhadap pekerjaan yang belum ditetapkan dalam standar biaya dilakukan atas dasar Term Of Reference (TOR) dan Rincian Anggaran Belanja (RAB). Belanja barang meliputi belanja barang mengikat maupun belanja barang tidak mengikat. a. Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-KL) Pagu belanja barang dalam DIPA (01) Badan Urusan Administrasi Tahun Anggaran 2013 di lingkungan Pengadilan Negeri Gunung Sugih sebesar Rp. 493,415,000.00 (Empat ratus sembilan puluh tiga juta empat ratus lima belas ribu rupiah). Dari keseluruhan pagu anggaran yang diterima tersebut digunakan untuk membiayai kegiatan operasional satuan kerja Pengadilan Negeri Gunung Sugih. 38
b. Pelaksanaan Anggaran Dari pagu belanja barang Tahun Anggaran 2013, anggaran belanja barang yang terserap atau terealisasi adalah sebesar Rp. 449,934,000.00 (Empat ratus empat puluh sembilan juta sembilan ratus tiga puluh empat ribu rupiah). Total belanja barang yang telah terealisasi Tahun Anggaran 2013, dapat kita lihat pada pagu belanja barang yang telah terserap 91.07 %, dengan rincian belanja barang sebagai berikut: No Kode Kegiatan Pagu Realisasi % I 52 Belanja Barang Operasional Rp 384,042,000 Rp 380,678,000 99.12 1 A.523111 Belanja Biaya Pemeliharaan Gedung dan Bangunan Rp 41,200,000 Rp 40,802,500 99.04 2 B.523119 Belanja Biaya Pemeliharaan Gedung & Bangunan Lainnya Rp 4,800,000 Rp 4,549,500 94.78 3 C.523121 Belanja Perawatan Sarana Gedung Rp 3,500,000 Rp 3,470,000 99.14 4 D.523121 Belanja Perawatan Inventaris Kantor Rp 14,200,000 Rp 14,152,800 99.67 5 E.523121 Belanja Perawatan Kendaraan Roda 4 Rp 45,000,000 Rp 44,953,768 99.90 6 F.523121 Belanja Perawatan Kendaraan Roda 2 Rp 20,100,000 Rp 19,078,706 94.92 7 G.522111 Belanja Langganan Listrik Rp 66,300,000 Rp 66,299,500 100.00 8 G.522112 Belanja Langganan Telepon Rp 3,300,000 Rp 1,824,168 55.28 9 H.521114 Belanja Pengiriman Surat Dinas Pos Pusat Rp 3,552,000 Rp 3,549,716 99.94 10 I.521111 Belanja Keperluan Perkantoran Rp 129,890,000 Rp 129,797,342 99.93 11 I.521115 Honor Operasional Satuan Kerja Rp 52,200,000 Rp 52,200,000 100.00 39
II 52 Belanja Barang Non Operasional Rp 109,373,000 Rp 68,662,000 62.78 12 521119 Belanja Barang Operasional Lainnya Rp 1,410,000 Rp 1,400,000 99.29 13 521113 Belanja Penambah Daya Tahan Tubuh Rp 3,360,000 Rp 3,285,000 97.77 14 521119 Belanja Barang Operasional Lainnya Rp 4,000,000 Rp 2,000,000 50.00 15 522191 Belanja Jasa Lainnya Rp 800,000 Rp 400,000 50.00 16 521119 Belanja Barang Operasional Lainnya Rp 42,300,000 Rp 41,750,000 98.70 17 521119 Belanja Barang Operasional Lainnya Rp 3,380,000 Rp 2,980,000 88.17 18 524119 Belanja Perjalanan Lainnya Rp 44,000,000 Rp 14,450,000 32.84 19 521219 Belanja Barang Non Operasional Lainnya Rp 2,280,000 Rp 0 0.00 20 524119 Belanja Perjalanan Lainnya Rp 5,446,000 Rp 0 0.00 21 521211 Belanja Bahan Rp 2,397,000 Rp 2,397,00 100.00 III Total Belanja Barang Rp 493,415,000 Rp 449,340,000 91.07 c. Sisa Anggaran Pelaksanaan Berdasarkan pagu anggaran yang telah diterima dan anggaran yang telah terealisasi, tercatat total sisa anggaran dari pagu belanja barang adalah Rp. 449,340,000.00 (Empat ratus empat puluh sembilan juta tiga ratus empat puluh ribu rupiah). Total sisa anggaran dari pagu belanja barang sebesar 8.93 % dari total pagu yang tersedia. 40
3. Belanja Modal Belanja Modal yaitu pengeluaran yang dilakukan dalam rangka menunjang sarana dan dan prasarana, antara lain untuk pembangunan, peningkatan dan pengadaan serta kegiatan non fisik yang mendukung untuk tupoksi. a. Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-KL) Pagu awal belanja modal dalam DIPA tahun anggaran 2013 di lingkungan Pengadilan Negeri Gunung Sugih sebesar Rp. 1,725,000,000.00 (Satu miliar tujuh ratus dua puluh lima ribu rupiah) kemudian. Dari keseluruhan pagu anggaran yang diterima tersebut digunakan untuk membiayai kegiatan belanja modal satuan kerja Pengadilan Negeri Gunung Sugih. b. Pelaksanaan Anggaran Dari pagu belanja modal Tahun Anggaran 2013, anggaran yang terserap atau terealisasi adalah 1,722,538,000.00. Total belanja modal yang telah terealisasi tahun anggaran 2013, dapat kita lihat pada pagu belanja modal yang telah terserap 99.86 % dengan rincian belanja sebagai berikut: NO. 1 996 KODE AKUN 532111 2 997 KEGIATAN PAGU REALISASI % (Rp.) (Rp) Laptop dan Printer Rp 20,000,000 Rp 18,230,000 91.15 Belanja Modal Peralatan dan Mesin Peralatan dan Fasilitas Perkantoran Rp 45,000,000 Rp 44,900,000 99.78 532111 3 998 533111 4 998 533111 Belanja Modal Peralatan dan Mesin Gedung/Bangunan Belanja Modal Gedung dan Bangunan Rehab Rumah Dinas Belanja Modal Gedung dan Bangunan Rp 1,560,000,000 Rp 1,559,838,000 99.99 Rp 100,000,000 Rp 99,570,000 99.57 Total Belanja Modal Rp 1,725,000,000 Rp 1,722,538,000 99.86 c. Sisa Anggaran Pelaksanaan Berdasarkan pagu anggaran yang telah diterima dan anggaran yang telah terealisasi, tercatat total sisa anggaran dari pagu belanja modal adalah Rp. 2,462,000.00. Total sisa anggaran dari pagu belanja modal sebesar 0.14 % dari total pagu yang tersedia. 41
2. PAGU DAN REALISASI DIPA (03) BADAN PERADILAN UMUM Pagu dan realisasi anggaran untuk DIPA (03) Badan Peradilan Umum adalah sebagai berikut: NO. KEGIATAN PAGU REALISASI % Belanja Barang Rp 58,000,000 Rp 54,670,000 94.26 JUMLAH Rp 58,000,000 Rp 54,670,000 94.26 Belanja barang pada DIPA (03) Badan Peradilan Umum ditujukan untuk menunjang kegiatan operasional persidangan peradilan. a. Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-KL) Besarnya pagu belanja barang dalam DIPA (03) Badan Peradilan Umum Tahun Anggaran 2013 di lingkungan Pengadilan Negeri Gunung Sugih adalah Rp. 58,000,000.00. Dari keseluruhan pagu anggaran yang diterima tersebut digunakan untuk membiayai kegiatan operasional khusus bidang peradilan untuk satuan kerja Pengadilan Negeri Gunung Sugih b. Pelaksanaan Anggaran Dari pagu belanja barang Tahun Anggaran 2013, anggaran belanja barang yang terserap atau terealisasi adalah sebesar Rp. 54,670,000.00. Total belanja barang yang telah terealisasi Tahun Anggaran 2013, dapat kita lihat pada pagu belanja barang yang telah terserap 94.26 %, dengan rincian belanja barang sebagai berikut: NO KODE KEGIATAN PAGU (RP) REALISASI % AKUN (RP) 1 521211 Belanja Bahan Rp 21,000,000 Rp 20,933,000 99.68 2 521219 Belanja Barang Non Rp 22,000,000 Rp 21,852,000 99.33 Operasional Lainnya 3 524119 Belanja Perjalanan (DN) Lainnya Rp 15,000,000 Rp 11,885,000 79.23 Total Belanja Barang Rp 58,000,000 Rp 54,670,000 94.26 c. Sisa Anggaran Pelaksanaan Berdasarkan pagu anggaran yang telah diterima dan anggaran yang telah terealisasi, tercatat total sisa anggaran dari pagu belanja barang adalah Rp. 3,330,000.00. Total sisa anggaran dari pagu belanja barang sebesar 5,74 % dari total pagu yang tersedia. 42
BAB IV PENUTUP. A. KESIMPULAN Laporan Akuntabilitas Kinerja Pengadilan Negeri Gunung Sugih Tahun 2013 merupakan merupakan gambaran capaian kinerja yang akuntabel dan dapat dipertanggungjawaban sekaligus sebagai alat ukur dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi melaksanakan amanah yang diberikan berdasarkan peraturan yang berlaku. Secara umum hasil capaian kinerja Pengadilan Negeri Gunung Sugih Tahun 2013 telah dapat memenuhi target sesuai rencana kinerja yang ditetapkan, namun ada beberapa yang belum mencapai target dan menjadi bahan perbaikan untuk tahun 2014. Adapun keberhasilan maupun kendala atau hambatan dalam pencapaian kinerja di Pengadilan Negeri Gunung Sugih pada tahun 2013 diuraikan sebagai berikut: 1. Keberhasilan Keberhasilan atas pencapaian target dari rencana kinerja yang ditetapkan adalah tidak lepas dari peran serta semua pihak yang terlibat didalamnya. Keberhasilan tersebut merupakan cerminan dari telah berjalannya sistem kerja yang berlaku dan didukung oeh suasana kerja yang dinamis dan bersifat kekeluargaan. Keberhasilan pencapaian kinerja di Pengadilan Negeri Gunung Sugih pada tahun 2013 adalah : Penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi, baik teknis maupun administrasi telah berhasil dengan baik, kendati masih ada beberapa sasaran yang belum memenuhi target, namun secara umum target kinerja telah terealisasi. Penyelesaian perkara pada tahun 2013 pada prinsipnya telah berjalan dengan baik. Walaupun penyelesaian perkara belum mencapai target, namun sisa perkara ditahun 2012 dapat diselesaikan seluruhnya di tahun 2013 dan telah memenuhi target. Pelaksanaan tertib administrasi perkara di Pengadilan Negeri Gunung Sugih tahun 2013 pada umumnya sudah berjalan dengan baik dan telah mencapai target. Proses penyelesaian perkara yang dipublikasikan untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap peradilan sudah memenuhi target. 43
Target penyediaan sarana dan prasarana sebagai pendukung tugas pokok dan fungsi pengadilan pada tahun 2013 ini telah terealisasi seluruhnya. 2. Kendala atau Hambatan Dalam pelaksanaan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan oleh satuan kerja tentunya ditemui sejumlah kendala atau hambatan yang dapat menghambat proses pelaksanaannya. Hal tersebut wajar apabila kendala atau hambatan tersebut dapat langsung dicari jalan keluar atau solusinya. Kendala atau hambatan yang ditemui di Pengadilan Negeri Gunung Sugih diantaranya Perkara yang masuk pada akhir tahun dibulan Desember cukup banyak dan menghambat pencapaian target penyelesaian perkara tahun berjalan. B. SARAN-SARAN Setelah permasalahan dapat diidentifikasi maka perlu dicarikan jalan keluar atau solusi untuk mengatasi masalah atau kendala tersebut. Saran untuk mengatasi kendala atau hambatan seperti tersebut diatas adalah : Perkara yang masuk pada akhir tahun diupayakan penyelesaian secepatnya sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur). Memberikan arahan kepada Hakim dan Panitera Pengganti Pengadilan Negeri Gunung Sugih akan pentingnya waktu penyelesaian perkara. 44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58